HIDUP SEBAGAI PEWARIS KASIH KARUNIA (bagian 1)

Home / Weekly Message / HIDUP SEBAGAI PEWARIS KASIH KARUNIA (bagian 1)
HIDUP SEBAGAI PEWARIS KASIH  KARUNIA (bagian 1)

PENDAHULUAN

Kasih karunia adalah anugerah Allah kepada manusia yang tidak layak menerimanya. Kasih karunia Allah diberi bukan berdasarkan perbuatan baik atau jasa kita tapi karena kemurahan hati Allah semata.

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman;  itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu :  jangan ada orang yang memegahkan diri (Efesus 2:8-9)

Sebagai orang percaya, kita adalah pewaris dari anugerah kasih karunia melalui iman kepada Yesus Kristus. Secara garis besar, kasih karunia ini mencakup : 1) anugerah keselamatan dan pengampunan dosa; 2) diangkat menjadi anak-anak Allah untuk hidup dalam kebenaran, kekudusan dan mewarisi janji-janji Allah serta hidup kekal; 3) hidup dalam kasih karunia untuk menjadi saksi kepada dunia.

ISI

  1. Anugerah keselamatan dan pengampunan dosa.

Semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (kehilangan identitas sebagai ciptaan yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah). Manusia hidup di dalam hawa nafsu daging, menuruti kehendak daging dan pikiran yang jahat, berjerih lelah dengan mengandalkan kekuatan sendiri, memperbudak diri dengan system dunia serta diperdaya oleh tipu muslihat iblis.

Sebelum bertobat, kita hidup jauh dari Allah. Kita memusuhi DIA dalam hati, pikiran dan perbuatan yang jahat. Pada dasarnya kita adalah orang-orang yang harus dimurkai oleh Allah. Namun karena kasihNya yang besar,  Allah mengambil inisiatif untuk menyelamatkan kita dari kehancuran dan kebinasaan melalui karya penebusan Tuhan Yesus Kristus, supaya kita yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan memiliki hidup yang berkelimpahan dan kekal.

Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.  Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,  pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan,  tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,  yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,  supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya,  berhak menerima hidup yang kekal,  sesuai dengan pengharapan kita. (Titus 3:3-7)

Melalui Yesus Kristus, Allah menjadikan diriNya sebagai satu-satunya jalan keselamatan bagi manusia. Keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan (KPR 4:12).

Setelah bertobat dan percaya Yesus, dosa kita diampuni oleh Bapa karena hukuman yang harusnya kita terima sudah ditanggung oleh Kristus di kayu salib. Allah mengampuni segala pelanggaran kita dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Surat hutang itu telah ditiadakan dengan memakukannya pada kayu salib. Tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan.

Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya (Efesus 1:7).

Salah satu karya Roh Kudus adalah menolong kita untuk bertobat. Roh Kudus menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (Yohanes 16:8). Kata “menginsafkan” memiliki arti membuktikan, meyakinkan, menerangi. Roh Kudus membuat kita sadar akan dosa, akan kebenaran dan penghakiman sehingga kita bisa bertobat, percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Itu sebabnya Roh Kudus disebut juga Roh Kasih Karunia (Ibrani 10:29).

Saat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (mengalami kelahiran baru), kita menerima kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita. Kita menjadi manusia roh yang hidup oleh iman. Roh Kudus menolong dan memimpin kita hidup oleh iman. Orang yang hidup oleh iman (hidup dalam dimensi roh) akan percaya apa kata firman, bukan apa kata pikiran, logika, pendapat atau perasaan diri sendiri.

Keadaan orang yang telah menerima anugerah keselamatan dan pengampunan dosa :

  • Mengalami pemulihan hubungan dengan Allah (rekonsiliasi) melalui tubuh jasmani Kristus oleh kematianNya (Kolose 1:20-22)
  • Diselamatkan dari hukuman kekal (Yohanes 3:18),
  • Dibenarkan (Filipi 3:9) dan dikuduskan (1 Korintus 6:11).
  • Dilepaskan dari cengkraman kuasa kegelapan dan dipindahkan ke dalam kerajaan terang (Kolose 1:13)

Bersambung minggu depan..