THE YEAR OF NEW BIRTH

Home / Devotional Blog / THE YEAR OF NEW BIRTH
THE YEAR OF NEW BIRTH

“Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.” Yesaya 43:19
Pesan Tuhan untuk tahun ini adalah tentang The Year of New Birth; sesuatu yang lahir baru jadi semua baru dan di dalam hati kita baru.
Apa arti pengurapan dan mengapa kita perlu diurapi:
1. Pengudusan. Kita dikuduskan dan diurapi serta menerima kuasa sehingga kita mendoakan orang sakit dan yang sakit disembuhkan.
Keluaran 40:9-16, “Kemudian kauambillah minyak urapan dan kauurapilah Kemah Suci dengan segala yang ada di dalamnya; demikianlah harus engkau menguduskannya, dengan segala perabotannya, sehingga menjadi kudus. Juga kauurapilah mezbah korban bakaran itu dengan segala perkakasnya; demikianlah engkau harus menguduskan mezbah itu, sehingga mezbah itu maha kudus. Juga kauurapilah bejana pembasuhan itu dengan alasnya, dan demikianlah engkau harus menguduskannya. Kemudian kausuruhlah Harun dan anak-anaknya datang ke pintu Kemah Pertemuan dan kaubasuhlah mereka dengan air. Kaukenakanlah pakaian yang kudus kepada Harun, kauurapi dan kaukuduskanlah dia supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku. Juga anak-anaknya kausuruhlah mendekat dan kaukenakanlah kemeja kepada mereka. Urapilah mereka, seperti engkau mengurapi ayah mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku; dan ini terjadi, supaya berdasarkan pengurapan itu mereka memegang jabatan imam untuk selama-lamanya turun-temurun.” Dan Musa melakukan semuanya itu tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, demikianlah dilakukannya.”
Markus 6:10-13, “…….. Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.”
2. Mempersembahkan Korban.
Bilangan 7:1-2, “Pada waktu Musa selesai mendirikan Kemah Suci, diurapinya dan dikuduskannyalah itu dengan segala perabotannya, juga mezbah dengan segala perkakasnya; dan setelah diurapi dan dikuduskannya semuanya itu, maka para pemimpin Israel, para kepala suku mereka, mempersembahkan persembahan. Mereka itu ialah para pemimpin suku yang bertanggung jawab atas pencatatan itu.”
Dalam Roma 12:1, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
Kalau dalam Perjanjian Lama mempersembahkan kambing domba dan dalam Perjanjian Baru kita dikuduskan dan kita mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan.
3. Kemuliaan Tuhan Turun.
Keluaran 40:34-35, “Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci, sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci.”
Kisah 16:25-26, “Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.”
Pada waktu kita diurapi, kemuliaan Tuhan turun maka doa dan apa yang kita rindukan diberikan oleh Tuhan, dan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ada keberanian untuk bersaksi dan memberitakan Injil.
Kisah 4:31, “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”
4. Tuhan Menuntun Umat-Nya.
Keluaran 40:36-38, “Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah. Tetapi jika awan itu tidak naik, maka merekapun tidak berangkat sampai hari awan itu naik. Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.”
Matius 28:18-20, “Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Apa yang harus dipersiapkan:
1. Cinta (Ul 6:5; 1 Kor 13:4-8; Ef 3:18; Kis 10:34-36). Artinya suka dan sayang sekali, terpikat.
Pada waktu kita lahir kembali, Tuhan sangat mengasihi kita dan tidak mau kita kembali ke dunia. Tuhan mau kita sungguh-sungguh mengasihi Dia. Karena itu firman Tuhan katakan kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu.
Ibrani 4:12 katakan “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”
Ini adalah suatu gambaran dalam hidup kita seperti buah apel dan dikatakan dari buahnyalah kamu akan mengenalnya. Buah apel ini berbeda model dan rasanya tetapi tetap buah apel, begitu juga kita akan bertemu dengan banyak orang yang sifat dan karakternya berbeda. Kita tidak tahu bagus atau busuk di dalamnya. Allah melihat hati kita.
Buah apel yang baru saya potong ini tadi di luarnya ada benjolan dan ‘luka-luka’ tetapi di dalamnya bagus, kadangkala kita melihat orang lain jelek tetapi perbuatannya itu baik, dan ada juga buah apel yang kelihatannya bagus di luar tetapi di dalamnya busuk. Kita pandang orang lain dengan kacamata Tuhan, melihat dengan kasih dan melihat bahwa mereka juga perlu diselamatkan.
Kisah 10:34, “Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesunguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.”
Dulu hidup kita tidak karuan tetapi pada waktu kita lahir baru/born again, kita harus berdampak dan melihat orang lain dengan kacamata Tuhan.
2. Prioritas (Matius 6:33). Artinya yang didahulukan, diutamakan. Tuhan mau agar Dia menjadi prioritas dalam hidup kita.
3. Disiplin (Daniel 6:11).
Daniel 6:11, “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”
Orang yang diurapi Tuhan, bukan hanya orang yang cinta Tuhan mati-matian tetapi orang yang disiplin, ikut peraturan dan tata tertib, semuanya dipersiapkan dengan baik. Daniel mencari Tuhan dan melakukan seperti yang ia biasa lakukan.
4. Berkorban (Luk 6:38; Ams 3:9-10).
Orang yang berkorban adalah orang yang mengerti hati Tuhan, mengerti anugerah yang Tuhan berikan kepadanya.
Kita semua harus memberikan persembahan sulung di awal tahun, yaitu penghasilan bulan Januari yang diberikan di bulan Februari. Berdoa kepada Tuhan agar Tuhan memampukan kita untuk melakukannya.
Amsal 3:9-10, “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”
Penghalang/ Tidak bisa “Melahirkan” apa-apa:
1. Bersungut-sungut (Bil 14:26-30; 1 Kor 10:10). Artinya menceritakan hal-hal yang negatif, menggerutu, perkataan terus-menerus karena rasa dongkol. Mulai hari ini stop bersungut-sungut karena sangat berbahaya.
2. Kesombongan (Yak 4:6). Orang yang sombong suka merendahkan orang lain.
3. Hidup dalam kedagingan (Gal 5:19-21). Kita harus buang jauh-jauh kedagingan, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Banyak anak Tuhan susah melayani dan sulit bergerak/tidak bebas karena masih terikat dengan keinginan daging seperti perselisihan, amarah dan iri hati, dll.
4. Tidak menghormati pemimpin (Bil 12:1-6). Sudah tidak ada rasa hormat terhadap pemimpin, terhadap suami atau isteri.
Ingat kita melayani Raja di atas segala raja, jadi kita harus mempunyai sikap hormat terhadap Raja. Biarlah di tahun 2019 ini, semua penghalang di atas terlepas dalam nama Tuhan Yesus.
Yang harus dipegang setelah lahir baru:
a. Tetap berlindung pada Tuhan (Maz 118:8).
Mazmur 118:8-9, “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.”
Kalau engkau sudah lahir baru, engkau juga harus melahirkan orang lain dalam dunia mereka supaya mereka juga menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, lahirkan sesuatu yang baru dengan cara tetap berlindung kepada Tuhan dan jangan mengandalkan kekuatan sendiri.
b. Ia pasti muncul/lahir (Hosea 6:3).
Hosea 6:3, “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”
c. Ia berikan damai sejahtera (Yoh 14:27).
Damai sejahtera yang Tuhan berikan tidak sama dengan yang dunia berikan dan damai sejahtera ini hanya ada dalam Yesus Kristus Tuhan.
Yohanes 14:27, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
d. Berlaku setia (1 Kor 10:13).
1 Korintus 10:13, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
Kalau engkau mengalami banyak tantangan, itu tidak akan melebihi kekuatanmu, jangan mundur tetapi maju terus dan berlaku setia, sebab Allah setia. Di tahun 2019, anak-anak Tuhan akan dipulihkan dan diberkati berlimpah-limpah, akan ada pertumbuhan jiwa-jiwa, ada mujizat dan ada terobosan.
e. Percayalah sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil (Luk 1:37).
Pada waktu malaikat datang kepada Maria dan mengatakan bahwa ia akan melahirkan seorang anak, dan Maria berkata bagaimana mungkin karena ia belum bersuami dan malaikat Tuhan katakan bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Kita akan melahirkan banyak anak-anak rohani, melahirkan jiwa-jiwa untuk kemuliaan nama Tuhan, seisi keluarga kita melayani Tuhan, kita akan melihat bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
Ringkasan kotbah Monthly Theme by Ps. Nehemia Lolowang

image source: https://www.bible.com/bible/42/ISA.43.19.CPDV
Other posts in Weekly Message: