Monthly Theme

Home / Archive by category "Monthly Theme"
BERBAHASA ROH DAN  HIDUP YANG BERKEMENANGAN

BERBAHASA ROH DAN HIDUP YANG BERKEMENANGAN

“Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.”
Yudas 1:20
Pada waktu berdoa puasa, saya diperlihatkan pada suatu konflik/masalah, kemudian ada yang berkata: “Apa yang harus dilakukan?” dan saya berkata: “Berbahasa Roh!” Setelah saya berkata seperti itu, saya disadarkan kembali.
1 Korintus 12:1-11, “Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya. Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu. Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus. Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendakiNya.”
Banyak orang mengalami kegagalan karena tidak tahu atau tidak mengerti apa itu karunia berbahasa roh. Hal ini bukan untuk diperdebatkan tetapi ini kebenaran firman yang harus kita mengerti dan percaya serta alami. Paulus menjelaskan hal ini kepada jemaat di Korintus yang pada zaman itu mereka sudah duniawi dan jauh dari Tuhan serta menyia-nyiakan karunia.
Apa Artinya (Bahasa Roh):
1. Bahasa Roh = Bahasanya Tuhan (1 Korintus 14:2). 2. Bahasa Roh = “Menghubungkan” dengan karunia-karunia yang lain (1 Korintus 12:3-11). 3. Bahasa Roh = Membangun iman paling suci (Yudas 1:20). 4. Bahasa Roh = Mengucapkan hal-hal yang rahasia (1 Korintus 14:2). Kode Doa (Roma 8:26-28). 5. Bahasa Roh = Tanda orang yang percaya (Markus 16:17).
Setiap bahasa atau setiap kata itu mempunyai arti, dan juga ada bahasa malaikat. Bahasa ini diberikan Allah kepada manusia, yang manusiapun tidak tahu artinya. Karena itu bahasa roh tidak bisa diterjemahkan tetapi bahasa roh itu ditafsirkan.
Penting Untuk Dimengerti:
1. Gereja harus diyakinkan dengan kebenaran ini (Bahasa Roh) (1 Korintus 12:1-3).
Bahasa roh mengucapkan hal-hal yang rahasia hanya Tuhan yang tahu. Pada waktu kita berdoa di dalam roh, yang tahu itu Tuhan, sesuatu yang rahasia, mungkin sedang berdoa untuk keluarga yang sakit, atau berdoa untuk orang yang sedang mengalami stress, dsbnya. Yang sudah dipenuhi oleh Roh Kudus jangan menyia-nyiakan tetapi terus berdoa di dalam Roh.
Tanpa kita sadari pada waktu kita berdoa di dalam Roh, semua kekecewaan itu hilang dan ada damai sejahtera yang sudah kita terima. Pada waktu Allah hadir maka mintalah apa saja maka Tuhan akan berikan kepada kita, pada saat penyembahan maka yang terikat dilepaskan dan yang sakit disembuhkan dan yang berbeban berat menerima kelegaan.
2. Berdoa dalam roh tidak akan merusak jiwa kita (Efesus 6:10&18)
Jemaat di Efesus adalah jemaat yang mengasihi Tuhan, tetapi di satu sisi jemaat di Efesus ini mengalami banyak peperangan.
Efesus 6:10&18, “10Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasaNya. 18dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjagajagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.”
Banyak kali kita mengalami kepahitan, iri hati, benci, itu karena tidak berjaga-jaga dalam Roh dan doa yang kita naikkan kepada Tuhan hanya terbatas. Orang yang berdoa dalam Roh secara jiwanya sehat maka otomatis tubuhnya juga sehat.
1 Korintus 3:3-7, “Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? Karena jika yang seorang berkata: “Aku dari golongan Paulus,” dan yang lain berkata: “Aku dari golongan Apolos,” bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu
manusia duniawi yang bukan rohani? Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.”
3. Kepenuhan roh memberikan kuasa, keberanian, kepekaan, dan pewahyuan (Kisah 2:440).
Orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus itu ada keberanian, pewahyuan dan hikmat, seperti pada waktu Petrus berkhotbah dan orang yang mendengar tertusuk hatinya dan bertanya apa yang harus mereka lakukan dan Petrus menjawab mereka agar bertobat dan memberi diri dibaptis.
4. Kita menerima pengurapan/Roh yang tidak terbatas (Yohanes 3:34). Melihat, mendengar, mengalami (Kisah 2:33).
Kisah 2:33, “Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.”
Orang yang dipenuhi Roh Kudus akan menghasilkan buah Roh dan kehidupannya akan berubah. Kita perlu Roh Kudus dan supaya kita terus penuh dengan Roh Kudus, kita harus berdoa senantiasa di dalam Roh.
Yohanes 3:34, “Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.”
Pada waktu kita berdoa dalam Roh kita sedang melakukan penyembahan kepada Tuhan dengan Roh-Nya yang tidak terbatas.
Bagaimana Caranya (agar dipenuhi oleh Roh Kudus):
1. Percaya (Kisah 2:1). 2. Haus dan Lapar (Matius 5:6). 3. Minta kepada Tuhan(Lukas 11:13). 4. Mulai berkata-kata dengan iman (Kisah 2:2-4).
Kisah 2:1-4, “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tibatiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”
Orang yang dipimpin oleh Roh Kudus, hidupnya akan berbahagia dan bisa mengatur hidupnya, rajin, disiplin dan apa saja yang dibuatnya akan berhasil. Orang yang berdoa dalam Roh, bukan
hanya hikmat dan pewahyuan yang Tuhan berikan tetapi segala sesuatu yang kita perlukan, tibatiba ada saja yang datang menolong dan ada berkat yang datang, tiba-tiba kita menerima mujizat, dan yang tidak ada menjadi ada. Amin.

(1 Korintus 12:1-11; Yudas 1:20) By Ps. Nehemia L.
Saturday, June 1, 2019 – DPS

image source: https://www.bible.com/bible/111/JUD.1.20-21.NIV

KUPERCAYA BAHWA YESUS  PEGANG HARI ESOK

KUPERCAYA BAHWA YESUS PEGANG HARI ESOK

“dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Matius 28:20

Pada waktu saya berdoa puasa, saya mendengar lagu: Ku tahu Dia pegang hari esok; Sebab Dia hidup ada hari esok; Hidup jadi berarti sebab Dia hidup. Dan Tuhan kasih hikmat bahwa pesan Tuhan bulan May ini adalah: Kupercaya Bahwa Yesus Pegang Hari Esok.
Wahyu 1:4-8, “Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, -bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin. Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin. “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”
Rasul Yohanes menulis pewahyuan ini di pulau Patmos di atas batu-batu, bukan di tempat yang enak. Tuhan memberitahukan sesuatu kepada kita di tengah-tengah persoalan, jadi kalau kita sedang mengalami persoalan/masalah, percaya bahwa Tuhan ingin menyampaikan sesuatu kepada kita.
Apa yang sedang terjadi di dunia ini sudah dinubuatkan, maka kita sebagai pelayan Tuhan harus mengerti kalau kita bisa ada sampai hari ini, itu semua karena kasih karunia Tuhan. Masingmasing kita sudah Tuhan berikan talenta dan karunia dan biarlah sikap hati yang rendah hati selalu ada dalam kita melayani Tuhan dan buang jauh roh kesombongan.
Lagu ‘Sebab Dia hidup ada hari esok’ ini ditulis oleh suami isteri pada saat mereka sedang mengalami masalah dan kuatir tentang hari esok dan lagu ini tercipta pada saat susah dan sulit, lewat lagu ini jutaan orang diberkati dan dijamah Tuhan. Begitu juga pada saat Ps. Niko menulis
lagu ‘Sgala puji syukur’ dalam keadaan susah dan sambil menangis. Tuhan menguji imannya dalam hal keuangan tetapi justru pada saat susah itu muncul lagu-lagu yang Tuhan berikan kepadanya.
Mengapa kita harus percaya kepada Tuhan:
1. Ia menyertai kita sampai akhir zaman (Matius 28:20). 2. Ia sekali-kali tidak akan meninggalkan kita (Ibrani 13:5). 3. Janji-Nya adalah hidup yang kekal (1 Yohanes 2:25).
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Tuhan tahu bahwa murid-murid-Nya akan mengalami kesulitan, Paulus akan dimasukkan ke dalam penjara, Petrus akan disalib terbalik dan banyak anak-anak Tuhan akan mati martir, karena itu Ia katakan bahwa: Aku akan menyertai kamu sampai kepada akhir zaman.
Soal hari esok itu bukan bagian kita, jangan jamah hari esok, itu bagiannya Tuhan supaya kita tidak usah stress dan depresi tentang hari esok. Kesusahan hari ini untuk hari dan besok ada kesusahannya sendiri, jangan kamu kuatir karena Bapa di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu; tetapi cari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Bagaimana kita percaya bahwa Ia pegang hari esok? Janji-Nya itu kekal dan selama-lamanya.
Bagaimana supaya kita terus percaya bahwa Tuhan yang pegang hari esok:
a. Mencari Tuhan sungguh-sungguh (2 Tawarikh 26:3-5; 7:14).
2 Taw 26:3-5, “Uzia berumur enam belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh dua tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yekholya, dari Yerusalem. Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya. Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.”
Uzia masih muda sudah dipanggil Tuhan untuk memimpin umat-Nya dan orang yang mencari Tuhan itu akan diberkati Tuhan jangka panjang. Orang yang sungguh-sungguh di hadapan Tuhan itu selalu melakukan yang benar dan takut akan Tuhan.
Kunci untuk percaya bahwa hari esok kita penuh harapan adalah kita harus mencari Tuhan sungguh-sungguh.
b. Ikutilah teladan Kristus (1 Petrus 2:18-21; Filipi 3:17-21).
Paulus katakan ikuti aku seperti aku mengikuti Kristus, menjadi teladan. Orang yang percaya kepada Tuhan tidak usah kuatir akan hari esok karena ia terhubung dengan Tuhan.
1 Petrus 2:18-21, “Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejakNya.”
Kata tunduk kepada tuanmu di sini adalah rasa hormat kepada pemimpin. Seperti Daud tidak berani menjamah hamba Tuhan yang diurapi, jadi kalau pemimpin salah jangan digosipin tetapi doakan pemimpinmu biar Tuhan yang menjamahnya.
c. Ia tidak pernah mengecewakan kita (Roma 8:18-25).
Roma 8:18-25, “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anakanak Allah. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.”
Kalau kita belum melihat jawaban dari Tuhan tetap lakukan perintah Tuhan dengan tekun dan sabar, jangan complain dan bersungut-sungut dulu. Cari Tuhan sampai kau melihat mujizat Tuhan terjadi dalam hidupmu. Cepat atau lambat janji Tuhan Iya dan amin, karena Tuhan tidak pernah mengecewakan kita.
Setiap hari kita pasti menghadapi masalah tetapi jangan lari dari masalah tetapi hadapi masalah, karena lewat masalah itu Tuhan mau bicara sesuatu dan tunjukan kepada kita apa yang harus kita lakukan. Intinya adalah tidak usah kuatir akan hari esok karena Tuhan yang pegang hari esok dan masa depanmu adalah masa depan yang penuh harapan. Yesus yang memegang hidup kita, Dia yang memegang hari esok. Amin.

image source: https://www.relictrends.com/products/14iawy-reclaimed-wood-wall-art-i-am-with-you-always-matthew-28-20-14×14?variant=40627320526

TUNDUKLAH PADA PIMPINAN ROH KUDUS

TUNDUKLAH PADA PIMPINAN ROH KUDUS

By Ps. Nehemia L.

“Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” Roma 8:11
Setiap Doa Pengurapan, kita selalu meminta hadirat Tuhan dan kita semua berdoa puasa. Pada waktu saya berpuasa, Tuhan berkata seperti ini: “Apakah kamu sudah mengabdi kepada Tuhan?” Mengabdi artinya menjadi hamba.
Roma 8:1-11, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”
Kita ini adalah orang-orang yang hidup dipimpin oleh Roh Kudus dan karena itu pikiran kita semua diperbaharui. Banyak orang tidak dapat menghargai pribadi Roh Kudus, mungkin kita pelayanan tetapi sehari-hari kita seringkali sibuk sehingga pribadi Roh Kudus itu sering kita abaikan.
Pengalaman saya pada waktu bulan Februari yang lalu sempat sakit leher, dan kalau kita sudah merasa sakit jangan anggap remeh tetapi cepat diobati dan istirahat, dan yang terutama kesembuhan itu datangnya dari Tuhan, bukan dokter atau obat yang sembuhkan kita. Pada waktu kita sakit itu kita tidak berdaya sehingga kita mengerti arti hidup dan anugerah yang Tuhan berikan kepada kita, Roh Kudus yang berikan kekuatan kepada kita.
Mengapa Tuhan memberikan pesan bulan ini untuk tunduk pada pimpinan Roh Kudus? Karena sering kali kita bangun pagi dan tidak memperdulikan suara Roh Kudus.
Peranan Roh Kudus:
1. Mengajar kita apa yang harus kita katakan (Luk 12:12; Mark 13:11). 2. Menginsafkan dunia akan dosa (Yoh 16:8). 3. Memberi kesaksian kepada kita (Ibr 10:15-17). 4. Seorang Penolong (Yoh 14:15). 5. Roh Penghibur (Yoh 14:26).
Markus 13:9-11, “Tetapi kamu ini, hati-hatilah! Kamu akan diserahkan kepada majelis agama dan kamu akan dipukul di rumah ibadat dan kamu akan dihadapkan ke muka penguasapenguasa dan raja-raja karena Aku, sebagai kesaksian bagi mereka. Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa. Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.”
Pribadi Roh Kudus ini yang selalu menolong dan memberikan kita hikmat supaya kita mampu mengatakan sesuatu, dan Roh Kudus adalah Allah itu sendiri.
Penting dan Diingat:
1. Jangan mendukakan Roh Kudus (Ef 4:30-32) 2. Jangan padamkan Roh (1 Tes 5:12-19). 3. Dinistakannya Yesus, berbahagialah Roh Kudus ada padamu (1 Pet 4:14). 4. Jangan menghujat Roh Kudus (Mark 3:29).
Apa itu menghujat Roh Kudus? Kalau engkau sudah tahu kebenaran tetapi engkau murtad lagi, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
Ibrani 6:4-6, “Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.”
Roh Kudus adalah pribadi yang lembut dan manis yang harus kita hormati dan hargai, pribadi yang tinggal dalam kita.
Apabila kita sudah bertahun-tahun mengalami pertolongan dan kebaikan Tuhan tetapi tiba-tiba ada badai dan masalah datang dan kita berkata: Siapa itu Roh Kudus? Tanpa kita sadari kita sudah menghujat Roh Kudus. Hati-hati jangan sampai kita menghujat atau mendukakan Roh Kudus.
Efesus 4:17-32, “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”
Siapa Roh Kudus?
1. Ia adalah Roh Kebenaran; memimpin ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13-15; Luk 4:17-19). 2. Ia adalah harta yang indah (2 Tim 1:11-14). 3. Ia adalah Roh Hikmat, Pengertian, Roh Nasehat, Keperkasaan, Roh Pengenalan dan takut akan Allah (Yes 11:1-2).
Bagaimana Caranya Tunduk?
1. Sikap hati yang menyembah walaupun ‘di penjara” (Kis 16:25).
Apa itu menyembah? Dalam bahasa Indonesia penyembahan itu dikatakan: Tangan itu diangkat melebihi bahu, jari-jari dibuka sebagai rasa penyembahan dan hormat kepada seseorang yang disembah.
Pada waktu Paulus di penjara, mereka menyembah Tuhan dan mujizat terjadi sehingga pintupintu penjara terbuka dengan sendirinya. Pada waktu kita menyembah, Roh Kudus hadir maka mujizat Tuhan terjadi.
Para penyembah, hidupmu harus benar, berdoa selalu dan minta hadirat Tuhan. Hidup dalam kekudusan, hati-hati dalam bergaul, kurangi sosial media, tidak perlu mendengar hal-hal yang aneh-aneh.
Sikap hati yang tidak mendukakan Roh Kudus adalah sikap hati yang selalu memuji dan menyembah.
2. Menyadari kasih karunia & persekutuan Roh Kudus (2 Kor 13:11-13).
2 Korintus 13:11-13, “Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu! Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Salam dari semua orang kudus kepada kamu.”
Semua ini karena kasih karunia dan jangan menyia-nyiakan kasih karunia yang Tuhan berikan kepada kita dan persekutuan kita dengan Roh Kudus memberikan damai sejahtera dan karuniakarunia yang luar biasa.
Lukas 4:17-19, “Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku , oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orangorang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
Percaya Roh Kudus tinggal di dalam kita dan kuasa yang sama akan memampukan kita melakukan segala sesuatu.
3. Pikiran yang terus diperbaharui dan hidup oleh Roh Kudus (Roma 8:5-10). 4. Hiduplah di dalam kekudusan (1 Kor 6:19-20; 1 Pet 1:13-16).
Orang yang mempunyai karakter Kristus ada buah Roh di dalamnya. Galatia 5:22-23, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”
Galatia 5:19-21, “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”
Mulai tahun yang baru buang semua perbuatan daging dan pikiran duniawi yang merusak hidup kita dan mulai hidup dipimpin oleh Roh Kudus.
2 Timotius 1:11-14, “Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakanNya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.”
Roh Kudus adalah harta yang mahal yang tinggal di dalam kita, Roh Kudus yang lembut dan manis yang siap memberkati kita hari ini; Roh Kudus adalah Penolong yang mengingatkan dan menghibur kita semua, peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan kepada kita. Tubuhmu adalah Bait Allah dan Roh Allah tinggal di dalammu, tubuhmu telah ditebus dan telah lunas dibayar dan apa yang ada padamu muliakanlah Tuhan. Amin.

image source: https://www.pinterest.com/pin/425027283574267249/

THE YEAR OF NEW BIRTH

THE YEAR OF NEW BIRTH

“Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.” Yesaya 43:19
Pesan Tuhan untuk tahun ini adalah tentang The Year of New Birth; sesuatu yang lahir baru jadi semua baru dan di dalam hati kita baru.
Apa arti pengurapan dan mengapa kita perlu diurapi:
1. Pengudusan. Kita dikuduskan dan diurapi serta menerima kuasa sehingga kita mendoakan orang sakit dan yang sakit disembuhkan.
Keluaran 40:9-16, “Kemudian kauambillah minyak urapan dan kauurapilah Kemah Suci dengan segala yang ada di dalamnya; demikianlah harus engkau menguduskannya, dengan segala perabotannya, sehingga menjadi kudus. Juga kauurapilah mezbah korban bakaran itu dengan segala perkakasnya; demikianlah engkau harus menguduskan mezbah itu, sehingga mezbah itu maha kudus. Juga kauurapilah bejana pembasuhan itu dengan alasnya, dan demikianlah engkau harus menguduskannya. Kemudian kausuruhlah Harun dan anak-anaknya datang ke pintu Kemah Pertemuan dan kaubasuhlah mereka dengan air. Kaukenakanlah pakaian yang kudus kepada Harun, kauurapi dan kaukuduskanlah dia supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku. Juga anak-anaknya kausuruhlah mendekat dan kaukenakanlah kemeja kepada mereka. Urapilah mereka, seperti engkau mengurapi ayah mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku; dan ini terjadi, supaya berdasarkan pengurapan itu mereka memegang jabatan imam untuk selama-lamanya turun-temurun.” Dan Musa melakukan semuanya itu tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, demikianlah dilakukannya.”
Markus 6:10-13, “…….. Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.”
2. Mempersembahkan Korban.
Bilangan 7:1-2, “Pada waktu Musa selesai mendirikan Kemah Suci, diurapinya dan dikuduskannyalah itu dengan segala perabotannya, juga mezbah dengan segala perkakasnya; dan setelah diurapi dan dikuduskannya semuanya itu, maka para pemimpin Israel, para kepala suku mereka, mempersembahkan persembahan. Mereka itu ialah para pemimpin suku yang bertanggung jawab atas pencatatan itu.”
Dalam Roma 12:1, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
Kalau dalam Perjanjian Lama mempersembahkan kambing domba dan dalam Perjanjian Baru kita dikuduskan dan kita mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan.
3. Kemuliaan Tuhan Turun.
Keluaran 40:34-35, “Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci, sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci.”
Kisah 16:25-26, “Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.”
Pada waktu kita diurapi, kemuliaan Tuhan turun maka doa dan apa yang kita rindukan diberikan oleh Tuhan, dan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ada keberanian untuk bersaksi dan memberitakan Injil.
Kisah 4:31, “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”
4. Tuhan Menuntun Umat-Nya.
Keluaran 40:36-38, “Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah. Tetapi jika awan itu tidak naik, maka merekapun tidak berangkat sampai hari awan itu naik. Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.”
Matius 28:18-20, “Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Apa yang harus dipersiapkan:
1. Cinta (Ul 6:5; 1 Kor 13:4-8; Ef 3:18; Kis 10:34-36). Artinya suka dan sayang sekali, terpikat.
Pada waktu kita lahir kembali, Tuhan sangat mengasihi kita dan tidak mau kita kembali ke dunia. Tuhan mau kita sungguh-sungguh mengasihi Dia. Karena itu firman Tuhan katakan kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu.
Ibrani 4:12 katakan “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”
Ini adalah suatu gambaran dalam hidup kita seperti buah apel dan dikatakan dari buahnyalah kamu akan mengenalnya. Buah apel ini berbeda model dan rasanya tetapi tetap buah apel, begitu juga kita akan bertemu dengan banyak orang yang sifat dan karakternya berbeda. Kita tidak tahu bagus atau busuk di dalamnya. Allah melihat hati kita.
Buah apel yang baru saya potong ini tadi di luarnya ada benjolan dan ‘luka-luka’ tetapi di dalamnya bagus, kadangkala kita melihat orang lain jelek tetapi perbuatannya itu baik, dan ada juga buah apel yang kelihatannya bagus di luar tetapi di dalamnya busuk. Kita pandang orang lain dengan kacamata Tuhan, melihat dengan kasih dan melihat bahwa mereka juga perlu diselamatkan.
Kisah 10:34, “Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesunguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.”
Dulu hidup kita tidak karuan tetapi pada waktu kita lahir baru/born again, kita harus berdampak dan melihat orang lain dengan kacamata Tuhan.
2. Prioritas (Matius 6:33). Artinya yang didahulukan, diutamakan. Tuhan mau agar Dia menjadi prioritas dalam hidup kita.
3. Disiplin (Daniel 6:11).
Daniel 6:11, “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”
Orang yang diurapi Tuhan, bukan hanya orang yang cinta Tuhan mati-matian tetapi orang yang disiplin, ikut peraturan dan tata tertib, semuanya dipersiapkan dengan baik. Daniel mencari Tuhan dan melakukan seperti yang ia biasa lakukan.
4. Berkorban (Luk 6:38; Ams 3:9-10).
Orang yang berkorban adalah orang yang mengerti hati Tuhan, mengerti anugerah yang Tuhan berikan kepadanya.
Kita semua harus memberikan persembahan sulung di awal tahun, yaitu penghasilan bulan Januari yang diberikan di bulan Februari. Berdoa kepada Tuhan agar Tuhan memampukan kita untuk melakukannya.
Amsal 3:9-10, “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”
Penghalang/ Tidak bisa “Melahirkan” apa-apa:
1. Bersungut-sungut (Bil 14:26-30; 1 Kor 10:10). Artinya menceritakan hal-hal yang negatif, menggerutu, perkataan terus-menerus karena rasa dongkol. Mulai hari ini stop bersungut-sungut karena sangat berbahaya.
2. Kesombongan (Yak 4:6). Orang yang sombong suka merendahkan orang lain.
3. Hidup dalam kedagingan (Gal 5:19-21). Kita harus buang jauh-jauh kedagingan, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Banyak anak Tuhan susah melayani dan sulit bergerak/tidak bebas karena masih terikat dengan keinginan daging seperti perselisihan, amarah dan iri hati, dll.
4. Tidak menghormati pemimpin (Bil 12:1-6). Sudah tidak ada rasa hormat terhadap pemimpin, terhadap suami atau isteri.
Ingat kita melayani Raja di atas segala raja, jadi kita harus mempunyai sikap hormat terhadap Raja. Biarlah di tahun 2019 ini, semua penghalang di atas terlepas dalam nama Tuhan Yesus.
Yang harus dipegang setelah lahir baru:
a. Tetap berlindung pada Tuhan (Maz 118:8).
Mazmur 118:8-9, “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.”
Kalau engkau sudah lahir baru, engkau juga harus melahirkan orang lain dalam dunia mereka supaya mereka juga menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, lahirkan sesuatu yang baru dengan cara tetap berlindung kepada Tuhan dan jangan mengandalkan kekuatan sendiri.
b. Ia pasti muncul/lahir (Hosea 6:3).
Hosea 6:3, “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”
c. Ia berikan damai sejahtera (Yoh 14:27).
Damai sejahtera yang Tuhan berikan tidak sama dengan yang dunia berikan dan damai sejahtera ini hanya ada dalam Yesus Kristus Tuhan.
Yohanes 14:27, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
d. Berlaku setia (1 Kor 10:13).
1 Korintus 10:13, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
Kalau engkau mengalami banyak tantangan, itu tidak akan melebihi kekuatanmu, jangan mundur tetapi maju terus dan berlaku setia, sebab Allah setia. Di tahun 2019, anak-anak Tuhan akan dipulihkan dan diberkati berlimpah-limpah, akan ada pertumbuhan jiwa-jiwa, ada mujizat dan ada terobosan.
e. Percayalah sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil (Luk 1:37).
Pada waktu malaikat datang kepada Maria dan mengatakan bahwa ia akan melahirkan seorang anak, dan Maria berkata bagaimana mungkin karena ia belum bersuami dan malaikat Tuhan katakan bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Kita akan melahirkan banyak anak-anak rohani, melahirkan jiwa-jiwa untuk kemuliaan nama Tuhan, seisi keluarga kita melayani Tuhan, kita akan melihat bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
Ringkasan kotbah Monthly Theme by Ps. Nehemia Lolowang

image source: https://www.bible.com/bible/42/ISA.43.19.CPDV
Other posts in Weekly Message:
[postlist id=1742]

YESUS LAHIR KE DUNIAMU

YESUS LAHIR KE DUNIAMU

By Ps. Juliana L.

“Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” Lukas 1:38

Yesus datang ke dunia untuk memberikan kita terang dan keselamatan. Hari natal kita merayakan kelahiran Yesus dan seringkali kita merayakannya dengan memberi atau menukar hadiah. Kita berkata: The best gift of all is Jesus; tapi maksudnya bagaimana? Bukan hadiah yang kelihatan yang kita kasih tetapi lebih dari pada itu adalah kita semua ini adalah ‘maria’ akhir zaman. Maria yang dipenuhi oleh Roh Kudus, ia melahirkan Yesus ke dunia, maka kita yang percaya kepada Yesus diselamatkan. Beberapa minggu yang lalu saya terima Api Penginjilan (The Fire of Evangelism) itu turun atas gereja Tuhan pada akhir zaman sehingga terjadi penuaian jiwa-jiwa yang besar seperti yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Pada saat orang bertobat terima Yesus yaitu pada waktu Yesus lahir ke dunianya, di dalam hatinya. Tetapi siapa yang membawa Yesus ke dalam hati/hidup orang tersebut? Yaitu para penginjil. Setiap orang yang sudah dipenuhi oleh Roh Kudus itu harus mengerti bahwa Tuhan mau kita ‘mengandung’ seperti Maria mengandung dan melahirkan Yesus ke dunia sahabatmu, ke dunia orang tuamu, dunia tantemu, dunia siapapun juga. Kita semua adalah pembawa kelahiran Yesus ke dalam dunia/hidup orang lain; engkau sedang ‘mengandung’ Juruselamat, seorang yang akan engkau lahirkan. Natal kali ini kita berbicara tentang Api Penginjilan; The Fire of Evangelism is to be born into this world, karena kita adalah ‘Maria’ akhir zaman. Kalau saudara melayani tetapi tidak mempunyai hati atau api penginjilan maka saudara akan bosan. Maria adalah orang yang menerima favor dari Tuhan karena ia terpandang sebagai hamba Tuhan yang baik dan setia dan Maria hidup kudus, sehingga malaikat datang dan berkata: Roh Kudus turun atasmu dan kamu akan mengandung seorang anak yang bernama Imanuel, Allah menyertai kita. Pada waktu kita menjadi hamba yang baik dan setia maka kita akan menerima favor dari Tuhan. Gereja Tuhan itu adalah mempelai Tuhan, dalam bahasa Yunani itu ada female and male word; gereja adalah female word dan Tuhan/Gembala adalah male word. Kita sedang menantikan mempelai pria, Maria bertunangan dengan Yusuf dan kita ini ditunangkan dengan Kristus, kita adalah mempelai Kristus. Tugas gereja adalah ‘melahirkan’ bayi Yesus ke dunia, menangkan jiwa, lahirkan Yesus ke dunia orang tersebut. Yesus adalah terang dunia, Ia lahir ke dunia saya, sehingga saya tidak hidup lagi dalam kegelapan dan saya membawa Yesus lahir ke dunia orang lain. Realitas yang sebenarnya atau kebenaran yang hakiki adalah kebenaran firman Tuhan, tetapi cara pandang/persepsi kita tentang firman itu yang menentukan hubungan kita dengan Tuhan Yesus, yang menentukan kualitas dan pengertian kita tentang hidup, tentang firman, dll, sehingga kita membuat kesimpulan bagaimana kita melihat Yesus, bagaimana kita melihat hubungan dan hidup. Kalau mau bangun hidup, bangun berdasarkan kebenaran firman Tuhan dalam hidupmu dan itu tidak akan berubah, yang benar tetap benar, yang salah tetap salah, Yesus tidak pernah berubah. Yesus lahir ke dunia itu adalah hadiah yang terbaik dan setelah itu dengan apa kita balas kebaikan Tuhan? Dengan cara melahirkan Yesus ke dunia orang yang belum mengenal Yesus. Hari ini dengarlah suara Tuhan dan berkata seperti Maria: Jadilah padaku menurut perkataanMu. Pada waktu Maria mengandung, ia mengalami penolakan dari Yusuf, pada waktu saudara akan melahirkan Juruselamat ke dunia temanmu atau keluargamu, engkau akan mengalami penolakan. Tetapi Maria mengambil sikap sebagai hamba yang akan melakukan kehendak Tuhan. Memang ada sukacita tetapi setelah itu ada penganiayaan. Kalau saudara sudah membawa jiwa kepada
Tuhan, jiwa tersebut harus dirawati supaya bertumbuh dewasa, jangan ditinggalkan karena jiwa itu akan mengalami penganiayaan. Raja Herodes memerintahkan agar semua bayi dibunuh. Bayi rohani harus tertanam di dalam gereja lokal, kalau tidak dirawati oleh gereja maka bayi rohani itu akan mati karena banyak ‘Herodes’ di dunia ini yang akan membunuh bayi rohani tersebut. Bayi rohani ini harus kita rawati sehingga menjadi dewasa dan dapat melayani orang lain lagi. 2 Timotius 2:2, “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, dan juga cakap mengajar orang lain.” Cakap mengajar orang lain itu pada saat ada orang yang bertanya saudara bisa menjawab, pada waktu orang perlu ditolong saudara dapat menolong tepat waktunya sehingga Yesus bisa lahir ke dunia orang tersebut. Pelayan yang dapat dipercaya itu susah dicari karena banyak tantangannya seperti keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup di dunia. Bagaimana kita membawa Yesus ke dunia orang lain? Yesus mengambil rupa sebagai seorang hamba dan bahkan rela mati di atas kayu salib. Maukah saudara merendahkan diri dan masuk di dunianya orang lain supaya engkau bisa melahirkan Yesus ke dunia orang tersebut sampai orang tersebut menerima Yesus sebagai Juruselamat. Amin.

TUHAN MENOPANG ORANG YANG BENAR

TUHAN MENOPANG ORANG YANG BENAR

By Ps. Nehemia L.

“TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.” Mazmur 37:23-24

Ketika kami tiba di Palu, kami melihat lokasi-lokasi yang terjadi tsunami, gempa dan likuifaksi (tanah bercampur menjadi lumpur karena getaran gempa) di mana rumah-rumah di situ semuanya tertimbun, ada sekitar 200 rumah dan di daerah dekat laut yang terkena tsunami menjadi rata tanah. Saya bisa merasakan betapa pilu, sedih dan menderitanya orang-orang yang mengalaminya dan mati.
Mazmur 37:16-26, “Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik; sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan, tetapi TUHAN menopang orangorang benar. TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya; mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan, dan mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan. Sesungguhnya, orang-orang fasik akan binasa; musuh TUHAN seperti keindahan padang rumput: mereka habis lenyap, habis lenyap bagaikan asap. Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah. Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri, tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan. TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.”
Yang saya pelajari di sini adalah cara kerja Tuhan, kita harus mengerti cara kerja dan maunya Tuhan itu seperti apa?
Kemarin saya mendapat pesan di WhatsApp group para pendeta di GBI bilang: Tolong doakan Indonesia karena banyak bencana. Saya bilang sama Tuhan ada sesuatu yang Tuhan ingin sampaikan, di samping itu saya percaya orang benar selalu dibela, disertai dan ditopang oleh Tuhan.
Yang harus kita pelajari:
a. Cara Kerjanya Tuhan (Mazmur 103:3-9).
Mazmur 103:3-9, “Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali. TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas. Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel. TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selamalamanya Ia mendendam.”
Coba kita menyadari betapa besar kesetiaan Tuhan dalam kehidupan kita, kita sudah mengalami pertolongan dari Tuhan. Kalau kita tidak sadar maka kita akan mulai kecewa dan lari dari Tuhan, mulai menyalahkan orang lain.
Terkadang satu kesalahan membuat kita mudah melupakan kebaikan-kebaikan yang sudah kita nikmati dari orang-orang yang dekat dengan kita dan lupa kepada Tuhan yang sudah menolong hidup kita.
Dalam kehidupan nyata seringkali kita mempermasalahkan hal kecil yang tidak penting sehingga akhirnya merusak nilai yang besar. Jangan karena masalah kecil kita tinggalkan pelayanan, gereja atau keluarga dan jangan pernah melupakan kebaikan-kebaikan Tuhan.
b. Maunya Tuhan (Markus 1:40-42) dan Isi Hatinya Tuhan (2 Pet 3:8-14). Tuhan mau agar kita semuanya selamat.
2 Petrus 3:8-14, “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.”
Memang berpuasa itu berat tetapi tidak apa-apa, untuk mencari hati Tuhan dan pesan Tuhan. Kalau kita pengerja melihat apa yang sedang terjadi di Indonesia, Filipina, Jepang, baik gempa
maupun tsunami atau persoalan yang sedang kita hadapi, coba berdiam diri, menantikan Tuhan dan bertanya apa yang sedang Tuhan bicarakan kepada kita.
Dikatakan betapa suci dan salehnya ktia harus hidup, Paulus menulis kepada jemaat di Filipi dan katakan hendaklah kamu menaruh pikiran dan perasaan seperti Kristus, cara pikir dan cara pandang semuanya berubah.
Apa yang menyebabkan kita itu lemah, padahal kita tahu Allah yang menopang tetapi kita sering kesal dan uring-uringan yaitu:
• Bersahabat dengan Dunia (Yakobus 4:1-4).
Yakobus 4:1-4, “Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”
Hati-hati dalam pergaulan, bertemu dengan teman-teman yang negative dan suka gossip lebih baik menjauh, cari orang-orang yang positif dan selalu mengatakan pengharapan dan percaya kepada Tuhan.
• Kemarahan (Mazmur 37:7-11).
Mazmur 37:7-11, “Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.”
Hidup ini hanya sementara tidak usah kesal hati, coba berdiam diri dan nantikan Tuhan, orang yang suka menantikan Tuhan suka bertanya kepada Tuhan. Daud selalu menang karena ia suka tanya kepada Tuhan sebelum berperang. Kalau kita melayani tetapi tidak ada kehidupan doa pasti akan jatuh.
Yesaya 54:17, “Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau dalam pengadilan, akan engkau buktikan salah. Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba TUHAN dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikianlah firman TUHAN.”

ALLAH YANG BERDAULAT

ALLAH YANG BERDAULAT

“Kamu inilah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan hamba-Ku yang telah
Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia.
Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah
TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.”

Yesaya 43:10-11

Allah yang berdaulat adalah Allah yang mempunyai kekuasaan tertinggi atau penguasa yang
tertinggi.
Yesaya 43:10-15, “Kamu inilah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan hamba-Ku
yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap
Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah
TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Akulah yang memberitahukan,
menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah
saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan Akulah Allah. Juga seterusnya Aku tetap
Dia, dan tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku; Aku melakukannya, siapakah yang
dapat mencegahnya?” Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel:

“Oleh karena kamu Aku mau menyuruh orang ke Babel dan mau membuka semua palang-
palang pintu penjara, dan sorak-sorai orang Kasdim menjadi keluh kesah. Akulah TUHAN,

Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel.”
Pada waktu saudara mendengar kejadian di Palu, apa yang ada di dalam pikiran saudara? Pada
waktu gempa bumi terjadi mereka tidak tahu harus berbuat apa lalu mereka lari ke lapangan dan
melihat ada tsunami dan mereka masuk ke masjid, mereka berseru kepada Yesus. Ini adalah
suatu kesaksian yang luar biasa.
Satu hal yang saya dapat dalam Yoel 2:32, “Barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN
akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang

telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-
orang yang terlepas.”

Definisi Allah Yang Berdaulat adalah:

• Ia menciptakan, mengatur, memelihara, menopang, menguasai, menata, menjaga, dan
memerintah atas segala sesuatu secara sempurna.
• Mempunyai kekuasaan tertinggi (Bangsa/Kerajaan)
• Ia berdaulat menurunkan air bah (Kej 7).
• Ia berdaulat memilih dan memanggil Abraham (Kej 12).
• Ia berdaulat dan berkuasa di sorga dan di bumi (Mat 28:18).
Saudara yang dikasihi Tuhan, dalam kita mengikut Tuhan meski kita melihat ada badai akan
datang, tetapi selalu ada Yesus yang datang untuk menolong kita. Sama seperti kejadian pada
waktu Yesus di perahu bersama murid-murid-Nya lalu badai datang tetapi Yesus ada bersama
dengan mereka.
Mengapa kita harus mengerti tentang kedaulatan Allah? Dalam 2 Timotius 3:16, Segala sesuatu
yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan, untuk mendidik orang dalam kebenaran agar manusia diperlengkapi untuk perbuatan
baik.
Kita melayani Raja di atas raja dan dengan kejadian di Palu kita menyadari bahwa Tuhan akan
segera datang. Pertanyaannya adalah: Kalau Tuhan datang, kita yakin gak kalau kita diangkat
bersama dengan Tuhan?
Apa Yang Harus Kita Ingat Dan Lakukan:
1. Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan (2 Tim 1:7; Mat 28:19-20).
Tidak ada lagi waktu kita untuk main-main, santai-santai atau iri hati serta hidup dalam
kedagingan, tetapi sudah waktunya untuk kita hidup taat dan menuruti apa yang Tuhan katakan.
2. Kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan bertanding dalam
pertandingan iman (1 Tim 6:11-12).
1 Timotius 6:11-12, “Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah
keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Bertandinglah dalam
pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah
dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.”
Paulus sedang mengingatkan kepada Timotius bahwa yang harus kita kejar adalah ibadah dan
kasih. Ibadah disertai rasa cukup mendatangkan keuntungan yang besar. Setiap kali kita datang
ibadah, kita seperti menanam benih (doa, waktu, tenaga, kesempatan, dll).
3. Berbuat baik, suka memberi dan membagi (1 Tim 6:17-19).
1 Timotius 6:17-19, “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan
tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada

Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan
membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya
di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.”
Bapa di sorga tahu apa yang kamu perlukan karena itu jangan kamu kuatir akan apa yang akan
kamu makan, minum dan pakai.
4. Bertekun (1 Tim 4:13-16).
Dunia menawarkan banyak hal agar kita mengikutinya tetapi kita harus melawan dan tinggalkan
semua keinginan daging dan keinginan mata.
Apa Yang Membuat Kita Gagal:
1. Kesibukan yang salah (Luk 10:41; Hagai 1:9).
Masih ingat Marta yang sibuk? Kata sibuk artinya rajin dan giat, banyak kerjaan dan kegiatan.
Sibuk itu bagus kalau positif. Jangan sibuk yang tidak karu-karuan sampai tidak ada waktu
untuk baca firman, tidak ada waktu untuk melayani karena sibuk.
Akibatnya Hagai 1:9, “Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu
membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman
TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu
masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.”
Kita sibuk dengan banyak perkara tetapi tidak ada hasil atau hasilnya sedikit.
2 Tawarikh 7:14, “dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan
mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari
sorga dan mengampuni dosa mereka serta memulihkan negeri mereka.”
Kalau orang suka berdoa lama-kelamaan roh yang suka mengandalkan kekuatan sendiri akan
hilang. Sedikit berdoa sedikit berkat, banyak berdoa banyak berkat, kalau tidak berdoa tidak ada
berkat.
2. Salah Memilih/Prioritas (Mat 6:24).
Perumpamaan tentang gadis bijaksana dan gadis bodoh, gadis yang bijaksana membawa
persediaan minyak tetapi gadis yang bodoh tidak membawa minyak. Kita ada sebagaimana kita
ada, kita ditolong dan diberkati, itu karena pilihan yang kita pilih.
Ulangan 30:11-14, “Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah
terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh. Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau
berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan

memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? Juga tidak di seberang laut
tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk
mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk
dilakukan.”
3. Kehilangan Fokus/Tujuan (1 Tim 4:1; 6:3-10).
Sebagai pelayan Tuhan jangan sampai kehilangan fokus, berusaha selalu berikan yang terbaik.
Fokus melayani Tuhan maka upah melayani Tuhan adalah hidup kekal.
4. Bertindak Bodoh/Memberontak (Bil 16:28-35).
Bani Korah karena memberontak dan ketidaktaatan maka mereka semua mati. Jangan sampai
berkat dan mujizat yang kita terima hilang karena kebodohan, kesalahan dan karena salah
memilih.
Inilah yang dialami orang-orang di luar sana yang tidak mengerti rencana Tuhan dalam
hidupnya. Firman Tuhan katakan bahwa masa depan kita masa depan yang penuh harapan jadi
berjalanlah sesuai dengan rencana Tuhan.
Allah itu adalah Allah yang berdaulat, jadi kita serahkan hidup kita kepada Allah dan nurut aja
dengan apa yang Tuhan katakan. Allah itu mau kita mengingat bahwa Dia itu yang menolong,
melindungi, memelihara dan menguatkan kita. Mari kita berdiri kokoh kepada kebenaran firman
Tuhan bahwa Allah itu adalah Allah yang berdaulat dan yang mengatur semuanya maka kita
akan melihat perkara-perkara ajaib di dalam hidup kita. Amin.

By Ps. Nehemia L.

INGAT 5 ROTI UNTUK 5000 ORANG (MUJIZAT ITU NYATA)

INGAT 5 ROTI UNTUK 5000 ORANG (MUJIZAT ITU NYATA)

Markus 8:14-21; Matius 16:5-12
By Ps. Nehemia L.
“Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.” Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.”
Matius 14:18-19
Pada waktu saya berdoa puasa, saya diperlihatkan suatu penglihatan, ada beberapa orang yang sedang saya doakan, ada yang tertidur dalam roh, lalu saya melihat ada orang yang miskin dan kemudian seorang anak muda berkata: “Pak, ada 5000!” Lalu saya terbangun.
Pesan Tuhan untuk bulan Juli ini adalah: Ingat lima roti untuk 5000 orang. Bukan soal roti yang saya maksudkan tetapi mengenai ajaran orang Farisi dan Saduki.
Matius 16:5-12, Tentang ragi orang Farisi dan Saduki.
“Pada waktu murid-murid Yesus menyeberang danau, mereka lupa membawa roti. Yesus berkata kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.” Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak membawa roti.” Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya! Belum juga kamu mengerti? Tidak kamu ingat lagi akan lima roti untuk lima ribu orang itu dan berapa bakul roti kamu kumpulkan kemudian? Ataupun akan tujuh roti untuk empat ribu orang itu dan berapa bakul kamu kumpulkan kemudian? Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.” Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.”
Markus 8:14-21, Tentang ragi orang Farisi dan ragi Herodes
“Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.” Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?” Jawab mereka: “Dua belas bakul.” “Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?” Jawab mereka: “Tujuh bakul.” Lalu kata-Nya kepada mereka: “Masihkah kamu belum mengerti?”
Pandangan Orang Saduki:
1. Mereka sangat bersandar pada diri sendiri, sehingga menyangkal keterlibatan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mereka menyangkal soal kebangkitan orang mati (Mat 22:23; Mark 12:18-27; Kis 23:8).
3. Mereka menyangkal kehidupan kekal, setiap jiwa akan binasa setelah kematian; sehingga mereka menyangkal adanya hukuman atau upah apapun setelah kehidupan di dunia ini.
4. Mereka menyangkal soal adanya dunia spiritual, termasuk keberadaan malaikat dan Iblis.
Orang Farisi dan Orang Saduki adalah orang-orang yang mempunyai pengetahuan. Orang Saduki ini bermusuhan dengan kumpulan orang miskin atau rakyat biasa. Orang Farisi ini levelnya sedikit lebih rendah dari orang Saduki dan lebih bersahabat dengan orang-orang miskin. Tetapi orang Saduki dan orang Farisi sama-sama tidak menginginkan kehadiran Tuhan Yesus pada zaman itu.
Pandangan Orang Farisi:
1. Mereka percaya bahwa Allah berdaulat, mengatur segala hal, tetapi keputusan yang dibuat tiap orang berperan dalam jalan hidup seseorang.
2. Mereka percaya pada kebangkitan orang mati (Kis 23:6).
3. Mereka percaya pada kehidupan kekal, dengan upah dan hukuman yang sesuai bagi setiap orang.
4. Mereka percaya pada keberadaan malaikat dan Iblis (Kis 23:8)
5. Mereka tidak senang dengan keberadaan Yesus, jadi orang Farisi dan orang Saduki bersatu untuk menghukum mati Yesus (Mark 14:53; 15:2; Yoh 11:48-50).
Pada zaman itu banyak orang sakit dan orang miskin karena itu banyak orang sakit datang kepada Yesus dan disembuhkan, juga pada waktu itu Yesus memberi makan kepada 5000 orang.
Matius 14:13-19, “Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang berkata kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Jawab mereka: Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.” Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.”
Yesus berkata bawalah ke mari kepada-Ku. Roti ini harus berada di tangan Yesus dulu lalu Ia mengucap syukur dan berdoa, barulah Ia menyuruh murid-murid-Nya untuk membagi-bagikan roti tersebut kepada orang banyak.
Bagaimana supaya kita ingat (Mat 14:13-21):
a. Hati yang berbelas kasihan pada orang lain.
b. Kepedulian, perasaan kasih dan simpati yang paling dalam.
c. Kita harus memberi mereka makan (ayat 16).
d. Berikan kepada Tuhan.
e. Berdoa dan mengucap syukur dan bertindak.
f. Mujizat pasti terjadi di setiap waktu.
Kata belas kasihan di atas mempunyai arti kepedulian atau perasaan kasih simpati yang paling dalam kepada orang lain. Seperti seorang ibu yang melihat anaknya yang mati martir karena imannya, perasaan yang tidak terkirakan dan sangat susah untuk digambarkan. Kita harus berbelas kasihan kepada orang yang belum diselamatkan dan juga orang miskin.
Supaya kita tetap kuat dalam pengajaran dan pelayanan kita harus mempunyai hati yang berbelas kasihan, jika tidak kita akan mudah sombong lalu tinggalkan gereja dan tinggalkan semuanya. Belas kasihan itu harus dari dalam lubuk hati kita mengalir keluar.
Tuhan Yesus mengatakan: Jangan menjadi seperti mereka.
a. Harus percaya segala sesuatu yang Alkitab nyatakan termasuk mujizat dan kehidupan kekal.
b. Tidak boleh memperlakukan tradisi sebagai sesuatu yang memiliki otoritas yang sama dengan Alkitab.
Filipi 2:5-8, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati di kayu salib.”
Baiklah kita melihat pasangan kita dengan belas kasihan, melihat teman sepelayanan dengan belas kasihan. Apa yang kita punya itu yang kita berikan. Mujizat terjadi pada saat kita bertindak dengan iman. Milikilah hati seperti Yesus yang memiliki belas kasihan terhadap orang lain.
Ada tiga tipe orang Kristen di gereja:
1. Bersemangat melayani Tuhan dan cinta Tuhan.
2. Orang baik, ikut Tuhan dan melayani kalau sempat, tetapi dosa jalan terus.
3. Separuh Kristen, suka complain dan bersungut-sungut, sombong dan sok tahu.
Apa yang membuat orang lupa?
1. Kedegilan hati (Mark 8:17-18). Degil: Tidak mau menuruti nasihat orang, keras kepala.
2. Mata yang sudah dibutakan oleh ilah dunia ini.
3. Telinga yang tidak lagi mendengar firman Tuhan.
4. Kebodohan (Ams 16:22; 27:32).
5. Kesombongan, sok tau (1 Tim 6:3-10).
6. Cinta akan uang.
1 Timotius 6:3-10, “Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta akan uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”
Hati-hati dengan ajaran orang Farisi dan Saduki, karena ajaran-ajaran itu akan membuat kita menyimpang dan sangat berbahaya. Gereja ini boleh ada sampai hari ini adalah karena kemurahan Tuhan.
Apa yang harus kita lakukan (1 Tim 6:11-12).
a. Kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
b. Terus bertanding dalam pertandingan iman yang benar.
c. Rebutlah hidup yang kekal.
Kita sudah berada di akhir daripada akhir zaman, jadi hati-hati dengan pengajaran-pengajaran orang Saduki dan orang Farisi. Mulailah berbelas kasihan kepada orang lain dan kita melayani dengan motivasi yang benar. Amin.

Other posts in Monthly Theme:
[postlist id=1740]

JADILAH KUAT DAN SETIA

JADILAH KUAT DAN SETIA

“Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Apa yang telah
engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang
dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”
2 Timotius 2:1-2
Setiap kita yang sudah dipenuhi oleh Roh Kudus terus berdoa dalam bahasa roh dan jangan
padamkan Roh, dan bagi saudara yang belum dipenuhi oleh Roh Kudus berdoa agar saudara
dipenuhi oleh Roh Kudus.
Ada tiga macam baptisan: 1
baptisan air sebagai tanda pertobatan, 2
baptisan Roh Kudus
(berbahasa roh) dan 3
baptisan Api. Apabila kita belum pernah dipenuhi oleh Roh Kudus akan
sulit bagi kita untuk mengerti hal-hal rohani, baik dalam membaca firman dan juga dalam
berpikir.
Agar kita bisa dipenuhi oleh Roh Kudus pertama-tama harus percaya dulu, mempunyai hati yang
bersih, tidak menyimpan dosa lalu dengan iman mulai berkata-kata, bahasa roh adalah bahasa
Tuhan sendiri.
Kisah 2:1-4, “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh
rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang
bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh
Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh
Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”
1 Kor 14:2, “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia,
tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia
mengucapkan hal-hal yang rahasia.”
Roma 8:26 mengatakan bahwa Roh membantu kita dalam berdoa sebab kita tidak tahu
bagaimana seharusnya berdoa, dalam keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Kita harus ubah cara pandang dan cara pikir, menjadi lebih dewasa, dan bangun diri kita di atas
dasar iman kita yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
Pada waktu hari Pentakosta, Petrus berkhotbah dan 3000 orang bertobat, lalu mereka bertekun
dalam pengajaran rasul-rasul dan selalu berkumpul berdoa sehingga tiap hari Tuhan
menambahkan jiwa-jiwa.
Kisah 2:46-47, “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam
Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan
bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka
disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang
diselamatkan.”
Sebagai pelayan Tuhan kita harus hidup benar dan mempunyai kehidupan doa dan baca firman.
Firman mencipta yang tidak ada menjadi ada.
2 Timotius 2:1-13, Panggilan untuk ikut menderita.
“Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Apa yang telah
engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang
dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. Ikutlah menderita sebagai seorang
prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak
memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan
kepada komandannya. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh ma
2 Kor 5:9, “Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami
diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.”
II. Disiplin Seorang Olahragawan:
a. Taat kepada peraturan (ayat 5).
b. Gigih, tetap teguh pada pendirian, ulet.
Seorang olahragawan berlatih setiap hari, bahkan cara berpakaian dan waktu makanpun diatur
dan hasil dari kerja kerasnya memuaskan dan berhasil.
III. Kerajinan Seorang Petani:
a. Kerja keras (ayat 6; 1 Kor 3:5-9).
b. Memiliki tugas masing-masing.
c. Motivasi.
d. Bersukacita melihat hasil.
Pekerjaan seorang petani kelihatannya membosankan tetapi ia tetap bekerja keras dan
bersukacita pada waktu mendapatkan hasilnya, ia yang pertama kali menikmatinya.
Dalam Lukas 18, Tuhan Yesus mengatakan suatu perumpamaan tentang hakim yang tak benar
untuk menegaskan kepada mereka bahwa mereka harus berdoa dengan tidak jemu-jemu, Tuhan
tidak akan mengulur-ulur waktu dan segera menolong orang yang berseru kepada-Nya.
Yang harus kita doakan terus adalah 1
unity dalam roh, baik dalam keluarga maupun dalam
pelayanan karena di mana ada unity di sana Tuhan akan perintahkan berkat, 2Ada mujizat dalam
kehidupan jemaat dan perlindungan Tuhan atas kehidupan kita dan anak-anak, 3Ada signs and
wonders, 4Ada terobosan bagi setiap pribadi dan keluarga-keluarga.
Kita boleh melayani Tuhan adalah suatu anugerah, berbahagialah orang yang melayani Tuhan, ia
akan dihormati oleh Bapa.
Terlebih bahagia memberi dari pada menerima, pada waktu kita memberikan waktu dan finansial
kita kepada Tuhan itu kita berbahagia.
Matius 25:23, “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku
yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku
akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah
dalam kebahagiaan tuanmu.”
Kalau kita sudah setia sampai akhir ada suatu mahkota yang Tuhan berikan kepada kita. Tuhan
mengaruniakan mahkota kehidupan (Way 2:10).
1. Tuhan akan membalas kesetiaan setiap orang (1 Sam 26:23).
2. Tuhan mengerjakan segala sesuatu dengan kesetiaan Maz 33:4).
3. Tuhan dekat dengan orang yang setia (Maz 145:18).
4. Tuhan menuntut kita mencintai kesetiaan (Mikha 6:8).
5. Tuhan mau kita belajar setia perkara kecil untuk dapat dipercayakan perkara besar (Luk
16:10).
6. Tuhan mau kita setia pada harta orang lain untuk mendapatkan hartamu sendiri (Luk
16:12).
7. Tuhan mau kita menjadi teladan dalam kesetiaan (1 Tim 4:12).
8. Tuhan mau kita mengejar kesetiaan (1 Tim 6:11; 2 Tim 2:22).
Saya berdoa agar pelayan Tuhan setia sampai akhir dengan Tuhan, sebagai suami tetap setia
dengan isteri, sebagai isteri setia kepada suami, sebagai orang tua juga setia mendidik anak dan
jangan berlaku kasar. Pelayan Tuhan harus setia melayani, jerih payahmu dalam Tuhan tidak
akan pernah sia-sia. Amin.

by Ps. Nehemia Lolowang

Other posts in Monthly Theme:
[postlist id=1740]
TUHAN HAKIM  YANG ADIL

TUHAN HAKIM YANG ADIL

“Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”
2 Timotius 4:8

Tuhan memberi pesan untuk bulan May ini adalah Tuhan Hakim Yang Adil. Kita tahu bahwa visi gereja kita sepanjang tahun ini adalah tahun Permulaan Yang Baru (New Beginning). Dan untuk menopang visi yang besar ini Tuhan kasih pesan setiap bulannya adalah:
January: Mengasihi Tuhan Sungguh-Sungguh. February: Jangan Lupakan Kebaikan Tuhan. Maret: Dia Yesus Segalanya Bagi Kita. April: Tenanglah Dan Jangan Takut.

Mazmur 7:2-12, “Ya TUHAN, Allahku, pada-Mu aku berlindung; selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku dan lepaskanlah aku, supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan. Ya TUHAN, Allahku, jika aku berbuat ini: jika ada kecurangan di tanganku, jika aku melakukan yang jahat terhadap orang yang hidup damai dengan aku, atau merugikan orang yang melawan aku dengan tidak ada alasannya, maka musuh kiranya mengejar aku sampai menangkap aku, dan menginjak-injak hidupku ke tanah, dan menaruh kemuliaanku ke dalam debu. Sela. Bangkitlah, TUHAN, dalam murka-Mu, berdirilah menghadapi geram orang-orang yang melawan aku, bangunlah untukku, ya Engkau yang telah memerintahkan penghakiman! Biarlah bangsa-bangsa berkumpul mengelilingi Engkau, dan bertakhtalah di atas mereka di tempat yang tinggi. TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas. Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil. Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.”
Kita melihat kisah hidup Simson di mana ia tidak hormat pada orang tua dan sampai masa hidupnya ia mati oleh karena dirinya sendiri.
Hakim 14:1-3, “Simson pergi ke timna dan di situ ia melihat seorang gadis Filistin. Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: “Di Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia menjadi isteriku.” Tetapi ayahnya dan ibunya berkata kepadanya: “Tidak adakah di antara anak-anak perempuan sanak saudaramu atau di antara seluruh bangsa kita seorang perempuan, sehingga engkau pergi mengambil isteri dari orang Filistin, orangorang yang tidak bersunat itu?” Tetapi jawab Simson kepada ayahnya: “Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai.”
Hakim 16:4-5, “Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila. Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin kepada perempuan itu sambil berkata: “Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena apakah kekuatannya demikian besar, dan dengan apakah kamu dapat mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perak kepadamu.”
Simson dipanggil Tuhan sebagai hakim untuk memimpin orang Israel dan setiap kali ia mengalahkan musuh Roh Tuhan menyertainya. Tetapi pada waktu ia jatuh dalam dosa maka Roh Tuhan meninggalkannya.
Hakim 16:17-20, “Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, katanya: “Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibuku aku ini seorang nazir Allah. Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain.” Ketika dilihat Delila, bahwa segala isi hatinya telah diceritakannya kepadanya, disuruhnyalah memanggil raja-raja kota orang Filistin, katanya: “Sekali ini lagi datanglah ke mari, sebab ia telah menceritakan segala isi hatinya kepadaku.” Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin itu kepadanya sambil membawa uang itu. Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya. Lalu berserulah perempuan itu: “Orang Filistin menyergap engkau, Simson!” Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: “Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas.” Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.”
Kalau kita mau belajar tentang hidup, perencanaan atau pelayanan, kita harus menyadari bahwa pada waktu kita dipanggil Tuhan, Roh Tuhan ada pada kita, dan di dalam hidup kita ada berkat dan rencana Tuhan yang besar lewat hidup kita. Bagaimana caranya agar rencana Tuhan terjadi dalam hidup kita? Beberapa Cara:
1. Mencintai kebenaran dan membenci kefasikan (Maz 11:4-7). 2. Menjatuhkan hukuman atas setiap pelanggaran dan dosa (Wah 16:5-7).
3. Memberi apresiasi atas perbuatan baik yang kita lakukan (Ibr 6:10-15).
Tidak ada hal yang kita buat yang sia-sia di mata Tuhan. Tuhan yang adil akan memberikan apresiasi dan membalaskannya kepada kita.
Ibrani 6:10-12, “Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.”
Tuhan adil dan peduli kepada kita dan Tuhan selalu memberikan apresiasi kepada kita yang sungguh-sungguh.
Bagaimana agar kita dapat menerima apresiasi dari Tuhan:
1. Merubah cara pandang yang salah (Bil 13:31-33).
Bilangan 13:1-3, “Tuhan berfirman kepada Musa: “Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka. Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai dengan titah TUHAN; semua orang itu adalah kepala-kepala di antara orang Israel.”
ayat 31-33, “Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.” Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”
Tuhan katakan kepada bangsa Israel bahwa Tuhan akan memberikan tanah Kanaan kepada mereka, lalu Musa mengirim 12 pengintai dan mereka kembali dengan membawa kabar kepadanya. Tetapi kesepuluh pengintai tersebut mempunyai cara pandang yang berbeda dengan Yosua dan Kaleb.
Seringkali cara pandang kita yang salah membuat kita jatuh tanpa kita sadari, seperti Simson tadi tanpa ia sadari Roh Tuhan sudah meninggalkan dia. Cara pandang berbeda itu bukan berarti bermusuhan tetapi bisa dikasih pengertian dan kita harus kembali kepada firman, memandang dengan kacamata Tuhan.
2. Pegang akan janji Tuhan (Bil 13:1-3; 14:6-9).
Bilangan 14:6-9, “Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.”
Kekuatiran dan ketakutan itu memberontak kepada Tuhan.
3. Kebodohan (Ams 1:7, 16:22; 1 Pet 1:13-19).
Amsal 1:7, “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”
Amsal 16:22, “Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya, tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya.”
Jangan kita menjadi bodoh, harus bisa membedakan mana yang salah dan benar, jangan mengambil keputusan-keputusan yang salah.
Bodoh artinya tidak lekas mengerti, tidak memiliki pengetahuan atau pendidikan, tidak mempunyai pengalaman.
1 Pet 1:13-14, “Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu.”
4. Pola pikir yang salah (Rom 2:1-7, 1:21-32).
Roma 1:21-27, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri
mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suamisuami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. ”
Tuhan itu adil, yang salah tetap salah dan upah dosa adalah maut.
Apa Yang Bisa Dilakukan?
1. Siap sedia baik atau tidak baik waktunya. 2. Beritakan Injil dan sabar (2 Tim 4:1-8).
2 Timotius 4:8, “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”
3. Harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu (Luk 18:1-8).
Bangun pagi adalah waktu kita dengan Tuhan dan jangan lupa firman, meski kita melayani Tuhan dan menerima pengurapan tetapi kalau kita tidak membaca firman dalam kehidupan sehari-hari maka ada sedikit lobang dalam kehidupan rohani kita yang akan merusak kehidupanmu sendiri, lalu akan stress, depresi, sakit hati dan kepahitan. Jangan hanya melayani saja tetapi harus berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Luk 18:1-8, “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang dan malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”
4. Jangan membalas jahat dengan jahat (2 Sam 16:5-13; Rom 12:16-21).
Roma 12:16-21, “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal
itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”
Tuhan melihat apa yang kita perbuat, karena itu ubah pola pikir dan cara pandang, jangan bodoh dan pembalasan adalah hak Tuhan.
Secara skala besar kalau gereja sudah menutup mata dan terlalu sibuk sehingga melupakan orang-orang yang terhilang, orang-orang yang miskin, maka lama-kelamaan akan seperti ‘bonsai’, tidak ada pertumbuhan dan tidak ada jiwa yang dimenangkan, tetapi kalau kita lakukan visi Tuhan yaitu menolong orang yang lemah dan miskin maka kita semua akan diberkati Tuhan. Tuhan itu hakim yang adil yang mengatur semuanya. Biarlah kita semua berjalan bersama Tuhan dan kita semua bisa sampai pada garis akhir! Amin.
by Ps. Nehemia L

 

Other posts in Monthly Theme:
[postlist id=1740]