HISTORY MAKER

Home / Devotional Blog / HISTORY MAKER
HISTORY  MAKER

Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia,
demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia (Yohanes 17:18)

Tuhan menciptakan manusia (Kejadian 1:26) sejak semula: “supaya mereka berkuasa atas bumi dan segala isinya”.
Ada dua kata/istilah yang perlu kita ketahui untuk membuat pemahaman kita menjadi lengkap. Kata “bumi” dalam Kejadian 1:26 maksudnya adalah the Earth yaitu planet bumi secara fisik.
Kata “dunia” dalam Yohanes 17:18 berasal dari Greek word: kosmos, the World, maksudnya adalah suatu tatanan/sistem dunia yang mengatur, memerintah, menguasai, mempengaruhi dan mendampaki umat manusia juga bumi serta segala isinya. Misalnya dalam dunia politik, hukum pemerintahan, ekonomi dan bisnis, sosial budaya serta seni, pendidikan, kesehatan dan farmasi serta dunia olah raga.

Manusia diberi kuasa untuk menguasai bumi. Kata “menguasai” dalam terjemahan KJV: “have dominion over all the earth”. Karena manusia dirancang untuk memimpin (to lead) maka sesungguhnya kita semua adalah leader dalam pengertian memberikan pengaruh atau fungsi. Seharusnya tiap individu berfungsi seperti yang Tuhan rancangkan. Setiap manusia diberikan kemampuan ilahi untuk memimpin tetapi harus mengalami proses/training untuk dapat menjadi seorang pemimpin/leader. Seorang leader yang sejati akan memberikan kontribusi sesuai fungsinya serta dapat menjadi agen yang pembawa perubahan di manapun dia berada, dimulai dari perkara-perkara kecil terlebih dahulu. Leader yang sejati akan memiliki pandangan jauh ke depan (vision) dan memikirkan generasi setelahnya sehingga mereka akan rela bayar harga untuk meninggalkan sebuah legacy (suatu peninggalan berharga).

Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (maksudnya memiliki karakter ilahi) dan diperintahkan untuk mengelola bumi sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah (Kingdom’s value). Akan tetapi karena kejatuhan manusia ke dalam dosa, maka sistem/tatanan yang mengatur dunia telah jatuh ke tangan Iblis. Tatanan/sistem dunia yang rusak/corrupt akan menyebabkan generasi berikut menjadi rusak.

Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. (Lukas 4:5-6).

Dengan kemenangan Tuhan Yesus di atas kayu salib, maka segala kuasa di sorga dan di bumi telah diberikan kepadaNya (Matius 28:18). Yesus telah mengalahkan dunia (Yohanes 16:33) dan telah mengembalikan otoritas untuk mengatur dan menguasai dunia kepada manusia yang mau percaya kepadaNya. Allah menghendaki system dunia ini kembali dikelola oleh orang-orang percaya yang menerapkan prinsip-prinsip kebenaran (the eternal laws of God) untuk menegakkan Kerajaan Allah agar kehendak Bapa terjadi di bumi seperti di surga.
Orang percaya/gereja Tuhan adalah duta-duta Kerajaan Allah di mana Tuhan Yesus sebagai Rajanya; gereja harus berfungsi sesuai rancanganNya yaitu menjadi agen yang membawa perubahan dalam tatanan dunia. Walaupun masih berada di planet bumi tapi kita diperintahkan untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini, maksudnya tidak berada di dalam kontrol system dunia ini yang berasal dari penguasa kerajaan angkasa yaitu roh yang sekarang sedang bekerja atas orang-orang durhaka. Untuk itu kita harus berubah oleh pembaharuan budi sehingga dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Lakukan Amanat Agung yang terdapat di dalam Matius 28 :19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”
dengan dasar Perintah Agung di dalam Matius 22: 37-39 “Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Kata ‘pergi’ dalam Matius 28:19 adalah perintah Tuhan kepada para murid bukan untuk memberitakan Injil kepada jiwa-jiwa yang terhilang saja, tapi juga perintah untuk pro-aktif dalam memberikan pengaruh dan membawa perubahan pada system tatanan dunia yang sudah rusak.

Iblis mencoba menaruh pikiran negatif sehingga pada saat kita gagal, kita akan merasa tidak mampu untuk melakukan hal yang besar. Saudaraku, orang sukses adalah orang yang juga pernah mengalami kegagalan. Ingat, kegagalan merupakan suatu proses. Jangan pernah menangisi kegagalanmu, tetapi bangkitlah dan lihat perkara besar yang akan Tuhan kerjakan dalam hidupmu.

Ada sebuah kisah yang menarik yang dapat kita pelajari dari salah satu president Amerika Serikat ke-16 yaitu Abraham Lincoln. Abraham Lincoln seorang yang amat mustahil untuk bisa hadir menjadi seorang pemimpin bangsa besar adidaya yaitu Amerika Serikat. Beliau lahir sebagai orang yang mengalami amat banyak kegagalan tragis dalam hidupnya. Tahun 1831, Abraham Lincoln mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Tahun 1832, menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal. Tahun 1833, kembali menderita kebangkrutan. Tahun 1835, istri Abraham Lincoln meninggal dunia. Tahun 1836, Abraham Lincoln menderita tekanan mental sedemikian rupa, sehingga hampir saja masuk RS Jiwa.

Tahun 1837, menderita kekalahan dalam suatu kontes pidato. Tahun 1840 gagal dalam pemilihan anggota senat AS. Tahun 1842, menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres AS. Tahun 1848, kalah lagi di kongres AS. Tahun 1855, gagal lagi di senat AS. Tahun 1856, kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden AS. Tahun 1858, kalah lagi di senat AS. Tahun 1860, Abraham Lincoln akhirnya menjadi presiden AS.

Abraham Lincoln menjabat sebagai presiden AS dari tahun 1861-1865 dan Ia adalah presiden yang pertama terbunuh pada saat menjabat, di mana kejadiannya terjadi pada hari Jumat Agung, tanggal 14 April 1865, pada saat American Civil War berakhir. Mungkin kita yang mendengar kisah Lincoln ini akan berkata betapa tragis hidupnya baru saja mengalami keberhasilan dalam hidupnya tetapi sudah harus mati terbunuh. Tetapi apakah saudara tahu apa yang sudah dilakukannya selama 4 tahun menjabat sebagai presiden? Lincoln dengan kepiawaiannya sebagai diplomator dan seorang lulusan hukum, ia menentang secara lantang untuk penghapusan perbudakan di Amerika Serikat sampai akhir hidupnya, Ia berhasil mempertahankan persatuan bangsa dan menghapus perbudakan.

Seperti halnya Tuhan Yesus yang mati di kayu salib pada hari Jumat Agung, meski demikian Ia telah melakukan tiga tahun pelayanan yang efektif, di mana selama masa pelayanan-Nya, Ia memberitakan kabar baik, menyembuhkan orang sakit, yang lumpuh berjalan, yang buta melihat, Ia telah mengubahkan banyak hidup orang yang dilayani-Nya.

Tuhan begitu mengasihi kita semua dan memilih jalan untuk lahir ke dunia dan mati di kayu salib lalu bangkit pada hari yang ketiga, ini adalah rencana keselamatannya, agar setiap orang yang bertobat dan percaya akan diselamatkan dan diadopsi menjadi anggota kerajaan Sorga, di mana Tuhan ada, dan Tuhan mau membangun Kerajaan-Nya di dunia ini dalam bentuk gereja lokal, supaya dunia mengetahui bahwa Tuhan itu ada.

Rancangan yang Tuhan tetapkan bagi gereja adalah membawa Kerajaan Allah kepada dunia dan membawa kembali jiwa-jiwa yang terhilang kepada Sang Raja yaitu Yesus Kristus. Selama masih berada di planet bumi ini kita akan terus berhadapan dengan sistem dunia yang sudah corrupt. Tentu ini adalah tantangan yang harus dijawab oleh gereja Tuhan. Dia tidak menghendaki orang percaya/gereja menghindari/mengisolasikan diri, menjadi terkontaminasi bahkan terseret olehnya; Tuhan menghendaki kita menjadi agen Kerajaan Allah yang membawa perubahan.

Bukan seberapa lama kita hidup di dunia ini, tetapi selama kita hidup di dunia ini, apa yang sudah kita lakukan untuk memberkati orang lain atau apa yang sudah kita lakukan yang telah mendampaki hidup orang lain. Perubahan bukanlah suatu perubahan jika tidak ada perubahan. God wants us to be a history maker!

Other posts in Weekly Message: