PIKIRKANLAH PERKARA YANG DI ATAS

Home / Weekly Message / PIKIRKANLAH PERKARA YANG DI ATAS
PIKIRKANLAH PERKARA YANG DI ATAS

Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi (Kolose 3:2)

PENDAHULUAN

Sebagai ciptaan baru yang telah dibangkitkan dalam Kristus, kita diperintahkan untuk mencari dan memikirkan perkara-perkara di atas, bukan yang di bumi. Hidup kita tidak lagi berorientasi kepada perkara-perkara dunia, melainkan kekekalan. Memikirkan perkara di atas berarti mengarahkan pemikiran dan pemahaman kepada hal-hal yang berkaitan dengan Allah dan segala kebenaran-Nya, yang diaplikasikan dalam kehidupan kita. Untuk dapat memahami perkara yang di atas, kita harus hidup oleh iman.

PERMASALAHAN

Berikut adalah hal yang membuat seseorang tidak bisa memahami perkara-perkara yang di atas:

  • Tidak mau bertumbuh  secara rohani melalui pemuridan. Akibatnya manusia rohaninya menjadi kering, imannya kerdil dan lemah, tidak mengerti kehendak Tuhan dan berjalan dalam rencana-Nya, serta tidak menghasilkan hidup yang berbuah.
  • Pikiran yang tidak diperbarui oleh firman Tuhan – membuat orang tidak mampu memahami perkara-perkara di atas, di mana Kristus ada. Akibatnya iman tidak berkembang karena lebih memilih hidup karena melihat, bukan karena percaya. Cara berpikir seperti ini tidak ada bedanya dengan cara pikir dunia yaitu ‘carnal mind: pikiran yang masih dikuasai oleh ‘kedagingan’ (Roma 8:6); hidup hanya untuk memuaskan keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup (1 Yohanes 2:16). Mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging sehingga tidak mungkin bisa berkenan kepada Allah karena keinginan daging adalah perseteruan dengan DIA.
  • Pikiran yang dibutakan oleh ilah-ilah jaman (2 Korintus 4:4). Jika ke-kristenan seseorang hanya  sebatas kebiasaan, ritual keagamawian dan tanpa pemuridan, maka sesungguhnya ia telah dibutakan oleh ilah jaman, di antaranya adalah penyesatan/ajaran palsu dan roh agamawi. Secara lahiriah menjalankan ibadah, tetapi pada hakekatnya memungkiri kekuatannya (2 Timotus 3:1-5). Tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mencari pengajaran dari guru palsu untuk memuaskan keinginan telinganya. Memalingkan telinganya dari kebenaran Allah dan membukanya bagi dongeng (2 Timotius 4:3-4). Imannya tidak berpusat kepada Kristus tetapi kepada pikiran, perasaan dan seleranya sendiri. Hal ini membuat orang percaya jadi kompromi dengan dunia, terseret arus, akhirnya menjadi sama seperti dunia.
  • Pikiran dan perasaan yang menjadi tumpul sama seperti orang yang tidak mengenal Allah (2 Korintus 3:14-15; Efesus 4:17-19). Tidak bisa mengerti kebenaran firman dan kehilangan kepekaan untuk mendengar suara teguran Roh Kudus. Ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya: hidup dalam dosa, ikatan hawa nafsu, keserakahan/ketamakan, membiasakan diri mengabaikan firman dan teguran Roh Kudus, dosa yang belum dibereskan/menunda pertobatan, kedegilan hati, dlsb. Ketika pikiran dan perasaan menjadi tumpul, seseorang akan lebih mudah untuk melakukan hal-hal yang keliru dan membahayakan hidupnya.
  • Menentang pengenalan akan Allah (2 Kor.10:5) yang disebabkan segala bentuk keangkuhan manusia berupa pemikiran, logika, argumen, pendapat, spekulasi, filosofi, filsafat, ideologi, hikmat dunia, pengetahuan,  dlsb.

SOLUSI

  • Pembaruan akal budi dengan firman Tuhan secara terus-menerus.
  • Menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru; hidup dalam pertobatan.
  • Memakai senjata ilahi yaitu firman Tuhan untuk menghancurkan/meruntuhkan segala spekulasi, argumen, alasan, dlsb yang menentang pengenalan akan Tuhan. Tawan segala pikiran kita dan taklukkan kepada Kristus.

FIRMAN TUHAN SEBAGAI DASAR

Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,  sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

2 Kor.10:3-5  “Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.  Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah.  Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.”

Efesus 4:20-24 “Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.  Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,  yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama,  yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,  supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,  dan mengenakan manusia baru,  yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

KESIMPULAN

Orang Kristen sejati memikirkan hal-hal yang berasal dari Roh, bukan yang berasal dari hikmat dunia ataupun kedagingan. Pikiran kita harus  berorientasi pada hal-hal yang di atas, bukan yang di bumi. Memikirkan perkara yang di  atas  bukan  hanya  dalam  waktu  sesaat,  tetapi  secara  terus  menerus  dan  selamanya.  Miliki hikmat  Allah yang dinyatakan melalui Pribadi Yesus Kristus,  bukan hikmat dunia yang menyesatkan. Perkara yang di bumi bersifat sementara, perkara yang di atas  bersifat kekal. Oleh sebab itu pikirkanlah  senantiasa perkara yang di atas supaya bila Kristus menyatakan diri kelak, kitapun akan menyatakan diri bersama dengan DIA dalam kemuliaan, Amen!