API PANTEKOSTA

Home / Devotional Blog / API PANTEKOSTA
API PANTEKOSTA

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kisah Para Rasul 1:8
Setelah Yesus mati, dikubur dan Ia bangkit lalu Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya kurang lebih 50 hari dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya kamu harus menunggu di Yerusalem sampai kamu dipenuhi kuasa dari tempat Maha Tinggi, baru setelah itu kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Kisah 1:6-11&14, “Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” 7Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” 9Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” 14Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, Ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.”
Mereka berkumpul sehati dan berdoa bersama-sama lalu Roh Kudus dicurahkan. Kalau kita melihat sejarah gereja, mereka yang dipenuhi Roh Kudus itu mengalami penganiayaan, pada abad pertama banyak yang mati martir karena kegerakan Roh Kudus yang luar biasa. Sehingga setelah itu gereja masuk dalam masa kegelapan, hanya gereja yang terorganisir atau kegiatan agamawi tetapi tidak ada kegerakan Roh Kudus karena mereka takut penganiayaan.
Tuhan Yesus sudah mengatakan bahwa di dunia ini kamu akan mengalami penganiayaan tetapi jangan takut dan gentar karena Tuhan sudah mengalahkan dunia. Dari abad pertama sampai keempat, semua orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus itu dikejar dengan kematian sehingga
lama-kelamaan gerakan Roh Kudus itu sepertinya mati/hilang. Tetapi sejarah mencatat bahwa gerakan Roh Kudus itu tidak pernah berhenti, memang tidak sebesar seperti hari Pentakosta yang pertama.
Kisah 2:4, “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”
Pada waktu Petrus berkhotbah tiga ribu orang bertobat, dalam waktu sangat singkat 70% penduduk dunia menjadi Kristen, sehingga pada waktu itu kerajaan Romawi begitu takut dan mulai gerakan penganiayaan sampai banyak yang mati martir.
Sampai kurang lebih pada tahun 1900-an di Inggris dan Amerika, ada lagi orang-orang yang haus dan lapar akan kegerakan Roh Kudus maka Roh Kudus tercurah secara luar biasa sehingga munculah gereja Pentakosta dan sekarang menjadi gereja Karismatik Pentakosta. Roh Kudus yang memberikan kita kelahiran baru dan kesaksian bahwa kita ini adalah anak Allah dan ciptaan baru dalam Yesus Kristus Tuhan.
Banyak orang ke gereja untuk mencari yang enak-enak dan senang gereja yang mengabarkan tentang berkat atau sekali selamat tetap selamat (hypergrace), dan banyak juga gereja yang banyak pengikutnya tidak mengerti tentang keselamatan, kelahiran baru atau peran/pribadi Roh Kudus. Sehingga Billy Graham berkata kalau Roh Kudus itu diangkat maka 95% gereja masih tetap berjalan seperti biasa dan hanya 5% yang akan macet total, karena hanya 5% yang bersandar pada Roh Kudus.
Kalau kita hanya melakukan program manusia biasa, mengapa harus menjadi Kristen? Kita sangat membutuhkan Roh Kudus! Kalau sebuah gereja ada Roh Kudus maka gereja itu pasti akan bertumbuh dan berkembang, berbuah banyak dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Agar kita dapat menerima lawatan Tuhan:
1. Haus dan Lapar.
Manusia kalau hidup ada rasa lapar, demikian juga kalau kita adalah ciptaan baru, roh kita hidup pasti manusia roh kita akan haus dan lapar akan hadirat Tuhan.
Kalau saudara lapar rohani tetapi tidak diberi makan, lama kelamaan rohmu akan kelaparan dan makin lama makin kering dan menjauh dari hadirat Tuhan sehingga nantinya ke gereja itu hanya menjadi suatu rutinitas.
Empower21 itu mengumandangkan tentang Kisah Para Rasul ini, kalau kita sudah menjadi suam-suam kuku, sudah tidak ada rasa haus dan lapar lagi akan Roh Kudus maka kita hanya akan melakukan kegiatan agamawi dan kewajiban sebagai Kristen.
2. Rendah Hati.
Kalau kita mau dipenuhi dengan aliran Roh Kudus maka kita harus menempatkan diri kita atau posisi kita di bawah dan siap untuk menerima, tetapi kalau kita tinggi hati dan sombong maka susah untuk menerima karena kita meletakkan diri kita di atas.
Memposisikan diri kita pada posisi untuk menerima (to receive). Kalau kita tidak memposisikan diri kita pada posisi to receive, meskipun lapar kita tidak akan dapat apa-apa. Kita harus menjadi seperti Zakheus atau wanita yang sakit pendarahan yang sungguh-sungguh mencari hadirat Tuhan. Jangan sampai kita punya kehausan dan kelaparan itu padam dan menjadi acuh tak acuh.
3. Kondisi Hati (hancur dan remuk).
Tuhan menginginkan kondisi hati kita itu hancur dan remuk. Ada orang yang sudah tidak punya akal budinya, mungkin karena sudah banyak mengalami kepahitan, kekecewaan dan hatinya hancur sehingga ia membangun benteng-benteng untuk melindungi hatinya yang lembut dan penuh luka tadi.
Walaupun Roh Kudus mencoba masuk tetapi tidak bisa masuk karena hatinya sudah tertutup, dan Tuhan mau supaya pada waktu kita mengalami masalah, buka hati, karena hati yang hancur dan remuk tidak dipandang hina oleh Tuhan. Justru kondisi hati yang remuk dan hancur itu yang bisa menerima lawatan Tuhan, keremukkan hati menghadirkan kuasa Tuhan. Kuncinya adalah buka hati dan jangan bangun benteng.
1 Petrus 1:8, “Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan.”
Orang yang sudah membangun benteng untuk melindungi hatinya agar tidak terluka/sakit lagi, mereka memiliki kecenderungan menjadi orang yang self-centered (egois) sehingga jamahan Tuhan tidak bisa menerobos.
Tetapi kalau kita buka hati kita untuk menerima lawatan Tuhan maka Tuhan akan balut hati kita yang luka dengan kasih-Nya dan kita bisa mengasihi Dia dan kita bisa mengasihi orang lain bahkan orang yang menyakiti hati kita. Roh Kudus yang akan memampukan kita dan dengan kasih itu hidup mereka dapat dijamah dan kita dapat memenangkan banyak jiwa untuk Tuhan dan kita dapat menjadi saksi Tuhan di dunia.
Mazmur 51:17, “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.”
Semakin banyak kita menaikkan pujian dan penyembahan maka hati kita semakin hari semakin remuk, hancur, lembut dan dapat menerima lawatan Tuhan.
Pada saat kita haus dan lapar, memposisikan diri kita di bawah dan rendah hati, pada saat kondisi hati kita hancur dan remuk, di situlah Tuhan akan melawat kita secara luar biasa. Kita mau
menerima lawatan Tuhan untuk apa? Kisah 1:8, supaya kita menjadi saksi Tuhan; hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Pada waktu kita hidup kita akan mengalami hal-hal yang sulit dan tidak mungkin tetapi kita akan keluar sebagai pemenang karena Roh Kudus hidup di dalam kita yang memampukan kita melakukan perkara-perkara yang ajaib dan besar, karena Roh yang di dalam kamu lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. Amin

Other posts in Weekly Message: