“THE YEAR OF A NEW DIMENSION”

Home / Devotional Blog / “THE YEAR OF A NEW DIMENSION”
“THE YEAR OF A NEW DIMENSION”

Kita baru saja memasuki tahun 2020. Saya tidak tahu keadaan Saudara di tahun 2019, tetapi apapun keadaan Saudara, Saudara harus tahu bahwa Tuhan Yesus sangat mengasihi Saudara. Karena itu dari mulut kita hanya keluar puji-pujian, “Yesus, Engkau baik sungguh baik sangat baik. Kasih-Mu tak berkesudahan. Kasih-Mu kekal selamanya.” Tuhan Yesus baik, Dia sungguh baik dan sangat baik kepada kita semua. Amin!
Kali ini kita memasuki tahun yang baru disambut dengan hujan yang luar biasa. Terjadi banjir di mana-mana, tetapi sebetulnya saya ingin beritahu Saudara, hujan itu berbicara tentang berkat. Kita bisa belajar tentang banjir yang luar biasa. Sebenarnya berkat itu ada yang merusak kita, tetapi ada juga berkat yang membuat kita menjadi baik. Amin!
Memasuki tahun 2020 Tuhan memberikan tema: “TAHUN 2020, TAHUN DIMENSI YANG BARU! THE YEAR OF A NEW DIMENSION!” Mari perkatakan bersama saya, “Tahun 2020, Tahun Dimensi yang Baru! Tahun 2020, Tahun Dimensi yang Baru!”
Memang selain itu, sesuai dengan kalender Ibrani, kita juga sedang memasuki tahun 5780 yang disebutkan dengan Tahun Pey. ‘Pey’ itu artinya 80 yang digambarkan dengan sebuah mulut. Sejak beberapa waktu yang lalu Tuhan selalu berpesan kepada kita tentang mulut.
2 Korintus 4:13 Rasul Paulus berkata, “Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.”
Saudara, memasuki tahun ini Tuhan memberitahu kepada saya, “Kamu ajar jemaat agar banyak memperkatakan Firman Tuhan karena percaya.” Kalau Saudara memperkatakan Firman Tuhan karena percaya, maka akan terjadi seperti apa yang Saudara katakan itu. Amin! Kita percaya; karena itu harus berkata-kata. Dan ini pesan Tuhan buat kita semua! Mari saya akan mengajak kita semua untuk membaca Firman Tuhan bersama-sama:
1. Ratapan 3:22-23, “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”
Saudara, tiap pagi saya perkatakan ini karena saya percaya, “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi besar kesetiaan-Mu!” Karena itu, berdasarkan ayat ini kita harus percaya bahwa tahun 2020 akan lebih baik dari pada tahun 2019. Mengapa? Sebab kasih Tuhan selalu baru tiap pagi, kasih Tuhan selalu baru tiap minggu, kasih Tuhan selalu baru tiap bulan, kasih Tuhan selalu baru tiap tahun! Mari perkatakan bersama saya, “Karena itu saya percaya, tahun 2020 akan lebih baik daripada tahun 2019!” Amin!
2. Mazmur 118:8, “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.”
Keadaan Saudara akan lebih baik kalau Saudara berlindung dan berharap kepada Tuhan ketimbang berlindung atau berharap kepada manusia. Jadi kalau Saudara berharap dan berlindung kepada Tuhan, keadaan Saudara akan lebih baik.
Kalau kita membaca dari Yesaya 40:30-31, “Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Di situ dikatakan bahwa kepada orang yang berharap kepada Tuhan akan mendapat satu kekuatan yang baru untuk memasuki tahun 2020. Kita berlari dan tidak menjadi lesu. Kita berjalan dan tidak menjadi lelah dan kekuatan baru yang Tuhan berikan melebihi kekuatan daripada orang-orang muda. Amin!
Saya tidak tahu keadaan Saudara pada tahun 2019, mungkin ada yang lesu, berharaplah kepada Tuhan! Kalau Saudara berharap kepada Tuhan, masuk tahun 2020 Saudara berlari pun tidak akan menjadi lesu, berjalan tidak akan menjadi lelah sebab Tuhan memberikan kekuatan kepada kita melebihi kekuatan anak-anak muda. Amin!
3. Mazmur 37:23-24, “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.”
Saudara, orang yang berkenan kepada Tuhan itu adalah orang yang berharap kepada Tuhan. Jadi kalau kita berharap kepada Tuhan, kita adalah orang yang berkenan. Dan janji Tuhan, “Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya, apabila ia jatuh tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya.” Jadi, orang yang berkenan kepada Tuhan bisa jatuh ke dalam bermacam-macam masalah. Tetapi janji Tuhan, “Boleh jatuh, tapi tidak sampai tergeletak, sebab tangan Tuhan akan menopang tangan kita!” Karena itu, jadilah orang yang berharap kepada Tuhan. Amin!
4. Yeremia 17:7-8, “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.”
Saudara yang dikasihi Tuhan, bukan rahasia lagi akan terjadi krisis ekonomi. Sudah diprediksikan akan terjadi krisis ekonomi dan terjadi kekeringan, tetapi orang yang berharap kepada Tuhan, mau kering, badai, salju atau apa saja, itu tidak akan merusak hidupnya. Amin!
5. Mazmur 42:6, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”
Saya tidak tahu keadaan Saudara hari ini, adakah di antara Saudara seperti apa yang dikatakan Firman ini? Engkau tertekan dan gelisah, “Bagaimana menghadapi tahun 2020?” Mungkin tertekannya sudah sejak tahun 2019, tetapi di sini Tuhan memberitahu kita, “Masuk tahun 2020, bagi Saudara yang tertekan jiwanya, gelisah di dalam diri Saudara, berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” Ini adalah petunjuk!
Bagaimana berharap kepada Tuhan? Ciri orang yang berharap kepada Tuhan adalah dia selalu mengucap syukur di dalam segala hal.
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki oleh Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu!” (I Tes 5:18)
Apakah Saudara mengerti arti dari mengucap syukur? Mengucap syukur itu artinya kita setuju apa yang Tuhan berikan kepada kita; baik enak maupun tidak enak menurut kita. Karena setuju, maka kita mengucap syukur. Dan Saudara akan lihat, bagi orang yang seperti ini kegelisahan dan tekanan yang terjadi itu akan sirna. Amin!
Bersambung minggu depan…
Khotbah Bapak Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo JCC, 5 Januari 2020

image source: https://www.mainstreetumc.org/sermon-book/2-corinthians/