MASA PANTEKOSTA

Home / Devotional Blog / MASA PANTEKOSTA
MASA PANTEKOSTA

Di dalam tradisi Yahudi, ada 7 hari raya yang di rayakan oleh umat Yahudi. Beberapa hari raya harus dirayakan di Yerusalem (pertemuan kudus), seperti Paskah, hari raya Tujuh Minggu (Pantekosta) dan hari raya Pondok Daun.
Pada akhir pelayananNya di bumi, Yesus pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah bersama dengan orang-orang Yahudi lainnya. Orang Yahudi merayakan Paskah sebagai peringatan akan Tuhan membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir, yang dilambangkan dengan penumpahan darah anak domba Paskah (Keluaran 12). Kemudian, Yesuspun menjadi Anak Domba Paskah (1 Cor 5:7), yang menumpahkan darahNya untuk membebaskan umat manusia dari perbudakan dosa melalui kematianNya di kayu salib.
Kejadian ini berlangsung pada saat banyak orang Yahudi berkumpul di Yerusalem untuk merayakan Paskah. Banyak dari mereka yang berteriak, “Salibkan Dia!” (Yohanes 19:15, Kis 2:23). Tiga hari kemudian, pada hari Minggu, sewaktu berlangsungnya Hari Raya Buah Sulung (Im 23:10-11), Yesus bangkit dari maut. Yesus menjadi yang pertama di antara orang percaya yang bangkit dari maut (1 Kor 15:20,23).
Lima puluh hari kemudian, orang-orang Yahudi yang sama kembali ke Yerusalem untuk merayakan Hari Raya Tujuh Minggu (Im 23:17). Orang Yahudi yang berasal dari Yunani menyebut Hari Raya Tujuh Minggu sebagai “Pentakosta” yang artinya 50, atau tujuh minggu dari Paskah. Untuk orang Yahudi, hari raya Pentakosta diadakan untuk memperingati hasil panen. Dan lagi, orang Yahudi menghubungkan hari raya Tujuh Minggu dengan hari dimana Taurat diberikan kepada Israel di gunung Sinai. Orang Yahudi sering mengacu kepada hari Pentakosta sebagai “simchat torah” atau sukacita Taurat. Ribuan tahun lalu, Allah memberikan Taurat kepada bangsa Israel, tetapi pada hari itu, Tuhan juga memberikan berkat surgawi yang lain kepada semua manusia: pencurahan Roh Kudus bagi semua orang.
Ketika pencurahan Roh Kudus pertama kali terjadi kepada 120 murid Tuhan Yesus yang berkumpul di ruang atas di Yerusalem, sesuatu yang mencengangkan kota Yerusalem terjadi. Dimulai dengan suara angin keras yang menyebabkan banyak orang di Yerusalem datang berkerumun untuk mencari tahu sumber suara angin tersebut (Kis 2:6). Lalu lidah-lidah api hinggap pada murid-murid, dan mereka mulai menceritakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah di dalam bahasa-bahasa yang dapat dimengerti oleh orang-orang Yahudi dari segala bangsa yang pada saat itu sedang berkumpul di Yerusalem (Kis 2:6-11). Karena murid-murid Yesus datang dari daerah pedesaan Galilea dan bukan dari kota Yerusalem, banyak yang tidak percaya dan mengira mereka mabuk. Dan pada saat itu, Petrus, yang hanya seorang nelayan dari Galilea, berdiri dan mulai mengajar mereka tentang Roh Kudus.
“Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël: Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.” Kisah Para Rasul 2:14-18.
Petrus memulai pengajarannya dengan mengutip dari kitab Yoel (Yoel 2:28-31). Yoel bernubuat bahwa akan ada masa sebelum kedatangan Tuhan dimana Allah akan mencurahkan RohNya ke atas semua manusia. Perjanjian lama mencatat banyak perbuatan Roh Kudus, tetapi tidak untuk semua orang, dan hanya untuk orang-orang tertentu, tujuan pekerjaan tertentu, dan waktu-waktu tertentu.
• Yusuf dipenuhi Roh Allah sehingga dia dapat mengartikan mimpi Firaun (Kej 41:38)
• Bezalel dipenuhi Roh Allah untuk membangun Kemah Pertemuan (Kel 31:3)
• Yosua dipenuhi Roh Allah untuk mengiringi Musa (Bil 27:18)
• Otniel, Gideon, Yefta dan Simson dipenuhi Roh Allah sehingga mereka mampu menjalankan tugas sebagai hakim (Hak 3:10, 6:34, 11:29, 13:5)
• Saul dipenuhi Roh Allah untuk menjadi raja (1 Sam 10:9-10), meskipun pada akhirnya Roh Allah meninggalkan Saul karena ketidaktaatannya kepada perintah Allah (1 Sam 18:12)
• Daud dipenuhi Roh Allah supaya dia mampu menjalankan tugasnya sebagai pahlawan, pemazmur dan raja (1 Sam 16:13)
Pada mulanya, orang-orang Yahudi yang menyaksikan peristiwa Pantekosta tidak dapat menerima bahwa orang-orang biasa, yang bukan terhitung sebagai nabi atau imam, dapat dipenuhi oleh Roh Allah sama seperti orang-orang penting di perjanjian lama. Bukankah murid-murid Yesus hanyalah orang-orang biasa dan tak berpendidikan, dan bukanlah ahli Taurat atau pemimpin agama? Dalam nubuatannya, Yoel melihat ada zamannya dimana akan ada perjanjian baru antara Allah dan umatNya, dimana Roh Allah akan dicurahkan ke atas semua manusia: anak-anak, orang-orang muda dan tua, baik laki-laki dan perempuan.
Pentakosta menjadi tonggak sejarah yang memulai masa baru, masa di mana Allah berkerja melalui semua orang yang percaya kepadaNya. Karena Pentakostalah, gereja didirikan dan ditetapkan. Sebelum Yesus naik ke surga, Dia memberikan pesanNya yang terakhir kepada murid-muridNya, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis 1:8). Tujuan dari pencurahan Roh Kudus ialah supaya semua muridNYA – yaitu mereka yang percaya kepadaNya – akan memiliki kuasa untuk menyebarkan injil keselamatan. Ini adalah masa kita hidup sekarang.
Jika kita memperhatikan nubuatan Yoel maka kita akan melihat bahwa puncak dari pencurahan Roh Kudus adalah hari kedatangan Tuhan kita kembali (Yoel 2:31; Yoel 2:1). Ini juga merupakan konteks pengajaran Petrus: “Akan terjadi pada hari-hari terakhir” (Kis 2:17). Sewaktu Yesus menjanjikan pencurahan Roh Kudus, konteksnya juga mengenai kedatanganNya yang kedua kali (Kis 1:6-7). Ketika Yesus naik ke surga, malaikat yang menampakkan diri kepada murid-muridNya mengingatkan mereka bahwa Yesus akan datang kembali (Kis 1:11). Pentakosta adalah periode yang dimulai dengan kenaikan Yesus ke surga dan diakhiri dengan kedatanganNya yang kedua kali. Pada Pentakosta yang pertama, 3000 orang bertobat dan menjadi orang percaya, “panen jiwa” yang pertama kali. Tentu saja puncak dari Pentakosta akan ada penuaian jiwa besar-besaran, begitu besar dan dahsyat sehingga bangsa Israel yang sekarang ini masih keras kepala dan tidak mau percaya, akan bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan, Mesias dan Juruselamat mereka (Yoel 2:27, 32)
Kebenaran ini sangat penting bagi kita. Sebagai orang percaya, kita adalah orang-orang yang akan mengalami pencurahan Roh Kudus. Tuhan tidak hanya memberikan kuasaNya kepada orang-orang tertentu, tetapi kepada semua orang yang percaya. Sehingga, tidak ada orang percaya yang bisa berkata datang ke gereja beribadah sudah cukup dan tidak terlibat dalam pelayanan. Di dalam Perjanjian Baru, semua orang percaya bisa menerima kepenuhan Roh Kudus dan dapat dipakai oleh Allah dalam cara yang khusus dan ajaib. Pekerjaan Tuhan tidak terbatas hanya bagi “hamba-hamba Tuhan” saja, tetapi bagi seluruh jemaat gereja. Memang ada beberapa jawatan (Ef 4:11) tetapi tujuannya ialah untuk memperlengkapi orang-orang kudusNya untuk pekerjaan Tuhan (Ef 4:12). Jadi sebenarnya gereja ialah tempat dimana jemaat dilatih untuk pada akhirnya melayani menurut bagian mereka masing-masing.
Pentakosta adalah masa yang luar biasa. Anugerah dan kuasa Allah tercurah bagi dunia ini. Tetapi ingat bahwa sebuah masa tidak akan berlangsung selamanya. Suatu hari Tuhan akan kembali lagi. Kita, orang percaya, memiliki pengharapan untuk dapat bertemu dengan Tuhan dan hidup bersama Dia selamanya. Sambil menunggu hari itu datang, jika kita masih ada di dunia ini, kita diberikan kuasa untuk melayani Tuhan, untuk menjadi saksiNya lewat perjalanan kita bersama Dia sehingga banyak orang dapat diselamatkan. Ingatlah akan keluarga kita, saudara-saudara, dan teman-teman kita yang memerlukan keselamatan kekal dari Tuhan. Kita bisa melakukannya, bukan dengan kekuatan kita sendiri, tetapi oleh kuasa ilahi. Amin!

Other posts in Weekly Message: