MENCIPTA BERSAMA ALLAH DENGAN MULUT KITA

Home / Devotional Blog / MENCIPTA BERSAMA ALLAH DENGAN MULUT KITA
MENCIPTA BERSAMA ALLAH DENGAN MULUT KITA

“Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah”.
1 Korintus 3:9
1. Manusia Adalah Ciptaan Tuhan Yang Tertinggi Dan Unik
Manusia diciptakan dalam gambar dan rupa Allah, lebih mulia dari semua ciptaan yang lain, karena Tuhan mau kita menjadi kawan sekerja Allah. Tidak ada makhluk lain yang diberi akal budi dan suara untuk dapat mencipta selain manusia.
Manusia bukan seperti hewan, hanya dinilai dari fungsinya saja untuk diperjual belikan dan menjadi milik tuannya. Pada masa perbudakan dahulu inilah yang dilakukan manusia yang memperbudak sesamanya. Namun kita sudah dimerdekakan dan tidak bisa menggunakan penilaian tersebut untuk membandingkan nilai seseorang individu dengan individu lainnya.
Terkandung di dalam keunikan individu tersebut terdapat pengertian yang tersembunyi mengenai kreativitas manusia. Kejadian 1:26-28 menunjukkan bahwa pemberian otoritas atas dunia ini ialah supaya manusia menjadi rekan sekerja Allah di dalam ‘menaklukkan’ dan ‘mengusahakannya’ sehingga kehendak Allah terjadi di atas muka bumi ini dan bumi semakin hari semakin serupa dengan gambaran sorga.
Memang kata ‘menciptakan’ di dalam Alkitab hampir secara eksklusif dikenakan kepada Tuhan. Di dalam bahasa Ibrani kata ‘bara’ berbicara tentang mengadakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Tetapi ketika menciptakan manusia, Tuhan menggunakan ‘asah’ yang berarti membentuk (shape) seperti di dalam kesenian tanah liat. Bagian dari gambar dan rupa Allah di dalam diri manusia ialah sama seperti Allah mengerahkan seluruh daya cipta yang ada di dalam dirinya di dalam ‘membentuk manusia’ yang berasal dari tanah liat, demikian pula manusia bisa mengerahkan seluruh daya ciptanya untuk menguasai bumi (tanah liat) yang telah dipercayakan Tuhan kepadanya.
Sebagai contoh; manusia adalah satu-satunya makhluk yang perlu memasak makanannya. Di dalam keadaan ekstrim manusia bisa saja bertahan hidup dengan memakan apa-apa yang disediakan oleh alam secara mentah, tetapi hanya manusia yang menggunakan akal budi untuk mencipta penemuan api untuk memasak makanannya dst nya.
2. Hanya Kepada Manusia Allah Menaruh Roh-Nya
Alkitab menyatakan bahwa:“Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.” (Amsal 20:27)
Fungsi roh inilah yang menghubungkan alam kediaman Allah yaitu sorga dengan bumi di mana manusia hidup. Dengan fungsi roh inilah manusia bisa ‘berimajinasi’ melihat hal-hal yang belum ada dan berusaha untuk mewujudkannya. Bagi orang non Kristen, fungsi ini hanya terbatas sebagai kegiatan jiwani saja. Kita bisa melihat benda-benda abstrak dan menggabungkannya menjadi suatu benda yang baru, contoh yang sangat jelas; dari dahulu orang sudah tahu apa itu kata ‘inter’; Internasional, interdenominasi, interlokal dan lain sebagainya. Kata jaring (net) sudah dikenal orang dari dahulu, bola jaring (net ball, network jaringan kerja), tetapi orang tidak pernah memikirkan kalau dua kata ini dijadikan satu, antara ‘inter’ dan ‘net’ menjadi sesuatu dunia yang baru dengan segala kemungkinan yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Bagi orang Kristen hal ini berfungsi lebih jauh lagi. Tuhan memberikan kita kemampuan untuk melihat hal-hal yang ada di dalam alam sorgawi dan menjadikannya nyata di dalam alam jasmani.
Contohnya: Abraham dalam Perjanjian Lama. (Ibrani 11:15-16)
Dengan melihat kedua dasar tersebut kita mengerti sekarang bahwa kita disebut rekan sekerja bersama Tuhan karena kita juga bisa menciptakan hal-hal yang Tuhan kehendaki di atas muka bumi ini:
a. Kita Mencipta Dengan Pilihan-pilihan Kita
Manusia hidup di dalam ‘waktu’. Kita memiliki masa lalu, masa kini dan masa depan. Masa lalu sudah lewat dan tidak bisa diubah, masa depan belum tiba dan masih berupa kemungkinan. Ada banyak ‘kemungkinan-kemungkinan’ yang bisa terjadi sebagai hasil dari suatu peristiwa. Masa kini adalah proses di mana kita bisa menciptakan kemungkinan mana dari sekian banyak kemungkinan yang ada.
Daud berdoa meminta Tuhan untuk menguji hatinya (Mazmur 26:2). Permintaan Daud ini sebenarnya adalah sesuatu yang janggal secara teologis. Jika Tuhan adalah maha tahu dan mengetahui segala kemungkinan di masa depan, buat apa kita meminta Dia untuk menguji hati kita? Di sinilah letak keindahan teologi Kristen. Bahwa kemaha-tahuan Tuhan tidak berarti Ia berkuasa 100% menentukan hasil di masa depan.
b. Kita Menciptakan Dengan Perkataan Yang Diberdayakan Oleh Iman
Sama seperti Allah menciptakan segala sesuatu dengan Firman-Nya, demikian juga kita diberi kehormatan untuk mengucapkan segala sesuatu yang belum kelihatan dan membuatnya menjadi nyata di dalam dunia ini. Di sini bukan berarti kita betul-betul seperti Tuhan yang menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Kita melakukan prinsip yang tertulis dalam Ibrani 11:1.
Pepatah Latin ‘Ora Et Labora’ (Berdoa dan Bekerja) sebenarnya harus diterjemahkan berdoa sebelum bekerja, atau pekerjaan yang pertama adalah berdoa. Di dalam doalah kita sedang mengucapkan dan membentuk hal yang ingin kita lihat menjadi nyata di atas muka bumi ini. Doa adalah blue print dari pekerjaan kita. Ketika roh manusia dipulihkan oleh Yesus di dalam kelahiran baru, kemampuan untuk menerima download dari sorga kembali berfungsi.
c. Kita Mencipta Dengan Cara Memultiplikasikan Diri Dan Karakter Kita Ke Dalam Diri Orang Lain
Pernahkan kita berpikir tentang apa yang membedakan ‘ciptaan’ manusia dengan ciptaan Tuhan? Manusia menciptakan barang yang memiliki fungsi tetapi tidak memiliki kehidupan. Tuhan menciptakan makhluk-makhluk hidup (hewan dan tumbuhan) yang tidak hanya memiliki fungsi tetapi memiliki kemampuan untuk berkembang biak, sehingga bisa memenuhi bumi.
Ada satu hal istimewa yang diberikan kepada murid-murid Kristus yaitu mereka dapat mencipta dengan cara memultiplikasikan diri mereka pada kehidupan orang lain. Prinsip inilah yang dipakai oleh Tuhan Yesus di dalam memuridkan murid-murid-Nya. Yesus mengajar, berkhotbah dan mementor murid-murid dengan tujuan menjadikan mereka seperti Yesus. Pola itu juga yang Tuhan inginkan untuk diteruskan oleh murid-murid-Nya lakukan. Ketika seorang murid memuridkan orang lain, artinya murid itu sedang mencipta (murid-murid lain).
3. Hasil Ciptaan Kita Memuliakan Allah
Mandat umum yang diberikan Allah kepada manusia untuk menguasai dan menata bumi serta mengelolanya bagi kemuliaan Tuhan tetap berlaku sesudah kejatuhan manusia dalam dosa. Setelah manusia diusir keluar dari taman Eden, manusia mulai membuat kota-kota.
Kejadian 4:20-22 mencatat profesi-profesi awal yang dikerjakan oleh manusia yaitu mendirikan kemah, memelihara ternak, menciptakan alat-alat musik dan industri logam. Mulai dari saat itu, kota menjadi latar belakang yang sangat signifikan di dalam menceritakan sejarah keselamatan Tuhan. Kita melihat motif perbandingan antara kota Allah (Zion) yang melambangkan persekutuan Allah dan umat ketebusan-Nya; dikontraskan dengan kota buatan manusia (Sodom dan Gomora/Babel) yang melambangkan kesombongan dan kemandirian manusia yang ingin memisahkan diri dari Allah. Jika sejarah keselamatan mencatat asal mula manusia diciptakan di dalam sebuah taman mengapa tidak dikatakan bahwa di ujung proses keselamatan manusia dikembalikan ke dalam taman?
Alkitab mencatat bahwa sejarah keselamatan akan berujung di sebuah kota yang bernama Yerusalem Baru (Wahyu 21:2, 10, 26). Apakah yang dimaksud dengan “kekayaan dan hormat bangsa-bangsa”? Ini berbicara mengenai hasil-hasil produksi terbaik yang bisa diberikan oleh pembagian bangsa-bangsa yang diciptakan oleh Tuhan sendiri. Karakteristik bangsa-bangsa secara tidak langsung menunjukkan sebagian dari daya cipta yang luar biasa dari dalam diri Tuhan.

Sifat seperti itu kemudian diterjemahkan menjadi daya cipta yang di dalam masyarakat modern tercermin di dalam branding-branding dan etos budaya yang melekat kepada hasil produk bangsa tersebut. Karena kejatuhan manusia ke dalam dosa, maka seringkali sifat-sifat itu dipakai untuk membangun indetitas nasional yang berdasarkan keangkuhan. Dapatkah dibayangkan jika orang-orang ketebusan dari tiap-tiap bangsa ini mengerahkan daya cipta terbaik mereka menjadi suatu karya yang memuliakan Tuhan dan memberkati umat manusia lainnya? Di dalam Yerusalem Baru semuanya ini akan dibawa masuk untuk memuliakan Tuhan.

MULUT KITA MENGELUARKAN DOA-DOA
POKOK DOA YANG HARUS KITA DOAKAN
Ada beberapa pokok doa yang harus kita doakan pada hari-hari ini:
1. Berdoa untuk Indonesia dan gereja-gereja di Indonesia
2. Berdoa untuk penginjilan di bangsa-bangsa.
3. Berdoa untuk pemimpin bangsa-bangsa. Dalam membuat keputusan-keputusan dengan takut akan Tuhan.
4. Berdoa untuk Penuaian Jiwa Besar-besaran “Waktunya tidak lama…” dan setelah itu Tuhan Yesus datang!
5. Berdoa untuk Generasi Yeremia. Anak-anak muda yang berkobar dalam Api Roh Kudus, cinta mati-matian kepada Tuhan Yesus, tidak kompromi terhadap dosa dan akan melayani bangsa ini seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Doakan, doakan!
6. Doa Bapa Kami
Tuhan mengajar untuk berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus dalam “Doa Bapa Kami”, “Datanglah Kerajaan-Mu…Your Kingdom come! Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga!” Pada saat Saudara berdoa, “Datanglah Kerajaan-Mu…”, maka artinya: Saudara sedang berdoa untuk mujizat, kesembuhan, pemulihan, pertobatan, keselamatan. Sebab pada waktu Kerajaan Allah datang, hal-hal itu itu akan terjadi dan itu memang dikehendaki oleh Tuhan Yesus.
Saudara berdoa untuk kedatangan Tuhan Yesus kembali, karena kita merindukan kedatangan-Nya. Saudara mari kita berdoa, “Datanglah Kerajaan-Mu…”. Mungkin ada di antara Saudara yang tidak berdoa seperti itu, tetapi saya minta agar setiap hari Saudara mendoakan itu. Ada berapa banyak yang mau berjanji mulai hari ini, “Tuhan, saya mau berjanji untuk berdoa setiap hari, “Datanglah Kerajaan-Mu…” Ayo, benar-benar kita lakukan! Hal ini juga dilakukan oleh jemaat mula-mula di mana mereka selalu berkata, “Maranatha…Maranatha…Tuhan, datanglah!” Sampai kata ‘Maranatha’ ini dipakai sebagai salam kalau bertemu seorang dengan yang lain. Dan juga untuk berdoa sungguh-sungguh bagi kedatangan Tuhan Yesus.
Karena itu, Saudara yang merindukan kedatangan Tuhan Yesus pasti menginginkan Injil Kerajaan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa. Amin! Dan Tuhan Yesus memberikan Amanat-Nya kepada kita, yaitu:
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:19-20
Ada berapa banyak yang berkata, “Tuhan, saya mau menjadikan semua bangsa murid Tuhan Yesus”? Kita harus menginjil dan bersaksi di mana saja kita berada. Saksikan tentang kebaikan Tuhan dan saya percaya pada saat itu Saudara akan diberi nyanyian baru oleh Tuhan. Memang kita tidak bisa melakukan semua itu dengan kekuatan sendiri, tetapi Tuhan sudah sediakan Roh Kudus. Hari-hari ini Tuhan mau kita menyelesaikan Amanat Agung Tuhan Yesus. Karena itu Tuhan Yesus mencurahkan Roh-Nya yang luar biasa pada zaman now yang kita sebutkan dengan Pentakosta Ketiga. Saya percaya; dengan Pentakosta Ketiga – Amanat Agung Tuhan Yesus akan selesai
Tuhan menciptakan manusia segambar dan serupa dengan Dia sendiri, termasuk dalam kemampuan untuk mencipta. Dengan bimbingan Firman dan Roh Kudus, manusia yang sudah ditebus dari dosa dapat menciptakan segala sesuatu yang pada akhirnya dipersembahkan bagi kemuliaan Tuhan. Amin.

image source: http://www.dailythanks.org/2014/08/1-corinthians-2-3.html