Author: EM

Home / Articles posted by EM (Page 7)
WALAU SERIBU REBAH DISISIKU (2)

WALAU SERIBU REBAH DISISIKU (2)

“sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.” Mazmur 91:11

Badai kehidupan biarlah membuat kita semakin terdorong meningkatkan kualitas kerohanian kita: semakin giat beribadah dan melayani Tuhan, sebab kita yang setia dan tetap berpegang teguh kepada firman-Nya akan mampu melewati semuanya. “malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;” (ayat 10).

Baca renungan harian minggu ini selengkapnya di sini.

TANDA-TANDA ORANG YANG BERBUAH

TANDA-TANDA ORANG YANG BERBUAH

PENDAHULUAN

Berbuah adalah bukti kehidupan seorang murid Kristus yang terhubung pada Tuhan Yesus, Sang Pokok Anggur. Berbuah adalah tanda bahwa orang tersebut menghidupi firman, bukan hanya memiliki pengetahuan tentang firman. Sebanyak apapun  pengetahuan firman seseorang, selama tidak menjadi pelaku firman, maka sesungguhnya ia tidak mengalami pertumbuhan dan menghasilkan buah.

ISI

Yesus berkata, “Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka” (Matius 7:20). Kehidupan murid Kristus sejati adalah kehidupan yang berproses. Hal itu dapat dilihat dari perbuatan, perkataan, dan buah-buah kehidupannya yang semakin menyerupai Kristus.

Untuk berbuah, tentu ada benih yang harus ditabur. Benih itu adalah firman Tuhan yang ditanam di tanah hati kita oleh Roh Kudus. DIA-lah yang memberi pewahyuan/pengertian, menuntun kepada kebenaran serta menolong kita untuk melakukan firman tersebut. Bagian kita adalah menjaga hati dengan segala kewaspadaan supaya benih firman dapat tertanam di tanah yang baik, bertumbuh dengan subur dan berbuah, hasilnya ada yang 30, 60 dan 100 kali lipat.

Secara sederhana, berikut adalah buah yang dihasilkan oleh orang yang menjadi pelaku firman :

1. Buah pertobatan.

Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan (Lukas 3:8).

Seseorang yang sudah lahir baru dan hidup dalam pertobatan pasti menghasilkan buah-buah pertobatan. Bertobat bukan sekedar menyesal karena diliputi perasaan bersalah; bertobat adalah berbalik kepada Allah dan firman-Nya dengan sepenuh hati. Menanggalkan manusia lama, mengalami pembaruan dalam roh dan pikiran dengan firman Tuhan; dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya (Efesus 4:22-24). Oleh kuasa dan pimpinan Roh, ia  menyalibkan perbuatan daging dengan segala hawa nafsu/keinginannya dan senantiasa hidup dalam pertobatan.

2. Buah Roh.

 Tetapi buah Roh ialah: kasih,  sukacita, damai sejahtera,  kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.  Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu (Galatia 5:22).

Buah-buah Roh adalah bukti utama seseorang yang hidup oleh iman (menjadi pelaku firman) dan berjalan dalam pimpinan Roh Kudus. Buah Roh bukanlah sifat bawaan/watak, tetapi karakter orang percaya yang telah mengalami pembaruan karena melekat pada Kristus. Buah Roh adalah karya Roh Kudus yang dihasilkan secara progresif di mana karakter orang tersebut semakin menyerupai Kristus.

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar (2 Korintus 3:18).

3. Buah kebenaran dan perbuatan baik.

Tuhan Yesus adalah Kebenaran; mereka yang terhubung dengan DIA juga akan menghasilkan buah-buah kebenaran. Buah kebenaran merujuk pada pekerjaan/perbuatan baik, kasih, damai sejahtera; suatu sikap perilaku yang mencerminkan Kristus. Buah kebenaran juga bicara tentang firman kebenaran digenapi dalam hidup kita karena kita menaati perintah Tuhan.

Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,  sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,  penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah (Filipi 1:9-11).

4. Buah-buah yang kita hasilkan membawa kemuliaan bagi Allah.

Berbuah banyak dan matang bicara tentang hidup yang semakin menyerupai Kristus, baik dalam karakter, perilaku dan buah pelayanan. Berbuah merupakan kesaksian terbaik kita yang memberkati serta berdampak kepada kehidupan orang lain. Ketika berbuah banyak, orang bisa melihat dan  mengalami Kristus melalui hidup kita. Ketika berbuah banyak, orang bisa melihat prinsip/nilai-nilai Kerajaan Allah yang sangat berbeda dengan yang dunia tawarkan. Ketika berbuah banyak, Bapa sebagai pemilik kebun anggur dipermuliakan.

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan,  yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku. (Yohanes 15:8)

PENUTUP

Kita dipanggil untuk menjadi berkat, bukan untuk mengejar berkat. Kita adalah orang-orang yang telah lebih dulu diberkati dengan segala berkat rohani (Efesus 1:3) agar bisa menjadi duta terang Kerajaan Allah yang memberkati serta mendampaki dunia. Sesungguhnya buah-buah yang kita hasilkan mengandung benih yang ditabur dalam kehidupan orang lain.

Selanjutnya orang tersebut akan bertumbuh dan membuahkan hasil yang akan mendampaki kehidupan orang lain lagi, demikian seterusnya. Ini yang dimaksudkan Tuhan Allah sewaktu menciptakan manusia : Then God blessed them, and God said to them, “Be fruitful and multiply…” (Genesis 1: 28a, NKJV). Berbuah dan mengalami multiplikasi.

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang,  supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga (Matius 5:16).

MENYELESAIKAN MASALAH SECARA ALKITABIAH

MENYELESAIKAN MASALAH SECARA ALKITABIAH

“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.” Matius 18:15

Dalam hidup sehari-hari sering kita jumpai ada orang-orang yang suka sekali membicarakan kelemahan dan kesalahan orang lain. Ketika melihat orang lain jatuh dalam dosa atau berbuat kesalahan mereka langsung menjadikan hal itu sebagai bahan gosip dan pergunjingan, sehingga orang yang berbuat dosa tersebut menjadi sangat malu.

Berhati-hatilah! “Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38b). Tidak selayaknya kita menghakimi dan menyudutkan orang yang berbuat kesalahan tersebut, sebaliknya …

Baca renungan harian minggu ini selengkapnya di sini.

KITA PERLU BERTUMBUH WALAU ITU TIDAK ENAK

KITA PERLU BERTUMBUH WALAU ITU TIDAK ENAK

PENDAHULUAN

Semua orang pasti tidak menyukai yang namanya masalah, tekanan atau penderitaan terjadi dalam hidupnya. Bagi yang mau dimuridkan, masalah, tekanan dan penderitaan merupakan media yang dipakai Tuhan supaya kita semakin berakar, mengalami pertumbuhan dan menghasilkan buah yang matang. Bertumbuh itu suatu proses yang menyakitkan dan  tidak mudah, tapi kita memerlukannya. Proses Tuhan memang tidak cepat, tapi pasti tepat seperti yang kita butuhkan.

 

ISI

Proses Tuhan itu sesuatu yang menyakitkan bagi ‘daging’/flesh, tapi menghasilkan sesuatu yang baik bagi manusia roh kita. Hal-hal apa saja yang terjadi dalam suatu proses pertumbuhan?

1. Kesulitan menghasilkan ketekunan (baca Yakobus 1:2-4)

Salah satu prinsip yang harus kita pegang sebagai murid Kristus : masalah, tekanan dan penderitaan diijinkan Tuhan terjadi untuk tujuan yang baik. Itu semua merupakan ujian iman yang berpotensi menghasilkan sesuatu yang ilahi dan kekal dalam diri kita.

Ujian iman akan menghasilkan sebuah karakter yang kuat dan mulia yaitu ketekunan. Di bahan Cool bulan lalu kita belajar bahwa ketekunan adalah kapasitas/kemampuan untuk menanggung derita, kesengsaraan, rasa sakit, malapetaka, intimidasi atau yang jahat dengan ketenangan dan ketekunan tanpa menjadi marah, menggerutu atau merasa tidak puas. Hatinya tetap setia, tidak menjadi kecewa dan menyalahkan Tuhan atau orang lain.

Untuk menghasilkan karakter seperti ini, Allah perlu melatih kita berulang-ulang melalui beragam masalah, tekanan dan penderitaan. Ketekunan tidak pernah dihasilkan dari zona nyaman dan  jalan pintas. Dengan ketekunan kita akan menghasilkan buah yang matang, sehingga kita menjadi sempurna, utuh dan tak kekurangan suatu apapun (artinya jiwa yang dipenuhi oleh kasih Tuhan, firman kebenaran dan damai sejahtera).

Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,  dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Roma 5:3–5

2. Tuhan menggunakan tekanan untuk memurnikan iman kita.

Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.  Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu  –yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api  –sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya (1 Petrus 1: 6-7).

Pernahkah kita mencoba untuk bergembira di saat mengalami berbagai ujian iman? Nampaknya orang lebih memilih mengasihani diri ketika ada dalam tekanan dan masalah. Firman Tuhan menasehati kita untuk bergembira sekalipun sekarang ini kita seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai ujian. Setiap kita harus mengalami proses pemurnian iman, karena itu adalah kehendak Allah. Bukan karena Allah kejam, tapi karena IA sangat ingin bergaul karib dengan kita.

Untuk bergaul karib dengan Allah yang kudus, segala hal yang menghambat iman percaya kita kepada-Nya seperti kesombongan, mengandalkan kekuatan sendiri, kecemaran, keinginan daging/hawa nafsu, cinta akan uang, keraguan, ketakutan, dosa dlsb harus dibuang. Allah ingin kita percaya kepada-Nya dengan iman yang bulat dan murni seperti seorang anak kecil. Oleh karena itu Allah perlu menghajar kita demi kebaikan, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya (Ibrani 12:10b). Didikan Tuhan akan mengusir kebodohan dalam hati kita.

Iman yang murni berorientasi kepada kehendak dan rencana Allah. Iman yang murni diperlukan untuk melakukan kehendak dan rencana Allah, bukan untuk memuaskan keinginan dan agenda pribadi kita. Iman yang murni mengikut Tuhan dengan ketulusan dan motivasi yang benar. Hatinya benar-benar melekat kepada Allah, bukan kepada berkat, karunia, promosi, mukjizat, hal spektakuler atau lainnya. Iman yang murni meluruskan jalan kita untuk mendapat perkenanan Tuhan dan setia sampai kepada garis akhir… sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Ny

3. Setia dalam proses akan menghasilkan buah yang matang dan banyak.

Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun (Yakobus 1: 4)

Pertumbuhan memerlukan waktu dan ketekunan. Orang yang setia dan bertekun dalam proses (tetap hidup oleh iman walau mengalami penderitaan, didikan dan masalah) pasti bertumbuh jadi dewasa rohani. “jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8: 31b). Firman Tuhan membersihkan dan memerdekakan kita dari ikatan, berhala, pikiran yang keliru, hawa nafsu kedagingan, dari ‘self’, dlsb. Kebenaran yang memerdekakan itu termanifestasi sebagai buah-buah kehidupan yang matang.

 

PENUTUP

Proses Tuhan itu sesuatu yang menyakitkan bagi ‘daging’/flesh, tapi menghasilkan sesuatu yang baik bagi manusia roh kita. Ujian iman dan pemurnian membuat kita bertumbuh dan menghasilkan buah-buah kehidupan yang matang sehingga Bapa dipermuliakan.  Bukankah itu yang dijanjikan Tuhan Yesus dalam Yohanes 10:10b : Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,  dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

PEMISAHAN  VS  PEMURNIAN

PEMISAHAN VS PEMURNIAN

PENDAHULUAN

Keselamatan dalam Kristus Yesus adalah anugerah Allah yang harus kita responi dengan iman dan sikap hati yang benar. Allah menghendaki kita mengerjakan keselamatan tersebut supaya menghasilkan hidup yang berbuah banyak. Sebagai ranting, kita harus tinggal pada Pokok Anggur yang benar yaitu Tuhan Yesus, dan Allah sebagai pemilik kebun anggur akan mengupayakan supaya ranting-ranting tersebut berbuah. Untuk itu IA perlu memotong ranting-ranting yang tidak berbuah dan memangkas ranting-ranting yang berbuah, supaya berbuah lebih banyak lagi.

ISI

Yohanes 15:2-3 (TB)  Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuahdibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Allah “memotong” dengan dua tujuan berbeda: yang pertama untuk memisahkan; yang ke dua untuk membersihkan/memurnikan. Ranting yang tidak menghasilkan buah perlu dibuang karena tidak berguna. Ranting yang berbuah akan dibersihkan melalui pemangkasan (pruning) untuk meningkatkan jumlah dan kualitas buah yang dihasilkan.

1. Pemotongan ranting yang tidak berbuah adalah pemisahan.

..ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya..

Sebagai pemilik kebun anggur, Bapa berhak memotong/membuang keinginan hawa nafsu, ambisi, kesombongan, self-centered, sifat egois, hobby, kebiasaan, aktifitas/kesibukan, ikatan, sesuatu yang menjadi berhala, hubungan yang toksik, atau hal-hal lain di hidup kita yang dipandang tidak kudus, tidak berguna, mencelakakan serta tidak berkenan di hadapan-Nya.

Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah;  tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk,  yang berakhir dengan pembakaran (Ibrani 6:7-8).

2. Pemangkasan ranting yang berbuah adalah pemurnian, supaya menghasilkan buah yang lebih banyak lagi.

 ..setiap ranting yang berbuahdibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

Saat tinggal dalam Yesus dan berakar dalam kasih-Nya, kita akan terus dibersihkan agar semakin banyak berbuah. Pruning (pemangkasan) akan dilakukan oleh Bapa (sebagai pemilik kebun anggur) dengan firman-Nya yang tajam seperti pedang bermata dua.

Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12).

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar,  untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Timotius 3:16).

Untuk bertumbuh harus ada keputusan yang disengaja; hati harus selalu dijaga supaya tetap lemah lembut, tidak berbatu dan bersemak duri supaya firman Tuhan tumbuh di tanah hati kita yang subur. Tanah hati yang subur adalah hati yang haus dan lapar, percaya dan mau taat.

Hubungan kasih dengan Allah sangat menentukan kerelaan kita untuk mau dibersihkan/dididik.

 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya (Ibrani 12:11).

Mungkin hidup kita sudah berbuah, tapi Allah mau lebih meningkatkan kuantitas (jumlah) dan kualitas (mutu/kematangan/kemuliaan) buah tersebut. Dengan pertolongan Roh Kudus, benih firman yang meningkat menjadi pewahyuan akan mendorong kita untuk mau terus dikoreksi, hidup dalam pertobatan, taat, terus bertumbuh, diuji, dimurnikan sehingga menghasilkan buah sesuai standar yang Allah tetapkan. Jadi perkara berbuah bukanlah prestasi diri sendiri tapi hanya karena kasih karunia Allah, sebab di luar Yesus kita tidak dapat menghasilkan apa-apa.

PENUTUP

Pemotongan bukanlah suatu hukuman, tapi bagian dari perjalanan iman yang memang harus kita lalui dan demi kebaikan kita sendiri. Proses pemurnian lewat ujian iman adalah tanda bahwa kita terhubung dengan Pokok Anggur dan berharga serta dikasihi oleh Bapa. Responi pemotongan yaitu proses didikan Tuhan dengan iman yang murni, yang berakar dalam kasih.

 Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak (Mazmur 6:10).

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar;  sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! (Wahyu 3:19).

HIDUP KUDUS: Standar Hidup Orang Percaya

HIDUP KUDUS: Standar Hidup Orang Percaya

“…hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,” 1 Petrus 1:15

Hidup dalam kekudusan dan tidak bercacat sesungguhnya adalah kehendak Tuhan bagi setiap manusia, sebab Tuhan telah menciptakan manusia menurut gambar-Nya (baca Ke-jadian 1:27). Tuhan adalah kudus, maka Ia pun menghendaki manusia kudus seperti diri-Nya. “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (1 Petrus 1:16). Karena Tuhan adalah kudus maka Ia tidak dapat menyatu dengan ketidakkudusan dan segala bentuk kecemaran. Dengan kata lain kalau kita tidak hidup dalam kekudusan kita pun tidak dapat menyatu dengan Tu-han. Alkitab menegaskan bahwa tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan, maka dari itu “…kejarlah kekudusan,” (Ibrani 12:14). Apabila kita ingin melihat dan mengalami kehadiran Tuhan syarat mutlaknya hidup dalam kekudusan.

Baca renungan harian minggu ini selengkapnya di sini.

TERHUBUNG DENGAN POKOK ANGGUR

TERHUBUNG DENGAN POKOK ANGGUR

Tema Bulan May : Bertumbuh dan berbuah sesuai kehendak Tuhan

Sub Tema : TERHUBUNG DENGAN POKOK ANGGUR

PENDAHULUAN

Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dialah Pokok Anggur yang benar; orang percaya adalah ranting-ranting dari pokok anggur tersebut; sedangkan Allah Bapa adalah pengusaha yang menghendaki hasil (buah) dari kebun anggur-Nya. Tuhan telah memilih dan menetapkan kita untuk pergi dan menghasilkan buah, sebagai tanda bahwa kita adalah murid-murid-Nya.

ISI

Yohanes 15:

1)Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 2)Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah,  dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah,  dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.  3)Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.  4)Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.  Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.  5)Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak,  sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Tuhan Yesus adalah Pokok Anggur yang benar dan kita adalah ranting-rantingnya. IA adalah Kebenaran; tidak ada kepalsuan/kesesatan, keraguan, kebingungan dan kegelapan di dalam Kristus. Kebenaran itu adalah asupan nutrisi bagi roh kita supaya dapat bertumbuh, menjadi dewasa dalam iman dan berbuah. Kebenaran itu akan mengajar, menegur, memperbaiki kesalahan, mendidik, menuntun dan memerdekakan kita.

Untuk dapat menghasilkan buah, ranting harus terhubung dengan pokok anggur. Tanpa hubungan dengan Yesus, Sang Pokok Anggur, kita hanya sekedar ada/eksis tapi tidak memiliki ‘kehidupan’ rohani. Tanpa terhubung dengan Tuhan Yesus, kita hanya sekedar sibuk dengan berbagai kegiatan (termasuk pelayanan), namun tidak berbuah.

Kualitas kehidupan kita bergantung pada hubungan kasih kita dengan Kristus, sebagai sumber kehidupan. Ranting yang terhubung dengan Pokok Anggur akan menghasilkan buah dengan kualitas yang serupa dengan Pokok Anggur (menjadi semakin serupa dengan gambar-Nya). Yoh. 15:5 mengatakan : Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak,  sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Bagaimana caranya terhubung dengan Pokok Anggur?

Tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia -> artinya  peliharalah persekutuan dengan Kristus secara pribadi melalui doa pujian penyembahan; firman-Nya kita baca, renungkan, pelajari dan perkatakan. Firman Tuhan akan memperbarui akal budi dan menguasai hati kita. Firman Tuhan memberikan cara pandang baru/ilahi dalam melihat segala sesuatu. Firman Tuhan menjadi landasan kita berpikir, menganalisa, mengambil keputusan, menetapkan prioritas, bertindak, berkata-kata, membentuk gaya hidup, serta menjadi nilai/prinsip utama dalam seluruh aspek kehidupan kita. Selanjutnya, Roh Kudus akan mengingatkan kita tentang perkataan Kristus (maksudnya menghidupkan firman, memberikan hikmat dan pewahyuan akan kehendak Allah), serta mendorong kita untuk menaati DIA (menjadi pelaku firman). “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku..” (Yohanes 14:23a). Roh Kudus bukan hanya mendorong kita untuk menjadi pelaku firman, tapi juga menolong kita untuk lebih dulu hidup dalam pertobatan.

Mazmur 1:1-3 mengatakan bahwa orang yang kesukaannya adalah firman Allah dan merenungkannya siang dan malam, diibaratkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang pasti menghasilkan buah pada musimnya dan apa saja yanf diperbuatnya berhasil. Dengan kata lain, mereka yang terhubung dengan Pokok Anggur memiliki kehidupan rohani, jiwa dan fisik yang berbuah dan berhasil (berkualitas, living life to the fullest).

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,  yang tidak berdiri di jalan orang berdosa,  dan yang tidak duduk  dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN,  dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.  Ia seperti pohon,  yang ditanam di tepi aliran air,  yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya;  apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1:1-3)

Refleksi :

Apa yang mendominasi pikiran dan hati kita sepanjang hari? Apakah keinginan hawa nafsu, kekuatiran, kebencian, kejengkelan, kekecewaan, ketidakpuasan, kesalahan/kelemahan orang lain, uang/harta, gossip terbaru, atau  memikirkan apa yang dunia tawarkan lewat social media..?

Jika iya, maka kita perlu bertobat lalu menata ulang isi pikiran dan hati kita dengan merenungkan kebenaran firman Tuhan yang kita dapat melalui saat teduh pribadi/pembacaan firman tiap hari, sharing firman di Ibadah Raya, Cool, atau ibadah tengah minggu lainnya. Isi juga pikiran dan hati kita dengan kebaikan Tuhan yang telah kita terma, pengalaman pribadi dengan Dia; dengan lagu-lagu pujian penyembahan yang mengingat kasih setia Tuhan, yang memuji kebesaran dan mengagungkan Nama-Nya, yang mendeklarasikan janji-janji-Nya, dsb.

Kalau pikiran kita diserang oleh panah-panah api si jahat berupa intimidasi, kekuatiran, ketakutan, keraguan, pikiran yang membangkitkan hawa nafsu kedagingan dan pikiran tidak sesuai dengan firman Tuhan – jangan diam saja apalagi merenungkannya, melainkan tolak itu semua dalam nama Tuhan Yesus. Tundukkan pikiran kita kepada Kristus dan firman-Nya (Fil. 4:8).

Kami menawan segala pikiran dan menaklukannya kepada Kristus (2 Kor. 10:5b).

PENUTUP

Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.  Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. (Kolose 2:6-7)

Hendaklah hidup kita tetap di dalam DIA; terhubunglah dengan Pokok Anggur dengan memelihara persekutuan pribadi dengan Tuhan Yesus setiap hari dan firman-Nya memenuhi hati kita. Hanya dalam keadaan inilah kita mengalami karya Roh Kudus dan diproses (membutuhkan waktu) untuk menghasilkan buah. .. sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

BERTUMBUH DAN BERBUAH SESUAI DENGAN KEHENDAK TUHAN

BERTUMBUH DAN BERBUAH SESUAI DENGAN KEHENDAK TUHAN

BERTUMBUH DAN BERBUAH SESUAI DENGAN KEHENDAK TUHAN

Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dialah Pokok Anggur yang benar; orang percaya adalah ranting-ranting yang terhubung pokok anggur tersebut; sedangkan Allah Bapa adalah pengusaha yang menghendaki hasil (buah) dari kebun anggur-Nya. Tuhan telah memilih dan menetapkan kita untuk pergi dan menghasilkan buah, sebagai tanda bahwa kita adalah murid-murid-Nya.
Yohanes 15:

1)Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

2)Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

3)Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

4)Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

5)Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Tuhan Yesus adalah Pokok Anggur yang benar. IA adalah Kebenaran itu sendiri; tidak ada kepalsuan/kesesatan, keraguan, kebingungan dan kegelapan di dalam Kristus. Kebenaran itu adalah asupan nutrisi bagi manusia roh kita supaya dapat bertumbuh, menjadi dewasa dalam iman dan berbuah. Kebenaran itu akan mengajar, menegur, memperbaiki kesalahan, mendidik, menuntun dan memerdekakan kita.

TERHUBUNG DENGAN POKOK ANGGUR

Untuk dapat menghasilkan buah, tentu saja ranting harus terhubung dengan pokok anggur. Tanpa hubungan dengan Sang Pokok Anggur, maka kita hanya sekedar ada/eksis dan tidak memiliki ‘kehidupan’ rohani. Tanpa terhubung dengan Tuhan Yesus, kita hanya sekedar sibuk dengan berbagai kegiatan (termasuk pelayanan), namun tidak berbuah.

Kualitas kehidupan kita bergantung pada hubungan kasih dengan Kristus, sebagai sumber kehidupan. Ranting yang terhubung dengan Pokok Anggur akan menghasilkan buah dengan kualitas yang serupa dengan Pokok Anggur (menjadi semakin serupa dengan gambar-Nya). Yohanes 15:5 mengatakan : Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Bagaimana cara kita terhubung dengan Pokok Anggur?

Tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.. Peliharalah persekutuan dengan Kristus secara pribadi melalui doa pujian penyembahan; baca, renungkan, pelajari dan perkatakan Firman Tuhan sebab itu akan memperbarui akal budi dan menguasai hati kita. Firman Tuhan memberikan cara pandang ilahi dalam melihat segala sesuatu. Firman Tuhan menjadi landasan kita berpikir, menganalisa, mengambil keputusan, menetapkan prioritas, bertindak, berkata-kata, membentuk gaya hidup, serta menjadi nilai/prinsip utama dalam seluruh aspek kehidupan kita. Selanjutnya, Roh Kudus akan mengingatkan kita tentang perkataan Kristus, memberikan hikmat dan pewahyuan akan kehendak Allah, mendorong kita untuk menaati DIA (menjadi pelaku firman) dan untuk hidup dalam pertobatan. “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku..” (Yohanes 14:23a).

Mazmur 1:1-3 mengatakan bahwa orang yang kesukaannya adalah firman Allah dan merenungkannya siang dan malam, diibaratkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang pasti menghasilkan buah pada musimnya dan apa saja yang diperbuatnya berhasil. Mereka yang terhubung dengan Pokok Anggur memiliki kehidupan rohani, jiwa dan fisik yang berbuah dan berhasil (berkualitas, living life to the fullest).

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1:1-3)

Refleksi :
Apa yang mendominasi pikiran dan hati kita sepanjang hari? Apakah keinginan hawa nafsu, kekuatiran, membanding-bangdingkan, kebencian, kejengkelan, kekecewaan, ketidakpuasan, kesalahan/kelemahan orang lain, uang/harta, gossip terbaru, atau memikirkan apa yang dunia tawarkan lewat social media..?

Jika iya, maka kita perlu bertobat lalu menata ulang isi pikiran dan hati kita dengan merenungkan kebenaran firman Tuhan yang kita dapat, misalnya melalui saat teduh pribadi/pembacaan firman tiap hari, sharing firman di Ibadah Raya, Cool, atau ibadah tengah minggu lainnya. Isi juga pikiran dan hati kita dengan kebaikan Tuhan/pengalaman pribadi dengan Dia; dengan lagu-lagu pujian dan ucapan syukur, yang memuji kebesaran dan keagungan-Nya, yang mendeklarasikan janji-janji-Nya, dsb.

Kalau pikiran kita diserang oleh panah-panah api si jahat berupa intimidasi, kekuatiran, ketakutan, keraguan, pikiran yang membangkitkan hawa nafsu kedagingan dan pikiran tidak sesuai dengan firman Tuhan – jangan diam saja apalagi merenungkannya, melainkan tolak itu semua dalam nama Tuhan Yesus. Tundukkan pikiran kita kepada Kristus dan firman-Nya (Fil. 4:8, 2 Kor. 10:5b).

Hendaklah hidup kita tetap di dalam DIA; terhubunglah dengan Pokok Anggur dengan memelihara persekutuan pribadi dengan Tuhan Yesus setiap hari dan firman-Nya memenuhi hati kita. Hanya dalam keadaan inilah kita mengalami karya Roh Kudus dan diproses (membutuhkan waktu) untuk menghasilkan buah.

Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. (Kolose 2:6-7)

PEMISAHAN VS PEMURNIAN
Keselamatan dalam Kristus Yesus adalah anugerah Allah yang harus kita responi dengan iman dan sikap hati yang benar. Allah menghendaki kita mengerjakan keselamatan tersebut supaya menghasilkan hidup yang berbuah banyak. Untuk itu IA perlu memotong ranting-ranting yang tidak berbuah dan memangkas ranting-ranting yang berbuah, supaya berbuah lebih banyak lagi.

Yohanes 15:2-3 (TB) Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Allah “memotong” dengan dua tujuan berbeda: yang pertama untuk memisahkan; yang ke dua untuk membersihkan/memurnikan. Ranting yang tidak menghasilkan buah perlu dibuang karena tidak berguna. Ranting yang berbuah akan dibersihkan melalui pemangkasan (pruning) untuk meningkatkan jumlah dan kualitas buah yang dihasilkan.

1. Pemotongan ranting yang tidak berbuah adalah pemisahan.
..ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya..
Sebagai pemilik kebun anggur, Bapa berhak memotong/membuang keinginan hawa nafsu, ambisi, kesombongan, self-centered, sifat egois,hobby, kebiasaan, aktifitas/kesibukan, ikatan, sesuatu yang menjadi berhala, hubungan yang toksik, atau hal-hal lain di hidup kita yang dipandang tidak kudus, tidak berguna, mencelakakan serta tidak berkenan di hadapan-Nya.

Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran (Ibrani 6:7-8).

2. Pemangkasan ranting yang berbuah adalah pemurnian, supaya menghasilkan buah yang lebih banyak lagi. 

..setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

Saat tinggal dalam Yesus dan berakar dalam kasih-Nya, kita akan terus dibersihkan agar semakin banyak berbuah. Pruning (pemangkasan) akan dilakukan oleh Bapa dengan firman-Nya yang tajam seperti pedang bermata dua.

“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12).
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Timotius 3:16).

Pertumbuhan rohani tidak terjadi dengan sendirinya melainkan sebuah keputusan yang harus kita ambil. Hati harus selalu dijaga supaya tidak berbatu dan bersemak duri supaya benih firman Tuhan dapat bertumbuh. Tanah hati yang subur adalah hati yang haus dan lapar, percaya dan mau taat. Hubungan kasih dengan Allah sangat menentukan kerelaan kita untuk mau dibersihkan/dididik.
Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya (Ibrani 12:11).

Mungkin hidup kita sudah berbuah, tapi Allah mau lebih meningkatkan kuantitas (jumlah) dan kualitas (mutu/kematangan/kemuliaan) buah tersebut. Dengan pertolongan Roh Kudus, benih firman yang meningkat menjadi pewahyuan akan mendorong kita untuk mau terus dikoreksi, hidup dalam pertobatan, taat, terus bertumbuh, diuji, dimurnikan sehingga menghasilkan buah sesuai standar yang Allah tetapkan. Jadi perkara berbuah bukanlah prestasi diri sendiri tapi hanya karena kasih karunia Allah, sebab di luar Yesus kita tidak dapat menghasilkan apa-apa.

Pemotongan bukanlah suatu hukuman, tapi bagian dari perjalanan iman yang memang harus kita lalui dan demi kebaikan kita sendiri. Proses pemurnian lewat ujian iman adalah tanda bahwa kita terhubung dengan Pokok Anggur dan berharga serta dikasihi oleh Bapa. Responi pemotongan yaitu proses didikan Tuhan dengan iman yang murni, yang berakar dalam kasih.

Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak (Mazmur 66:10).

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! (Wahyu 3:19).

TUHAN YESUS NAIK KE SORGA: Jaminan Bagi Orang Percaya (1)

TUHAN YESUS NAIK KE SORGA: Jaminan Bagi Orang Percaya (1)

“Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.” Lukas 24:51

Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena kita hidup di Indonesia, negara yang berazaskan Pancasila ini, yang telah menetapkan hari kenaikan Yesus Kristus ke sorga sebagai hari libur nasional. Ini menunjukkan bahwa bangsa kita mengakui secara nasional peristiwa kenaikan Yesus ke sorga. Pernahkah Saudara menemukan jawaban mengapa kita merayakan peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga? Ada banyak orang Kristen yang merayakan hari kenaikan Yesus ini tanpa pengertian yang benar. Jika kita tidak mengerti sia-sialah ibadah perayaan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga yang kita lakukan.

Baca renungan harian minggu ini selengkapnya di sini.