“MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK KEDATANGAN TUHAN YESUS KEMBALI”

Home / Devotional Blog / “MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK KEDATANGAN TUHAN YESUS KEMBALI”
“MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK KEDATANGAN TUHAN YESUS KEMBALI”

Waktu berjalan begitu cepat, dan dengan tidak terasa kita sudah berada di bulan terakhir dari tahun 2019. Pada bulan Desember ini biasanya kita merayakan Natal, demikian juga dengan tahun ini kita merayakan Natal.
Natal berbicara tentang kasih Allah yang luar biasa kepada umat manusia. Yohanes 3:16 dengan jelas berkata,
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Biasanya kalau kita merayakan Natal banyak warna hijau dan merah. Warna merah itu melambangkan tentang darah Yesus. Tuhan Yesus mati buat kita semua, darah-Nya tercurah! Tanpa itu kita tidak akan selamat, itu adalah kasih Allah yang luar biasa. Alkitab dengan jelas berkata, “Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, upah dosa adalah maut” (Roma 3:23; 6:23)
Mati kekal selama-lamanya, dan tempatnya itu di mana? Di NERAKA! Untuk itulah Tuhan Yesus lahir ke dalam dunia ini! Untuk menyelamatkan Saudara dan saya, Tuhan Yesus harus mati dengan penderitaan yang luar biasa. Sekujur tubuhnya penuh dengan luka-luka, Tuhan Yesus bermandikan darah…darah…darah! Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa! Itu adalah kasih Allah yang luar biasa bagi kita semua.
Warna hijau melambangkan sebuah pohon. Biasanya sejenis cemara; jenis pohon yang meskipun ada badai topan, salju atau kekeringan, warnanya tetap hijau. Itu melambangkan kasih Allah yang seperti itu bagi Saudara. Saya tidak tahu keadaan Saudara hari ini, mungkin keadaan Saudara seperti pohon yang diterpa badai. Saudara mengalami badai topan atau kekeringan dan kesakitan, tetapi ingat bahwa kasih Tuhan Yesus kepada Saudara dan saya itu tetap dan tidak berubah. Tuhan Yesus mengasihi Saudara! Apa pun yang terjadi dalam hidupmu, ketahuilah satu hal bahwa Tuhan Yesus sangat-sangat mengasihi Saudara!
Pada waktu Tuhan Yesus lahir ke dalam dunia ini, ada 4 peristiwa yang penting yang mengajar kita tentang apa yang harus kita lakukan untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus. Kalau pada waktu itu tentang menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang pertama ke dalam dunia ini, maka hari-hari ini kita sedang menantikan kedatangan Tuhan Yesus untuk kali yang kedua, yang waktunya sudah tidak lama lagi. Kita akan melihat apa yang terjadi 2000 tahun yang lalu ketika Tuhan Yesus lahir ke dalam dunia.
EMPAT PERISTIWA PENTING PADA WAKTU KELAHIRAN TUHAN YESUS
Ada 4 peristiwa yang terjadi ketika Tuhan Yesus lahir ke dalam dunia ini, yaitu:
1. KETAATAN
Ketika para gembala sedang berada di padang menjaga domba-dombanya, tiba-tiba mereka didatangi oleh malaikat.
“Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” (Lukas 2:10-12)
Saya mau bertanya kepada Saudara, kalau Saudara sebagai gembala yang di padang itu dan tiba-tiba didatangi malaikat seperti itu, kira-kira apakah Saudara mengerti yang dimaksudkan? Saya percaya kita tidak sepenuhnya mengerti. Demikian juga dengan para gembala pada waktu itu; mereka tidak sepenuhnya mengerti, tetapi satu hal yang yang kita pelajari adalah bahwa mereka percaya dengan tidak ragu-ragu. Mereka taat kepada perintah Tuhan dan mereka berangkat untuk menjumpai Sang Juruselamat, Yesus Kristus Tuhan di kota Daud, di Betlehem. Saudara, ini berbicara tentang KETAATAN.
2. DOA, PUJIAN DAN PENYEMBAHAN BERSAMA-SAMA DALAM UNITY SIANG DAN MALAM
Setelah malaikat memberitahu para para gembala seperti itu, “Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (Lukas 2:13-14)
Itulah peristiwa yang kedua yang berbicara tentang doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam. Ini berbicara tentang Prinsip Pondok Daud. Katakan bersama saya, “Doa, pujian, penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam!”
3. SUJUD MENYEMBAH DIA
Ketika orang Majus datang menemui Sang Juruselamat, Yesus Kristus Tuhan, mereka sujud menyembah. Katakan bersama saya, “Sujud menyembah!” mereka tahu menempatkan diri dan memuliakan Tuhan.
4. MEMPERSEMBAHKAN EMAS, KEMENYAN DAN MUR
Orang Majus itu membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Mari katakan bersama saya, “Mempersembahkan emas, kemenyan dan mur kepada Tuhan Yesus!”
Empat peristiwa ini saya percaya adalah tuntunan Tuhan yang harus kita kerjakan sekarang di dalam menantikan kedatangan Tuhan Yesus untuk kali yang kedua.
Pertama adalah KETAATAN
Para gembala di padang itu taat bukan karena mengerti, mereka tidak sepenuhnya mengerti namun mereka taat. Gereja ini ada karena visi yang diberikan oleh Tuhan 30 tahun yang lalu, di mana setiap tahun Tuhan memberikan tuntunan-Nya. Dan saya mau beritahu Saudara bahwa kebanyakan atau hampir semua visi yang Tuhan berikan kepada saya itu, awal mulanya saya tidak mengerti, tetapi yang saya lakukan hanya taat! Mengapa? Karena saya percaya! Saudaraku, bagian kita itu bukan harus mengerti dulu baru menjalankan, tetapi karena kita percaya. Itulah iman! Saudara yang dikasihi Tuhan, ini yang penting yaitu kita harus beriman.
Kedua adalah DOA, PUJIAN, PENYEMBAHAN BERSAMA-SAMA DALAM UNITY SIANG DAN MALAM
DNA gereja kita adalah Restorasi Pondok Daud. Bukan suatu kebetulan Tuhan memberikan itu. Awalnya kita tidak tahu mengapa Tuhan mempersiapkan umat-Nya yang di tempat ini selama 30 tahun lebih untuk terus-menerus masuk dalam doa, pujian dan penyembahan. Ternyata Tuhan akan bicara tentang Pentakosta Ketiga.
Kalau kita melihat: Pentakosta Pertama di kamar loteng dimulai dengan doa, pujian, penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam. Pentakosta Kedua di Azusa Street dimulai dengan doa, pujian, penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam Demikian juga dengan Pentakosta yang Ketiga, ini adalah yang terakhir dan ini juga dimulai dengan doa, pujian, penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.
Ketiga adalah SUJUD MENYEMBAH DIA
Penyembahan bisa diterjemahkan dalam arti sempit dan arti luas.
Penyembahan dalam arti yang sempit berbicara tentang kita masuk dalam hadirat Tuhan, kita merasakan hadirat Tuhan. Sering dalam ibadah seperti ini saya katakan, “Ayo, kita menyembah Tuhan. Angkat tangan Saudara. Ayo, berbahasa roh!” Begitu kita berbahasa roh, ada yang berkata, “Haleluya….!” dan kita merasakan hadirat Tuhan, kita masuk dalam hadirat Tuhan.
Tetapi penyembahan dalam arti yang luas berbicara tentang apa pun yang kita lakukan kalau itu tujuannya untuk menyenangkan hati-Nya Tuhan, itu artinya seperti kita sedang bersujud menyembah Dia. Amin!
Keempat adalah MEMPERSEMBAHKAN EMAS, KEMENYAN DAN MUR
Katakan bersama saya, “Mempersembahkan emas, kemenyan dan mur kepada Tuhan Yesus!” Saudara, kalau kita melihat emas, kemenyan dan mur; di Alkitab itu menandakan sesuatu yang berharga. Marilah kita persiapkan hati yang taat, dalam doa, pujian dan penyembahan, sujud menyembah dengan mempersembahkan Excellent Sacrifice bulan ini karena kita mengasihi Dia.

image source: https://watchusplaygames.wordpress.com/2012/12/24/photo-of-the-day-christ-mas-tree-luke-213-14-have-a-very-merry-christmas-eve-2012/