JADIKAN MURID – bagian 2

Home / Weekly Message / JADIKAN MURID – bagian 2
JADIKAN MURID – bagian 2

(Kehidupan yang diperbarui Roh Kudus akan menghasilkan BUAH ROH/Transforming Life)

Sekilas review:
Hidup yang berbuah merupakan suatu ketetapan Tuhan buat setiap orang percaya (Yohanes 15:16). Buah adalah hasil hidup kita yang bisa dinikmati orang lain. Ukurannya bukan apa yang kita kira/pikir/rasa, tapi apa yang orang lain alami dari kita.

Sambungan minggu ini:

• Buah Roh TUMBUH DARI KEINTIMAN dengan Roh Kudus, TIDAK DIPAKSAKAN.
…Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil (Maz. 1:3).

• Cara satu-satunya untuk menghasilkan buah Roh adalah TERHUBUNG dengan POKOK ANGGUR YANG BENAR, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yohanes 15:4–5)

Terhubung artinya DENGAN SENGAJA mengkhususkan WAKTU di hadirat Tuhan (saat teduh, berdoa,memuji menyembah, merenungkan Firman) secara konsisten – sebagai lifestyle termasuk hari kerja/hari libur/weekend/sedang vacation:

– Memuji menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran: dengan segenap hati dan jiwa (pikiran, perasaan, kehendak) yang ditundukkan kepada kebenaran Allah.
– Berdoa: bukan hanya menyampaikan sederet permohonan, tapi belajar memberi ruang/waktu untuk Tuhan bicara: menegur akan sesuatu yang salah; menyingkapkan adanya ketidakbenaran dalam hati; mengingatkan firman, mengarahkan atau menyampaikan sesuatu bagi kita secara pribadi (ingat: doa = berkomunikasi dua arah).
– Merenungkan firman Tuhan, mencatat firman rhema (firman yang dihidupkan) serta hikmat/pewahyuan yang diberikan oleh Roh Kudus.

• Namun tidak hanya sebatas itu, disela-sela kesibukan/aktivitas kita sehari-hari (mis. sewaktu mengemudi mobil, sedang membereskan rumah, sedang menunggu bus, sedang dalam train, dlsb.) — hati yang haus dan lapar akan terus melekat pada Tuhan merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan dan FirmanNya senan

MASALAH: Saya sudah berdoa, tahu firman, tetapi mengapa sering gagal/masih jatuh di area yang sama dan belum berubah?
Ada 2 kelompok penyebab kegagalan:

1. Benih yang jatuh di tanah berbatu: mendengar firman dan menerimanya dengan sukacita, akan tetapi gagal untuk tetap tinggal dalam firman jika mengalami tantangan karena tidak berakar.

– Contoh yang paling sering terjadi: Secara teori sudah tahu bahwa kita wajib mengampuni; jangan menyimpan kepahitan; masalah besar dikecilkan, masalah kecil ditiadakan. Tahu bahwa kepahitan adalah dosa yang meracuni seluruh aspek kehidupan, dan harus dibuang. Kita tahu dan menerima kebenaran tersebut dengan sukacita.

– Akan tetapi, pada praktiknya, ketika ada seseorang melakukan kesalahan, iblis menyerang pikiran dengan pikiran negatif yang membangkitkan amarah, prasangka buruk, merasa jadi korban, dsb. Bukannya menolak panah api/pikiran tersebut, kita malah memikirkan/merenungkannya! Inilah yang dinamakan gagal untuk tetap tinggal/konsisten dalam firman jika mengalami tantangan. Mudah menyerah karena tidak berakar.

– Akibatnya, jadi kehilangan damai sejahtera/sukacita, kehilangan kasih dan belas kasihan, sakit hati, self-pity, tidak bisa/salah berdoa, ingin balas dendam dan melukai orang lain dengan hal yang sama, menghasut dan mencemarkan banyak orang dengan kepahitan kita, mengadu domba, dlsb. BACA YAKOBUS 4:1-3.

2. Benih yang jatuh di semak duri: mendengar firman, lalu kekuatiran dunia, tipu daya kekayaan, dan keinginan duniawi menghimpit firman sehingga tidak berbuah.

– Contoh: Tahu firman carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan (Mat. 6:33). Namun, saat ada tawaran kerja yang menggiurkan di waktu yang bersamaan dengan waktu ibadah hari Minggu, lebih memilih bekerja dan meninggalkan ibadah. Pikirnya Tuhan pasti mengerti, sebab bulan ini pengeluaran sedang banyak, jadi butuh pemasukan ekstra. Ini namanya kekuatiran dan tipu daya kekayaan menghimpit firman (Mat. 6:33). Lebih setia kepada pekerjaan daripada kepada Tuhan.

Refleksi diri sendiri: apa yang HILANG dalam hidup kita? …Kasih? Belas kasihan? Damai sejahtera? Kesetiaan? Penguasaan diri?

SOLUSI:
• Berakar dalam kasih Kristus (Kolose 2:6-8). Jadi bukan hanya terhubung dengan Pokok Anggur, tapi berakar ke bawah: punya kualitas hubungan yang dalam dan kuat dengan Yesus Kristus sebagai fondasi hidup. Ini bicara tentang ketergantungan penuh kepada pimpinan Roh Kudus yang memampukan kita untuk konsisten/berkomitmen/mendisiplinkan diri, taat dan hidup dalam pertobatan. Ini semua membuat iman kita makin kuat, tidak mudah goyah oleh tantangan/masalah/rupa-rupa angin pengajaran, dan menghasilkan buah.
• Jangan mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya (1 Yoh. 2:15-17). Hiduplah oleh Roh, maka kita tidak akan menuruti keinginan daging, keinginan mata, serta keangkuhan hidup.

PENUTUP
Murid Kristus harus berketetapan hati untuk punya komitmen, kedisiplinan rohani, dan bersikap konsisten untuk tetap terhubung dengan Pokok Anggur Yang Benar. Murid yang terhubung pasti (tidak dipaksakan) akan berakar, bertumbuh dan menghasilkan buah yang banyak bagi kemuliaan Bapa.