YESUS LAHIR KE DUNIA MU

Home / Weekly Message / YESUS LAHIR KE DUNIA MU
YESUS LAHIR KE DUNIA MU

Setiap natal kita merayakan kelahiran Yesus, biarlah Natal kali ini kita merayakan Yesus lahir ke dunia orang-orang di sekitarmu.  Yesus dilahirkan oleh perawan Maria, yang dikenal sebagai seorang perempuan muda yang hidup saleh dan kudus.  Maria calon mempelai yang ber tunangan dengan Yusuf.  Bukan kebetulan Gereja adalah calon mempelai Kristus yang juga harus hidup kudus dan saleh.  Suatu hari malaikat Allah ber kata kepada Maria, bahwa ia akan mengandung seorang anak yang di beri nama ‘Tuhan beserta kita’ atau “Immanuel”.  Maria mengandung oleh Roh Kudus. 

Tuhan Yesus ber pesan kepada murid-murid sebelum terangkat ke surga untuk menantikan Roh Kudus.  Pada saat Roh Kudus turun atas mereka, gereja lahir.  Demikian juga setiap orang percaya yang di penuhi Roh Kudus sedang mengandung seorang Juruselamat bagi dunia orang lain.

Pada waktu seseorang belum mengenal Yesus, orang tsb. hidup dalam kegelapan seperti keadaan orang pada jaman sebelum Yesus lahir.  Kemudian Maria mengandung oleh Roh Kudus melahirkan Yesus, seorang juru selamat bagi dunia.  Demikian juga orang percaya jaman ini menerima api Roh Kudus, api penginjilan untuk melahirkan (to deliver) Yesus ke dunia orang yang masih hidup dalam kegelapan.

Maria terkejut dan berkata, bagaimana mungkin? Lalu malaikat menjawab, “sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil” Lukas 1:37.  Perhatikan respons Maria pada waktu itu dalam Injil Lukas 1:38, “sebenarnya aku ini hamba Tuhan, jadilah pada ku seperti perkataanmu.”

KELAHIRAN GENERASI YEREMIA

Siapa yang dimaksudkan dengan Generasi Yeremia? Kalau kita berbicara tentang Generasi Yeremia, maka kita harus lihat siapa Yeremia itu. Mari kita baca bersama Yeremia 1:5-10,

“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.”

Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.” Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.

Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.”

Yeremia adalah nabi muda. Ada yang memperkirakan Yeremia berumur antara 20 – 30 tahun pada waktu dia dipanggil.

Jadi pada waktu dipanggil dia berkata, “Tuhan, aku masih muda dan tidak pandai berkata-kata. Itu yang sudah tua-tua yang hebat-hebat, Tuhan.” Mungkin ada yang seperti ini di antara Saudara, “Saya masih muda, itu yang lebih tua saja yang disuruh berkata-kata.” Tetapi Tuhan berkata, “Hei, jangan berkata bahwa engkau masih muda. Aku akan pakai engkau! Aku suruh kemana engkau pergi, berkata-katalah seperti apa yang Aku katakan kepadamu.”

Kemudian Tuhan menaruh kata-kata di mulut Yeremia dan dia mulai bernubuat dan Saudara tahu apa yang terjadi? Dia berkata-kata tentang sesuatu yang tidak populer pada waktu itu. Jadi berita-berita yang populer justru di-counter olehnya karena Tuhan yang menyuruh. Pada waktu itu nabi-nabi berkata, “Kamu berbuat dosa? Oh tidak apa-apa. Sudahlah…beres! Tidak ada hukuman. Damai…damai…semua damai.” Bertolak belakang dengan apa yang Yeremia disuruh katakan oleh Tuhan. Yeremia disuruh berkata, “Kalau tidak bertobat, engkau akan dihukum! Ada penghukuman yang akan terjadi buat bangsa Israel kalau engkau tidak bertobat!”

Saudara, ada satu kontradiksi dan mereka lebih percaya kepada omongan nabi-nabi pada waktu itu daripada perkataan Yeremia. Tetapi kalau kita lihat akhirnya apa yang dikatakan Yeremia, itulah yang terjadi. Mereka ditawan ke Babel selama 70 tahun di sana. Itu terjadi karena mereka tidak bertobat! Dan apa akibatnya? Yeremia dianiaya, dia mau dibunuh, dimasukkan perigi dan di penjara. Itulah Yeremia! Generasi Yeremia adalah generasi yang seperti ini. Yang merasa Generasi Yeremia katakan, “Amin!”

Kalau saya dengar amin-nya itu agak lemas, tetapi saya tahu bahwa ini memang bukan kekuatan Saudara, tetapi Roh Kudus akan pakai engkau! Roh Kudus akan turun dan Saudara tidak akan berkata dengan lemas, “Amin….. Ah Tuhan, saya masih muda….” No! Sebab Tuhan akan langsung berkata, “Aku berikan perkataan-Ku dalam mulutmu. Engkau akan pergi! Engkau tidak akan takut!”

Dan Saudara akan melawan apa yang tidak benar hari-hari ini seperti berita-berita, “Oh kamu berbuat dosa? Tidak apa-apa! Pokoknya kamu kenal Tuhan Yesus, sudah percaya ya? Kalau berbuat dosa…dosa…dosa…dosa, lalu mati tapi percaya….masuk Sorga!”

Sekarang artinya ‘percaya’ itu apa? Percaya itu artinya menuruti perkataan atau perintah Tuhan Yesus. Masa mau berbuat dosa? Itu bukan orang percaya! Namun itulah yang terjadi hari-hari ini. Tetapi saya percaya Saudara akan berkata, “NO!” Kalau engkau berbuat dosa…dosa…dan dosa serta tidak ada penyelesaian dan tidak pernah minta ampun, masuk neraka! Saudara akan bicara seperti itu! Tentang LGBT, free-sex, narkoba, Saudara akan tegas berbicara dan Saudara sebagai Generasi Yeremia yang muncul, ini adalah generasi yang tidak berkompromi terhadap dosa. Dan Generasi Yeremia ini yang akan membuat ‘masalah’ terhadap Gereja. Gereja akan dijungkir-balikkan! Orang yang main-main hari-hari ini akan disapu oleh Generasi Yeremia sebab mereka tidak ada kompromi. Dan ini adalah anak-anak muda yang mungkin ada yang belasan tahun usianya dimana mereka tidak takut dan tidak bisa dibeli. Mereka akan bicara apa yang Tuhan suruh bicara. Itulah Generasi Yeremia dan saya percaya itu adalah Saudara!

Saudara, saya percaya akan terjadi kegerakan yang luar biasa dan saya lihat setiap kali ada kegerakan, Tuhan pasti kasih lagunya. Lagu ini Tuhan berikan kepada Ibu Kristin:

Ada panggilan Allah, ada panggilan Tuhan atas bangsaku.

Ada panggilan Allah, ada panggilan Tuhan ‘tuk generasiku.

Sebelum Yesus datang, ada panggilan–Mu atas hidupku

Ini aku Tuhan, utuslah aku sampai generasiku dis’lamatkan

Siapa yang umurnya 40 tahun ke bawah? Mari bangkit berdiri, ini pertama-tama buat Saudara. Saya mau bertanya kepada Saudara, apakah Saudara siap dibentuk oleh Tuhan untuk menjadi Generasi Yeremia? Yang membentuk adalah Roh Kudus dan bukan karena kita mau; melainkan karena Roh Kudus menunjuk Saudara, yaitu anak muda! Apakah Saudara siap diutus oleh Tuhan? Amin!

Kemudian generasi yang lebih tua dari ini; apa yang kita kerjakan? Saudara, orang tua mendapat mimpi. Jadi kita mendapat mimpi untuk terjadinya hari ini dan kita dorong mereka. Tetapi kalau Saudara berkata, “Sampai generasiku dis’lamatkan…” berarti masing-masing kita, misalnya Generasi X, Generasi Milenial, Generasi Baby Boomer dan Generasi Silent, mempunyai tugas “Sampai generasiku dis’lamatkan!”. Amin

Khotbah Bapak Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo