Author: EM

Home / Articles posted by EM (Page 32)
CARILAH TUHAN SELAMA IA BERKENAN DITEMUI

CARILAH TUHAN SELAMA IA BERKENAN DITEMUI

“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.” (Yesaya 55:6-7)

Pesan Tuhan bulan ini mengajak kita untuk mencari Tuhan dan berseru kepadaNya. Mungkin banyak dari kita yang tanpa sadar sudah kehilangan kasih mula-mula dengan mengasihi dunia ini  lebih daripada mengasihi Allah.  Tidak lagi bergairah dalam mencari Tuhan tapi lebih tertarik mencari hal-hal yang memuaskan diri sendiri sehingga terjerat dengan tawaran dunia.

Disadari atau tidak, hawa nafsu merupakan kelemahan yang ada dalam diri manusia. Dunia berlomba menawarkan sesuatu yang manis, indah dan menarik. Mereka yang hidup dikuasai hawa nafsunya akan terjerat dalam hawa nafsu duniawi yang membinasakan. Ketergantungan/ketagihan pada hal-hal duniawi membuat hati orang “Kristen” telah menjadi tawar/kehilangan kasih pada Tuhan dan belas kasihan pada sesama.

SERUAN PERTOBATAN

Tuhan murka atas ketidaksetiaan bangsa Israel yang menyembah Baal. Allah memerintahkan agar bangsa Israel bertobat dan kembali mencari Tuhan. Di jaman perjanjian Lama Raja Ahab meniadakan perayaan perayaan di bait suci dan mendirikan mezbah Baal.  Menurut kepercayaan orang Samaria Baal adalah dewa hujan dan kesuburan.  Namun nabi Tuhan bernama Elia mengungkapkan bahwa Baal ini bukan Tuhan dan tidak boleh disembah.

Elia kenal Allah yang benar dan penyembahan Baal menyakiti hati Tuhan.  Akibat penyembahan Baal terjadi kelaparan di Samaria (1 Raja 18:2). Elia tahu bahwa nabi Baal adalan nabi palsu maka dengan penuh keyakinan berkata “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” (1 Raja 17:1b). Dan benar hujan tidak turun selama 3 tahun sampai nabi-nabi Baal disembelih, setelah itu hujan turun.

Penyembahan Baal adalah salah satu bentuk penyembahan berhala (setan sendiri) yang menyakiti hati Tuhan. Penyembahan Baal adalah tipu daya Iblis untuk menguasai/memperbudak hidup kita dengan memuaskan keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup. Kesombongan adalah akar dari segala dosa yang menghalangi seseorang untuk hidup dalam pertobatan.

Kesombongan membuat seseorang :

    1. Membangun kubu/benteng yang menentang pengenalan akan Allah.
      Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus (2 Kor. 10:5)
    2. Hidup dalam dosa untuk menuruti hawa nafsu dan menolak pengenalan akan Tuhan (rebellious).
      “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yes. 59:2).
    3. Menjauhkan diri/ menolak kasih karunia Allah.
      Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.(Ibr. 12:15).
      Kepahitan, self-pity, insecurity, iri hati, overthinking, mengandalkan kekuatan sendiri, dlsb adalah bentuk kesombongan yang membuat seseorang jadi lemah lesu dan berbeban berat.

Pertobatan adalah perubahan pikiran yang menghasilkan perubahan tingkah laku. Pertobatan merupakan sikap kerendahan hati yang membuat kita meninggalkan dosa dan berbalik kepada Tuhan dan menyukai FirmanNya yang adalah Kebenaran.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan. (Mat. 11:28-30)

Roh Kudus dianugerahkan untuk mengingatkan kita akan firman serta membawa kita kepada seluruh kebenaran. Orang yang menjaga persekutuan dengan Roh Kudus akan mengenal dan berjalan di dalam kebenaran. Firman Tuhan akan menerangi area kegelapan dalam hidupnya, sehingga orang yang hidup dalam kebenaran pasti juga hidup dalam pertobatan. Jangan biarkan dosa dan kesombongan menjadi penghalang antara kita dengan Tuhan.  Kerendahan hati membawa kita hidup dalam pertobatan dan pertobatan membuat kita dekat dengan Tuhan.

UNDANGAN  UNTUK  HIDUP  DALAM KEHIDUPAN  YANG  SEBENARNYA

Selama masih hidup di dunia, manusia akan selalu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Tidak salah bekerja keras karena itu adalah bentuk tanggung jawab  untuk memenuhi kebutuhan; Bapa di sorga juga tahu bahwa kita memerlukan semua itu (Mat. 6:31-32). Tapi yang perlu diwaspadai, adakah hal-hal ‘kekal’ yang kita korbankan? Apakah kita sudah kehilangan hidup yang sejati (hanya sekedar eksis) karena terobsesi hal-hal duniawi, berjalan dengan pikiran dan agenda sendiri dan tidak hidup oleh iman? Apa gunanya kita memperoleh seluruh dunia tapi kehilangan hidup yang sebenarnya? (Mat. 16:26a)

Iman bekerja dalam dimensi roh/kekekalan, dasarnya adalah firman kebenaran. Segala jerih payah manusia di luar iman kepada Kristus adalah kesia-siaan  (Pengk. 1:14).  Semua hal fisik adalah sementara dan tidak mendapat bagian dalam kekekalan. Firman Tuhan mengingatkan bahwa kekayaan bisa mencelakakan hidup pemiliknya (Pengk. 5:13), cinta akan uang bisa membangkitkan hawa nafsu yang mencelakakan (1 Tim. 6:9-10), kita tidak bisa menyembah Allah dan Mamon (Mat. 6:24).

Sesungguhnya kita semua punya kelemahan/hawa nafsu dan tidak ada seorangpun yang bisa mengatasinya tanpa Tuhan. Jalan keluar untuk menang atas hawa nafsu adalah akui kelemahan dengan rendah hati di hadapan Tuhan dan minta pertolonganNya. Jangan biarkan hawa nafsu menguasai hidup kita. Sadar atau tidak, mereka yang membiarkan hidupnya dikuasai hawa nafsu sebenarnya adalah orang-orang yang merasa tidak aman/bahagia. Jiwanya yang kosong akan mencari kepuasan batin dari hal-hal yang keliru, tidak berguna/sia-sia bahkan membahayakan keselamatannya. Manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Roh dan jiwa manusia bersifat kekal, tubuh fisik bersifat sementara. Allah telah memberikan kekekalan dalam hati manusia, oleh sebab itu hanya DIA yang bisa memuaskan hati dan jiwa kita.

Tuhan Yesus datang supaya kita mempunyai hidup yang sebenarnya (Zoe life, Yoh. 10:10) dan mempunyainya dalam segala kelimpahan, oleh Roh Kudus yang merupakan sumber air kehidupan bagi kita. Air Hidup adalah sumber kehidupan yang dibutuhkan ‘setiap’ orang percaya untuk memuaskan jiwanya. …tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal. (Yoh. 4:14)

  1. YESAYA 55:1 “Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!” Gandum adalah simbol kebutuhan pokok, susu adalah simbol kemakmuran (Yes. 60:16), anggur adalah simbol berkat/anugerah janji-janji Allah (Yes. 25:6). Semua itu diberikan tanpa bayaran materi (semata-mata karena kemurahan Tuhan) hanya kepada mereka yang benar-benar haus dan lapar. ..Berbahagialah (diberkatilah) mereka yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan (Mat. 5:6).Yesus adalah Roti Hidup dari sorga yang akan memberikan Air Hidup (Roh Kudus) kepada yang mau datang kepadaNya. “Akulah roti hidup, barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa datang kepadaku ia tidak akan haus lagi” (Yoh. 6:35).Tuhan menjamin semua kebutuhan kita (rohani, jiwa dan fisik). Kita tidak akan berkekurangan malah berkelimpahan, apa saja yang kita kerjakan dibuat Tuhan berhasil, hidup kita berbuah, menjadi berkat dan mendapat upah kekal. Manusia tanpa Allah sepertinya bisa berhasil mencapai keinginannya, tapi ujungnya adalah kesia-siaan bahkan kesuksesan bisa mencelakakan hidupnya sendiri.
  1. YESAYA 55:2a “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?”Jangan membelanjakan/berjerih lelah untuk mendapatkan sesuatu yang membuat jiwa kita haus terus-menerus karena ketagihan hal-hal yang duniawi. Contoh : diperbudak/ketagihan rokok, pornography, social media, perilaku konsumtif (‘gila’ belanja), hobby pamer kekayaan/barang mewah di sos-med (flexing), pesta pora, ketamakan, kerakusan, dlsb.Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; (Yoh. 6:27a). Makanan yang bertahan sampai hidup kekal adalah percaya/taat kepada Allah (Yoh. 6:29) dan melakukan kehendak/menyelesaikan pekerjaanNya (Yoh. 4:34).
  1. YESAYA 55:2b-3a “Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!”Cara menikmati makanan/sajian lezat dari Tuhan adalah dengan mendengar perkataanNya. Orang yang merenungkan firman akan mendapat rhema dari Roh Kudus. Saat firman menjadi rhema, maka iman akan timbul. Iman kepada firman akan membawa kita menikmati hidup yang sebenarnya. Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup (Yohanes 6:63).Perhatikan keadaan kita, waspadalah jangan sampai kita terjerat tipu daya iblis dengan sibuk mengejar yang dunia tawarkan tapi kehilangan hidup yang sejati. Waspadalah jangan sampai kasih kita menjadi dingin dan kita terjerat hawa nafsu dunia yang membinasakan. Marilah kembali kepada kasih yang semula. Kita telah ditebus dengan harga yang mahal untuk hidup dalam persekutuan dengan Allah dan tunduk menyembah kepadaNya.Carilah Tuhan maka kita akan hidup. Barangsiapa yang mau menerima ajakan untuk makan Roti dan minum air Hidup, ia akan menikmati hidup yang sebenarnya. Bukti seseorang dikatakan ‘hidup’ adalah orang tersebut menghasilkan buah pada musimnya, rohnya terus menyala-nyala melayani Tuhan, apa saja yang diperbuatnya berhasil (Maz. 1: 3). Bekerjalah untuk makanan yang tidak dapat binasa, yang bertahan sampai hidup kekal, yaitu hidup oleh iman dalam persekutuan dengan Kristus Yesus. Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, berserulah kepadaNya selama Ia dekat!

Image source:  https://www.bible.com/verse-of-the-day/ISA.55.6-7/29844?version=27

MENJADI SEPERTI KRISTUS – BE IMITATORS OF CHRIST

MENJADI SEPERTI KRISTUS – BE IMITATORS OF CHRIST

Di ‘market place’ ada istilah bahwa nama baik itu perlu dijaga sampai mati. Orang tua menasehati anak-anaknya agar mereka menjaga nama baik termasuk nama baik orang tuanya. Ini berguna ketika seseorang bangkrut, namun masih memiliki nama baik, masih ada harapan, karena teman-temannya akan membantu meminjami uang misalnya. Sebaliknya ketika nama baiknya sudah hancur, maka akan sangat sulit mendapat kepercayaan dari orang lain.

Tema bulan ini “menjadi seperti Kristus.” Sedangkan Tuhan Yesus mati sebagai criminal yang tergantung di salib. Tuhan Yesus tidak memiliki nama baik pada jamanNya, tetapi pelayananNya yang penuh kasih dan kuasa menjungkir balik dunia. Jadi apa maksudnya menjadi seperti Kristus dan bagaimana caranya?

Menjadi seperti Kristus artinya 1 Yohanes 2:6 menulis, “Orang yang mengatakan bahwa dia tinggal di dalam Allah, dia harus hidup sama seperti Yesus hidup.” Orang itu harus hidup sama dengan Kristus dalam hal kekudusanNya dan pelayananNya. Sedangkan saat-saat ini di dunia ada istilah “personal branding.”

Personal branding adalah proses pembentukan persepsi masyarakat terhadap kehidupan seseorang meliputi kepribadian, kemampuan dan nilai dirinya.

Personal branding juga berarti citra yang ditampilkan seseorang secara konsisten sehingga menghasilkan persepsi positif dari masyarakat. Misalnya ada seorang pendeta yang suka mengajar mengenai keluarga, lama-kelamaan akan dikenal secara pendeta yang menangani keluarga, sehingga orang yang sedang bermasalah dalam keluarganya tidak ragu untuk datang meminta pertolongan. Ada juga orang yang dikenal baik atau dermawan karena suka memberikan bantuan. Personal branding orang-orang tersebut sudah dikenal di tengah masyarakat.

Menyerupai Kristus adalah PERSONAL BRANDING orang percaya.

Apa yang terlintas dalam diri kita ketika mendengar nama Daniel? Daud? Ada yang berpikir gua singa, ada juga yang ingat pejabat yang saleh, sebagian akan mengingat seseorang yang handal dalam pekerjaannya, tidak melakukan kelalaian. Orang akan mengingat Daud sebagai raja Israel, Daud dekat dengan Tuhan. Ketika kita dapat mengingat suatu perbuatan atau sikap seseorang, bisa diartikan bahwa orang tersebut sudah memiliki personal branding.

Salomo menulis dalam Amsal 22:1,“Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.”

Kita memerlukan kepercayaan dari pihak lain dalam bekerja, berbisnis atau dalam pelayanan. Intinya kita ingin dikenal baik, bekerja dengan baik dan menghasilkan produk yang baik sehingga bisa dipakai oleh masyarakat. Ternyata menjadi seperti Kristus artinya adalah memiliki karakterNya yang kudus dan berintegritas sehingga menjadi orang yang dapat dipercaya.

BAGAIMANA ORANG PERCAYA MENJADI SEPERTI YESUS?

Dari kehidupan Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego kita tahu bahwa takut akan Tuhan adalah awal dari hikmat yang menuntun mereka sehingga tidak kompromi dengan penyembahan berhala. Daniel adalah seorang pemuda Yehuda yang ditawan oleh raja Nebukadnezar ke negeri Babel. Daniel memiliki kecakapan dan hikmat Tuhan sehingga dapat bekerja pada raja Babel. Raja yang memerintah Babel berganti-ganti sampai Raja Darius orang Media memerintah, sementara Daniel tetap menjadi wakil raja. Untuk seorang tawanan seperti Daniel, menjadi wakil raja di negara yang menawannya tentu bukan prestasi sembarangan. Itu adalah pencapaian tertinggi yang bisa diraih seorang tawanan. Dan Daniel mendapatkan posisi itu karena dia beribadah kepada Allahnya dan menerima anugerah Tuhan yang besar.

Dari sisi Daniel pribadi, apa yang dilakukannya sampai mendapat kepercayaan yang begitu besar? Alkitab menyatakan:“Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.”Daniel 6:5

Ternyata pada Daniel tidak didapati kesalahan apapun dalam hal pekerjaannya. Daniel orang yang setia kepada raja dan cermat melakukan semua tanggung jawabnya. Raja Darius puas dengan prestasi kerja Daniel. Ini berarti Daniel memiliki personal branding yang sangat baik.

Bagaimana Daniel, orang buangan dari Yehuda bisa sampai pada titik itu, padahal menjadi wakil raja bukan hal mudah, bahkan untuk orang Babel sendiri?

1. Daniel Menjaga Kekudusan.

Ketika masih muda dan baru ditawan ke Babel, Daniel dan teman-temannya diberi makanan dan minum yang membuat mereka tercemar. Daniel meminta agar diberi sayur dan air putih untuk menjaga kekudusan sebagai umat Tuhan. Ini adalah hal yang menyenangkan hati Tuhan.

2. Daniel Intim dengan Tuhan

Dituliskan bahwa Daniel berlutut, berdoa dan memuji Allah tiga kali sehari menghadap ke arah Yerusalem. Ini adalah kehidupan yang intim dengan Tuhan. Orang yang menjalankan pemerintahan seperti Daniel pasti sangat sibuk, namun tetap memberikan waktunya untuk berdoa. Disebutkan juga bahwa hal itu “biasa dilakukannya” – memberikan pengertian bahwa dalam setiap situasi Daniel berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. Bandingkan dengan orang yang hanya berdoa ketika menghadapi masalah atau sedang sakit, mereka akan berhenti berdoa ketika sudah sembuh.

3. Daniel Dipenuhi Roh Tuhan

Daniel dapat melakukan hal-hal besar karena dipenuhi Roh Tuhan. Ada perkara-perkara yang tidak dapat dilakukan oleh manusia pada umumnya, misalnya mengerti mimpi orang lain, hal itu dapat dilakukannya karena pertolongan Tuhan.

Jadi bagaimana Daniel – dengan tanpa disadarinya – membangun personal branding? Daniel membangunnya dengan cara menghidupi kehidupan yang melekat kepada Tuhan. Daniel tidak secara aktif mempertontonkan dirinya sebagai orang baik, namun dengan menjalankan kehidupan yang menuruti Firman Tuhan. Kita melihat tangan Tuhan yang berkuasa, membuat Daniel dikenal baik dan dipercaya oleh raja Babel. Meskipun situasi zaman Daniel dan kita berbeda, kebenaran Firman tetap sama, kita dapat menerapkan prinsip-prinsip kehidupan Daniel dalam kehidupan zaman sekarang.

 

PERSONAL BRANDING menjadi serupa dengan Kristus.

Rasul Paulus menyatakan dalam 2 Korintus 3:3,“Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”

Orang percaya adalah surat yang terbuka, artinya semua orang akan membaca hidup kita. Masalahnya adalah apakah yang mereka baca dapat membuat mereka memuliakan Tuhan atau sebaliknya? Hal itu tergantung dari personal branding yang kita miliki.

Tuhan Yesus mengajar bahwa murid-murid adalah terang dunia. Murid-murid tidak boleh berpikir mereka adalah orang-orang gelap. Bersama Tuhan Yesus, kita adalah terang yang seharusnya memberi cahaya kepada orang lain. Ketika terang itu bercahaya di depan orang, membantu mengatasi kegelapan, maka orang-orang akan memuliakan Bapa yang di sorga. Sebagai seorang murid, kita harus menyadari hal itu dan berfungsi sebagai terang, dalam hal ini melakukan perbuatan yang baik.

Personal branding yang sejati adalah menjadi seperti Kristus dengan taat dan setia melakukan kehendak Bapa di surga. Dengan setia mengikuti arahan Tuhan, tanpa bermaksud untuk memamerkan kelebihan diri kita, maka Tuhan yang akan melakukannya.

Setiap saudara unik di hadapan Tuhan, tetapi Tuhan memiliki perintah yang sama untuk kita menjadi serupa dengan Kristus dalam karakter dan pelayananNya. Yesus senantiasa mencari dan melakukan kehendak Bapa demikian juga kita. Yesus memuliakan BapaNya demikian juga kita melalui pengorbanan dan pelayanan kita biar Bapa di surga di permuliakan.

Tuhan Yesus memberkati.