Author: EM

Home / Articles posted by EM (Page 16)
MENUNTASKAN AMANAT AGUNG MELALUI GEREJA LOKAL  (bagian 1)

MENUNTASKAN AMANAT AGUNG MELALUI GEREJA LOKAL (bagian 1)

PENDAHULUAN

Setelah bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita  diangkat menjadi anak-anak Allah yang hidup oleh iman. Sebagai bagian dari tubuh Kristus, kita tertanam dalam gereja lokal (BIC) yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menuntaskan Amanat Agung dengan urapan kuasa Roh Kudus. Menuntaskan Amanat Agung berarti bicara tentang memberitakan Injil, membaptis orang yang percaya kepada Kristus dan menjadikan mereka muridNya (Matius 28:19-20; Markus 16:15-18; KPR 1:8). 

ISI

Allah punya cara agar setiap orang mendapat kesempatan untuk mendengar Injil keselamatan agar terjadi penuaian jiwa sampai ke ujung bumi. One person at a time, reach one to reach everyone. Yesus Kristus adalah Tuhan bagi seisi dunia, tapi Ia juga Pribadi yang personal bagi tiap individu. Setiap orang berharga dan special di hadapanNya. Alkitab mencatat tentang orang-orang yang berjumpa Yesus secara pribadi antara lain Bartimeus si buta, orang tuli dan gagap dari Dekapolis, perempuan Samaria, orang yang kerasukan roh jahat di Gerasa, Saulus, dan masih banyak lagi.  Pengalaman mereka telah menjadi kesaksian bagi banyak orang yang hidup di jaman itu, lalu tersebar ke ujung bumi, dan sampai kepada kita yang hidup di akhir jaman.

Ketika satu orang berjumpa dengan Yesus, kesaksian hidupnya akan menjangkau banyak orang.‘Satu orang’ tersebut bisa saja pasangan kita, anak, orang tua, keluarga besar, tetangga, co-workers, boss, customer, atau siapa saja. Mungkin juga mereka adalah orang percaya namun hatinya sudah menjauh dari Tuhan. Kita bisa menjangkau mereka melalui doa, perbuatan kasih, gaya hidup kita yang berjalan dalam kebenaran dan pertobatan, pemberitaan Injil atau membagikan pengalaman kita bersama Tuhan. 

Bertekunlah melakukan hal-hal tersebut, jangan menyerah atau berkecil hati jika belum melihat hasil karena segala sesuatu akan terjadi pada waktunya Tuhan (Gal. 6:9). Tugas kita adalah memberitakan Injil; Allah-lah yang mengaruniakan roh pertobatan dan iman percaya kepada orang tersebut. Ada yang menabur, ada yang menuai, dan Allah yang memberi pertumbuhan. 

Ada 5 point yang harus kita perhatikan dan lakukan untuk menuntaskan Amanat Agung  :

1. COLLABORATE 

Amanat Agung tidak bisa dilakukan sendiri atau hanya oleh pihak tertentu saja, tapi harus  bersama-sama dengan orang percaya dalam gereja lokal dan global. Pastikan tiap anggota jemaat terhubung/tergabung dalam komunitas orang percaya. Minta Tuhan menunjukkan dan memampukan kita untuk melakukan bagian kita.

2. PRAY

Doakan agar Tuhan mengaruniakan roh pertobatan atas keluarga, teman/orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita, kota, bangsa dan bangsa-bangsa. Minta agar Roh Kudus memberikan kita hati Bapa bagi jiwa-jiwa yang terhilang dan membangkitkan kegairahan/sukacita untuk memberitakan Injil keselamatan. Minta Tuhan mempertemukan kita dengan orang-orang yang tepat untuk dibawa kepadaNya. Doakan agar urapan Roh Kudus bekerja melalui kita untuk membawa jiwa kepada Kristus. 

3. MOBILIZE

Mobilisasi orang-orang yang Tuhan percayakan untuk digembalakan dalam gereja lokal (misalnya komunitas Cool) untuk melakukan hal yang sama : reach one to reach everyone. Ini bukan kegiatan musiman, tapi miliki komitmen untuk menjadikan Amanat Agung sebagai gaya hidup di manapun kita ditempatkan.

4. INVEST

Ajak saudara seiman untuk menggunakan energi, talenta, finansial, waktu, pemikiran, networking, atau sumber daya lain untuk mendukung pemberitaan Injil melalui gereja lokal/global. Kita menuntaskan Amanat Agung dengan melakukan Perintah Agung : …kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri ( Mark 12:31).

5. GO

Pergi, jangan menunda; lakukan bagian kita untuk pemberitaan Injil dengan menggunakan semua sumber daya yang tersedia. Mulailah dari orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita. Jika Tuhan memberi kesempatan/menggerakkan kita untuk pergi ke bangsa-bangsa, lakukanlah itu dalam ketaatan. REACH ONE TO REACH EVERYONE 

Bersambung minggu depan …

PROSES MENYELESAIKAN AMANAT AGUNG

PROSES MENYELESAIKAN AMANAT AGUNG

Pada waktu Tuhan Yesus ditanya oleh murid-murid-Nya tentang tanda kedatangan-Nya dan tanda kesudahan dunia ini, Tuhan Yesus menjawab dalam Lukas 21:11 bahwa salah satunya adalah penyakit menular, perang dan kelaparan. Kalau kita lihat apa yang terjadi hari-hari ini dengan adanya COVID-19 sebagai salah satu tanda dari kedatangan Tuhan Yesus ke 2 dan tanda kesudahan dunia ini. Selain itu, Tuhan Yesus menjawab dari Matius 24:14 yang berkata, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” Tuhan Yesus pasti datang kembali, yang percaya katakan Amin. Karena itu Dia memberikan Amanat Agung kepada kita, yaitu agar kita pergi dan menjadikan semua bangsa murid Tuhan Yesus. Hal ini juga berarti agar terjadi penuaian jiwa besar-besaran sebelum Tuhan Yesus datang kembali. Sekarang kita akan melihat bagaimana proses untuk menyelesaikan Amanat Agung atau proses penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang kembali.

Kita tidak bisa menyelesaikan Amanat Agung dengan kekuatan sendiri. Karena itu pesan terakhir Tuhan Yesus sebelum naik ke surga kepada murid-murid-Nya, (yang juga berarti kepada kita semua) dalam Kisah Para Rasul 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Jadi untuk bisa menyelesaikan Amanat Agung, kita harus menerima kuasa dari Roh Kudus yang turun ke atas kita. Setelah itu, dengan disaksikan para murid-Nya, Tuhan Yesus naik ke surga. Setelah Tuhan Yesus naik ke surga, 120 murid Tuhan Yesus berkumpul di kamar loteng Yerusalem. Mereka melakukan ini karena Tuhan Yesus memerintahkan agar mereka tidak meninggalkan kota Yerusalem sebelum diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi. Tuhan Yesus berkata, “Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” Apa yang dilakukan 120 murid di kamar loteng? Alkitab berkata bahwa mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, artinya mereka berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity, siang dan malam. Ini adalah prinsip Restorasi Pondok Daud. Ini adalah prinsip Menara Doa. Setelah 10 hari mereka melakukan hal itu, maka pada hari raya Pentakosta, tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Itu adalah Bahasa Roh. Jadi tanda awal orang yang dibaptis dengan Roh Kudus adalah mereka akan berbahasa roh.

Apa yang terjadi setelah murid-murid Tuhan Yesus dipenuhi dengan Roh Kudus?

    1. Petrus berkhotbah sekitar 5 menit dan kira-kira 3.000 orang bertobat dan dibaptis. Dahsyat! Petrus berkhotbah dengan kuasa Roh Kudus. Pada zaman itu populasi penduduk dunia sekitar 255 juta orang. Sekarang penduduk dunia sekitar 8 milyar. Jadi 3.000 orang yang bertobat dan dibaptis pada waktu itu setara dengan sekitar 94.000 orang pada saat ini. Saya percaya hal ini juga bisa terjadi pada saat ini.
    2. Setelah murid-murid Tuhan Yesus dipenuhi dengan Roh Kudus: Mereka dipakai untuk menyatakan tanda-tanda dan mujizat sehingga banyak orang yang bertobat.
      – Petrus dan Yohanes menyembuhkan orang yang lumpuh sejak lahir.
      – Bayangan Petrus menyembuhkan orang sakit.
      – Saputangan atau kain yang dijamah oleh Paulus jika diletakkan pada orang sakit atau dirasuk setan, maka orang itu akan sembuh. Dalam Markus 16:15-18, Tuhan Yesus berkata bahwa kalau kita pergi untuk memberitakan Injil maka tanda-tanda dan mujizat akan menyertai kita.
      Sejak tahun 2006 saya diperintahkan oleh Tuhan untuk mengadakan Kebaktian Kesembuhan Ilahi. Selama 13 tahun, saya sudah mengadakan 318 kali Kebaktian Kesembuhan Ilahi. Setiap kali saya berkhotbah pasti saya memberitakan Injil. Tanda-tanda dan mujizat terjadi. Saya diizinkan Tuhan untuk melihat dan mengalami mujizat seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus 2000 tahun yang lalu.
    3. Setelah murid-murid Tuhan Yesus dipenuhi dengan Roh Kudus maka cara hidup mereka berubah sehingga banyak orang yang bertobat.
      •  Mereka Bertekun Dalam Pengajaran Rasul-rasul dan Dalam Persekutuan
        Bagi kita, ini juga bisa diartikan mereka suka membaca Alkitab.
        Mazmur 119:105 berkata,“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
        Kalau kita suka membaca Alkitab, itu akan menuntun jalan hidup kita; hidup benar sesuai dengan firman Tuhan. Kita akan menjadi orang yang berintegritas. Dan itu akan membuat orang lain bertobat
      • Mereka Selalu Berkumpul Memecahkan Roti dan Berdoa. Ini bisa diartikan mereka hidup dalam unity dan suka berdoa. Hari-hari ini saya melihat melalui Menara Doa, bahwa ada doa, pujian dan penyembahan dalam unity siang dan malam. Saya percaya kalau Tuhan sudah berikan kepada kita beban untuk berdoa seperti ini, maka ini merupakan tanda bahwa Pentakosta Ketiga yang dahsyat akan turun dan akan terjadi penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang kembali.
      • Mereka Suka Memberi Sehingga Tidak Ada yang Berkekurangan
        Dalam kondisi krisis ekonomi akibat pandemi dan juga perang, hari-hari ini justru Tuhan Yesus menghendaki agar kita suka memberi. Alkitab berkata adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.
        Tuhan Yesus berkata, “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Lukas 6:38
      • Mereka selalu bergembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Hidup dengan tulus hati artinya hidup sebagai orang yang berintegritas.

Jadi perubahan-perubahan yang terjadi dalam cara hidup jemaat yang membuat banyak orang bertobat, adalah:
1. Mereka suka membaca Alkitab
2. Mereka suka berdoa
3. Mereka hidup dalam unity
4. Mereka suka memberi
5. Mereka suka memuji Allah dan bergembira, tulus hati atau hidup berintegritas.

Dikatakan bahwa mereka disukai semua orang dan tiap-tiap hari jumlah orang yang diselamatkan bertambah. Haleluya!!

Saya percaya mereka sempat menganggap bahwa pola penuaian jiwa hanya seperti itu. Mereka sebagai orang-orang percaya, hidup dalam zona nyaman. Mereka biasa berkumpul dalam unity sambil membaca Alkitab, berdoa dan memuji Tuhan dengan sukacita, tidak ada yang berkekurangan. Sehingga banyak orang mau menjadi orang Kristen.
Tetapi ternyata supaya penuaian jiwa bertambah besar, Tuhan izinkan proses berikutnya terjadi, yaitu aniaya menimpa jemaat di Yerusalem. Selain rasul-rasul, maka mereka harus lari meninggalkan Yerusalem. Mereka pergi ke Yudea dan Samaria sambil memberitakan Injil. Jadi kalau tadinya penuaian jiwa hanya terjadi di Yerusalem saja, sekarang mereka menyebar ke seluruh Yudea dan Samaria, dan pola penuaian jiwa yang seperti ini masih terjadi sampai hari ini

Catatan sejarah Gereja selama berabad-abad menunjukkan bahwa semakin Gereja ditekan, justru Injil semakin menyebar dan diberitakan kemana-mana. Karena itu Tuhan izinkan hari-hari ini penderitaan, aniaya, itu terjadi di antara orang-orang percaya supaya terjadi penuaian jiwa yang lebih besar. Saya percaya masa pandemi COVID-19 membuat kita tidak nyaman. Banyak mengalami tekanan-tekanan; ada yang mengalami sakit, bahkan ada yang meninggal, tetapi justru ini akan mempersiapkan penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir dalam era Pentakosta Ketiga ini sebelum Tuhan Yesus datang kembali. Melalui semua ini, mari kita katakan bersama-sama:
“Tuhan Yesus, Tuhan Yesus, Engkau baik, Engkau sungguh baik dan sangat baik…”
(Mari taruh tangan kita di dada) kepada saya.. kepada saya.

POLA PENUAIAN

Ternyata pola penuaian yang terjadi di atas belum menyelesaikan rencana Tuhan, karena selain penuaian jiwa harus terjadi di Yerusalem, seluruh Yudea dan Samaria, tetapi juga harus sampai ke ujung bumi. Tuhan mempunyai cara untuk membuat penuaian jiwa itu sampai ke ujung bumi, yaitu dengan terjadinya perubahan paradigma dalam pelayanan.
Selama ini pengertian tentang keselamatan hanya untuk orang-orang Yahudi saja. Melalui peristiwa Kornelius, dimana Petrus diutus oleh Tuhan untuk mendatangi Kornelius yang bukan orang Yahudi, untuk memberitakan jalan keselamatan, akhirnya mereka mengerti bahwa ternyata keselamatan bukan hanya untuk orang-orang Yahudi saja, tetapi untuk semua bangsa. Dan ini mengakibatkan terjadinya penuaian jiwa besar-besaran. Haleluya!!

Jadi mereka tidak hanya mengabarkan Injil di Yerusalem, Yudea dan Samaria saja, tetapi sekarang mereka, termasuk kita juga pergi ke seluruh dunia. Proses perubahan paradigma dalam pelayanan itu tidak mudah. Petrus harus diyakinkan oleh Tuhan: kalau Tuhan katakan halal, jangan kamu berkata haram.

Orang-orang yang bukan Yahudi adalah haram di mata orang Yahudi. Proses itu masih terus berlanjut untuk memberikan pengertian kepada orang-orang Yahudi, golongan bersunat dan juga orang-orang Farisi yang sudah bertobat. Dimana mereka berpendapat bahwa orang yang bukan Yahudi yang percaya kepada Tuhan Yesus, harus disunat, dan diwajibkan mengikuti hukum-hukum Musa. Tetapi melalui sidang di Yerusalem, akhirnya mereka mengerti dan bisa menerima bahwa keselamatan bukan hanya untuk orang-orang Yahudi saja, tetapi untuk semua bangsa. Yang setuju katakan Amin. Kita diingatkan bahwa tema tahun 2022 yang lalu adalah Tahun Paradigma yang Baru. Disini Tuhan mengingatkan bahwa untuk menyelesaikan Amanat Agung, kita akan dituntun oleh Roh Kudus untuk menggunakan paradigma yang baru atau cara-cara yang baru. Tahun 2023 adalah Tahun untuk Bangkit dan Jadilah Pemenang. Kita harus lebih peka terhadap tuntunan Tuhan supaya menjadi pemenang.

Pada awal pelayanan saya, saya termasuk salah seorang yang dipakai oleh Tuhan untuk melakukan paradigma yang baru dalam pelayanan untuk menyelesaikan Amanat Agung. Sebagai contoh: dalam hal membuka gereja baru, dalam hal cara ibadah dengan doa, pujian dan penyembahan, dalam hal tempat ibadah yang dilakukan bukan di gedung gereja seperti tradisi. Semua itu selalu diawali dengan pro dan kontra, sama dengan yang terjadi pada waktu zaman Kisah Para Rasul tadi.

PENCURAHAN ROH KUDUS YANG DAHSYAT

Pada tahun 2009, Tuhan berbicara kepada saya bahwa Tuhan akan mencurahkan Roh Kudus sehingga akan terjadi pencurahan Roh Kudus yang dahsyat.
Pada saat Roh Kudus dicurahkan akan terjadi peristiwa seperti yang terdapat dalam Yoel 2:28-32. Disini disebutkan bahwa pada saat Roh Kudus dicurahkan akan ada 3 tanda yang terjadi:
a. Anak-anak, pemuda, dan orang tua, akan dipakai oleh Tuhan secara luar biasa (ayat 28-29)
b. Akan terjadi mujizat yang luar biasa (ayat 30)
c. Akan terjadi goncangan-goncangan yang dahsyat (ayat 31)

Dengan adanya tiga tanda ini, maka Yoel 2:32 akan digenapi. Akan banyak orang yang berseru kepada nama Tuhan dan mereka yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Ini berarti akan terjadi penuaian jiwa yang besar. Sejak tahun 2009, hampir di setiap khotbah, saya selalu mengingatkan tentang goncangan-goncangan ini. Dan ini terjadi hampir sekitar 10 tahun. Siapa mengira bahwa yang disebut dengan goncangan ini adalah pandemi COVID-19 mulai bulan Maret 2020. Kita melihat selama ini bahwa dengan adanya pandemi COVID-19 ini, telah terjadi perubahan paradigma dalam pelayanan. Pelayanan secara online terbukti merupakan alat untuk mempercepat penyelesaian Amanat Agung, yaitu dengan semakin cepat dan banyaknya orang yang mendengar dan mengenal Injil Kerajaan Allah.

Pada tanggal 08 Februari 2023 dimulainya kebangunan rohani di Asbury University, Kentucky. Yang mereka lakukan adalah berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam. Ini adalah prinsip Restorasi Pondok Daud. Ini adalah prinsip Menara Doa. Kebangunan rohani ini menyebar ke kampus-kampus lain di Amerika Serikat, seperti di Lee University, Oral Robert University, dan lain-lain. Berita kebangunan rohani melanda ke seluruh dunia.

Revival di Asbury University ini merupakan bagian dari penggenapan Pentakosta Ketiga, dimana Tuhan melawat generasi Yeremia yaitu anak-anak muda yang dipenuhi Roh Kudus, cinta mati-matian kepada Tuhan Yesus, tidak kompromi terhadap dosa dan akan memenangkan banyak jiwa.

Melalui revival tersebut, Tuhan menunjukkan bahwa pola penuaian jiwa ke depan ini saya percaya sampai dengan Tuhan Yesus datang kembali adalah melalui Menara Doa (doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam).
Tuhan sedang memunculkan di Amerika Serikat yang disebut dengan Third Pentecost Azusa Street Prayer Tower dimana pada tanggal 14 dan 15 April sudah diresmikan, sudah didedikasikan. Azusa Prayer Tower adalah tempat untuk berdoa bagi kebangunan rohani global Pentakosta Ketiga, pelayanan dan pelatihan di pusat kota Los Angeles, California. Lokasinya dekat lokasi Azusa Street revival yang dipimpin oleh William Seymour tahun 1906.

Banyak hamba Tuhan mendapatkan bahwa kita harus memperhatikan dengan seksama untuk 10 tahun ke depan, yaitu sampai dengan tahun 2033.
Tahun 2033 adalah:
· Peringatan penginjilan yang ke 2000 tahun
· Peringatan kematian, kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke surga yang ke 2000 tahun
· Peringatan pencurahan Roh Kudus yang berarti peringatan hari ulang tahun Gereja yang ke 2000 tahun

Visi yang didapatkan selama konferensi Empowered21 adalah pada hari Pentakosta 2033 setiap orang akan mendapatkan kesempatan untuk berjumpa secara dengan Tuhan Yesus melalui kuasa dan kehadiran Roh Kudus. Rick Warren dari Southern Baptist Church mendapatkan bahwa tahun 2033 adalah goal untuk menyelesaikan Amanat Agung. Untuk menyelesaikan Amanat Agung tidak bisa dengan kekuatan sendiri, tetapi harus dengan kuasa Roh Kudus. Karena itu kita harus dipenuhi Roh Kudus. Amin.

 

 

MEMILIKI  DAN  DIMILIKI  ALLAH

MEMILIKI DAN DIMILIKI ALLAH

PENDAHULUAN

Kristus datang ke dunia untuk melepaskan kita dari perbudakan iblis dengan menyerahkan nyawaNya untuk menjadi tebusan dosa serta memberikan hidup kekal di dalam karya keselamatan. Walaupun karya keselamatan diberikan dalam kasih karunia Allah tanpa usaha kita, namun untuk hidup dalam jalan keselamatan melalui pengenalan akan Tuhan adalah bagian yang perlu kita kerjakan. Amos 5:4 mengatakan “Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup!”.

ISI

Seperti menemukan harta terpendam dan mutiara yang berharga, orang tersebut rela menjual seluruh miliknya demi mencari sesuatu yang jauh lebih berharga dan mulia (baca Matius 13:44-46). Sebagai orang yang sudah diangkat sebagai anak-anak Allah, seharusnya menyadari bahwa harta termulia dan berharga dalam hidup adalah pengenalan yang benar akan Bapa kita. Hal ini perlu dicari dengan kesungguhan dan ketulusan hati melalui keintiman dengan Tuhan. Firman Tuhan bukan hanya dibaca dan direnungkan, tapi juga di lakukan dan dialami.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu. Alamilah firmanNya maka kita akan dibawa untuk melihat bahwa apapun yang Dia buat akan mendatangkan kebaikan, karena Tuhan itu baik, dan rancanganNya adalah yang terbaik bagi kita. Kita akan rela melepaskan hak kepada Tuhan dan menyukai jalan-jalanNya jika kita percaya sepenuhnya dan menyerahkan segenap hati kepada Dia.
Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku. (Amsal 23:26).

Saat kita dengan tekun mencari Tuhan dan mendengarkan suaraNya, maka Ia akan menjadi Allah kita dan kita menjadi milikNya. Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! (Yeremia 7:23b).

Hidup kita adalah kepunyaan Allah, tetapi yang menjadi permasalahannya adalah seberapa banyak orang yang menyadari bahwa hidupnya milik Allah, dan seberapa banyak orang yang rela hidupnya dimiliki Allah. Kebanyakan orang salah menilai tentang ‘memiliki’ Allah dan ‘dimiliki’ Allah.

1. Memiliki Allah

Saat kita memiliki Allah, maka hidup kita tidak lagi sama dengan orang dunia hidup. Walaupun dunia memandang orang yang percaya kepada Kristus sebagai suatu kebodohan dan tidak relevan dengan jaman now, namun kita adalah orang-orang yang telah diberi kuasa untuk hidup sebagai anak-anak Allah. Kuasa untuk hidup kudus dan berbuah, untuk melakukan kehendak Allah dan untuk mengusir kuasa gelap di dalam Nama Yesus.

Akan tetapi anak-anak Allah harus bertumbuh menjadi dewasa rohani semakin hari semakin kuat imannya. Orang yang tidak mau bertumbuh, tetap seperti anak bayi secara rohani, cenderung suka menuntut, menjadi selfish dan mengasihani diri sendiri. It’s all about ‘me’. Bila Allah tidak memenuhi keinginannya, maka reaksinya marah, berontak dan menghakimi Allah karena merasa berhak untuk keinginannya dijawab Allah. Ia lupa bahwa dirinya hanyalah ciptaan dan Allah adalah ‘sang Pencipta’. Hal ini yang menyebabkan orang sulit menundukan diri dan menghormati Allah. Allah hanya diperlakukan seperti ‘kantong ajaib Doraemon’ yang wajib memenuhi keinginannya.

Seiring dengan proses pertumbuhan rohani, kita akan dibawa kepada tahap ‘rela melepaskan hak’ kepada Tuhan. Karena iman kita percaya, bahwa Allah telah merancangkan yang terbaik bagi masa depan kita (Yeremia 29:11; Yesaya 55:8). Pertumbuhan rohani membawa kita lanjut ke tahap ‘dimiliki’ Allah.

2. Dimiliki Allah

Orang yang menyadari bahwa Allah adalah Pencipta-nya, akan rela untuk dimiliki Allah. Hidupnya diberikan kepada sang ‘Tuan’ dan ia merendahkan diri sebagai ‘hamba’. Ia mau menyerahkan haknya dengan suka rela karena mengerti bahwa kalau ia mempertahankan nyawanya, ia justru akan kehilangan hidup yang sebenarnya. Tapi jika ia menyerahkan nyawanya bagi sang ‘Tuan’, ia akan memperolehnya.

Dia akan rela mengerjakan perintah ‘Tuan’nya dengan segenap hati untuk menyenangkanNya. Seluruh hidupnya merupakan pengabdian dan tanggung jawab untuk melayani Allah. Tidak heran bila orang yang dimiliki Allah juga dikenal, dikasihi dan diangkatNya menjadi kepala (baca Yesaya 55:3-5).

3. Tanggung jawab sebagai orang yang memiliki dan dimiliki Allah

Setelah memiliki Allah dan dimiliki Allah, kita mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memberitakan perbuatan perbuatan Allah yang Ajaib (1 Petrus 2:9). Bila tidak, kita akan kehilangan arah dan fungsi dalam rencana Allah bagi keselamatan seisi dunia.

PENUTUP

Seperti bangsa Israel yang dibawa Allah keluar dari Mesir, tapi tidak mensyukuri identitasnya sebagai bangsa pilihan/milik kepunyaan Allah. Mereka ingin kembali pada kehidupan lama seperti di Mesir, tidak tunduk pada kedaulatan Allah karena merasa sudah merdeka sehingga bebas melakukan sesuka hatinya. Perlu diwaspadai jangan karena dosa, kelalaian dan kesombongan, akhirnya kita berbalik kembali kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin serta memperhambakan diri lagi kepadanya (baca Galatia 4:9).

Mencari Tuhan bukanlah aktifitas sesekali atau kalau lagi butuh, melainkan suatu kebiasaan yang dibentuk secara terus menerus karena hubungan kasih. Bertekunlah dalam iman supaya kita hidup dalam rancanganNya. Kita diselamatkan bukan untuk melakukan agenda pribadi tapi menghadirkan Tuhan bagi keselamatan dunia. Reach ONE to reach Every ONE.

HIDUP DALAM RANCANGAN ALLAH

HIDUP DALAM RANCANGAN ALLAH

PENDAHULUAN

Kehidupan yang berpusat pada diri manusia adalah kehidupan yang egois, tidak ada kasih kepada Tuhan dan sesama serta lebih berorientasi kepada hal-hal yang kelihatan. Kebanyakan orang hidup dipimpin oleh pikiran, pengetahuan, logika dan emosinya. Manusia membuat rencana pribadi dan melakukan apa yang baik dalam pandangan/pengertiannya sendiri.

Sebagai orang percaya yang telah dibeli dengan harga lunas oleh darah Yesus, kita hidup oleh iman. Memang kita perlu menggunakan pikiran, logika, pengetahuan dan emosi; tapi semua itu harus sejalan (aligned) dengan kebenaran Firman Tuhan. Allah adalah Bapa dan kita adalah anak-anakNya. Sebagai anak, kita tidak hidup menurut kehendak sendiri tapi hidup dalam rancangan Allah.

 

ISI

Carilah Tuhan supaya kita hidup dalam rancanganNya

Mencari Tuhan artinya dengan segenap hati, bertekun mengenal Pribadi, jalan dan kehendakNya; berkonsultasi dan mengandalkan Ia dalam segala perkara. Seperti Maria yg duduk mendengar isi hati Tuhan bukan seperti Martha (Lukas 10:41-42). Kebanyakan dari kita hanya ‘mendengar’ perkataan Tuhan, dan mengambil kesimpulan sendiri atas firman yang disampaikan-Nya.

Seseorang bisa kelihatan rajin berdoa tapi tidak pernah benar-benar mencari kehendak Tuhan atas hidupnya. Ada juga yang tekun membaca Firman (‘Logos’) tapi tidak mengenal isi hati Tuhan (mendapat ‘Rhema’) karena hati yang tidak terhubung (disconnected)oleh iman pada Tuhan, sehingga seseorang bisa rajin mengikuti ibadah, terlibat pelayanan, ikut kelas pengajaran, dlsb tapi tidak mengalami hidup yang diubahkan.

Seringkali motivasi kita berdoa adalah supaya keinginan kita dijawab; kita tidak pernah memberi ruang untuk Allah berbicara dan menyatakan isi hati/kehendakNya. Mencari Tuhan sungguh-sungguh hanya kalau keadaan mendesak, sedang ada kebutuhan, sedang perlu mukjizat, jalan keluar, perlindungan, dlsb. Sebenarnya doa merupakan komunikasi dua arah berdasarkan hubungan kasih antara kita dengan Allah, bukan sekedar menyampaikan daftar permohonan kepadaNya.

Tanpa sadar sering kita memaksa Tuhan mengikuti kehendak kita. Ketika Ia seolah membiarkan/tidak menjawab doa, atau menjawab tapi tidak seperti yang diharapkan – kita jadi kecewa, iman jadi lemah, complain/menyalahkan ini dan itu, menjauhkan diri dari pertemuan ibadah atau bersikap masa bodoh.

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu (Yesaya 55:8-9).

Sesungguhnya Allah mengetahui seluruh perjalanan hidup kita dari awal sampai akhir. Allah mengenal hati, jiwa (pikiran, perasaan, kehendak), watak/karakter, potensi, kelebihan dan kelemahan setiap kita. Ia dapat memakai apa saja, siapa saja dan keadaan apapun untuk merancangkan yang terbaik bagi kita, dengan tujuan :

  • memulihkan gambar dan rupa Allah dalam hidup kita,
  • membuat kita mengalami hidup yang sebenarnya (berkelimpahan dalam aspek rohani, jiwa dan tubuh/fisik),
  • menjadikan kita saksi Tuhan dan memberitakan Injil keselamatan kepada dunia yang membawa kemuliaan bagi Nama Tuhan.

Untuk itu, Tuhan perlu lebih dulu‘meremukkan’ dan ‘menyingkirkan’ segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendakNya/kita rancangkan dengan kekuatan sendiri agar IA dapat membentuk ulang hidup kita menjadi bejana yang indah, yang siap dipakai sesuai rencana dan untuk kemuliaanNya. Memang waktu diproses sepertinya hidup kita terlihat hancur berantakan dan tidak tahu apa yang akan terjadi di depan. Seolah Tuhan diam dan tidak berbuat apa-apa. Tapi sesungguhnya Ia tidak pernah berhenti berkarya untuk mendatangkan kebaikan bagi anak-anakNya. Rancangan Tuhan tidak pernah gagal, tidak bergantung atau dibatasi oleh keadaan/fakta yang terlihat.

Mari belajar percaya dengan menyerahkan seluruh hidup kita kepadaNya dengan hati tulus tanpa prasangka buruk. Orang percaya memiliki destiny yang sudah Allah tetapkan dan Ia mau supaya kita hidup di dalamnya (Efesus 2:10). Jika kita sungguh-sungguh mencari Tuhan dan kehendakNya, maka Roh Kudus akan menuntun dan menyingkapkan cara dan jalan-jalan Tuhan yang sering kali di luar pemikiran kita. Orang yang berjalan dengan pikiran dan pengertiannya sendiri tidak akan bisa total percaya dan mengikut Tuhan. Malah ia akan kehilangan hidup yang sebenarnya jika semua itu dipertahankan. Firman Tuhan mengatakan bahwa orang benar akan hidup oleh iman, bukan karena fakta dan logika. Manusia hidup bukan dari roti saja tapi dari setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah.

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya (Yesaya 55:10-11)

 

PENUTUP

Jika kita mencari Tuhan dengan segenap hati, maka kita akan dibawa hidup dalam rancanganNya langkah demi langkah. Kalau tadinya punya keinginan dan cara sendiri, kita akan semakin mengenal dan menyadari bahwa di atas segalanya rancangan Tuhan adalah yang terbaik. Hati yang mengikuti rhema firman akan dipelihara oleh damai sejahtera, karena mengerti ada maksud Tuhan yang baik dalam tiap perkara di hidup kita. Apa yang dulu kita tidak mengerti, sekarang Tuhan buat mengerti.

Tuhan tidak pernah salah, Ia sudah merancangkan yang terbaik bagi kita. Ia menetapkan tiap langkah kita; keadaan buruk bisa diubah untuk mendatangkan kebaikan, kutuk bisa diubah menjadi berkat, dan kelemahan kita bisa dipakai untuk menyatakan kemuliaanNya. Carilah Tuhan dengan segenap hati, agar kita hidup dalam rancanganNya yang ajaib.

CARILAH TUHAN SELAMA IA BERKENAN DITEMUI

CARILAH TUHAN SELAMA IA BERKENAN DITEMUI

“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.” (Yesaya 55:6-7)

Pesan Tuhan bulan ini mengajak kita untuk mencari Tuhan dan berseru kepadaNya. Mungkin banyak dari kita yang tanpa sadar sudah kehilangan kasih mula-mula dengan mengasihi dunia ini  lebih daripada mengasihi Allah.  Tidak lagi bergairah dalam mencari Tuhan tapi lebih tertarik mencari hal-hal yang memuaskan diri sendiri sehingga terjerat dengan tawaran dunia.

Disadari atau tidak, hawa nafsu merupakan kelemahan yang ada dalam diri manusia. Dunia berlomba menawarkan sesuatu yang manis, indah dan menarik. Mereka yang hidup dikuasai hawa nafsunya akan terjerat dalam hawa nafsu duniawi yang membinasakan. Ketergantungan/ketagihan pada hal-hal duniawi membuat hati orang “Kristen” telah menjadi tawar/kehilangan kasih pada Tuhan dan belas kasihan pada sesama.

SERUAN PERTOBATAN

Tuhan murka atas ketidaksetiaan bangsa Israel yang menyembah Baal. Allah memerintahkan agar bangsa Israel bertobat dan kembali mencari Tuhan. Di jaman perjanjian Lama Raja Ahab meniadakan perayaan perayaan di bait suci dan mendirikan mezbah Baal.  Menurut kepercayaan orang Samaria Baal adalah dewa hujan dan kesuburan.  Namun nabi Tuhan bernama Elia mengungkapkan bahwa Baal ini bukan Tuhan dan tidak boleh disembah.

Elia kenal Allah yang benar dan penyembahan Baal menyakiti hati Tuhan.  Akibat penyembahan Baal terjadi kelaparan di Samaria (1 Raja 18:2). Elia tahu bahwa nabi Baal adalan nabi palsu maka dengan penuh keyakinan berkata “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” (1 Raja 17:1b). Dan benar hujan tidak turun selama 3 tahun sampai nabi-nabi Baal disembelih, setelah itu hujan turun.

Penyembahan Baal adalah salah satu bentuk penyembahan berhala (setan sendiri) yang menyakiti hati Tuhan. Penyembahan Baal adalah tipu daya Iblis untuk menguasai/memperbudak hidup kita dengan memuaskan keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup. Kesombongan adalah akar dari segala dosa yang menghalangi seseorang untuk hidup dalam pertobatan.

Kesombongan membuat seseorang :

    1. Membangun kubu/benteng yang menentang pengenalan akan Allah.
      Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus (2 Kor. 10:5)
    2. Hidup dalam dosa untuk menuruti hawa nafsu dan menolak pengenalan akan Tuhan (rebellious).
      “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yes. 59:2).
    3. Menjauhkan diri/ menolak kasih karunia Allah.
      Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.(Ibr. 12:15).
      Kepahitan, self-pity, insecurity, iri hati, overthinking, mengandalkan kekuatan sendiri, dlsb adalah bentuk kesombongan yang membuat seseorang jadi lemah lesu dan berbeban berat.

Pertobatan adalah perubahan pikiran yang menghasilkan perubahan tingkah laku. Pertobatan merupakan sikap kerendahan hati yang membuat kita meninggalkan dosa dan berbalik kepada Tuhan dan menyukai FirmanNya yang adalah Kebenaran.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan. (Mat. 11:28-30)

Roh Kudus dianugerahkan untuk mengingatkan kita akan firman serta membawa kita kepada seluruh kebenaran. Orang yang menjaga persekutuan dengan Roh Kudus akan mengenal dan berjalan di dalam kebenaran. Firman Tuhan akan menerangi area kegelapan dalam hidupnya, sehingga orang yang hidup dalam kebenaran pasti juga hidup dalam pertobatan. Jangan biarkan dosa dan kesombongan menjadi penghalang antara kita dengan Tuhan.  Kerendahan hati membawa kita hidup dalam pertobatan dan pertobatan membuat kita dekat dengan Tuhan.

UNDANGAN  UNTUK  HIDUP  DALAM KEHIDUPAN  YANG  SEBENARNYA

Selama masih hidup di dunia, manusia akan selalu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Tidak salah bekerja keras karena itu adalah bentuk tanggung jawab  untuk memenuhi kebutuhan; Bapa di sorga juga tahu bahwa kita memerlukan semua itu (Mat. 6:31-32). Tapi yang perlu diwaspadai, adakah hal-hal ‘kekal’ yang kita korbankan? Apakah kita sudah kehilangan hidup yang sejati (hanya sekedar eksis) karena terobsesi hal-hal duniawi, berjalan dengan pikiran dan agenda sendiri dan tidak hidup oleh iman? Apa gunanya kita memperoleh seluruh dunia tapi kehilangan hidup yang sebenarnya? (Mat. 16:26a)

Iman bekerja dalam dimensi roh/kekekalan, dasarnya adalah firman kebenaran. Segala jerih payah manusia di luar iman kepada Kristus adalah kesia-siaan  (Pengk. 1:14).  Semua hal fisik adalah sementara dan tidak mendapat bagian dalam kekekalan. Firman Tuhan mengingatkan bahwa kekayaan bisa mencelakakan hidup pemiliknya (Pengk. 5:13), cinta akan uang bisa membangkitkan hawa nafsu yang mencelakakan (1 Tim. 6:9-10), kita tidak bisa menyembah Allah dan Mamon (Mat. 6:24).

Sesungguhnya kita semua punya kelemahan/hawa nafsu dan tidak ada seorangpun yang bisa mengatasinya tanpa Tuhan. Jalan keluar untuk menang atas hawa nafsu adalah akui kelemahan dengan rendah hati di hadapan Tuhan dan minta pertolonganNya. Jangan biarkan hawa nafsu menguasai hidup kita. Sadar atau tidak, mereka yang membiarkan hidupnya dikuasai hawa nafsu sebenarnya adalah orang-orang yang merasa tidak aman/bahagia. Jiwanya yang kosong akan mencari kepuasan batin dari hal-hal yang keliru, tidak berguna/sia-sia bahkan membahayakan keselamatannya. Manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Roh dan jiwa manusia bersifat kekal, tubuh fisik bersifat sementara. Allah telah memberikan kekekalan dalam hati manusia, oleh sebab itu hanya DIA yang bisa memuaskan hati dan jiwa kita.

Tuhan Yesus datang supaya kita mempunyai hidup yang sebenarnya (Zoe life, Yoh. 10:10) dan mempunyainya dalam segala kelimpahan, oleh Roh Kudus yang merupakan sumber air kehidupan bagi kita. Air Hidup adalah sumber kehidupan yang dibutuhkan ‘setiap’ orang percaya untuk memuaskan jiwanya. …tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal. (Yoh. 4:14)

  1. YESAYA 55:1 “Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!” Gandum adalah simbol kebutuhan pokok, susu adalah simbol kemakmuran (Yes. 60:16), anggur adalah simbol berkat/anugerah janji-janji Allah (Yes. 25:6). Semua itu diberikan tanpa bayaran materi (semata-mata karena kemurahan Tuhan) hanya kepada mereka yang benar-benar haus dan lapar. ..Berbahagialah (diberkatilah) mereka yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan (Mat. 5:6).Yesus adalah Roti Hidup dari sorga yang akan memberikan Air Hidup (Roh Kudus) kepada yang mau datang kepadaNya. “Akulah roti hidup, barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa datang kepadaku ia tidak akan haus lagi” (Yoh. 6:35).Tuhan menjamin semua kebutuhan kita (rohani, jiwa dan fisik). Kita tidak akan berkekurangan malah berkelimpahan, apa saja yang kita kerjakan dibuat Tuhan berhasil, hidup kita berbuah, menjadi berkat dan mendapat upah kekal. Manusia tanpa Allah sepertinya bisa berhasil mencapai keinginannya, tapi ujungnya adalah kesia-siaan bahkan kesuksesan bisa mencelakakan hidupnya sendiri.
  1. YESAYA 55:2a “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?”Jangan membelanjakan/berjerih lelah untuk mendapatkan sesuatu yang membuat jiwa kita haus terus-menerus karena ketagihan hal-hal yang duniawi. Contoh : diperbudak/ketagihan rokok, pornography, social media, perilaku konsumtif (‘gila’ belanja), hobby pamer kekayaan/barang mewah di sos-med (flexing), pesta pora, ketamakan, kerakusan, dlsb.Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; (Yoh. 6:27a). Makanan yang bertahan sampai hidup kekal adalah percaya/taat kepada Allah (Yoh. 6:29) dan melakukan kehendak/menyelesaikan pekerjaanNya (Yoh. 4:34).
  1. YESAYA 55:2b-3a “Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!”Cara menikmati makanan/sajian lezat dari Tuhan adalah dengan mendengar perkataanNya. Orang yang merenungkan firman akan mendapat rhema dari Roh Kudus. Saat firman menjadi rhema, maka iman akan timbul. Iman kepada firman akan membawa kita menikmati hidup yang sebenarnya. Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup (Yohanes 6:63).Perhatikan keadaan kita, waspadalah jangan sampai kita terjerat tipu daya iblis dengan sibuk mengejar yang dunia tawarkan tapi kehilangan hidup yang sejati. Waspadalah jangan sampai kasih kita menjadi dingin dan kita terjerat hawa nafsu dunia yang membinasakan. Marilah kembali kepada kasih yang semula. Kita telah ditebus dengan harga yang mahal untuk hidup dalam persekutuan dengan Allah dan tunduk menyembah kepadaNya.Carilah Tuhan maka kita akan hidup. Barangsiapa yang mau menerima ajakan untuk makan Roti dan minum air Hidup, ia akan menikmati hidup yang sebenarnya. Bukti seseorang dikatakan ‘hidup’ adalah orang tersebut menghasilkan buah pada musimnya, rohnya terus menyala-nyala melayani Tuhan, apa saja yang diperbuatnya berhasil (Maz. 1: 3). Bekerjalah untuk makanan yang tidak dapat binasa, yang bertahan sampai hidup kekal, yaitu hidup oleh iman dalam persekutuan dengan Kristus Yesus. Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, berserulah kepadaNya selama Ia dekat!

Image source:  https://www.bible.com/verse-of-the-day/ISA.55.6-7/29844?version=27

MENJADI SEPERTI KRISTUS – BE IMITATORS OF CHRIST

MENJADI SEPERTI KRISTUS – BE IMITATORS OF CHRIST

Di ‘market place’ ada istilah bahwa nama baik itu perlu dijaga sampai mati. Orang tua menasehati anak-anaknya agar mereka menjaga nama baik termasuk nama baik orang tuanya. Ini berguna ketika seseorang bangkrut, namun masih memiliki nama baik, masih ada harapan, karena teman-temannya akan membantu meminjami uang misalnya. Sebaliknya ketika nama baiknya sudah hancur, maka akan sangat sulit mendapat kepercayaan dari orang lain.

Tema bulan ini “menjadi seperti Kristus.” Sedangkan Tuhan Yesus mati sebagai criminal yang tergantung di salib. Tuhan Yesus tidak memiliki nama baik pada jamanNya, tetapi pelayananNya yang penuh kasih dan kuasa menjungkir balik dunia. Jadi apa maksudnya menjadi seperti Kristus dan bagaimana caranya?

Menjadi seperti Kristus artinya 1 Yohanes 2:6 menulis, “Orang yang mengatakan bahwa dia tinggal di dalam Allah, dia harus hidup sama seperti Yesus hidup.” Orang itu harus hidup sama dengan Kristus dalam hal kekudusanNya dan pelayananNya. Sedangkan saat-saat ini di dunia ada istilah “personal branding.”

Personal branding adalah proses pembentukan persepsi masyarakat terhadap kehidupan seseorang meliputi kepribadian, kemampuan dan nilai dirinya.

Personal branding juga berarti citra yang ditampilkan seseorang secara konsisten sehingga menghasilkan persepsi positif dari masyarakat. Misalnya ada seorang pendeta yang suka mengajar mengenai keluarga, lama-kelamaan akan dikenal secara pendeta yang menangani keluarga, sehingga orang yang sedang bermasalah dalam keluarganya tidak ragu untuk datang meminta pertolongan. Ada juga orang yang dikenal baik atau dermawan karena suka memberikan bantuan. Personal branding orang-orang tersebut sudah dikenal di tengah masyarakat.

Menyerupai Kristus adalah PERSONAL BRANDING orang percaya.

Apa yang terlintas dalam diri kita ketika mendengar nama Daniel? Daud? Ada yang berpikir gua singa, ada juga yang ingat pejabat yang saleh, sebagian akan mengingat seseorang yang handal dalam pekerjaannya, tidak melakukan kelalaian. Orang akan mengingat Daud sebagai raja Israel, Daud dekat dengan Tuhan. Ketika kita dapat mengingat suatu perbuatan atau sikap seseorang, bisa diartikan bahwa orang tersebut sudah memiliki personal branding.

Salomo menulis dalam Amsal 22:1,“Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.”

Kita memerlukan kepercayaan dari pihak lain dalam bekerja, berbisnis atau dalam pelayanan. Intinya kita ingin dikenal baik, bekerja dengan baik dan menghasilkan produk yang baik sehingga bisa dipakai oleh masyarakat. Ternyata menjadi seperti Kristus artinya adalah memiliki karakterNya yang kudus dan berintegritas sehingga menjadi orang yang dapat dipercaya.

BAGAIMANA ORANG PERCAYA MENJADI SEPERTI YESUS?

Dari kehidupan Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego kita tahu bahwa takut akan Tuhan adalah awal dari hikmat yang menuntun mereka sehingga tidak kompromi dengan penyembahan berhala. Daniel adalah seorang pemuda Yehuda yang ditawan oleh raja Nebukadnezar ke negeri Babel. Daniel memiliki kecakapan dan hikmat Tuhan sehingga dapat bekerja pada raja Babel. Raja yang memerintah Babel berganti-ganti sampai Raja Darius orang Media memerintah, sementara Daniel tetap menjadi wakil raja. Untuk seorang tawanan seperti Daniel, menjadi wakil raja di negara yang menawannya tentu bukan prestasi sembarangan. Itu adalah pencapaian tertinggi yang bisa diraih seorang tawanan. Dan Daniel mendapatkan posisi itu karena dia beribadah kepada Allahnya dan menerima anugerah Tuhan yang besar.

Dari sisi Daniel pribadi, apa yang dilakukannya sampai mendapat kepercayaan yang begitu besar? Alkitab menyatakan:“Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.”Daniel 6:5

Ternyata pada Daniel tidak didapati kesalahan apapun dalam hal pekerjaannya. Daniel orang yang setia kepada raja dan cermat melakukan semua tanggung jawabnya. Raja Darius puas dengan prestasi kerja Daniel. Ini berarti Daniel memiliki personal branding yang sangat baik.

Bagaimana Daniel, orang buangan dari Yehuda bisa sampai pada titik itu, padahal menjadi wakil raja bukan hal mudah, bahkan untuk orang Babel sendiri?

1. Daniel Menjaga Kekudusan.

Ketika masih muda dan baru ditawan ke Babel, Daniel dan teman-temannya diberi makanan dan minum yang membuat mereka tercemar. Daniel meminta agar diberi sayur dan air putih untuk menjaga kekudusan sebagai umat Tuhan. Ini adalah hal yang menyenangkan hati Tuhan.

2. Daniel Intim dengan Tuhan

Dituliskan bahwa Daniel berlutut, berdoa dan memuji Allah tiga kali sehari menghadap ke arah Yerusalem. Ini adalah kehidupan yang intim dengan Tuhan. Orang yang menjalankan pemerintahan seperti Daniel pasti sangat sibuk, namun tetap memberikan waktunya untuk berdoa. Disebutkan juga bahwa hal itu “biasa dilakukannya” – memberikan pengertian bahwa dalam setiap situasi Daniel berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. Bandingkan dengan orang yang hanya berdoa ketika menghadapi masalah atau sedang sakit, mereka akan berhenti berdoa ketika sudah sembuh.

3. Daniel Dipenuhi Roh Tuhan

Daniel dapat melakukan hal-hal besar karena dipenuhi Roh Tuhan. Ada perkara-perkara yang tidak dapat dilakukan oleh manusia pada umumnya, misalnya mengerti mimpi orang lain, hal itu dapat dilakukannya karena pertolongan Tuhan.

Jadi bagaimana Daniel – dengan tanpa disadarinya – membangun personal branding? Daniel membangunnya dengan cara menghidupi kehidupan yang melekat kepada Tuhan. Daniel tidak secara aktif mempertontonkan dirinya sebagai orang baik, namun dengan menjalankan kehidupan yang menuruti Firman Tuhan. Kita melihat tangan Tuhan yang berkuasa, membuat Daniel dikenal baik dan dipercaya oleh raja Babel. Meskipun situasi zaman Daniel dan kita berbeda, kebenaran Firman tetap sama, kita dapat menerapkan prinsip-prinsip kehidupan Daniel dalam kehidupan zaman sekarang.

 

PERSONAL BRANDING menjadi serupa dengan Kristus.

Rasul Paulus menyatakan dalam 2 Korintus 3:3,“Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”

Orang percaya adalah surat yang terbuka, artinya semua orang akan membaca hidup kita. Masalahnya adalah apakah yang mereka baca dapat membuat mereka memuliakan Tuhan atau sebaliknya? Hal itu tergantung dari personal branding yang kita miliki.

Tuhan Yesus mengajar bahwa murid-murid adalah terang dunia. Murid-murid tidak boleh berpikir mereka adalah orang-orang gelap. Bersama Tuhan Yesus, kita adalah terang yang seharusnya memberi cahaya kepada orang lain. Ketika terang itu bercahaya di depan orang, membantu mengatasi kegelapan, maka orang-orang akan memuliakan Bapa yang di sorga. Sebagai seorang murid, kita harus menyadari hal itu dan berfungsi sebagai terang, dalam hal ini melakukan perbuatan yang baik.

Personal branding yang sejati adalah menjadi seperti Kristus dengan taat dan setia melakukan kehendak Bapa di surga. Dengan setia mengikuti arahan Tuhan, tanpa bermaksud untuk memamerkan kelebihan diri kita, maka Tuhan yang akan melakukannya.

Setiap saudara unik di hadapan Tuhan, tetapi Tuhan memiliki perintah yang sama untuk kita menjadi serupa dengan Kristus dalam karakter dan pelayananNya. Yesus senantiasa mencari dan melakukan kehendak Bapa demikian juga kita. Yesus memuliakan BapaNya demikian juga kita melalui pengorbanan dan pelayanan kita biar Bapa di surga di permuliakan.

Tuhan Yesus memberkati.