PENDAHULUAN
Allah tidak memanggil kita hanya untuk percaya kepada-Nya, tetapi juga untuk bertumbuh menjadi dewasa secara rohani. Pertumbuhan rohani bukan sekadar mengetahui lebih banyak tentang Tuhan, melainkan juga menjadi semakin serupa dengan Kristus. Melalui bahan Cool bulan ini, kita akan belajar untuk bertumbuh dalam karakter Kristus, menjadi pribadi yang tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan, memiliki akar iman yang kuat, menghasilkan buah Roh, bertanggung jawab atas kehidupan rohani kita, serta menjadi teladan bagi orang lain.
ISI
Tidak ada yang mengharapkan seorang bayi tetap menjadi bayi selamanya. Demikian pula dalam kehidupan rohani. Ketika mengalami kelahiran baru, kita adalah bayi-bayi rohani yang lahir dari benih ilahi (1 Petrus 1:23; 1 Yohanes 3:9). Namun, Tuhan tidak menghendaki kita tetap menjadi bayi rohani. Ia ingin kita terus bertumbuh menuju kedewasaan rohani dan pada akhirnya menghasilkan buah.
Bertumbuh menjadi dewasa secara rohani membutuhkan proses yang panjang. Kedewasaan rohani tidak terjadi secara instan atau otomatis hanya karena usia kita bertambah. Dibutuhkan ketetapan hati, kesabaran, dan ketekunan untuk menjalani setiap proses hingga mencapai kedewasaan rohani.
Seperti halnya seorang bayi yang sangat membutuhkan air susu yang murni untuk bertumbuh, demikian pula manusia roh kita membutuhkan makanan rohani untuk mendukung pertumbuhannya.
1 Petrus 2:2 “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan”
Ini bukanlah ajakan untuk kita tetap menjadi bayi rohani yang hanya mau minum susu dan tidak mau menerima makanan yang keras. Ayat ini merupakan seruan bagi kita untuk memiliki rasa haus dan lapar akan makanan rohani yang murni.
Asupan rohani yang murni dan sangat kita butuhkan setiap hari adalah firman Tuhan dan hadirat Roh Kudus. Firman Tuhan adalah kebenaran yang murni dan sejati, yang tidak tercemar oleh hikmat dunia, dosa, kepalsuan, penyesatan, keinginan manusia yang berpusat pada diri sendiri, hawa nafsu, maupun tipu daya Iblis. Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Matius 4:4).
Firman Tuhan bukan saja mengenyangkan roh dan jiwa kita, tetapi juga membuat kita bertumbuh, menghasilkan buah, dan memperoleh keselamatan. Roh Kudus adalah sumber air hidup yang memuaskan dahaga jiwa, mengingatkan kita akan firman Tuhan, mengajar, dan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran.
Supaya terus memiliki rasa haus dan lapar akan makanan rohani yang murni, kita perlu mendisiplinkan diri untuk masuk hadirat Tuhan melalui doa, pujian, penyembahan, serta menerapkan firman Tuhan yang kita tahu dan renungkan.
Keadaan orang yang terus memenuhi dirinya dengan Firman Tuhan dan hadirat Roh Kudus:
- Iman jadi kuat dan semakin berakar dalam,
- Tidak mudah diombang-ambingkan oleh perasaan, keadaan, dan rupa-rupa angin pengajaran,
- Arah hidupnya benar karena berjalan dalam ketaatan kepada perintah Tuhan,
- Menanggalkan manusia lama dan senantiasa hidup dalam pertobatan,
- Masalah, tantangan, dan penderitaan tidak membuatnya menyerah, melainkan mendorongnya untuk terus bertumbuh dan menghasilkan buah yang matang.
Sebaliknya, apa saja yang menyebabkan seseorang kehilangan rasa haus akan Tuhan sehingga tidak lagi bertumbuh (stagnasi)?
- Hidup dalam dosa yang disembunyikan dan berkompromi dengan dosa,
- Fokus mengejar perkara-perkara duniawi dan ambisi pribadi, serta hidup dalam hawa nafsu kedagingan,
- Menjalani rutinitas agamawi tanpa membangun relasi pribadi dengan Tuhan melalui doa, pujian, penyembahan, perenungan firman, dan ketaatan kepada firman Tuhan,
- Menyimpan kepahitan dan kekecewaan terhadap manusia ataupun Tuhan,
- Kenyamanan hidup yang membuatnya merasa tidak memerlukan Tuhan,
- Menjauhkan diri dari kasih karunia, dari pertemuan ibadah, dan dari komunitas orang percaya.
ALUR PROSES PERTUMBUHAN ROHANI
Bayi rohani yang lahir dari benih ilahi → setia dan bertekun dalam proses pembentukan Tuhan melalui masalah, tantangan, penderitaan, dan ujian iman → merespons dengan benar meski di bawah tekanan dengan tetap menaati perintah Tuhan → iman berakar semakin kuat dalam kasih Kristus → bertumbuh menuju kedewasaan iman, hikmat, dan karakter → menghasilkan buah nyata yang dapat dinikmati oleh keluarga, gereja, dan sesama.
REFLEKSI DIRI
Dari alur pertumbuhan di atas, renungkanlah pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Saudara sedang berada di fase yang mana?
- Apakah Saudara masih bertekun untuk bertumbuh menuju kedewasaan rohani, atau sudah berhenti bertumbuh?
- Jika Saudara berhenti bertumbuh, apa yang menjadi penyebabnya?
- Langkah apa yang harus Saudara ambil untuk mengatasi pertumbuhan rohani yang terhenti?
PENUTUP
DEWASA ROHANI BUKAN TENTANG BERAPA LAMA KITA MENJADI ORANG KRISTEN, TETAPI SEBERAPA JAUH HIDUP KITA BERUBAH MENJADI SERUPA KRISTUS.
sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, (Efesus 4:13)
Orang yang dewasa secara rohani bukan berarti tidak pernah lemah, jatuh, atau berbuat salah. Namun, ia memiliki kemauan untuk bangkit kembali dan tidak menyerah, mengasihani diri, atau menjauh dari Tuhan dan saudara seiman. Selama kita mau hidup dalam pertobatan dan ketaatan, kasih karunia Tuhan yang berlimpah akan menopang kita sepanjang proses pertumbuhan rohani.