MUJIZAT YANG MEMBAWA PERTOBATAN

Home / Weekly Message / MUJIZAT YANG MEMBAWA PERTOBATAN
MUJIZAT YANG MEMBAWA PERTOBATAN

Mujizat adalah intervensi Allah terhadap hukum alam, yang dilakukan-Nya untuk menyatakan kasih dan pertolongan serta menyatakan kemuliaan-Nya kepada mereka yang kepadanya mujizat itu dilakukan. Mujizat pastinya adalah hal yang luar biasa dan pada umumnya menarik perhatian, sebab tidak sedikit orang yang berharap dan berdoa untuk mendapatkannya. Akibatnya orang senang dengan mujizat untuk menerima sesuatu yang instan atau sekedar menjadi penonton suatu hiburan rohani (entertainment). Akan tetapi seharusnya kehendak Tuhan melakukan mujizat agar orang mengalami pertobatan dan percaya bahwa Tuhan itu ada; Tuhan itu baik; dan Tuhan berkuasa untuk menolong.
Pertobatan menurut Alkitab adalah tindakan di mana manusia berbalik kepada Tuhan dan menyadari dosa-dosa mereka untuk tidak hidup dalam dosa lagi. Namun tidak sedikit orang yang masih berbuat dosa yang sama setelah bertobat (katanya). Hal ini menunjukkan bahwa pertobatannya bukanlah pertobatan sejati! Kita tidak membutuhkan mujizat sebagai alasan utama untuk bertobat, karena pertobatan seharusnya muncul dari dalam hati, bukan kelihatan dari luar, atau sesuatu yang dapat kita saksikan.
Kita dapat melihat karya Tuhan dari Alkitab.
1. Perjalanan Bangsa Israel dari Mesir Menuju Kanaan
Di sepanjang perjalanan itu, bangsa Israel banyak sekali mengalami pertolongan Tuhan, antara lain:
o Air laut Teberau yang terbelah menjadi dua bagian sehingga bangsa Israel bisa berjalan melewatinya dan terhindar dari kejaran tentara Mesir. (Keluaran 14:21-22)
o Kasut (alas kaki) yang mereka kenakan selama puluhan tahun tidak menjadi rusak. Bila dibandingkan dengan kondisi sekarang, untuk perjalanan selama 40 tahun berapa banyak kasut yang diperlukan oleh satu orang? Mungkin 10 sampai 15 pasang.
o Tuhan memberikan kepada bangsa Israel air yang terpancar dari gunung batu, menurunkan ‘hujan’ Manna (roti dari sorga) untuk dimakan, serta menurunkan ‘hujan’ burung-burung bersayap seperti pasir di laut. (Mazmur 78:20, 24, 27).
Tetapi tetap saja hati bangsa Israel tegar tengkuk dan memberontak kepada Tuhan.
2. Dalam Pelayanan Tuhan Yesus
Dalam Matius 11:20 dinyatakan:
“Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya.”
Ada 6 macam mujizat kesembuhan yang disebutkan pada Matius 11:5. Hari ini begitu banyak orang yang bergantung kepada kesembuhan. Tetapi setelah disembuhkan, mereka pun terhilang.
Yesus mengecam kota-kota itu karena Dia telah banyak melakukan mujizat di sana, tetapi orang di sana tetap tidak peduli dan tidak mempraktekkan Firman Tuhan di dalam kehidupan mereka.
3. Dalam Pelayanan Para Rasul
Kisah Para Rasul 8:18-25 menceritakan kisah Simon sang penyihir, meskipun telah melihat tanda mujizat dan mendengar berita Injil melalui Filipus dan juga kedua rasul, yaitu Petrus dan Yohanes, ia ternyata tidak benar-benar mengerti bagaimana bertobat yang sejati.
Bagaimana dengan orang-orang zaman sekarang? Kelihatannya kondisinya tidak jauh berbeda. Sekalipun tidak semua orang dapat kita samakan, berapa banyak orang-orang yang telah berulang kali mengikuti KKR Pemulihan, melihat dan mengalami mujizat kesembuhan luka batin, hati bapa, gambar diri, berulangkali maju ‘altar call’, didoakan dan jatuh rebah, namun dalam kesehariannya tidak juga menunjukkan pertobatan yang sejati. Bertobat hanya sebatas perasaan pada saat dilawat.
PRINSIP, TUJUAN DAN MAKSUD MUJIZAT TUHAN
1. Membuka Pintu Pertobatan
Mujizat itu mempunyai tujuan mengarahkan dan menunjukkan siapakah Yesus itu. Tujuannya adalah untuk mengarahkan orang menjadi percaya kepada Yesus, Mesias, Anak Allah yang berkuasa, dan memimpin orang itu untuk mengalami keselamatan dengan beriman kepada-Nya. Jangan pandang mujizat sebagai tujuan akhir yang membuat hidup lebih mudah, tidak kekurangan, bebas dari masalah dan kesulitan, mentas dari penderitaan dan sakit kita. Atau mengharapkan mujizat sehingga keinginan-keinginan dunia terpenuhi seperti mengingini rumah atau mobil mewah sekalipun secara finansial tidak mampu.
2. Mujizat itu harus memimpin kita kepada Siapa yang melakukannya, itu yang penting. Apa gunanya orang itu mendapatkan mujizat, tetapi pengalaman mujizat itu tidak menghasilkan pengenalan yang benar mengenai siapa Yesus?
Kiranya kita semakin mengerti bagaimana meletakkan karya mujizat Allah di dalam hidup kita masing-masing. Kita berdoa kepada-Nya karena Ialah Sang Pembuat Mujizat itu dan kita memohon pengenalan kita akan Allah menjadi lebih dalam dan Nama-Nya menjadi agung dan mulia dalam hidup kita.
3. Menunjukan Kuasa Tuhan atas Hukum Alam Semesta
Mujizat adalah sesuatu pekerjaan atau perbuatan yang ajaib dan mengandung kuasa yang tidak dapat dikerjakan menurut hukum alam, sebagai cara untuk memperlihatkan kuasa tangan Allah!
Mujizat diadakan dengan maksud untuk memperlihatkan kekuasaan Allah, untuk menetapkan Keilahian Kristus, dan untuk menempelak ketidakpercayaan dan sifat sombong orang. Ia berkuasa atas alam semesta, Ia berkuasa atas setan-setan, Ia berkuasa atas penyakit dan kematian.
4. Mujizat Ada dalam Rencana Keselamatan
Mujizat memimpin orang kepada iman yang menyelamatkan. Matius 8-9 mencatat kekaguman orang banyak memuji Yesus karena mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya, namun belum tentu menghasilkan iman yang menyelamatkan.
Karena melihat mujizat, kalau pakai bahasa sekarang: banyak menjadi followers Yesus, “likes”-nya banyak. Tetapi orang yang sama dengan mudah juga menjadi “un-followers” Yesus. Mujizat menyebabkan orang-orang nge-fans kepada Yesus, ikut-ikutan, tetapi mereka tidak mau menjadi murid-murid Yesus Kristus yang sungguh dan sejati.
Salah satu contoh yang sangat ironis adalah kota Kapernaum, tempat atau pusat pelayanan dimana Yesus melakukan banyak sekali mujizat di situ, namun sekalipun mereka menyaksikan berbagai macam mujizat, tetapi mereka tidak percaya dan menyembah Dia.
Dalam Lukas 10:13-15 Yesus mengecam mereka yang telah menyaksikan dan menikmati kuasa dan mujizat Yesus dengan berlimpah, tetapi hati mereka tetap menolak dan tidak percaya kepada-Nya. Mereka telah menyia-nyiakan anugerah dan kesempatan yang ada untuk menyambut dan menerima Anak Allah itu dan menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat bagi hidup mereka.
Alkitab memperlihatkan sekalipun seseorang itu secara personal mengalami mujizat, belum tentu orang itu mengalami iman yang menyelamatkan. Hal yang sama bisa terjadi kepada orang yang terlibat langsung melakukan mujizat di dalam pelayanannya, sekalipun dia juga diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengusir setan dengan memakai nama Tuhan Yesus, sekalipun dia melakukan doa penyembuhan dengan memakai nama Tuhan Yesus, tidak otomatis menjadikan orang itu memiliki iman yang menyelamatkan.
Jadi sangatlah penting untuk memiliki pandangan yang benar tentang mujizat, supaya kehidupan rohani kita semakin kuat yaitu pengenalan akan Kristus Sang Pembuat Mujizat. Sesungguhnya mujizat itu akan membawa seseorang kepada pertobatan, mengenal Yesus sebagai Tuhan yang berkuasa atas alam semesta dan menuntun kita kepada iman yang menyelamatkan. Tuhan Yesus menyertai senantiasa! Maranatha!!

image source: https://www.facebook.com/BalmOfGileadRadio/posts/matthew-115-kjv-the-blind-receive-their-sight-and-the-lame-walk-the-lepers-are-c/2691765067768709/