PENDAHULUAN
Akar memiliki fungsi untuk menyerap nutrisi dari dalam tanah yang dibutuhkan bagi pertumbuhan serta menopang pohon agar dapat berdiri tegak dan tidak mudah tumbang. Dengan sistem perakaran yang baik, sebuah pohon dapat tumbuh secara optimal. Akar yang kuat membuat pohon tetap berdiri kokoh saat diterpa badai dan hujan deras. Sebaliknya, pohon yang memiliki akar dangkal akan lebih mudah goyah dan tumbang karena tidak memiliki pijakan yang kuat di dalam tanah.
ISI
Dalam kehidupan orang percaya, akar menggambarkan hal-hal yang ada di dalam hati dan batin yang tidak tampak dari luar. Akar kehidupan orang percaya adalah hati yang percaya kepada Tuhan Yesus. Seperti halnya akar menopang sebuah pohon, demikian pula iman kepada Kristus menopang seluruh kehidupan kita. Akar yang kuat membuat kita tetap kokoh ketika menghadapi masalah dan penderitaan. Selama kita tetap berakar di dalam Kristus, kita akan terus bertumbuh menuju kedewasaan rohani.
CARA MEMPERKUAT AKAR
1. Tinggal di dalam Kristus dan berakar dalam kasih-Nya.
- Berakar berarti tetap tinggal di dalam Kristus sekalipun situasi yang kita hadapi tidak selalu mudah. Agar menjadi kuat, akar harus senantiasa terhubung dengan sumber Air Hidup, yaitu firman Tuhan dan hadirat Roh Kudus melalui doa, pujian, dan penyembahan. Persekutuan dengan Tuhan membuat kita semakin mengenal Pribadi-Nya, kehendak-Nya, dan cara kerja-Nya, terlebih ketika kita mengalami masalah. Persekutuan dengan Tuhan membuat hati kita dipenuhi kasih-Nya sehingga kita dapat melihat segala sesuatu dari perspektif Tuhan.
- Saat berada dalam pergumulan, Roh Kudus mengingatkan kita untuk tetap percaya dan mengandalkan Tuhan, bukan bersandar pada kekuatan dan pengertian kita sendiri. Batin kita dikuatkan dan diteguhkan untuk tetap tinggal di dalam Kristus dan kasih-Nya. Kita dimampukan untuk merespons setiap masalah sesuai dengan firman Tuhan, sekalipun itu terasa sulit dan tidak enak.
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah (Yeremia 17:7-8).
- Orang yang hatinya percaya kepada Tuhan diibaratkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air. Dalam keadaan apa pun, ia tetap terhubung dengan Sumber Air Hidup. Ia tidak takut menghadapi panas terik dan tidak khawatir ketika tahun kering tiba, sebab imannya berakar kuat di dalam Tuhan. Akar yang kuat menghasilkan pertumbuhan dan buah.
- Badai masalah tidak membuat jiwanya menjadi kering, letih lesu, berbeban berat, cemas, gelisah, khawatir, putus asa, mengasihani diri sendiri, atau kecewa, hingga akhirnya menyalahkan Tuhan atau orang lain. Di tengah masa sulit dan tekanan sekalipun, ia tetap menghasilkan buah karena akarnya terus bertumbuh semakin dalam hingga mencapai sumber Air Hidup. Badai tidak selalu dapat kita hindari, tetapi akar yang kuat membuat kita tidak mudah tumbang ketika badai datang, bahkan tetap menghasilkan buah.
Firman → Akar → Iman Kuat → Tetap Teguh → Menghasilkan Buah.
- Hal lain yang perlu dipahami tentang perlunya memiliki akar yang kuat:
Semakin kita bertumbuh dan semakin besar tanggung jawab yang Tuhan percayakan, semakin penting kita memiliki akar yang dalam. Agar tidak tumbang, akar iman kita harus kuat. Jika tidak, kita dapat dengan mudah jatuh ke dalam kesombongan dan dosa. Itulah sebabnya Tuhan perlu memproses kita melalui berbagai masalah dan ujian iman agar akar iman kita semakin dalam dan kuat.
Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih (Efesus 3:16-17).
2 Persekutuan dengan orang percaya.
- Di dalam persekutuan dengan orang percaya, kita belajar saling menguatkan, menolong, menopang, dan mendoakan supaya tetap kuat di dalam Tuhan, terutama saat menghadapi masalah. Jika kita memilih menyendiri, kita bisa menjadi lemah, rawan jatuh, dan mudah dikalahkan oleh masalah.
Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan. (Pengkhotbah 4:12)
- Gereja lokal menjadi tempat kita bertumbuh bukan hanya melalui pengajaran firman, tetapi juga dengan belajar saling mengasihi, menerima satu dengan yang lain, melayani, saling mengampuni, saling menajamkan, dan lain sebagainya.
Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya (Amsal 27:17).
PENUTUP
Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur (Kolose 2:6–7)
Kristus bukan hanya tempat kita mulai; Kristus adalah tempat kita terus tinggal sampai garis akhir.
Kita telah menerima Kristus. Karena itu, kita harus terus hidup di dalam Dia.
Kita berakar di dalam Dia. Kita dibangun di atas Dia. Kita diteguhkan dalam iman.Dan akhirnya, hidup kita melimpah dengan syukur. Itulah kedewasaan rohani.