PENDAHULUAN
Kehidupan baru dalam Kristus adalah kehidupan yang memiliki desain, arah, dan tujuan ilahi (Ef. 2:10). Tuhan Yesus menetapkan kita untuk pergi dan menghasilkan buah. Buah kehidupan yang dihasilkan dalam persekutuan dengan Tuhan merupakan harta surgawi yang tidak dapat rusak, dicuri, lenyap, ataupun binasa.
ISI
- Cara kita memandang kekekalan membentuk cara kita hidup setiap hari. Pengenalan yang benar akan Tuhan membuat kita tidak hidup secara asal, sembrono, sekadar eksis, atau fokus mengejar keinginan dan kesuksesan pribadi, melainkan hidup dengan misi yang berdampak kekal. Berdampak tidak selalu berarti melakukan hal yang besar, hebat, atau sulit dicapai, tetapi memberikan pengaruh yang kuat sebagai warisan rohani dalam kehidupan orang lain.
- Warisan rohani bukan sekadar apa yang kita tinggalkan UNTUK orang lain, melainkan apa yang kita BANGUN DALAM hidup mereka. Jangan sekadar meninggalkan apa yang bisa habis, tetapi tinggalkanlah warisan yang bernilai kekal, yaitu prinsip Kerajaan Allah yang dapat mengubah hidup orang lain. Uang akan habis, materi akan lapuk, popularitas akan pudar, karier maupun jabatan bisa berakhir. Namun, warisan rohani akan bertahan untuk selamanya.
- Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya (Ef. 2:10). Tuhan memiliki tujuan khusus bagi setiap kita untuk mendampaki dunia sekitar. Dunia sekitar kita adalah keluarga, gereja lokal, Cool, lingkungan pergaulan, sekolah, dunia kerja/bidang usaha, dunia digital/media sosial, lingkungan tempat tinggal, kota, dan bangsa.
- Berdampak bagi dunia sekitar dimulai dari langkah kecil setiap hari: melalui keramahan, berbuat kebaikan, melayani kebutuhan orang lain, kejujuran, tanggung jawab, ikut menjaga kebersihan lingkungan sekitar, dlsb. Semua orang bisa melakukan hal-hal umum tersebut, namun tidak ada satu pun yang mampu meniru cara unik kita melakukannya.
- Lakukan segalanya dengan kasih dan konsistensi yang menghidupi prinsip Kerajaan Allah, sebab konsistensi kita adalah benih yang membangun serta mengubah kehidupan orang lain. Jangan terjebak pada rutinitas yang sekadar task-oriented, namun mintalah hikmat dari Roh Kudus agar kita mampu memandang sesama dan dunia dari perspektif Tuhan yang Kingdom-oriented.
PERTANYAAN BESAR
Kalau hidup kita selesai hari ini,
- Siapa yang lebih dekat kepada Tuhan karena hidup kita?
- Apa warisan rohani kita kepada dunia sekitar?
- Siapa yang tertolong karena ketaatan kita?
OBJECTIVE
Tujuan dari mempelajari pesan Tuhan sepanjang bulan Juni adalah agar setiap anggota COOL mengalami transformasi:
- Hidup asal jalan -> hidup dengan tujuan Tuhan.
- Hidup sekadar sibuk -> hidup yang berdampak kekal.
- Hidup sekadar eksis -> menghasilkan buah yang matang dan tetap.
- Berjalan dalam ambisi pribadi -> berjalan dalam panggilan Tuhan.
- Dari konsumen gereja (dilayani) -> menjadi agen pembawa terang Kristus (melayani).
PENUTUP
Tuhan tidak mencari orang yang pintar, terkenal, kaya, berpengalaman, atau memiliki karunia yang hebat. Tuhan mencari orang yang tersedia, setia, dan mau dipakai. Tujuan hidup kita bukan tentang panggung yang besar, melainkan kesetiaan pada tugas dari Tuhan.
Oleh karena itu, hiduplah dengan bijaksana! Bangun hidup kita di atas dasar batu, yaitu ketaatan pada perintah Tuhan. Izinkan Tuhan memproses kita, agar hidup kita menghasilkan buah yang berdampak kekal bagi sesama. Jangan sibuk mengumpulkan harta di bumi, melainkan kumpulkanlah harta di sorga. Sebab pada akhirnya, satu-satunya hal yang tidak dapat lenyap karena kematian hanyalah warisan rohani—sebuah harta kekal yang menanti kita di sorga.
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)
DEKLARASI BULAN JUNI:
- Saya diciptakan dengan tujuan.
- Hidup saya bukan kebetulan.
- Saya akan menjadi terang.
- Saya akan hidup berdampak.
- Dan saya akan setia pada panggilan Tuhan atas hidup saya.