PENDAHULUAN
Karakter adalah salah satu tanda kedewasaan rohani. Karakter mencerminkan nilai, watak, dan keadaan batin seseorang yang diwujudkan secara nyata dalam bentuk perilaku, sikap, serta kebiasaan sehari-hari.
Kedewasaan karakter merupakan proses pertumbuhan rohani yang berlangsung secara terus-menerus. Melalui proses yang panjang, Tuhan membentuk cara berpikir/cara pandang, perasaan, sikap, perilaku, perkataan, serta gaya hidup kita agar semakin sesuai dengan kepenuhan Kristus. Efesus 4:13–15, “…sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”
ISI
Tujuan pertumbuhan rohani bukan sekadar supaya kita tahu lebih banyak tentang Tuhan, tetapi supaya hidup kita semakin menyerupai Kristus.
1. KARUNIA DAN PENGETAHUAN TIDAK OTOMATIS MENJADIKAN SESEORANG DEWASA
Pengetahuan akan Firman Tuhan dan karunia yang kita miliki adalah hal yang sangat penting. Namun, keduanya tidak secara otomatis menjamin kedewasaan karakter.
Seseorang dapat: mengajar, berkhotbah, memiliki karisma & talenta, atau pandai berbicara,
bahkan aktif melayani, atau disiplin berdoa, tidak otomatis menunjukkan bahwa karakter orang tersebut sudah dewasa.
Karakter justru paling terlihat ketika kita menghadapi tekanan.
Ketika dikritik. Ketika ditolak.
Ketika disalahpahami.
Ketika mengalami konflik.
Ketika kecewa.
Ketika tidak mendapatkan apa yang kita inginkan.
Ketika orang lain tidak menghargai kita.
Saat itulah karakter kita diuji.
Karunia menunjukkan apa yang dapat kita lakukan, tetapi karakter menunjukkan siapa kita.
Karunia dapat diperoleh dari lahir tetapi karakter dibentuk melalui proses yang panjang dan berbagai ujian.
Tuhan menggunakan proses tersebut untuk mengajar kita merendahkan hati, terus belajar, hidup dalam pertobatan, meninggalkan manusia lama, dan semakin taat kepada Firman serta kehendak-Nya.
2. KARUNIA HARUS DISERTAI KARAKTER
Karunia diberikan Tuhan untuk melayani, membangun tubuh Kristus, dan memuliakan Tuhan. Tetapi karakter menentukan bagaimana kita menggunakan karunia tersebut.
Seseorang dapat memiliki karunia yang luar biasa tetapi menggunakannya dengan motivasi yang salah. Sebaliknya, seseorang yang memiliki karakter yang benar akan menggunakan karunianya dengan: rendah hati, kasih, integritas, kesetiaan, tanggung jawab, dan takut akan Tuhan.
Karena itu, kita tidak hanya perlu bertanya:“Apa karunia saya?” tetapi Kita juga harus bertanya:“Apakah karakter saya sudah siap menopang karunia tersebut?”
Karunia dapat membuka pintu, tetapi karakter menentukan bagaimana kita berjalan setelah pintu itu terbuka. Karunia dapat membuat orang melihat kita. Karakter membuat orang dapat melihat Kristus melalui kita.
3. KARAKTER ADALAH HASIL PEKERJAAN ROH KUDUS
Ketika kita hidup dalam keintiman dengan Roh Kudus, Dia terus bekerja membentuk karakter Kristus dalam diri kita. Galatia 5:22–23 berkata:
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri.”
Perhatikan bahwa Firman Tuhan berbicara tentang buah Roh. Buah tidak muncul dalam satu malam. Buah membutuhkan: waktu, proses, pertumbuhan, pemeliharaan, dan ketekunan.
Demikian juga karakter. Kedewasaan karakter merupakan hasil karya pengudusan Roh Kudus yang terus bekerja dalam kehidupan kita. Karakter yang dewasa terlihat ketika buah buah roh mulai menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
PENUTUP
Pertanyaan untuk direnungkan : Apa yang sedang Tuhan bentuk dalam karakter saya melalui proses yang sedang saya alami sekarang?
“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (Efesus 5:15-17)