Author: EM

Home / Articles posted by EM (Page 22)
MENJADI TAWANAN ROH KUDUS

MENJADI TAWANAN ROH KUDUS

“Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ.” Kisah 20:22

Dalam Galatia 5:24-25 tertulis: “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,” Artinya setiap orang yang memutuskan untuk menjadi mengikut Kristus “…wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1 Yoh 2:6).

Kita tidak akan dapat hidup sama seperti Kristus telah hidup jika kita tidak mau membayar harga. Adapun harga itu adalah penyangkalan diri. Menyangkal diri berarti ‘mati’ terhadap kedagingan kita dan menjalani hidup seutuhnya sebagai manusia baru, dengan meninggalkan kehidupan lama; menaruh kehendak Tuhan di atas kehendak pribadi serta menyerahkan hak dan otoritas diri kita sepenuhnya kepada Tuhan serta mengakui Dia sebagai pemegang hak dan otoritas penuh untuk menentukan bagaimana kita harus hidup. Dengan kekuatan sendiri mustahil kita bisa menyangkal diri, tapi dengan pertolongan Roh Kudus kita beroleh kekuatan dan kesanggupan untuk menyangkal diri. Hanya Roh Kudus yang mampu mematikan setiap keinginan daging kita karena Ia berperan memimpin orang percaya kepada segala kebenaran. Jadi segala sesuatu yang berkenaan dengan kebenaran, kekudusan atau hidup yang tak bercacat cela sepenuhnya ada dalam kontrol Roh Kudus dan menjadi arah ke mana kita akan dibawa-Nya. Hidup dalam pimpinan Roh Kudus inilah yang menjadi tanda bahwa kita ini adalah anak-anak Allah. “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” (Roma 8:14).

Rasul Paulus memberi sebuah keteladanan hidup yang sepenuhnya dipimpin oleh Roh Kudus, bahkan ia menyebut dirinya sebagai tawanan Roh. Arti kata tawanan adalah orang yang ditawan, ditangkap atau ditahan. Menjadi tawanan Roh berarti hidup Paulus sepenuhnya dikendalikan oleh Roh Kudus. Terbukti: Paulus rela meninggalkan segala-galanya demi Kristus (Filipi 3:7-8), rela menderita demi Injil dan menyerahkan seluruh hidupnya secara penuh untuk melayani Tuhan sampai garis akhir hidupnya.

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” Filipi 1:21-22

Baca: Kisah Para Rasul 20:17-38

Latest posts:

DORONGAN ROH KUDUS

DORONGAN ROH KUDUS

“Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Kisah 16:9

Tidak dapat dipungkiri bahwa dosa selalu atraktif untuk semua orang karena dapat memuaskan nafsu fisik dan menjanjikan banyak sekali kesenangan. Itulah sebabnya banyak orang cenderung memilih berkompromi dengan dosa karena sangat menyenangkan daging. Sebaliknya, hidup menurut dorongan Roh Kudus adalah perkara yang sangat tidak enak, dibutuhkan pengorbanan besar karena sakit secara daging. Namun, suka atau tidak suka, mau tidak mau, hidup menurut kehendak Roh Kudus adalah hal yang mutlak bagi setiap orang percaya, “…hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.” (Galatia 5:16).

Sesungguhnya setiap saat Roh Kudus mendorong kita melakukan segala hal yang selaras dengan firman Tuhan, tapi acapkali kita tidak menyadarinya atau bahkan kita dengan sengaja mengeraskan hati dan tidak menghiraukan suara-Nya. Maka dibutuhkan komitmen dan keberanian untuk mematahkan segala keinginan hawa nafsu dan kedagingan kita, lalu tunduk mengikuti kemana pun Roh Kudus. Yang pasti Roh Kudus akan membimbing, mengarahkan dan membentuk kita menjadi pribadi-pribadi yang taat. “Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi.

Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” (Yohanes 3:8). Orang yang hidupnya dipimpin Roh Kudus akan merasakan tiupan angin yang adalah lambang Roh Kudus, dan angin itu akan mendorong kita melangkah kepada satu tujuan. Dorongan Roh Kudus bisa berupa visi, nubuatan, penglihatan dan kata hati. Paulus mendapatkan penglihatan bahwa ada seorang makedonia yang sedang berdiri di hadapannya dan berseru, “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” (ayat nas). Sebelum itu Roh Kudus mencegahnya memberitakan Injil di Asia dan tidak mengijinkan masuk ke daerah Bitinia.

Paulus pun peka akan Roh Kudus sehingga ia bergegas mencari kesempatan pergi ke Makedonia dan memberitakan Injil di situ. Dorongan Roh Kudus hanya dirasakan oleh orang yang punya kepekaan rohani!

Baca: Kisah Para Rasul 16:4-12

Latest posts:

TUHAN SANGGUP MENYEDIAKAN

TUHAN SANGGUP MENYEDIAKAN

“Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.” Matius 6:29

Saat bangun dari tidur seringkali pikiran kita langsung dipenuhi kekuatiran dan kecemasan tentang apa yang hendak kita makan, minum dan pakai. Selama kita terus kuatir berarti kita belum percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Belajarlah dari Ayub: “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul.” (Ayub 3:25-26).

Berhentilah untuk kuatir dan cemas! Tuhan memerintahkan kita untuk tidak kuatir dan cemas tentang kebutuhan hidup kita karena sesungguhnya Tuhan tahu persis apa yang kita butuhkan. Jika Tuhan begitu bermurah hati memelihara burung-burung di udara, “…yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung,” (Matius 6:26), serta mendandani bunga bakung di ladang, “…yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,” (Matius 6:28), bukankah keberadaan kita ini lebih berharga di mata Tuhan? Tuhan sendiri menegaskan, “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau,” (Yesaya 43:4).

Salomo saja dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah dari salah satu bunga bakung. Padahal Salomo adalah seorang raja yang
sangat kaya raya, “Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat.” (1 Raja-Raja 10:23). Pernyataan “Ia akan terlebih lagi mendandani kamu,” (Matius 6:30) merupakan janji Tuhan kepada anak-anak-Nya yang hidup di zaman yang penuh dengan problema ini; Tuhan akan bertanggung jawab penuh atas kehidupan orangorang yang punya penyerahan diri penuh kepada-Nya.

Tuhan adalah Jehovah Jireh, penyedia bagi kita. Mengutamakan Tuhan berarti menjadi pelaku firman, memiliki kehidupan yang sesuai dengan standar kerajaan Allah. Sebagai orang percaya, sesungguhnya kewargaan kita adalah dalam sorga (baca Filipi 3:20). Adalah wajar jika kita pun dituntut mengutamakan perkara-perkara yang di atas.

“Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” 1 Korintus 2:9

Baca: Matius 6:25-34

Latest posts:

MEMPRIORITASKAN TUHAN

MEMPRIORITASKAN TUHAN

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Matius 6:33

Banyak orang Kristen bertanya-tanya dalam hati, “Kalau kita mengikut Tuhan, katanya hidup kita akan diberkati, apa saja dibuat-Nya berhasil, semua usaha akan lancar dan kita akan terbebas dari masalah. Namun mengapa tidak demikian?” Adalah benar bila hidup di dalam Tuhan itu selalu ada berkat, perlindungan dan juga jaminan pemeliharaan karena ada penyertaan Tuhan di setiap langkah hidup kita. Inilah janji Tuhan, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5b). Tapi adakalanya dalam perjalanan hidup ini kita diperhadapkan dengan jalan yang berbatu, penuh cadas dan mendaki, ada masalah dan juga ujian. Namun yakinlah bahwa semuanya adalah bagian dari proses yang harus kita jalani. “Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.” (1 Korintus 10:13b). Tuhan selalu buka jalan saat tiada jalan, tangan-Nya selalu menopang kita saat jatuh sehingga kita tidak sampai tergeletak (baca Mazmur 37:24).

Agar janji berkat pertolongan, pemeliharaan dan pembelaan Tuhan benar-benar digenapi dalam hidup ini ada harga yang harus kita bayar,
yaitu “…carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (ayat nas). Kata mencari menunjuk kepada usaha yang dilakukan dengan sungguh dan secara terus-menerus sampai mendapatkan sesuatu. Artinya kita harus menempatkan Tuhan Yesus sebagai yang terutama dalam hidup ini; mengejar perkara-perkara rohani lebih daripada perkara-perkara yang ada di dunia. Rasul Paulus pun menasihati, “…carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:1-2). Melalui pertolongan Roh Kudus kita berusaha menaati perintah Tuhan. Jika kita melakukan apa yang diperintahkan Tuhan ini, tidak ada alasan bagi kita untuk merasa kuatir dan cemas akan kebutuhan kita sebab semuanya pasti akan disediakan Tuhan.

Sudahkah kita memperhatikan jam-jam doa, menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan firman-Nya, tekun beribadah serta melayani Dia sepenuh hati? Bila kita belum melakukan itu artinya kita belum memprioritaskan Tuhan.

Baca: Matius 6:25-34

Latest posts:

PERSEMBAHAN YANG BERKENAN (2)

PERSEMBAHAN YANG BERKENAN (2)

“Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain.” Ibrani 11:4a

Selain melihat pribadi dari si pemberi persembahan, Tuhan juga sangat memperhatikan motivasi hati. Persembahan Kain ditolak oleh Tuhan karena persembahannya tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Alkitab mencatat bahwa Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya, artinya ia memberi sekedarnya, tidak memberi yang terbaik dan tidak dengan sepenuh hati. Berbeda dengan Habel yang mempersembahkan ‘anak sulung’ dari kambing dombanya. Dalam hal ini Habel memberi yang terbaik dari yang dimilikinya; ia tidak memberi secara asal, melainkan mempersembahkan domba-domba yang terpilih yaitu yang sulung dan gemuk. Mempersembahkan yang sulung sebagai bukti bahwa ia sangat menghargai dan menghormati Tuhan.

Setelah persembahannya ditolak Tuhan Kain menjadi marah, panas hati dan mukanya menjadi muram. Reaksi kemarahan adalah tanda ketidakmurnian hati Kain saat memberi. Ia memberi dengan harapan beroleh suatu balasan, baik itu berupa pujian atau sanjungan dari orang lain; dan sikap hati yang salah inilah akhirnya mendorong Kain untuk melakukan perbuatan jahat yaitu tega membunuh Habel, yang adalah adik kandungnya sendiri; sementara, Habel memberikan persembahan kepada Tuhan dengan motivasi yang benar-benar tulus. Kerelaan hati dan kasihnya yang besar kepada Tuhan menjadi dasar baginya untuk memberikan yang terbaik. Inilah tindakan iman! Habel memberi bukan menurut kehendak sendiri, tapi memberi sesuai standar yang diinginkan Tuhan. “…tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibrani 11:6).

Segala sesuatu yang kita kerjakan dan perbuat untuk Tuhan (ibadah, pelayanan dan memberi persembahan) haruslah dilandaskan kepada iman yang benar kepada Tuhan. “…iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.” (Yak 2:22). Persembahan harus dilandaskan pada motivasi yang benar dan dengan iman, yang olehnya kita akan selalu memberi yang terbaik bagi Tuhan!

Baca: Ibrani 11:4

Latest posts:

GOD’S  VOICE, VISION AND VICTORY (2)

GOD’S VOICE, VISION AND VICTORY (2)

Sekilas review minggu lalu..

Dalam proses pemuridan, orang percaya dituntun oleh Tuhan.

  1. Melalui suaraNya (His Voice)

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.” Yohanes 10:27

  1. Melalui visiNya (His Vision). Orang percaya mampu memandang jauh kedepan sampai kekekalan. (Yeremia 29:11).

Sambungan minggu ini :

  1. HIS VICTORY

 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (1 Korintus 15:57).

Cara pandang manusia/dunia tentang kemenangan berbeda dengan dengan cara pandang Tuhan.  Kemenangan kita adalah dalam Kristus, bukan dengan cara dan kekuatan sendiri. Bagaimana bisa mengalami kemenangan dengan cara Tuhan? Dengan merendahkan hati, taat mengikuti  suara Tuhan dan mengenakan cara pandangNya. Kunci kemenangan Tuhan Yesus adalah saat IA merendahkan diri, mengambil rupa seorang hamba dan taat kepada kehendak Allah Bapa. Inilah yang membuat Allah Bapa sangat meninggikan DIA.

yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ”Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Filipi 2:6-11).

Jika kita mau merendahkan hati dan taat, maka Roh Kudus akan memimpin dan memampukan kita untuk meresponi segala sesuatu dengan tepat sesuai kehendak Bapa; baik itu masalah, penderitaan/aniaya, ujian iman, jalan buntu/kemustahilan, kelemahan, kegagalan, keberhasilan, teguran, didikan, perbedaan pendapat/karakter, dlsb. Inilah yang dinamakan kemenangan dengan cara pandang Kristus. Seburuk apapun hal yang kita alami, Allah dapat mengubahnya menjadi sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi kita. Ratap dapat diubah jadi tarian, kutuk diubah jadi berkat, lembah kekelaman diubah jadi lembah pujian, dan kelemahan kita dipakai Tuhan untuk menyatakan kekuatan kuasaNya. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Tuhan.

Firman Tuhan mengatakan bahwa memang setiap orang yang mau hidup beribadah dalam Kristus akan menderita aniaya (2 Tim. 3:12). Tapi jangan takut dan gentar sebab sesungguhnya orang yang percaya kepada Kristus telah ditentukan untuk menjadi pemenang. “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” (1 Yohanes 5:4-5).

Kerendahan hati serta ketaatan adalah kunci kemenangan orang percaya. Kalaupun kita dianiaya, difitnah atau dihakimi oleh orang lain karena menyampaikan dan melakukan kebenaran, maka sikap yang paling bijak adalah merendahkan hati dan tidak menuntut hak kita karena pembalasan adalah hak Allah (bonus V: His Vengeance).

  1. HIS VENGEANCE

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. (Roma 12:19).

Banyak orang Kristen hanya mau dengar tentang Allah yang penuh kasih, memberkati, murah hati dan panjang sabar; tapi tidak suka kalau disampaikan tentang penghakiman dan pembalasan Tuhan. Orang yang  menyampaikan teguran kasih atau memberikan pengajaran semacam itu lantas dianggap seperti seorang ahli taurat yang sedang menghakimi jemaat.

Allah adalah Kasih, murah hati, penuh belas kasihan, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Di sisi lain Allah juga Maha Adil, IA menghukum setiap pelanggaran tanpa memandang bulu. Dalam waktu yang bersamaan, Allah sangat mengasihi kita, tetapi Dia juga tidak membiarkan DiriNya dipermainkan – apa yang kita tabur itu yang akan kita tuai. DidikanNya adalah demi kebaikan supaya kita luput dari hawa nafsu dunia yang membinasakan. Allah akan membalas setiap orang menurut perbuatannya (Roma 2:7-8). Berkat atas orang yang mau merendahkan hati, tapi murka Allah atas mereka yang congkak dan mengeraskan hati (Roma 2:5).

Sekalipun kita harus menderita karena kebenaran, kita akan disebut berbahagia. Mengapa? Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena dosa/kesalahan sendiri. Kristus sendiri memberi teladan kerendahan hati yang luar biasa dalam menghadapi aniaya yang menimpa DiriNya. Tuhan tidak menuntut hakNya melainkan menyerahkannya kepada Bapa.

Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. (1 Petrsu 2:23).

Kerendahan hati serta ketaatan akan mendatangkan pembelaan Tuhan dalam hidup kita, tetapi kesombongan menjadikan kita musuh Allah. Kesombongan membawa kepada kejatuhan sebab Allah menentang orang congkak tapi mengasihani orang  yang mau merendahkan hati.

PENUTUP

Hal penting yang harus dilakukan menjelang kedatangan Tuhan ke dua kali adalah berlaku sebagai gadis bijaksana yang mau dimuridkan dan dipersiapkan jadi mempelai Kristus. Waspada jangan sampai sudah begitu giat menjangkau jiwa/memberitakan Injil, tapi ternyata kita sendiri ditolak (1 Kor. 9:27). Murid Kristus sejati akan menghasilkan buah-buah kebenaran karena mengikuti His voice, His vision dan berjalan dalam His Victory. Tantangan, ujian dan penderitaan tetap harus dialami, tapi kasih karunia Allah (sufficient/cukup) baginya.

Latest posts:

PERSEMBAHAN YANG BERKENAN (1)

PERSEMBAHAN YANG BERKENAN (1)

“Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,” Kejadian 4:4

Setiap kita pasti punya kerinduan yang sama yaitu apa pun yang kita kerjakan (ibadah, pelayanan) dan juga persembahan yang kita bawa
kepada Tuhan itu sesuai dengan kemauan Tuhan, diterima oleh-Nya. Kita pasti tidak berharap bahwa persembahan kita (waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi) yang kita berikan kepada Tuhan menjadi sia-sia, ditolak dan diabaikan Tuhan. Kain dan Habel sama-sama memberikan korban persembahan kepada Tuhan. “…Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya,” (Kejadian 4:3-4).

Alkitab menyatakan bahwa Tuhan mengindahkan persembahan Habel, namun tidak persembahan Kain. Mengapa? Kalau kita teliti lebih dalam, Tuhan terlebih dahulu memperhatikan pribadi, setelah itu baru persembahannya. Dikatakan, “…TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya.” (Kejadian 4:4-5). Artinya, siapa yang memberikan persembahan itu menjadi perhatian utama Tuhan dan jauh lebih penting dari persembahan itu sendiri, “…sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.” (1 Tawarikh 28:9). Dalam memberikan persembahan kepada Tuhan, kita harus terlebih dahulu dalam kondisi benar dan memiliki kehidupan yang layak di hadapan Tuhan. Jangan pernah berpikir bahwa Tuhan bisa kita sogok atau suap dengan persembahan kita, sementara kita sendiri hidup dalam ketidaktaatan.

Jangan bangga dahulu jika kita merasa telah memberikan persembahan bagi pekerjaan Tuhan atau bahkan menjadi donatur gereja bila hal itu semata-mata untuk menutupi dosa-dosa kita. Ketaatan seseorang adalah hal utama yang akan menentukan apakah persembahan itu berkenan kepada Tuhan atau tidak!

Baca: Kejadian 4:1-16

Latest posts:

IBADAH: Sesuai Standar Tuhan

IBADAH: Sesuai Standar Tuhan

“…selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN,
Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,” Ulangan 10:12

Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri apakah ibadah dan pelayanan kita pasti berkenan dan menyenangkan hati Tuhan? Ataukah kita ersikap
masa bodoh? Ketahuilah, Tuhan memiliki standar kualitas yang menjadi ketetapan-Nya untuk mengukur kelayakan ibadah dan pelayanan seseorang. “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah:itu adalah ibadahmu yang sejati.” Kata ibadah berasal dari kata Yunani latreia, artinya pelayanan; kata sejati berasal dari kata Yunani logika, yang bisa diartikan sesuatu yang pantas dan masuk akal.Secara harfiah ibadah sejati berarti pelayanan yang pantas atau memenuhi syarat.

Adapun pelayanan yang pantas dan memenuhi syarat yang dikehendaki Tuhan adalah dengan mempersembahkan tubuh kita sebagai korban. Tanpa itu, ibadah atau pelayanan yang kita kerjakan tidak akan berkenan kepada Tuhan. Mempersembahkan tubuh sebagai korban berarti memberi, yaitu mengalihkan atau memindahkan hak milik dari si pemberi kepada si penerima. Sudahkah kita menyerahkan hidup kita secara penuh kepada Tuhan sebagai persembahan sejati? Inilah yang diperbuat Paulus: “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Galatia 2:20a). Inilah hakikat ibadah dan pelayanan yang berkenan kepada Tuhan! Jangan sampai ibadah dan pelayanan kita sebatas rutinitas dan liturgi belaka, tapi harus ada penyerahan diri total kepada kehendak Tuhan dan ada penyaliban daging. “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” (Galatia 5:24). Jadi, ibadah yang sejati adalah persembahan ‘tubuh’ yang sudah dibaharui dan kesediaan untuk hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Selama kita masih mencemarkan diri dengan dunia, ibadah dan pelayanan kita belum sesuai standar Tuhan!

Baca: Ulangan 10:12-22

Latest posts:

PUJIAN: Menghancurkan Musuh (2)

PUJIAN: Menghancurkan Musuh (2)

“sebab musuhku mundur, tersandung jatuh dan binasa di hadapan-Mu.” Mazmur 9:4

Memuji Tuhan bisa diartikan kita berbicara kepada Tuhan dengan kata-kata yang dibalut dengan iman, serta memandang wajah-Nya dengan penuh rasa hormat dan pengagungan. Tidakkah Tuhan tersentuh hati ketika melihat umat-Nya berbuat demikian? Pasti yang terjadi adalah Tuhan akan semakin mengarahkan mata-Nya dan juga menyendengkan telinga-Nya ke arah kita. Inilah mujizat dari puji-pujian! Saat kita memuji-muji Tuhan berarti kita sedang mengundang hadirat Tuhan, di mana kehadiran hadirat-Nya selalu disertai dengan mujizat dan karya-karya-Nya yang heran dan dahsyat.

Di sisi lain, puji-pujian kepada Tuhan adalah hal yang menakutkan bagi musuh. Siapakah musuh yang dimaksudkan di sini? Bukankah
sebagai orang percaya kita harus mengasihi semua orang, termasuk musuh kita? Musuh yang dimaksudkan bukanlah sesama kita, melainkan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, seperti roh-roh jahat di udara (baca Efesus 6:12). Jadi, musuh utama kita adalah Iblis. Iblis akan bertekuk lutut dan tak berkutik saat mendengar puji-pujian. Saat kita memuji-muji  Tuhan kita sedang menyerahkan segala pergumulan kita kepada Tuhan dan mempercayai Dia berperang ganti kita. Tuhan akan bertindak untuk menghancurkan Iblis dengan segala pekerjaan dan rencana jahatnya sehingga jarahan-jarahan yang sudah dicuri Iblis dapat direbut kembali.

Jadikan pujian kepada Tuhan sebagai gaya hidup kita sehari-hari, bukan hanya saat keadaan sedang baik, sehat, keberkatan atau berhasil, tapi di segala keadaan. “Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.” (Mazmur 95:1), karena sorak-sorai untuk Tuhan itu mengundang perhatian-Nya. Sorak-sorai itu memperlihatkan semangat, rasa percaya diri dan tekad, serta bersifat nubuatan dan membangun iman. Firman-Nya serta bersifat nubuatan dan membangun iman. Firman-Nya memerintahkan kita untuk bersorak-sorai, “…elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!” (Mazmur47:2), karena ada kuasa yang besar dalam sebuah sorak-sorai. Saat kita menyerukan nama Yesus dengan sorak-sorai segala belenggu dan tembok-tembok persoalan akan runtuh!

Saat kita memuji-muji Tuhan, “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” Keluaran 14:14

Baca: Mazmur 9:1-21

Latest posts:

PUJIAN: Menghancurkan Musuh (1)

PUJIAN: Menghancurkan Musuh (1)

“Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan
pendendam.” Mazmur 8:3

Tidak ada pribadi yang lebih layak dipuji dan disembah selain daripada Tuhan kita Yesus Kristus. Hanya Dia yang layak menerima pujian dan
pengagungan kita. Saat kita memuji-Nya hati Tuhan disenangkan, sebaliknya Iblis benci. Iblis tidak sanggup bertahan mendengar puji-pujian
kita, ia akan lari tunggang langgang sebab puji-pujian itu ibarat senjata tajam, siap menghujam, menghancurkan dan memporak-porandakan pertahanan Iblis. Karena itu jangan sekali-kali meremehkan kuasa puji-pujian kepada Tuhan. Tuhan sudah meletakkan kekuatan di mulut bayi-bayi dan anak-anak untuk membungkam musuh dengan puji-pujian (ayat nas), artinya ada kekuatan dahsyat di balik pujian.

Daud adalah manusia biasa sama seperti kita yang tak luput dari masalah, kesesakan, tekanan, dan ujian. Namun hal itu tidak membuatnya larut dalam keputusasaan, justru ia semakin menguatkan hati, bahkan memaksa jiwanya untuk tetap memuji Tuhan, “Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” (Mazmur 42:5-6). Daud
percaya ketika ia secara intensif memuji Tuhan pintu-pintu kesempatan semakin terbuka untuk mengubah yang mustahil menjadi mungkin, mengubah kekalahan menjadi kemenangan, serta mengubah kepedihan menjadi sukacita besar, oleh karena Tuhan hadir di setiap pujiannya.

Dalam situasi buruk sekali pun tetaplah perkatakan iman melalui puji-pujian bagi Tuhan

Baca: Mazmur 8:1-10

Latest posts: