TUHAN HAKIM YANG ADIL

Home / Monthly Theme / TUHAN HAKIM YANG ADIL
TUHAN HAKIM  YANG ADIL

“Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”
2 Timotius 4:8

Tuhan memberi pesan untuk bulan May ini adalah Tuhan Hakim Yang Adil. Kita tahu bahwa visi gereja kita sepanjang tahun ini adalah tahun Permulaan Yang Baru (New Beginning). Dan untuk menopang visi yang besar ini Tuhan kasih pesan setiap bulannya adalah:
January: Mengasihi Tuhan Sungguh-Sungguh. February: Jangan Lupakan Kebaikan Tuhan. Maret: Dia Yesus Segalanya Bagi Kita. April: Tenanglah Dan Jangan Takut.

Mazmur 7:2-12, “Ya TUHAN, Allahku, pada-Mu aku berlindung; selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku dan lepaskanlah aku, supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan. Ya TUHAN, Allahku, jika aku berbuat ini: jika ada kecurangan di tanganku, jika aku melakukan yang jahat terhadap orang yang hidup damai dengan aku, atau merugikan orang yang melawan aku dengan tidak ada alasannya, maka musuh kiranya mengejar aku sampai menangkap aku, dan menginjak-injak hidupku ke tanah, dan menaruh kemuliaanku ke dalam debu. Sela. Bangkitlah, TUHAN, dalam murka-Mu, berdirilah menghadapi geram orang-orang yang melawan aku, bangunlah untukku, ya Engkau yang telah memerintahkan penghakiman! Biarlah bangsa-bangsa berkumpul mengelilingi Engkau, dan bertakhtalah di atas mereka di tempat yang tinggi. TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas. Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil. Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.”
Kita melihat kisah hidup Simson di mana ia tidak hormat pada orang tua dan sampai masa hidupnya ia mati oleh karena dirinya sendiri.
Hakim 14:1-3, “Simson pergi ke timna dan di situ ia melihat seorang gadis Filistin. Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: “Di Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia menjadi isteriku.” Tetapi ayahnya dan ibunya berkata kepadanya: “Tidak adakah di antara anak-anak perempuan sanak saudaramu atau di antara seluruh bangsa kita seorang perempuan, sehingga engkau pergi mengambil isteri dari orang Filistin, orangorang yang tidak bersunat itu?” Tetapi jawab Simson kepada ayahnya: “Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai.”
Hakim 16:4-5, “Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila. Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin kepada perempuan itu sambil berkata: “Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena apakah kekuatannya demikian besar, dan dengan apakah kamu dapat mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perak kepadamu.”
Simson dipanggil Tuhan sebagai hakim untuk memimpin orang Israel dan setiap kali ia mengalahkan musuh Roh Tuhan menyertainya. Tetapi pada waktu ia jatuh dalam dosa maka Roh Tuhan meninggalkannya.
Hakim 16:17-20, “Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, katanya: “Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibuku aku ini seorang nazir Allah. Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain.” Ketika dilihat Delila, bahwa segala isi hatinya telah diceritakannya kepadanya, disuruhnyalah memanggil raja-raja kota orang Filistin, katanya: “Sekali ini lagi datanglah ke mari, sebab ia telah menceritakan segala isi hatinya kepadaku.” Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin itu kepadanya sambil membawa uang itu. Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya. Lalu berserulah perempuan itu: “Orang Filistin menyergap engkau, Simson!” Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: “Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas.” Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.”
Kalau kita mau belajar tentang hidup, perencanaan atau pelayanan, kita harus menyadari bahwa pada waktu kita dipanggil Tuhan, Roh Tuhan ada pada kita, dan di dalam hidup kita ada berkat dan rencana Tuhan yang besar lewat hidup kita. Bagaimana caranya agar rencana Tuhan terjadi dalam hidup kita? Beberapa Cara:
1. Mencintai kebenaran dan membenci kefasikan (Maz 11:4-7). 2. Menjatuhkan hukuman atas setiap pelanggaran dan dosa (Wah 16:5-7).
3. Memberi apresiasi atas perbuatan baik yang kita lakukan (Ibr 6:10-15).
Tidak ada hal yang kita buat yang sia-sia di mata Tuhan. Tuhan yang adil akan memberikan apresiasi dan membalaskannya kepada kita.
Ibrani 6:10-12, “Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.”
Tuhan adil dan peduli kepada kita dan Tuhan selalu memberikan apresiasi kepada kita yang sungguh-sungguh.
Bagaimana agar kita dapat menerima apresiasi dari Tuhan:
1. Merubah cara pandang yang salah (Bil 13:31-33).
Bilangan 13:1-3, “Tuhan berfirman kepada Musa: “Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka. Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai dengan titah TUHAN; semua orang itu adalah kepala-kepala di antara orang Israel.”
ayat 31-33, “Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.” Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”
Tuhan katakan kepada bangsa Israel bahwa Tuhan akan memberikan tanah Kanaan kepada mereka, lalu Musa mengirim 12 pengintai dan mereka kembali dengan membawa kabar kepadanya. Tetapi kesepuluh pengintai tersebut mempunyai cara pandang yang berbeda dengan Yosua dan Kaleb.
Seringkali cara pandang kita yang salah membuat kita jatuh tanpa kita sadari, seperti Simson tadi tanpa ia sadari Roh Tuhan sudah meninggalkan dia. Cara pandang berbeda itu bukan berarti bermusuhan tetapi bisa dikasih pengertian dan kita harus kembali kepada firman, memandang dengan kacamata Tuhan.
2. Pegang akan janji Tuhan (Bil 13:1-3; 14:6-9).
Bilangan 14:6-9, “Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.”
Kekuatiran dan ketakutan itu memberontak kepada Tuhan.
3. Kebodohan (Ams 1:7, 16:22; 1 Pet 1:13-19).
Amsal 1:7, “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”
Amsal 16:22, “Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya, tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya.”
Jangan kita menjadi bodoh, harus bisa membedakan mana yang salah dan benar, jangan mengambil keputusan-keputusan yang salah.
Bodoh artinya tidak lekas mengerti, tidak memiliki pengetahuan atau pendidikan, tidak mempunyai pengalaman.
1 Pet 1:13-14, “Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu.”
4. Pola pikir yang salah (Rom 2:1-7, 1:21-32).
Roma 1:21-27, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri
mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suamisuami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. ”
Tuhan itu adil, yang salah tetap salah dan upah dosa adalah maut.
Apa Yang Bisa Dilakukan?
1. Siap sedia baik atau tidak baik waktunya. 2. Beritakan Injil dan sabar (2 Tim 4:1-8).
2 Timotius 4:8, “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”
3. Harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu (Luk 18:1-8).
Bangun pagi adalah waktu kita dengan Tuhan dan jangan lupa firman, meski kita melayani Tuhan dan menerima pengurapan tetapi kalau kita tidak membaca firman dalam kehidupan sehari-hari maka ada sedikit lobang dalam kehidupan rohani kita yang akan merusak kehidupanmu sendiri, lalu akan stress, depresi, sakit hati dan kepahitan. Jangan hanya melayani saja tetapi harus berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Luk 18:1-8, “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang dan malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”
4. Jangan membalas jahat dengan jahat (2 Sam 16:5-13; Rom 12:16-21).
Roma 12:16-21, “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal
itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”
Tuhan melihat apa yang kita perbuat, karena itu ubah pola pikir dan cara pandang, jangan bodoh dan pembalasan adalah hak Tuhan.
Secara skala besar kalau gereja sudah menutup mata dan terlalu sibuk sehingga melupakan orang-orang yang terhilang, orang-orang yang miskin, maka lama-kelamaan akan seperti ‘bonsai’, tidak ada pertumbuhan dan tidak ada jiwa yang dimenangkan, tetapi kalau kita lakukan visi Tuhan yaitu menolong orang yang lemah dan miskin maka kita semua akan diberkati Tuhan. Tuhan itu hakim yang adil yang mengatur semuanya. Biarlah kita semua berjalan bersama Tuhan dan kita semua bisa sampai pada garis akhir! Amin.
by Ps. Nehemia L