MENEMUKAN TUJUAN HIDUP MELALUI KESETIAAN KEPADA TUHAN

Home / Weekly Message / MENEMUKAN TUJUAN HIDUP MELALUI KESETIAAN KEPADA TUHAN
MENEMUKAN TUJUAN HIDUP  MELALUI KESETIAAN KEPADA TUHAN

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.  (Lukas 16:10)

PENDAHULUAN

Manusia cenderung memberikan perhatian, tanggung jawab, usaha, serta komitmen untuk hal-hal besar, dan meremehkan hal-hal kecil. Prinsip Kerajaan Allah mengatakan bahwa jika kita setia dalam hal kecil, kita setia juga dalam hal besar. Jika kita berlaku tidak benar dalam hal yang kecil, maka kita juga akan berlaku tidak benar dalam perkara-perkara besar.

ISI

I PURPOSE DIMULAI DARI HATI YANG SETIA KEPADA TUHAN

Hati yang setia kepada Tuhan berarti memiliki loyalitas kepada-Nya, berpegang teguh pada kebenaran firman, taat, serta dapat dipercaya. Kesetiaan adalah buah dari iman yang murni dan pengenalan yang benar akan Tuhan. Ada roh yang takut akan Tuhan dan hati yang melekat kepada-Nya. Orientasi hidupnya adalah mengabdi kepada Tuhan (Christ-centered life), bukan mengejar keinginan/kepentingan atau agenda pribadi.

II PURPOSE DIBANGUN DENGAN SETIA DALAM HAL KECIL

Orang yang setia dalam perkara kecil melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (baca Kolose 3:23). Ini tidak terjadi begitu saja, tetapi harus punya komitmen untuk membangun sikap bertanggung jawab dan disiplin diri setiap hari/setiap saat.

Contoh sikap setia dalam hal-hal kecil:

  • Konsisten berdoa, memuji, menyembah, dan membaca firman setiap hari walaupun ada tantangan seperti banyak kesibukan/tanggung jawab, sedang dalam masalah, sedang liburan, dll.
  • Disiplin menjaga hati, pikiran, perasaan dan perkataan dengan kebenaran firman Tuhan. Memiliki penguasaan diri, menolak prasangka yang salah, dan menolak tipu daya si jahat.
  • Menyelesaikan tugas/tanggung jawab rutin dalam rumah tangga, pekerjaan, sekolah, dan pelayanan dengan baik, bukan asal-asalan (termasuk tugas kecil/tidak berarti, tidak diawasi, tidak ada reward berupa pujian/upah, tidak dilihat orang).
  • Memiliki kejujuran dan ketulusan. Hati lurus, perkataan selaras dengan perbuatan, menjauhi mulut serong dan bibir dolak-dalik (perkataan yang tidak jujur, menipu, memutarbalikkan fakta, plin-plan).
  • Memperlakukan bawahan, orang kecil/lemah dengan hormat dalam takut akan Tuhan.
  • Disiplin dalam keuangan: mengembalikan persepuluhan, bayar pajak, bayar tagihan tepat waktu, menabung, mematahkan sifat cinta akan uang dengan cara menabur/memberkati orang lain, tidak berperilaku boros/konsumtif, belajar mencukupkan diri dengan kondisi keuangan yang ada, dlsb.
  • Disiplin waktu: tepat waktu, tidak menunda tugas, tidak menggunakan waktu untuk hal yang tidak berguna/sia-sia, dlsb.

III HASIL DARI SETIA DALAM PERKARA KECIL

  • Komitmen untuk berlaku benar dalam perkara kecil akan menghasilkan karakter yang dewasa dan berintegritas, yang siap dipercaya untuk melakukan perkara-perkara besar. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh serta tidak kekurangan suatu apa pun (Yakobus 1:4).
  • Contoh tokoh dalam Alkitab: Daud, yang setia menggembalakan domba sebelum memimpin bangsa yang besar. Integritas karakternya dibangun melalui pengenalannya akan Tuhan dan pengalamannya menggembalakan kawanan kecil domba – suatu pekerjaan yang tampaknya sederhana, tidak berarti, dan jauh dari perhatian orang.

Ketekunan Daud menggembalakan kawanan kecil domba melatih keberanian, tanggung jawab, dan kesetiaannya. Meski ayahnya sendiri tidak menganggap Daud sebagai anak yang layak diperhitungkan untuk diperkenalkan kepada Samuel (1 Samuel 16:10-11), ia tetap setia menjaga kawanan domba ayahnya. Ketulusan dan kesetiaan Daud membuat Tuhan mengangkatnya menjadi pemimpin bangsa Israel.

TANTANGAN

  • Jangan memandang rendah musim kehidupan kita yang tampaknya kecil. Jangan berkecil hati dan berpikir pekerjaan/pelayanan kita tidak berarti seperti yang orang lain lakukan. Itu adalah masa pembentukan dan persiapan yang sedang Tuhan kerjakan dalam hidup kita.
  • Jangan membanding-bandingkan keadaanmu dan apa yang kamu punya dengan orang lain. Sikap ini berbahaya sebab dapat memicu iri hati, rendah diri, perasaan tidak aman, mengasihani diri, kesombongan, merusak rasa syukur kepada Tuhan, dan membuat kita keluar dari tujuan Tuhan.

PENUTUP

Tuhan tidak pernah menganggap remeh hal-hal kecil dalam hidup kita. Perkara-perkara kecil yang ada di hidup kita bukan sesuatu yang sia-sia, buang waktu dan konyol, sebab dalam Tuhan tidak ada yang tidak berguna.  Jika saat ini kita berada dalam musim kehidupan yang tampak kurang berarti, bersyukurlah. Kesetiaan membutuhkan komitmen, tanggung jawab dan disiplin. Kesetiaan dalam perkara kecil mempersiapkan kita untuk bisa dipercaya dalam perkara yang lebih besar. Be faithful in what you have, setia dengan apa yang ada padamu.