Author: EM

Home / Articles posted by EM (Page 26)
JANGAN MENCEMARI BAIT ALLAH

JANGAN MENCEMARI BAIT ALLAH

“Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah.” Markus 11:15

Fungsi bait Allah adalah tempat orang percaya berkumpul untuk berdoa, memuji dan menyembah Tuhan serta mendengarkan kebenaran firman Tuhan; tempat di mana kita menjumpai dan dijumpai Tuhan! Itulah yang menjadi alasan mengapa Tuhan Yesus menindak tegas setiap orang yang menyalahgunakan bait Allah tersebut.

Suatu ketika Tuhan Yesus melihat bahwa bait Allah tampak kotor karena digunakan oleh orang-orang untuk berjual beli. Bait Allah yang seharusnya dijaga dan dirawat supaya tetap bersih dan rapi malah dirusak dan dikotori. Hal itu menimbulkan kemarahan Tuhan Yesus. “Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.” (Markus 11:15-16). Tidak seharusnya bait Allah dipergunakan sebagai ajang untuk bisnis atau tempat untuk mencari uang, mengeruk keuntungan secara materi! Tuhan Yesus berkata, “Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!” (Markus 11:17).

Yesus marah bukan karena Dia membenci orang-orang itu, tapi Dia hendak menegaskan dan mengingatkan bahwa bait Allah adalah rumah doa, yang adalah kudus. Ironisnya para imam dan ahli-ahli Taurat yang tahu kebenaran firman malah membiarkan dan mengijinkan orang-orang berjualan di bait Allah, dan kemungkinan besar mereka juga mendapatkan fee dari praktek-praktek jual-beli ini!Bukan hanya itu, mereka juga”…berusaha untuk membinasakan Dia,”(ayat 18); mereka membenci Yesus dan berusaha menyingkirkan Dia karena takut kehilangan pamor di mata orang banyak. “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.”(1 Kor 3:16-17).

Tubuh kita adalah bait Allah, karena itu kita harus menjaga dan memeliharanya supaya tetap berkenan di hadapan Tuhan. Jangan sampai kita pergunakan untuk melakukan perbuatan-perbuatan cemar yang menyimpang dari kebenaran!

Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup dan berkenan padaNya!

Baca: Markus 11:15-19

Latest post:

BERITA SALIB: Kebodohan Bagi Dunia

BERITA SALIB: Kebodohan Bagi Dunia

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Roma 6:23

Ayat nas menyatakan upah dosa ialah maut. Akibat dosa dan pelanggaran, manusia suatu saat akan mati dan akan menerima penghukuman kekal. “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,” (Ibrani 9:27).

Sangat berbeda dengan Yesus Kristus, Dia mati bukan seperti manusia sebagai akibat dari dosa yang telah diperbuat-Nya, sebab Dia tidak memiliki satu noda dosa pun. Yesus Kristus tidak dilahirkan di dalam dosa seperti kita. “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.” (Mazmur 51:7). Tetapi Yesus Kristus dilahirkan oleh Roh Kudus, di mana benih dan tubuh-Nya dalam rahim perawan Maria disediakan oleh Allah sendiri. Tertulis: “Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: “Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku.” (Ibrani 10:5).

Jadi Yesus Kristus adalah rupa Allah dalam manusia. Akan tetapi fakta sejarah menyatakan bahwa Yesus Kristus mati tersalib si Kalvari. Itulah sebabnya manusia tidak dapat memahaminya, bahkan mereka menghujat dan menolak-Nya. “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.” (1 Korintus 1:18). Memang manusia tidak akan dapat memahami dan mengenal jalan-jalan Allah karena pikiran dan akalnya yang sangat terbatas.

Bagi kita orang yang percaya, Yesus Kristus mati dan kemudian bangkit di hari yang ke-3 adalah sebuah kebenaran dan bukti dari kekuatan Allah dan hikmat Allah yang tak terselami. Yesus Kristus mati untuk menggantikan kita; Yesus Kristus dihukum karena pelanggaran-pelanggaran kita. Yesus Kristus mati sebagai korban perdamaian atau korban pendamaian untuk keselamatan kita. Darah-Nya yang tercurah di atas kayu salib menghapus segala dosa kita. Tubuh-Nya yang hancur dan terpecah-pecah telah menyembuhkan segala penyakit kita. Melalui pengorban Yesus Kristus ini kita yang percaya kepada-Nya beroleh keselamatan yang sempurna.

Penghukuman kekal telah tersedia bagi siapa saja yang menolak Yesus Kristus!

Baca: Roma 6:15-23

Latest posts:

TIDAK ADA YANG MUSTAHIL

TIDAK ADA YANG MUSTAHIL

“Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Lukas 1:37

Kabar sukacita apa yang diterima oleh Maria dari sorga? “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (ayat 31). Mungkinkah? Karena secara logika Maria belum bersuami. Jawab malaikat itu, “…bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (ayat nas). Maria pun percaya dan firman-Nya pun digenapi dalam hidupnya.

Di segala situasi dalam hidup ini”marileh kita belajar untuk memiliki sikap seperti Maria yang percaya$kepada Tuhan dan memiliki penyerahan penuh kepada-Nya dengan berkata, “Sesungguhn}a aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (ayat 38). Kata ‘tidak ada yang mustahil’ berarti tidak ada sesuatu pun yang tak sanggup Allah kerjakan dalam kehidupan manusia karena Dia adalah Allah yang ajaib dan perbuatan-perbuatan-Nya heran, serta sulit untuk kita pahami. Dia sanggup melakukan mujizat, membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:8-9).

Inilah yang tidak dipahami oleh manusia hingga detik ini sehingga manusia menutup telinga terhadap kabar sukacita ini dan menolak Juruselamat. Padahal kita yang sebelumnya terbelenggu oleh dosa, karena kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus, dibebaskan dan dilepaskan sehingga menjadi orang yang merdeka. Tanpa kuasa Allah tidak mungkin kita yang berdosa dapat melepaskan diri dari belenggu dan dosa; dan kuasa itu ada pada diri Tuhan Yesus, “…Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Filipi 2:9-10). Kini kuasa itu diberikan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya! Dengan kuasa itu kita beroleh kekuatan untuk hidup dalam kebenaran melayani Tuhan.

Andalkan Tuhan dalam segala perkara dan jangan sekali-kali mengandalkan kekuatan sendiri, karena tidak ada yang mustahil bagi Dia!

Baca: Lukas 1:26-38

Latest posts:

MARIA: Beroleh Kasih Karunia

MARIA: Beroleh Kasih Karunia

“Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Lukas 1:28

Bagaimana reaksi Saudara ketika tiba-tiba ditegur disapa oleh orang asing atau seseorang yang belum pernah kita kenal sebelumnya? Tentunya kita pasti akan terkejut, bertanya-tanya dalam hati, atau mungkin juga takut. Perasaan demikian juga dirasakan oleh Maria, apalagi yang menyapanya bukan sembarang orang, melainkan seorang malaikat yang adalah utusan dari sorga yang bernama Gabriel. Wajarlah jika Maria sangat terkejut mendengar sapaan salam dari malaikat tersebut.

Malaikat Gabriel menjelaskan maksud kedatangannya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.” (ayat 30). Kedatangan malaikat Gabriel bukan tanpa maksud, tapi ia membawa kabar sukacita dari sorga, karena Maria beroleh kasih karunia dari Allah. Allah memakai hidup Maria untuk menyatakan kasih karunia-Nya kepada umat manusia. Kasih karunia ini berkenaan dengan keselamatan, sesuatu yang diberikan Allah secara cuma-cuma melalui diri Yesus Kristus. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yohanes 3:16-17). Tak seorang pun manusia dapat menyelamatkan dirinya dari dosa selain oleh kasih karunia Allah, sebagaimana ditegaskan rasul Paulus bahwa “…karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efesus 2:8-9).

Dengan kasih karunia ini bukan berarti kita dapat hidup sekehendak hati kita dan tetap berkompromi dengan dosa, melainkan kita harus mengerjakan keselamatan yang telah kita terima itu dengan takut dan gentar (baca Filipi 2:12), sebab dengan kasih karunia yang telah kita terima ini setiap kita yang ada di dalam Kristus adalah ‘manusia-manusia baru’, artinya kehidupan manusia lama harus benar-benar kita tinggalkan.

Melalui Yesus Kristus kita beroleh kasih karunia dan diselamatkan!

Baca: Lukas 1:28-38

Latest posts:

MENDENGAR  DAN  MENGIKUTI  SUARA  TUHAN

MENDENGAR DAN MENGIKUTI SUARA TUHAN

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku (Yohanes 10:27)

 

PENDAHULUAN

Tuhan yang adalah Panglima tertinggi akan memimpin kita untuk melakukan Amanat Agung. Kenyataannya seringkali kita berusaha melakukan banyak hal termasuk pelayanan dengan pikiran dan pengertian kita sendiri dan tidak melibatkan Tuhan. Untuk itu kita perlu mendengar suara Tuhan dan mengikuti arahan-Nya.

 

ISI

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku..”yang disebut ‘domba’ adalah mereka yang hidupnya dimiliki oleh Tuhan; orang yang menjadikan Tuhan Yesus sebagai ‘tuan’ atas hidupnya. Mengapa Tuhan mengumpamakan kita   seperti domba? Domba adalah makhluk yang lemah, tidak berdaya, mudah tersesat, tidak mampu melindungi diri dalam keadaan bahaya. Itu sebabnya domba membutuhkan gembala untuk memelihara dan melindunginya dari pemangsa. Demikian juga kita adalah manusia yang sangat lemah, tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa di luar Kristus. Kita sangat memerlukan Gembala Agung yaitu Yesus Kristus untuk menuntun dan melindungi kita dari semua yang jahat.

Kata “mendengarkan” dan“mengikut” dalam Yoh. 10:27 memakai bentuk kata kerja yang continuous/tindakan yang berkelanjutan. Domba-domba milik Tuhan akan terus mendengarkan suara-NYA dan konsisten mengikut Dia. Bukan hanya ‘mendengar’ apa yang dikatakan Roh Kudus, tapi juga ‘menaati’ perkataan/perintah-NYA walaupun tidak/belum sepenuhnya mengerti.

TUHAN dapat berbicara melalui berbagai macam cara antara lain melalui firman yang dihidupkan/diingatkan oleh Roh Kudus, suara dalam hati, suara yang dapat didengar secara audible, nubuatan, mimpi, penglihatan, melalui peristiwa dan orang lain. Pesannya dapat berupa tuntunan, teguran atau nasehat.

Bagaimana kita belajar mendengarkan dan mengikuti suara Tuhan?

1.  Membangun keintiman dengan Tuhan.

“TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.” (Mazmur 25:14).

Kita tidak dapat mendengarkan suara Tuhan jika tidak membangun keintiman denganNya dalam doa pujian penyembahan. Firman Tuhan perlu direnungkan, dihapalkan, di-download di hati dan jiwa agar saat Roh Kudus mengingatkan firman, kita tahu kalau itu suaraNya. Jaga hati dengan segala kewaspadaan, disiplinkan pikiran dan ucapkan syukur senantiasa. Semakin kita intim dengan Tuhan, semakin mudah kita mendengar suaraNya.

2. Mempertajam kepekaan rohani.

Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. (Yesaya 50:4b).

Terkadang kita menjadikan pekerjaan/tugas sebagai alasan untuk tidak meluangkan waktu bersama Tuhan. Tidak ada waktu untuk Tuhan karena terburu-buru pergi kerja atau karena sudah lelah pulang dari bekerja. Kalaupun bersaat teduh, kita jadi tidak fokus dan sekadarnya. Sebenarnya bukan tidak ada waktu, tapi harus bijaksana mengelola waktu dan prioritas. Mari mendisiplinkan diri menghadap hadirat Tuhan terutama di pagi hari, agar telinga rohani kita semakin dipertajam.

Dalam saat teduh, belajar mengarahkan hati dan pikiran untuk fokus kepada Tuhan Yesus, agar telinga rohani kita mendengar saat Roh Kudus berbicara. Mendengar suara Tuhan artinya ‘memperhatikan’ perkataanNya (Yes. 28:23). Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (firman rhema). Orang yang ‘memperhatikan’ firman rhema, hidupnya pasti dituntun, diubahkan/dipulihkan dan dilindungi dari yang jahat.

3. Menyangkal diri, pikul salib dan mengikut Tuhan.

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. (Matius 10:38).

Menyangkal diri merupakan keputusan untuk berkata ‘tidak’ pada keinginan diri sendiri. Memikul salib adalah sikap yang rela taat kepada perintah/kehendak Tuhan. Barangsiapa menjadi milik Kristus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal. 5:24). Untuk itu diperlukan pengendalian diri yang merupakan karya Roh Kudus (buah Roh). Ketaatan akan membawa berkat karena Tuhan membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya (Mazmur 62:12b).

 

PENUTUP

Hanya dengan pimpinan Roh Kudus kita bisa melakukan Amanat Agung dan menjalani hidup yang berkemenangan di masa sukar ini. Orang yang hidup oleh iman adalah mereka yang menyerahkan diri untuk dipimpin Roh Kudus. Tanpa iman tidak mungkin kita berkenan kepada Allah. Latih diri kita untuk mendengar dan mengikuti suara Tuhan, jangan bersandar kepada pikiran/pengertian sendiri.

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku” (Yohanes 10:27).

 

Latest posts:

OTNIEL: Tuhan adalah Kekuatan

OTNIEL: Tuhan adalah Kekuatan

“Dan Otniel, anak Kenas saudara Kaleb, merebut kota itu; lalu Kaleb memberikan kepadanya Akhsa, anaknya, menjadi isterinya. ” Yosua 15:17

Otniel adalah salah satu dari tentara yang beserta dengan Kaleb mampu menguasai dan merebut Kiryat-Arba, yaitu Hebron. Ia adalah anak Kenas, saudara daripada Kaleb sendiri. Ada pun arti nama Otniel adalah ‘Tuhan adalah kekuatan’.

Suatu ketika Kaleb mengadakan sebuah sayembara: siapa saja yang dapat menaklukkan dan merebut Kiryat-Sefer, akan diberikannya anak perempuannya, Akhsa, sebagi hadiah. Kita tahu bahwa penduduk Kiryat-Arba ataupun Kiryat-Sefer adalah orang-orang berperawakan tinggi seperti raksasa, suatu negeri yang memakan penduduknya, bahkan sepuluh pengintai yang diutus Musa mengatakan, “…kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.” (Bilangan 13:33).

Namun meski harus menghadapi orang-orang raksasa, Otniel tidak sedikit pun menunjukkan rasa gentar dan takut, melainkan merespons tantangan Kaleb itu dengan sikap seorang pemberani; ia dengan penuh keberanian menghadapi penduduk Kiryat-Sefer. Keberhasilannya menggempur dan merebut Kiryat-Sefer membuat Otniel tampil sebagai pemenang sayembara dan ia pun berhak mendapatkan Akhsa sebagai isteri. Keberanian yang ditunjukkan oleh Otniel ini bukan didasari oleh keinginannya untuk mendapatkan Akhsa semata, juga bukan karena perbuatan nekat, namun ia memiliki dasar iman yang kuat di dalam Tuhan.

Otniel berani berperang melawan musuh oleh karena ia mengandalkan Tuhan. Otniel sangat percaya jika ia senantiasa berjalan bersama Tuhan dan melibatkan Dia di setiap langkahnya, tidak ada yang perlu ditakutkan. “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (Keluaran 14:14). Sungguh benar apa yang dikatakan bani Korah dalam mazmurnya, “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.” (Mazmur 46:2). Tuhan telah menjadi kekuatan dan penolong bagi Otniel!

Karena memiliki keberanian dan semangat kepahlawanan yang luar biasa, Tuhan pun mempercayakan perkara-perkara yang lebih besar kepada Otniel di kemudian hari!

Otniel diangkat Tuhan sebagai hakim atas Israel, “Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya.” Hakim-Hakim 3:11

Baca: Yosua 15:13-19

Latest posts:

TERBEBAS DARI BELENGGU

TERBEBAS DARI BELENGGU

“Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.” Lukas 13:13

Ketika Tuhan Yesus mengajar di sebuah rumah ibadat atau sinagoga tiba-tiba perhatian-Nya tertuju kepada seorang wanita yang sudah 18 tahun dirasuk oleh roh jahat sehingga menderita sakit; punggungnya bungkuk dan tidak dapat berdiri tegak. Hati Tuhan Yesus pun tergerak oleh belas kasihan sehingga Dia meletakkan tangan-Nya atas wanita itu dan seketika itu juga sembuhlah ia. Wanita itu pun dapat berdiri tegak untuk pertama kalinya setelah 18 tahun!

Sesungguhnya wanita itu memiliki alasan kuat untuk tetap tinggal di rumahnya sepanjang hari karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan untuk pergi ke rumah Tuhan, tetapi wanita itu tetap meneguhkan hatinya untuk beribadah kepada Tuhan tanpa mempedulikan sakit yang dialaminya dan mungkin juga cemoohan orang lain. Setan bisa saja menyerang fisik wanita ini tapi tidak berdaya menyerang rohnya, terbukti meski menderita sakit yang luar biasa wanita itu tetap tekun beribadah ke rumah Tuhan! Imannya yang besar ini telah menggerakkan hati Tuhan untuk bertindak sehingga kuasa setan dipatahkan-Nya! Satu-satunya Pribadi yang sanggup melepaskan dan membebaskan manusia dari belenggu setan adalah Tuhan Yesus! Hari itu benar-benar menjadi hari pembebasan baginya; hari yang sangat bersejarah dalam hidupnya karena telah terbebas dari penderitaan jasmani dan rohani yang telah mengikatnya selama belasan tahun! Karena itulah ia memuliakan Tuhan sebagai tanda ucapan syukur.

Hari ini, 69 tahun silam, tepatnya 17 Agustus 1945 adalah hari yang juga sangat spesial dan bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia, karena untuk pertama kalinya bangsa kita memproklamirkan hari kemerdekaannya. Pekik merdeka pun berkumandang di seluruh persada negeri! Merdeka berarti bebas, tidak lagi menjadi budak dari bangsa lain, tidak lagi hidup dalam tekanan dan belenggu, tapi menjadi bangsa yang benar-benar merdeka. Namun ingatlah bahwa kemerdekaan bangsa kita tidak akan pernah bisa diraih tanpa campur tangan Tuhan, karena itu kita wajib untuk memuliakan nama-Nya.

“Jadi apabila Anak itu (Yesus Kristus) memerdekakan kamu, kamu-pun benar-benar merdeka.” Yohanes 8:36

Baca: Lukas 13:10-17

Latest posts:

JANGAN LARI DARI PANGGILAN!

JANGAN LARI DARI PANGGILAN!

“Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN;” Yunus 1:3

Di masa-masa sekarang ini ada banyak orang Kristen, yang awalnya memiliki semangat menggebu-gebu dalam melayani Tuhan dan begitu antusias mengembangkan talentanya, kini berangsur-angsur surut semangatnya dan tidak lagi setia. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena mereka tidak tahan menghadapi tantangan atau masalah yang ada. Mereka pun berusaha memutar otak mencari alasan untuk menghindarkan diri dari panggilan Tuhan dan mulai menimbang-nimbang jika diutus oleh Tuhan.

Yunus adalah contoh utusan Tuhan yang mencoba lari dari panggilan Tuhan karena takut menghadapi tantangan. Berfirmanlah Tuhan kepada Yunus, “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.” (ayat 2). Pada saat diutus Tuhan untuk pergi ke Niniwe Yunus justru memilih lari dari tanggung jawabnya dan pergi ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan. Yunus memilih untuk menuruti keinginan dagingnya daripada harus tunduk kepada kehendak Tuhan, padahal keinginan daging itu berlawanan dengan keinginan Roh! “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” (Galatia 5:24). Akibat lari dari dari panggilan Tuhan ini Yunus harus mengalami masalah yang hebat, “…TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.” (Yunus 1:4). Bahkan Yunus harus mengalami peristiwa paling mengerikan seumur hidupnya yaitu masuk dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam. Namun Tuhan mengasihi Yunus sehingga Dia memberi kesempatan Yunus bertobat. Akhirnya Yunus pergi ke Niniwe dan menjalankan tugasnya sebagai utusan Tuhan. Melalui pelayanannya orang-orang Niniwe bertobat dan seluruh penduduk kota itu diselamatkan.

Jika kita dipercaya Tuhan melayaniNya mari melakukannya dengan setia dan penuh tanggung jawab, karena tidak semua orang beroleh kesempatan yang sama.

“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Yohanes 9:4

Baca: Yunus 1:1-17

Image source: https://biblehub.com/matthew/25-29.htm

Latest posts:

UTUSAN TUHAN: Setia dan Bertanggung Jawab

UTUSAN TUHAN: Setia dan Bertanggung Jawab

“Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” Matius 25:29

Talenta yang ada pada kita harus dikembangkan supaya makin bertambah atau berlipat ganda. Jika kita tidak mau mengembangkannya, tidak mau bekerja, diam saja, bersikap pasif, itu sama artinya kita tidak menghargai Tuhan sebagai pemberi talenta.

Maukah kita disebut sebagai hamba-hamba Tuhan yang jahat dan tidak setia? Suatu kelak nanti kita akan dimintai pertanggungan jawab di hadapan Tuhan perihal talenta ini. Apakah kita seperti hamba yang menerima lima atau dua talenta, yang dengan setia mengembangkan talentanya, sehingga Tuhan berkata: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (ayat 21 dan 23).

Ataukah kita bertindak seperti hamba yang diberi satu talenta, yang tidak setia dan tidak mau mengembangkan talenta yang ada, malahan “…pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.” (ayat 18), dan inilah konsekuensi yang harus ditanggung: “Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” (ayat 30). Dalam mengembangkan talenta, kita tidak perlu fokus kepada berapa besarnya hasil yang akan kita dapatkan, sebab Tuhan tidak memuji para hambanya berdasarkan jumlah hasil atau besarnya laba, melainkan Tuhan memuji sikap hati dan kesetiaan mereka dalam melakukan apa yang diperintahkan-Nya. Meski demikian, bagi seseorang yang telah diberikan talenta lebih baik, wajib untuk menghasilkan laba yang lebih besar pula bagi Tuhan, tidak bisa tidak!

Setiap utusan Tuhan kita harus belajar menjadi orang-orang setia dan bertanggung jawab terhadap apa pun yang dipercayakan kepada kita. Mari kita kembangkan talenta kita semaksimal mungkin untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan!

“Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.” Lukas 12:48b

Baca: Matius 25:14-30

Image source: https://biblehub.com/matthew/25-29.htm

Latest posts:

UTUSAN TUHAN: Mengembangkan Talenta

UTUSAN TUHAN: Mengembangkan Talenta

“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.” Matius 25:14

Dalam hal melayani pekerjaan-Nya Tuhan tidak hanya sekedar mengutus anak-anak-Nya, tapi Dia juga membekali setiap orang percaya dengan talenta, “…untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,” (Efesus 4:12). Jadi tidak ada alasan bagi kita berkata ‘tidak’ terhadap panggilan Tuhan!

Talenta berbicara tentang banyak hal: bakat, kecakapan, keahlian, kemampuan, harta dan sebagainya sebagai sesuatu yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Adapun besarnya talenta dari tiap-tiap orang itu berbeda-beda: “Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya,” (Matius 25:16). Dalam Perjanjian Lama talenta adalah ukuran timbangan sebesar 3000 syikal atau kurang lebih 34 kilogram. Dalam Perjanjian Baru talenta adalah ukuran jumlah uang yang sangat besar nilainya yaitu 6000 dinar. Dinar adalah mata uang Romawi.

Satu dinar sama dengan upah pekerja harian dalam satu hari, jadi 1 talenta = upah 6000 hari (identik dengan upah hampir enam setengah tahun!). Sesungguhnya Tuhan tidak pernah tidak memberikan talenta kepada manusia, bahkan minimal Dia akan memberikan satu talenta kepada seseorang, yang sesungguhnya memiliki nilai yang sangat besar. Sedangkan pemberian talenta itu sendiri bukan karena kita yang memintanya kepada Tuhan, tetapi sepenuhnya adalah kewenangan Tuhan; Ia sendiri yang menentukan. Maka dari itu kita pun tidak boleh menuntut kepada Tuhan, atau membanding-bandingkan talenta yang Tuhan berikan kepada kita dengan yang Tuhan berikan kepada orang lain. dengan demikian tiap-tiap orang sudah mendapatkan porsinya masing-masing, yang kesemuanya itu didasarkan pada kesanggupan kita!

Tuhan menghendaki kita mengembangkan setiap talenta yang Dia berikan itu! Jangan sampai kita menyia-nyiakannya dengan ‘menyimpan’ serta ‘menyembunyikannya’ di dalam tanah, seperti yang diperbuat oleh hamba yang menerima satu talenta (Matius 25:18), padahal kita diberi waktu dan kesempatan yang sama.

Sudahkah kita mengembangkan setiap talenta yang Tuhan berikan?

Baca: Matius 25:14-30

Latest posts: