Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu (Ulangan 28:1-2)
PENDAHULUAN
Kita diselamatkan bukan untuk hidup bagi diri sendiri dan menjalankan agenda pribadi, melainkan untuk melakukan kehendak Tuhan di zaman ini, yaitu memberitakan Injil Kerajaan Allah dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Untuk itu, kita lebih dulu diberkati, supaya Tuhan bisa menyatakan diri-Nya kepada dunia melalui kehidupan kita. Jika kita taat kepada perintah-Nya, maka Ia akan mengangkat kita di atas segala bangsa, menjadi kepala, bukan ekor; menjadi agen Kerajaan Allah di mana pun kita ditempatkan.
ISI
- Orang percaya adalah keturunan Abraham secara rohani karena iman kepada Kristus, dan berhak menerima janji berkat Allah. Ketaatan adalah fondasi mutlak untuk mengalami kehidupan yang penuh dengan berkat sejati. Tanpa ketaatan, kehidupan dan pelayanan kita akan kehilangan nilai dan arah. Tanpa ketaatan, rancangan serta tujuan Tuhan dalam hidup kita bergeser menjadi agenda pribadi dan ambisi yang mencelakakan.
- Secara sederhana, berkat adalah penyataan kasih, kebaikan, dan kuasa Allah kepada umat-Nya, dengan tujuan untuk memberikan hidup, perlindungan, damai sejahtera, dan kelimpahan. Berkat terbesar adalah keselamatan di dalam Kristus Yesus.
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran (Yakobus 1:17).
- Fungsi berkat:
- Untuk kesejahteraan manusia secara menyeluruh meliputi roh-jiwa-tubuh (berkat rohani, berkat jiwani dan berkat fisik/materi).
- Untuk melakukan kehendak Allah secara khusus (perintah Tuhan bagi kita pribadi), dan secara umum (menjalankan Amanat Agung, menjadi garam dan terang).
- Untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain.
- Untuk kemuliaan Allah.
- Berkat Tuhan berpusat pada Kristus. Berkat yang berasal dari Tuhan tidak pernah menjauhkan kita dari Dia. Berkat Tuhan tidak dipakai untuk memuaskan hawa nafsu dan hidup dalam dosa. Berkat Tuhan seharusnya tidak membuat kita menjadi sombong dan egois. Orang yang menerima berkat sejati selalu rindu untuk mengalirkannya kepada orang lain. Berkat sejati pasti membawa kemuliaan bagi Tuhan. Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya (Amsal 10:22).
- Berkat seperti apa yang menjadi bagian orang yang taat?
- Berkat rohani: keselamatan dalam Kristus oleh iman karena kasih karunia, hati yang baru (hati yang punya kemampuan untuk taat), dipilih dan diadopsi menjadi anggota keluarga Kerajaan Allah, hikmat ilahi, pengetahuan dan pewahyuan firman Tuhan, urapan Roh Kudus, karunia-karunia rohani, perlindungan dari yang jahat, kemenangan atas tipu daya iblis, kemenangan atas keinginan daging, dlsb.
- Berkat jiwani: pikiran yang diperbarui oleh firman Tuhan sehingga bisa mengerti perkara-perkara di atas, damai sejahtera, sukacita surga, ketenangan batin, rasa haus dan lapar akan firman dan hadirat Tuhan, kerinduan untuk hidup dalam kebenaran dan kekudusan, pemulihan jiwa, dlsb.
- Berkat jasmani/materi: Kesehatan fisik, kekuatan, semua yang kita butuhkan Tuhan sediakan, karunia natural, talenta, bakat, hubungan, pekerjaan, finansial (kemampuan untuk mengembalikan persepuluhan dan menabur; semua kebutuhan dicukupkan; bebas utang; memberi pinjaman; keberhasilan dalam investasi/usaha), kepandaian, promosi, dlsb.
- Tuhan perlu melatih kita untuk taat kepada perintah-Nya mulai dari perkara kecil sehari-hari. Perintah Tuhan bisa berupa tuntunan untuk melakukan sesuatu, teguran/koreksi, hikmat, pewahyuan firman yang singkapkan untuk dilakukan, strategi, larangan, dlsb. Latihan ini merupakan pembentukan karakter, sebagai persiapan agar kita sejalan dengan kehendak Tuhan dalam melakukan panggilan-Nya. Hanya orang yang setia yang dapat dipercayakan rahasia Allah.
- Ketaatan adalah kunci yang mengaktifkan kuasa Roh Kudus. Kapasitas urapan bertumbuh melalui proses dan kedisiplinan. Jika kita setia untuk taat dalam perkara kecil/sederhana, maka Tuhan bisa memercayakan kepada kita perkara besar. Sebaliknya, ketidaktaatan bisa memadamkan/menghalangi urapan Tuhan bekerja dalam kehidupan dan pelayanan kita.
- Tanpa ketaatan, usaha kita tidak memberi dampak yang signifikan. Keberhasilan sejati bukan hanya ditentukan oleh sumber daya yang kita miliki (misalnya pengetahuan firman, karunia, talenta, finansial, hubungan/relasi, pengalaman, dlsb), tapi oleh ketaatan kita kepada instruksi Tuhan dalam tiap langkah.
PENUTUP
Ketaatan membuka pintu bagi berkat Tuhan untuk mengalir kepada kita dan generasi berikutnya. Ketika seseorang menabur ketaatan, ia menuai hidup yang berkelimpahan, yaitu kehidupan yang terbaik, dan menerima kemuliaan dari Allah saat awal penciptaan manusia (Kejadian 1:26–28). Melalui ketaatan, orang percaya memberi ruang bagi Roh Kudus untuk berkarya secara penuh, dan menuntun setiap langkah sesuai kehendak Tuhan. Selain itu, ketaatan umat Tuhan menjadi sarana bagi semua bangsa untuk menerima berkat keselamatan, menjadi warga Kerajaan Allah, dan bertumbuh sebagai murid-murid Kristus.