Weekly Message

Home / Archive by category "Weekly Message"
API PANTEKOSTA

API PANTEKOSTA

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kisah Para Rasul 1:8
Setelah Yesus mati, dikubur dan Ia bangkit lalu Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya kurang lebih 50 hari dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya kamu harus menunggu di Yerusalem sampai kamu dipenuhi kuasa dari tempat Maha Tinggi, baru setelah itu kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Kisah 1:6-11&14, “Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” 7Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” 9Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” 14Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, Ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.”
Mereka berkumpul sehati dan berdoa bersama-sama lalu Roh Kudus dicurahkan. Kalau kita melihat sejarah gereja, mereka yang dipenuhi Roh Kudus itu mengalami penganiayaan, pada abad pertama banyak yang mati martir karena kegerakan Roh Kudus yang luar biasa. Sehingga setelah itu gereja masuk dalam masa kegelapan, hanya gereja yang terorganisir atau kegiatan agamawi tetapi tidak ada kegerakan Roh Kudus karena mereka takut penganiayaan.
Tuhan Yesus sudah mengatakan bahwa di dunia ini kamu akan mengalami penganiayaan tetapi jangan takut dan gentar karena Tuhan sudah mengalahkan dunia. Dari abad pertama sampai keempat, semua orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus itu dikejar dengan kematian sehingga
lama-kelamaan gerakan Roh Kudus itu sepertinya mati/hilang. Tetapi sejarah mencatat bahwa gerakan Roh Kudus itu tidak pernah berhenti, memang tidak sebesar seperti hari Pentakosta yang pertama.
Kisah 2:4, “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”
Pada waktu Petrus berkhotbah tiga ribu orang bertobat, dalam waktu sangat singkat 70% penduduk dunia menjadi Kristen, sehingga pada waktu itu kerajaan Romawi begitu takut dan mulai gerakan penganiayaan sampai banyak yang mati martir.
Sampai kurang lebih pada tahun 1900-an di Inggris dan Amerika, ada lagi orang-orang yang haus dan lapar akan kegerakan Roh Kudus maka Roh Kudus tercurah secara luar biasa sehingga munculah gereja Pentakosta dan sekarang menjadi gereja Karismatik Pentakosta. Roh Kudus yang memberikan kita kelahiran baru dan kesaksian bahwa kita ini adalah anak Allah dan ciptaan baru dalam Yesus Kristus Tuhan.
Banyak orang ke gereja untuk mencari yang enak-enak dan senang gereja yang mengabarkan tentang berkat atau sekali selamat tetap selamat (hypergrace), dan banyak juga gereja yang banyak pengikutnya tidak mengerti tentang keselamatan, kelahiran baru atau peran/pribadi Roh Kudus. Sehingga Billy Graham berkata kalau Roh Kudus itu diangkat maka 95% gereja masih tetap berjalan seperti biasa dan hanya 5% yang akan macet total, karena hanya 5% yang bersandar pada Roh Kudus.
Kalau kita hanya melakukan program manusia biasa, mengapa harus menjadi Kristen? Kita sangat membutuhkan Roh Kudus! Kalau sebuah gereja ada Roh Kudus maka gereja itu pasti akan bertumbuh dan berkembang, berbuah banyak dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Agar kita dapat menerima lawatan Tuhan:
1. Haus dan Lapar.
Manusia kalau hidup ada rasa lapar, demikian juga kalau kita adalah ciptaan baru, roh kita hidup pasti manusia roh kita akan haus dan lapar akan hadirat Tuhan.
Kalau saudara lapar rohani tetapi tidak diberi makan, lama kelamaan rohmu akan kelaparan dan makin lama makin kering dan menjauh dari hadirat Tuhan sehingga nantinya ke gereja itu hanya menjadi suatu rutinitas.
Empower21 itu mengumandangkan tentang Kisah Para Rasul ini, kalau kita sudah menjadi suam-suam kuku, sudah tidak ada rasa haus dan lapar lagi akan Roh Kudus maka kita hanya akan melakukan kegiatan agamawi dan kewajiban sebagai Kristen.
2. Rendah Hati.
Kalau kita mau dipenuhi dengan aliran Roh Kudus maka kita harus menempatkan diri kita atau posisi kita di bawah dan siap untuk menerima, tetapi kalau kita tinggi hati dan sombong maka susah untuk menerima karena kita meletakkan diri kita di atas.
Memposisikan diri kita pada posisi untuk menerima (to receive). Kalau kita tidak memposisikan diri kita pada posisi to receive, meskipun lapar kita tidak akan dapat apa-apa. Kita harus menjadi seperti Zakheus atau wanita yang sakit pendarahan yang sungguh-sungguh mencari hadirat Tuhan. Jangan sampai kita punya kehausan dan kelaparan itu padam dan menjadi acuh tak acuh.
3. Kondisi Hati (hancur dan remuk).
Tuhan menginginkan kondisi hati kita itu hancur dan remuk. Ada orang yang sudah tidak punya akal budinya, mungkin karena sudah banyak mengalami kepahitan, kekecewaan dan hatinya hancur sehingga ia membangun benteng-benteng untuk melindungi hatinya yang lembut dan penuh luka tadi.
Walaupun Roh Kudus mencoba masuk tetapi tidak bisa masuk karena hatinya sudah tertutup, dan Tuhan mau supaya pada waktu kita mengalami masalah, buka hati, karena hati yang hancur dan remuk tidak dipandang hina oleh Tuhan. Justru kondisi hati yang remuk dan hancur itu yang bisa menerima lawatan Tuhan, keremukkan hati menghadirkan kuasa Tuhan. Kuncinya adalah buka hati dan jangan bangun benteng.
1 Petrus 1:8, “Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan.”
Orang yang sudah membangun benteng untuk melindungi hatinya agar tidak terluka/sakit lagi, mereka memiliki kecenderungan menjadi orang yang self-centered (egois) sehingga jamahan Tuhan tidak bisa menerobos.
Tetapi kalau kita buka hati kita untuk menerima lawatan Tuhan maka Tuhan akan balut hati kita yang luka dengan kasih-Nya dan kita bisa mengasihi Dia dan kita bisa mengasihi orang lain bahkan orang yang menyakiti hati kita. Roh Kudus yang akan memampukan kita dan dengan kasih itu hidup mereka dapat dijamah dan kita dapat memenangkan banyak jiwa untuk Tuhan dan kita dapat menjadi saksi Tuhan di dunia.
Mazmur 51:17, “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.”
Semakin banyak kita menaikkan pujian dan penyembahan maka hati kita semakin hari semakin remuk, hancur, lembut dan dapat menerima lawatan Tuhan.
Pada saat kita haus dan lapar, memposisikan diri kita di bawah dan rendah hati, pada saat kondisi hati kita hancur dan remuk, di situlah Tuhan akan melawat kita secara luar biasa. Kita mau
menerima lawatan Tuhan untuk apa? Kisah 1:8, supaya kita menjadi saksi Tuhan; hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Pada waktu kita hidup kita akan mengalami hal-hal yang sulit dan tidak mungkin tetapi kita akan keluar sebagai pemenang karena Roh Kudus hidup di dalam kita yang memampukan kita melakukan perkara-perkara yang ajaib dan besar, karena Roh yang di dalam kamu lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. Amin

Other posts in Weekly Message:

MASA PANTEKOSTA

MASA PANTEKOSTA

Di dalam tradisi Yahudi, ada 7 hari raya yang di rayakan oleh umat Yahudi. Beberapa hari raya harus dirayakan di Yerusalem (pertemuan kudus), seperti Paskah, hari raya Tujuh Minggu (Pantekosta) dan hari raya Pondok Daun.
Pada akhir pelayananNya di bumi, Yesus pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah bersama dengan orang-orang Yahudi lainnya. Orang Yahudi merayakan Paskah sebagai peringatan akan Tuhan membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir, yang dilambangkan dengan penumpahan darah anak domba Paskah (Keluaran 12). Kemudian, Yesuspun menjadi Anak Domba Paskah (1 Cor 5:7), yang menumpahkan darahNya untuk membebaskan umat manusia dari perbudakan dosa melalui kematianNya di kayu salib.
Kejadian ini berlangsung pada saat banyak orang Yahudi berkumpul di Yerusalem untuk merayakan Paskah. Banyak dari mereka yang berteriak, “Salibkan Dia!” (Yohanes 19:15, Kis 2:23). Tiga hari kemudian, pada hari Minggu, sewaktu berlangsungnya Hari Raya Buah Sulung (Im 23:10-11), Yesus bangkit dari maut. Yesus menjadi yang pertama di antara orang percaya yang bangkit dari maut (1 Kor 15:20,23).
Lima puluh hari kemudian, orang-orang Yahudi yang sama kembali ke Yerusalem untuk merayakan Hari Raya Tujuh Minggu (Im 23:17). Orang Yahudi yang berasal dari Yunani menyebut Hari Raya Tujuh Minggu sebagai “Pentakosta” yang artinya 50, atau tujuh minggu dari Paskah. Untuk orang Yahudi, hari raya Pentakosta diadakan untuk memperingati hasil panen. Dan lagi, orang Yahudi menghubungkan hari raya Tujuh Minggu dengan hari dimana Taurat diberikan kepada Israel di gunung Sinai. Orang Yahudi sering mengacu kepada hari Pentakosta sebagai “simchat torah” atau sukacita Taurat. Ribuan tahun lalu, Allah memberikan Taurat kepada bangsa Israel, tetapi pada hari itu, Tuhan juga memberikan berkat surgawi yang lain kepada semua manusia: pencurahan Roh Kudus bagi semua orang.
Ketika pencurahan Roh Kudus pertama kali terjadi kepada 120 murid Tuhan Yesus yang berkumpul di ruang atas di Yerusalem, sesuatu yang mencengangkan kota Yerusalem terjadi. Dimulai dengan suara angin keras yang menyebabkan banyak orang di Yerusalem datang berkerumun untuk mencari tahu sumber suara angin tersebut (Kis 2:6). Lalu lidah-lidah api hinggap pada murid-murid, dan mereka mulai menceritakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah di dalam bahasa-bahasa yang dapat dimengerti oleh orang-orang Yahudi dari segala bangsa yang pada saat itu sedang berkumpul di Yerusalem (Kis 2:6-11). Karena murid-murid Yesus datang dari daerah pedesaan Galilea dan bukan dari kota Yerusalem, banyak yang tidak percaya dan mengira mereka mabuk. Dan pada saat itu, Petrus, yang hanya seorang nelayan dari Galilea, berdiri dan mulai mengajar mereka tentang Roh Kudus.
“Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël: Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.” Kisah Para Rasul 2:14-18.
Petrus memulai pengajarannya dengan mengutip dari kitab Yoel (Yoel 2:28-31). Yoel bernubuat bahwa akan ada masa sebelum kedatangan Tuhan dimana Allah akan mencurahkan RohNya ke atas semua manusia. Perjanjian lama mencatat banyak perbuatan Roh Kudus, tetapi tidak untuk semua orang, dan hanya untuk orang-orang tertentu, tujuan pekerjaan tertentu, dan waktu-waktu tertentu.
• Yusuf dipenuhi Roh Allah sehingga dia dapat mengartikan mimpi Firaun (Kej 41:38)
• Bezalel dipenuhi Roh Allah untuk membangun Kemah Pertemuan (Kel 31:3)
• Yosua dipenuhi Roh Allah untuk mengiringi Musa (Bil 27:18)
• Otniel, Gideon, Yefta dan Simson dipenuhi Roh Allah sehingga mereka mampu menjalankan tugas sebagai hakim (Hak 3:10, 6:34, 11:29, 13:5)
• Saul dipenuhi Roh Allah untuk menjadi raja (1 Sam 10:9-10), meskipun pada akhirnya Roh Allah meninggalkan Saul karena ketidaktaatannya kepada perintah Allah (1 Sam 18:12)
• Daud dipenuhi Roh Allah supaya dia mampu menjalankan tugasnya sebagai pahlawan, pemazmur dan raja (1 Sam 16:13)
Pada mulanya, orang-orang Yahudi yang menyaksikan peristiwa Pantekosta tidak dapat menerima bahwa orang-orang biasa, yang bukan terhitung sebagai nabi atau imam, dapat dipenuhi oleh Roh Allah sama seperti orang-orang penting di perjanjian lama. Bukankah murid-murid Yesus hanyalah orang-orang biasa dan tak berpendidikan, dan bukanlah ahli Taurat atau pemimpin agama? Dalam nubuatannya, Yoel melihat ada zamannya dimana akan ada perjanjian baru antara Allah dan umatNya, dimana Roh Allah akan dicurahkan ke atas semua manusia: anak-anak, orang-orang muda dan tua, baik laki-laki dan perempuan.
Pentakosta menjadi tonggak sejarah yang memulai masa baru, masa di mana Allah berkerja melalui semua orang yang percaya kepadaNya. Karena Pentakostalah, gereja didirikan dan ditetapkan. Sebelum Yesus naik ke surga, Dia memberikan pesanNya yang terakhir kepada murid-muridNya, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis 1:8). Tujuan dari pencurahan Roh Kudus ialah supaya semua muridNYA – yaitu mereka yang percaya kepadaNya – akan memiliki kuasa untuk menyebarkan injil keselamatan. Ini adalah masa kita hidup sekarang.
Jika kita memperhatikan nubuatan Yoel maka kita akan melihat bahwa puncak dari pencurahan Roh Kudus adalah hari kedatangan Tuhan kita kembali (Yoel 2:31; Yoel 2:1). Ini juga merupakan konteks pengajaran Petrus: “Akan terjadi pada hari-hari terakhir” (Kis 2:17). Sewaktu Yesus menjanjikan pencurahan Roh Kudus, konteksnya juga mengenai kedatanganNya yang kedua kali (Kis 1:6-7). Ketika Yesus naik ke surga, malaikat yang menampakkan diri kepada murid-muridNya mengingatkan mereka bahwa Yesus akan datang kembali (Kis 1:11). Pentakosta adalah periode yang dimulai dengan kenaikan Yesus ke surga dan diakhiri dengan kedatanganNya yang kedua kali. Pada Pentakosta yang pertama, 3000 orang bertobat dan menjadi orang percaya, “panen jiwa” yang pertama kali. Tentu saja puncak dari Pentakosta akan ada penuaian jiwa besar-besaran, begitu besar dan dahsyat sehingga bangsa Israel yang sekarang ini masih keras kepala dan tidak mau percaya, akan bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan, Mesias dan Juruselamat mereka (Yoel 2:27, 32)
Kebenaran ini sangat penting bagi kita. Sebagai orang percaya, kita adalah orang-orang yang akan mengalami pencurahan Roh Kudus. Tuhan tidak hanya memberikan kuasaNya kepada orang-orang tertentu, tetapi kepada semua orang yang percaya. Sehingga, tidak ada orang percaya yang bisa berkata datang ke gereja beribadah sudah cukup dan tidak terlibat dalam pelayanan. Di dalam Perjanjian Baru, semua orang percaya bisa menerima kepenuhan Roh Kudus dan dapat dipakai oleh Allah dalam cara yang khusus dan ajaib. Pekerjaan Tuhan tidak terbatas hanya bagi “hamba-hamba Tuhan” saja, tetapi bagi seluruh jemaat gereja. Memang ada beberapa jawatan (Ef 4:11) tetapi tujuannya ialah untuk memperlengkapi orang-orang kudusNya untuk pekerjaan Tuhan (Ef 4:12). Jadi sebenarnya gereja ialah tempat dimana jemaat dilatih untuk pada akhirnya melayani menurut bagian mereka masing-masing.
Pentakosta adalah masa yang luar biasa. Anugerah dan kuasa Allah tercurah bagi dunia ini. Tetapi ingat bahwa sebuah masa tidak akan berlangsung selamanya. Suatu hari Tuhan akan kembali lagi. Kita, orang percaya, memiliki pengharapan untuk dapat bertemu dengan Tuhan dan hidup bersama Dia selamanya. Sambil menunggu hari itu datang, jika kita masih ada di dunia ini, kita diberikan kuasa untuk melayani Tuhan, untuk menjadi saksiNya lewat perjalanan kita bersama Dia sehingga banyak orang dapat diselamatkan. Ingatlah akan keluarga kita, saudara-saudara, dan teman-teman kita yang memerlukan keselamatan kekal dari Tuhan. Kita bisa melakukannya, bukan dengan kekuatan kita sendiri, tetapi oleh kuasa ilahi. Amin!

Other posts in Weekly Message:

TERIMA PENCURAHAN ROH KUDUS, API PENTAKOSTA KETIGA!

TERIMA PENCURAHAN ROH KUDUS, API PENTAKOSTA KETIGA!

Kalau ada Pentakosta Pertama, maka ada Pentakosta Kedua. Dan kita sebagai orang-orang Pentakosta percaya bahwa Pentakosta Kedua itu terjadi di Azusa Street, Los Angeles. Seorang hamba Tuhan yang bernama William Seymour dipakai Tuhan secara luar biasa dan itu dimulai pada tahun 1906. Perhatikan tahunnya, 1906! Ini artinya awal abad ke-20. Pentakosta kedua ini dahsyat, kenapa? Sebab kekristenan yang sekarang kira-kira ada 30% di dunia ini, 70%-nya dimenangkan sejak awal abad ke-20, yaitu sejak Pentakosta kedua di Azusa Street. Jadi Pentakosta kedua itu dahsyat!
Kalau ada Pentakosta Kedua, pasti ada Pentakosta Ketiga. Tahun 1909 William Seymour yang dipakai Tuhan dalam Pentakosta kedua ini bernubuat bahwa nanti 100 tahun ke depan, berarti kapan? Hari-hari ini! Roh Kudus akan dicurahkan jauh lebih besar, lebih dahsyat, lebih hebat dibanding dengan Pentakosta Kedua. Dan itu adalah hari-hari ini! Tuhan memberikan istilah kejadian ini kepada saya tahun 2013 bahwa ini adalah “Pentakosta Ketiga”. Kita sedang memasuki Pentakosta Ketiga! Api Pentakosta Ketiga sedang menyala!
Saudara yang dikasihi Tuhan, Pentakosta ketiga ini adalah masa penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua. Sejak tahun 2013 saya membawa istilah “Pentakosta Ketiga” ini kemana-mana. Di forum-forum nasional dan internasional saya selalu perkatakan ini. Saya ingat ketika tahun 2015 di Yerusalem, di hadapan para pemimpin dunia dari Gereja Pantekosta saya perkatakan ini dan mereka tidak ada yang berkomentar jelek tentang ini. Istilah Pentakosta Ketiga diberikan kepada saya yang artinya diberikan kepada Gereja ini, mengapa? Kemarin saya di MDPJ berkata bahwa seharusnya yang bicara ini bukan saya, sebab kalau saya berbicara tentang ini rasanya saya berkata tentang diri saya sendiri. Tetapi kalau tidak dibuka maka Saudara tidak akan tahu kenapa Tuhan memberikan istilah Pentakosta Ketiga kepada kita.
HUBUNGAN ANTARA DAUD DAN PENTAKOSTA
Saudara, ada hubungan yang erat antara Daud dan Pentakosta, mengapa?
1. Menurut Tradisi Orang Yahudi
– Daud itu lahir dan matinya pada Hari Raya Pentakosta.
– Kuburan Daud sekarang ada di bawah upper-room, tempat terjadinya Pentakosta Pertama.
– Kamar loteng ini dipercaya sebagai tempat Pondok Daud.
Jadi ada hubungan antara Daud, Pondok Daud dan Pentakosta.
2. Daud Adalah Seorang Pemuji Dan Penyembah
Alkitab katakan bahwa dia adalah pemazmur yang disukai di Israel. Kitab Mazmur ini adalah kitab nyanyian yang terdiri dari 150 pasal. Yang diketahui penulisnya dengan pasti ada 100 pasal. Dari 100 pasal, 73 pasal itu ditulis oleh Daud dan sisanya banyak yang menafsirkan bahwa itu banyak yang ditulis oleh Daud, sehingga ada orang yang memperkirakan dari 150 pasal yang ditulis oleh Daud itu 100 pasal.
3. Tuhan Menugaskan Daud Untuk Membuat Pondok Daud
Mari sekarang kita melihat hubungannya dengan saya. Sejak tahun 2000 kita bergabung bersama-sama dengan apa yang disebut dengan “Jerusalem House of Prayer for All Nations”, yaitu dengan Tom Hess. Pada waktu itu temanya adalah “Prepare the way for the King of glory”. Tetapi dibawahnya sebagai sub-tema untuk mencapai itu adalah “Restorasi Pondok Daud” dan ini sama dengan kita!
Saudara yang dikasihi Tuhan, saya dipanggil oleh Tuhan bukan dengan perkataan, “Niko, kamu harus jadi Pendeta.” Tetapi yang Tuhan katakan kepada saya, “Kamu akan menjadi alat-Ku untuk merestorasi Pondok Daud.” Saya ingat pada waktu tahun-tahun dimana saya dipanggil oleh Tuhan dalam kondisi dan cara yang tidak enak. Jadi pelayanan saya pada waktu awal itu banyak orang yang tidak mengerti. Pada waktu bergabung dengan GBI dan diajukan untuk
menjadi Pendeta Pembantu, saya ditolak! Ketika ditanya apa alasan saya ditolak, jawabannya, “Karena pelayanannya tidak jelas!”. Memang pada waktu itu tidak ada yang tahu sebab menurut Pdt. Damaris saya adalah orang yang pertama di Indonesia yang fulltimer di bidang ini.
Saudara, kalau setiap kali saya ada di Yerusalem, saya pasti berkhotbah di hadapan 150 bangsa-bangsa di tempat Jerusalem House of Prayer setiap tahunnya. Saya pikir tahun ini sudah tidak bisa pergi lagi, tetapi puji Tuhan sekarang bisa pergi lagi. Jadi setiap kali Tom Hess memperkenalkan saya sebelum saya naik mimbar, mulai tahun 2000 sampai dengan tahun 2017, dia selalu berkata begini, “Saya perkenalkan seorang hamba Tuhan yang punya hati seperti Daud. Dia seorang pemuji dan penyembah seperti Daud….”
Saudara yang dikasihi Tuhan, Gereja kita juga diberi DNA oleh Tuhan, yaitu Restorasi Pondok Daud. Telah 28 tahun
gereja ini berdiri dan Pondok Daud itu kita dapatkan secara profetik. Saya pernah ke Capitol Hill, tempatnya DPR dari Amerika Serikat untuk berdoa di sana. Di situ ada satu ruangan dimana dipajang wajah-wajah orang-orang terkenal seperti ini. Saya lihat ada Elvis Presley dan saya hafal juga wajahnya, tetapi begitu saya lihat ternyata wajahnya beda sama sekali. Saya pikir ternyata sama saja dengan saya yang di sini. Saudara yang dikasihi Tuhan, ini sesuatu yang luar biasa, karena itu kita ada hubungan yang dekat dengan Daud. Karena itu tidak heran kalau istilah Pentakosta Ketiga itu diberikan kepada kita.
EMPOWER 21 DI SICC
Awal tahun 2009, berarti 100 tahun setelah William Seymour bernubuat pada tahun 1909, Tuhan berbicara kepada saya sesuatu yang sangat kuat dari Wahyu 3:11, “Aku datang segera! Aku datang segera!”. Kita sudah sering mendengar kata-kata ini, tetapi pada waktu itu betul-betul membuat hati saya berdebar-debar. Saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, apa yang akan Engkau lakukan? Apa yang harus kami lakukan?” Dan Tuhan tidak menjawab.
Pertengahan tahun 2009, akhirnya Tuhan menjawab, “Aku akan mencurahkan Roh-Ku! Aku akan mencurahkan Roh-Ku.” Kalau Aku mencurahkan Roh-Ku, maka akan terjadi seperti Yoel 2:28-32, yaitu:
1. Anak-anak, pemuda, orang tua akan dipakai Tuhan secara luar biasa (ayat 28-29).
2. Mujizat-mujizat akan terjadi luar biasa, tetapi goncangan-goncangan juga terjadi luar biasa (ayat 30-31).
3. Akan banyak orang yang berseru kepada nama Tuhan dan mereka yang berseru mereka diselamatkan! Berarti akan terjadi penuaian jiwa besar-besaran (ayat 32)
15 September 2009, seorang hamba Tuhan yang bernama Ps. Billy Wilson yang adalah Co-Chair Empowered 21 secara global, dia sengaja mencari saya di Atlanta pada waktu saya pelayanan di sana. Dia berkata begini, “Ps. Niko, Anda saya undang untuk tahun depan tanggal 10-14 April 2010 ke Tulsa – Oklahoma, yaitu di Oral Roberts University sebab kita akan mengadakan Empowered 21 Global. Ini yang pertama.” Saudara, saya tidak langsung menjawab karena saya baru mendengarnya. Lalu saya bertanya kepadanya, “Apakah Empowered 21 itu?”. Dia menguraikan cukup banyak tetapi yang saya tangkap Empowered 21 ini berbicara tentang apa yang akan Roh Kudus kerjakan. Jadi yang saya tangkap adalah:
1. Apa yang akan Roh Kudus kerjakan 100 tahun ke depan kalau Tuhan Yesus belum datang.
2. Pemberdayaan oleh Roh Kudus kepada generasi muda (the next generation).
Ketika saya mendengar ini, hati saya tersentak sebab ini adalah apa yang selama ini Tuhan katakan kepada saya. Saat itu saya langsung katakan, “OK! Saya mau.”
Tanggal 10-14 April 2010 akan ada Empowered 21 dan pada 9 April saya datang ke Oral Roberts University di Tulsa – Oklahoma. Saya ingat pada waktu saya mendarat, tiba-tiba saya merasa demam dan gemetaran, “Waduh, saya kenapa ini? Kalau begini bagaimana saya bisa melayani?” Saya lalu pulang, padahal seharusnya malam itu ada pertemuan (dinner meeting), tetapi saya tidak bisa hadir dan saya minta diwakilkan oleh beberapa orang dari antara kita. Saya di kamar bersama istri saya, gemetaran! Tiba-tiba istri saya mendapatkan satu penglihatan,
dimana kamar hotel saya tiba-tiba berubah menjadi kamar hotel zaman kuno atau zaman dahulu! Lalu tiba-tiba dia melihat ada orang hitam besar dan di belakangnya dia melihat ada orang-orang putih, orang kuning sedang duduk seperti rundingan. Ibu Hermin sampai sekarang ingat dengan muka-muka mereka yang menakutkan. Tiba-tiba tempat tidur ibu Hermin dibawa ke atas dan dia sudah tidak bisa bicara! Dia mau teriak, “Tolong!…” tetapi tidak bisa. Setelah itu tempat tidurnya dibawa turun lagi ke bawah! Saudara, itu adalah penglihatan dan saya tidak tahu sebab saya dalam keadaan sakit. Setelah diceritakan, saya cuma berkata, “Wah, ini kalau lihat orang-orangnya, ini adalah wakil-wakil dari benua-benua. Ada apa ya? Ada apa?” Ini pasti Empowered 21 ada dampaknya kepada benua-benua ini. Sekarang saya amin-kan, tetapi pada waktu itu saya belum tahu.
Hal yang kedua, ketika Ibu Kristin pergi ke menara doa dari Oral Roberts University, dia melihat ada sebuah tulisan yang berkata begini, “Asia pembawa Api Kemuliaan Tuhan!” Keesokan harinya Ps. Billy Wilson datang kepada saya dan dia berkata begini, “Untuk kongres yang kedua yang di luar Amerika itu harus diadakan di Asia. Harus ada di Indonesia. Dan Anda, Ps. Niko yang harus menyelenggarakan ini!”
Saudara, saya sudah tidak berpikir lagi dan langsung menjawab, ”OK!”. Karena itu adalah konfirmasi dari apa yang dilihat oleh Ibu Kristin.
Tanggal 25-28 Oktober 2011 ada Empowered 21 Asia yang pertama di SICC. Benar apa yang dilihat oleh Ibu Kristin waktu itu, bahwa melalui ini akan menjadi pemicu atau ‘trigger’ untuk terjadi Empowered 21 di benua-benua lain. Benar bahwa Asia bagi bangsa-bangsa! Indonesia bagi bangsa-bangsa!
Tanggal 14-18 Mei 2012 ada World Pray Assembly yang kedua di SICC. Yang pertama adalah 28 tahun sebelumnya di Korea Selatan, di Yoido Plaza yaitu tempatnya Ps. Yonggi Cho dan yang kedua di SICC, di tempat kita. Saudara, saya ingat nubuatan dari PS. Cho Yonggi sekitar tahun 2000, “Pendoa syafaat kami melihat bahwa kaki dian di Korea Selatan itu pindah ke Indonesia!” Saudara harus tahu bahwa salah satu artinya adalah ini. Tetapi yang kedua, kebangunan rohani yang pernah terjadi di Korea, itu juga akan terjadi di tempat ini, di Indonesia! Dan Indonesia bagi bangsa-bangsa!
Saya ingat ayat emasnya itu dari Habakuk 2:14, “Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.” Ini berbicara tentang kemuliaan Tuhan, Roh Kudus akan memenuhi bumi. Seorang hamba Tuhan yang bernama Leslie Keegel, dia adalah seorang nabi dan dia bernubuat pada waktu itu, “World Prayer Assembly yang kedua ini merupakan tanda pendahuluan untuk terjadinya penuaian jiwa secara global”. Ini adalah konfirmasi demi konfirmasinya.
Apa yang terjadi setelah World Prayer Assembly yang kedua? Saya diproses Tuhan selama 6 bulan seperti burung rajawali yang dicabuti bulunya. Berat waktu itu dimana saat Tuhan bersihkan saya. Yang dulu boleh sekarang sudah tidak boleh, untuk apa? Ternyata ada maksud Tuhan, sebab selanjutnya:
Tanggal 14-17 Mei 2013, setahun setelah itu ada Empowered 21 Asia di SICC. Dua hari sebelum ini Tuhan berkata kepada saya, “Yang Aku maksudkan selama ini dengan pencurahan Roh Kudus itu adalah Pentakosta yang ketiga!”. Jadi Pentakosta yang ketiga ini adalah istilah yang Tuhan berikan kepada saya, kepada Gereja ini! Saudara yang dikasihi Tuhan, saya tidak tahu apa yang Tuhan berikan kepada yang lain, tetapi kepada saya, peristiwa pencurahan Roh Kudus yang dahsyat sekarang ini disebutkan sebagai Pentakosta yang ketiga!

Mengapa kita perlu menerima Api pencurahan Roh Kudus? seperti murid-murid di hari Pentakosta pertama, demikian juga kita di Pentakosta ketiga ini akan dipakai Tuhan menjadi saksi-saksi Tuhan di jaman ini. Mengapa ada ang menerima dan ada yang tidak? Jawabannya tergantung dari rasa haus dan lapar seseorang. Jika orang percaya haus dan lapar unity berdoa meminta, maka Roh Kudus akan urapi dan penuhi mereka dengan pengurapan Api Roh Kudus yang disertai dengan kemuliaanNya.
Tuhan menyuruh saya tahun yang lalu, “Kamu nanti buat di SICC, tanggal 17-20 Juli 2018, Empowered 21 Asia dan Global.” Tema Empower 21 kali ini adalah “Fire and Glory” yang artinya “Api dan Kemuliaan.” Ada 44 bangsa-bangsa hadir untuk menerima Api Pencurahan Roh Kudus. Pentakosta Ketiga! Amin.

Khotbah Bapak Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
JCC – 1 Juli 201

Other posts in Weekly Message:

“TERIMA API PENCURAHAN ROH KUDUS, PENTAKOSTA KETIGA!”

“TERIMA API PENCURAHAN ROH KUDUS, PENTAKOSTA KETIGA!”

Pada tanggal 17-20 Juli 2018 di SICC akan diselenggarakan Kongres Empowered 21 Asia yang dihadiri oleh peserta dari sekitar 45 bangsa-bangsa, dan mereka akan datang untuk menerima api pencurahan Roh Kudus, Pentakosta Ketiga! Pada waktu Empowered 21 Asia di Singapura tahun yang lalu (akhir Mei – awal Juni 2017), Tuhan menyuruh saya untuk menyelenggarakan Empowered 21 Asia kembali di tahun ini yaitu pada tanggal 17-20 Juli 2018.

Mengapa Tuhan menyuruh diadakannya Empowered 21 Asia di SICC pada tanggal 17-20 Juli 2018. Pada waktu Tuhan Yesus masih ada di dalam dunia ini, Dia berkata seperti ini “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” (Yoh 16:7)

Saya percaya pada waktu Tuhan Yesus berkata ini kepada murid-murid-Nya, murid-murid-Nya tidak akan mengerti, “Pergi kemana?” Setelah itu Tuhan Yesus mati. Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita, Dia dikuburkan, tetapi pada hari yang ketiga Dia dibangkitkan. Setelah itu, selama 40 hari Tuhan Yesus mengunjungi lebih dari 500 murid-murid-Nya dan setelah itu dengan disaksikan oleh murid-murid-Nya Tuhan Yesus naik ke sorga. Saya percaya mereka baru mengerti bahwa yang dikatakan “pergi” itu adalah pergi ke sorga!

Saudara, sekarang Tuhan Yesus ada di sorga dan salah satu yang Dia lakukan di sorga adalah mengutus Roh Kudus.
PERANAN ROH KUDUS
1. Roh Kudus Menginsafkan Dunia Akan Dosa, Kebenaran dan Penghakiman Yohanes 16:8-11, mengatakan bahwa peranan Roh Kudus bagi dunia adalah,
“….menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;… (Saudara, di sini jelas, orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus, adalah orang berdosa) akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.” Siapa penguasa dunia ini? Iblis! Saudara jangan takut terhadap Iblis. Kita kadang-kadang berkata, “Saya tidak takut!”, tetapi
Saudara banyak terkena jerat-jerat Iblis yaitu bujuk-rayu, kebohongan-kebohongan dan itu yang dia lakukan kepada kita. Hati-hati! Saudara harus tahu bahwa Iblis, penguasa dunia telah dihukum!
2. Roh Kudus Memimpin Kita Kepada Seluruh Kebenaran Yoh 16:13-14 berkata bahwa:
– Roh Kudus akan memimpin kita akan seluruh kebenaran.
Kita tidak akan mengerti Alkitab kalau kita tidak memiliki Roh Kudus. Kalau ada orang yang tidak memiliki Roh Kudus lalu membaca Alkitab, pasti lain pengertiannya dibanding Saudara dan saya yang sudah memiliki Roh Kudus.
– Roh Kudus akan memberitahu kepada kita hal-hal yang akan datang.

Ada berapa banyak yang percaya bahwa Tuhan Yesus akan datang untuk kali yang kedua? Mengapa Saudara bisa percaya? Karena Roh Kudus ada di dalam kita dan Dia yang memberitahu kita.
Apakah Saudara percaya nubuatan-nubuatan yang terdapat dalam Alkitab? Ini mengenai
hal-hal yang akan datang dan sekitar 28% dari isi Alkitab semua berbicara tentang nubuatan. Jadi kalau ada orang yang tidak percaya kepada nubuatan ini bagaimana? Tetapi saya percaya kita akan mengerti, kenapa? Karena kita memiliki Roh Kudus.
– Roh Kudus akan memuliakan Tuhan Yesus sebab Roh Kudus akan memberitahu kepada kita apa yang telah diterimanya dari Tuhan. Karena kita memiliki Roh Kudus, maka kita bisa memuji dan menyembah Dia. “Oh Tuhan Yesus, Engkau dahsyat, Engkau baik. Engkau luar biasa.
Mana ada yang seperti Engkau!”. Kita bisa berkata seperti itu karena kita memiliki Roh Kudus!
3. Roh Kudus Memberikan Kuasa Kepada Kita Untuk Menjadi Saksi Yesus
Sesuai dengan Kisah Para Rasul 1:8, peranan Roh Kudus adalah Dia akan memberikan kita kuasa untuk menjadi saksi Yesus. Jadi pesan yang terakhir dari Tuhan Yesus kepada
murid-murid-Nya sebelum Dia naik ke sorga, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Ada berapa banyak murid Tuhan Yesus di tempat ini? Berarti ini adalah pesan untuk kita semua! Yerusalem bisa diartikan di antara keluarga. Yudea bisa diartikan di antara orang-orang seiman. Samaria bisa diartikan di antara orang-orang yang bukan seiman. Kita harus jadi saksi Tuhan Yesus! Sebagai saksi Yesus, maka kita akan melakukan hal-hal sebagai berikut:
– Membebaskan hidup yang terbelenggu
– Memulihkan hati yang terluka
– Mencelikkan mata yang buta
– Menyatakan kebesaran kuasa Tuhan
Saudara, kita akan dipakai Tuhan untuk memerdekakan dan membebaskan mereka yang ada dalam tawanan-tawanan. Kita akan memulihkan hati mereka yang terluka. Kita akan dipakai Tuhan untuk mencelikkan mereka yang buta. Bukan hanya saya, tetapi Saudara juga akan dipakai!
Saudara, apa yang kita lakukan itu adalah untuk menyatakan kebesaran siapa? Kebesaran-Mu, bukan kebesaran-ku! Kemarin saya berkata di antara para pengerja dalam MDPJ bahwa banyak hamba-hamba Tuhan yang tadinya dipakai Tuhan tiba-tiba dalam waktu singkat mereka sudah jatuh, mengapa? Karena menyatakan kebesaran kuasa-Ku dan bukan kuasa-Mu! Kalau kita dalam pelayanan ini selalu menyatakan kebesaran kuasa Tuhan, “Engkau Tuhan, bukan saya. Saya hanya alat Tuhan dan saya tidak ada apa-apanya. Engkau…hanya Engkau!”, maka Saudara akan terus dipakai Tuhan. Amin!
Saudara, setelah Tuhan Yesus naik ke sorga, 120 murid Tuhan Yesus pergi ke Yerusalem dan berkumpul di kamar loteng. Mengapa mereka melakukan itu? Sebab Tuhan sendiri yang berkata, “Kamu jangan pergi meninggalkan kota ini (Yerusalem) sebelum kamu diperlengkapi dengan kuasa dari tempat tinggi.” Karena itu murid-murid Tuhan Yesus menunggu pencurahan Roh Kudus yang akan memberikan mereka kuasa untuk menjadi saksi Yesus. Apa yang mereka lakukan? Kisah Para Rasul 1:14a berkata bahwa mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa

bersama-sama. Ini adalah prinsip Pondok Daud. Ini adalah prinsip menara doa.
Saudara, itu yang mereka lakukan, yaitu berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam. Sepuluh hari mereka melakukan itu maka pada Hari Raya Pentakosta
tiba-tiba terdengarlah seperti tiupan angin keras memenuhi ruangan itu. Mereka semakin sungguh-sungguh berdoa, dan tiba-tiba tampaklah lidah-lidah seperti nyala api hinggap di atas kepala mereka masing-masing. Mereka dipenuhi dengan Roh Kudus dan sebagai tanda awal mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa seperti yang diberikan oleh Roh Kudus kepada mereka untuk mengatakannya. Itu adalah bahasa Roh! Saudara yang dikasihi Tuhan, saya berdoa agar setiap Saudara berbahasa roh!

APA YANG TERJADI SETELAH MEREKA DIPENUHI DENGAN ROH KUDUS?
1. Khotbah Singkat Petrus Menghasilkan 3000 Orang Yang Bertobat
Petrus berkhotbah dan kalau Saudara membaca khotbahnya Petrus itu tidak lebih dari 4 menit, tetapi 3000 orang yang bertobat dan dibaptis, 3000 orang pada zaman itu bisa diartikan 3 juta orang pada zaman ini. WOW, luar biasa! Khotbahnya sebentar, tetapi karena kuasa Roh Kudus, itu mampu membuat mereka bertobat.
2. Terjadinya Signs and Wonders
Petrus dan Yohanes dipakai Tuhan secara luar biasa untuk menyatakan mujizat-mujizat seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus 2000 tahun yang lalu. Kadang-kadang ada orang yang berkata, “Mujizat-mujizat itu tidak ada sekarang. Itu hanya 2000 tahun yang lalu!” Itu tidak benar! Mujizat-mujizat seperti apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus pada waktu itu masih ada sekarang dan dilakukan oleh murid-murid-Nya. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena Tuhan Yesus hidup! Karena Tuhan Yesus hidup maka mujizat-mujizat yang Dia lakukan 2000 tahun yang lalu masih ada sampai dengan hari ini.
Saudara, dalam bulan Juni yang lalu saya KKR di dua tempat di Kalimantan Barat, yaitu di tempat yang bernama Pahauman dan Singkawang. Ini luar biasa! Kalau Saudara tahu daerah Pahauman, tempat yang disebut maksiat itu ada di sana, dimana ada pelacuran, narkoba, pokoknya yang jelek-jelek itu ada di sana. Kalau Singkawang kita tahu bahwa itu adalah “kota 1000 kelenteng”. Pada waktu di Pahauman memang peperangan rohaninya itu luar biasa, tetapi apa yang terjadi? Di lapangan itu penuh sesak sampai tidak bisa menampung sehingga harus sampai ke jalan-jalan. Mereka begitu haus dan mereka yang datang itu anak-anak muda luar yang biasa banyaknya! Saya melihat anak-anak muda itu mengalami manifestasi dan dilepaskan oleh Tuhan. Kira-kira 1 jam sebelum daerah Pahauman itu jalannya berkelok-kelok dan itu adalah tempat pembantaian orang-orang Madura yang pernah ramai itu. Tetapi malam itu Tuhan lawat Pahauman luar biasa! Apa yang dilakukan Tuhan Yesus 2000 tahun yang lalu itu masih ada sampai dengan hari ini.
3. Cara Hidup Jemaat Berubah Dikatakan bahwa:
– Mereka bertekun dalam pengajaran Rasul-rasul dan persekutuan. Kalau sekarang ini bisa saya ganti dengan: Mereka suka membaca Alkitab. Apakah Saudara suka membaca Alkitab? Ada berapa banyak yang membaca Alkitab setiap hari?
– Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Mereka suka berdoa.

– Mereka selalu bergembira, tulus hati dan senang memuji Allah. Orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus hatinya penuh dengan gembira dan sukacita. Sebab Alkitab berkata, “Di
hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah!”.
Orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus suka memuji Tuhan. Keinginannya selalu memuji Tuhan, “Tuhan, Engkau dahsyat! Engkau hebat, Tuhan! Mana ada yang seperti Engkau, ya Abba!”.
– Mereka suka memberi sehingga tidak ada yang berkekurangan. Saya tahu jemaat di tempat ini suka memberi. Pemberian Saudara itu dipakai untuk KKR-KKR keliling seperti itu. Saudara harus tahu, bahwa melalui persembahan Saudara banyak jiwa-jiwa yang diselamatkan dan disembuhkan!
– Mereka disukai semua orang dan tiap-tiap hari ada jiwa-jiwa yang bertobat.
– Goncangan-goncangan terjadi.
Saudara, murid-murid Tuhan Yesus yang waktu itu ada di Yerusalem, mereka merasa senang, suka berkumpul, berdoa, memuji dan menyembah. Mereka suka memberi dan tidak ada yang berkekurangan. Mereka semua pasti berkata, “Wah jadi orang Kristen itu seperti ini! Enak…” Tetapi bukan itu, ini belum selesai! Sebab Tuhan berkata, “Kamu harus menjadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Jadi itu hanya di Yerusalem sedangkan mereka juga harus menjadi saksi di Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Caranya bagaimana? Melalui aniaya!
Saudara harus tahu bahwa ini prinsip. Biasanya orang Kristen kalau sudah enak itu diam saja, tetapi bukan itu! Kadang-kadang kenapa hidup Saudara digoncang oleh Tuhan? Kalau digoncang ketika Saudara sudah sungguh-sungguh, Saudara harus tahu bahwa itu artinya, “Saya harus bergerak! Selama ini saya ada di comfort zone. Hidup enak!”. Sebab Tuhan mau kita menjadi saksi-Nya.
– Ada perubahan paradigma dalam pelayanan.
Pada waktu itu pengertian mereka bahwa hanya orang-orang Yahudi yang diselamatkan. Tetapi mereka cukup kaget ketika melihat Kornelius orang yang bukan Yahudi percaya kepada Tuhan Yesus, dibaptis dan berbahasa roh. Mereka akhirnya mengerti bahwa keselamatan bukan hanya untuk orang-orang Yahudi saja, tetapi juga buat Saudara dan saya serta bangsa-bangsa yang lain. Kita tidak akan ada di tempat ini kalau hanya orang Yahudi yang diselamatkan.
Tetapi puji Tuhan, keselamatan terjadi untuk semua bangsa, semua orang, kaum dan bahasa. Saudara, ini yang saya sebutkan dengan Pentakosta Pertama dan Pentakosta Pertama ini dahsyat, mengapa? Sebab dalam kurun 100 tahun, 70% dari dunia yang dikenal waktu itu, yaitu daerah-daerah di bawah pemerintahan Kekaisaran Romawi itu menjadi Kristen!

Khotbah Bapak Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo

Other posts in Weekly Message:

TUHAN YESUS MENGUTUS ROH KUDUS

TUHAN YESUS MENGUTUS ROH KUDUS

Yohanes 16:7, “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”
Tuhan Yesuslah yang mengutus Roh Kudus. Sebelum Tuhan Yesus naik ke sorga, Dia memberikan pesan yang terakhir kepada murid-murid-Nya. Ada berapa banyak murid-murid Tuhan Yesus di tempat ini? Berarti ini adalah pesan buat kita semua. Kisah Para Rasul 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung-ujung bumi”
Yerusalem bisa diartikan di antara keluarga. Yudea bisa diartikan di antara orang-orang yang seiman. Samaria bisa diartikan di antara orang-orang yang tidak seiman dan sampai ke ujung bumi. Setelah itu Tuhan Yesus naik ke sorga dengan disaksikan oleh murid-murid-Nya. Saya percaya waktu itu murid-murid-Nya heran, “Lho, ko’ Yesus tiba-tiba terangkat. Mereka melihat kaki Tuhan Yesus sudah tidak menyentuh tanah lagi, perlahan tapi pasti Tuhan Yesus terangkat ke sorga. Mereka hanya terheran-heran mungkin ada awan yang menutupi sebentar, tetapi lalu muncul lagi, tiba-tiba ada awan dan hilang dari pandangan mata. Mereka hanya melihat ke langit, tiba-tiba ada 2 orang yang berpakaian putih di dekat mereka dan berkata, “Hai orang-orang Galilea, mengapa kamu melihat ke langit? Yesus yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”
Saudara, dari ayat ini saya percaya, kalau yang melihat Tuhan Yesus naik ke sorga itu adalah murid-murid-Nya, maka yang akan melihat Dia turun dari sorga itu adalah murid-murid-Nya juga. Ada berapa banyak murid-murid Tuhan Yesus di tempat ini? Saudara tahu apa yang disebut dengan murid? Murid artinya orang yang hidup sama seperti Kristus telah hidup. Kita ini sudah ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya.
Saudara, proses ‘sanctification’ atau pengudusan terus-menerus dilakukan oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus di sepanjang hidup kita. Dikuduskan terus-menerus dan goal-nya menjadi serupa dengan gambar Yesus. Setelah itu, orang yang seperti ini akan masuk dalam proses berikutnya, yaitu proses ‘glorification’ atau proses pengangkatan. Ada berapa banyak yang mau diangkat? Saudara harus jadi murid!
Setelah Tuhan Yesus naik ke sorga, 120 murid pergi Yerusalem dan mereka tinggal di kamar loteng (upper-room). Mengapa mereka melakukan itu? Sebab Tuhan Yesus sendiri yang berkata sebelum Dia naik ke sorga, “Kamu jangan meninggalkan Yerusalem sebelum kamu diperlengkapi dengan kuasa dari tempat tinggi.” Sebenarnya Tuhan Yesus menampakkan diri kepada lebih dari 500 murid-murid-Nya dan saya percaya Tuhan berkata seperti ini, tetapi yang meresponi hanya 120 murid. Saya berdoa supaya Saudara dan saya termasuk yang 120 murid ini.
Saudara, akhirnya mereka berkumpul di kamar loteng, apa yang mereka lakukan? “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama…..” (Kisah Para Rasul 1:14). Artinya, mereka berdoa, memuji dan menyembah Tuhan bersama-sama dalam unity siang dan malam. Itu adalah prinsip Pondok Daud. Itu adalah prinsip menara doa!
Saudara, 10 hari setelah mereka lakukan itu, tiba-tiba terdengarlah seperti tiupan angin keras dan mereka tambah sungguh-sungguh berdoa. Lalu tiba-tiba tampaklah lidah-lidah seperti nyala api hinggap kepada mereka masing-masing dan mereka dipenuhi dengan Roh Kudus dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa seperti yang diberikan oleh Roh Kudus kepada mereka untuk mengatakannya. Itu adalah bahasa roh! Mereka dipakai Tuhan dengan luar biasa.
Apa yang mereka alami setelah mereka dipenuhi dengan Roh Kudus?
1. Khotbah singkat Petrus menghasilkan 3000 jiwa yang bertobat

2. ‘Signs and wonders’ terjadi
Murid-murid Tuhan Yesus waktu itu dipakai untuk mengadakan ‘signs and wonders’ (tanda-tanda dan mujizat). Mereka dipakai Tuhan dengan luar biasa dan peristiwa seperti itu masih terjadi sampai dengan hari ini. Saudara, hari-hari ini Tuhan Yesus mengadakan sedang mujizat yang luar biasa!

3. Cara hidup jemaat berubah
Dikatakan bahwa:
• Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan persekutuan.
Kalau boleh saya ganti kalimat ini dengan mereka suka membaca Alkitab. Orang yang dipenuhi Roh Kudus pasti suka membaca Alkitab.
• Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Apakah Saudara suka berdoa?
• Mereka selalu bergembira, tulus hati dan senang memuji Allah.
Orang yang dipenuhi Roh Kudus selalu gembira karena Firman Tuhan berkata, “Di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah!” Itu benar! Kalau saya sedang berada di hadirat Tuhan, ada satu sukacita yang luar biasa. Saya hanya menangis dan menangis, bukan karena sedih tetapi karena sukacita! Dan orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus itu suka memuji Allah
• Mereka suka memberi sehingga tidak ada yang berkekurangan.
Orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus itu suka memberi. Kalau saya lihat, jemaat di sini suka memberi sehingga tidak ada yang kurangan. Saudara, kalau saya pergi ke KKR itu seperti 12 tahun yang lalu Tuhan berpesan kepada saya, “Kumpulkan gereja-gereja di tempat-tempat yang akan Aku tunjuk kamu pergi. Ajak gereja-gereja itu untuk membawa orang-orang miskin, orang yang sakit yang tidak punya uang untuk ke dokter, orang yang tidak punya pengharapan…” Saudara, kita harus memberi dan saya tahu Saudara ikut serta dalam hal itu. Saya percaya apa yang Saudara tabur itu tidak akan sia-sia, melainkan Saudara akan diberkati berlimpah, limpah, limpah!
• Goncangan-goncangan terjadi
Saudara, kemudian apa yang terjadi setelah Roh Kudus dicurahkan dan mereka dipenuhi oleh Roh Kudus? GONCANGAN-GONCANGAN terjadi! Aniaya terjadi! Murid-murid Tuhan Yesus yang ada di Yerusalem dianiaya. Mereka harus lari ke Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi sambil memberitakan Injil. Ini cara Tuhan! Tuhan berkata, “Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, seluruh Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Saya mau tanya kepada Saudara, mereka sudah enak luar biasa di Yerusalem, kalau tidak ada aniaya apakah mereka akan pergi ke Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi? Tidak bakalan mereka pergi! “Wah, kita sudah enak, jadi orang Kristen ini enak!” Kadang-kadang seperti itu juga di gereja, “Wah, saya di COOL ini enak…”, tetapi pada satu hari, COOL-nya ini harus dipecah oleh Tuhan supaya terjadi pelipatgandaan.
• Ada perubahan paradigma dalam pelayanan
Pada waktu itu pengertian mereka bahwa keselamatan itu hanya untuk orang-orang Yahudi saja, tetapi setelah Kornelius yang bukan Yahudi diselamatkan, percaya Tuhan Yesus, dibaptis, dipenuhi Roh Kudus dan berbahasa roh, akhirnya mereka baru tahu bahwa keselamatan bukan hanya untuk orang-orang Yahudi saja, tetapi untuk bangsa-bangsa lain termasuk Indonesia, yaitu Saudara dan saya!
Saudara, itu semua yang saya sebutkan dengan Pentakosta pertama. Pentakosta pertama itu dahsyat, karena setelah itu, dalam kurun 100 tahun, 70% dari dunia yang dikenal waktu itu yaitu dunia dibawah pemerintahan Kekaisaran Romawi, mereka menjadi Kristen! Pentakosta pertama itu dahsyat! Kalau ada Pentakosta pertama, pasti ada Pentakosta kedua. Kapan Pentakosta kedua terjadi? Kita orang-orang Pentakosta percaya bahwa Pentakosta kedua itu dimulai di Azusa Street California. Seorang hamba Tuhan bernama William Seymour dipakai Tuhan secara luar biasa. Itu dimulai dengan unity dalam doa selama berbulan-bulan sebelum pencurahan Roh Kudus.
Pentakosta kedua ini dahsyat! Mengapa? Sekarang kekristenan di dunia ini 30% dan 70% dari 30% ini dimenangkan sejak peristiwa Azusa Street. Jadi Pentakosta kedua itu dahsyat! Peristiwa Azusa Street terjadi pada tahun 1906, tahun 1909 William Seymour ini bernubuat, “Kira-kira 100 tahun ke depan Roh Kudus, kemuliaan Tuhan akan dicurahkan jauh lebih besar daripada Pentakosta yang kedua!”. Kapankah itu? HARI-HARI INI! Dan Tuhan berikan istilah ini kepada saya, itu disebutkan dengan PENTAKOSTA YANG KETIGA! Pentakosta ketiga ini dahsyat sebab ini masa penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang kali yang kedua. Tentang Pentakosta ketiga ini saya sudah bicara dimana-mana, saya umumkan termasuk juga di forum-forum internasional. Pada waktu itu di Yerusalem saya ingat tahun 2015 di hadapan para pemimpin Gereja Pantekosta sedunia yang datang ketika itu, saya sampaikan ini dan mereka menerimanya. Karena ini istilah!
Bulan lalu saya ke Johannesburg – Afrika dan akhirnya Tuhan Yesus menyuruh saya menjejakkan kaki serta melepaskan pengurapan di benua Afrika. Yang lain sudah hanya memang tinggal Afrika. Tanggal 12 Mei yang lalu saya berangkat dan saya lepaskan pengurapan di sana. Itu luar biasa! Pada waktu saya mengatakan Pentakosta yang ketiga, hamba-hamba Tuhan di sana langsung menangkap dan apinya ini akan terus bergerak. Pentakosta ketiga ini dahsyat!
Waktu itu saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, berikan gambaran kepada saya apa yang akan terjadi di Indonesia dengan Pentakosta yang ketiga.” Tiba-tiba ada seorang hamba Tuhan yang bernama Russell Evans dari Planetshakers – Melbourne, yang gerejanya tidak sampai 50 meter dari gereja kita, dia mendapatkan satu penglihatan tentang Indonesia. Dia melihat api Roh Kudus dicurahkan di Indonesia, dia melihat ada awan-awan, yaitu awan kemuliaan Tuhan yang keluar dari Indonesia itu ke bangsa-bangsa. Dan dia melihat jutaan anak-anak muda….JUTAAN ANAK-ANAK MUDA yang berkobar dalam api Roh Kudus dan mereka cinta Tuhan Yesus serta akan melayani bangsa ini seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Amin!
Oleh karena itu Tuhan menyuruh saya, tanggal 17 – 20 Juli akan diadakan Empowered21 Asia dan Global. Temanya adalah “Fire and Glory”, bangsa-bangsa akan datang dan memang ada sesuatu yang luar biasa. Apakah Saudara ada ikut dan sudah mendaftar? Bagi yang belum mendaftar, sudah terlambat! Sebab sudah ditutup karena terlalu banyak dan antusiasme dari bangsa-bangsa begitu luar biasa. Pada waktu saya ketemu dengan Ps. Billy Wilson dia berkata, “Saya melihat akan terjadi ultra supra-natural!” dan itu memang saya rasakan. Bukan artinya tanggal 17- 20 Juli nanti Roh Kudus baru dicurahkan, tetapi sekarang sudah dicurahkan sedangkan nanti adalah gong-nya untuk bangsa-bangsa. Dari Vietnam saja 1250 orang yang akan datang! Dari China hampir 1000 orang. Pada waktu saya ke Afrika, yang dari Kenya, Zambia, mereka akan datang. Belum pernah terjadi sebelumnya. Ini adalah tanda bahwa API PENTAKOSTA KETIGA SEDANG MENYALA!
Khotbah Bapak Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, JCC, 3 Juni 2018

Other posts in Weekly Message:
“API PENTAKOSTA KETIGA SEDANG MENYALA!”

“API PENTAKOSTA KETIGA SEDANG MENYALA!”

Tuhan Yesus itu baik, sungguh baik dan sangat baik kepada kita semua. Kalau pada tanggal 30 Maret yang lalu kita memperingati kematian Tuhan Yesus (Jumat Agung), tanggal 1 April kita merayakan Paskah (kebangkitan Tuhan Yesus), pada tanggal 10 Mei kita memperingati kenaikan Tuhan Yesus ke sorga dan tanggal 20 Mei yang lalu kita merayakan Pentakosta (pencurahan Roh Kudus). Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita, Dia dikuburkan, tetapi pada hari yang ketiga Dia dibangkitkan. Tuhan Yesus benar-benar hidup! Dia benar-benar dibangkitkan! Setelah itu selama 40 hari Tuhan Yesus menampakkan diri kepada lebih dari 500 murid-murid-Nya untuk membuktikan bahwa Dia hidup. Kemudian setelah itu dengan disaksikan oleh murid-murid-Nya, Tuhan Yesus naik ke Sorga.
TIGA HAL YANG TUHAN YESUS LAKUKAN DI SORGA:
I. TUHAN YESUS MENYEDIAKAN TEMPAT BAGI KITA
Yohanes 14:1-3, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.”
Saudara, pesan Tuhan kepada kita, “Jangan gelisah hatimu…”, kita hidup dalam dunia memang penuh kegelisahan. Saya ingat apa yang dikatakan Musa dalam Mazmur 90:10 bahwa usia manusia itu 70 tahun, kalau kuat 80 tahun dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan, sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. Memang kita akan mengalami kesukaran dan penderitaan serta banyak gelisah hidup dalam dunia ini, tetapi Tuhan Yesus menghibur kita, “Jangan kamu gelisah. Jangan gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah kepada-Ku juga. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, Aku akan mengatakannya kepadamu. Aku pergi kesitu untuk menyediakan tempat bagi-Mu.” Dan apabila Dia telah menyediakan tempat bagi kita, Dia akan menjemput Saudara dan saya, supaya dimana Dia berada, kita pun berada SELAMA-LAMANYA!
Biarlah ini menjadi penghiburan bagi kita. Nanti kalau kita bersama-sama dengan Tuhan Yesus, tidak ada yang sakit lagi, tidak ada air mata kesedihan, yang ada hanya sukacita. Kita bersama-sama setiap hari akan terus menyembah Dia sampai selama-lamanya. Karena itu, ingat! Jangan tukar yang demikian, yang kekal dengan yang hanya sementara yaitu 70 tahun kalau kuat 80 tahun seperti Firman Tuhan katakan. Banyak orang berkata, “Mumpung saya hidup, mumpung saya masih ada di dalam dunia…”, Oh salah! Sebab dia tidak tahu bahwa kewarganegaraan kita bukan di dunia, tetapi dimana? Di SORGA!
II. TUHAN YESUS MENJADI PENGANTARA ATAU PENDOA SYAFAAT BAGI KITA
Ibrani 7:25, “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.”
Saudara, Tuhan Yesus ada di sorga untuk menjadi Pengantara buat Saudara dan saya. Artinya, Dia menjadi Pendoa Syafaat buat Saudara dan saya supaya kita selamat secara sempurna.
Ada 3 macam keselamatan bagi orang Kristen, yaitu:
1. Kehilangan Keselamatan
Banyak orang bertanya, “Apakah keselamatan bisa hilang?”. Saya jawab, “Bisa!”. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan yang membuat kita kehilangan keselamatan itu, yaitu:
a. Tidak mau taat terhadap hukum dan ketetapan Allah
Kalau lihat dari Matius 7:21-23 di situ dikatakan, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang yang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Saudara, setiap kali saya baca ayat ini saya ngeri! Mereka ini siapa? Membuat mujizat, bernubuat, mengusir setan, ini orang yang bukan main-main. Tetapi pada akhirnya dikatakan, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah kamu sekalian pembuat kejahatan!”. Pembuat kejahatan dalam Bahasa Gerika-nya disebut dengan ‘Anomian’, yang berarti orang yang tidak mau hidup dalam hukum dan ketetapan Allah. Saya percaya jemaat di tempat ini adalah jemaat yang mau hidup taat dalam hukum dan ketetapan Allah.
b. Murtad
Ibrani 6:4-8, “Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia yang akan datang, namun murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi demikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.” Di situ dikatakan bahwa orang yang kehilangan keselamatan adalah orang yang murtad.
c. Sengaja Berbuat Dosa
Ibrani 10:26-29, “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi. Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?”
Di situ dikatakan bahwa orang yang kehilangan keselamatan karena sengaja berbuat dosa. Sudah tahu kebenaran tetapi sengaja berbuat dosa terus-menerus, maka mereka akan kehilangan keselamatan!
d. Terus melakukan perbuatan daging
Galatia 5:19-21, “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu—bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” Di situ dikatakan bahwa kalau orang terus-menerus melakukan perbuatan daging, yaitu sifat lama kita terus-menerus, maka dia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga.
e. Tidak Berjaga-Jaga
Wahyu 3:1-6, “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”
Ayat ini adalah pesan Tuhan Yesus kepada jemaat di Sardis. Pada akhirnya Tuhan Yesus berkata, “Barangsiapa menang, Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan…”. Saudara, yang ini harus kita mengerti, pada saat kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita mengalami kelahiran baru, nama kita ada di dalam Kitab Kehidupan, nama kita tercatat di sorga! Tetapi kalau kita hidup di dalam kekalahan, kalah terhadap dosa, terhadap daya tarik dunia, terhadap Iblis dan melakukan perbuatan daging terus-menerus, maka nama kita yang sudah ada itu akan dihapus! Saya percaya tidak ada seorang pun di tempat ini yang dihapus. Amin!
2. Hampir-Hampir Tidak Diselamatkan
1 Korintus 3:10-15, “Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.”
Di situ dikatakan begini, kita yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, kita membangun hidup ini dengan dasar atau pondasi Tuhan Yesus Kristus setelah itu baru kita membangun kehidupan ini. Sekarang masalahnya kita membangun hidup ini dengan bahan apa? Emas, perak, batu permata ataukah kayu, rumput kering atau jerami? Tidak ada seorang pun yang tahu! Saudara mungkin berdampingan, suami-istri, orang tua-anak, mungkin sahabat Saudara, tidak ada yang tahu kita membangun kehidupan ini dengan bahan apa. Tetapi nanti kelak itu akan diuji dengan api. Kalau tidak terbakar karena kita melakukan pekerjaan yang mulia, kita akan mendapat upah. Tetapi sebaliknya, kalau terbakar karena melakukan pekerjaan yang tidak mulia, maka dia akan menderita kerugian. Saudara, di sorga itu ada tingkatannya. Seperti tadi dikatakan bahwa bahan yang dipakai itu tahan api dan sebaliknya ada yang tidak tahan api atau terbakar, selamat sih selamat tetapi hati-hati! Jangan berkata, “Tidak apa-apa deh, yang pokoknya sorga…” Kita harus berkata, “Tuhan, saya mau membangun kehidupan ini dengan bahan yang tahan api.” Itu pasti emas, perak dan batu permata, artinya dia melakukan pekerjaan yang mulia untuk Tuhan. Dan Saudara, itu yang Tuhan mau. Itu yang Tuhan Yesus doakan bagi Saudara dan saya. Dia tidak mau kita kehilangan keselamatan! Dia tidak mau kita sekedar hampir-hampir tidak selamat! Tetapi yang Dia mau, kita selamat secara sempurna. Amin!
3. Selamat Secara Sempurna
2 Petrus 1:5-11, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil kana pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”
Ayat di atas mengatakan supaya kita mendapatkan hak penuh untuk masuk Kerajaan Tuhan Yesus Kristus, hak penuh itu artinya selamat secara sempurna, maka kita harus berusaha sungguh-sungguh, jadi tidak santai! Tidak berkata, “Ah, saya sudah selamat. Beres!” Tuhan mau kita berusaha sungguh-sungguh, memang ada yang mengeritik, “Wah, jangan pakai kekuatan sendiri!” Oh tidak! Ini bukan soal kekuatan sendiri, tetapi kekuatannya Tuhan, tetapi kita punya niat berusaha sungguh-sungguh untuk: Menambahkan kepada iman (beriman kepada Tuhan Yesus) dengan kebajikan, artinya berbuat baik. Menambahkan kebajikan dengan pengetahuan. Pengetahuan akan firman Tuhan, karena itu saya selalu berkata, “Saudara, belajar Firman Tuhan! Baca Alkitab tiap hari!” Kalau boleh saya tanya, ada berapa banyak yang sudah membaca Alkitab setiap hari? Wah, sekarang sudah lebih banyak! Yang belum mengangkat tangan, nanti kalau saya tanya lagi Saudara sudah angkat tangan. Menambahkan pengetahuan dengan penguasaan diri. Penguasaan diri adalah salah satu dari buah roh. Hidup ini bukan seenaknya saja, mumpung saya kaya, mumpung saya sehat, seenaknya! Hati-hati! Harus ada penguasaan diri. Menambahkan penguasaan diri dengan ketekunan.
Saudara mau hidup dengan ketekunan dalam mengikut Tuhan Yesus? Roma 5:3-5 berkata begini, “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”
Kesengsaraan menimbulkan ketekunan, ketekunan menimbulkan tahan uji, tahan uji akan menimbulkan pengharapan dan pengharapan di dalam Tuhan Yesus tidak pernah mengecewakan! Mungkin ada di antara Saudara yang berkata, “Kenapa saya harus mengalami seperti ini?”, Saudara merasa sengsara dalam hidup ini. Saudara, Tuhan Yesus sekarang berkata kepada kita semua , “Supaya kamu tekun! Sehingga masuk ke dalam sorga secara sempurna!”. Menambahkan ketekunan dengan kesalehan. Artinya, hidup kudus. Menambahkan kesalehan dengan kasih akan saudara-saudara seiman. Menambahkan kasih akan saudara-saudara dengan kasih akan semua orang.
Saudara, kalau kita lakukan itu maka Firman Tuhan berkata bahwa kita akan mendapat hak penuh untuk masuk Kerajaan Tuhan Yesus Kristus yaitu selamat secara sempurna. Amin!
Khotbah Bapak Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo JCC, 3 Juni 2018

Other posts in Weekly Message:
ROH KUDUS METERAI PERJANJIAN YANG BARU

ROH KUDUS METERAI PERJANJIAN YANG BARU

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.” (Yohanes 14:16-18)
Setiap bulan jemaat menerima roti dan anggur perjamuan kudus dalam ibadah suci (sakramen). Perjamuan suci ini ditetapkan supaya iman kita dikuatkan dalam persekutuan sesama anak-anak Allah dengan Bapa di surga. Kevin J. Conner mengemukakan dalam bukunya “Perjanjian Darah” bahwa dalam Perjanjian Lama setiap perjanjian diikat atau disahkan dengan darah dan dimeteraikan dengan sebuah tanda. Perjanjian Musa yang berlaku bagi orang Israel dimeteraikan oleh darah korban anak domba dan menyandang meterai sunat di dalam tubuh setiap laki-laki Israel. Perjanjian Baru diikat oleh darah Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah dan dimeteraikan oleh Roh Kudus di atas kehidupan orang percaya.
Tanda yang kelihatan adalah wujud dari rahmat Tuhan yang tidak kelihatan. Tanda dan meterai adalah hal yang kelihatan dari suatu hal yang suci. Perjanjian baru dimeteraikan dengan darah Yesus dan Roh Kudus diberikan sebagai tanda bahwa seseorang adalah milik Kristus. Bila seseorang mengaku dan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan maka orang tersebut milik Kristus. “Karena tidak seorangpun yang dapat mengaku “Yesus adalah Tuhan” selain oleh Roh Kudus.” 1 Korintus 12:3
Pengajaran Tuhan Yesus pada malam terakhir sebelum disalibkan adalah mengenai pribadi dan peran Roh Kudus. Setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus melarang murid-murid-Nya mening-galkan Yerusalem sampai mereka dipenuhi “Janji Bapa” yaitu Roh Kudus yang memberi kuasa dari tempat yang Maha Tinggi. Selain kuasa, mereka yang menerima Roh Kudus artinya mem-iliki meterai keselamatan. “Di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dime-teraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.” (Efesus 1:13).
Yesus berkata di dalam Yohanes 14:6, “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. Dari ayat ini kita melihat bahwa sebenarnya “Bapa” lah yang menjadi tujuan keselamatan; Yesus Kristus adalah jalan. Paulus juga meneguhkan doktrin ini di dalam Roma 8:15-16, “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.”
Zaman Gereja disebut juga sebagai zaman Roh Kudus, di mana segala sesuatu bersumber dari Bapa, dilakukan di dalam nama Yesus, dan dilaksanakan oleh Gereja di dalam pengurapan dan kuat kuasa Roh Kudus. Segala pengalaman rohani yang tidak sesuai dengan Firman yang disam-paikan oleh Yesus Kristus dan bukan merupakan salah satu manifestasi dari karunia Roh Kudus menjadi sesuatu yang tidak benar dalam kehidupan orang percaya.
Yesus Kristus sebagai pribadi kedua di dalam Tritunggal sudah nyata pribadi dan karya-Nya se-belum inkarnasi-Nya ke dalam dunia ini. Demikian pula Roh Kudus terlihat jelas karya-Nya di mulai sejak Perjanjian Lama.
A. Roh Kudus “Hinggap Di Atas” Diri Seseorang
Pertama kita melihat kata “Roh Allah” di dalam penciptaan. Ia melayang-layang di atas per-mukaan air (Kejadian 1:2). Di dalam Keluaran 31:3; 35:31 kita melihat bahwa Bezaleel di-penuhi dengan Roh Allah sehingga ia mampu mengerjakan teknik ukiran yang sulit dan mengerjakannya dengan sempurna untuk keperluan perkakas kemah tabernakel Musa. Bahkan Bileam sekalipun (Bilangan 24:2) “dihinggapi” oleh Roh Allah sehingga ia mampu bernubuat untuk memberkati Israel.
Mungkin di dalam Perjanjian Lama ayat yang paling menyimpulkan konsep ini adalah Yesaya 61:1, “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang ta-wanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara.” Arti sebenarnya ada di dalam bahasa asli (Bhs Ibrani: Ruach Adonai Alai / The spirit of the LORD is upon me). Pada dasarnya Roh Kudus “hinggap di atas” diri seseorang menandakan pengurapan yang menghasilkan kekuatan dan pemberdayaan (=empowerment) atas orang tersebut.
Perjanjian Baru Tuhan Yesus mengulangi narasi ini dengan menggunakan istilah “menantikan janji Bapa, kuasa dari tempat yang maha tinggi, Roh Kudus turun atasmu” dan sebagainya. Ini menunjukkan sesuatu yang turun dari atas hinggap atas diri seseorang. Pada hari Pentakosta hal ini digenapi dengan tanda lidah-lidah api yang secara fisik turun ke atas 120 orang murid dan memenuhi mereka dengan kehadiran dan kuasa Roh Kudus.
B. Roh Kudus Menyertai Orang Percaya
Penyertaan Roh Allah juga terlihat di dalam Perjanjian Lama. Contohnya kepada Gideon yang pada waktu itu sedang ketakutan dan bersembunyi terhadap orang Midian. Tuhan mengutus Gideon untuk mengalahkan musuh, “Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” (Hakim 6:12). Tuhan tidak hanya mengutus, namun juga menyertai Gideon.
Tuhan juga menyertai Daud dalam kehidupannya; terlihat dari responnya menghadapi Goli-at: “Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” (1 Samuel 17:37). Daud sangat menyadari penyertaan Roh Tuhan dalam hidupnya. Di kemudian hari ia menulis:“Kemana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?” (Mazmur 139:7). Raja Daud tahu bahwa kehadiran Roh Allah menyertai dia bahkan saat ia sedang menjauh atau jatuh sekalipun.
Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus memantapkan pengertian ini ketika Ia menjanjikan Roh Kudus yang akan datang dengan nama Penghibur yang lain (Allos Parakletos/Pendamping yang sejenis dengan Tuhan Yesus) yang akan menyertai orang percaya sampai pada kesudahan zaman. Di sini kita melihat peranan Roh Kudus di dalam menghibur, mendampingi kita, menghadapi segala macam tantangan dan menggantikan kehadiran Yesus di dalam dunia ini bagi kita.
Orang percaya diajarkan oleh Tuhan Yesus dan oleh Rasul Paulus untuk selalu menjaga hati untuk tetap lembut, peka dan taat terhadap tuntunan Roh Kudus. Jangan sampai memadamkan, mendukakan, apalagi menghujat Roh Kudus karena dosa terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni (Matius 12:31) di sini kita melihat kesinambungan motif dari Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru.
C. Roh Kudus Di Dalam Diri Orang Percaya
Di dalam bagian yang ketiga inilah yang menjadi keunikan zaman Perjanjian Baru yang tidak terdapat dalam Perjanjian Lama. Di dalam Perjanjian Lama, Roh Allah tidak pernah menghuni tubuh manusia secara permanen sehingga masih dibutuhkan sebuah tempat secara fisik un-tuk menampung kehadiran Roh Allah.
Yesus pernah berkata pada orang Farisi untuk meruntuhkan Bait Allah dan Ia akan mem-bangunnya kembali dalam 3 hari. Mereka tidak mengetahui bahwa yang dimaksudkan bait Allah adalah tubuh-Nya sendiri. Dengan pengertian yang sama setelah kebangkitan Tuhan Yesus, Roh Allah menghuni tubuh setiap orang percaya dan menjadikannya Bait Roh Kudus (1 Korintus 3:16 & 6:19). Di dalam hal ini kata “di dalam” menunjuk kepada peran Roh Kudus dalam pengudusan dan eskatologi, dimana Roh Kudus menjadi meterai dan jaminan saat Tuhan Yesus datang kembali menjemput mempelainya di muka bumi ini (Efesus 1:13-14). Oleh sebab itulah kita dapat mengerti bahwa Tuhan Yesus sangat menekankan peranan Roh Kudus di dalam pengajaran-Nya mengenai akhir zaman (Matius 24 & 25).
Dengan melihat betapa indahnya Alkitab menggambarkan pelayanan Roh Kudus bagi orang percaya sudah sepatutnya kita setiap hari menjaga kerinduan untuk selalu dipenuhkan oleh Roh Kudus dan kita harus menjaga kepenuhan Roh Kudus di dalam kehidupan supaya kita tidak mengalami kebocoran-kebocoran rohani yang disebabkan oleh dosa, ketidaktaatan dan ke-duniawian. Amin.

Other posts in Weekly Message:
SIKAP HATI YANG BARU

SIKAP HATI YANG BARU

Perubahan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Secara alami, perubahan selalu terjadi; siang jadi malam, muda jadi tua, ada kelahiran ada kematian, musim berganti musim, dan sebagainya. Perubahan merupakan hal yang terus menerus berlangsung. Karena perubahan yang alamiah ini diciptakan oleh TUHAN maka kita dapat berkata perubahan merupakan sesuatu yang baik. Seperti yang tertulis dalam kitab Ratapan mengenai Dia.
“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23)
Pertanyaannya adalah: apakah kita dapat menerima perubahan dan menyikapi setiap perubahan dengan sikap hati yang benar? Seharusnya jawabannya “iya” karena perubahan senantiasa terjadi dalam kehidupan, bahkan kasih TUHAN pun selalu baru setiap pagi untuk memampukan kita menghadapi setiap perubahan. Masalah yang timbul biasanya karena kita tidak meresponi perubahan yang terjadi dengan sikap yang benar. Banyak orang merindukan “terobosan”, “keberhasilan”, “kesuksesan” dan semacamnya; namun tidak melakukan perubahan dalam hidupnya, terutama sikap hatinya. Kita perlu memiliki sikap yang benar dalam meresponi perubahan-perubahan yang terjadi dalam hidup kita.
1. Buka Mata Kita
Mari renungkan tindakan nabi Elisa dalam peperangan melawan bangsa Aram di 2 Raja 6:8-17: “Raja negeri Aram sedang berperang melawan Israel. Ia berunding dengan pegawai-pegawainya, lalu katanya: “Ke tempat ini dan itu haruslah kamu turun menghadang.” Tetapi abdi Allah menyuruh orang kepada raja Israel mengatakan: “Awas, jangan lewat dari tempat itu, sebab orang Aram sudah turun menghadang ke sana.” Sebab itu raja Israel menyuruh orang-orang ke tempat yang disebutkan abdi Allah kepadanya. Demikianlah Elisa memperingatkano kepadanya, supaya berawas-awas di sana, bukan sekali dua kali saja. Lalu mengamuklah hati raja Aram tentang hal itu, maka dipanggilnyalah pegawai-pegawainya, katanya kepada mereka: “Tidakkah dapat kamu memberitahukan kepadaku siapa dari kita memihak kepada raja Israel?” Tetapi berkatalah salah seorang pegawainya: “Tidak tuanku raja, melainkan Elisa, nabi yang di Israel, dialah yang memberitahukan kepada raja Israel tentang perkataan yang diucapkan oleh tuanku di kamar tidurmu.” Berkatalah raja: “Pergilah melihat, di mana dia, supaya aku menyuruh orang menangkap dia.” Lalu diberitahukanlah kepadanya: “Dia ada di Dotan. “Maka dikirimnyalah ke sana kuda serta kereta dan tentara yang besar. Sampailah mereka pada waktu malam, lalu mengepung kota itu. Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka .” Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.
Pada saat kita mengalami perubahan cenderung mata kita tertuju pada persoalan/tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan tsb. dan kita akan merasa takut/terancam. Nabi Elisa tidak takut seperti bujangnya karena dia melihat pertolongan Tuhan yang ajaib. Tetapi bujangnya takut karena ia hanya melihat tentara musuh mengelilingi kota itu. Allah membuka matanya sehingga ia melihat bahwa sebenarnya ada pertolongan dan perlindungan Tuhan yang ajaib.
Kita harus membuka mata terhadap kenyataan bahwa perubahan pasti terjadi. Kita mungkin tidak siap dengan perubahan yang terjadi, kita mungkin menemukan tantangan saat akan menerima hal-hal baru yang TUHAN berikan bagi kita. Pada saat seperti itu, penting untuk selalu melihat kepada Dia dan bukan terfokus pada masalah. TUHAN tidak akan memberikan tugas atau perintah tanpa Ia juga menyediakan hal-hal yang kita butuhkan untuk melakukannya. Saat bingung menghadapi perubahan mungkin rasanya seperti “buta”, maka mintalah kepada TUHAN untuk membuka mata kita agar kita mengerti apa yang harus dilakukan. Peganglah ini baik-baik: TUHAN yang melindungi Elisa dan bujangnya adalah TUHAN yang sama melindungi kita. Dialah El Roi; TUHAN yang melihat (memperhatikan) kita.
2. Menerima Proses Dengan Lapang Hati
Kisah Elia dan janda di Sarfat adalah suatu pelajaran berharga. Saat Elia datang ke Sarfat dan meminta air serta roti kepada janda di Sarfat oleh karena kekeringan yang melanda negeri itu, perempuan tersebut mengira ia dan anaknya akan segera mati karena persediaan tepung terakhir akan dimakan oleh Elia. Nyatanya TUHAN melakukan mujizat kepada perempuan dan anaknya ini: tepung dalam tempayannya tidak habis dan minyak dalam buli-bulinya tidak berkurang. Namun tidak tercatat di Alkitab respon dari janda ini, misalnya mengucap syukur terhadap apa yang TUHAN lakukan padanya. Suatu perubahan lagi terjadi, yaitu peristiwa anaknya meninggal. Perempuan itu menyalahkan Elia dan juga dirinya sendiri atas dosa-dosanya di masa lalu. TUHAN kemudian mendengarkan doa Elia, anak itu hidup kembali dan barulah saat itu sang ibu mengakui bahwa semua ini adalah dari TUHAN. (1 Raja-raja 17:7-24)
Permulaan-permulaan baru yang TUHAN berikan pasti luar biasa. Melalui hal itu TUHAN membawa kita naik ke dimensi kehidupan rohani yang lebih tinggi. Namun TUHAN juga memastikan kita siap untuk menerimanya dan karena itu memproses hidup kita. Proses itu sendiri bisa saja hal-hal yang dipandang negatif oleh manusia: penderitaan, kekeringan, dan bahkan mungkin kematian. Tetapi semua itu bisa TUHAN gunakan untuk meneguhkan iman kita, untuk menyatakan kuasa-Nya dan mengubah cara pandang serta respon kita. Kita harus menerima proses yang TUHAN beri dalam hidup kita dengan lapang hati; percaya bahwa apa yang dari TUHAN pada akhirnya pasti mendatangkan kebaikan kepada kita yang mengasihi Dia.
3. Mengasihi Semua Orang Termasuk Yang Memusuhi Kita
Saat Kerajaan Israel (10 suku) dikepung oleh pasukan Aram. Keadaan menjadi sangat kristis dan secara logika, Israel dalam posisi akan dikalahkan oleh Aram. Tetapi terjadi hal yang luar biasa; perlindungan supranatural dari Allah sendiri. Dengan cara yang ajaib, pasukan Israel lebih banyak dan seluruh pasukan Aram dapat ditawan oleh Israel. Israel memiliki kesempatan untuk membunuh seluruh pasukan Aram, tetapi sebaliknya atas petunjuk Elisa mereka malah memberi makan minum dan menyuruh seluruh pasukan Aram pulang ke negerinya.
Satu hal yang harus kita ingat adalah di setiap perubahan yang terjadi, setiap kali sesuatu yang luar biasa TUHAN janjikan akan datang, maka tingkat peperangan rohaninya juga akan bertambah. Si jahat tidak akan diam begitu saja; ia akan berusaha agar anak-anak TUHAN tidak mengalami janji-Nya dengan cara mempengaruhi mereka sehingga meresponi perubahan-perubahan dengan cara yang salah. Di tahun permulaan yang baru ini kita tidak boleh lengah; tetap berdoa dan berjaga-jaga. Peperangan rohani itu nyata, termasuk serangan terhadap mental dan perasaan. Kita harus menjaga respon hati dan perasaan, terutama saat musuh atau orang-orang yang membenci kita hendak melakukan hal-hal yang buruk. Pada saat seperti itulah kita harus menunjukkan sikap yang benar, yaitu mengasihi mereka dan tetap ramah kepada mereka. Jangan sama mengikuti kelakuan mereka yang jahat, namun tunjukkanlah bahwa kita berbeda, bahwa kita adalah anak-anak Allah yang memiliki karakter Kristus yaitu mendoakan dan mengasihi siapa saja, termasuk orang-orang yang membenci dan memusuhi kita. (2 Raja-raja 6:8-23)
“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi sebelum kamu”. (Matius 5:5,9,11-12)
4. Teruskan Perjalanan Rohani Sampai Tuntas
Selama masih hidup di dunia ini, perjalanan rohani kita tidak akan berhenti. Kita harus menuntaskan perjalanan rohani bersama-Nya hingga garis akhir. Iblis dan dunia akan terus berusaha agar kita tidak mencapai tujuan hidup kita, yaitu menjadi serupa dengan gambaran Kristus untuk akhirnya bersama dengan Dia selama-lamanya. Jangan biarkan tantangan hidup atau siapapun membuat kita berhenti dalam persekutuan kita dengan Kristus maupun dalam pelayanan kita kepada-Nya. Jangan mau dikalahkan dan jangan pernah berhenti. Maju terus, makin bertumbuh dewasa melalui kebenaran Firman dan kepenuhan Roh Kudus, menjadi pribadi yang semakin baik dan setia sampai garis akhir sambil senantiasa menanti-nantikan kedatangan-Nya. (Baca Filipi 3:1-16)
“aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”(Filipi 3:13-14)
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik , aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”( 2 Timotius 4:7)

PENGALAMAN SINAI DI PERMULAAN YANG BARU

PENGALAMAN SINAI DI PERMULAAN YANG BARU

Ketika kita memasuki tahun permulaan yang baru, kita tidak hanya sekedar masuk ke dalam sebuah tahun dengan tema ‘permulaan yang baru’. Kita sedang masuk ke dalam sebuah rentang waktu di mana kita akan berhadapan dengan Tuhan yang mengerjakan permulaan-permulaan yang baru (‘God of new beginnings’). Kisah bagaimana Tuhan berperkara dengan Israel, umat pilihan-Nya, sejatinya adalah kisah bagaimana Tuhan mengerjakan serangkaian permulaan yang baru.
Dalam bagian akhir dari kisah pembebasan Israel dari Mesir, sesaat sebelum Tuhan mencurahkan tulah ke-10, sebuah penanda waktu diberikan oleh Tuhan:
“Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.” (Kel 12:2)
Pembebasan dari Mesir adalah sebuah babak permulaan yang baru bagi umat pilihan.
Tuhan tidaklah membebaskan Israel dari Mesir tanpa suatu maksud. Tuhan lakukan pembebasan supaya Israel beribadah kepada Tuhan dimulai di Gunung Sinai. Tibanya Israel di Sinai juga adalah suatu permulaan yang baru bagi umat pilihan.
Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.” (Kel 3:12)
Pengalaman seperti apakah yang Israel alami di dalam permulaan yang baru di Sinai?
1. Israel Tiba di Sinai: Tuhan Singkapkan Tujuan
Apakah yang pertama-tama Tuhan nyatakan di Gunung Sinai? Penyingkapan berkat Tuhan di tanah perjanjian? Rencana peperangan untuk mengalahkan musuh-musuh? Di titik ini, Tuhan belum menyatakan semuanya itu. Yang pertama-tama Tuhan sampaikan kepada Israel adalah:
1. Tuhan meminta umat pilihan untuk mengingat akan perbuatan-Nya yang membebaskan mereka keluar dari Mesir. (Kel 19:4)
2. Tuhan menyatakan tujuan dari semua perbuatan-Nya atas Israel, yaitu supaya mereka menjadi kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Mereka dipisahkan (“dikuduskan”) dari bangsa lain untuk menjadi bangsa yang melayani Tuhan (“kerajaan imam”). (Kel 19:6)
Hal yang sama berlaku untuk kita, umat perjanjian Tuhan yang telah ditebus oleh darah Yesus. Kita perlu merenungkan maksud Tuhan memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Apakah supaya kita hidup sukses, menikmati berkat Tuhan? Bukanlah itu yang terutama. Inilah tujuan panggilan Tuhan atas kita:
“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” (1 Pet 2:9)
Tujuan yang telah dinyatakan-Nya kepada Israel, kini Tuhan nyatakan juga kepada kita, yaitu supaya kita dipisahkan dari orang-orang lain (“terpilih”, “kudus”) untuk menjadi orang-orang yang melayani Tuhan (“imamat yang rajani”). Untuk itu kita patut merenungkan:
1. Apakah tujuan hidup kita saat ini sama atau selaras dengan tujuan yang Tuhan tetapkan atas hidup kita?
2. Apakah sumber daya yang kita miliki dalam hidup ini – waktu (time), harta (treasure), talenta (talent) – telah kita pakai untuk melayani tujuan ilahi?
“Ketika engkau menyadari tujuan Tuhan untuk hidupmu adalah bukan tentang engkau sendiri,
Dia akan memakai engkau dengan dahsyat” (Tony Evans)
3. Israel Tiba di Sinai: Tuhan Menjumpai
Pengalaman Israel bersama dengan Tuhan sebelum Sinai, meskipun dahsyat, tetaplah terbatas: Tuhan berbicara kepada Israel lewat Musa; Tuhan mengekspresikan kehadiran-Nya kepada Israel lewat tiang awan dan tiang api. Dalam permulaan yang baru di Gunung Sinai, Tuhan punya rencana baru buat Israel, yaitu: menyatakan kehadiran-Nya secara personal.
“Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya. Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.” (Kel 19:10-11)
Kehadiran Tuhan secara ‘langsung’ dimaksudkan Tuhan supaya Israel takut akan Tuhan dan tidak berbuat dosa. (Kel 20:20)
Seperti apakah manifestasi kehadiran-Nya?
Akitab mencatat adanya “guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap” dan “seluruh gunung itu gemetar sangat.” (Kel 19:18)
Kehadiran pribadi Tuhan yang seperti ini ternyata menggentarkan Israel. Mereka menjadi takut dan gemetar dan berdiri jauh-jauh. (Kel 20:18)
Umat pilihan Allah tidak siap berjumpa dengan Tuhan dalam babak permulaan yang baru. Kondisi ketakutan yang sangat membuat mereka berkata:
“Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati.” (Kel 20:19)
Ketidaksiapan untuk berjumpa dengan Tuhan dalam permulaan yang baru membuat mereka lebih memilih ‘cara lama’, yaitu mendengarkan Tuhan hanya lewat Musa. Sementara Musa pergi mendekati hadirat Tuhan, bangsa Israel kembali dikatakan “berdiri jauh-jauh” (Kel 20:21, bandingkan dengan Kel 20:18b).
Permulaan yang baru membawa kita semua kepada perjumpaan dalam dimensi yang baru dengan Tuhan.
1. Kita tidak bisa membatasi kehadiran Tuhan dengan pengenalan kita yang tidak bergerak maju.
2. Kita tidak boleh mengenal “Tuhan” yang membuat kita tidak takut berbuat dosa.
3. Kita tidak mungkin berada di dalam hadirat Tuhan yang tidak membuat kita berubah menjadi semakin serupa dengan Yesus.
Tuhan itu jauh melebihi apa yang sanggup kita pikirkan dan bayangkan; kita akan memiliki kekekalan di langit dan bumi yang baru untuk bersekutu dengan Dia. Karenanya, harapkan pengenalan yang akan Tuhan kerjakan di Tahun Permulaan yang Baru.
“Ada perbedaan yang besar antara mengenal Tuhan dan mengenal tentang Tuhan. Ketika engkau sungguh-sungguh mengenal Tuhan, engkau akan memiliki energi untuk melayani Dia; keberanian untuk bersaksi tentang Dia; dan kepuasan di dalam Dia.” (J.I. Packer)

Other posts in Weekly Message:
“KUASA KEBANGKITAN-NYA MENJADIKAN KITA LEBIH DARI PEMENANG!”

“KUASA KEBANGKITAN-NYA MENJADIKAN KITA LEBIH DARI PEMENANG!”

B. Tuhan Yesus Masih Melakukan Mujizat Setelah Kebangkitan-Nya
Pada suatu hari di Pantai Danau Galilea atau Danau Tiberias, 7 orang murid-Nya yaitu Petrus, Tomas, Yohanes, Yakobus, Natanael dan dua orang murid lainnya, mereka dalam keadaan frustrasi/sedih/susah akibat kematian Tuhan Yesus disalib. Mereka bertanya-tanya, “Tuhan, Engkau harus mati dengan cara demikian? Engkau yang mengadakan mujizat, orang mati dibangkitkan, tetapi Engkau sendiri mengalami cara kematian seperti itu?” Mereka tidak bisa mengerti dan mereka betul-betul dalam keadaan frustrasi. Tiba-tiba Petrus berkata, “Aku mau pergi mencari ikan.” Yang lain pun berkata, “Ayo, kami menyertai engkau mencari ikan.” Memang sebelumnya profesi mereka adalah nelayan, apa yang terjadi? Semalam-malaman mereka mencari ikan, tetapi tidak ada seekor ikan pun yang ditangkap dan mereka bertambah frustrasi. Hari mulai siang dan jarak mereka sudah dekat pantai, yaitu tinggal 200 hasta atau sekitar 90 meter yang juga merupakan tempat yang relatif dangkal. Tiba-tiba ada suara dari pantai, “Hei anak-anak, apakah kamu mempunyai lauk-pauk?”. Mereka mungkin kesal ditanya begitu, “Siapa sih orang ini? Tanya-tanya!…”. Mereka lalu menjawab, “TIDAK ADA!” “Kalau begitu, coba tebarkan jalamu di sebelah kanan perahu, kamu akan memperoleh ikan.” Yang luar biasa adalah mereka taat! Mereka tidak tahu kalau itu Tuhan Yesus. Mereka taat dan menebarkan jala di sebelah kanan perahu, apa yang terjadi? 153 ekor ikan yang besar-besar mereka tangkap! Mereka juga tidak bisa menghela jalanya sendiri, mereka meminta bantuan teman-temannya untuk menghela jala itu. Luar biasa!
Saudara yang dikasihi Tuhan, ternyata Tuhan Yesus setelah Dia bangkit masih mengadakan mujizat yang tidak lazim! Saudara mau mengalami mujizat yang tidak lazim? Itu adalah mujizat yang belum pernah kita lihat dengan mata, belum pernah didengar oleh telinga, belum pernah timbul dalam hati, tetapi Tuhan sediakan bagi mereka yang mengasihi Dia. Amin!
Ada beberapa hal yang Tuhan Yesus lakukan saat mengadakan mujizat yang tidak lazim, yaitu:
1. Dia menyuruh murid-murid-Nya menangkap ikan di siang hari, padahal mencari ikan di Danau Galilea itu selalu malam hari.
2. Tempatnya hanya 200 hasta atau 90 meter dari pantai. Kalau ke sana sekarang tempat itu sudah dangkal sekali, namun mungkin dulu agak lebih dalam. Dekat pantai itu adalah tempat yang relatif dangkal, jadi ikan yang besar-besar tempatnya bukan di situ, namun di tempat yang relatif dalam! Tetapi Tuhan Yesus sanggup memberikan ikan, suatu mujizat yang tidak lazim.
3. Disuruh melemparkan jala di sebelah kanan. Saya berpikir apa bedanya sebelah kanan dan kiri? Sebab perahunya itu tidak terlalu lebar, jadi pada waktu jala itu ditebar posisi di dalam airnya akan melebar ke kanan dan kiri bawah perahu tersebut. Jadi berarti ada lokasi yang sama yang dilewati jala itu ketika ditebar di kanan atau kiri perahu. Saya percaya kalau mereka tetap menebar jala di sebelah kiri perahu, mereka tetap tidak akan mendapat apa-apa, meskipun sepertinya lokasinya itu sama. Jadi ternyata Tuhan itu mau kita melakukan Tuhan itu ‘pas’ seperti apa yang Dia katakan. Katakan bersama saya, “PAS”! Saudara, harus ‘pas’!
Saya ingat bagaimana Yosua ketika akan memasuki tanah perjanjian. Tuhan berpesan kepada Yosua, “Yosua, kamu harus bertindak hati-hati sesuai dengan hukum yang Aku telah berikan kepada Musa. Kamu jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri (artinya harus ‘PAS’!), supaya engkau beruntung kemana saja engkau pergi.” Saudara yang dikasihi Tuhan, ini yang Tuhan mau di mana kita melakukan segala sesuatu itu harus ‘pas’, jangan direka-reka yang lain. Kalau Saudara baca Wahyu 22:18-19, di situ dikatakan, “Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.” Saudara, kalau orang menambah dari kitab nubuatan yang ada di dalam Kitab Wahyu, maka Allah akan menambahkan malapetaka-malapetaka yang tertulis dalam kitab ini. Saya setiap hari membaca Kitab Wahyu dan saya lihat malapetaka-malapetaka yang ada di dalamnya itu ngerinya luar biasa! Ini ditambahi lagi! Dia tidak akan masuk sorga, tetapi masuk neraka!
Itu yang menambahkan bagaimana dengan yang mengurangi? Wahyu 22:19 berkata, “Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.” Itu artinya tidak masuk sorga! Saudara, orang yang menambahi atau mengurangi itu tidak masuk sorga! Harus ‘PAS’!
C. Tuhan Yesus Memulihkan Petrus Yang Sedang Merasa Bersalah
Beberapa saat sebelum Tuhan Yesus ditangkap, setelah mereka mengadakan perjamuan malam, Tuhan Yesus berkata begini kepada murid-murid-Nya, “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku.” Tetapi Petrus menjawab, “Guru, meskipun semua tergoncang imannya, tetapi aku tidak akan tergoncang!” Apa kata Tuhan Yesus? “Petrus, Petrus….sebelum ayam berkokok, kamu akan menyangkal Aku 3x!” Tetapi Petrus menjawab, “Oh tidak! Aku tidak akan menyangkal Engkau. Meskipun harus mati bersama-sama dengan Engkau, aku tidak akan menyangkal Engkau!”
Setelah Tuhan Yesus ditangkap, Petrus mengikuti Tuhan Yesus dari jauh dan benar apa yang Tuhan Yesus katakan, sebelum ayam berkokok Petrus menyangkal Tuhan Yesus 3x! Setelah itu ayam berkokok, mata Tuhan Yesus bertemu dengan mata Petrus dan Petrus langsung teringat apa yang Tuhan Yesus katakan. Dia menangis dengan sedihnya!… Dia menangis dengan sedihnya! Dan Petrus sejak itu mengalami perasaan bersalah. Dia selalu berkata, “Tuhan, bukan maksud saya…kenapa saya lakukan ini? Kenapa saya lakukan ini? Itu bukan maksud saya…”
Saudara, kasus Petrus itu berbeda dengan kasus Yudas. Kasus Petrus ini dengan tiba-tiba dia seperti itu. Tetapi Yudas itu berbeda, sebab dia sudah merencanakan itu (pre-meditated). Demi 30 keping perak dia rela menjual Tuhan Yesus. Memang setelah dia mendengar Tuhan Yesus dihukum mati, dia menyesal. Tetapi pada saat gelap mata dan hatinya, dia tidak menyadari apa yang diperbuatnya. Tetapi penyesalan Yudas terlambat untuk mencegah apa yang dilakukannya. Dia mati menggantung diri, dia jatuh dan perutnya terbelah di mana isi perutnya keluar semua.
Saudara yang dikasihi Tuhan, Petrus berbeda. Untuk itulah Tuhan Yesus datang khusus menemui Petrus. Tuhan Yesus mengasihi seperti itu, kalau mungkin ada di antara Saudara yang seperti Petrus. Yang sekarang berkata, “Tuhan, ampuni saya. Saya menyesal, saya betul-betul bertobat! Ampuni saya, Tuhan. Ampuni atas kesalahan saya. Apa yang saya perbuat ini, ampuni, Tuhan….ampuni!” Saya mau beritahu Saudara, Tuhan Yesus pasti mengampuni Saudara. Tuhan Yesus akan datang seperti Dia memulihkan Petrus, Dia akan memulihkan kita.
Ketika Tuhan Yesus dan Petrus hanya berdua, Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada segala sesuatu di dalam hidupmu?” Petrus menjawab, “Ya Tuhan, aku mengasihi Engkau, Tuhan. Engkau tahu aku mengasihi Engkau.” Tuhan Yesus menjawab, “Kalau begitu gembalakanlah domba-domba-Ku.” Tiga kali Tuhan Yesus bertanya seperti itu dan Petrus menangis, dia dipulihkan. Saudara, hari ini Tuhan Yesus bertanya kepada kita seperti lagu ini:
“Kau cinta-Ku, kau cinta-Ku? Kau cinta-Ku Simon Petrus (ganti nama Saudara), kau cinta-Ku?”
“Tuhan tahu, jikalau aku cinta pada-Mu”. “Kalau begitu gembalakan domba-domba-Ku”
Saudara, kalau kita mengasihi Tuhan lebih dari apa yang ada dalam hidup ini, kita pasti akan menggembalakan domba-domba-Nya Tuhan dengan benar. Ada berapa banyak di tempat ini domba-domba-Nya Tuhan? Kita akan menggembalakan satu dengan yang lain dengan benar. Saya percaya kita akan mengasihi satu dengan yang lain dengan benar karena kita mengasihi Tuhan Yesus dan itu yang Tuhan mau. Kita diminta untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan kita. Tetapi kita juga harus mengasihi sesama kita seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Amin!
PENTAKOSTA KETIGA
Saudara, dengan disaksikan murid-murid-Nya Tuhan Yesus naik ke sorga. Tanggal 10 Mei kita memperingati kenaikan Tuhan Yesus ke sorga. Tetapi 10 hari setelah itu, pada tanggal 20 Mei kita merayakan Hari Kebangkitan Nasional, kita juga merayakan Hari Pentakosta, Hari Pencurahan Roh Kudus. Kita diingatkan kalau pada waktu itu disebutkan dengan Pentakosta pertama, tetapi sekarang kita sedang memasuki Pentakosta yang ketiga! Tuhan berpesan kepada kita melalui Yesaya 60:1, “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.” Amin!
Ayat ini berlaku untuk Pentakosta pertama yang terjadi di Yerusalem, di kamar loteng. Setelah itu apa yang terjadi? Setelah kemuliaan Tuhan turun, terang Tuhan turun, Roh Kudus dicurahkan, dikatakan bahwa 100 tahun setelah itu 70% dari dunia yang dikenal pada waktu itu menjadi Kristen. Dunia yang dikenal yang dimaksudkan itu adalah daerah yang menjadi jajahan dari Kekaisaran Romawi. Jadi Pentakosta itu dahsyat!
Pentakosta kedua itu terjadi tahun 1906 di Azusa Street – Los Angeles, Amerika Serikat. Apa yang terjadi? Hari-hari ini kekristenan di dunia sekitar 30%. Dari 30% tersebut, 70%-nya dimenangkan sejak awal abad ke-20, yaitu melalui peristiwa Azusa Street tahun 1906. Jadi Pentakosta kedua itu dahsyat!
Saudara, ayat yang tadi itu (Yesaya 60:1) juga berlaku untuk Pentakosta yang sekarang yang disebutkan dengan Pentakosta yang ketiga! William Seymour, seorang yang dipakai Tuhan dalam Pentakosta yang kedua, pada tahun 1909 dia bernubuat, “Lebih kurang 100 tahun ke depan [berarti hari-hari ini], Roh Kudus, kemuliaan Tuhan akan dicurahkan double portion!”, artinya berlipat-lipat kali ganda dibanding dengan Pentakosta kedua. Itu berarti hari-hari ini yang mana kita kenal dengan nama Pentakosta yang ketiga! Pada tahun 2013 saya mendapatkan ini dan sudah saya bawa ke forum-forum internasional untuk mendeklarasikan hal ini dan mereka menerima. Memang hari-hari ini Roh Kudus sedang dicurahkan luar biasa. Ini adalah masa penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua. Amin!
Ada seorang hamba Tuhan yang bernama Ps. Russell Evans dari Gereja Planetshakers – Melbourne, beliau juga bersama-sama di Global Council dari Empowered21. Dia mendapatkan satu penglihatan tentang Indonesia. Apa yang dilihatnya? Dia melihat api Roh Kudus sedang dicurahkan di Indonesia dan apa yang terjadi setelah itu? Dia melihat awan dan itu adalah awan kemuliaan Tuhan yang keluar dari Indonesia ke bangsa-bangsa. Dan dia melihat jutaan orang-orang muda yang bergelimang dalam api Roh Kudus dan mereka mati-matian cinta akan Tuhan Yesus serta melayani bangsa ini seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya! Oleh karena itu Tuhan menyuruh saya, tanggal 17-20 Juli nanti di SICC akan diadakan Empowered21 Asia dan Global. Bangsa-bangsa akan datang untuk menerima api pencurahan Roh Kudus, Pentakosta yang ketiga. Dan mereka akan membawa ke pulang tempat masing-masing. Saya menantang Saudara untuk menabur di tempat ini. Kalau Saudara menabur untuk ini, maka seperti Saudara menabur untuk SICC, Tuhan akan memberkati Saudara berlimpah-limpah! Saudara, hari-hari ini kita sedang memasuki Pentakosta yang ketiga! Haleluya!
Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo JCC, 6 Mei 2018

Other posts in Weekly Message: