“ Bangkit & Jadi Pemenang “

Home / Weekly Message / “ Bangkit & Jadi Pemenang “
“ Bangkit & Jadi Pemenang “

1 Timotius 6:12
“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi”

Saat seseorang percaya & menerima Yesus sebagai Juruselamat hidupnya, hal tersebut merupakan awal dari kehidupannya dalam iman kepada Tuhan. Setelah itu Ada proses “transformasi” yang harus dijalani yaitu menanggalkan manusia lama menjadi manusia baru. Proses pembentukan ini di dapat dari tantangan, ujian & perjuangan hidup. Tuhan menjanjikan kemenangan melalui ini semua bila kita percaya dan tetap kuat pegang janjiNya.

Bangkit adalah berdiri tegak, yang berarti bangkit dari mindset yang salah dan hidup dalam jati diri sebagai murid Kristus. Janganlah mudah mundur kerohanian kita, saat hidup tidak seperti yang kita harapkan. Bila kita hidup menderita karena kebenaran & keyakinan kita diuji oleh keadaan dunia saat ini yang bersifat membunuh semangat iman kita, dan kita mengalami kekalahan/kegagalan, inilah waktunya untuk bangkit & menjadi pemenang. Tuhan menentukan kita menjadi seorang pemenang bukan seorang pecundang. Amsal 24:16 “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana”. Seorang pemenang bukan berarti tidak pernah mengalami kegagalan/kejatuhan/kesalahan, tetapi bagaimana ia tidak pernah berhenti mencoba untuk bangkit & bangkit lagi. Semangat seorang pemenang harus mengikuti proses pengorbanan, ketekunan, disiplin & tahan uji (Roma 5:3-5).

Mereka yang konsisten dalam doa, pujian, penyembahan & merenungkan Firman akan mempunyai energi lebih banyak untuk berjalan dalam kehidupan & tidak mudah menyerah. Karena itu dibutuhkan latihan & latihan. Berlatih bukan sekedar energi kuat saja, tetapi juga melatih cara meresponi, bersikap dan karakter. Sikap kekristenan dibentuk oleh hubungan dengan Kristus.

Hidup orang percaya adalah pertandingan iman, siapa yang bertekun dalam ketaatan, kesetiaan & melakukan kebenaran Firman adalah seorang pemenang. Seorang pemenang tidak mau hidup diperhamba dosa lagi. Orang yang sering jatuh dalam dosa itu merupakan hamba dosa. Melalui pengorbanan Yesus di kayu salib, hidup kita tidak lagi ada di bawah kutuk dosa. Oleh kasih karuniaNya, kita dilepaskan dari dosa & dijadikan sebagai pemenang. Jangan pernah berbuat dosa lagi, tetapi hiduplah di dalam “Roh”. Mari bangkit dari setiap keterpurukan & miliki sikap sebagai seorang pemenang.

Contoh dalam Alkitab:
Pada waktu Yosua menggantikan Musa untuk masuk & merebut Tanah Perjanjian, Tuhan berpesan kepada Yosua : “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.” (Yosua 1:7-9)

Berarti supaya kita menjadi pemenang, maka yang harus dilakukan adalah:
1. Kuatkan & teguhkan hati.
2. Bertindak hati-hati sesuai Firman.
3. Jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri.
4. Perkatakan Firman & renungkan siang malam.

Karena itu kita harus terus berjaga-jaga, waspada & menang dalam mengatasi semua usaha licik iblis, dengan menggunakan seluruh perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:14-18). Bukan hanya menjadi pemenang, kita bisa menjadi lebih dari pemenang. Mengapa di hadapan Tuhan, kita lebih dari pemenang? Karena kita bukan sekedar masuk dalam pertandingan tetapi masuk dalam peperangan (bahkan area yang tak terlihat), seperti:
1. Diri sendiri: Musuh terbesar seseorang adalah diri sendiri (keinginan daging, keinginan mata & keangkuhan hidup). Sebelum masuk dalam pertandingan, seseorang harus dapat mengatasi dirinya dengan penguasaan diri (Amsal 16:32). Pelatihan sangat dibutuhkan dalam kehidupan rohani, supaya memiliki energi rohani yang kuat, mental (keadaan batin, watak, kejiwaan dalam menghadapi sesuatu) yang kuat & karakter (cara berpikir & berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu) Kristus.
2. Area peperangan yang tak nampak (alam roh): Lebih dari pemenang karena area peperangan bukan hanya menghadapi apa yang tampak mata/jasmani, tetapi juga area spiritual/alam roh (Efesus 6:12).
3. Siasat iblis: Firman Tuhan telah mengungkapkan/membeberkan secara jelas semua cara kerja iblis sehingga kita bisa waspada. Semua tipuan iblis, karakter iblis & maksud tujuan iblis telah dibongkar melalui Firman Tuhan. Sebab itu, Firman Tuhan merupakan kunci-kunci kemenangan bagi kita (Lukas 4:13 & Efesus 4:27)

Kemenangan bukan lagi sekedar sebagai suatu kemungkinan, melainkan suatu kepastian karena di dalam Tuhan ada jaminan kemenangan itu (Roma 8:31). Mazmur 27:6
Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN. Efesus 6:10-12, “Akhirnya hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”

Jadilah umat pemenang, bahkan lebih daripada pemenang. Iblis adalah musuh yang sudah kalah & pasti dikalahkan untuk selamanya. Jangan tertipu dengan mulut besarnya yang suka berdusta, menipu & mendakwa; karena iblis sudah dikalahkan oleh Yesus Kristus Tuhan melalui pengorbananNya di kayu salib untuk menebus kita dari ikatan dosa & cengkraman iblis. Bersama Tuhan maka kita akan menjadi pemenang, asalkan kita ada di pihak Tuhan.
Amsal 9:10
“Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian”.