MINGGU SERI BANGSA ISRAEL: Penyembahan Berhala

Home / Devotional Blog / MINGGU SERI BANGSA ISRAEL: Penyembahan Berhala
MINGGU SERI BANGSA ISRAEL: Penyembahan Berhala

“dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala,” 1 Korintus 10:7

Faktor lain yang membuat sebagian besar umat Israel tidak dapat menikmati Kanaan adalah ada allah lain dalam hidup mereka. Mereka mendesak Harun untuk membuatkan patung anak lembu emas untuk mereka sembah. Semua berawal dari ketidaksabaran mereka menantikan Musa turun dari gunung Sinai. “…maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: ‘Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir-kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.'” (Keluaran 32:1). FirmanNya dengan tegas menyatakan, “Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.” (Imamat 26:1). Karena tindakan bodoh tersebut Tuhan menjadi sangat murka. Kata Tuhan kepada Musa, “Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya….dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.” (Keluaran 32:7, 9)

Tanpa kita sadari ada berhala-berhala dalam kehidupan kita yang menjadi penghalang kita mengalami berkat Tuhan. Berhala atau allah lain tidak harus dalam bentuk patung pahatan, kayu ukiran atau batu yang menjadi sesembahan, tapi segala sesuatu yang menjadi lekatan hati kita, yang mampu menggeser posisi Tuhan dalam hidup kita, contoh kita lebih mencintai uang, harta kekayaan, bisnis, pekerjaan, hobi atau perkara-perkara duniawi lainnya daripada cinta kita kepada Tuhan. Bukankah ada banyak orang Kristen rela mengorbankan ibadahnya dan jam-jam doanya karena seluruh waktu dan tenaganya tersita untuk bisnis atau pekerjaannya? Inilah ilah-ilah di akhir zaman ini! Jadi jangan kita terjebak pada kegiatan rutinitas pekerjaan maupun pelayanan kita, sehingga kita melupakan hubungan intim dengan Tuhan secara pribadi.

Tuhan Yesus adalah Pribadi yang harus menjadi lekatan hati, fokus ibadah, prioritas dan yang terutama dalam hidup kita, bukan yang lain.

“Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.” Keluaran 34:14

Baca: 1 Korintus 10:1-13

Image source: https://www.scripture-images.com/phone-backgrounds/web/exodus-20-3-web-mobile-wallpaper.php