Weekly Message

Home / Archive by category "Weekly Message" (Page 19)
PARADIGMA BARU DI DALAM TUJUH GUNUNG

PARADIGMA BARU DI DALAM TUJUH GUNUNG

“Firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu,
dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!
Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh,
belumkah kamu mengetahuinya?
Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.
Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta,
sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun
dan sungai-sungai di padang belantara,
untuk memberi minum umat pilihan-Ku;
umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.”
Yesaya 43:18-21

Gembala Pembina kita, Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo telah mendeklarasikan bahwa tahun 2022 adalah “Tahun Paradigma yang Baru” atau “The Year of a New Paradigm.”
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ‘paradigma’ berarti suatu ‘model/contoh’ dan juga berarti ‘kerangka berpikir’.
Yang menjadi pertanyaan selanjutnya untuk kita adalah: Paradigma baru di dalam hal apa sajakah yang harus terjadi di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya yang masih hidup di bumi ini?

Dalam 2 Samuel 5 dan 6, kita mendapatkan kisah Daud membawa Tabut Perjanjian, yang adalah lambang kehadiran Allah; ke Yerusalem.
Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan berkomentar bahwa ketika Daud mengangkut Tabut Perjanjian ke Yerusalem, ia mengubah kota tersebut menjadi pusat penyembahan dan ibu kota Israel. Ia menetapkan ibadah kepada Tuhan sebagai prioritas tertinggi Israel. Ia merestorasi bentuk penyembahan yang lama dengan bentuk yang baru. Perubahan paradigma di dalam penyembahan kepada Tuhan ini dapat menjadi suatu acuan bahwa perubahan paradigma pun dapat terjadi di segala aspek kehidupan orang percaya.

Mari kita tarik mundur pengertian kita tentang paradigma yang baru kepada kisah awal penciptaan. Philip Graham Ryken Ph. D, seorang teolog dari Amerika Serikat dan rektor dari Wheaton College; sebuah universitas Kristen, di dalam bukunya “What is The Christian Worldview?” menuliskan bahwa sejak awal penciptaan, Tuhan menciptakan manusia segambar dan serupa dengan Allah dengan tujuan agar manusia menguasai dan mengelola segala ciptaanNya dan tinggal ditaman Eden sambil menikmati hubungan yang intim dengan Allah.
Semua hal diciptakan Tuhan baik adanya, dan manusia diperintahkan untuk mengembangkan segala sumber daya yang ada secara maksimal agar manusia dapat menyatakan siapa Allah sebenarnya dan memenuhi bumi dengan kemuliaan-Nya. (Kejadian 2:15)

Tapi karena tertipu, Adam dan Hawa jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Sehingga manusia sibuk mencari kepentingan diri sendiri dan melupakan sang Pencipta.
Dengan adanya pengorbanan Yesus disalib maka manusia dipulihkan, status dan identitasnya.

Jadi manusia; secara khusus orang percaya, diperintahkan untuk memuliakan Tuhan melalui bidang-bidang kehidupan dengan mengelola dan mengembangkan talenta dan karunia dalam segala aspek kehidupan di dunia ini.
Dr. Bill Bright, pendiri dari gerakan Campus Crusade for Christ, dan Loren Cunningham, pendiri dari gerakan Youth With A Mission, pada saat yang hampir bersamaan menerima sebuah pewahyuan dari Tuhan mengenai bidang-bidang di mana orang percaya harus memberikan dampak, yang dikenal dengan sebutan The Seven Mountains of Influence/Ketujuh Gunung Pengaruh. Dalam perkembangan selanjutnya, ‘Tujuh Gunung’ ini dikenal dengan istilah ABCDEFG, yaitu:
1. Arts and Entertainment – Seni dan Hiburan
2. Business – Bisnis
3. Church – Gereja
4. Development of the Poor – Pelayanan kepada orang-orang miskin
5. Education – Pendidikan
6. Family – Keluarga
7. Government – Pemerintahan

Lalu apakah kaitan antara Daud membawa Tabut Perjanjian Allah ke Yerusalem dengan ketujuh gunung pengaruh tersebut? Untuk diketahui, Yerusalem yang sebelumnya adalah kota ‘sekuler’ milik orang Yebus dan secara geografis, di antara 7 gunung, Dipulihkan menjadi kota Allah, yang sering disebut sebagai Sion. Oleh sebab itu, hadirat Tuhan memenuhi seluruh bidang kehidupan di kota Yerusalem, bukan hanya di Tabut saja, namun ada dalam atmosfer ilahi. Saat Raja Daud masuk ke kota Yerusalem, ia bukan saja sedang merestorasi bentuk penyembahan kepada Tuhan. Melainkan, ia juga sedang merestorasi bidang-bidang kehidupan lain yang dapat ditafsirkan sebagai ketujuh gunung (A,B,C,D,E,F,G) yang disebutkan di atas.

Dalam Yesaya 43:18, Tuhan berfirman agar umat-Nya tidak lagi mengingat hal-hal yang dulu, artinya, bahkan kesuksesan yang pernah terjadi sebelumnya. Mengapa? Karena Tuhan akan memberikan hal-hal yang baru bagi umat-Nya, yaitu suatu kerangka berpikir baru agar umat-Nya dapat memberikan dampak di dalam bidang-bidang kehidupan di bumi ini.
Bagaimana caranya agar kerangka berpikir baru ini dapat memberikan dampak atau pengaruh bagi 7 gunung ini? Mari kita perhatikan kisah mengenai Stefanus, salah satu dari 7 orang yang dipilih oleh para rasul untuk melayani orang miskin, seorang yang penuh Roh dan hikmat. (Kisah Para Rasul 6:1-7)

Kelihatan pada awalnya sepertinya tugas yang diberikan kepada Stefanus ini sama sekali tidak bersifat spiritual. Namun, Stefanus dipilih karena ia penuh dengan Roh dan hikmat. Stefanus tidak dipilih untuk mengajar Firman atau untuk suatu tugas misi memberitakan Injil, tetapi Tuhan memakai Stefanus secara luar biasa di antara orang-orang yang dia layani. Dapat dikatakan bahwa Stefanus menemukan panggilan ilahi di tengah-tengah pekerjaan sehari-harinya. Karena penuh dengan Roh, bahkan Stefanus mengadakan banyak mukjizat dan tanda di antara orang banyak. (Kisah Para Rasul 6:8)
Di tengah-keadaan ini, mujizat terjadi-namun tetap saja ada orang-orang yang menentang Stefanus. Alkitab mencatat bahwa “mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara”. (Kisah Para Rasul 6:10)
Stefanus berjalan dalam kuasa Roh dan ia membuat dampak yang besar bagi orang-orang di sekitarnya. Ia percaya bahwa ia dipanggil untuk membuat perubahan di di mana ia ditempatkan.

Dari kisah Stefanus kita dapati bahwa kita dapat membuat suatu restorasi di bidang apa saja di mana kita ditempatkan, saat kita berjalan di dalam kuasa Roh Kudus. Dengan kuasa tersebut, sama seperti Daud, kita dipakai ‘membawa’ hadirat Allah ke setiap bidang kehidupan di bumi, yang diwakili oleh ketujuh bidang kehidupan di atas. Membawa hadirat Allah dapat berarti menghadirkan doa, pujian penyembahan, mengimpartasikan nilai-nilai ilahi dari Kerajaan Allah, atau membawa otoritas yang disertai hikmat ilahi di marketplace.

Saat ini kita percaya bahwa Roh Kudus sedang dicurahkan secara luar biasa bagi anak-anak Tuhan menjelang kedatangan Kristus yang kedua kali ke dunia. Oleh sebab itu, kita percaya bahwa pemberdayaan ilahi ini bukan saja akan mempengaruhi gereja Tuhan secara khusus, tetapi juga akan membawa pengaruh bagi dunia secara umum, sebagaimana kita sebagai orang percaya, diutus Tuhan “seperti domba ke tengah-tengah serigala.” (Matius 10:16)

Tuhan Yesus dalam Amanat Agung-Nya, memanggil setiap orang percaya untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya. Kita pun dipanggil untuk membawa hadirat Tuhan dan membawa perubahan/pengaruh di dalam pekerjaan, keluarga, tempat pendidikan, media, tempat seni dan hiburan, pelayanan kepada kaum marginal, bahkan di pemeritahan kita.
Kita harus yakin bahwa melalui pemberdayaan Roh Kudus, kita dilengkapi dan dimampukan untuk membawa perubahan, pengaruh dan dampak di ketujuh aspek tersebut. Dengan demikian, terjadilah suatu perubahan paradigma yang akan membawa setiap jiwa-jiwa untuk semakin mengenal pribadi Kristus. Kita percaya bahwa inilah kerinduan Tuhan, yaitu saat Kerajaan-Nya menjadi nyata di dunia ini. Pertanyaannya, sudah siapkah anda menjadi agen perubahan paradigma baru?

image source: https://twitter.com/newsboys/status/1010885258139451393

Tahun 2022 adalah Tahun Paradigma Yang Baru

Tahun 2022 adalah Tahun Paradigma Yang Baru

TAHUN 2022 THE YEAR OF NEW PARADIGM

Sama seperti Rasul Paulus, kita juga harus berpikir, tidak hanya masuk sorga saja tapi masuk sorga dengan hadiah berupa mahkota. Karena itu mari kita responi, ajakan rasul Paulus untuk memiliki dan menghidupi paradigma yang baru.
Memiliki paradigma yang baru dalam mengikut Tuhan adalah suatu keharusan. Sekali lagi, suatu keharusan. Firman Tuhan berkata, kita harus meninggalkan cara hidup yang lama ketika kita berbalik untuk mengikut Tuhan.
Cara hidup yang lama atau paradigma yang lama termasuk pola pikir, tutur kata, tingkah laku, dan perbuatan kita sehari-hari harus mengalami perubahan. Jadi orang Kristen yang sudah lahir baru tetapi masih memakai paradigma yang lama, perlu bertobat, perlu bertobat!
Apa yang Alkitab katakan tentang paradigma yang baru? Roma 12:2 berkata: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Dalam Bahasa Yunani, kata yang dipakai untuk “budi” adalah “nous”, yang artinya pikiran, akal budi, pola pikir atau mindset, yang sama juga artinya dengan paradigma. Disini Tuhan menghendaki agar kita memiliki pikiran atau paradigma yang baru supaya kita tidak sama lagi dengan dunia ini dan mengerti kehendak Allah.
Sebelum bertobat, pola pikir dan cara hidup kita pasti sama dengan dunia ini. Tinggalkan itu, tinggalkan itu! Masuk ke dalam paradigma yang baru! Ingat, Paradigma yang lama akan menghambat kita untuk mengerti kehendak Allah. Ada pesan Tuhan yang kuat hari-hari ini yaitu agar kita mengerti dan melakukan kehendak Allah pada zaman ini.
Bagaimana supaya kita memiliki pola pikir atau paradigma yang baru? Yaitu melalui Firman Allah dan Roh Kudus. Karena itu baca Alkitab setiap hari. Renungkan, lakukan dan saksikan, dan selalu berkata “Penuhi kami dengan RohMu, ya Tuhan! Biarlah kami dituntun dengan Firman dan RohMu.”
Pada akhirnya diingatkan bahwa paradigma yang lama, yaitu pola pikir duniawi yang berdampak pada kehidupan duniawi akan berujung kepada kebinasaan akan kehilangan keselamatan. Karena itu, miliki dan hidupi paradigma yang baru. Kita akan menjadi serupa dengan gambar Yesus. Kita akan menjadi orang yang berintegritas, kita akan mencari dan memikirkan perkara-perkara yang diatas, bukan yang di bumi sehingga pada saat Tuhan Yesus datang menjemput kita, gerejaNya di awan-awan, kita akan diangkat dan masuk sorga dan akan Bersama-sama dengan Tuhan Yesus selama-lamanya.
Song: Hosana, Hosana di tempat yang tinggi, Hosana, Hosana di hati yang suci…
Jadi saudara-saudara, memasuki tahun 2022 yang Tuhan berikan tema Tahun Paradigma Yang Baru (The Year of a New Paradigm) maka ada 6 hal yang harus diperhatikan:
1. Tuhan sedang membuat paradigma yang baru dan kita harus menerimanya sebagai pola pikir dan cara pandang yang baru.
2. Tuhan akan menolong dan membebaskan kita dari masalah-masalah yang terjadi dalam seluruh aspek kehidupan kita dengan paradigma yang baru dan kita harus mengerti dan menerimanya.
1 Korintus 2:9 akan kita alami, yaitu: ”Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati…” akan kita alami karena kita mengsihi Tuhan Yesus.
3. Tuhan mengingatkan kita, sebagai orang Kristen yang sudah lahir baru, agar kita meninggalkan kehidupan duniawi yang disebut dengan paradigma yang lama untuk masuk ke dalam paradigma yang baru yaitu kehidupan sorgawi.
4. Untuk itu, kita harus melupakan apa yang ada di belakang kita yaitu kehidupan duniawi dan mengarahkan diri kita kepada apa yang ada di hadapan kita yaitu kehidupan sorgawi dan berlari-lari kepada tujuan yang artinya mengejar sekalipun menderita untuk memperoleh hadiah berupa mahkota, Kita harus berpikir tidak hanya masuk sorga saja, tetapi masuk sorga dengan mendapatkan mahkota. Katakan : “Amin!”
5. Kita harus meminta kepada Tuhan agar dipimpin dengan Firman dan RohNya, supaya kita bisa memahami dan menghidupi paradigma yang baru.
6. Dengan adanya paradigma yang baru ini apa yang Tuhan minta untuk kita lakukan, yaitu supaya kita memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah menyelamatkan kita. Supaya dalam era Pentakosta yang ke 3 ini kita menyelesaikan Amanat Agung dan setelah itu Tuhan Yesus datang kembali.
Song: Ku mau slalu bersyukur, slalu bersyukur, Kau Tuhan yang setia yang slalu menopang, Ku mau slalu bersyukur, slalu bersyukur, Kau Bapaku yang setia…
Mari bersyukur, meninggalkan tahun 2021. Apapun yang kita alami, enak maupun tidak enak, mari selalu bersyukur kepada Tuhan. Dan memasuki tahun 2022 kita juga bersyukur. Bapa urapi kami semua, supaya kita semua bisa memahami dan mengidupi paradigma yang baru.

Ringkasan Kotbah Pdt.Dr.Ir.Niko Njotorahardjo

image source: https://www.kcisradio.com/2016/06/18/romans-122-daily-verse/

Tahun 2022 adalah Tahun Paradigma Yang Baru

Tahun 2022 adalah Tahun Paradigma Yang Baru

TAHUN 2022 THE YEAR OF NEW PARADIGM

Kita baru saja masuk tahun baru 2022. Kita baru saja menyelesaikan tahun lalu, yaitu tahun Integritas. The year of Integrity, dimana Tuhan menekankan agar kita hidup ber integritas. Yang artinya, hidup semakin menyerupai gambar Yesus. Mungkin ada yang bertanya-tanya: apakah keadaan saya akan lebih baik atau lebih buruk? Kita harus ber pegang pada Firman Tuhan. Sesuai dengan Ratapan 3:22-23, “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”. Kita harus percaya, kasih setia Tuhan selalu baru tiap hari, selalu baru tiap minggu, selalu baru tiap bulan dan selalu baru tiap tahun. Karena itu saya percaya dan perkatakan tahun 2022 akan lebih baik dari tahun 2021 karena kasih setia Tuhan selalu baru setiap pagi.
Song: Kasih setia baru setiap hari, baru setiap hari…..Besar setiaMu Tuhan…
1. Dasar kita percaya karena Ratapan 3:24, “TUHAN adalah bagianku, ” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.” Apa yang akan terjadi bila kita tetap berharap kepadaNya?. Yang pertama, Yesaya 40:30-31, “Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru. mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Yang kedua, hal yang terjadi bagi orang yang berharap kepadaNya, Mazmur 37:23-24, “Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidup berkenan padaNya. Apabila dia jatuh tak sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tangannya.”
Perlu dicatat bagi orang yang hidupnya berkenan kepada Tuhan, dia tetap bisa jatuh kedalam berbagai macam pencobaan dan masalah, Alkitab mencatat bila kita jatuh tidak sampai tergeletak karena Tuhan menopang tangannya.
Song: Tuhan menetapkan langkah-langkah orang, yang hidupnya berkenan kepadaNya…
Yang ketiga, hal yang terjadi jika kita berharap kepadaNya adalah sesuai dengan Yeremia 17:7-8, “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya kepada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.”
Halleluya!
Hal keempat yang akan terjadi kalau kita berharap kepadaNya, sesuai dengan Mazmur 32:8 dan 33:18, “mata Tuhan tertuju kepada orang yang takut akan Dia dan berharap pada kasih setiaNya,” Tuhan akan mengajar, menasehati, dan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. Tuntunan Tuhan ini akan kita mengerti hanya kalau mata kita tertuju kepada Dia.
Alasan yang kedua mengapa kita berkata kalau tahun 2022 akan lebih baik dari tahun 2021 karena hari kita melekat kepada Tuhan, karena kita hidup intim dengan Tuhan. Dalam Mazmur 91:14-16, Tuhan berkata: “Sungguh hatinya melekat kepadaKu, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya sebab ia mengenal namaKu. Bila ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari padaKu.”
Jadi kalau hati kita melekat kepada Tuhan, kalau kita hidup intim dengan Tuhan, maka yang pertama, Tuhan akan meluputkan dan membentengi kita terhadap sakit penyakit, panah api dari si jahat, jerat penangkap burung, kedasyatan malam atau terror of the night, yang berbicara tentang penculikan, perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, terrorisme dan peperangan.
Hal yang kedua, Tuhan akan menjawab jika kita berseru dalam masa kesesakan. Yang ketiga, Tuhan akan memuliakan kita, dan yang keempat, Tuhan akan memberikan panjang umur dengan berkat yang melimpah, dan yang kelima, Tuhan akan memberikan keselamatan. Halleluya!!
Song: Bless the Lord oh my soul, oh my soul, bless His holy name….
Tuhan menuntun kita untuk memasuki tahun 2022 dengan tema bahwa tahun 2022 adalah Tahun paradigma yang baru, “The Year of New Paradigm”. Definisi paradigma menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah model, dan juga kerangka berpikir. Definisi paradigma menurut Westminster Dictionary of Theological Terms, bahwa paradigma berarti contoh, pola, model, dan istilah ini sering dipakai untuk menunjukkan cara berpikir dalam teologi ketika bahan-bahan dikumpulkan dan diatur dalam satu pola atau cara tertentu seperti dalam doktrin.
Tuhan memberikan ayat emas utk tema ini yaitu Yesaya 43:18-21 dan Filipi 3:13-14. Dalam Yesaya 43 Tuhan berkata dulu bangsa Israel dibebaskan dari kejaran Firaun dan pasukannya dengan cara Firaun dan pasukkannya mati di dalam laut merah. Tetapi sekarang orang Israel akan dibebaskan dari Babel dengan cara yang berbeda. Tuhan berkata “jangan ingat hal-hal yang dulu. Sekarang Aku hendak membuat sesuatu yang baru.”
Kalau dulu Tuhan menyelamatkan orang Israel lewat jalan laut, sekarang Allah menyelamatkan Israel dengan cara yang baru. Allah akan menyelamatkan mereka lewat jalan di padang gurun dan sungai di padang belantara. Ini adalah paradigma yang baru. Bagian Tuhan adalah memberikan paradigma yang baru, yang adalah sesuatu yang baru yaitu membuat jalan di padang gurun dan membuat sungai di padang belantara, dimana pada waktu itu hal ini tidak mungkin dikerjakan oleh manusia, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Katakan: “ Amen!”
Tujuan Allah menyelamatkan Israel dari Babel yaitu karena mereka adalah umat pilihan Tuhan, dan yang ditetapkan untuk memberitakan kemasyuran namaNya. Demikian juga bagi kita, umat pilihan Tuhan, pada tahun 2022 Tuhan akan menolong dan membebaskan kita dari masalah-masalah yang terjadi dari seluruh aspek kehidupan kita. Apakah itu sakit penyakit, keluarga, pelayanan, bisinis, masa depan, dengan cara-cara yang baru atau paradigma yang baru.
1 Korintus 2:9 berkata, Tetapi seperti ada tertulis:”Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan yang tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”
Apa yang Tuhan minta untuk kita lakukan? Kita harus memberitakan kemasyuranNya, kita harus menyelesaikan amanat agung dalam era Pentakosta ke 3 ini. 1 Petrus 2:9 berkata,”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.”
Memasuki tahun 2022 ini kita akan melihat bahwa dengan adanya pademi yang sampai sekarang belum selesai maka cara-cara pelayanan di gereja berubah. Kita tidak bisa hanya memakai cara-cara yang lama lagi. Sebagai contoh, sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh George Barna, yang dirilis pada tanggal 6 juni 2021 yang lalu, mengenai generasi anak muda di Amerika yang disebut generasi berbeda. Dikatakan bahwa pelayanan gereja selama lima dekade terakhir tidak akan efektif untuk generasi ini, jadi perlu ada paradigma yang baru untuk pelayanan di gereja.
Tuhan sedang membuat pradigma yang baru, sebagai pola yang baru, bagian kita adalah menerima sebagai cara pandang yang baru. Demikian juga dengan cara berbisnis, pasti banyak dari cara-cara yang lama yang sudah tidak dapat dipakai lagi. Perlu diperhatikan bahwa Wahyu 13:16 pasti akan digenapi, manusia tidak dapat membeli dan menjual jika tidak memiliki tanda antikristus di tangan kanannya atau di dahinya. Dan dengan seijin Tuhan, dunia sedang dibawa kesana untuk menggenapi Wahyu 13:16 tadi. Tetapi bagi kita yang percaya bahwa pengangkatan terjadi sebelum masa sengsara, yang disebut dengan pre-tribulation, kita tidak akan mengalami itu. Sekali lagi saya katakan kepada saudara, kita tidak akan mengalami itu. Sebaiknya kita mempersiapkan diri kita untuk pengangkatan yang sudah sangat-sangat dekat waktunya. Maranata, Tuhan Yesus datang segera!
Jadi dalam tahun paradigma yang baru ini ada tiga hal yang harus diperhatikan,
Yang pertama, paradigma adalah inisiatif Tuhan sendiri yang perlu diresponi oleh umatnya. Ada bagian yang Tuhan perbuat, ada bagian yang umatNya harus lakukan.
Yang kedua, bagian Tuhan membuat sesuatu yang baru, yaitu paradigma sebagai pola.
Yang ketiga, bagian umat Tuhan melihat, menerima dan mengetahui yang Tuhan buat, yaitu paradigma sebagai cara pandang.
Song: Hatiku percaya… hatiku percaya… selalu ku percaya…
Sesuai dengan Filipi 3:7-9 dikatakan, sebagai titik tolak hidup dari Rasul Paulus, menulis,” Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.” Setelah Rasul menerima Yesus, pola pikir nya juga berubah sehingga tujuan dan arah hidupnya juga berubah. Sehingga Rasul Paulus mengajak kita semua untuk menerima panggilan sorgawi dan menyelesaikan Amanat Agung Tuhan Yesus.
Filipi 3:13-14, “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan : aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”
Selamat Menyongsong Tahun 2022 dan menerima paradigma yang baru.
Tuhan Yesus Memberkati.

image source: https://www.postermywall.com/index.php/art/template/a068529399d96ceeb36d7b3f02857988/lamentations-3%3A22-23-quote%2C-life-design-template#.YdMYaWjMK3A