“Setiap hari ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
(Lukas 9:23)
PENDAHULUAN
Kita diselamatkan bukan hanya untuk menjadi orang percaya, dibaptis, datang beribadah, menerima berkat, dan memperoleh hidup kekal. Tuhan memanggil setiap orang percaya untuk menjadi murid-Nya. “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…”
Matius 28:19–20. Menjadi murid bukan sekadar mengetahui lebih banyak tentang Alkitab, mengembangkan karunia, atau melakukan pelayanan.
Seorang murid belajar mengikuti Gurunya. Melalui proses pemuridan, kita memahami bahwa menjadi murid Yesus bukan hanya percaya kepada-Nya, tetapi belajar mengikuti Dia setiap hari—menempatkan kehendak Tuhan di atas kehendak pribadi dan memilih jalan-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi, pertanyaannya bukan hanya: “Apakah saya percaya kepada Yesus?”
Tetapi: “Apakah saya sungguh-sungguh mengikuti Yesus?”
Bagaimana cara seorang murid mengikut Yesus?
1. MENYANGKAL DIRI
Menyangkal diri bukan berarti membenci diri sendiri atau menganggap diri tidak berharga. Menyangkal diri berarti menempatkan kehendak Allah di atas kehendak pribadi. Artinya, kita belajar berkata: “Bukan kehendakku yang terutama, tetapi kehendak Tuhan.”
Yesus sendiri memberikan teladan ketika berdoa di Taman Getsemani: “Bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (Lukas 22:42).
Menyangkal diri berarti bahwa ketika keinginan saya bertentangan dengan firman Tuhan, saya memilih firman Tuhan. Bagaimana kita mengetahui kehendak Tuhan?
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2).
Pikiran kita perlu terus diperbarui oleh firman Tuhan dan pekerjaan Roh Kudus. Semakin pikiran kita diperbarui, semakin kita belajar mengenali apa yang berkenan kepada Tuhan.
Dalam kehidupan sehari-hari, menyangkal diri dapat berarti:
Memilih yang benar meskipun tidak populer.
Mengampuni ketika kita ingin membalas.
Mengatakan “tidak” kepada dosa dan godaan.
Menahan ego ketika kita ingin menang sendiri.
Memilih kehendak Tuhan ketika berbeda dengan keinginan kita.
Menyangkal diri berarti: Tuhan menjadi yang terutama.
2. MEMIKUL SALIB
Yesus berkata: “…memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Lukas 9:23).
Memikul salib berarti bersedia membayar harga untuk tetap taat kepada Kristus. Mengikuti Yesus tidak selalu berarti memilih jalan yang paling nyaman.
Kadang-kadang kita harus memilih:
Ketaatan daripada kenyamanan.
Kebenaran daripada penerimaan manusia.
Pengampunan daripada kepahitan.
Kehendak Tuhan daripada keinginan pribadi.
Dipimpin Roh Kudus daripada mengikuti keinginan daging.
Berkenan kepada Tuhan daripada berusaha menyenangkan semua orang.
Yesus sendiri menunjukkan teladan ketaatan kepada Bapa. Ia tetap taat sekalipun jalan yang dihadapi-Nya sangat berat. “Aku telah disalibkan dengan Kristus…” (Galatia 2:19).
Memikul salib bukan berarti mencari penderitaan. Memikul salib berarti tetap memilih Kristus ketika ketaatan kepada-Nya membutuhkan pengorbanan.
3. MENGIKUTI YESUS SETIAP HARI
Perhatikan satu kata penting dalam Lukas 9:23: SETIAP HARI.
Menjadi murid bukan keputusan satu kali yang kemudian selesai. Mengikuti Yesus adalah komitmen yang terus dijalani setiap hari.
Setiap hari kita menghadapi pilihan:
Mengikuti firman atau mengikuti perasaan.
Mengikuti kebenaran atau mengikuti tekanan lingkungan.
Mengampuni atau menyimpan kepahitan.
Berjalan dalam iman atau hanya berdasarkan apa yang kita lihat.
Mengikuti kehendak Tuhan atau kehendak diri sendiri.
Karena itu, menjadi murid berarti setiap hari kita berkata: “Yesus, hari ini saya memilih mengikuti Engkau.” Bukan hanya pada hari Minggu. Bukan hanya ketika berada di gereja.
Tetapi di rumah, di tempat kerja, di sekolah, dalam keluarga, dalam hubungan, dalam penggunaan uang, dalam perkataan, dan bahkan ketika tidak ada seorang pun yang melihat.
PERTANYAAN DISKUSI COOL
- Apa perbedaan antara percaya kepada Yesus dan mengikuti Yesus?
- Dalam area kehidupan apa yang paling sulit bagi kita untuk berkata:
“Bukan kehendakku, tetapi kehendak-Mu”? - Menurut Roma 12:2, mengapa pembaruan pikiran penting untuk mengetahui kehendak Allah?
- Apa contoh “memikul salib” dalam kehidupan kita sehari-hari?
- Pernahkah kita mengetahui apa yang benar menurut firman Tuhan, tetapi tetap memilih apa yang kita inginkan? Mengapa?
- Apa satu hal yang Tuhan sedang minta kita tinggalkan, ubah, atau taati?
KESIMPULAN
Menjadi murid berarti belajar mengikuti Yesus.
MENYANGKAL DIRI → Menempatkan kehendak Tuhan di atas kehendak pribadi.
MEMIKUL SALIB → Tetap taat meskipun membutuhkan pengorbanan.
MENGIKUTI YESUS SETIAP HARI → menjadikan Kristus sebagai Tuhan atas seluruh kehidupan kita.
“Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.”
(Lukas 9:24)
ONE THING TO REMEMBER
A disciple does not only believe in Jesus. A disciple follows Jesus.
Seorang murid bukan hanya percaya kepada Yesus. Seorang murid belajar mengikuti Yesus.
Tutup dan berdoa, supaya 1 minggu ke depan ada langkah nyata yang dapat saya lakukan minggu ini untuk mengikuti Yesus.