HIDUP SEBAGAI PEWARIS KASIH KARUNIA (bagian 3)

Home / Weekly Message / HIDUP SEBAGAI PEWARIS KASIH KARUNIA (bagian 3)
HIDUP SEBAGAI PEWARIS KASIH  KARUNIA (bagian 3)

Review minggu lalu :

Sebagai orang percaya, kita adalah pewaris dari anugerah kasih karunia melalui iman kepada Yesus Kristus. Secara garis besar, kasih karunia ini mencakup : 1) anugerah keselamatan dan pengampunan dosa; 2) Diangkat menjadi anak-anak Allah untuk hidup dalam kebenaran, kekudusan, mewarisi janji-janji Allah dan hidup kekal.

Sambungan minggu ini :

  1. Hidup dalam kasih karunia untuk menjadi saksi kepada dunia.

Kasih karunia memang diberikan secara cuma-cuma, namun bukan berarti kita jadi hidup seenaknya. Bagaimana respon kita akan kasih karunia akan menentukan seberapa efektif anugerah itu bekerja dalam hidup kita. Orang yang mengasihi Tuhan dan mengerti kasih karunia, akan memiliki kesungguhan untuk hidup dalam kemaksimalan dan tidak menyia-nyiakan atau menyalahgunakan anugerah Allah yang besar.

Sebagai anak-anak Allah yang mewarisi kasih karunia, kita wajib  hidup berpadanan dengan panggilan tersebut agar dapat menjadi saksi Injil kepada dunia.

Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil  kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus,  yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa (2 Timotius 1:9-10)

Ketika Roh Kasih Karunia (Roh Kudus) tinggal di dalam seseorang, Ia akan memimpin orang tersebut ke dalam seluruh kebenaran dan memuliakan Kristus (Yohanes 16:13-14). Lewat proses pendewasaan iman, ia semakin memancarkan kemuliaan Kristus yang hidup di dalam dirinya. Kristus semakin bertambah, dirinya semakin berkurang. Hidupnya akan mengalirkan kasih dan buah-buah kebenaran yang menjadi kesaksian bagi dunia.

namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.  Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku (Galatia 2:20).

Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kisah Para Rasul 20:24).

Kita tidak diselamatkan karena perbuatan baik, tapi perbuatan baik merupakan hasil dari mengerjakan keselamatan. Orang yang berjalan dalam kasih karunia tidak malas/pasif, melainkan mengobarkan karunia/talentanya untuk menjadi berkat bagi orang lain karena sadar telah menerima kasih yang begitu besar. Ia tidak hanya jadi pengunjung gereja, penonton atau jago berpendapat saja, tapi punya hati yang berbelas kasihan terhadap jiwa-jiwa yang terhilang.

Transformasi hidup menjadi bukti bahwa kasih karunia Allah dalam diri seseorang tidak sia-sia.

Bukti lain bahwa kasih karunia bagi seseorang tidak sia-sia adalah ketekunan dan kegigihan orang tersebut dalam melakukan panggilan Allah.

Kasih karunia tidak meniadakan kelemahan dan masalah. Hidup di dalam kasih karunia bukan berarti hidup tanpa kesulitan/tantangan. Sebaliknya, dalam kelemahanlah kita menikmati kasih karunia Allah yang sempurna (2 Korintus 12:7-10). Ketangguhan dan ketabahan seseorang dalam melewati lembah kekelaman merupakan bukti bahwa ia ditopang oleh kekuatan kasih karunia Allah.

Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua;  tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku (1 Korintus 15:10)

PENUTUP

Kita diselamatkan karena kasih karunia oleh iman, diangkat menjadi anak yang wajib bertumbuh jadi dewasa dalam iman dan berhak menerima janji-janji Allah; untuk menjadi saksi kasih karunia Allah kepada dunia dengan membagikan berita baik tentang keselamatan melalui iman kepada Kristus.

Alangkah indahnya kalau kita semua makin mengerti bagaimana seharusnya hidup dalam kasih karunia Allah. Ada kedewasaan iman, saling mengasihi, saling melayani dan unity. Tiap gereja lokal benar-benar menjalankan fungsinya sebagai terang di tengah kegelapan dunia.