Weekly Message

Home / Archive by category "Weekly Message" (Page 10)
JESUS IS MY PERSONAL SAVIOR (bagian 2)

JESUS IS MY PERSONAL SAVIOR (bagian 2)

Sekilas review mingu lalu :

Pekerjaan yang Allah kehendaki dari umat manusia adalah agar mereka percaya kepada Yesus Kristus (Yoh. 6:29). Yesus adalah Roti Hidup dan Air Hidup. Barangsiapa datang kepada-Nya, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan haus lagi. Roh Kudus yang dicurahkan ke dalam hatinya akan menjadi mata air yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.

Lanjutan minggu ini :

Hati yang dipenuhi oleh Roh Kudus akan mengalirkan urapan yang menimbulkan iman, pengharapan, kasih, hikmat ilahi, pewahyuan, karunia, damai sejahtera, kekuatan jiwa, ketekunan, dan buah-buah kebenaran. Barangsiapa yang datang dan percaya kepada Kristus akan ‘hidup’. Hidup yang dimaksud di sini bukanlah sekedar eksis secara fisik tapi hidup yang terhubung dengan Yesus (‘Zoe’ life) dalam terjemahan bahasa Yunani (Zoe is a Greek word) memiliki arti : the God-kind of life; kehidupan yang bersumber pada keilahian Allah (the rich, abundant divine nature of God) yang penuh dengan kasih, sukacita, kekuatan.

Tuhan menghendaki agar IA menjadi satu-satunya sumber segalanya dalam kehidupan kita, bukan yang lain. Christ-centered life membuat jiwa kita utuh, dipuaskan, merdeka dan menghasilkan buah kehidupan yang berkelimpahan. Makanan/perkara materi akan membuat kita haus lagi. Self-centered life membuat jiwa kita makin terikat dengan keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup. Camkanlah bahwa hal yang bersifat materi/fisik tidak akan pernah bisa memuaskan kekosongan jiwa.

Lalu apakah kita tidak boleh/perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup fisik sehari-hari? Alkitab tidak menentang orang untuk bekerja, bahkan rasul Paulus menulis dalam 2 Tes 3:10, “…jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan”. Bekerja sebagai bentuk dari tanggung jawab kita tentunya boleh/perlu, tapi di mana hati kita berada itu menentukan apakah kita tetap kuat menghadapi badai atau ujian atau takut, kuatir, iri hati, tamak, serakah serta mencintai pekerjaan lebih dari Tuhan. Uang memang diperlukan, tapi cinta akan uang mencelakakan diri.

Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka (1 Timotius 6:7-10).

Hal yang materi digunakan secukupnya sesuai kebutuhan, jangan ijinkan itu jadi ‘tuan’ yang mendikte dan mengikat hidup kita. Makanlah secukupnya, tapi jangan jadi rakus. Memelihara tubuh agar tetap sehat itu perlu,  tapi merawat tubuh untuk memuaskan hawa nafsu adalah keliru.

Untuk memperoleh makanan jasmani, kita harus bekerja. Tapi untuk mendapatkan makanan rohani yang bisa memuaskan jiwa dan bertahan sampai hidup kekal, kita harus percaya. Percaya kepada Tuhan Yesus artinya memegang dan taat melakukan perintah-Nya.

Yohanes 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

Barang siapa yang percaya/taat kepada Yesus, akan beroleh hidup yang kekal; tetapi siapa yang tidak taat akan mengalami murka Allah

Refleksi :

Di mana hati kita? Apa motivasi kita mengikut Yesus? Siapa Yesus bagi kita – apakah kita sudah benar-benar menjadikan IA sebagai Tuhan, tuan dan Juruselamat kita secara pribadi?

Siapa Yesus bagi kita jauh lebih penting dari pada apa yang bisa DIA berikan bagi kita. Allah dengan mudah dapat memberkati kita dengan materi/hal-hal fisik, tapi yang terutama Dia tawarkan adalah keselamatan, hubungan/pengenalan akan DIA, hidup yang berkelimpahan dan yang kekal.

Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus (1 Kor. 15: 19-22).

Segala sesuatu yang difirmankan Tuhan Allah kepada Adam pertama, telah digenapi dan diambil oleh Adam Kedua yaitu Yesus Kristus. Dia menggenapi seluruh hukum Tuhan dan Dia akan datang untuk menyelesaikan penggenapan hukum Taurat dan para nabi.

PENUTUP

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal. Jangan sampai kita hanya sibuk melakukan pekerjaan Tuhan namun tidak percaya (tidak taat) kepadaNya. Kita lebih mengikuti hawa nafsu, mengandalkan kekuatan sendiri, lebih percaya kepada ilah-ilah jaman  daripada taat kepada Tuhan.

Mengikut Yesus harus dengan motivasi yang benar agar pekerjaan iman kita bertahan sampai kepada hidup yang kekal. Mari kita kembali kepada komitmen semula yaitu menjadikan Yesus sebagai Juruselamat dan tuan atas hidup kita.

JESUS IS MY PERSONAL SAVIOR (Bagian 1)

JESUS IS MY PERSONAL SAVIOR (Bagian 1)

PENDAHULUAN

Banyak orang yang begitu sibuk melakukan pekerjaan Tuhan (misalnya kegiatan pelayanan) namun mereka tidak melakukannya untuk Tuhan jika motivasi dalam hatinya untuk diri sendiri. Sebenarnya pekerjaan yang Allah kehendaki dari umat manusia adalah agar mereka percaya kepada Yesus Kristus (Yohanes 6:29)

ISI

Tuhan tidak membutuhkan apa pun dari umat-Nya. Dia yang menciptakan segalanya dan memiliki segalanya, dan Dia ingin memberikannya kepada anak-anak-Nya. Jika Allah memenuhi semua kebutuhan bangsa Israel waktu di padang gurun, masakan Dia tidak memenuhi kebutuhan kita? Ingatlah bahwa di padang gurun tidak ada fasilitas/sarana yang menunjang kehidupan dasar manusia. Keadaan di padang gurun gersang, penuh tantangan serta bahaya.

Lalu pekerjaan apa yang dapat dilakukan oleh bangsa Israel untuk melangsungkan hidup selama di padang gurun? Mereka hanya percaya dan bergantung sepenuhnya kepada Allah yang sanggup memenuhi kebutuhan mereka.

1. Pekerjaan yang dikehendaki Allah.

Pekerjaan yang Allah kehendaki dari kita adalah agar kita percaya kepada Yesus Kristus.

Yesus menjawab dan berkata kepada mereka, ”Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” (Yoh. 6:29)

Manusia bekerja untuk makanan (perkara materi), bisa karena didorong oleh kebutuhan, keserakahan dan hawa nafsu. Dorongan ini mengakibatkan hati manusia menjauh dari Tuhan yang adalah sumber segala sesuatu dan menjadi takut, kuatir serta mengandalkan kekuatan sendiri.

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?” (Matius 6:25 dan 31).

Yesus menegur mereka karena motivasi mereka mencari DIA keliru. Hati mereka tidak terbuka untuk menerima hal yang rohani. Yesus Kristus yang adalah utusan Allah tidak ditangkap dalam pikiran mereka. Mereka  perlu Yesus hanya demi mengejar perkara-perkara jasmani yang menyenangkan hati mereka saja. Mereka berniat menjadikan Yesus raja supaya dapat memenuhi keinginan-keinginan mereka.

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya (Yohanes 6:27).

2. Roti Hidup

Tuhan Yesus datang ke dunia untuk memberikan makanan yang memelihara kehidupan rohani dan memberi hidup yang kekal. Makanan tersebut adalah Roti Hidup, yaitu IA sendiri.

Kata Yesus kepada mereka: ”Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi (Yohanes 6:35).

Adam pertama harus bekerja keras, berkeringat dan makan dari tanah sepanjang hidupnya (Kejadian 2:17), tapi Adam Kedua (Yesus) menjadi manna dan Roti Hidup bagi umat manusia bahkan untuk Adam pertama.

Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku (Yohanes 6:57).

Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi…

Orang yang datang kepada Yesus, Sang Roti Hidup, jiwanya akan dipuaskan dan utuh (whole). Orang tersebut tidak tertarik mengejar/lapar akan hal-hal yang dunia tawarkan (keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup).

Keinginan daging adalah hawa nafsu kedagingan. Keinginan mata menyangkut hasrat ingin memiliki apa yang orang lain miliki. Sedangkan keangkuhan hidup menunjuk pada kenikmatan dipuji, dihormati dan butuh akan pengakuan. Keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup adalah kepuasan jiwa yang keliru dan harus digantikan dengan kepuasan jiwa yang benar yaitu melakukan kehendak Allah (1Yohanes 2:15-17).

3. Air Hidup

..barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi..

Barang siapa percaya kepada Yesus, maka Roh Kudus yang dicurahkan ke dalam hatinya akan menjadi mata air yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.

tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal (Yohanes 4:14).

Bersambung minggu depan..

WHAT CLOUD ARE YOU IN (Bagian 3)

WHAT CLOUD ARE YOU IN (Bagian 3)

Sekilas review dari minggu lalu :

Kita belajar mengenali awan yang di Alkitab yang sangat berpengaruh dalam kehidupan rohani kita :

1. Tiang awan dan tiang api;

2. Awan kemuliaan Tuhan;

3. Awan ilah jaman ini.

Sambungan minggu ini :

  1. Awan kegelapan yang menutupi bangsa-bangsa.

“Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa” (Yes. 60:2a).

Kegelapan yang dimaksud adalah kematian rohani akibat dosa yang menyebabkan hubungan manusia dengan Allah terputus. Kegelapan (kematian rohani) membuat manusia tersesat; kehilangan identitas, arah, tujuan serta damai sejahtera; hidup dalam ketakutan, kebingungan, kekacauan dan kejahatan. Awan kegelapan membawa bangsa-bangsa menuju kepada kebinasaan.

Awan kegelapan menyebabkan :

a. Manusia percaya kepada dusta Iblis. Sesuatu yang salah atau jahat, yang sedang trending dilakukan oleh banyak orang dianggap sebagai hal yang wajar/normal.  Banyak orang yang hidup menuruti hawa nafsu kefasikan dan hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, ‘tuhan’ mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat ,  tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.  Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng (2 Tim. 4:3-4).

b. Membuat manusia duniawi menolak pemberitaan Injil. Mereka lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Manusia membenci terang dan tidak mau perbuatannya yang jahat di ekspos oleh terang kebenaran.

…Terang telah  datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; (Yohanes 3:19-20).

Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani (1 Korintus 2:14).

Banyak orang percaya yang mengalami penganiayaan karena memberitakan Injil dan menyuarakan serta melakukan kebenaran. Walaupun demikian jangan biarkan roh ketakutan mengintimidasi sehingga kita takut melakukan kebenaran, kompromi bahkan menjadi sama dengan dunia.  Tiang awan dan tiang api menyertai kita untuk melakukan Amanat Agung sekalipun banyak penentang.

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita …” (2 Timotius 1:7-8).

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (KPR 1:8).

c. Roh agamawi membuat orang mengejar kebenaran bukan karena iman kepada Tuhan Yesus melainkan mengandalkan perbuatan baik mereka, aturan-aturan dan ritual keagamawian.

Orang yang dibutakan oleh roh agamawi sangat bergiat untuk Allah tapi tanpa pengertian yang benar. Bahkan dengan membunuh/menganiaya orang percaya, mereka menganggap bahwa dirinya telah berbuat bakti kepada Allah.

Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah (Roma 10: 2-3).

Orang percaya diberi mandat untuk membawa Injil keselamatan kepada bangsa-bangsa melalui Amanat Agung. Kita minta kepada Bapa agar mengaruniakan roh pertobatan kepada jiwa-jiwa yang terhilang. …Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya (Yoh. 6:65). Bila hati seseorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung yang menutupi mata hati mereka untuk melihat Kerajaan Allah akan disingkapkan.

PENUTUP

Kita yang sedang berjalan di padang gurun dunia sangat memerlukan kasih karunia Allah melalui Kristus Yesus yang menuntun kita dengan tiang awan dan tiang api. HadiratNya menuntun langkah kita di jalan kebenaran hingga kita tidak dibutakan oleh awan ilah jaman ini melainkan bangkit dan menjadi terang. Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita. HadiratNya memberikan pertolongan, pembelaan, perlindungan dan menyediakan semua yang kita perlukan agar kita dapat hidup dalam poros kehendak Allah yang sempurna.

WHAT CLOUD ARE YOU IN (bagian 2)

WHAT CLOUD ARE YOU IN (bagian 2)

Sekilas review dari minggu lalu :

Kita belajar mengenali awan yang di Alkitab yang sangat berpengaruh dalam kehidupan rohani kita : 1. Tiang awan dan tiang api; 2. Awan kemuliaan Tuhan.

Sambungan minggu ini :

  1. Awan ilah jaman ini.

Ilah jaman ini membutakan pikiran manusia akibatnya ia tidak bisa melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus (2 Korintus 4:4) dan tidak bisa menerima kebenaran karena kedegilan hati serta pikiran yang sia-sia. Ada ‘selubung’ yang menutupi mata hatinya sehingga kebenaran dianggap suatu kebodohan/kejahatan, dan kejahatan dianggap sebagai kebenaran. Pengertiannya gelap dan hatinya jadi keras karena dibutakan oleh materialism, humanism, self-centered, kesombongan, roh agamawi, filsafat/hikmat dunia, ilmu pengetahuan, dlsb. Mereka mengikuti jalan dunia dengan menaati penguasa kerajaan angkasa yang bekerja di antara orang-orang durhaka (Efesus 2:2).

Sebagai orang percaya kita pun harus waspada dan berjaga-jaga karena tidak seorangpun yang kebal terhadap tipu daya iblis. Perjuangan kita adalah melawan penguasa kerajaan angkasa (roh-roh jahat di udara, penghulu, penguasa dan pemerintah) yang sangat mempengaruhi manusia untuk berbuat dosa. Si jahat memanfaatkan kelemahan, kelengahan, keinginan daging, perkataan yang teledor, dosa yang belum dibereskan, kesombongan dan ketidaktahuan kita (ignorance) untuk menyeret dan menjatuhkan. Tanpa penyertaan tiang awan dan tiang api, kita tidak mampu melawan kuasa gelap  karena kita semua adalah manusia yang penuh dengan kelemahan.

Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.

Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? (Roma 7:18,21-24).

Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! (1 Korintus 10:12).

Syukur kepada Allah, yang di dalam Kristus Yesus selalu membawa kita di jalan kemenanganNya. Kita telah dilayakkan menghampiri tahta kasih karunia untuk menerima rahmat dan pertolongan kita pada waktunya, oleh iman kepada Tuhan Yesus Kristus, Gunung Batu Keselamatan kita.

Salah satu senjata rohani yang harus kita kenakan adalah ketopong keselamatan. Ketopong dipakai untuk melindungi kepala dari benturan atau serangan. Keselamatan dalam Kristus adalah sebagai ketopong yang melindungi pikiran kita dari serangan tipu daya iblis. Dengan iman kita lawan serangan iblis dengan mendeklarasikan Firman Tuhan.

”Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan (Roma 10:8-10).

Penting untuk diwaspadai : jangan letakkan iman kita kepada pelayanan, kesalehan, jasa/perbuatan baik, berkat, pengetahuan firman ataupun karunia yang Tuhan berikan. Kalau tidak berhati-hati, hal tersebut bisa menjadi ‘selubung’ atau ‘blind spot’ yang tanpa sadar membuat kita jadi sombong, tidak bisa melihat kelemahan diri sendiri dan menghakimi/merendahkan orang lain. Contohnya dalam Alkitab adalah ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Di satu sisi mereka sangat mahir dalam pengetahuan firman, namun dalam penilaian Tuhan mereka adalah orang-orang ‘buta’ yang tidak bisa melihat keadaan dirinya, menghakimi dan memandang rendah orang lain yang tidak memiliki pengetahuan Taurat seperti mereka. Mereka tidak bisa percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikan.

Kata Yesus: ”Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.”

Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: ”Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?” Jawab Yesus kepada mereka: ”Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu.”

( Yohanes 9: 39-41).

 Bagi orang yang tidak percaya, ‘selubung’ membuat mereka tidak bisa melihat kemuliaan Kristus. Tetapi bila hati seseorang berbalik kepada Tuhan, maka ‘selubung’ itu diambil dari padanya (2 Kor. 3:16). Bagi kita yang percaya dan menerima kasih karunia, ‘selubung’ atau ‘blind spot’  itu disingkapkan agar kita bisa hidup dalam pertobatan, dalam kebenaran dan memancarkan kemuliaan Kristus. Kerendahan hati akan menolong seseorang untuk menanggung bobot kemuliaan Allah (to handle His glory ) agar tidak jatuh ke dalam kesombongan dan mencuri kemuliaan Tuhan.

Tujukan iman kita hanya kepada Kristus, yang melalui RohNya akan menuntun, mengingatkan, melindungi, menolong, memberi jalan keluar dan menjadikan kita pemenang dengan cara yang sering tidak terduga akal pikiran. Orang yang berjalan dalam naungan tiang awan dan tiang api (Firman dan Roh Kudus) akan melihat kemuliaan Allah nyata atasnya. Orang tersebut akan mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung; diubah menjadi serupa dengan gambarNya dengan kemuliaan yang semakin besar.

Bersambung minggu depan ke bagian 3…

WHAT CLOUD ARE YOU IN (bagian 1)

WHAT CLOUD ARE YOU IN (bagian 1)

PENDAHULUAN

Ada istilah ‘seseorang yang pikirannya lagi di awan’ artinya orang tersebut tidak pijak tanah atau sadar akan kenyataan/situasi/persoalan yang sedang di hadapinya. 

ISI

Kita mau mengenali awan yang di Alkitab yang sangat berpengaruh dalam kehidupan rohani kita.

1. Tiang awan dan tiang api (Pillars of fire and cloud).

Allah memanggil bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir untuk beribadah kepadaNya. Atas perintah Allah, Musa membawa mereka melewati padang gurun masuk ke Tanah Perjanjian. Karena kedegilan bangsa Israel yang telah menyakiti hati Allah dengan menyembah anak lembu emas (Kel. 32), maka IA tidak akan berjalan di tengah-tengah mereka agar mereka tidak binasa dalam perjalanan. Namun demikian Allah mengutus malaikatNya berjalan di depan bangsa itu. 

Sesudah itu Musa membuat Kemah Pertemuan dan membentangkannya di luar perkemahan. 

Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah Tuhan dengan Musa di sana. Setelah seluruh bangsa itu melihat, bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-masing di pintu kemahnya. Dan Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. (Keluaran 33:9-11).

Kemah Pertemuan adalah tempat di mana Musa berbicara dengan Allah dan menerima tuntunan bagi orang Israel. Kemah Pertemuan itu selanjutnya disebut sebagai Kemah Suci/Tabernakel (Keluaran 40:29). Tiang awan dan tiang api melambangkan hadirat Allah yang menuntun bangsa Israel di padang gurun (Keluaran 13:21).

Musa memohon kepada Allah agar IA sendiri yang membimbing bangsa Israel menuju tanah Perjanjian. 

“Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami,  sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?” (Kel. 33:15-16)

2. Awan Kemuliaan (Glory cloud).

Musa minta agar Allah menunjukkan kemuliaanNya kepadanya. Karena Musa mendapat kasih karunia di hadapan Allah, maka IA berkenan memenuhi permintaan tersebut.

Allah memperlihatkan segenap kemuliaanNya kepada Musa walaupun beresiko fatal sebab manusia yang hanya debu tanah tidak dapat tetap hidup jika melihat Allah yang maha kudus. 

Lagi firman-Nya: ”Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.” (Keluaran 33:20).

Namun demikian, Allah memiliki solusi untuk mengatasi keadaan tersebut, inilah yang dinamakan kasih karunia. 

Berfirmanlah TUHAN: “Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu;  apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk  gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku,  sampai Aku berjalan lewat.  Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan”. (Keluaran 33:21-23).

Ada suatu ‘tempat’ dekat Allah yaitu di ‘gunung batu’; di mana kita dapat berdiri di atasnya dan tetap selamat walau telah melihat kemuliaan Allah. Gunung batu itu bernama Yesus Kristus yang adalah Firman Allah. 

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya (Yohanes 1:14,17-18).

Rahasia besar ini dinyatakan Allah kepada mereka yang hidup oleh iman kepada Yesus Kristus. Sewaktu kita memuji menyembah Allah dengan segenap hati dan unity, maka awan kemuliaan Tuhan turun memenuhi Bait SuciNya yaitu hati kita. Penyembahan bukan hanya tentang menyanyikan lagu pujian saja; penyembahan juga bicara tentang ketaatan kepada Allah.  Mereka yang hidup oleh iman akan melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan. 

Kita yang sedang berjalan di padang gurun dunia sangat memerlukan kasih karunia Allah melalui Kristus Yesus yang menuntun kita dengan tiang awan dan tiang api (firman kebenaran dan Roh Kudus). Tiang awan dan tiang api menyatakan hadirat Tuhan yang menyertai kita. HadiratNya menuntun langkah kita di jalan kebenaran sehingga kita tidak tersesat. Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita. HadiratNya memberikan pertolongan, pembelaan, perlindungan dan pemeliharaan/menyediakan semua yang kita perlukan.

Bersambung minggu depan…

MENGATASI BADAI DENGAN HIDUP OLEH IMAN

MENGATASI BADAI DENGAN HIDUP OLEH IMAN

PENDAHULUAN

Orang benar harus hidup oleh iman. Dengan iman orang Kristen dapat mengatasi badai kehidupan/segala keadaan. Iman adalah karunia Allah yang memampukan kita percaya bahwa IA mengasihi kita. Iman memampukan kita percaya kepada perkataanNya sekalipun belum pernah melihat DIA, dan belum mengerti jalanNya (1 Petrus 1:8).

ISI

Iman harus disertai dengan perbuatan dan diuji agar menjadi murni, kuat dan dewasa. Iman yang murni bekerja oleh kasih, bisa meresponi segala sesuatu dengan cara pandang Allah yang adalah KASIH. Iman didahului dengan pembaruan dalam roh dan pikiran : selaraskan cara pandang kita dengan cara pandang Tuhan dengan merenungkan firman. Minta pertolongan Roh Kudus untuk melakukannya walau belum mengerti atau tampaknya tidak enak/sukar dilakukan.

Contoh : belajar mengucap syukur dan tetap percaya janji Tuhan walau kenyataan yang terjadi bertolak belakang dengan yang kita harapkan/doakan. Belajar merendahkan hati dan tidak membalas ketika dihina/difitnah orang. Belajar melayani kepentingan orang lain dan berkorban, dlsb.

Untuk hidup oleh iman memang diperlukan penyerahan dan penyangkalan diri, tapi di situlah letak kekuatan dan kemenangan kita. Manusia (daging) hanya menilai berdasarkan apa yang dilihat atau dirasakan. Padahal sebagai manusia roh, kita  diberi anugerah iman untuk percaya akan perkara-perkara kekal/hal yang tidak kelihatan di alam roh tapi nyata.

Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat (Ibrani 11:3). Firman Allah yang tidak dapat kita ‘lihat’ secara kasat mata akan menjadi sesuatu yang nyata dalam dunia fisik.

Jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (Roma 10:17).

Manusia roh harus belajar mendengar suara/perkataan Tuhan Yesus yang adalah roh (Yoh. 6:63). Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak mendengar suara yaitu  suara diri sendiri, social media, orang lain, hikmat dunia, dusta Iblis dan suara Tuhan. Kalau tidak penuh firman dan menyangkal diri, kita tertipu dengan lebih percaya kepada suara-suara lain dari pada suara Tuhan.

Fakta yang terlihat, logika, hikmat dunia, perasaan sendiri serta dusta Iblis akan membentuk kubu dan benteng yang dibangun di atas keangkuhan kita untuk menentang pengenalan akan Allah. Kubu + benteng + kesombongan akan membentuk belief-system yang keliru namun kita memercayainya sebagai suatu kebenaran. Banyak orang tidak sadar bahwa dirinya diperbudak oleh belief-system yang sesat (ikatan seperti ini dinamakan ‘mind-control’).

Ini yang menyebabkan seseorang walau sudah bertahun-tahun mengikut Tuhan, tapi tidak bisa bertumbuh dalam iman, hidupnya tidak berbuah dan berjalan dalam tujuan Allah. Mind-control à menghasilkan perasaan negative, yang berubah-ubah, terombang-ambing  à menghasilkan tindakan /perkataan yang bertentangan dengan kebenaran dan akhirnya membuahkan dosa.

Tanah hati orang seperti ini cenderung berbatu dan bersemak duri, tidak suka diberikan pengertian tentang kebenaran; ia hanya suka membeberkan isi hatinya (Amsal 18:2), berpendapat yang negatif, bersungut-sungut, menyalahkan, menuntut, punya kebenaran sendiri (self-righteous) dan mengasihani diri sendiri.

Dia tidak mau membuka hatinya untuk menerima firman dengan lemah lembut. Akibatnya tidak dapat dibawa naik oleh Roh Kudus untuk mengatasi badai.

Semua orang punya pergumulan hidup baik dari dalam dirinya (berupa kelemahan) atau dari luar (berupa tantangan). Yang membuat perbedaan adalah bagaimana kita meresponinya. Kalau kita hidup oleh iman (yaitu mendengar dan melakukan perkataan Tuhan), maka badai masalah tidak akan membuat hidup kita rubuh karena pondasinya kuat yaitu firman Tuhan.

”Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” (Matius 7:24-27).

PENUTUP

Ternyata seorang pemenang bukanlah mereka yang pandai, kuat, cepat, kaya dan berkarunia. Seorang pemenang adalah mereka yang membangun hidupnya di atas pondasi yang tak terguncangkan, yaitu firman Tuhan. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu (Matius 24: 35).

Oleh sebab itu hiduplah oleh iman diikuti ketaatan, tanggalkan semua beban dan dosa yang merintangi kita untuk naik ke next level, jangan mengasihani diri sendiri tapi rendahkanlah hati dan sangkal diri agar Roh Kudus dapat membawa kita terbang tinggi mengatasi badai kehidupan dalam kekuatan kuasaNya.

Sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh. 4:4b)

Latest posts:

TERBANG TINGGI MELINTASI BADAI

TERBANG TINGGI MELINTASI BADAI

tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. (Yesaya 40:31)

PENDAHULUAN

Rajawali merupakan jenis burung yang memiliki keunikan, antara lain berdiam di puncak bukit batu yang tinggi, memiliki penglihatan yang sangat tajam,  memiliki ketahanan untuk terbang sejauh 75 – 125 mil, bahkan ada yang 1100 mil. Allah mau kita menjadi Kristen rajawali yang terbang tinggi melintasi badai kehidupan dalam kekuatanNya.

ISI

Apa yang menyebabkan rajawali dapat terbang tinggi dan lama namun tidak menjadi lelah? Karena dia hanya mengandalkan arus angin yang kuat, sehingga tidak perlu mengepakkan sayapnya. Rajawali menunggu waktu yang tepat untuk terbang lebih tinggi dengan kekuatan angin. Roh Kudus (yang dilambangkan seperti angin) akan membawa orang yang menantikan Tuhan untuk terbang tinggi melintasi badai kehidupan.

Mengatasi badai dengan kekuatan sendiri tentu sangat melelahkan. Kita bisa tawar hati, kecewa, jiwa jadi kacau dan lemah, dlsb. Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu (Amsal 24:10). Tetapi bila mengandalkan Roh Kudus, kita dimampukan melewati masalah tanpa perlu menjadi lesu dan lelah. Mengapa bisa demikian? Karena perkataan Tuhan (firman rhema) pasti digenapi, pengharapan kita dalam Kristus adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa (Ibrani 6:19), sukacita dan damai sejahtera membuat kita kuat dan tenang.

Kuncinya aalah berdiam di tempat yang tinggi yaitu dalam hadirat Tuhan, dan menanti-nantikan DIA (menantikan firmanNya). Dalam hadiratNya kita menerima kekuatan jiwa yang baru. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya” (Yesaya 40:29).

Sikap yang perlu kita miliki dalam menanti-nantikan Tuhan :

1. Percaya kepada waktu Tuhan.

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya (Pengkhotbah 3: 1, 11a). Seperti rajawali yang sabar menunggu kekuatan angin dalam badai untuk terbang,  demikian juga kita belajar sabar menantikan Tuhan yang pasti bertindak tepat waktu.

2. Berdiam diri dan rendahkan hati.

“Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.” (Maz. 37:7). Berdiam dirilah dihadapan Tuhan, jangan banding-bandingkan keadaan kita dengan orang lain karena itu akan menimbulkan iri hati dan kemarahan. Berdiam diri bukan berarti pasif atau bersikap masa bodoh. Berdiam diri maksudnya tidak mendahului Tuhan dengan bertindak menurut pikiran, cara dan hawa nafsu kita sendiri. Nantikanlah instruksi/firmanNya. Minta Roh Kudus menolong kita untuk mengerti (memperhatikan dengan hati) saat Tuhan sedang berbicara kepada kita. Pertolongan serta pembelaan Tuhan akan terjadi jika kita mau merendahkan hati.

3. Bertekun dan taat.

Roma 8:25 “Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.” Sekalipun belum mengerti, melihat dan mengalami, namun tetap percaya dan tekun menantikan. Itu yang namanya hidup oleh iman, bukan karena melihat. Tetaplah lakukan bagian kita dalam ketaatan.

4. Kuatkan dan teguhkan hati.

Mazmur 27:14 “Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!” Allah akan menguatkan dan meneguhkan kita oleh Roh-Nya, sehingga oleh iman Kristus diam di dalam hati kita, dan kita berakar serta berdasar dalam kasih. Dalam kasih yang sempurna tidak ada ketakutan dan keraguan.

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. (2 Tim. 1:7)

 

Kadang burung gagak hinggap di punggung rajawali yang sedang terbang dan menggigit lehernya, Rajawali tidak akan menanggapinya malah ia akan terbang lebih tinggi. Semakin tinggi rajawali terbang, semakin sulit bagi gagak untuk bernafas sampai akhirnya ia jatuh sendiri karena kekurangan oksigen. Burung gagak itu melambangkan kedagingan dan dosa yang akan rontok saat kita berada di ketinggian yaitu di hadirat Tuhan. Tidak ada apapun yang bisa meninggikan di hadapan Allah. Self-pity, self-righteous, self-centered, kesombongan, kepahitan, dslb adalah hal-hal yang menghalangi kita untuk dapat dibawa naik oleh Roh Kudus.

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (Filipi 3:13-14).

Move on dari semua yang menghalangi kita naik ke next level. Bertobat dari itu semua dan bereskan di hadapan Tuhan agar kita menerima kesembuhan dan pemulihan. Rendahkan diri kita di hadapan Tuhan.   Belajarlah meresponi segala sesuatu dengan iman, jangan bereaksi menurut pikiran yang keliru dan perasaan yang bisa berubah-ubah. Semua yang ada di bawah kolong langit tidak ada yang tetap. Hanya satu yang tetap, tidak pernah berubah dan kekal yaitu Allah dan firmanNya.

Oleh sebab itu, nantikanlah Allah dan firmanNya supaya kita menerima kekuatan supranatural untuk  terbang tinggi melintasi badai kehidupan.

Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya. (Mazmur 33:20-21)

Latest posts:

MENANTIKAN TUHAN SAMPAI DIPENUHI KUASA  DARI TEMPAT YANG MAHA TINGGI

MENANTIKAN TUHAN SAMPAI DIPENUHI KUASA DARI TEMPAT YANG MAHA TINGGI

tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. (Yesaya 40:31)

PENDAHULUAN

Kisah 1:8 Tuhan Yesus menyuruh murid-murid menanti di Yerusalem sampai dipenuhi kuasa untuk menjadi saksiNya. Pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta adalah awal dari penuaian jiwa-jiwa sampai saat ini dan memberi kuasa bagi Gereja untuk menjadi saksi Kristus di akhir jaman.

ISI

Tiga hal penting yang mau kita pelajari sehubungan dengan pencurahan Roh Kudus (3S) :

  1. SOUND of Pentecost.

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. (KPR 2:1- 4)

Ada dua hal yang terjadi saat Roh Kudus dicurahkan :

a. Bunyi seperti tiupan angin keras.

Roh Kudus dicurahkan dengan bunyi seperti tiupan angin keras. Salah satu lambang Roh Kudus adalah angin (Yoh 3:8). Angin bertiup ke mana ia mau; kita bisa dengar bunyinya tapi tidak tahu dari mana datang dan ke mana perginya. Kegerakan Roh Kudus dilambangkan seperti angin, tidak terlihat namun bisa didengar/dimengerti dengan hati karena menghasilkan dampak yang besar bagi umat manusia.

b. Berkata-kata dalam bahasa lain.

Pada hari Pentakosta, Roh Kudus membuat orang percaya bisa berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain. Mereka memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Allah yang dapat dimengerti oleh orang banyak sesuai bahasa mereka masing-masing (KPR 2:7-11). Tanda awal seseorang menerima baptisan (kepenuhan) Roh Kudus adalah berkata-kata dalam bahasa roh (KPR 19:6).Walau Baptisan Roh Kudus kita terima sekali saja, namun tiap hari kita perlu dipenuhi oleh Roh Kudus (Efesus 5:18). Bagaimana supaya kita selalu dipenuhi Roh Kudus? Dengan hati yang senantiasa bersyukur, memiliki haus dan lapar akan hadiratNya, melalui doa pujian penyembahan, berbahasa roh dan merenungkan firman; baik dalam saat teduh, Cool, Ibadah, pertemuan doa, bahkan di setiap saat. Perlu kita tahu dan waspada : dosa dan keinginan daging adalah celah terbuka yang menghalangi kita dipenuhi Roh Kudus. Yang sering tidak kita sadari adalah dosa karena perkataan (mis. bersungut-sungut, mempertanyakan/menghakimi Tuhan, perkataan sembrono, kasar/makian, kotor, fitnah, gossip, dolak dalik dan dusta). Oleh sebab itu mari jaga perkataan, segera bertobat kalau melakukan kesalahan agar Roh Kudus kembali memenuhi hati kita.

  1. SIGHT of Pentecost. 

Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka ”pohon tarbantin kebenaran”, ”tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya (Yesaya 61:1-3).

Baptisan Roh Kudus memberi kuasa untuk menjadi saksi Kristus dan urapan untuk melayani (KPR pasal 3-5). Hidup dan pelayanan kita tidak akan berdampak kalau kita tidak dipenuhi Roh Kudus. Pelayanan yang lahir dari ‘daging’ adalah daging (cuma sebatas kegiatan agamawi). Tapi pelayanan yang lahir dari Roh akan mencelikkan mata yang buta, membawa kesembuhan, kelepasan, pemulihan, damai sejahtera, suka cita dan kekuatan meskipun sedang dalam masalah, tantangan atau penderitaan.

  1. SIGNS of Pentecost.

Lawatan Roh Kudus didahului oleh tiupan angin keras yang menimbulkan goncangan di bangsa-bangsa (Yoel 2). Kebobrokan manusia (2 Tim.3:2-5), penyesatan, kasih menjadi dingin, bencana alam dan krisis (Mat. 24) menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat di berbagai belahan bumi.  Allah mengijinkan itu terjadi untuk membuka jalan bagi pemberitaan Injil ke seluruh kaum, suku, bahasa dan bangsa. Goncangan akan diikuti oleh kegerakan Roh Kudus yang dahsyat melalui pelayanan orang-orang percaya. Tuhan mengirimkan kehausan dan kelaparan akan mendengarkan firmanNya (Amos 8:11), .. “dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan…” (Yoel 2:32). Terjadi pertobatan dan penuaian jiwa-jiwa di bangsa-bangsa.

PENUTUP

Orang percaya perlu mengalami baptisan Roh Kudus agar dapat menjadi saksi Kristus (KPR 1:8) dan melayani secara efektif (Yes. 61:1-3). Sadari bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus; yang mengetahui segala sesuatu bahkan yang tersembunyi dalam batin dan jiwa kita.

Hormati Roh Kudus dengan menjaga pikiran, perkataan baik secara lisan maupun dalam hati dan perbuatan kita. Rendahkan diri, jangan tunda pertobatan dan kenakan manusia baru agar hidup dan pelayanan kita berdampak di manapun Tuhan menempatkan kita.

DIPULIHKAN UNTUK HIDUP DALAM RENCANA DAN TUJUAN ALLAH

DIPULIHKAN UNTUK HIDUP DALAM RENCANA DAN TUJUAN ALLAH

PENDAHULUAN

Kita diciptakan untuk hidup dalam rencana dan tujuan Allah. “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.” (Efesus 1:4-5)

Untuk itu, gambar dan rupa Allah dalam diri kita (karakter Kristus) harus terlebih dulu dipulihkan dan masuk dalam rencanaNya. Mari belajar His Perspective, His Plan and His Purpose.

ISI

  1. His Perspective (Cara pandang Allah)

Cara pandang dunia dan cara pandang Allah sangat berbeda. Dunia menilai dan mengukur segala sesuatu dari apa yang terlihat dan bersifat sementara; cara pandang Allah adalah tentang kebenaran yang bersifat kekal. Orang percaya sudah diberi hati yang baru (Yeh. 36:26-27), jadi seharusnya dalam menghadapi apapun cara pandangnya bukan lagi seperti dunia (Roma 12:2; Efesus 4:22-24). Masalah, ujian iman, dan penderitaan kita lihat dari perspektif Allah. Cara pandang Allah mencakup 3 hal: kebenaran (firman Tuhan), iman yang bekerja dalam kasih (ketaatan melakukan firman) dan kekekalan.

Kalau tidak demikian, maka kita akan selalu mengalami pertentangan dalam batin, kebingungan dan ketakutan. Tapi jika kita mengenakan cara pandang kebenaran dan hidup oleh iman, maka proses pembaruan akal budi pasti terjadi. Cara berpikir, nilai, prioritas, gaya hidup, sifat/karakter serta tujuan hidup kita pun berubah. Tidak lagi berpikir pendek, sempit dan sembrono tapi memikirkan perkara-perkara kekal, di mana Kristus ada.

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. (Kol. 3:1-3).

Semakin kita mengenal Dia, semakin kita mengerti hati dan kehendakNya. Roh Kuduslah yang mengerjakan pembaruan itu dalam manusia roh kita. Roh Kudus adalah Penolong yang memberi kekuatan untuk sabar dan bertekun, keteguhan hati untuk taat, dan keberanian untuk berjalan dalam rencana Bapa. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. (Filipi 2:13).

  1. His Plan (Rencana Allah)

Manusia bisa saja berencana, tapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. Pada kenyataannya, rencana kita (mimpi/target, ide, pilihan dan keputusan) sering gagal karena kita tidak berkuasa menentukan jalan dan langkah sendiri (Yer. 10:23). Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok; apabila seseorang dipanggil Tuhan, ia kembali jadi debu tanah dan lenyaplah semua rencananya (Maz. 146:4). Tidak demikian dengan TUHAN; IA adalah Alfa dan Omega, yang tahu dari awal sampai akhir hidup kita. Allah membawa kita  masuk dalam rencanaNya yang bersifat kekal, terbaik dan anti gagal.

Masuk dalam rencana Tuhan bukan berarti bersikap masa bodoh, tidak bergairah dan pasif/tidak mengerjakan apa-apa. Masuk dalam rencana Tuhan artinya kita rela dan taat mengikuti perintah dan kehendakNya. Roh Kudus akan membawa kita kepada seluruh kebenaran. Kita tidak lagi berambisi mewujudkan agenda pribadi, melainkan rela menyelaraskan diri hidup sesuai dengan rencanaNya. Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu (Ephesians 4:1)

Rencana Allah atas hidup kita itu besar, melebihi pemikiran dan kesanggupan kita. Sekalipun mengalami tantangan, itu tidak akan melebihi kekuatan kita. Allah, yang telah memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia (1 Korintus 1:9).

Mereka yang hidup dalam rencana dan tujuanNya berbuah banyak.

  1. His Purpose (Tujuan Allah)

Allah menjadikan kita ciptaan baru bukan untuk kehidupan yang tanpa rencana, tanpa tujuan dan serampangan. Roma 8:28 “..Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Ayat tersebut mengatakan bahwa Allah memiliki rencana dan panggilan bagi kita yang mengasihi DIA. Secara garis besar ada 3 tujuan Allah bagi setiap orang percaya :

– Hidup kudus dan bersekutu (unity dengan Tuhan dan sesama)

– Be fruitful and multiply – hidup yang berbuah, diberkati untuk menjadi berkat (Kejadian 1:28).

– Tinggal di dalam kasih (menjadi pelaku FirmanNya) sambil menantikan kedatangan Tuhan Yesus.  Menjadi saksi (terang dan garam dunia) supaya dunia percaya kepada Tuhan Yesus Kristus (Yohanes 17:21).

Untuk rencana dan tujuan inilah Allah menyelamatkan serta memulihkan kita. Kita diciptakan kembali untuk membawa kemuliaan bagi NamaNya, bukan untuk hidup bagi diri sendiri. Manusia lama kita telah mati dan hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

PENUTUP

Bila ada dari kita yang saat ini kasihnya mulai jadi dingin, tidak lagi bergairah dengan Tuhan, suam, perlahan-lahan kerajinan kendor, pikiran selalu negatif, hati mulai pahit, bersungut-sungut, menyalahkan, membanding-bandingkan – mari kita merendahkan hati, bertobat dan kembali kepada kemurnian iman yang semula kepada Tuhan. Bertumbuhlah dalam kasih karunia agar hati tidak menjadi picik, lupa bahwa dosa-dosa kita telah diampuni.

Allah sanggup memulihkan dan membuat segala sesuatu menjadi baru (Yesaya 43:19). Apapun yang terjadi dalam hidup kita, suka atau duka, kelemahan atau kesalahan yang kita lakukan – bisa dipakai Allah sebagai ‘bahan baku’ untuk membawa kita masuk dalam rencana dan tujuanNya.

Latest posts:

GOD’S  VOICE, VISION AND VICTORY (2)

GOD’S VOICE, VISION AND VICTORY (2)

Sekilas review minggu lalu..

Dalam proses pemuridan, orang percaya dituntun oleh Tuhan.

  1. Melalui suaraNya (His Voice)

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.” Yohanes 10:27

  1. Melalui visiNya (His Vision). Orang percaya mampu memandang jauh kedepan sampai kekekalan. (Yeremia 29:11).

Sambungan minggu ini :

  1. HIS VICTORY

 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (1 Korintus 15:57).

Cara pandang manusia/dunia tentang kemenangan berbeda dengan dengan cara pandang Tuhan.  Kemenangan kita adalah dalam Kristus, bukan dengan cara dan kekuatan sendiri. Bagaimana bisa mengalami kemenangan dengan cara Tuhan? Dengan merendahkan hati, taat mengikuti  suara Tuhan dan mengenakan cara pandangNya. Kunci kemenangan Tuhan Yesus adalah saat IA merendahkan diri, mengambil rupa seorang hamba dan taat kepada kehendak Allah Bapa. Inilah yang membuat Allah Bapa sangat meninggikan DIA.

yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ”Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Filipi 2:6-11).

Jika kita mau merendahkan hati dan taat, maka Roh Kudus akan memimpin dan memampukan kita untuk meresponi segala sesuatu dengan tepat sesuai kehendak Bapa; baik itu masalah, penderitaan/aniaya, ujian iman, jalan buntu/kemustahilan, kelemahan, kegagalan, keberhasilan, teguran, didikan, perbedaan pendapat/karakter, dlsb. Inilah yang dinamakan kemenangan dengan cara pandang Kristus. Seburuk apapun hal yang kita alami, Allah dapat mengubahnya menjadi sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi kita. Ratap dapat diubah jadi tarian, kutuk diubah jadi berkat, lembah kekelaman diubah jadi lembah pujian, dan kelemahan kita dipakai Tuhan untuk menyatakan kekuatan kuasaNya. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Tuhan.

Firman Tuhan mengatakan bahwa memang setiap orang yang mau hidup beribadah dalam Kristus akan menderita aniaya (2 Tim. 3:12). Tapi jangan takut dan gentar sebab sesungguhnya orang yang percaya kepada Kristus telah ditentukan untuk menjadi pemenang. “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” (1 Yohanes 5:4-5).

Kerendahan hati serta ketaatan adalah kunci kemenangan orang percaya. Kalaupun kita dianiaya, difitnah atau dihakimi oleh orang lain karena menyampaikan dan melakukan kebenaran, maka sikap yang paling bijak adalah merendahkan hati dan tidak menuntut hak kita karena pembalasan adalah hak Allah (bonus V: His Vengeance).

  1. HIS VENGEANCE

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. (Roma 12:19).

Banyak orang Kristen hanya mau dengar tentang Allah yang penuh kasih, memberkati, murah hati dan panjang sabar; tapi tidak suka kalau disampaikan tentang penghakiman dan pembalasan Tuhan. Orang yang  menyampaikan teguran kasih atau memberikan pengajaran semacam itu lantas dianggap seperti seorang ahli taurat yang sedang menghakimi jemaat.

Allah adalah Kasih, murah hati, penuh belas kasihan, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Di sisi lain Allah juga Maha Adil, IA menghukum setiap pelanggaran tanpa memandang bulu. Dalam waktu yang bersamaan, Allah sangat mengasihi kita, tetapi Dia juga tidak membiarkan DiriNya dipermainkan – apa yang kita tabur itu yang akan kita tuai. DidikanNya adalah demi kebaikan supaya kita luput dari hawa nafsu dunia yang membinasakan. Allah akan membalas setiap orang menurut perbuatannya (Roma 2:7-8). Berkat atas orang yang mau merendahkan hati, tapi murka Allah atas mereka yang congkak dan mengeraskan hati (Roma 2:5).

Sekalipun kita harus menderita karena kebenaran, kita akan disebut berbahagia. Mengapa? Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena dosa/kesalahan sendiri. Kristus sendiri memberi teladan kerendahan hati yang luar biasa dalam menghadapi aniaya yang menimpa DiriNya. Tuhan tidak menuntut hakNya melainkan menyerahkannya kepada Bapa.

Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. (1 Petrsu 2:23).

Kerendahan hati serta ketaatan akan mendatangkan pembelaan Tuhan dalam hidup kita, tetapi kesombongan menjadikan kita musuh Allah. Kesombongan membawa kepada kejatuhan sebab Allah menentang orang congkak tapi mengasihani orang  yang mau merendahkan hati.

PENUTUP

Hal penting yang harus dilakukan menjelang kedatangan Tuhan ke dua kali adalah berlaku sebagai gadis bijaksana yang mau dimuridkan dan dipersiapkan jadi mempelai Kristus. Waspada jangan sampai sudah begitu giat menjangkau jiwa/memberitakan Injil, tapi ternyata kita sendiri ditolak (1 Kor. 9:27). Murid Kristus sejati akan menghasilkan buah-buah kebenaran karena mengikuti His voice, His vision dan berjalan dalam His Victory. Tantangan, ujian dan penderitaan tetap harus dialami, tapi kasih karunia Allah (sufficient/cukup) baginya.

Latest posts: