Monthly Theme

Home / Archive by category "Monthly Theme"
THE YEAR OF NEW BIRTH

THE YEAR OF NEW BIRTH

“Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.” Yesaya 43:19
Pesan Tuhan untuk tahun ini adalah tentang The Year of New Birth; sesuatu yang lahir baru jadi semua baru dan di dalam hati kita baru.
Apa arti pengurapan dan mengapa kita perlu diurapi:
1. Pengudusan. Kita dikuduskan dan diurapi serta menerima kuasa sehingga kita mendoakan orang sakit dan yang sakit disembuhkan.
Keluaran 40:9-16, “Kemudian kauambillah minyak urapan dan kauurapilah Kemah Suci dengan segala yang ada di dalamnya; demikianlah harus engkau menguduskannya, dengan segala perabotannya, sehingga menjadi kudus. Juga kauurapilah mezbah korban bakaran itu dengan segala perkakasnya; demikianlah engkau harus menguduskan mezbah itu, sehingga mezbah itu maha kudus. Juga kauurapilah bejana pembasuhan itu dengan alasnya, dan demikianlah engkau harus menguduskannya. Kemudian kausuruhlah Harun dan anak-anaknya datang ke pintu Kemah Pertemuan dan kaubasuhlah mereka dengan air. Kaukenakanlah pakaian yang kudus kepada Harun, kauurapi dan kaukuduskanlah dia supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku. Juga anak-anaknya kausuruhlah mendekat dan kaukenakanlah kemeja kepada mereka. Urapilah mereka, seperti engkau mengurapi ayah mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku; dan ini terjadi, supaya berdasarkan pengurapan itu mereka memegang jabatan imam untuk selama-lamanya turun-temurun.” Dan Musa melakukan semuanya itu tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, demikianlah dilakukannya.”
Markus 6:10-13, “…….. Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.”
2. Mempersembahkan Korban.
Bilangan 7:1-2, “Pada waktu Musa selesai mendirikan Kemah Suci, diurapinya dan dikuduskannyalah itu dengan segala perabotannya, juga mezbah dengan segala perkakasnya; dan setelah diurapi dan dikuduskannya semuanya itu, maka para pemimpin Israel, para kepala suku mereka, mempersembahkan persembahan. Mereka itu ialah para pemimpin suku yang bertanggung jawab atas pencatatan itu.”
Dalam Roma 12:1, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
Kalau dalam Perjanjian Lama mempersembahkan kambing domba dan dalam Perjanjian Baru kita dikuduskan dan kita mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan.
3. Kemuliaan Tuhan Turun.
Keluaran 40:34-35, “Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci, sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci.”
Kisah 16:25-26, “Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.”
Pada waktu kita diurapi, kemuliaan Tuhan turun maka doa dan apa yang kita rindukan diberikan oleh Tuhan, dan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ada keberanian untuk bersaksi dan memberitakan Injil.
Kisah 4:31, “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”
4. Tuhan Menuntun Umat-Nya.
Keluaran 40:36-38, “Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah. Tetapi jika awan itu tidak naik, maka merekapun tidak berangkat sampai hari awan itu naik. Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.”
Matius 28:18-20, “Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Apa yang harus dipersiapkan:
1. Cinta (Ul 6:5; 1 Kor 13:4-8; Ef 3:18; Kis 10:34-36). Artinya suka dan sayang sekali, terpikat.
Pada waktu kita lahir kembali, Tuhan sangat mengasihi kita dan tidak mau kita kembali ke dunia. Tuhan mau kita sungguh-sungguh mengasihi Dia. Karena itu firman Tuhan katakan kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu.
Ibrani 4:12 katakan “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”
Ini adalah suatu gambaran dalam hidup kita seperti buah apel dan dikatakan dari buahnyalah kamu akan mengenalnya. Buah apel ini berbeda model dan rasanya tetapi tetap buah apel, begitu juga kita akan bertemu dengan banyak orang yang sifat dan karakternya berbeda. Kita tidak tahu bagus atau busuk di dalamnya. Allah melihat hati kita.
Buah apel yang baru saya potong ini tadi di luarnya ada benjolan dan ‘luka-luka’ tetapi di dalamnya bagus, kadangkala kita melihat orang lain jelek tetapi perbuatannya itu baik, dan ada juga buah apel yang kelihatannya bagus di luar tetapi di dalamnya busuk. Kita pandang orang lain dengan kacamata Tuhan, melihat dengan kasih dan melihat bahwa mereka juga perlu diselamatkan.
Kisah 10:34, “Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesunguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.”
Dulu hidup kita tidak karuan tetapi pada waktu kita lahir baru/born again, kita harus berdampak dan melihat orang lain dengan kacamata Tuhan.
2. Prioritas (Matius 6:33). Artinya yang didahulukan, diutamakan. Tuhan mau agar Dia menjadi prioritas dalam hidup kita.
3. Disiplin (Daniel 6:11).
Daniel 6:11, “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”
Orang yang diurapi Tuhan, bukan hanya orang yang cinta Tuhan mati-matian tetapi orang yang disiplin, ikut peraturan dan tata tertib, semuanya dipersiapkan dengan baik. Daniel mencari Tuhan dan melakukan seperti yang ia biasa lakukan.
4. Berkorban (Luk 6:38; Ams 3:9-10).
Orang yang berkorban adalah orang yang mengerti hati Tuhan, mengerti anugerah yang Tuhan berikan kepadanya.
Kita semua harus memberikan persembahan sulung di awal tahun, yaitu penghasilan bulan Januari yang diberikan di bulan Februari. Berdoa kepada Tuhan agar Tuhan memampukan kita untuk melakukannya.
Amsal 3:9-10, “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”
Penghalang/ Tidak bisa “Melahirkan” apa-apa:
1. Bersungut-sungut (Bil 14:26-30; 1 Kor 10:10). Artinya menceritakan hal-hal yang negatif, menggerutu, perkataan terus-menerus karena rasa dongkol. Mulai hari ini stop bersungut-sungut karena sangat berbahaya.
2. Kesombongan (Yak 4:6). Orang yang sombong suka merendahkan orang lain.
3. Hidup dalam kedagingan (Gal 5:19-21). Kita harus buang jauh-jauh kedagingan, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Banyak anak Tuhan susah melayani dan sulit bergerak/tidak bebas karena masih terikat dengan keinginan daging seperti perselisihan, amarah dan iri hati, dll.
4. Tidak menghormati pemimpin (Bil 12:1-6). Sudah tidak ada rasa hormat terhadap pemimpin, terhadap suami atau isteri.
Ingat kita melayani Raja di atas segala raja, jadi kita harus mempunyai sikap hormat terhadap Raja. Biarlah di tahun 2019 ini, semua penghalang di atas terlepas dalam nama Tuhan Yesus.
Yang harus dipegang setelah lahir baru:
a. Tetap berlindung pada Tuhan (Maz 118:8).
Mazmur 118:8-9, “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.”
Kalau engkau sudah lahir baru, engkau juga harus melahirkan orang lain dalam dunia mereka supaya mereka juga menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, lahirkan sesuatu yang baru dengan cara tetap berlindung kepada Tuhan dan jangan mengandalkan kekuatan sendiri.
b. Ia pasti muncul/lahir (Hosea 6:3).
Hosea 6:3, “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”
c. Ia berikan damai sejahtera (Yoh 14:27).
Damai sejahtera yang Tuhan berikan tidak sama dengan yang dunia berikan dan damai sejahtera ini hanya ada dalam Yesus Kristus Tuhan.
Yohanes 14:27, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
d. Berlaku setia (1 Kor 10:13).
1 Korintus 10:13, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
Kalau engkau mengalami banyak tantangan, itu tidak akan melebihi kekuatanmu, jangan mundur tetapi maju terus dan berlaku setia, sebab Allah setia. Di tahun 2019, anak-anak Tuhan akan dipulihkan dan diberkati berlimpah-limpah, akan ada pertumbuhan jiwa-jiwa, ada mujizat dan ada terobosan.
e. Percayalah sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil (Luk 1:37).
Pada waktu malaikat datang kepada Maria dan mengatakan bahwa ia akan melahirkan seorang anak, dan Maria berkata bagaimana mungkin karena ia belum bersuami dan malaikat Tuhan katakan bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Kita akan melahirkan banyak anak-anak rohani, melahirkan jiwa-jiwa untuk kemuliaan nama Tuhan, seisi keluarga kita melayani Tuhan, kita akan melihat bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
Ringkasan kotbah Monthly Theme by Ps. Nehemia Lolowang

image source: https://www.bible.com/bible/42/ISA.43.19.CPDV
Other posts in Weekly Message:

YESUS LAHIR KE DUNIAMU

YESUS LAHIR KE DUNIAMU

By Ps. Juliana L.

“Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” Lukas 1:38

Yesus datang ke dunia untuk memberikan kita terang dan keselamatan. Hari natal kita merayakan kelahiran Yesus dan seringkali kita merayakannya dengan memberi atau menukar hadiah. Kita berkata: The best gift of all is Jesus; tapi maksudnya bagaimana? Bukan hadiah yang kelihatan yang kita kasih tetapi lebih dari pada itu adalah kita semua ini adalah ‘maria’ akhir zaman. Maria yang dipenuhi oleh Roh Kudus, ia melahirkan Yesus ke dunia, maka kita yang percaya kepada Yesus diselamatkan. Beberapa minggu yang lalu saya terima Api Penginjilan (The Fire of Evangelism) itu turun atas gereja Tuhan pada akhir zaman sehingga terjadi penuaian jiwa-jiwa yang besar seperti yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Pada saat orang bertobat terima Yesus yaitu pada waktu Yesus lahir ke dunianya, di dalam hatinya. Tetapi siapa yang membawa Yesus ke dalam hati/hidup orang tersebut? Yaitu para penginjil. Setiap orang yang sudah dipenuhi oleh Roh Kudus itu harus mengerti bahwa Tuhan mau kita ‘mengandung’ seperti Maria mengandung dan melahirkan Yesus ke dunia sahabatmu, ke dunia orang tuamu, dunia tantemu, dunia siapapun juga. Kita semua adalah pembawa kelahiran Yesus ke dalam dunia/hidup orang lain; engkau sedang ‘mengandung’ Juruselamat, seorang yang akan engkau lahirkan. Natal kali ini kita berbicara tentang Api Penginjilan; The Fire of Evangelism is to be born into this world, karena kita adalah ‘Maria’ akhir zaman. Kalau saudara melayani tetapi tidak mempunyai hati atau api penginjilan maka saudara akan bosan. Maria adalah orang yang menerima favor dari Tuhan karena ia terpandang sebagai hamba Tuhan yang baik dan setia dan Maria hidup kudus, sehingga malaikat datang dan berkata: Roh Kudus turun atasmu dan kamu akan mengandung seorang anak yang bernama Imanuel, Allah menyertai kita. Pada waktu kita menjadi hamba yang baik dan setia maka kita akan menerima favor dari Tuhan. Gereja Tuhan itu adalah mempelai Tuhan, dalam bahasa Yunani itu ada female and male word; gereja adalah female word dan Tuhan/Gembala adalah male word. Kita sedang menantikan mempelai pria, Maria bertunangan dengan Yusuf dan kita ini ditunangkan dengan Kristus, kita adalah mempelai Kristus. Tugas gereja adalah ‘melahirkan’ bayi Yesus ke dunia, menangkan jiwa, lahirkan Yesus ke dunia orang tersebut. Yesus adalah terang dunia, Ia lahir ke dunia saya, sehingga saya tidak hidup lagi dalam kegelapan dan saya membawa Yesus lahir ke dunia orang lain. Realitas yang sebenarnya atau kebenaran yang hakiki adalah kebenaran firman Tuhan, tetapi cara pandang/persepsi kita tentang firman itu yang menentukan hubungan kita dengan Tuhan Yesus, yang menentukan kualitas dan pengertian kita tentang hidup, tentang firman, dll, sehingga kita membuat kesimpulan bagaimana kita melihat Yesus, bagaimana kita melihat hubungan dan hidup. Kalau mau bangun hidup, bangun berdasarkan kebenaran firman Tuhan dalam hidupmu dan itu tidak akan berubah, yang benar tetap benar, yang salah tetap salah, Yesus tidak pernah berubah. Yesus lahir ke dunia itu adalah hadiah yang terbaik dan setelah itu dengan apa kita balas kebaikan Tuhan? Dengan cara melahirkan Yesus ke dunia orang yang belum mengenal Yesus. Hari ini dengarlah suara Tuhan dan berkata seperti Maria: Jadilah padaku menurut perkataanMu. Pada waktu Maria mengandung, ia mengalami penolakan dari Yusuf, pada waktu saudara akan melahirkan Juruselamat ke dunia temanmu atau keluargamu, engkau akan mengalami penolakan. Tetapi Maria mengambil sikap sebagai hamba yang akan melakukan kehendak Tuhan. Memang ada sukacita tetapi setelah itu ada penganiayaan. Kalau saudara sudah membawa jiwa kepada
Tuhan, jiwa tersebut harus dirawati supaya bertumbuh dewasa, jangan ditinggalkan karena jiwa itu akan mengalami penganiayaan. Raja Herodes memerintahkan agar semua bayi dibunuh. Bayi rohani harus tertanam di dalam gereja lokal, kalau tidak dirawati oleh gereja maka bayi rohani itu akan mati karena banyak ‘Herodes’ di dunia ini yang akan membunuh bayi rohani tersebut. Bayi rohani ini harus kita rawati sehingga menjadi dewasa dan dapat melayani orang lain lagi. 2 Timotius 2:2, “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, dan juga cakap mengajar orang lain.” Cakap mengajar orang lain itu pada saat ada orang yang bertanya saudara bisa menjawab, pada waktu orang perlu ditolong saudara dapat menolong tepat waktunya sehingga Yesus bisa lahir ke dunia orang tersebut. Pelayan yang dapat dipercaya itu susah dicari karena banyak tantangannya seperti keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup di dunia. Bagaimana kita membawa Yesus ke dunia orang lain? Yesus mengambil rupa sebagai seorang hamba dan bahkan rela mati di atas kayu salib. Maukah saudara merendahkan diri dan masuk di dunianya orang lain supaya engkau bisa melahirkan Yesus ke dunia orang tersebut sampai orang tersebut menerima Yesus sebagai Juruselamat. Amin.

TUHAN MENOPANG ORANG YANG BENAR

TUHAN MENOPANG ORANG YANG BENAR

By Ps. Nehemia L.

“TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.” Mazmur 37:23-24

Ketika kami tiba di Palu, kami melihat lokasi-lokasi yang terjadi tsunami, gempa dan likuifaksi (tanah bercampur menjadi lumpur karena getaran gempa) di mana rumah-rumah di situ semuanya tertimbun, ada sekitar 200 rumah dan di daerah dekat laut yang terkena tsunami menjadi rata tanah. Saya bisa merasakan betapa pilu, sedih dan menderitanya orang-orang yang mengalaminya dan mati.
Mazmur 37:16-26, “Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik; sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan, tetapi TUHAN menopang orangorang benar. TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya; mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan, dan mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan. Sesungguhnya, orang-orang fasik akan binasa; musuh TUHAN seperti keindahan padang rumput: mereka habis lenyap, habis lenyap bagaikan asap. Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah. Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri, tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan. TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.”
Yang saya pelajari di sini adalah cara kerja Tuhan, kita harus mengerti cara kerja dan maunya Tuhan itu seperti apa?
Kemarin saya mendapat pesan di WhatsApp group para pendeta di GBI bilang: Tolong doakan Indonesia karena banyak bencana. Saya bilang sama Tuhan ada sesuatu yang Tuhan ingin sampaikan, di samping itu saya percaya orang benar selalu dibela, disertai dan ditopang oleh Tuhan.
Yang harus kita pelajari:
a. Cara Kerjanya Tuhan (Mazmur 103:3-9).
Mazmur 103:3-9, “Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali. TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas. Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel. TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selamalamanya Ia mendendam.”
Coba kita menyadari betapa besar kesetiaan Tuhan dalam kehidupan kita, kita sudah mengalami pertolongan dari Tuhan. Kalau kita tidak sadar maka kita akan mulai kecewa dan lari dari Tuhan, mulai menyalahkan orang lain.
Terkadang satu kesalahan membuat kita mudah melupakan kebaikan-kebaikan yang sudah kita nikmati dari orang-orang yang dekat dengan kita dan lupa kepada Tuhan yang sudah menolong hidup kita.
Dalam kehidupan nyata seringkali kita mempermasalahkan hal kecil yang tidak penting sehingga akhirnya merusak nilai yang besar. Jangan karena masalah kecil kita tinggalkan pelayanan, gereja atau keluarga dan jangan pernah melupakan kebaikan-kebaikan Tuhan.
b. Maunya Tuhan (Markus 1:40-42) dan Isi Hatinya Tuhan (2 Pet 3:8-14). Tuhan mau agar kita semuanya selamat.
2 Petrus 3:8-14, “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.”
Memang berpuasa itu berat tetapi tidak apa-apa, untuk mencari hati Tuhan dan pesan Tuhan. Kalau kita pengerja melihat apa yang sedang terjadi di Indonesia, Filipina, Jepang, baik gempa
maupun tsunami atau persoalan yang sedang kita hadapi, coba berdiam diri, menantikan Tuhan dan bertanya apa yang sedang Tuhan bicarakan kepada kita.
Dikatakan betapa suci dan salehnya ktia harus hidup, Paulus menulis kepada jemaat di Filipi dan katakan hendaklah kamu menaruh pikiran dan perasaan seperti Kristus, cara pikir dan cara pandang semuanya berubah.
Apa yang menyebabkan kita itu lemah, padahal kita tahu Allah yang menopang tetapi kita sering kesal dan uring-uringan yaitu:
• Bersahabat dengan Dunia (Yakobus 4:1-4).
Yakobus 4:1-4, “Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”
Hati-hati dalam pergaulan, bertemu dengan teman-teman yang negative dan suka gossip lebih baik menjauh, cari orang-orang yang positif dan selalu mengatakan pengharapan dan percaya kepada Tuhan.
• Kemarahan (Mazmur 37:7-11).
Mazmur 37:7-11, “Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.”
Hidup ini hanya sementara tidak usah kesal hati, coba berdiam diri dan nantikan Tuhan, orang yang suka menantikan Tuhan suka bertanya kepada Tuhan. Daud selalu menang karena ia suka tanya kepada Tuhan sebelum berperang. Kalau kita melayani tetapi tidak ada kehidupan doa pasti akan jatuh.
Yesaya 54:17, “Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau dalam pengadilan, akan engkau buktikan salah. Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba TUHAN dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikianlah firman TUHAN.”

ALLAH YANG BERDAULAT

ALLAH YANG BERDAULAT

“Kamu inilah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan hamba-Ku yang telah
Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia.
Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah
TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.”

Yesaya 43:10-11

Allah yang berdaulat adalah Allah yang mempunyai kekuasaan tertinggi atau penguasa yang
tertinggi.
Yesaya 43:10-15, “Kamu inilah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan hamba-Ku
yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap
Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah
TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Akulah yang memberitahukan,
menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah
saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan Akulah Allah. Juga seterusnya Aku tetap
Dia, dan tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku; Aku melakukannya, siapakah yang
dapat mencegahnya?” Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel:

“Oleh karena kamu Aku mau menyuruh orang ke Babel dan mau membuka semua palang-
palang pintu penjara, dan sorak-sorai orang Kasdim menjadi keluh kesah. Akulah TUHAN,

Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel.”
Pada waktu saudara mendengar kejadian di Palu, apa yang ada di dalam pikiran saudara? Pada
waktu gempa bumi terjadi mereka tidak tahu harus berbuat apa lalu mereka lari ke lapangan dan
melihat ada tsunami dan mereka masuk ke masjid, mereka berseru kepada Yesus. Ini adalah
suatu kesaksian yang luar biasa.
Satu hal yang saya dapat dalam Yoel 2:32, “Barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN
akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang

telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-
orang yang terlepas.”

Definisi Allah Yang Berdaulat adalah:

• Ia menciptakan, mengatur, memelihara, menopang, menguasai, menata, menjaga, dan
memerintah atas segala sesuatu secara sempurna.
• Mempunyai kekuasaan tertinggi (Bangsa/Kerajaan)
• Ia berdaulat menurunkan air bah (Kej 7).
• Ia berdaulat memilih dan memanggil Abraham (Kej 12).
• Ia berdaulat dan berkuasa di sorga dan di bumi (Mat 28:18).
Saudara yang dikasihi Tuhan, dalam kita mengikut Tuhan meski kita melihat ada badai akan
datang, tetapi selalu ada Yesus yang datang untuk menolong kita. Sama seperti kejadian pada
waktu Yesus di perahu bersama murid-murid-Nya lalu badai datang tetapi Yesus ada bersama
dengan mereka.
Mengapa kita harus mengerti tentang kedaulatan Allah? Dalam 2 Timotius 3:16, Segala sesuatu
yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan, untuk mendidik orang dalam kebenaran agar manusia diperlengkapi untuk perbuatan
baik.
Kita melayani Raja di atas raja dan dengan kejadian di Palu kita menyadari bahwa Tuhan akan
segera datang. Pertanyaannya adalah: Kalau Tuhan datang, kita yakin gak kalau kita diangkat
bersama dengan Tuhan?
Apa Yang Harus Kita Ingat Dan Lakukan:
1. Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan (2 Tim 1:7; Mat 28:19-20).
Tidak ada lagi waktu kita untuk main-main, santai-santai atau iri hati serta hidup dalam
kedagingan, tetapi sudah waktunya untuk kita hidup taat dan menuruti apa yang Tuhan katakan.
2. Kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan bertanding dalam
pertandingan iman (1 Tim 6:11-12).
1 Timotius 6:11-12, “Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah
keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Bertandinglah dalam
pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah
dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.”
Paulus sedang mengingatkan kepada Timotius bahwa yang harus kita kejar adalah ibadah dan
kasih. Ibadah disertai rasa cukup mendatangkan keuntungan yang besar. Setiap kali kita datang
ibadah, kita seperti menanam benih (doa, waktu, tenaga, kesempatan, dll).
3. Berbuat baik, suka memberi dan membagi (1 Tim 6:17-19).
1 Timotius 6:17-19, “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan
tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada

Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan
membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya
di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.”
Bapa di sorga tahu apa yang kamu perlukan karena itu jangan kamu kuatir akan apa yang akan
kamu makan, minum dan pakai.
4. Bertekun (1 Tim 4:13-16).
Dunia menawarkan banyak hal agar kita mengikutinya tetapi kita harus melawan dan tinggalkan
semua keinginan daging dan keinginan mata.
Apa Yang Membuat Kita Gagal:
1. Kesibukan yang salah (Luk 10:41; Hagai 1:9).
Masih ingat Marta yang sibuk? Kata sibuk artinya rajin dan giat, banyak kerjaan dan kegiatan.
Sibuk itu bagus kalau positif. Jangan sibuk yang tidak karu-karuan sampai tidak ada waktu
untuk baca firman, tidak ada waktu untuk melayani karena sibuk.
Akibatnya Hagai 1:9, “Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu
membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman
TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu
masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.”
Kita sibuk dengan banyak perkara tetapi tidak ada hasil atau hasilnya sedikit.
2 Tawarikh 7:14, “dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan
mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari
sorga dan mengampuni dosa mereka serta memulihkan negeri mereka.”
Kalau orang suka berdoa lama-kelamaan roh yang suka mengandalkan kekuatan sendiri akan
hilang. Sedikit berdoa sedikit berkat, banyak berdoa banyak berkat, kalau tidak berdoa tidak ada
berkat.
2. Salah Memilih/Prioritas (Mat 6:24).
Perumpamaan tentang gadis bijaksana dan gadis bodoh, gadis yang bijaksana membawa
persediaan minyak tetapi gadis yang bodoh tidak membawa minyak. Kita ada sebagaimana kita
ada, kita ditolong dan diberkati, itu karena pilihan yang kita pilih.
Ulangan 30:11-14, “Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah
terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh. Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau
berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan

memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? Juga tidak di seberang laut
tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk
mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk
dilakukan.”
3. Kehilangan Fokus/Tujuan (1 Tim 4:1; 6:3-10).
Sebagai pelayan Tuhan jangan sampai kehilangan fokus, berusaha selalu berikan yang terbaik.
Fokus melayani Tuhan maka upah melayani Tuhan adalah hidup kekal.
4. Bertindak Bodoh/Memberontak (Bil 16:28-35).
Bani Korah karena memberontak dan ketidaktaatan maka mereka semua mati. Jangan sampai
berkat dan mujizat yang kita terima hilang karena kebodohan, kesalahan dan karena salah
memilih.
Inilah yang dialami orang-orang di luar sana yang tidak mengerti rencana Tuhan dalam
hidupnya. Firman Tuhan katakan bahwa masa depan kita masa depan yang penuh harapan jadi
berjalanlah sesuai dengan rencana Tuhan.
Allah itu adalah Allah yang berdaulat, jadi kita serahkan hidup kita kepada Allah dan nurut aja
dengan apa yang Tuhan katakan. Allah itu mau kita mengingat bahwa Dia itu yang menolong,
melindungi, memelihara dan menguatkan kita. Mari kita berdiri kokoh kepada kebenaran firman
Tuhan bahwa Allah itu adalah Allah yang berdaulat dan yang mengatur semuanya maka kita
akan melihat perkara-perkara ajaib di dalam hidup kita. Amin.

By Ps. Nehemia L.

INGAT 5 ROTI UNTUK 5000 ORANG (MUJIZAT ITU NYATA)

INGAT 5 ROTI UNTUK 5000 ORANG (MUJIZAT ITU NYATA)

Markus 8:14-21; Matius 16:5-12
By Ps. Nehemia L.
“Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.” Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.”
Matius 14:18-19
Pada waktu saya berdoa puasa, saya diperlihatkan suatu penglihatan, ada beberapa orang yang sedang saya doakan, ada yang tertidur dalam roh, lalu saya melihat ada orang yang miskin dan kemudian seorang anak muda berkata: “Pak, ada 5000!” Lalu saya terbangun.
Pesan Tuhan untuk bulan Juli ini adalah: Ingat lima roti untuk 5000 orang. Bukan soal roti yang saya maksudkan tetapi mengenai ajaran orang Farisi dan Saduki.
Matius 16:5-12, Tentang ragi orang Farisi dan Saduki.
“Pada waktu murid-murid Yesus menyeberang danau, mereka lupa membawa roti. Yesus berkata kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.” Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak membawa roti.” Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya! Belum juga kamu mengerti? Tidak kamu ingat lagi akan lima roti untuk lima ribu orang itu dan berapa bakul roti kamu kumpulkan kemudian? Ataupun akan tujuh roti untuk empat ribu orang itu dan berapa bakul kamu kumpulkan kemudian? Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.” Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.”
Markus 8:14-21, Tentang ragi orang Farisi dan ragi Herodes
“Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.” Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?” Jawab mereka: “Dua belas bakul.” “Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?” Jawab mereka: “Tujuh bakul.” Lalu kata-Nya kepada mereka: “Masihkah kamu belum mengerti?”
Pandangan Orang Saduki:
1. Mereka sangat bersandar pada diri sendiri, sehingga menyangkal keterlibatan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mereka menyangkal soal kebangkitan orang mati (Mat 22:23; Mark 12:18-27; Kis 23:8).
3. Mereka menyangkal kehidupan kekal, setiap jiwa akan binasa setelah kematian; sehingga mereka menyangkal adanya hukuman atau upah apapun setelah kehidupan di dunia ini.
4. Mereka menyangkal soal adanya dunia spiritual, termasuk keberadaan malaikat dan Iblis.
Orang Farisi dan Orang Saduki adalah orang-orang yang mempunyai pengetahuan. Orang Saduki ini bermusuhan dengan kumpulan orang miskin atau rakyat biasa. Orang Farisi ini levelnya sedikit lebih rendah dari orang Saduki dan lebih bersahabat dengan orang-orang miskin. Tetapi orang Saduki dan orang Farisi sama-sama tidak menginginkan kehadiran Tuhan Yesus pada zaman itu.
Pandangan Orang Farisi:
1. Mereka percaya bahwa Allah berdaulat, mengatur segala hal, tetapi keputusan yang dibuat tiap orang berperan dalam jalan hidup seseorang.
2. Mereka percaya pada kebangkitan orang mati (Kis 23:6).
3. Mereka percaya pada kehidupan kekal, dengan upah dan hukuman yang sesuai bagi setiap orang.
4. Mereka percaya pada keberadaan malaikat dan Iblis (Kis 23:8)
5. Mereka tidak senang dengan keberadaan Yesus, jadi orang Farisi dan orang Saduki bersatu untuk menghukum mati Yesus (Mark 14:53; 15:2; Yoh 11:48-50).
Pada zaman itu banyak orang sakit dan orang miskin karena itu banyak orang sakit datang kepada Yesus dan disembuhkan, juga pada waktu itu Yesus memberi makan kepada 5000 orang.
Matius 14:13-19, “Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang berkata kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Jawab mereka: Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.” Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.”
Yesus berkata bawalah ke mari kepada-Ku. Roti ini harus berada di tangan Yesus dulu lalu Ia mengucap syukur dan berdoa, barulah Ia menyuruh murid-murid-Nya untuk membagi-bagikan roti tersebut kepada orang banyak.
Bagaimana supaya kita ingat (Mat 14:13-21):
a. Hati yang berbelas kasihan pada orang lain.
b. Kepedulian, perasaan kasih dan simpati yang paling dalam.
c. Kita harus memberi mereka makan (ayat 16).
d. Berikan kepada Tuhan.
e. Berdoa dan mengucap syukur dan bertindak.
f. Mujizat pasti terjadi di setiap waktu.
Kata belas kasihan di atas mempunyai arti kepedulian atau perasaan kasih simpati yang paling dalam kepada orang lain. Seperti seorang ibu yang melihat anaknya yang mati martir karena imannya, perasaan yang tidak terkirakan dan sangat susah untuk digambarkan. Kita harus berbelas kasihan kepada orang yang belum diselamatkan dan juga orang miskin.
Supaya kita tetap kuat dalam pengajaran dan pelayanan kita harus mempunyai hati yang berbelas kasihan, jika tidak kita akan mudah sombong lalu tinggalkan gereja dan tinggalkan semuanya. Belas kasihan itu harus dari dalam lubuk hati kita mengalir keluar.
Tuhan Yesus mengatakan: Jangan menjadi seperti mereka.
a. Harus percaya segala sesuatu yang Alkitab nyatakan termasuk mujizat dan kehidupan kekal.
b. Tidak boleh memperlakukan tradisi sebagai sesuatu yang memiliki otoritas yang sama dengan Alkitab.
Filipi 2:5-8, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati di kayu salib.”
Baiklah kita melihat pasangan kita dengan belas kasihan, melihat teman sepelayanan dengan belas kasihan. Apa yang kita punya itu yang kita berikan. Mujizat terjadi pada saat kita bertindak dengan iman. Milikilah hati seperti Yesus yang memiliki belas kasihan terhadap orang lain.
Ada tiga tipe orang Kristen di gereja:
1. Bersemangat melayani Tuhan dan cinta Tuhan.
2. Orang baik, ikut Tuhan dan melayani kalau sempat, tetapi dosa jalan terus.
3. Separuh Kristen, suka complain dan bersungut-sungut, sombong dan sok tahu.
Apa yang membuat orang lupa?
1. Kedegilan hati (Mark 8:17-18). Degil: Tidak mau menuruti nasihat orang, keras kepala.
2. Mata yang sudah dibutakan oleh ilah dunia ini.
3. Telinga yang tidak lagi mendengar firman Tuhan.
4. Kebodohan (Ams 16:22; 27:32).
5. Kesombongan, sok tau (1 Tim 6:3-10).
6. Cinta akan uang.
1 Timotius 6:3-10, “Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta akan uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”
Hati-hati dengan ajaran orang Farisi dan Saduki, karena ajaran-ajaran itu akan membuat kita menyimpang dan sangat berbahaya. Gereja ini boleh ada sampai hari ini adalah karena kemurahan Tuhan.
Apa yang harus kita lakukan (1 Tim 6:11-12).
a. Kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
b. Terus bertanding dalam pertandingan iman yang benar.
c. Rebutlah hidup yang kekal.
Kita sudah berada di akhir daripada akhir zaman, jadi hati-hati dengan pengajaran-pengajaran orang Saduki dan orang Farisi. Mulailah berbelas kasihan kepada orang lain dan kita melayani dengan motivasi yang benar. Amin.

Other posts in Monthly Theme:

JADILAH KUAT DAN SETIA

JADILAH KUAT DAN SETIA

“Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Apa yang telah
engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang
dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”
2 Timotius 2:1-2
Setiap kita yang sudah dipenuhi oleh Roh Kudus terus berdoa dalam bahasa roh dan jangan
padamkan Roh, dan bagi saudara yang belum dipenuhi oleh Roh Kudus berdoa agar saudara
dipenuhi oleh Roh Kudus.
Ada tiga macam baptisan: 1
baptisan air sebagai tanda pertobatan, 2
baptisan Roh Kudus
(berbahasa roh) dan 3
baptisan Api. Apabila kita belum pernah dipenuhi oleh Roh Kudus akan
sulit bagi kita untuk mengerti hal-hal rohani, baik dalam membaca firman dan juga dalam
berpikir.
Agar kita bisa dipenuhi oleh Roh Kudus pertama-tama harus percaya dulu, mempunyai hati yang
bersih, tidak menyimpan dosa lalu dengan iman mulai berkata-kata, bahasa roh adalah bahasa
Tuhan sendiri.
Kisah 2:1-4, “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh
rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang
bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh
Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh
Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”
1 Kor 14:2, “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia,
tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia
mengucapkan hal-hal yang rahasia.”
Roma 8:26 mengatakan bahwa Roh membantu kita dalam berdoa sebab kita tidak tahu
bagaimana seharusnya berdoa, dalam keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Kita harus ubah cara pandang dan cara pikir, menjadi lebih dewasa, dan bangun diri kita di atas
dasar iman kita yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
Pada waktu hari Pentakosta, Petrus berkhotbah dan 3000 orang bertobat, lalu mereka bertekun
dalam pengajaran rasul-rasul dan selalu berkumpul berdoa sehingga tiap hari Tuhan
menambahkan jiwa-jiwa.
Kisah 2:46-47, “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam
Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan
bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka
disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang
diselamatkan.”
Sebagai pelayan Tuhan kita harus hidup benar dan mempunyai kehidupan doa dan baca firman.
Firman mencipta yang tidak ada menjadi ada.
2 Timotius 2:1-13, Panggilan untuk ikut menderita.
“Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Apa yang telah
engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang
dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. Ikutlah menderita sebagai seorang
prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak
memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan
kepada komandannya. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh ma
2 Kor 5:9, “Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami
diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.”
II. Disiplin Seorang Olahragawan:
a. Taat kepada peraturan (ayat 5).
b. Gigih, tetap teguh pada pendirian, ulet.
Seorang olahragawan berlatih setiap hari, bahkan cara berpakaian dan waktu makanpun diatur
dan hasil dari kerja kerasnya memuaskan dan berhasil.
III. Kerajinan Seorang Petani:
a. Kerja keras (ayat 6; 1 Kor 3:5-9).
b. Memiliki tugas masing-masing.
c. Motivasi.
d. Bersukacita melihat hasil.
Pekerjaan seorang petani kelihatannya membosankan tetapi ia tetap bekerja keras dan
bersukacita pada waktu mendapatkan hasilnya, ia yang pertama kali menikmatinya.
Dalam Lukas 18, Tuhan Yesus mengatakan suatu perumpamaan tentang hakim yang tak benar
untuk menegaskan kepada mereka bahwa mereka harus berdoa dengan tidak jemu-jemu, Tuhan
tidak akan mengulur-ulur waktu dan segera menolong orang yang berseru kepada-Nya.
Yang harus kita doakan terus adalah 1
unity dalam roh, baik dalam keluarga maupun dalam
pelayanan karena di mana ada unity di sana Tuhan akan perintahkan berkat, 2Ada mujizat dalam
kehidupan jemaat dan perlindungan Tuhan atas kehidupan kita dan anak-anak, 3Ada signs and
wonders, 4Ada terobosan bagi setiap pribadi dan keluarga-keluarga.
Kita boleh melayani Tuhan adalah suatu anugerah, berbahagialah orang yang melayani Tuhan, ia
akan dihormati oleh Bapa.
Terlebih bahagia memberi dari pada menerima, pada waktu kita memberikan waktu dan finansial
kita kepada Tuhan itu kita berbahagia.
Matius 25:23, “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku
yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku
akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah
dalam kebahagiaan tuanmu.”
Kalau kita sudah setia sampai akhir ada suatu mahkota yang Tuhan berikan kepada kita. Tuhan
mengaruniakan mahkota kehidupan (Way 2:10).
1. Tuhan akan membalas kesetiaan setiap orang (1 Sam 26:23).
2. Tuhan mengerjakan segala sesuatu dengan kesetiaan Maz 33:4).
3. Tuhan dekat dengan orang yang setia (Maz 145:18).
4. Tuhan menuntut kita mencintai kesetiaan (Mikha 6:8).
5. Tuhan mau kita belajar setia perkara kecil untuk dapat dipercayakan perkara besar (Luk
16:10).
6. Tuhan mau kita setia pada harta orang lain untuk mendapatkan hartamu sendiri (Luk
16:12).
7. Tuhan mau kita menjadi teladan dalam kesetiaan (1 Tim 4:12).
8. Tuhan mau kita mengejar kesetiaan (1 Tim 6:11; 2 Tim 2:22).
Saya berdoa agar pelayan Tuhan setia sampai akhir dengan Tuhan, sebagai suami tetap setia
dengan isteri, sebagai isteri setia kepada suami, sebagai orang tua juga setia mendidik anak dan
jangan berlaku kasar. Pelayan Tuhan harus setia melayani, jerih payahmu dalam Tuhan tidak
akan pernah sia-sia. Amin.

by Ps. Nehemia Lolowang

Other posts in Monthly Theme:
TUHAN HAKIM  YANG ADIL

TUHAN HAKIM YANG ADIL

“Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”
2 Timotius 4:8

Tuhan memberi pesan untuk bulan May ini adalah Tuhan Hakim Yang Adil. Kita tahu bahwa visi gereja kita sepanjang tahun ini adalah tahun Permulaan Yang Baru (New Beginning). Dan untuk menopang visi yang besar ini Tuhan kasih pesan setiap bulannya adalah:
January: Mengasihi Tuhan Sungguh-Sungguh. February: Jangan Lupakan Kebaikan Tuhan. Maret: Dia Yesus Segalanya Bagi Kita. April: Tenanglah Dan Jangan Takut.

Mazmur 7:2-12, “Ya TUHAN, Allahku, pada-Mu aku berlindung; selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku dan lepaskanlah aku, supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan. Ya TUHAN, Allahku, jika aku berbuat ini: jika ada kecurangan di tanganku, jika aku melakukan yang jahat terhadap orang yang hidup damai dengan aku, atau merugikan orang yang melawan aku dengan tidak ada alasannya, maka musuh kiranya mengejar aku sampai menangkap aku, dan menginjak-injak hidupku ke tanah, dan menaruh kemuliaanku ke dalam debu. Sela. Bangkitlah, TUHAN, dalam murka-Mu, berdirilah menghadapi geram orang-orang yang melawan aku, bangunlah untukku, ya Engkau yang telah memerintahkan penghakiman! Biarlah bangsa-bangsa berkumpul mengelilingi Engkau, dan bertakhtalah di atas mereka di tempat yang tinggi. TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas. Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil. Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.”
Kita melihat kisah hidup Simson di mana ia tidak hormat pada orang tua dan sampai masa hidupnya ia mati oleh karena dirinya sendiri.
Hakim 14:1-3, “Simson pergi ke timna dan di situ ia melihat seorang gadis Filistin. Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: “Di Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia menjadi isteriku.” Tetapi ayahnya dan ibunya berkata kepadanya: “Tidak adakah di antara anak-anak perempuan sanak saudaramu atau di antara seluruh bangsa kita seorang perempuan, sehingga engkau pergi mengambil isteri dari orang Filistin, orangorang yang tidak bersunat itu?” Tetapi jawab Simson kepada ayahnya: “Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai.”
Hakim 16:4-5, “Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila. Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin kepada perempuan itu sambil berkata: “Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena apakah kekuatannya demikian besar, dan dengan apakah kamu dapat mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perak kepadamu.”
Simson dipanggil Tuhan sebagai hakim untuk memimpin orang Israel dan setiap kali ia mengalahkan musuh Roh Tuhan menyertainya. Tetapi pada waktu ia jatuh dalam dosa maka Roh Tuhan meninggalkannya.
Hakim 16:17-20, “Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, katanya: “Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibuku aku ini seorang nazir Allah. Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain.” Ketika dilihat Delila, bahwa segala isi hatinya telah diceritakannya kepadanya, disuruhnyalah memanggil raja-raja kota orang Filistin, katanya: “Sekali ini lagi datanglah ke mari, sebab ia telah menceritakan segala isi hatinya kepadaku.” Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin itu kepadanya sambil membawa uang itu. Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya. Lalu berserulah perempuan itu: “Orang Filistin menyergap engkau, Simson!” Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: “Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas.” Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.”
Kalau kita mau belajar tentang hidup, perencanaan atau pelayanan, kita harus menyadari bahwa pada waktu kita dipanggil Tuhan, Roh Tuhan ada pada kita, dan di dalam hidup kita ada berkat dan rencana Tuhan yang besar lewat hidup kita. Bagaimana caranya agar rencana Tuhan terjadi dalam hidup kita? Beberapa Cara:
1. Mencintai kebenaran dan membenci kefasikan (Maz 11:4-7). 2. Menjatuhkan hukuman atas setiap pelanggaran dan dosa (Wah 16:5-7).
3. Memberi apresiasi atas perbuatan baik yang kita lakukan (Ibr 6:10-15).
Tidak ada hal yang kita buat yang sia-sia di mata Tuhan. Tuhan yang adil akan memberikan apresiasi dan membalaskannya kepada kita.
Ibrani 6:10-12, “Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.”
Tuhan adil dan peduli kepada kita dan Tuhan selalu memberikan apresiasi kepada kita yang sungguh-sungguh.
Bagaimana agar kita dapat menerima apresiasi dari Tuhan:
1. Merubah cara pandang yang salah (Bil 13:31-33).
Bilangan 13:1-3, “Tuhan berfirman kepada Musa: “Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka. Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai dengan titah TUHAN; semua orang itu adalah kepala-kepala di antara orang Israel.”
ayat 31-33, “Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.” Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”
Tuhan katakan kepada bangsa Israel bahwa Tuhan akan memberikan tanah Kanaan kepada mereka, lalu Musa mengirim 12 pengintai dan mereka kembali dengan membawa kabar kepadanya. Tetapi kesepuluh pengintai tersebut mempunyai cara pandang yang berbeda dengan Yosua dan Kaleb.
Seringkali cara pandang kita yang salah membuat kita jatuh tanpa kita sadari, seperti Simson tadi tanpa ia sadari Roh Tuhan sudah meninggalkan dia. Cara pandang berbeda itu bukan berarti bermusuhan tetapi bisa dikasih pengertian dan kita harus kembali kepada firman, memandang dengan kacamata Tuhan.
2. Pegang akan janji Tuhan (Bil 13:1-3; 14:6-9).
Bilangan 14:6-9, “Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.”
Kekuatiran dan ketakutan itu memberontak kepada Tuhan.
3. Kebodohan (Ams 1:7, 16:22; 1 Pet 1:13-19).
Amsal 1:7, “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”
Amsal 16:22, “Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya, tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya.”
Jangan kita menjadi bodoh, harus bisa membedakan mana yang salah dan benar, jangan mengambil keputusan-keputusan yang salah.
Bodoh artinya tidak lekas mengerti, tidak memiliki pengetahuan atau pendidikan, tidak mempunyai pengalaman.
1 Pet 1:13-14, “Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu.”
4. Pola pikir yang salah (Rom 2:1-7, 1:21-32).
Roma 1:21-27, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri
mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suamisuami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. ”
Tuhan itu adil, yang salah tetap salah dan upah dosa adalah maut.
Apa Yang Bisa Dilakukan?
1. Siap sedia baik atau tidak baik waktunya. 2. Beritakan Injil dan sabar (2 Tim 4:1-8).
2 Timotius 4:8, “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”
3. Harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu (Luk 18:1-8).
Bangun pagi adalah waktu kita dengan Tuhan dan jangan lupa firman, meski kita melayani Tuhan dan menerima pengurapan tetapi kalau kita tidak membaca firman dalam kehidupan sehari-hari maka ada sedikit lobang dalam kehidupan rohani kita yang akan merusak kehidupanmu sendiri, lalu akan stress, depresi, sakit hati dan kepahitan. Jangan hanya melayani saja tetapi harus berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Luk 18:1-8, “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang dan malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”
4. Jangan membalas jahat dengan jahat (2 Sam 16:5-13; Rom 12:16-21).
Roma 12:16-21, “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal
itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”
Tuhan melihat apa yang kita perbuat, karena itu ubah pola pikir dan cara pandang, jangan bodoh dan pembalasan adalah hak Tuhan.
Secara skala besar kalau gereja sudah menutup mata dan terlalu sibuk sehingga melupakan orang-orang yang terhilang, orang-orang yang miskin, maka lama-kelamaan akan seperti ‘bonsai’, tidak ada pertumbuhan dan tidak ada jiwa yang dimenangkan, tetapi kalau kita lakukan visi Tuhan yaitu menolong orang yang lemah dan miskin maka kita semua akan diberkati Tuhan. Tuhan itu hakim yang adil yang mengatur semuanya. Biarlah kita semua berjalan bersama Tuhan dan kita semua bisa sampai pada garis akhir! Amin.
by Ps. Nehemia L

 

Other posts in Monthly Theme:
TENANGLAH DAN JANGAN TAKUT

TENANGLAH DAN JANGAN TAKUT

“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” 1 Petrus 4:7

Sebagai pelayan Tuhan kita harus mengenal Tuhan dan dapat berkata seperti ini: Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya (Fil 3:10), di mana kitapun dikenal oleh Tuhan. Matius 14:22-33, Yesus berjalan di atas air. “Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahuluiNya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

Dari kisah Yesus berjalan di atas air di atas, ada tiga hal yang dapat kita pelajari:
1. Yesus berkata: “Tenanglah, Aku ini, jangan takut.” (Mat 14:27).
2. Yesus berkata: “Datanglah” kepada Petrus. (Mat 14:28-29).
3. Yesus berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang”, pada waktu Petrus jatuh dan mengangkatnya dengan tangan-Nya. (Mat 14:31).
Dari ke-12 murid Yesus, hanya 1 murid yang berjalan di atas air, ini juga menggambarkan di dalam gereja bahwa 30% dari pengerja itu banyak yang persoalannya berat, merasa berat dalam menghadapi masalah keluarga, keadaannya sekarat dan mudah sekali mundur, menyalahkan gereja dan orang lain. Sekitar 60% dari pengerja itu tidak berdoa, tidak membaca firman, tetapi mereka masih dapat menghadapi masalahnya, tetapi selalu hidup dalam kebimbangan, kuatir dan takut. Mengapa? Karena kehidupan doa yang kurang, banyak berdoa banyak berkat, sedikit berdoa sedikit berdoa dan tidak berdoa tidak ada berkat.
Dan sisanya adalah pengerja yang sungguh-sungguh melayani Tuhan dan berdoa. Tanpa mereka sadari, mereka ‘berjalan di atas air’, berjalan dalam ketaatan.

Bagaimana caranya kita belajar agar senantiasa tenang dan tidak takut (berjalan di atas air):
a. Berjalan Dalam Ketaatan (ayat 22). Yesus menyuruh murid-murid-Nya dan mereka taat. Ketaatan mendatangkan berkat dan ketidaktaatan mendatangkan kutuk. Pada waktu Petrus berkata: Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku untuk datang kepada-Mu. Petrus itu berani untuk keluar dari perahu, untuk keluar dari comfort zone, sedangkan muridmurid lainnya ketakutan. (Berani: mempunyai hati yang mantap, percaya diri yang besar). Berani berkata tidak kepada dosa dan hidup kudus untuk Tuhan. Kadangkala kita itu yang sudah pelayanan dan sudah ‘jalan di atas air’ dan pernah ditolong oleh Tuhan tetapi kita mulai merasa bimbang dan ragu akan pertolongan Tuhan, seperti yang Petrus rasakan pada waktu angin bertiup dan ia mulai tenggelam.
b. Memiliki Kehidupan Doa (ayat 23).
Yesus mengajarkan mereka berdoa dan Yesus juga berdoa seorang diri. Tingkatkan/tambahkan waktu kita dengan Tuhan di dalam doa, pujian dan penyembahan. Masalah terbesar hamba Tuhan atau pengerja adalah kebimbangan sehingga Tuhan tidak dapat mengerjakan apa-apa dalam hidupnya sehingga hidup kita mulai menderita dan tidak dapat berbuat apa-apa, akhirnya hidup kita sia-sia, dikarenakan kurang berdoa dan kurang firman.
c. Belajar Melangkah “Keluar” dari Perahu (ayat 29). Biarlah mulai hari ini kita sebagai pelayan Tuhan mempunyai iman yang berani dan dapat berkata: Iya Tuhan, saya percaya bagi Engkau tidak ada yang mustahil, saya mau sungguhsungguh lagi melayani Engkau dan berjalan bersama Tuhan, saya akan meraih kemenangan!
d. Terus Berjalan Dan Sabar Menanti Pertolongan Tuhan (ayat 30). Kesabaran dapat mencegah kesalahan-kesalahan, kitapun harus berjalan dengan sabar dan ketekunan serta mata yang terus tertuju kepada Kristus. Kalau waktunya Tuhan yang menolong semuanya akan beres dan cara kerja Tuhan selalu yang terbaik dan tepat waktunya.
e. Mata Yang Terus Tertuju Pada Tuhan dan Fokus (ayat 31). (Badai tiba-tiba berhenti). Jangan Bimbang (Yak 1:6-8). Pada waktu Petrus berjalan di atas air dan merasakan tiupan angin dan mulai bimbang maka ia jatuh, begitu juga pada saat kita menghadapi masalah/kesulitan, Tuhan mau kita bersikap sabar dan selalu focus kepada Tuhan. Dikatakan dalam kitab Yakobus bahwa orang yang bimbang sama dengan gelombang laut yang diombang-ambingkan oleh angin.
f. Selalu Mengakui Kedaulatan Allah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

Apa yang Tuhan buat selalu yang terbaik, kedaulatan Allah, Tuhan berikan waktu dan kesempatan demi kesempatan untuk selalu berjalan dalam tuntunan Tuhan.
Apa Yang Harus Dilakukan:
1. Dengan bertobat dan tinggal diam, kita diselamatkan.
2. Tenang dan percaya terletak kekuatanmu. Dalam Yesaya 30:15 dikatakan dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.
3. Kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya dapat berdoa. 1 Pet 4:7&9-11, “7Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. 9Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut. 10Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. 11Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.”

Orang yang tenang dan ada penguasaan diri baru ia bisa berdoa, termasuk mempunyai kehidupan yang benar dan kita mau sungguh-sungguh dengan Tuhan. Orang yang mempunyai kehidupan doa pasti ia mempunyai kasih dan kasih menutupi banyak sekali dosa. Sebagai pelayan Tuhan jangan kita melayani sambil bersungut-sungut, seperti yang dialami bangsa Israel pada waktu mereka bersungut-sungut dan Tuhan murka sehingga banyak orang Israel yang mati dipagut ular. Kita melayani Tuhan sesuai dengan panggilan dan karunia yang sudah Tuhan berikan dan tidak perlu iri hati dengan orang lain. Kita sebagai pelayan Tuhan mau berjalan bersama dan unity dengan satu tujuan yaitu untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan dan memuliakan nama Tuhan. Amin.

By Ps. Nehemia L.

 

Other posts in Monthly Theme:
DIA YESUS SEGALANYA BAGI KITA

DIA YESUS SEGALANYA BAGI KITA

Maret 2018

“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”
Kolose 1:15-16

Pada waktu saya mempersiapkan firman, saya mendapat ayat dalam Mazmur 41:1-4, “Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi ini; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya! Tuhan membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.”
Tujuan dari gereja ini adalah untuk memberkati orang lain, khususnya untuk orang-orang yang kekurangan yang harus kita tolong, terlebih bahagia memberi dari pada menerima. Di bulan Maret ini Tuhan memberikan pesan bahwa Ia adalah segalanya bagi kita.
Kolose 1:15-23, “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia. Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.”
Apa artinya bahwa Tuhan adalah segalanya dalam hidup kita:
1. Bergantung sepenuhnya hanya kepada Tuhan (Mark 10:46-52).
2. Di luar Yesus kita tidak dapat berbuat apa-apa (Yoh 15:5).
3. Kehilangan Tuhan, kita pasti kehilangan segala-galanya (Kej 19:1-29).
Kita bisa mampu dan hebat karena siapa yang kita layani, dan Paulus mengatakan Kristus sebagai kepala dan segala sesuatu dari Dia, dan Paulus juga berkata hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Kita juga sebagai pelayan Tuhan harus mempunyai gaya hidup yang selalu bergantung kepada Tuhan.
Bani Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi adalah pemusik dan penyanyi, mereka mempunyai tugas hanya untuk memuji dan menyembah Tuhan bahkan pada waktu mereka mengalami tekanan.
Maz 42:2-3; 6&12, “2Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 3Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? 6Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! 12Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”
Ini adalah gambaran hidup kita sebagai penyembah Kristus dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, meski dalam hidup sehari-hari pasti ada tekanan. Kalau kita percaya bahwa Ia adalah penolong dan segalanya bagi kita, maka tugas kita adalah seperti rusa yang haus dan rindu dan cepat mencari air, begitu juga pada waktu jiwa kita haus jangan cepat mencari dunia tetapi cepat mencari wajah Tuhan, menyembah dan berharap kepada Tuhan.
Kalau kita di luar Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa, dan kalau dalam hidup kita baik dalam pelayanan dan keluarga tidak menghasilkan buah maka ada yang salah dalam hidup kita. Sebaliknya kalau kita di dalam Tuhan maka hidup kita akan ada perkembangan dan semakin naik/maju.
Kisah Bartimeus yang buta ketika ia mendengar Yesus sedang lewat maka ia berteriak dan memanggil Yesus, meski orang-orang sekitarnya menyuruhnya untuk diam tetapi ia justru berteriak lebih kencang sampai Yesus mendengar dan berkata kepadanya apa yang kamu kehendaki untuk Aku perbuat, dan Bartimeus menjawab agar aku dapat melihat, lalu Yesus menyembuhkan matanya. Bartimeus berseru dan memohon kepada Tuhan karena ia percaya sepenuhnya bahwa Tuhanlah yang sanggup menyembuhkannya.
Tuhan sudah berkata bahwa di akhir zaman akan datang masa yang sukar, dan sekarang bagaimana caranya agar kita berjalan dalam rencana Tuhan dan menjadi berkat bagi keluarga dan orang lain.
1. Menyadari dan Mengerti (1 Kor 1:26-31). Ia membenarkan, menguduskan dan menebus kita.
1 Kor 1:26-30, “Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.”
Kita harus sadar dan rendah hati karena kita ditebus dengan darah yang mahal dan Ia menguduskan serta membenarkan kita, jadi dalam menjalankan hidup baiklah fokus kita tetap kepada Kristus.
2. Mempercayai (Mat 9:27-29; Mark 9:23-24).
Mat 9:27-29, “Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya, Tuhan, kami percaya. Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”
Mungkin kita buta secara rohani atau kita sedang mengalami pergumulan dan sedang menantikan jawaban doa, apakah kita tetap percaya kepada Tuhan? Tuhan mau kita mengerti dan percaya kepadanya bahwa Tuhan pasti menolong kita.
Mengapa kita jatuh sakit? Dalam Mazmur dikatakan karena dosa dan kesalahan sendiri. Mazmur 107:17, “Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka;”
Mark 9:21-24, “Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
Begitu juga dengan keadaan kita, sudah berapa lama kita tetap seperti ini dan tidak berubah? Sudah berapa lama menjadi Kristen dan tidak maju? Sudah berapa lama menjadi pengerja tetapi rumah tangga ribut terus? Tidak ada perkembangan!
3. Melangkah/Bertindak (Mat 8:1-4; Kej 12:4-8).
Mat 8:1-4, “Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.” Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
Pada zaman itu orang yang sakit kusta dijauhi dan pada waktu Yesus melihatnya, Ia berbelas kasihan kepada orang yang sakit kusta tersebut dan Ia menyembuhkannya. Lalu Ia berkata kepada orang tersebut itu untuk pergi kepada imam dan mempersembahkan persembahan yang Musa perintahkan.
Tetapi mengapa Yesus hanya berkata kepada orang yang sembuh dari sakit kusta untuk memberikan persembahan kepada imam tetapi Ia tidak mengatakan hal tersebut kepada orang-orang buta dan sakit lumpuh lainnya untuk memberikan persembahan.
Karena orang yang sakit kusta ini betul-betul mengalami suatu anugerah pertolongan dan kesembuhan yang besar sehingga ia harus mempersembahkan persembahan sebagai bukti bagi mereka, sebagai tanda sudah dikuduskan, dibenarkan dan disucikan.
Kristus sudah menebus kita agar kita yang ‘sakit’ dipulihkan dan disembuhkan sehingga kita memberikan ucapan syukur kepada Tuhan, melangkah dan bertindak dengan iman. Dosa kita sudah diampuni, diberi kemenangan oleh Tuhan sehingga pada waktu kita melayani, kita melayani dengan urapan dan kasih Kristus sehingga jiwa-jiwa dijamah dan diberkati.
Bagaimana? Agar Ia menjadi segalanya dalam hidup kita:
a. Jadikan “Dia” pribadi yang paling berpengaruh dalam hidup kita (Yoh 15:14-15).
b. Dia berhak mendapatkan waktu, tenaga dan perhatian terbaik yang kita miliki (Ibr 11:1-40; 2 Kor 11:23-31).
c. Dia sebagai Raja yang menguasai hati kita (Ef 3:20).
Meski hidup kita berada di titik terendah sekalipun tetap jadikan Tuhan menjadi pribadi yang paling berpengaruh dalam hidupmu, bersyukur kepada Tuhan akan penyertaan-Nya sepanjang hidup kita karena itu berikan waktu dan tenaga yang terbaik kepada Tuhan karena Dia adalah segalanya dalam hidup kita. Amin.

“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”
Kolose 1:15-16

Pada waktu saya mempersiapkan firman, saya mendapat ayat dalam Mazmur 41:1-4, “Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi ini; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya! Tuhan membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.”
Tujuan dari gereja ini adalah untuk memberkati orang lain, khususnya untuk orang-orang yang kekurangan yang harus kita tolong, terlebih bahagia memberi dari pada menerima. Di bulan Maret ini Tuhan memberikan pesan bahwa Ia adalah segalanya bagi kita.
Kolose 1:15-23, “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia. Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.”
Apa artinya bahwa Tuhan adalah segalanya dalam hidup kita:
1. Bergantung sepenuhnya hanya kepada Tuhan (Mark 10:46-52).
2. Di luar Yesus kita tidak dapat berbuat apa-apa (Yoh 15:5).
3. Kehilangan Tuhan, kita pasti kehilangan segala-galanya (Kej 19:1-29).
Kita bisa mampu dan hebat karena siapa yang kita layani, dan Paulus mengatakan Kristus sebagai kepala dan segala sesuatu dari Dia, dan Paulus juga berkata hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Kita juga sebagai pelayan Tuhan harus mempunyai gaya hidup yang selalu bergantung kepada Tuhan.
Bani Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi adalah pemusik dan penyanyi, mereka mempunyai tugas hanya untuk memuji dan menyembah Tuhan bahkan pada waktu mereka mengalami tekanan.
Maz 42:2-3; 6&12, “2Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 3Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? 6Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! 12Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”
Ini adalah gambaran hidup kita sebagai penyembah Kristus dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, meski dalam hidup sehari-hari pasti ada tekanan. Kalau kita percaya bahwa Ia adalah penolong dan segalanya bagi kita, maka tugas kita adalah seperti rusa yang haus dan rindu dan cepat mencari air, begitu juga pada waktu jiwa kita haus jangan cepat mencari dunia tetapi cepat mencari wajah Tuhan, menyembah dan berharap kepada Tuhan.
Kalau kita di luar Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa, dan kalau dalam hidup kita baik dalam pelayanan dan keluarga tidak menghasilkan buah maka ada yang salah dalam hidup kita. Sebaliknya kalau kita di dalam Tuhan maka hidup kita akan ada perkembangan dan semakin naik/maju.
Kisah Bartimeus yang buta ketika ia mendengar Yesus sedang lewat maka ia berteriak dan memanggil Yesus, meski orang-orang sekitarnya menyuruhnya untuk diam tetapi ia justru berteriak lebih kencang sampai Yesus mendengar dan berkata kepadanya apa yang kamu kehendaki untuk Aku perbuat, dan Bartimeus menjawab agar aku dapat melihat, lalu Yesus menyembuhkan matanya. Bartimeus berseru dan memohon kepada Tuhan karena ia percaya sepenuhnya bahwa Tuhanlah yang sanggup menyembuhkannya.
Tuhan sudah berkata bahwa di akhir zaman akan datang masa yang sukar, dan sekarang bagaimana caranya agar kita berjalan dalam rencana Tuhan dan menjadi berkat bagi keluarga dan orang lain.
1. Menyadari dan Mengerti (1 Kor 1:26-31). Ia membenarkan, menguduskan dan menebus kita.
1 Kor 1:26-30, “Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.”
Kita harus sadar dan rendah hati karena kita ditebus dengan darah yang mahal dan Ia menguduskan serta membenarkan kita, jadi dalam menjalankan hidup baiklah fokus kita tetap kepada Kristus.
2. Mempercayai (Mat 9:27-29; Mark 9:23-24).
Mat 9:27-29, “Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya, Tuhan, kami percaya. Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”
Mungkin kita buta secara rohani atau kita sedang mengalami pergumulan dan sedang menantikan jawaban doa, apakah kita tetap percaya kepada Tuhan? Tuhan mau kita mengerti dan percaya kepadanya bahwa Tuhan pasti menolong kita.
Mengapa kita jatuh sakit? Dalam Mazmur dikatakan karena dosa dan kesalahan sendiri. Mazmur 107:17, “Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka;”
Mark 9:21-24, “Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
Begitu juga dengan keadaan kita, sudah berapa lama kita tetap seperti ini dan tidak berubah? Sudah berapa lama menjadi Kristen dan tidak maju? Sudah berapa lama menjadi pengerja tetapi rumah tangga ribut terus? Tidak ada perkembangan!
3. Melangkah/Bertindak (Mat 8:1-4; Kej 12:4-8).
Mat 8:1-4, “Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.” Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
Pada zaman itu orang yang sakit kusta dijauhi dan pada waktu Yesus melihatnya, Ia berbelas kasihan kepada orang yang sakit kusta tersebut dan Ia menyembuhkannya. Lalu Ia berkata kepada orang tersebut itu untuk pergi kepada imam dan mempersembahkan persembahan yang Musa perintahkan.
Tetapi mengapa Yesus hanya berkata kepada orang yang sembuh dari sakit kusta untuk memberikan persembahan kepada imam tetapi Ia tidak mengatakan hal tersebut kepada orang-orang buta dan sakit lumpuh lainnya untuk memberikan persembahan.
Karena orang yang sakit kusta ini betul-betul mengalami suatu anugerah pertolongan dan kesembuhan yang besar sehingga ia harus mempersembahkan persembahan sebagai bukti bagi mereka, sebagai tanda sudah dikuduskan, dibenarkan dan disucikan.
Kristus sudah menebus kita agar kita yang ‘sakit’ dipulihkan dan disembuhkan sehingga kita memberikan ucapan syukur kepada Tuhan, melangkah dan bertindak dengan iman. Dosa kita sudah diampuni, diberi kemenangan oleh Tuhan sehingga pada waktu kita melayani, kita melayani dengan urapan dan kasih Kristus sehingga jiwa-jiwa dijamah dan diberkati.
Bagaimana? Agar Ia menjadi segalanya dalam hidup kita:
a. Jadikan “Dia” pribadi yang paling berpengaruh dalam hidup kita (Yoh 15:14-15).
b. Dia berhak mendapatkan waktu, tenaga dan perhatian terbaik yang kita miliki (Ibr 11:1-40; 2 Kor 11:23-31).
c. Dia sebagai Raja yang menguasai hati kita (Ef 3:20).
Meski hidup kita berada di titik terendah sekalipun tetap jadikan Tuhan menjadi pribadi yang paling berpengaruh dalam hidupmu, bersyukur kepada Tuhan akan penyertaan-Nya sepanjang hidup kita karena itu berikan waktu dan tenaga yang terbaik kepada Tuhan karena Dia adalah segalanya dalam hidup kita. Amin.

“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”
Kolose 1:15-16

Pada waktu saya mempersiapkan firman, saya mendapat ayat dalam Mazmur 41:1-4, “Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi ini; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya! Tuhan membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.”
Tujuan dari gereja ini adalah untuk memberkati orang lain, khususnya untuk orang-orang yang kekurangan yang harus kita tolong, terlebih bahagia memberi dari pada menerima. Di bulan Maret ini Tuhan memberikan pesan bahwa Ia adalah segalanya bagi kita.
Kolose 1:15-23, “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia. Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.”
Apa artinya bahwa Tuhan adalah segalanya dalam hidup kita:
1. Bergantung sepenuhnya hanya kepada Tuhan (Mark 10:46-52).
2. Di luar Yesus kita tidak dapat berbuat apa-apa (Yoh 15:5).
3. Kehilangan Tuhan, kita pasti kehilangan segala-galanya (Kej 19:1-29).
Kita bisa mampu dan hebat karena siapa yang kita layani, dan Paulus mengatakan Kristus sebagai kepala dan segala sesuatu dari Dia, dan Paulus juga berkata hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Kita juga sebagai pelayan Tuhan harus mempunyai gaya hidup yang selalu bergantung kepada Tuhan.
Bani Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi adalah pemusik dan penyanyi, mereka mempunyai tugas hanya untuk memuji dan menyembah Tuhan bahkan pada waktu mereka mengalami tekanan.
Maz 42:2-3; 6&12, “2Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 3Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? 6Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! 12Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”
Ini adalah gambaran hidup kita sebagai penyembah Kristus dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, meski dalam hidup sehari-hari pasti ada tekanan. Kalau kita percaya bahwa Ia adalah penolong dan segalanya bagi kita, maka tugas kita adalah seperti rusa yang haus dan rindu dan cepat mencari air, begitu juga pada waktu jiwa kita haus jangan cepat mencari dunia tetapi cepat mencari wajah Tuhan, menyembah dan berharap kepada Tuhan.
Kalau kita di luar Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa, dan kalau dalam hidup kita baik dalam pelayanan dan keluarga tidak menghasilkan buah maka ada yang salah dalam hidup kita. Sebaliknya kalau kita di dalam Tuhan maka hidup kita akan ada perkembangan dan semakin naik/maju.
Kisah Bartimeus yang buta ketika ia mendengar Yesus sedang lewat maka ia berteriak dan memanggil Yesus, meski orang-orang sekitarnya menyuruhnya untuk diam tetapi ia justru berteriak lebih kencang sampai Yesus mendengar dan berkata kepadanya apa yang kamu kehendaki untuk Aku perbuat, dan Bartimeus menjawab agar aku dapat melihat, lalu Yesus menyembuhkan matanya. Bartimeus berseru dan memohon kepada Tuhan karena ia percaya sepenuhnya bahwa Tuhanlah yang sanggup menyembuhkannya.
Tuhan sudah berkata bahwa di akhir zaman akan datang masa yang sukar, dan sekarang bagaimana caranya agar kita berjalan dalam rencana Tuhan dan menjadi berkat bagi keluarga dan orang lain.
1. Menyadari dan Mengerti (1 Kor 1:26-31). Ia membenarkan, menguduskan dan menebus kita.
1 Kor 1:26-30, “Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.”
Kita harus sadar dan rendah hati karena kita ditebus dengan darah yang mahal dan Ia menguduskan serta membenarkan kita, jadi dalam menjalankan hidup baiklah fokus kita tetap kepada Kristus.
2. Mempercayai (Mat 9:27-29; Mark 9:23-24).
Mat 9:27-29, “Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya, Tuhan, kami percaya. Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”
Mungkin kita buta secara rohani atau kita sedang mengalami pergumulan dan sedang menantikan jawaban doa, apakah kita tetap percaya kepada Tuhan? Tuhan mau kita mengerti dan percaya kepadanya bahwa Tuhan pasti menolong kita.
Mengapa kita jatuh sakit? Dalam Mazmur dikatakan karena dosa dan kesalahan sendiri. Mazmur 107:17, “Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka;”
Mark 9:21-24, “Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
Begitu juga dengan keadaan kita, sudah berapa lama kita tetap seperti ini dan tidak berubah? Sudah berapa lama menjadi Kristen dan tidak maju? Sudah berapa lama menjadi pengerja tetapi rumah tangga ribut terus? Tidak ada perkembangan!
3. Melangkah/Bertindak (Mat 8:1-4; Kej 12:4-8).
Mat 8:1-4, “Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.” Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
Pada zaman itu orang yang sakit kusta dijauhi dan pada waktu Yesus melihatnya, Ia berbelas kasihan kepada orang yang sakit kusta tersebut dan Ia menyembuhkannya. Lalu Ia berkata kepada orang tersebut itu untuk pergi kepada imam dan mempersembahkan persembahan yang Musa perintahkan.
Tetapi mengapa Yesus hanya berkata kepada orang yang sembuh dari sakit kusta untuk memberikan persembahan kepada imam tetapi Ia tidak mengatakan hal tersebut kepada orang-orang buta dan sakit lumpuh lainnya untuk memberikan persembahan.
Karena orang yang sakit kusta ini betul-betul mengalami suatu anugerah pertolongan dan kesembuhan yang besar sehingga ia harus mempersembahkan persembahan sebagai bukti bagi mereka, sebagai tanda sudah dikuduskan, dibenarkan dan disucikan.
Kristus sudah menebus kita agar kita yang ‘sakit’ dipulihkan dan disembuhkan sehingga kita memberikan ucapan syukur kepada Tuhan, melangkah dan bertindak dengan iman. Dosa kita sudah diampuni, diberi kemenangan oleh Tuhan sehingga pada waktu kita melayani, kita melayani dengan urapan dan kasih Kristus sehingga jiwa-jiwa dijamah dan diberkati.
Bagaimana? Agar Ia menjadi segalanya dalam hidup kita:
a. Jadikan “Dia” pribadi yang paling berpengaruh dalam hidup kita (Yoh 15:14-15).
b. Dia berhak mendapatkan waktu, tenaga dan perhatian terbaik yang kita miliki (Ibr 11:1-40; 2 Kor 11:23-31).
c. Dia sebagai Raja yang menguasai hati kita (Ef 3:20).
Meski hidup kita berada di titik terendah sekalipun tetap jadikan Tuhan menjadi pribadi yang paling berpengaruh dalam hidupmu, bersyukur kepada Tuhan akan penyertaan-Nya sepanjang hidup kita karena itu berikan waktu dan tenaga yang terbaik kepada Tuhan karena Dia adalah segalanya dalam hidup kita. Amin.

By Ps. Nehemia L.

 

Other posts in Monthly Theme:
JANGAN LUPAKAN KEBAIKAN TUHAN By Ps. Nehemia L.

JANGAN LUPAKAN KEBAIKAN TUHAN By Ps. Nehemia L.

“Pujilah TUHAN, hai jiwaku!  Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!  Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” 

Mazmur 103:1-2

 

Dalam hidup ini kita akan mengalami yang namanya tekanan-tekanan hidup, dan pada waktu Daud mengalami tekanan, ia dapat berkata kepada jiwanya untuk memuji Tuhan dan jangan lupakan kebaikan Tuhan.

Mazmur 103:1-14, “Dari Daud.  Pujilah TUHAN, hai jiwaku!  Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!  Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!  Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali, TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.  Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan kepada orang Israel.  TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.  Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.  Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.  Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.  Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.”

Kita harus sadar dari mana kita datang, dari mana asal kita pada waktu Tuhan memilih kita.

Mazmur 78:70-72, “Dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, diambil-Nya dia dari antara kandang-kandang kambing domba; dari tempat domba-domba yang menyusui didatangkan-Nya dia, untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya, dan Israel, milik-Nya sendiri.  Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.”

Ada beberapa point yang dapat kita pelajari agar kita tidak lupa akan kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

Bagaimana Supaya Tidak Lupa:

  1. Belajar dari sejarah/pengalaman (Maz 78:1-72).

Maz 78:1-4, “Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku.  Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala.  Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami, kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.”

Tuhan berkata kepada Musa dan bangsa Israel untuk belajar dan sampaikan firman kepada anak-anak mereka agar jangan melupakan ajaran Tuhan.

ayat 11-19, “Mereka melupakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, yang telah diperlihatkan-Nya kepada mereka.  Di hadapan nenek moyang mereka dilakukan-Nya keajaiban-keajaiban, di tanah Mesir, di padang Zoan; dibelah-Nya laut, diseberangkan-Nya mereka; didirikan-Nya air sebagai bendungan, dituntun-Nya mereka dengan awan pada waktu siang, dan semalam suntuk dengan terang api; dibelah-Nya gunung batu di padang gurun diberi-Nya mereka minum banyak air seperti dari samudera raya; dibuat-Nya aliran air keluar dari bukit batu, dan dibuat-Nya air turun seperti sungai.  Tetapi mereka terus berbuat dosa terhadap Dia, dengan memberontak terhadap Yang Mahatinggi di padang kering.  Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka.  Mereka berkata terhadap Allah: “Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun?”

*) Lupa=lepas dari pada ingatan, tidak dipikirkan lagi, tidak sadar, lalai, tidak mengindahkan.

Firman Tuhan katakan jangan lupa memperkatakan Taurat Tuhan dan renungkanlah siang dan malam, dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan beruntung.

ayat 23-25, “sebab mereka tidak percaya kepada Allah, dan tidak yakin akan keselamatan dari pada-Nya.  Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit, menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit; setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.”

  1. Berusaha sungguh-sungguh (2 Pet 1:5-11).

2 Pet 1:5-10, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.  Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.  Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.  Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.  Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.”

Kita berusaha dan mempunyai pilihan untuk melakukan dan memberikan yang terbaik.

  1. Perhatikan “waktu” memilih bagian yang terbaik (Luk 10:38-42).

Seperti halnya Maria telah memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil dari padanya, yaitu mendengar firman Tuhan, seringkali kita lupa dengan Tuhan karena terlalu sibuk dengan berbagai macam perkara.

  1. Fokus (berpusat), konsentrasi (keberanian, keteguhan, keuletan) & berhati-hati

(Ibr 12:1-4).

Kalau kita berfokus pada Tuhan bahwa mujizat akan terjadi maka itu akan terjadi dalam hidupmu.  Apabila kita fokus pada firman Tuhan, meski orang menjelekkan kita, kita tidak akan terpengaruh.  Berbahagialah orang yang fokus dan merenungkan firman Tuhan siang dan malam.

  1. Bertindak hati-hati (Yos 1:7-9).

Tuhan berjanji kepada Yosua bahwa setiap tanah yang dipijak akan menjadi miliknya, seperti halnya Tuhan menyertai Musa begitu juga Tuhan akan menyertai Yosua, tetapi Yosua harus bertindak hati-hati.

Yos 1:7-9, “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.  Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.  Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu?  Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

  1. Disiplin (seorang petani, prajurit, olahragawan; 2 Tim 2:3-7).

Seorang petani sabar menanti hasilnya, seorang olahragawan selalu berlatih dan tidak sembarangan memukul, fokus untuk meraih piala, dan seorang prajurit tidak kuatir akan hidupnya tetapi mengikuti perintah komandan.

  1. Renungkan firman siang dan malam (Maz 1:1-3).
  2. Unity di dalam doa (Kis 4:24-35).

Kis 4:24&29-31, 24Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: “Ya, Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.  29Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.  30Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.” 31Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani”

Pada waktu mereka berdoa bersama-sama, mereka penuh dengan Roh Kudus sehingga ada keberanian untuk memberitakan firman Allah.  Kadangkala di balik masalah itu ada rencana Tuhan, jadi jangan bersungut-sungut atau komplain dulu.  Dalam Roma 8:28 berkata Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah.

  1. Setia menolong orang lemah/miskin (Ams 21:13; 22:9; 28:27). Agar kita tidak pelit atau egois, mulailah menolong orang lain.
  2. Mengucap syukur dalam segala hal & berkorban (1 Tes 5:18).

Apa Yang Membuat Kita Lupa Akan Kebaikan Tuhan:

  1. Merasa nyaman/comfort zone (Dan 5:1-30; Ams 23:29-35).
  2. Kemalasan (Ams 19:15; 12:24; 26:14). Menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, suka menunda-nunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban, hilang motivasi untuk melakukan pekerjaan.
  3. Kebodohan (Ams 16:22; 19:3).
  4. Masa bodoh, tidak berpikir panjang (1 Tim 3:1-4).
  5. Tidak sabar, memberontak (Bil 16:1-35).
  6. Mengandalkan kekuatan sendiri (Yer 17:56).
  7. Mulai hitung-hitungan (Mark 12:43-44). Jangan ukur Tuhan dengan uang.
  8. Kesombongan (Yak 4:6). Menghargai diri sendiri secara berlebihan, congkak, merasa paling hebat, dsbnya.
  9. Berubah setia/duniawi (Yak 4:4; Ams 24:1).

Ini adalah hal-hal yang membuat kita lupa akan kebaikan Tuhan.  Sebagai pelayan Tuhan kita harus hidup kudus, jangan sombong karena kita berasal dari debu tanah dan tetap rendah hati.

Jangan lupa sepanjang tahun 2017, kita sudah pernah ditolong oleh Tuhan, kita harus belajar dari pengalaman tersebut agar memasuki dan berjalan di tahun 2018 ini kita tidak melupakan kebaikan-kebaikan yang sudah Tuhan lakukan.

Biarlah di tahun 2018, tahun New Beginning, buang jauh-jauh keduniawian, kemunafikan, dan kita bertobat bersama-sama, berdoa bersama-sama maka kita akan melihat mujizat Tuhan dan berkat Tuhan yang berlimpah-limpah.  Amin.

 

Other posts in Monthly Theme: