Sebagai ciptaan baru di dalam Kristus, kita telah dibebaskan dari hukum dosa dan maut. Melalui karya salib-Nya, Kristus telah menggenapi tuntutan Hukum Taurat yang tidak mampu dilakukan manusia, supaya kita dapat hidup dalam hidup yang baru: hidup menurut Roh, bukan menurut daging (Roma 8:1–4). Kita telah menerima Roh yang menjadikan kita anak-anak Allah. Karena itu, hidup dipimpin oleh Roh Kudus bukan sebuah pilihan, melainkan identitas dan panggilan kita. Pertanyaannya sekarang, apakah hidup kita benar-benar dipimpin oleh Roh Kudus, atau masih dikendalikan oleh daging?
Untuk mengevaluasi apakah kita hidup dipimpin oleh Roh Kudus, perhatikan 5 area utama berikut:
1. PIKIRAN
“Mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.” (Roma 8:5)
Pikiran adalah medan pertempuran utama. Mari jujur melihat diri sendiri: apa yang paling sering memenuhi pikiran kita? Apakah kita berpikir berdasarkan firman Tuhan? Atau berdasarkan perasaan, asumsi, dan keadaan?
Kitab Roma pasal 8 mengatakan ada dua arah pikiran: pikiran daging dan pikiran Roh. Pikiran daging memikirkan hal-hal yang berasal dari daging seperti pikiran negatif, kuatir, curiga; membandingkan diri; mengingat kesalahan orang lain; pikiran kotor/najis dan jahat, serta pikiran yang berfokus pada hal sementara. Pikiran yang berasal dari Roh memikirkan perkara-perkara yang terarah kepada Kristus; mencari kehendak-Nya; fokus pada hal yang kekal, serta membawa damai sejahtera dan kejelasan (tidak membingungkan).
Cara untuk hidup dipimpin Roh dalam area pikiran adalah dengan menolak pikiran yang salah (jangan “di-entertain”), menawan setiap pikiran kepada Kristus, dan mendisiplinkan pikiran dengan firman Tuhan.“Pikirkanlah semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, patut disebut kebajikan dan patut dipuji…”(Filipi4:8). Orang yang dipimpin Roh tidak membiarkan pikirannya liar; sebaliknya, dia melatihnya sedemikian rupa ke arah Kristus yang adalah Kepala.
2. KEINGINAN
“Keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.” (Roma 8:6)
Sebenarnya masalah terbesar bukanlah apa yang terjadi di luar kita, tetapi apa yang kita pikirkan dan inginkan di dalam hati. Cara sederhana untuk mengujinya adalah evaluasi keinginan kita: apa yang paling kita kejar di hidup ini? Apa yang paling kita pikirkan saat sendiri?
Keinginan daging mengandung ambisi egois, cinta uang/status, haus akan pengakuan, sarat dengan hawa nafsu (seks, makan, emosi), kesombongan, iri hati, dan mengejar hal yang sia-sia.
“Keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup…” (1 Yohanes 2:15–16) Ingat baik bahwa keinginan daging tidak bisa diperbaiki, tapi harus senantiasa disalibkan.
Keinginan Roh menimbulkan rasa haus akan Tuhan; kerinduan untuk hidup kudus; mengasihi Tuhan dan sesame; dorongan untuk menaati Tuhan, bukan sekadar ingin diberkati dan berhasil; serta keinginan untuk membangun, bukan merusak. Orang yang dipimpin Roh akan belajar berkata “tidak” pada diri sendiri, supaya bisa berkata “ya” kepada Tuhan.
3. PERBUATAN
“Jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” (Roma 8:13)
Tiap orang dikenal dari buah/perbuatannya. Perbuatan adalah bukti valid yang menunjukkan siapa yang memimpin hidup kita. Contoh: Bagaimana respons kita saat menghadapi tekanan? Apa yang kita lakukan saat tidak ada yang melihat? Bagaimana kebiasaan kita sehari-hari? Apakah hidup kita menghasilkan perbuatan daging (Galatia 5:19–21), atau buah-buah Roh?
Kebenaran penting yang harus diingat: Orang percaya bisa saja jatuh, tapi ia akan cepat bangkit/bertobat—tidak tinggal/tenggelam dalam dosa.
Orang yang dipimpin Roh akan cepat bertobat dan tidak merasa nyaman hidup dalam dosa. Orang yang dipimpin Roh bergantung pada Roh Kudus yang menolongnya untuk berubah. “Kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan jangan merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya” (Roma 13:14). Hidup dipimpin Roh itu bukanlah teori, tapi terlihat jelas dari cara kita hidup sehari-hari.
4. PERASAAN
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa !” (Roma 8:15).
Tidak dapat disangkal, kadang kita dilanda perasaan-perasaan negatif seperti kuatir, cemas, putus asa, tidak berharga, marah, sedih, rasa bersalah, malu, iri, cemburu, kesepian, dlsb. Orang yang hidup dipimpin Roh Kudus akan diarahkan untuk hidup oleh iman, bukan karena perasaan yang bisa berubah-ubah tiap saat. Ia tidak mengizinkan perasaan-perasaan negatif tersebut memimpin, mengendalikan, atau memperbudak hidupnya. Tidak terhanyut oleh perasaan negatif sebab Roh Kudus meluruskan pikiran dan perasannya dengan firman kebenaran.
5. KESAKSIAN BATIN
Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita , bahwa kita adalah anak-anak Allah. (Roma 8:16).
Jika ada ketidakbenaran dalam diri kita, maka Roh Kudus akan memperingatkan kita. Teguran kasih dari Roh Kudus itu jelas, tepat dan berdasarkan firman Tuhan, bukan sekadar perasaan bersalah yang semu. Iblis mengintimidasi, mendakwa dan membuat kita ingin menjauhi Tuhan, tapi teguran Roh Kudus mendorong kita untuk datang kepada-Nya dan bertobat.
Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah (1 Yohanes 3:19b-21).
ROH KUDUS MEMIMPIN DAN MENGARAHKAN
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah (Roma 8:14). Roh Kudus memimpin hidup kita ke arah:
Pengharapan di dalam Kristus
Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. (Roma 8:18, 24-25).
Seperti apa pun keadaan, pergumulan, dan kesulitan yang kita alami, Roh Kudus akan selalu mengarahkan kita kepada pengharapan, bukan keputusasaan. Firman yang diingatkan oleh Roh Kudus membangkitkan iman dan pengharapan kita kepada Kristus. Dan pengharapan dalam Kristus tidak akan mengecewakan, sebab kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita (Roma 5:5).
Kasih Karunia Allah
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:26-28).
Roh Kudus tidak membiarkan kita berfokus pada keadaan, kesulitan, masalah, kelemahan, atau kegagalan kita, tetapi mengarahkan kita untuk hidup dalam kasih karunia Allah. Kita dibawa untuk melihat besarnya kasih karunia Allah yang memampukan dan membawa kita kepada kemenangan. Bagi kita, sukar dan tidak mungkin; bagi Allah, tidak ada yang mustahil. Roh Kudus membantu kita di dalam kelemahan serta keterbatasan kita. Ia mendorong kita untuk mengandalkan Allah sepenuhnya.
Karakter yang semakin menyerupai Kristus
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya
Melalui penderitaan, masalah, dan tantangan, Roh Kudus akan memroses kita untuk semakin menyerupai Kristus. ..Jika kita adalah anak, maka kita juga ahli waris yang berhak menerima janji-janji Allah, jika kita menderita bersama-sama dengan Kristus, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.. (Roma 8:17).
PENUTUP
Hidup dipimpin Roh Kudus bukan soal seberapa lama kita jadi Kristen atau seberapa banyak kita tahu firman, tetapi apa/siapa yang mengontrol pikiran, keinginan, dan tindakan kita setiap hari. Hidup dipimpin oleh Roh Kudus bukan sekadar menjadi pelaku firman, tetapi hidup dalam persekutuan kasih dengan Allah. Bukan ‘doing’ (melakukan perintah Tuhan sebagai Taurat/aturan yang mengikat), tapi ‘being’ (sebagai anak-anak Allah yang sudah sewajarnya melakukan perintah Bapa). Hidupilah identitas dan panggilan kita dengan hidup dipimpin Roh Kudus.