BUAH ROH TIDAK BISA DIPALSUKAN

Home / Weekly Message / BUAH ROH TIDAK BISA DIPALSUKAN
BUAH ROH TIDAK BISA DIPALSUKAN

PENDAHULUAN

Keaslian iman Kristen dapat dilihat dari buah Roh yang dihasilkan.  Orang yang terlibat dalam pelayanan, punya pengetahuan firman yang banyak, atau memiliki karunia rohani yang luar biasa belum tentu menghasilkan buah yang baik (buah Roh/karakter Kristus).

ISI

  • Tuhan Yesus mengatakan bahwa seseorang dikenal dari buahnya. Tidak mungkin pohon yang baik menghasilkan buah yang tidak baik, demikian sebaliknya. Tidak ada yang bisa MEMALSUKAN buah yang baik. BACA MATIUS 7:16-20.
  • Mari kita bercermin pada firman Tuhan, untuk melihat apakah pohon kehidupan kita asli atau palsu:

Keadaan Pohon Asli

1. Berasal dari benih ilahi, yaitu Firman Tuhan. Benih firman Tuhan akan menghasilkan buah Roh (karakter Kristus) dan buah kebenaran (firman yang digenapi menjadi kenyataan).

Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. (1 Petrus 1:23).

2. Ditanam di tepi aliran air (melekat kepada Pokok Anggur yang benar dan menerima pertumbuhannya dari aliran air hidup, yaitu Roh Kudus yang memimpin serta mengingatkan akan perkataan Kristus).

Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah (Yeremia 17:8).

3. Keadaan tanah hatinya baik (menyambut firman dengan iman dan hati yang lemah lembut/mudah dibentuk).

Dan Sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang 30 kali lipat, ada yang 60 kali lipat, ada yang 100 kali lipat. (Markus 4:8)

4. Berakar dalam kasih Kristus (walau menghadapi tantangan/godaan, memilih tetap tinggal dalam persekutuan dengan Roh Kudus dan firman Tuhan; hidup oleh iman, bukan karena melihat). Masalah, godaan, tantangan dan penderitaan membuat imannya semakin kuat dan tahan banting.

Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. (Efesus 3:16-17).

5. Semakin berbuah matang dan tetap melalui tantangan, masalah, godaan dan penderitaan. Ujian iman membuat karakternya semakin menyerupai  Kristus dan dewasa secara rohani. Walaupun menghadapi berbagai masalah dan tantangan, hidupnya terus berdampak bagi orang lain.

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun (Yakobus 1:2-4).

…Setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah (Yohanes 15:2b)

Keadaan Pohon Palsu

1. Tidak melekat dengan Pokok Anggur yang benar. Tidak mau secara konsisten membangun mezbah pribadi dengan Tuhan dan mendisiplinkan diri secara rohani.

2. Benihnya bukan berasal dari firman Tuhan, tapi benih lain yaitu: pikiran, pendapat, cara pandang atau perasaan sendiri; hikmat dunia; hati yang pahit/kecewa; kebencian; kesombongan, iri hati, cinta akan uang, dlsb.

3. Keadaan tanah hatinya berbatu atau semak duri yang menghalangi benih firman bertumbuh (Markus 4:5-7). Berhenti bertumbuh/cepat menyerah kalau mengalami tantangan, godaan, gesekan, atau penderitaan karena tidak berakar.

4. Bisa tampak melakukan banyak kegiatan dalam pelayanan (hanya berdaun), tapi tidak berbuah. Tahu banyak firman, tapi karakternya tidak mengalami perubahan oleh kuasa firman Tuhan. Being busy is not the same as being fruitful.

5. Hidup dalam zona nyaman; punya motivasi hati yang keliru: hanya tertarik dengan berkat/mukjizat/karunia, tapi tidak bersedia/berkomitmen untuk dimuridkan.

Proyek ketaatan

  • Jangan lari dari pemrosesan Tuhan lewat tantangan, masalah, gesekan, dan penderitaan. Minta Roh Kudus menyingkapkan keadaan manusia roh kita yang sebenarnya. Kehidupan yang dipimpin Roh Kudus membuat kita menyadari keadaan diri, mengakui kesalahan/kelemahan, serta menolong kita untuk taat dan mau berubah. Jika Roh Kudus menyingkapkan hal itu kepada kita, rendahkan hati, akui, jangan cari pembenaran diri, bertobat dan taati pimpinan-Nya.
  • Latih diri kita di area yang perlu diubah, misalnya: kita memiliki pikiran/belief system/cara pandang yang keliru -> ubah dengan cara pandang kebenaran/firman Tuhan. Buang pikiran yang keliru, sia-sia, kotor, jahat, dan negatif. Jangan sepakat dengan dusta iblis yang menipu lewat pikiran dan apa yang terlihat, tolak tipu dayanya dengan firman Tuhan. Tunduklah kepada Allah, lawan iblis dengan iman yang teguh, maka ia akan lari daripadamu. Kenakan perisai iman untuk memadamkan panah api si jahat. Hidup karena percaya, bukan karena melihat. Hiduplah dipimpin Roh, bukan dipimpin pikiran atau perasaan yang toksik.
  • Katakan kepada jiwamu: Saya adalah ciptaan baru dalam Kristus; manusia lama saya sudah turut disalibkan bersama dengan kematian Kristus. Saya dipanggil untuk hidup dalam kekudusan, bukan kecemaran. Saya pakai anggota tubuh saya sebagai senjata kebenaran, bukan senjata kelaliman.  Roh Kudus adalah Penolong yang memampukan saya untuk berubah, berbuah dan hidup dalam identitas sebagai anak-anak Allah.
  • Katakan Galatia 2:20 dengan iman: …aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh IMAN dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku, Amen!

PENUTUP

Berdasarkan Yakobus 1:2-4 serta Yohanes 15:2b, kita dapat mempelajari bahwa buah yang matang dan banyak tidak dihasilkan dari zona nyaman, atau dari kelebihan, kesalehan serta kekuatan kita, tetapi dari pemrosesan Tuhan dalam hidup kita (pruning). Buah yang teruji kualitasnya justru dihasilkan lewat masalah, penderitaan, kelemahan dan ujian iman.

Buah Roh adalah sesuatu yang tidak bisa DIPALSUKAN, karena tidak dihasilkan dari kemampuan natural manusia, melainkan karya Roh Kudus. Jadilah pohon yang menghasilkan buah yang asli, yang baik dan berkualitas. Jangan terkecoh dengan tampilan luar (karunia, kegiatan pelayanan, atau pengetahuan firman yang banyak), tapi dengan jujur minta Roh Kudus singkapkan keadaan manusia roh kita yang sebenarnya, supaya Ia dapat menolong serta memulihkan kita.

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku:Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (Matius 7:21)