ACTIVATE YOUR FAITH

Home / Devotional Blog / ACTIVATE YOUR FAITH
ACTIVATE YOUR FAITH

ACTIVATE YOUR FAITH
“Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” Roma 1:17
Tema bulan ini adalah Aktifkan iman kita (Activate your faith). Activate itu berarti mengaktifkan sesuatu yang tadinya tertidur sekarang dibangkitkan, yang tadinya pasif menjadi aktif, yang tadinya tidak berfungsi jadi berfungsi.
Titik awal kekristenan kita adalah iman dan titik akhir dari kekristenan kita juga iman. Kita semua percaya kepada Yesus, tetapi apakah kita sudah hidup oleh iman? Memiliki sesuatu bukan berarti kita menggunakan sesuatu secara aktif. Sesuatu mungkin saja kita simpan dan menjadi sesuatu yang tidak berguna. Di dalam Alkitab dikatakan tanpa iman tidak mungkin kita berkenan kepada Allah, karena itu kita harus memiliki iman yang hidup, yang aktif dan berfungsi. Iman tanpa perbuatan adalah mati.
Kadang kita kecewa dan mundur dari Tuhan karena merasa iman tidak berguna. Apakah benar seperti demikian? Iman adalah sauh jiwa kita. Ada banyak kepercayaan di dunia pada hal-hal yang keliru. Jesus adalah satu-satunya yang kekal dan benar. Bila kita letak kan sauh jiwa kita terikat kepadaNya, maka kita tidak akan goyah. Langit dan bumi akan lenyap, namun Firman Tuhan tinggal tetap. Segala sesuatu di dunia akan tergoncang namun Kerajaan Allah tidak tergoncangkan.
Jesus is the author and the finisher of our faith. Bila kita mengawali pengenalan kita akan Tuhan dengan iman, terus hidup oleh iman sampai garis akhir. Pada akhirnya Yesus akan bertanya: “Apakah akan Aku temui iman di bumi. Ibrani 11:6, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”
Tanpa iman, hati kita akan di isi dengan ketakutan, keraguan, kebimbangan. Orang yang bimbang tidak akan memperoleh apa-apa dari Tuhan dan tanpa iman tidak bisa hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Bila iman begitu penting untuk keberhasilan, kebahagiaan bahkan keselamatan seseorang sudah seharusnya kita menyadari tanpa iman kita tidak dapat memperoleh apa-apa dari Tuhan.
Beberapa minggu ini di alam roh ada hal-hal yang membuat orang sedih dan lemah lesu, lalu saya bertanya kepada Tuhan: “Apa yang sedang terjadi?” Ini yang sedang dialami oleh orang-orang, kejenuhan, kelelahan, rutinitas kemalasan dan tidak bergairah sehingga asal-asalan dan hanya sekedar melakukan rutinitas karena memikirkan diri sendiri. Mari kita setia dengan perkara kecil! Ini adalah suatu latihan iman. Seperti bagian tubuh kita harus dilatih seperti otot, otak demikian juga iman dalam hati kita.
How faith works? Faith works by love. Faith without love doesn’t work.
Yohanes 21:1-14, Pada saat Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias, Simon Petrus kembali “mencari ikan” bersama Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. “Mereka berangkat naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang n dan di atasnya ikan dan roti. Kata Yesus kepada mereka: “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.” Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.”
Sebelum Tuhan Yesus ditangkap, Simon Petrus pernah berkata bahwa ia tidak akan meninggalkan Yesus, tetapi Yesus berkata bahwa ia akan menyangkal Yesus 3 kali. Meski Simon Petrus menganggap dirinya setia tetapi pada saat ketakutan karena dirinya merasa terancam, Petrus ternyata tidak setia. Seseorang akan terlihat siapa dirinya yang sebenarnya pada waktu ujian itu datang.
Pada waktu ia melihat Yesus disiksa, iman Petrus tergoncang sehingga pada waktu orang menanyakan bahwa ia adalah murid Yesus hatinya takut dan tidak ada keberanian sehingga Petrus menyangkal Yesus.. Petrus menyesal dan sedih telah menyangkal guru yang di kasihinya. Pada saat titik terendah dalam kehidupan Simon Petrus, ia kembali menjadi nelayan mencari ikan, karena itu adalah pekerjaannya sebelum ia mengikut Yesus. Nelayan adalah pegangan hidupnya.
Di saat itu Tuhan Yesus datang dengan penuh kasih dan menguatkan iman mereka. Ia mengajak murid-murid-Nya untuk makan bersama, itu adalah saat di mana kasih Yesus itu begitu nyata. Tuhan adalah kasih, Tuhan mendemonstrasikan kasih-Nya di atas kayu salib, tetapi Tuhan tahu pada waktu kita membutuhkan-Nya, Dia akan datang dengan ‘roti dan ikan’.
Pada saat kita kehilangan pegangan seperti Petrus dan murid-murid yang lain. Kecenderungan kita adalah kembali pada comfort zone, kebiasaan lama, gaya hidup yang lama, hidup tanpa iman pada Yesus tetapi pada hal-hal lain dan tidak terkait dengan Yesus. Mari aktifkan iman kita, pada saat kita jenuh, bosan, kosong pilih hidup oleh iman dan terus bergerak maju dengan keyakinan iman pada Yesus. Ini adalah setia dengan perkara kecil, maka Tuhan akan percayakan perkara yang besar yaitu harta yang kekal.
Yohanes 21:15-17, “Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Seperti Yesus mengasihi Simon Petrus demikian juga Yesus mengasihi saya dan saudara semua. Pada saat kita berpaling padanya dengan iman, Yesus akan menyediakan apa yang kita perlu dan memberi tanggung jawab, pekerjaan, pelayanan dlsbnya. Sesuai dengan kehendakNya.
Di dalam perjalanan melayani Tuhan tidak selalu penuh dengan bunga dan kemuliaan, ada banyak waktu-waktu pergumulan. Pada saat terendah, Tuhan Yesus baik dan setia menyediakan apa yang saya perlukan. Saya tidak akan pernah lupa di tahun 2008, saya mengalami beban yang begitu berat, banyak menangis sampai saya mengambil puasa selama 6 bulan, di saat itupun Yesus menguatkan saya seperti saat awal melayani Tuhan di tahun 1989.
Dia berkata: “Hai anak-Ku, Aku masih sama, Tuhan yang sama, Tuhan yang telah memilih engkau. Mazmur 139:1-16 membuat saya terus setia dan bertekun sampai hari ini. Terus berkorban, terus berjuang, terus melayani dan semakin saya menyadarinya kekuatan batiniah di bentuk olehNya. Biarlah hari ini kita diingatkan kembali akan kasih Yesus kepada kita karena kita sudah dipanggil dengan panggilan yang mulia. God gives us the higher calling. Jangan mundur dan jangan ragu akan Tuhan, tetapi tetap setia. Di waktu tititk terendah dalam hidup kita, Tuhan akan menampakkan diri dan berkata: “Aku bersamamu”.
Tanpa pengorbanan tidak ada jiwa-jiwa, Yesus harus mati di atas kayu salib berkorban bagi kita, tetapi bagaimana dengan respon kita? Kita meresponi dengan iman percaya, lalu di dalam perjalanan itu ada banyak tantangan dan rintangan yang membuat kita menjadi lemah. Dengan kemampuan kita sendiri kita tidak sanggup ikut Tuhan tetapi pada waktu kita mau sungguh-sungguh ikut Tuhan, mungkin ada yang mau menarik kita untuk kembali ke dunia. Tetap kuat bertahan Bersama Tuhan dan tidak kompromi dengan dunia.
Hari ini Yesus berkata: “Kasih karunia-Ku cukup bagimu. Kamu dipanggil untuk panggilan yang mulia. Setialah!” Tuhan mencari hamba yang setia. Dengan iman kita dapat berkata: “Ya Tuhan, saya terima kasih karunia-Mu.”
How to Activate Your Faith:
1. Receive the grace, the mercy and the love of Jesus Christ in your heart. Do not be discouraged and do not be weary. Because God’s provision is sufficient for you.
2. Doa, Pujian dan Penyembahan. Dengan iman kita memuji Tuhan untuk sesuatu yang belum kita lihat.
Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Bangsa Israel mengelilingi tembok Yerikho, mereka melakukannya dengan pujian dan dengan segenap hati dan sekuat tenaga memuji Tuhan dan tembok Yerikho itu roboh.
Kalau saudara sudah menikmati kasih Tuhan, saudara akan bangkit dan memuji Tuhan dengan sekuat tenaga, dengan iman percaya kita akan meraih janji-janji Tuhan. Pujian dan penyembahan kita bukan sekedar menyanyi dan menghabiskan waktu tetapi karena kita sudah mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan merayakan kebaikanNya. Amin.
Ringkasan kotbah Ps. Juliana July 2019

image source: https://bessg.wordpress.com/2015/09/30/the-righteous-will-live-by-faith/