MEMBANGUN KEHIDUPAN YANG KOKOH

Home / Weekly Message / MEMBANGUN KEHIDUPAN YANG KOKOH
MEMBANGUN KEHIDUPAN YANG KOKOH

PENDAHULUAN

Tuhan Yesus menghendaki setiap orang percaya membangun kehidupan yang kokoh di dalam Dia. Dalam perumpamaan di Matius 7:24-27, Ia mengatakan bahwa orang bijak adalah orang yang membangun hidupnya di atas batu. Ketika masalah, kesulitan, dan penderitaan datang, kehidupannya tidak goyah. Orang bijak memiliki kehidupan yang kokoh karena dibangun di atas ketaatan kepada perintah Tuhan. Ia bukan hanya mendengar firman, tetapi juga melakukannya.

ISI

I. MENDENGAR FIRMAN TUHAN

Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya. (Ayub 33:14a).

Allah dapat berfirman dengan cara apa pun. Ia tidak dapat dibatasi oleh pikiran, pengertian, waktu, dan keinginan kita. Pertanyaannya, apakah kita mendengarkan dan memperhatikan ketika Ia berfirman? Bagaimana kita dapat mendengar suara Tuhan?

Mendengar suara Tuhan dimulai dengan membangun hubungan dengan Roh Kudus melalui doa, pujian, penyembahan, dan perenungan firman. Akal budi kita harus mengalami pembaruan melalui firman Tuhan, sehingga kita memiliki panduan untuk membedakan mana kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.

Saat hubungan dengan Roh Kudus terus dijaga dan akal budi terus diperbarui oleh firman Tuhan, hati kita menjadi lebih terbuka untuk menerima suara Tuhan yang disampaikan oleh Roh Kudus melalui berbagai cara, antara lain:
• melalui firman Tuhan yang dibaca dan direnungkan;
• melalui impresi atau kesan yang muncul dalam hati atau pikiran;
• melalui keadaan, teguran, penderitaan, mukjizat, serta pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain;
• melalui doa, mimpi, penglihatan, lagu pujian dan penyembahan, khotbah, renungan harian, artikel, maupun buku;
• melalui orang lain;
• melalui suara yang terdengar secara audibel.

Perlu diperhatikan bahwa suara Tuhan yang kita dengar tidak pernah bertentangan dengan firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab. Roh Kudus tidak akan pernah membawa kita kepada hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran firman-Nya.
Suara Tuhan juga dapat dikonfirmasi melalui mentor atau pemimpin rohani yang dapat memberikan nasihat dan peneguhan. Suara Tuhan mendatangkan damai sejahtera, menimbulkan iman, menerangi jiwa, dan membuat kita semakin bertumbuh dalam hikmat.

Langkah praktis untuk belajar mendengar suara Tuhan:
• Disiplinkan diri untuk bersaat teduh setiap pagi pada waktu yang sama, sebelum memulai aktivitas. Tempatkan hubungan kita dengan Tuhan sebagai prioritas utama.
• Masuk ke dalam hadirat Tuhan dengan mengucap syukur, memuji, menyembah, dan berdoa.
• Belajar menenangkan diri dan berdiam diri sambil menantikan Tuhan dalam hadirat-Nya. Fokuskan pikiran hanya kepada Tuhan Yesus.
• Baca renungan harian dan renungkan beberapa pasal firman Tuhan, misalnya dua pasal pada pagi hari, dua pasal pada siang hari, dan dua pasal pada malam hari.
• Semakin konsisten kita melatih diri, semakin peka pula kita dalam mendengar suara Tuhan.

II. MELAKUKAN FIRMAN TUHAN

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (Matius 7:24)

Roh Kudus akan mendorong kita untuk menanggapi dan menaati suara Tuhan yang kita dengar. Orang bijak adalah orang yang belajar menaati suara Tuhan, sekalipun ketaatan itu terasa tidak nyaman. Alkitab mengatakan bahwa keinginan Roh memang selalu berlawanan dengan keinginan daging. Oleh sebab itu, hiduplah oleh Roh, maka kita tidak akan menuruti keinginan daging (Galatia 5:16).

Orang berhikmat yang melakukan firman Tuhan akan hidup dalam berkat:
Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik. Orang yang bijak lebih berwibawa daripada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan daripada orang yang tegap kuat (Amsal 24:3–4)

Ketaatan kepada firman Tuhan membawa kita mengalami penggenapan janji-Nya, penyertaan, penyediaan, pemeliharaan, mukjizat, pemulihan, kesembuhan, perlindungan dari yang jahat, dan kemenangan.

III. TETAP TEGUH SAAT MENGHADAPI BADAI KEHIDUPAN

Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. (Matius 7:25)

Ketaatan kepada firman Tuhan membuat kita memiliki fondasi kehidupan yang kokoh. Sekalipun badai kehidupan menerpa, iman kita tetap teguh, bahkan semakin kuat. Masalah, kesulitan, dan penderitaan tidak dapat menghancurkan kehidupan orang yang taat kepada firman Tuhan. Mengapa? Karena Allah menopang segala sesuatu dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan (Ibrani 1:3). Tuhan sendiri yang menjamin, meneguhkan, dan membela firman-Nya.

”demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 55:11).

Firman Tuhan itu hidup, penuh kuasa, kekal, dan tidak pernah berubah di tengah keadaan yang berubah-ubah. “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (Matius 24:35).

IV. MENINGGALKAN WARISAN IMAN BAGI GENERASI BERIKUTNYA

Meninggalkan warisan iman kepada generasi berikutnya adalah tugas dan tanggung jawab rohani yang harus dilakukan oleh setiap orang percaya. Uang bisa habis, harta bisa lapuk, dan ketenaran bisa pudar, tetapi iman adalah warisan terbaik dan kekal yang dapat kita teruskan kepada anak cucu.

Meninggalkan warisan iman bukan hanya berarti memberitakan firman Tuhan secara teoretis kepada anak cucu, tetapi juga menjadi pelaku firman. Keaslian iman yang dibuktikan melalui kehidupan yang benar dan ketaatan kepada perintah Tuhan menjadi teladan nyata yang membawa dampak kekal bagi generasi berikutnya. Mereka dapat melihat dan mengalami secara langsung bagaimana ketaatan kepada firman Tuhan membuat kehidupan orang tua mereka tetap kokoh, sekalipun menghadapi berbagai masalah dan kesulitan.

APLIKASI

Lakukan evaluasi terhadap:
Kehidupan rohani.
Keluarga.
Pekerjaan.
Pelayanan.
Keuangan.
Karakter.

PERTANYAAN DAN DISKUSI

Di atas dasar apa Anda sedang membangun hidup?
Area mana yang perlu lebih taat kepada firman Tuhan?

PENUTUP

Kehidupan yang kokoh bukanlah kehidupan yang dibangun atas dasar kehebatan, kekuatan, kepintaran, harta kekayaan, pencapaian, ataupun kesuksesan. Kehidupan yang kokoh juga bukanlah kehidupan yang nyaman dan bebas dari masalah. Kehidupan yang kokoh adalah kehidupan yang tetap teguh ketika mengalami badai kehidupan, karena dibangun di atas fondasi yang kuat. Fondasi yang kuat itu bukan sekadar pengetahuan akan firman Tuhan, melainkan ketaatan dalam melakukan firman Tuhan.

Jadilah orang bijak yang terus bertumbuh dalam iman dan hikmat, agar kehidupan kita tetap kokoh dan kita dapat meninggalkan warisan iman bagi generasi berikutnya.