Author: EM

Home / Articles posted by EM (Page 2)

Colossians 3:3

you-died-and-your-life-is-hidden-with-christ-in-god

To show His love, Jesus died for us; To show our love, we must live for Him!

 

Other Posts:

TUHAN, APAKAH YANG KAU INGINKAN DARIKU?

Diambil dari warta jemaat 27 November 2016:

“…apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu.” Ulangan 10:12-13

Salah satu pertanyaan yang sering kita utarakan adalah “Apakah yang TUHAN inginkan dariku?” Semua anak-anak TUHAN tentunya ingin menyenangkan hati-Nya, karena Ia telah menyelamatkan dan terus mengasihi kita sekalipun sebenarnya kita tidak layak untuk menerimanya. Apapun yang kita lakukan tidak akan dapat menandingi apa yang telah TUHAN berikan dan sediakan bagi kita. Karena itu sepatutnya kita mengasihi dan menyenangkan Dia.

 

Israel sedang memasuki fase yang penting dalam keberadaan mereka setelah keluar dari Mesir.  Sejak generasi ayah-ibu mereka keluar dari perbudakan Mesir, mereka hidup di padang gurun, generasi yang baru yang akan memasuki Tanah Perjanjian. Mereka bersiap akan memasuki perubahan dalam kehidupan mereka, yaitu dari fase padang gurun menjadi fase Tanah Perjanjian. Di antara mereka sebenarnya tidak ada yang benar-benar tahu apa yang akan terjadi di depan mereka. Sebelum Musa mengakhiri kepemimpinannya, ia mengulang kembali (kitab “Ulangan”) apa yang telah TUHAN perbuat kepada mereka selama ini sebelum mereka masuk Tanah Perjanjian. Menghadapi fase yang baru ini, setiap orang akan bertanya-tanya “Apakah yang TUHAN inginkan dariku?”

  1. Takut Akan TUHAN

“Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah” (2 Korintus 7:1)

“Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” (Ibrani 12:28)

 

Jikalau kita mengatakan bahwa kita mengasihi TUHAN, seharusnya kita juga menghormati dan takut akan Tuhan. Secara sederhana, kita bisa membuktikan sikap mental kita sebagai orang-orang yang mengasihi Dia adalah dengan takut untuk berbuat dosa, dan takut untuk menyia-nyiakan kasih karunia yang sudah Yesus berikan. Ketakutan ini adalah ketakutan yang positif, sebagai penghormatan (reverence) kepada TUHAN yang begitu mengasihi kita. Kejadian 39 menuliskan bahwa Yusuf memiliki kesempatan untuk berbuat dosa melalui godaan istri Potifar, tetapi karena ia takut akan Tuhan maka ia menolak untuk melakukannya.

 

Mengapa orang Kristen bisa jatuh dalam dosa? Karena ia tidak takut akan TUHAN dan tidak takut akan konsekuensi yang ia terima jika tidak mentaati TUHAN. Tidak adanya takut akan TUHAN yang membuat banyak orang berbuat dosa dan kejahatan. Takut akan TUHAN bukan berarti Dia yang kita sembah adalah Tuhan yang menakuti-nakuti kita. Sama sekali tidak. Jika seseorang tidak takut akan TUHAN maka ia juga tidak takut akan konsekuensi dari segala kesalahannya, sebagai akibatnya ia akan menjalankan hidupnya seperti tidak terjadi apa-apa dan tidak ada yang dapat menghukumnya. Ini sesuatu yang tidak disukai TUHAN karena inilah hakikat pemberontakan.

“Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka” (Mazmur 25:14)

 

  1. Hidup Menurut Jalan Yang Ditunjukkan-Nya

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Manusia diberikan kehendak bebas selama dia hidup. Ia diberikan kebebasan dan tanggung-jawab atas segala keputusan yang diambilnya, termasuk cara ia hidup di muka bumi ini. Pertanyaannya adalah apakah cara hidup yang kita pilih sudah sesuai dengan yang IA tunjukkan atau tidak? Dalam Perjanjian Lama TUHAN sangat sering mengajarkan anak-anak-Nya bagaimana mereka harus hidup berkenan di hadapan-Nya. Di dalam Perjanjian Baru, cara hidup TUHAN YESUS adalah teladan utama tentang bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan kita. YESUS berkata bahwa DIA-lah jalan, kebenaran dan hidup (Yohanes 14:6) oleh karena itu sudah seharusnya kita hidup sebagaimana YESUS hidup sehingga semakin lama kita menjadi semakin serupa dengan gambarannya.

 

Apa yang dimaksud hidup yang berkenan kepada-Nya?

  • Hidup yang tidak mengikuti keinginan daging atau duniawi

Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.” Roma 8:8

  • Hidup yang kudus dan dipersembahkan kepada Allah untuk melakukan apa yang Ia kehendaki.

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Roma 12:1

  • Hidup yang didedikasikan untuk melayani TUHAN dan sesama

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.” Roma 14:17-18

 

  1. Mengasihi DIA

Di dalam Kitab Ulangan, Musa mengingatkan Bangsa Israel bahwa kasih setia dan penyertaan TUHAN kepada mereka tidak berkesudahan. Kita sekarang tahu bahwa kasih setia TUHAN dibuktikan melalui pengorbanan YESUS di atas kayu salib. Itulah sebabnya TUHAN menginginkan kita pun mengasihi DIA karena DIA sudah terlebih dahulu mengasihi kita. Kata “kasih” di sini adalah “love” atau “affection” yang juga dapat diartikan jatuh-cinta dan tidak tergoyahkan pada alternatif yang lain. Sama seperti seorang suami jatuh cinta kepada istrinya (dan sebaliknya) demikian juga kita hanya mencintai dan me-ngasihi TUHAN dalam hidup ini dan tidak kepada ilah-ilah lain.

 

Sangat penting bagi kita untuk menjaga hubungan kasih/keintiman dengan TUHAN. Jangan biarkan permasalahan hidup, pergumulan-pergumulan dan berbagai kesulitan hidup menjauhkan kita dari kasih yang mula-mula kepada TUHAN. Ingatlah selalu apa yang telah Kristus perbuat bagi kita dari dahulu sampai hari ini dan percayalah bahwa Ia akan terus memberkati dan mengasihi kita. Belajarlah dari jemaat Efesus dalam Wahyu 2:1-7 yang ditegur Tuhan karena menjauh dari kasih mereka yang mula-mula, namun Yesus juga yang memberi kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan berbalik kepada-Nya.

 

  1. Beribadah Kepada TUHAN Dengan Segenap Hati Dan Jiwa

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.” (Matius 22:37-38)

TUHAN sangat menginginkan agar kita beribadah kepada-Nya dengan hati yang tulus dan jiwa yang sungguh mengasihi Dia. Ada begitu banyak orang yang menjalankan kewajiban agama mereka dengan motivasi sekedar mendapat untung atau untuk menjauhkan diri dari malapetaka. Banyak orang menjalankan ibadah mereka sepertinya kepada TUHAN tetapi sebenarnya berpusat pada dirinya sendiri, misalnya: beribadah hanya ketika diberkati; begitu ada masalah, langsung goyah. Seharusnya kita beribadah kepada TUHAN dengan segenap hati, terlepas dari apapun keadaan yang sedang atau akan kita hadapi.

Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:12-13)

 

  1. Berpegang Kepada Perintah Dan Ketetapan TUHAN

Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yohanes 14:15)

TUHAN Yesus menegaskan bahwa bukti dari orang yang mengaku mengasihi diri-Nya adalah mereka akan menuruti segala perintah-Nya. Perintah TUHAN bukanlah beban. Apa yang Ia perintahkan, Ia juga akan memperlengkapi kita dengan kekuatan-Nya agar kita bisa menggenapinya. Itulah sebabnya dalam ayat-ayat selanjutnya dari Yohanes 14:15, Yesus menjelaskan bahwa Roh Kudus akan dicurahkan untuk menyertai kita, agar di dalam perjalanan hidup ini kita selalu melakukan perintah-Nya. Penyertaan Roh Kudus dan damai sejahtera yang dianugrahkan kepada kita sejalan dengan ketaatan kita melakukan Firman-Nya.

Menarik sekali bahwa dalam Ulangan 10:13 Musa menggunakan kata “berpegang pada perintah”. Dalam segala situasi dan keadaan kita harus tetap berpegang teguh kepada perintah dan ketetapan Tuhan yang kokoh dan dapat diandalkan. Semua perintah dan ketetapan yang IA berikan bukanlah untuk membuat kita susah atau menyulitkan hidup kita, justru sebaliknya untuk membuat hidup kita diberkati.

 

Jika kita hidup sesuai dengan kehendak TUHAN, menyenangkan hati TUHAN dan membalas kasih-Nya dengan melakukan apa yang Ia kehendaki, pastilah kita mengalami berkat yang luar biasa dari-Nya. Amin.

dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (1 Yohanes 3:22)

 

Quote:

“Sebab inilah kasih kepada Allah yaitu,

Bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya.”

1 Yohanes 5:3

 

Other posts on weekly message:

MENGENALI TANDA-TANDA JAMAN – PESAN TUHAN KEPADA TUJUH SIDANG JEMAAT

 

Diambil dari warta jemaat 20 November 2016:

Mari baca Matius 16:1 “Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki  hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga  kepada mereka.  16:2 Tetapi jawab Yesus: “Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, 16:3 dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. 16:4  Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.  Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.”

Dalam Matius 16 Orang-orang Farisi dan Saduki  hendak mencobai Yesus dengan meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari Sorga.  Yesus menjawab “Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.” Matius 16:3b.

 

Alkitab dengan jelas memberikan tanda-tanda akhir jaman sebelum kedatangan Yesus kali yang ke dua.  Ada 6 tanda akhir jaman yang saat ini sedang terjadi dan semakin lama akan semakin “intense”:

  1. Banyak Pengajar Sesat dan Nabi-nabi Palsu (Mat 24:5).

Pengajar sesat akan mengajarkan hal-hal yang keliatannya benar tetapi sesat kepada orang-orang yang bisa disesatkan. Kalau orang yang belum mengenal Tuhan, mereka tidak perlu disesatkan lagi karena mereka dalam keadaan tersesat. Matius 24:24, “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.”

Agar kita tidak mudah disesatkan, yang harus dilakukan adalah baca firman Tuhan setiap hari dan tertanam dalam gereja local, jangan mudah tergoda dengan tawaran-tawaran yang menyenangkan kedagingan kita.  Pada saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, Roh Kudus tinggal di dalam hati, maka kita akan bisa membedakan yang asli dan yang palsu, dan kalaupun ada yang mau mengajak kita untuk mengikuti pengajaran sesat itupun tidak bisa. Jadi kalau ada orang Kristen yang bisa murtad, itu karena dari awal mereka tidak memiliki Roh Kudus di dalam hati mereka.

  1. Perang Dunia (Mat 24:6).

Perang Dunia I terjadi 100 tahun lalu pada tahun 1914-1918, di mana saat itu peralatan perang semua masih terbatas.  Perang Dunia II diperlengkapi dengan kapal laut dan udara dan diakhiri dengan meledakkan bom atom.  Perang Dunia III nanti, bangsa-bangsa akan berperang dengan peralatan yang diperlengkapi dengan teknologi mutakhir seperti cyber and nuklir. dan kalau Tuhan tidak intervensi maka semua manusia akan lenyap.  Tetapi karena Tuhan mengasihi orang-orang benar, maka sebelum semuanya itu terjadi Tuhan akan datang menjemput orang-orang benar, dalam sekejap mata tubuh kita akan diganti dengan tubuh kemuliaan dan diangkat ke awan-awan.

Matius 24:29-31, “Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.”

1 Tesalonika 4:16-17, “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

  1. Kelaparan, Sakit Penyakit dan Gempa Bumi di Berbagai Tempat (Mat 24:7).

Mengapa bisa ada kelaparan? sementara ada yang berkelimpahan.  Seharusnya yang berkelimpahan berbagi dengan yang kekurangan sehingga terjadi keadilan sosial tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Sejak manusia jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah, Life doesn’t matter, sehingga manusia tidak memikirkan hidup orang lain.  Seperti orang-orang kaya yang egois, mereka mengeruk harta dan menyimpannya untuk kepentingan diri sendiri dan tidak membagikannya kepada orang-orang yang tidak punya/miskin sehingga kelaparan itu terjadi.  Life matters to God.  Dalam Yoh 10:10 dikatakan, pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan; banyak orang meninggal karena kelaparan, sakit penyakit dan gempa bumi.

 

  1. Penganiayaan Bangsa Israel (Mat 24:9).

Sejak jaman dulu, bangsa-bangsa mau melenyapkan bangsa Israel. Bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan.  Bangsa-bangsa yang tidak mengakui adanya Tuhan mau melenyapkan bangsa ini dari muka bumi.  Mereka adalah orang-orang atheis dan agnostic, orang-orang ciptaan Tuhan yang tidak mau mengakui sang pencipta.

  1. Gereja Tuhan Akan Murtad/Apostasy of the Church (Mat 24:10).

Matius 24:10, “dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.” Kalau orang yang sungguh-sungguh lahir baru tidak akan menjadi murtad karena ada Roh Kudus yang tinggal di dalam mereka. Tetapi di sini dikatakan bahwa banyak orang akan menjadi murtad, karena meski orang-orang tersebut pergi ke gereja, tetapi pada saat penganiayaan datang dan iman mereka gugur maka mereka akan meninggalkan Tuhan.

  1. Injil Kerajaan Diberitakan ke Seluruh Dunia (Mat 24:14).

Matius 24:14, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

Orang-orang yang hidup benar merindukan kedatangan Tuhan Yesus kali yang kedua, karena itu tugas kita memberitakan Injil. Meski tidak semua bangsa menerima Yesus sebagai Juruselamat tetapi Injil harus tetap diberitakan ke seluruh dunia, barulah tiba kesudahannya. Mengapa? Because “Life” Matters.  Dalam Yohanes 10:10, kata ‘Hidup’ mempunyai arti: Hidup yang seutuhnya dan tidak kekurangan sesuatu apapun, kehidupan yang sejati dan yang sebenarnya.

Orang hidup didunia pada umumnya hanya sekedar mempertahankan existensi, mereka hidup hanya untuk bekerja, makan dan berkeluarga dstnya.  Tanpa Tuhan mereka akan kehilangan nilai, arah dan tujuan sehingga kehidupan mereka binasa karena keinginan dan hawa nafsu mereka sendiri.  Apa yang mereka lakukan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Tuhan dan kekekalan, tidak banyak beda-nya dengan binatang yang hanya sekedar exist.

Sebagai orang yang mengenal Tuhan, kita hidup tidak hanya sekedar exist, tetapi kita “alive” karena Roh Allah yang hidup dalam hati kita.  Sehingga hidup ini kita pakai untuk menjadi garam dan terang dunia, memberi pengaruh bagi orang lain, menjadi pemimpin di dalam segala bidang, di marketplace, di dunia pendidikan, ekonomi, politik, semuanya dipenuhi orang-orang percaya.

Waspadalah sebagai orang percaya yang terjun ke dunia jangan tercemar dan menjadi tertarik/kembali ke dunia.  Untuk itu setiap orang harus berakar dan tertanam dalam kasih Tuhan, sehingga bisa menjadi berkat untuk orang lain karena mereka bisa melihat Tuhan yang ada di dalam hidupmu.

Kata Yesus ‘datang’ dalam Yoh 10:10, berarti Ia datang ke dunia, mengetok pintu hatimu dan masuk, dan kata ‘datang’ juga berarti Ia yang datang dari sorga meninggalkan semua keilahian-Nya dan mengambil rupa sebagai hamba lalu mati di atas kayu salib untuk menanggung dosa kita, sehingga Ia dapat memberikan kemuliaan-Nya kepada kita. Tuhan rela mati untuk kita yang hidupnya tidak karu-karuan ini, because your life matters to God.

Kita yang tadinya berdosa dan hina tetapi menerima kemuliaan-Nya karena Tuhan sudah mati untuk kita, baiklah kita sadar dan hidup sepadanan dengan panggilan-Nya dan memancarkan kemuliaan Yesus. Walaupun kita hidup di dunia tetapi kita tidak hidup secara duniawi karena kita adalah anggota sorgawi, kemuliaan Tuhan terpancar dalam kehidupan kita sebagai duta-duta besarnya Allah.

Dalam kitab Wahyu Tuhan berpesan kepada 7 sidang jemaat atau gereja-Nya pada waktu itu dan kita hari-hari ini, disitu Tuhan Yesus menunjukkan apa yang dikehendaki-Nya, yaitu apa yang Dia sukai sehingga mereka yang melakukan akan mendapat pujian. Dia juga menunjukkan apa yang Dia benci, sehingga mereka yang melakukan akan mendapat hukuman. Dia menunjukkan konsekuensi kepada yang tidak taat, dan upah bagi mereka yang berjaga-jaga dan setiap kepada-Nya.

 

Jadi kalau kita melihat ini ternyata:  Tidak benar kalau dikatakan bahwa setiap orang percaya pasti masuk sorga apa pun yang dia lakukan selama hidup di dunia ini.  Di sini Tuhan Yesus menunjukkan bahwa yang masuk sorga itu hanya yang menang. “Barangsiapa yang menang!” Perhatikan hanya pemenang yang masuk sorga!

  1. Hanya yang menang yang akan makan dari pohon kehidupan (Wahyu 2:7)
  2. Hanya yang menang yang tidak akan menderita kematian yang kedua, artinya tidak masuk neraka (Wahyu 2:11)
  3. Hanya yang menang yang akan menerima manna yang tersembunyi dan akan diberikan nama baru di dalam sorga (Wahyu 2:17)
  4. Hanya yang menang yang akan dikaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa, yaitu memerintah bersama dengan Tuhan Yesus (Wahyu 2:26)
  5. Hanya yang menang, yang namanya tidak akan dihapus dari kitab kehidupan (Wahyu 3:5)

Nama yang tertulis dalam kitab kehidupan bias dihapus kalau kalah.  Hati-hati! jangan sampai ada yang namanya dihapus, karena kita harus keluar sebagai pemenang.

  1. Hanya yang menang akan tinggal bersama Allah dalam Bait-Nya dan akan mengenakan Nama Allah Kristus dan Yerusalem baru (Wahyu 3:12)
  2. Hanya yang menang yang akan duduk bersama-sama dengan Kristus di atas takhta-Nya (Wahyu 3:21)
  3. Hanya yang menang yang akan menjadi anak-anak Allah selama-lamanya. Amin!

 

Pesan Tuhan kepada kita semua adalah “Baca Kitab Wahyu!” Mengapa kita harus membaca Kitab Wahyu? Karena Tuhan Yesus berkata, “Aku datang segera!” Di situlah saya mulai mengerti mengapa saya harus banyak membaca Kitab Wahyu, sebab sebanyak 4x Tuhan katakan “Aku datang segera!” dan 2x dikatakan, “Waktunya sudah dekat!”.

Yang pertama yang berkata adalah Yohanes dan yang kedua adalah malaikat Tuhan. Jadi 6x dalam Kitab Wahyu yang memperingatkan kita bahwa waktunya sudah dekat! “Aku datang segera!”, kata Tuhan. goncangan yang sekarang ini masih biasa, tetapi nanti kita lihat bahwa goncangan itu semakin lama akan semakin keras. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Tetapi bagi para pemenang Tuhan memberikan perlindungan yang khusus. Dan janji Tuhan yang lebih lagi adalah kita akan masuk sorga bersama-sama dengan Dia.  Amin!

 

Other posts:

KITA HARUS KELUAR SEBAGAI PEMENANG!

KITA HARUS KELUAR SEBAGAI PEMENANG!

Diambil dari warta jemaat 13 November 2016:

Dari tanggal 3 Oktober 2016 s/d 20 September 2017, menurut kalender Yahudi adalah tahun 5777 yang disebutkan dengan Tahun Ayin Zayin (77). Ayin adalah angka 70 yang berbicara tentang sebuah mata.  Di Mazmur 32:8 dan Mazmur 33:18, dikatakan bahwa mata Tuhan tertuju kepada kita, orang-orang yang takut akan Tuhan dan yang berharap hanya kepada kasih setia-Nya. Orang yang berharap kepada kasih setia-Nya, pasti mata-Nya tertuju kepada Dia.

 

Zayin (7), Tuhan hendak mengajar, menasehati, menunjukkan jalan apa yang harus kita tempuh. Ada beberapa arti dari Tahun Ayin Zayin, yaitu:

  1. Tahun Penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua.
  2. Tahun Pedang > Pedang Tuhan akan turun! Pedang berbicara tentang sesuatu yang tajam mungkin sesuatu yang tidak enak. Pedang Tuhan sedang turun bagi gereja-Nya berarti Tuhan sedang memurnikan gereja-Nya. Pedang Roh berbicara tentang Firman Tuhan.
  3. Tahun Peperangan > Peperangan secara fisik maupun peperangan secara rohani sedang terjadi. Semua ini terjadi karena Tuhan izinkan agar terjadi penuaian besar-besaran.
  4. Tahun Penyembahan > Ini berbicara tentang apa yang kita lakukan dalam peperangan rohani: doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.

Jika kita melihat Indonesia sedang digoncang, banyak dari antara Saudara mengalami masalah-masalah, tekanan-tekanan yang terjadi dalam hidup ini, Saudara harus tahu bahwa kita memang harus melalui ini semua. Dan semua itu hanya bisa kita lalui kalau Saudara hidup intim dengan Tuhan di dalam doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.

 

RESTORASI PONDOK DAUD

Apa Kehendak Tuhan Pada Zaman Ini?

Kehendak Tuhan pada zaman ini adalah PENTAKOSTA YANG KETIGA, yaitu tentang pencurahan Roh Kudus, kemuliaan Tuhan sedang turun ke bumi ini. Apa yang terjadi dalam Pentakosta yang Ketiga?

  1. Lima (5) generasi akan dipakai Tuhan secara luar biasa
  2. Mujizat terjadi luar biasa
  3. Goncangan yang luar biasa
  4. Penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua.

 

Selain itu Tuhan juga mau kita melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini yaitu menjadi penuai-penuai jiwa! Untuk menjadi penuai-penuai jiwa, maka:

  1. Kita harus menjadi prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa yang melakukan peperangan rohani dan keluar sebagai pemenang.
  2. Kita harus hidup intim dengan Tuhan dalam doa, pujian, penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.

 

LANGKAH-LANGKAH UNTUK KELUAR SEBAGAI PEMENANG

  1. Tidak Memusingkan Diri Dengan Soal-soal Penghidupan

Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” 2 Timotius 2:3-4

Prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa harus siap menderita. Kalau kita sungguh-sungguh dengan Tuhan, kita taat kepada Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka kita akan mengalami banyak penderitaan! Orang yang sungguh-sungguh, yaitu prajurit Tuhan pasti banyak menderita dan kita harus siap, dan keluar sebagai pemenang!

 

Pada waktu kita menjadi kaya, jangan sampai kita menjadi seperti orang di Laodikia sehingga Tuhan berkata, “Aku ini muak melihat kamu…kamu ini suam-suam kuku! Sebaiknya kalau mau dingin, ya dingin sekalian…kalau mau panas, ya panaslah! Jangan suam-suam kuku begini”. Mengapa bisa suam-suam kuku? Sebab kamu berkata, “Aku kaya dan telah memperkaya diriku, dan aku tidak kekurangan sesuatu apa pun.” Tetapi Tuhan berkata, “Aku muak melihat kamu! Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku”. (Baca Wahyu 3:14-22)

 

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” Kolose 3:1-4

Ada beberapa hal yang harus kita lakukan, yaitu:

  • Mencari dan memikirkan perkara-perkara yang di atas bukan yang di bumi.
  • Melawan dosa
  • Hidup sama seperti Kristus telah hidup

“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal,….” Yohanes 6:27a

Kelak pada waktu Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya dan menjemput kita, kita akan diangkat dan bersama-sama dengan Tuhan Yesus selama-lamanya.

 

  1. Kenakan Seluruh Perlengkapan Senjata Allah

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.” Efesus 6:11-13

 

Peperangan kita bukan melawan darah dan daging, artinya bukan melawan sesama, bukan istri, suami, mertua, atau teman baik. Bukan itu! Tetapi peperangan kita melawan Iblis dan roh-roh jahat di udara. Kekuatan iblis adalah tipu muslihatnya! Kelemahan Iblis adalah kalau kita menggunakan seluruh perlengkapan senjata Allah, maka iblis akan kalah.

  • Berdiri Tegap. Jangan sampai tawar hati. “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu” (Amsal 24:10).
  • Berikat pinggang Kebenaran. Kita harus hidup dipimpin oleh Firman Tuhan.
  • Berbaju zirah Keadilan. Artinya bertindak adil dan benar terhadap orang lain.
  • Kerelaan Memberitakan Injil Damai Sejahtera.
  • Iman adalah perisai terhadap tipu muslihat dari si jahat.
  • Ketopong Keselamatan. Kita harus mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar, setia sampai akhir.
  • Pedang roh atau Firman Tuhan
  • Doa dan Permohonan

Berdoa itu tidak cukup hanya pagi hari atau malam hari; namun di tengah-tengah hari kita terus berdoa!

  1. Membaca Mazmur 91

Siapa diantara Saudara yang membaca, memperkatakan, menghafalkan Mazmur 91 setiap hari? Terus membaca, perkatakan, hafalkan dan percaya, “Tuhan, saya percaya Firman-Mu!”.  Di situ dikatakan bahwa kita menjadikan Tuhan Yesus tempat perlindungan, sebagai kubu pertahanan  dan hati kita melekat kepada-Nya.

Tuhan berjanji bahwa kita akan ditolong, kita akan diluputkan, kita akan dilepaskan dari sakit-penyakit, panah api dari si jahat, jerat penangkap burung, kedahsyatan malam. Saudara tahu jerat penangkap burung? Itu adalah usaha-usaha yang dilakukan orang lain dengan jebakan-jebakan. Hari-hari ini manusia bertambah jahat di mana kadang-kadang kita tidak menyangka orang yang tadinya dekat ternyata menjebak. Dan itu kalau bukan Tuhan yang menolong kita akan kena jebakannya. Kedahsyatan malam itu berbicara tentang perampokan, pemerkosaan, pembunuhan dan hal-hal lainnya. Tetapi Tuhan berjanji kalau kita menjadikan Dia tempat perlindungan, kubu pertahanan dan hati kita melekat kepada Tuhan, kita justru akan diluputkan, ditolong, dilepaskan dari hal-hal yang seperti itu.

 

  1. Mendengarkan Apa Yang Dikatakan Roh

Dalam Wahyu 2 dan 3 ada pesan Tuhan Yesus kepada 7 sidang jemaat atau 7 gereja-Nya pada waktu itu. Saya mau katakan kepada Saudara, pesan Tuhan Yesus pada waktu itu kepada 7 gereja-Nya itu bukan hanya 7 gereja pada waktu itu saja, sebab 7 gereja itu berbicara tentang gereja sepanjang masa termasuk gereja masa kini. Karena itu kalau kita melihat Kitab Wahyu itu dibagi menjadi 3, yaitu:

  • Pasal 1 berbicara tentang hal-hal yang dilihat oleh Yohanes
  • Pasal 2 dan 3 berbicara tentang pesan Tuhan Yesus kepada gereja-Nya tentang hal-hal yang sedang terjadi sekarang ini.
  • Pasal 4 – 22 berbicara tentang hal-hal yang akan terjadi setelah ini, yaitu peristiwa-peristiwa sebelum dan sesudah kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia ini.

Pesan Tuhan itu selalu diakhiri dengan kata-kata, “Barangsiapa bertelinga, hendaklah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Roh kepada jemaat-jemaat” (Apa yang dikatakan Tuhan Yesus kepada jemaat-jemaat). Baru setelah itu dikatakan, barangsiapa menang Tuhan memberi upah dan mahkota.

 

Saudara yang dikasihi Tuhan, kita akan keluar sebagai pemenang kalau kita mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat. Kita mendengar dan melakukan apa yang dikatakan Tuhan Yesus kepada gereja-Nya sekarang ini. Akhir-akhir ini Tuhan berpesan kepada kita untuk banyak membaca Kitab Wahyu. Ada pesan-pesan Tuhan yang khusus terutama dalam Wahyu 2 dan 3 tentang apa yang menjadi isi hati-Nya Tuhan.

Wahyu 1:3, “Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.”

 

Kalau kita membaca, mendengar dan menuruti apa yang terdapat dalam Kitab Wahyu, kita akan berbahagia. Mari kita melakukannya!

Wahyu 22:7, “Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!” Ini Tuhan Yesus sendiri yang berkata, “Aku segera datang, berbahagialah kamu yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!”.

 

Other posts:

Life Matters

john1010

 

Other Posts:

HIDUP DALAM PERTOBATAN

HIDUP DALAM PERTOBATAN

“dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami…” (Matius 6:12)

Doa Bapa Kami adalah bentuk doa yang sempurna yang diajarkan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya. Doa Bapa Kami ini memuat semua unsur penting yang harus kita minta dan nyatakan kepada Tuhan, salah satunya seperti yang tertulis didalam ayat 12 tadi. Saat kita berdoa, kita harus sadar dan mengakui diri kita dihadapan Tuhan bahwa kita masih banyak kekurangan dan kelemahan dan untuk itu kita harus selalu memohon belas kasihan dan pengampunan dari Tuhan karena hanya Dialah yang sanggup memberikan pengampunan kepada kita dan bahwa sesungguhnya pengampunan itu hanya tersedia dalam Kristus Yesus karena pengorbanan-Nya di atas kayu salib.

 

Dua ribu tahun lalu Yesus mati di kayu salib untuk menebus segala dosa dan pelanggaran kita umat manusia. Manusia hanya akan menerima karya kematian dan kebangkitan Kristus itu jika manusia mau datang dan percaya kepada-Nya. Setelah percaya, Alkitab mengatakan bahwa kita harus minta ampun dan mengakui segala dosa dan pelanggaran kita, sebab pengampunan tidak secara otomatis diberikan tapi kita akan menerimanya ketika kita datang dengan iman percaya, mengakui dan minta ampun kepada Tuhan.

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9)

 

Ayat di atas dengan jelas menyatakan bahwa untuk diampuni dan disucikan, maka kita harus datang dan mengakui dosa kita. Mengaku bahwa kita sudah bersalah dan memohon belas kasihan dan pengampunan-Nya. Namun saat ini ada beberapa kalangan orang Kristen yang mencoba untuk mengabaikan ayat-ayat ini dengan berdalih “yang pen-ting kan sudah terima Yesus, maka semua dosa kita yang dulu, sekarang, dan yang akan datang, sudah diampuni semua, jadi ketika berbuat salah / dosa, tidak perlu minta ampun lagi.” Di sinilah sering terjadi kesalahan; memang Kristus sudah mati untuk semua dosa kita tetapi untuk menerima pengampunan itu secara pribadi maka kita harus datang dan mengakuinya, setelah itu kita akan menerima pengampunan dosa tersebut secara pribadi.

 

Sama seperti seseorang yang diberikan kartu ATM, misalnya berisi uang sebesar Rp. 500 milyar. Uang yang sangat banyak itu tidak pernah dimanfaatnya sama sekali oleh orang tersebut sampai akhirnya ia datang ke mesin ATM dan mengambil sejumlah uang yang dia perlukan untuk dipakai dan dibelanjakan. Dia harus melakukan transaksi dahulu, yaitu dengan menggunakan kartu ATM tersebut, barulah setelah itu dia akan dapat menikmati ‘berkat’ yang sebenarnya dia sudah miliki. Pengampunan Kristus tidak hanya bernilai 500 milyar – yang bisa habis terpakai – tapi kasih dan pengampunan Kristus itu unlimited / tanpa batas, tapi hanya bisa kita alami ketika kita datang memintanya dalam DOA, dan dengan iman menerimanya!

Datang kepada Tuhan dan mengakui segala dosa dan pelanggaran kita itu sama dengan hidup dalam pertobatan. Sadar, akui, dan bertobat, itulah yang Tuhan kehendaki. Banyak orang hanya mengaku sebagai orang Kristen saja tetapi tidak hidup dalam pertobatan, mereka tidak pernah menyadari dan tidak pernah mau mengakui dosanya untuk datang minta ampun kepada Tuhan. Yang ada dipikirannya hanyalah “yang penting sudah percaya Yesus, tidak perlu bertobat dari dosa atau dari kehidupan yang lama, karena semua sudah diampuni di atas kayu salib.” Ini pikiran yang sesat!

 

Sekurangnya ada 5 alasan mengapa kita harus selalu datang dan minta ampun kepada Tuhan seperti yang Yesus telah ajarkan dalam ‘Doa Bapa Kami’ :

  1. Agar kita sadar akan kelemahan dan kekurangan kita

Mengakui setiap kesalahan kita dihadapan Tuhan menunjukkan ketergantungan kita kepada-Nya. Tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak ada yang baik yang bisa kita perbuat diluar Tuhan. Kita hidup semata-mata karena anugerah Tuhan, sebab itu tidak ada alasan bagi kita untuk memegahkan diri apalagi menjadi sombong, karena semua dari Tuhan, oleh Tuhan, dan untuk Tuhan. Lalu dengan apa kita membalas segala kebaikannya, selain kita datang dan merendahkan diri dihadapanNya, hidup selalu dalam takut dan hormat akan Tuhan.

“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” (Galatia 5:13)

 

  1. Mencegah kita semakin jatuh dan jauh dari Tuhan

Ada istilah yang berkata “dosa beranak dosa”. Artinya, sebuah dosa jika tidak cepat-cepat diakui dan dibereskan, akan selalu melahirkan dosa yang berikutnya, yang berikutnya, dan seterusnya. Sampai kita sadar dan mengakuinya, barulah dosa itu selesai. Sebagai contoh, sebuah kebohongan yang tidak kita akui dan ditutup-tutupi maka akan membuat kita terus berbohong untuk menutupi kebohongan itu, sampai akhirnya kita mengakuinya, minta ampun, bertobat dan mulai berkata jujur.

“Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.” (Ibrani 12:15-17)

 

  1. Kita harus siap sedia kapanpun Dia datang menjemput kita

Alkitab mengajarkan supaya kita selalu hidup dalam perdamaian dengan Tuhan. Kristus sudah memperdamaikan kita dengan Bapa di Surga oleh darah-Nya yang mahal dan berharga. Respon kita ialah untuk hidup dalam pengudusan dan perdamaian dengan-Nya, sampai Dia datang kedua kali dan menjemput kita Gereja-Nya.

“Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semua-nya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” (2 Petrus 3:14)

 

  1. Karena Roh Kudus yang menyadarkan kita akan dosa dan membuat kita berubah

Selama kita mengeraskan hati untuk tidak mau mengakui dan minta ampun kepada Tuhan, maka selama itu pula tidak akan terjadi perubahan apapun dalam diri kita. Selama kita terus membela diri terhadap kesalahan yang dibuat, selama itu pula kita tidak akan mengalami pertumbuhan dan kedewasaan dalam hal apapun. Ketika kita sadar dan mau berubah, Roh Kudus pasti bekerja dan memampukan kita untuk berubah menjadi semakin serupa dengan Kristus.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:1-2)

 

  1. Selalu berharap akan Anugerah dan Kasih Karunia Tuhan

Menyadari akan kelemahan dan kekurangan kita membuat kita selalu rindu untuk bersekutu dan bergaul karib dengan Tuhan, sebab hanya dari Dialah sumber segala-galanya. Tuhanlah yang empunya segala berkat dan anugerah, mujizat dan kesembuhan, kelepasan dan pembebasan yang seutuhnya. Kita memperoleh semua itu ketika kita datang dan merendahkan hati dihadapan-Nya. Rasul Paulus menuliskan bagaimana dalam segala hal dia hanya berharap dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” (2 Korintus 12:9)

 

Firman Tuhan dengan jelas berkata :

“Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (1 Petrus 1:14-16)

Hidup kudus adalah perintah Tuhan yang harus dilakukan oleh setiap orang percaya. Hidup dalam pertobatan setiap hari akan membawa kita kepada kehidupan yang kudus di hadapan Tuhan. Kekudusan menjadi syarat untuk kita bisa melihat Dia dan kemuliaan-Nya. Amin.

 

“Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.” (Ibrani 12:14)

 

Other posts:

BUKAN KUAT DAN GAGAH  MELAINKAN OLEH ROH-KU (by Ps. Nehemia L)

BUKAN KUAT DAN GAGAH MELAINKAN OLEH ROH-KU (by Ps. Nehemia L)

Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.             

             Zakharia 4:6

 

Pesan Tuhan untuk bulan November ini terdapat di dalam kitab Zakharia, di mana ia mendapat pesan Tuhan melalui mimpi-mimpi dan salah satu pesan-Nya adalah: Bukan Kuat dan Gagah Melainkan Oleh Roh-Ku.

Orang Kristen yang penuh dengan sukacita tidak bisa disantet, karena perlindungan Tuhan sempurna atas kita dan juga karena Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari semua roh yang ada di dunia ini.

Mazmur 91:1-14,Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”  Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.  Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.  Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.  Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.  Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga. Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.”  

Baik kita dalam melayani dan beribadah, Tuhan mau supaya segala sesuatu bukan karena kekuatan kita tetapi karena Roh Tuhan yang ada pada kita.

1 Yohanes 4:4, Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.”

Karena itu kita mau siap menerima Roh yang excellent dan kita mau belajar seperti apa orang yang kuat, dan bagaimana kita bisa bertahan pada saat mengalami tantangan dan masalah:

1.) Lewat Proses/Aniaya (Daniel 6:1-29). 

Daniel pada waktu dituduh karena kepercayaannya kepada Tuhan, meski di tengah tantangan/ masalah yang dihadapi Daniel, Roh Tuhan tetap ada di dalam dirinya.  Daniel mempunyai sikap hati yang rendah hati dan suka berdoa, karena itu ia bisa tetap kuat di tengah masalah.

Daniel 6:11, Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya.  Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”

Kalau kita memiliki Roh Tuhan, tidak ada yang dapat menghalangi kita untuk berdoa dan membaca firman serta melayani Tuhan.

ayat 22-23, “Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.  Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu.  Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.

2.) Pengharapan Yang Tidak Terpenuhi?  Tetap Percaya (Daniel 3:14-18). 

Pada waktu Sadrakh, Mesakh dan Abednego diperintahkan raja untuk menyembah patung tetapi mereka menolak perintah raja.

Daniel 3:14-18, “Berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: “Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?  Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu!  Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala.  Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?”  Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Mereka mempunyai keteguhan hati dan mampu berkata kepada raja untuk tidak menyembah patung buatan tersebut.  Orang yang pandai adalah orang yang selalu merenungkan firman Tuhan siang dan malam, dan yang kuat pada saat mengalami aniaya.  Meski pengharapan yang kita nantikan belum terpenuhi tetapi tetap percaya bahwa pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat dan tepat pada waktunya.

3.) Kecewa dan Sakit Hati (2 Samuel 15:1-12). 

Orang yang mengalami kecewa dan sakit hati itu sangat berbahaya.  Kita lihat dari kisah seorang penasihat raja yang bernama Ahitofel, tetapi ia bergabung dengan anak raja Daud yang mau memberontak terhadap raja.

1 Tawarikh 27:33, Ahitofel adalah penasihat raja; Husai, orang Arki, adalah sahabat raja.”

2 Samuel 15:12, Ketika Absalom hendak mempersembahkan korban, disuruhnya datang Ahitofel, orang Gilo itu, penasihat Daud, dari Gilo, kotanya.  Demikianlah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyaklah rakyat yang memihak Absalom.”

Ahitofel bergabung dengan Absalom untuk memberontak terhadap raja, karena ia kecewa terhadap raja Daud.  Ternyata Ahitofel ini adalah kakek dari pada Batseyba, di mana Daud mengambil Batsyeba menjadi istrinya dengan membunuh Uria di medan perang, sehingga ia mulai kecewa kepada Daud.

2 Samuel 11:3, Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.”

2 Samuel 23:34, “Elifelet anak Ahasbai orang Maakha; Eliam anak Ahitofel orang Gilo;”

Karena Ahitofel kecewa dan sakit hati, ia mau menggulingkan raja Daud dan akhir hidupnya Ahitofel bunuh diri.

2 Samuel 17:23, “Ketika dilihat Ahitofel, bahwa nasihatnya tidak dipedulikan, dipasangnyalah pelana keledainya, lalu berangkatlah ia ke rumahnya, ke kotanya; ia mengatur urusan rumah tangganya, kemudian menggantung diri.  Demikianlah ia mati, lalu ia dikuburkan dalam kuburan ayahnya.” 

Orang yang kecewa dan sakit hati itu seperti racun yang sedikit demi sedikit akan menghancurkan hidup seseorang.

4.) Berani Menghadapi Kenyataan Hidup (Rut 1:1-22; 2:1-7). 

Rut 1:1-2, “Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel.  Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.  Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.

Mereka tinggal di Moab selama 10 tahun dan Elimelekh meninggal, kedua anak laki-lakinya menikah, tetapi kedua anak laki-lakinya juga meninggal sehingga tinggal hanya Naomi dengan kedua menantu perempuannya yaitu Rut dan Orpa.  Naomi begitu menyesal dan ia menyuruh kedua menantunya untuk pergi dan menikah lagi, tetapi Rut tetap tinggal dengan Naomi.  Meski Rut dan Naomi juga sama-sama janda, tetapi Rut tidak complain dengan keadaannya.

Rut 2:1-7, Naomi mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.  Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.”  Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.”  Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.  Lalu datanglah Boas dari Betlehem.  Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: “TUHAN kiranya menyertai kamu.”  Jawab mereka kepadanya: “TUHAN kiranya memberkati tuan!”  lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: “Dari manakah perempuan ini?”  Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: “Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.  Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit.  Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti.”

Rut tidak menyesali diri, complain atau depresi tetapi ia terus bekerja sungguh-sungguh, ia mampu menghadapi kenyataan hidup. 

5.) Berani Bersaksi (Kisah 1:8) 

Kisah 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Kita percaya bahwa Roh Tuhan ada dalam kita, karena itu tidak usah takut tetapi ada keberanian untuk memberitakan Injil sehingga banyak jiwa boleh dimenangkan untuk Tuhan, kita percaya bahwa satu orang percaya maka seisi rumah kita akan diselamatkan.  Dan kalau kita pegang semua prinsip ini maka Tahun Pemulihan seutuhnya akan terjadi dalam kehidupan kita.  Amin.

 

Other posts:

MENGENAL SIFAT ALLAH YANG BENAR

MENGENAL SIFAT ALLAH YANG BENAR

Sifat Allah yang pengasih dan penyayang merupakan hal yang sangat indah dan didambakan setiap manusia, sebagai dasar pengharapan untuk mendapatkan anugerah keselamatan (grace) dan pengampunan. Dasar pemahaman Teologia (Theological premise) mengajarkan bahwa Allah adalah kasih, tapi kita harus mengerti bahwa Allah yang mengasihi adalah Allah yang adil.  Karena keadilan Allah, Ia membuat hukum sehingga kasih karunia (Grace) itu semakin nyata.

Adalah keliru jika kita hanya mengajarkan tentang sifat Allah yang penuh dengan kasih dan anugerah, tanpa pengajaran tentang sifat Allah yang adil, yang menekankan akan disiplin dan kekudusan sebagai gaya hidup. Pengajaran yang tidak berimbang akan berakibat pada pemahaman tentang kasih Allah yang tanpa batas membiarkan pelanggaran sebagai sesuatu yang lumrah.  Sebagai contoh: Allah tidak akan marah apabila firman-Nya dilanggar; atau kita memandang Allah sebagai pribadi yang tidak memiliki sifat kekudusan, kebenaran, dan keadilan sehingga akan menciptakan pemahaman yang akan meremehkan akan pelanggaran dosa dan pertobatan. Itu adalah sikap umat Kristen yang menyia-nyiakan kasih karuniaNya.

MENGENAL ALLAH LEWAT PERNYATAAN-NYA

Kita harus mengerti sifat-sifat Allah seluruhnya, tidak hanya kasih karunia. Allah memiliki sikap kasih, namun Ia juga tegas; Ia Maha Pengampun, tapi Ia juga pembalas kejahatan dengan adil. Dari mana kita dapat mengenal sifat-sifat Allah tersebut? Kita dapat mengenal-Nya dari pernyataan diri-Nya dan melalui perbuatan-perbuatan-Nya.  Firman Allah menggambarkan karya dan ciptaan Allah sebagai petunjuk simbolis tentang sifat-sifat-Nya.

Sekalipun mungkin ada dua sisi dalam sifat Allah yang terkesan bertentangan, namun jika kita perhatikan kedua sifat Allah memiliki kemampuan untuk hadir bersamaan. Kita tidak dapat membuang salah satu sifatnya dan mengedepankan sifat lainnya,

1.) Kedaulatan Allah

Hari-hari ini ada pengajaran yang menekankan akan kebebasan manusia untuk melakukan segala sesuatu tanpa harus khawatir apakah tindakan tersebut dosa atau tidak. Mengapa demikian? Karena orang percaya telah ditebus oleh Kristus, itu artinya semua dosa orang percaya yang telah dilakukan atau akan dilakukannya sudah diselesaikan Kristus di kayu salib. Jika hanya dipandang dari sisi kasih karunia Allah, pengajaran ini tampak benar.  Tetapi pengajaran ini sangat tidak cocok dengan sifat Allah yang lain seperti kebenaran-Nya, yaitu memberkati mereka yang hidup benar atau menghukum mereka yang melakukan pelanggaran.

‘Kedaulatan’ disini bukan berarti Tuhan akan bertindak semena-mena seperti seorang raja yang memiliki kedaulatan penuh.  Namun kuasa kedaulatanNya ini berlaku sesuai dengan hukum dan ketetapan yang sudah ditetapkan pada mulanya.  Kuasa Allah juga bukan berarti akan membelenggu dan membebani kita dengan kewajiban-kewajiban yang memberatkan. Lebih dari itu, kesadaran akan kekuasaan Allah akan membawa umat Kristen dalam perlindungan dan pimpinan-Nya. Pandangan yang mengajarkan bahwa orang percaya boleh hidup sesukanya adalah menghina otoritas dan kekuasaan Allah.

Bagi orang percaya, kedaulatan Allah dapat  menjadi sebagai berkat atau sebagai penghukuman. Berkat atau hukuman tergantung dari respon kita terhadap kehendakNya. Sebagaimana Allah hebat dalam kesetiaan-Nya terhadap orang yang mengasihi-Nya (Mazmur 89:9), demikian juga murka-Nya amat dahsyat terhadap orang yang melawan-Nya (Mazmur 59:14). Konsep Allah yang cemburu juga berkaitan erat dengan kekuasaan Allah. Contohnya adalah dimana kecemburuan Allah menyala terhadap penyembahan berhala (Ulangan 32:16) juga terhadap penyelewengan perjanjian yang disengaja (Ulangan 29:18-20). Tetapi konsep kecemburuan tersebut juga menjadi jaminan akan perlindungan Allah kepada umat-Nya (II Raja-raja 19:31; Yesaya 26:11), ketakutan kita kepada penghukuman dan kecemburuan Allah akan membuat kita hidup dalam ketaatan, tapi sebaliknya, mereka yang tidak mengenal keadilan Allah akan hidup sesuka hatinya. DR. Ludwig Koehler menyatakan bahwa takut akan Tuhan (ketaatan) adalah sebuah wujud kebenaran.

2.) Kekudusan Allah

Allah senang akan kebaikan dan kebenaran (Yeremia 9:24), namun Allah juga membenci segala yang jahat, yaitu yang menajiskan nama-Nya yang kudus (Imamat 20:3). Kekudusan menjadi media/alat untuk menjaga hubungan perjanjian Allah dengan umat-Nya. Pada saat Rasul Paulus mengutip beberapa bagian Hukum Taurat dalam pengajarannya. Rasul Paulus sedang mengajarkan moral kekudusan. Jika kita pelajari, Hukum Taurat itu terbagi menjadi 3 bagian, yaitu: hukum moral, ibadah, dan sipil. Dalam mengajarkan moral, Hukum Taurat jelas sekali menekankan kekudusan Allah. Hukum Taurat menulis barangsiapa taat pada kekudusan Allah akan diberkati, tetapi barangsiapa melanggar kekudusan-Nya akan “hangus.” Hukum Taurat memang tidak kita lakukan lagi, tetapi ia bagaikan seorang guru yang membawa orang-orang kepada Kristus (Galatia 3:24). Melalui Hukum Taurat kita semakin mengerti betapa berbahayanya jika seseorang melanggar kekudusan Allah.

Sebagaimana kekuasaan Allah bisa menjadi berkat atau penghukuman, demikian juga kekudusan Allah dapat dialami orang percaya sebagai penghukuman (Yesaya 10:17) atau sebagai penyelamatan (Yesaya 43:3). Justru dengan kekudusan kita bisa melihat Tuhan; melihat-Nya dengan lengkap.

3.) Kebenaran Allah

Kebenaran Allah berhubungan erat dengan sifat keadilan atau keputusan-Nya yang didasarkan hukum. Keadilan Allah terlihat jelas dalam pemeliharaan perjanjian-Nya dengan umat-Nya. Allah menghendaki umat-Nya untuk lebih mengedepankan hidup dalam kebenaran ini daripada yang lainnya, bahkan lebih dari ritual sebuah ibadah. Rasul Yohanes dalam penglihatan di pulau Patmos ‘melihat’ pengantin perempuan pada perjamuan Kawin Anak Domba akan mengenakan kain lenan halus yang merupakan perbuatan yang benar dari orang-orang kudus (Wahyu 19:8). Kebenaran dan Keadilan Allah menyatakan pemeliharaan, tetapi kita harus ingat bahwa kebenaran juga menyatakan dua hal yang lainnya, yaitu penghakiman Allah dan murka Allah. Pilihan tetap ada ditangan kita.

 

Allah kita adalah Hakim yang adil. Keadilan-Nya tidak hanya memutuskan hukuman, tetapi Ia juga mengumpulkan bukti-bukti dan bekerja secara kreatif dalam melaksanakan keputusan. Ia tidak semena-mena dalam bertindak, tetapi Ia juga tidak akan mengabaikan ketidaktaatan sekecil apapun. Penghakiman Allah bersifat memulihkan bagi mereka yang taat; sekalipun dalam penghukuman-Nya Allah selalu menyertakan kemurahan dan anugerah-Nya (Yesaya 30:18) namun bila kehendak-Nya ditentang secara terus menerus maka murka Allah akan bangkit. Murka Allah bukan sebuah proses yang tak dapat dihindarkan atau spontan, sedapat mungkin Allah menahan atau memperlambatnya dengan kemurahan-Nya, itulah kasih karunia-Nya yang ajaib. Tapi jika manusia menjadi bebal dan tetap tidak mau taat dan bertobat maka murka Allah merupakan kebijakan terakhir untuk menghadapi para penentang-Nya.

 

Seperti yang telah kita lihat, sifat Kekuasaan, Kekudusan, Kebenaran, dan Keadilan-Nya saling berkaitan erat. Sifat-sifat Allah tersebut menjadi seperti kepingan-kepingan puzzle yang harus secara lengkap tersusun untuk penyingkapan Allah. Satu keping puzzle tanpa keping yang lainnya tidaklah berguna. Mengenal hanya kasih Allah tanpa mengenal sifat-sifat yang lainnya sangat berbahaya.

Kemurahan seringkali dikaitkan dengan kelemahan atau sikap pasrah, namun dengan latar belakang sifat-sifat Allah yang tersebut di atas; kita tidak dapat berkata demikian lagi. Kemurahan merujuk pada kesetiaan Allah kepada perjanjian yang ditetapkan-Nya (Kejadian 32:10). Kemurahan mendahului adanya perjanjian tersebut, sehingga kemurahan pun akan bertahan lebih lama daripada perjanjian itu sendiri (Mazmur 136). Menurut DR. Koehler, kemurahan dalam perjanjian berkembang ke arah pertanggung-jawaban antara mereka yang memiliki hubungan. Artinya umat yang menerima kemurahan (kasih karunia) memiliki tanggung jawab untuk memelihara perjanjian dengan Allah.

 

KESIMPULAN

Kasih karunia Allah dan disiplin-Nya bagaikan dua sisi dari sebuah koin. Kedua hal tersebut tidak mengurangi nilai satu sama lain, justru menjadi dasar yang menguatkan satu dengan lainnya. Allah bukanlah Hakim yang semata-mata menghukum langsung setiap anak-Nya yang bersalah, Ia berusaha mencari jalan untuk membawa anak-Nya pada pemulihan.  Walaupun pada akhirnya Ia rela berkorban karena keadilanNya telah menimpakan hukuman atas diriNya sendiri.  Ada titik final ketika seseorang tidak berbalik kepada-Nya.  Semua manusia akan menghadapi keadilan Allah.

 

Quote:

Kehendak bebas manusia adalah mahkota kemuliaan dari Allah.

Kehendak bebas senantiasa berada dalam prinsip-prinsip kebenaran Allah.

Kehendak bebas bukan berarti boleh melakukan segala sesuatu yang kita inginkan.

 

Other posts:

RENCANAMU (TUHAN)  TAK PERNAH GAGAL By Ps. Nehemia L.

RENCANAMU (TUHAN) TAK PERNAH GAGAL By Ps. Nehemia L.

Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”  Ayub 42:2

 

Rancangan Tuhan tidak pernah gagal dalam kehidupan kita.  Segala sesuatu yang ada di kolong langit ini, semuanya ada tujuannya, begitu juga dengan kita semua lahir di dunia ada tujuannya.

Yesaya 55:6-11,Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekatBaiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnyaSebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.  Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmuSebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”

Sebelum kita lahir, Tuhan sudah mengenal kita, Tuhan sudah tahu setiap rancangan dalam hidup kita.

Yeremia 1:5, Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah meguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

Tuhan mempunyai rencana yang luar biasa dalam hidup kita, yang kita sendiri tidak tahu dan kekuatan yang kita miliki itu berasal dari Tuhan.

Kita belajar dari sebuah benih, di dalam biji itu ada pohon, ada buah, dan ada pohon lagi dan seterusnya yang akan menjadi sebuah taman, itu adalah potensi dari sebuah biji/benih.  Begitu juga dengan hidup kita, apabila kita sudah bertumbuh menjadi dewasa dan menjadi berkat orang lain dan orang lain dapat menikmati berkat yang Tuhan berikan kepada kita.

Matius 13:32, Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

Rencana Tuhan Tidak Pernah Gagal:

1.) Temukan “Kekuatan” dari dalam (2 Kor 4:6-7).

2 Korintus 4:6-7,Sebab Allah yang telah berfirman; “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah KristusTetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” 

Kekuatan, talenta, karunia, dan semua yang kita miliki itu datangnya dari Tuhan.  Kalau kita tahu bahwa rencana Tuhan tidak pernah gagal, maka kita akan berjalan dalam rencana Tuhan sesuai dengan panggilan kita.

2.) Siap dibersihkan (diproses).  “Tinggallah” dalam Rencana-Nya (Yoh 15:2-7).

Yohanes 15:2-7, Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuahKamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.  Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.  Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apaBarangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Meski harus melalui proses, tetap tinggallah di dalam rencana Tuhan, banyak pengerja Tuhan mengalami stress karena tidak mengerti rencana Tuhan dalam hidupnya.  Dalam firman Tuhan dikatakan bahwa rancangan Tuhan bagi kita adalah damai sejahtera dan masa depan yang penuh harapan.

3.) Setia dalam Perkara-perkara Kecil (Luk 16:10).

Lukas 16:10, Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.  Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Setiap benih, talenta, potensi sudah Tuhan berikan pada kita, jadi kita harus melangkah dengan iman agar semua rencana Tuhan itu terjadi dalam hidup kita.  Tuhan berjalan bersama dengan apa yang kita miliki/punyai.  Allah turut bekerja dalam segala sesuatu bagi kita yang mengasihi Dia.

2 Korintus 9:10,Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;”

4.) Komitmen = Keterikatan Perjanjian untuk melakukan sesuatu (2 Tim 4:5-8; Maz 105:8).

Pada waktu kita komitmen untuk mengikut/melayani Tuhan, itu berarti ada keterikatan, komitmen bukan perasaan, begitu juga seperti orang yang berkomitmen untuk menikah, berjanji untuk sehidup semati.

5.) Hormatilah Tuhan (Bil 20:12); Hidup Kudus (Daniel 3:29).

Jangan pernah meremehkan Tuhan tetapi hormati Tuhan, jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan.

6.) Rukun (Maz 133:1-3).  Tuhan akan perintahkan berkat-berkat untuk datang apabila kita rukun.

7.) Lakukan dengan Kasih (1 Kor 16:14).

 

Apabila kita melakukan semua hal di atas, rencana Tuhan pasti digenapi dalam hidup kita, tidak akan pernah gagal rencana-Nya dalam hidup kita, masa depanmu akan berhasil dan beruntung, kita tidak perlu kuatir karena Tuhan sudah menyiapkan masa depan yang penuh harapan bagi hidup kita.  Amin.

Other posts:

Sunday Services

7:30 AM
9:30 AM
11:30 AM
2:00 PM
5:00 PM
Show More