“KUASA KEBANGKITAN-NYA MENJADIKAN KITA LEBIH DARI PEMENANG!”

Home / Weekly Message / “KUASA KEBANGKITAN-NYA MENJADIKAN KITA LEBIH DARI PEMENANG!”
“KUASA KEBANGKITAN-NYA MENJADIKAN KITA LEBIH DARI PEMENANG!”

B. Tuhan Yesus Masih Melakukan Mujizat Setelah Kebangkitan-Nya
Pada suatu hari di Pantai Danau Galilea atau Danau Tiberias, 7 orang murid-Nya yaitu Petrus, Tomas, Yohanes, Yakobus, Natanael dan dua orang murid lainnya, mereka dalam keadaan frustrasi/sedih/susah akibat kematian Tuhan Yesus disalib. Mereka bertanya-tanya, “Tuhan, Engkau harus mati dengan cara demikian? Engkau yang mengadakan mujizat, orang mati dibangkitkan, tetapi Engkau sendiri mengalami cara kematian seperti itu?” Mereka tidak bisa mengerti dan mereka betul-betul dalam keadaan frustrasi. Tiba-tiba Petrus berkata, “Aku mau pergi mencari ikan.” Yang lain pun berkata, “Ayo, kami menyertai engkau mencari ikan.” Memang sebelumnya profesi mereka adalah nelayan, apa yang terjadi? Semalam-malaman mereka mencari ikan, tetapi tidak ada seekor ikan pun yang ditangkap dan mereka bertambah frustrasi. Hari mulai siang dan jarak mereka sudah dekat pantai, yaitu tinggal 200 hasta atau sekitar 90 meter yang juga merupakan tempat yang relatif dangkal. Tiba-tiba ada suara dari pantai, “Hei anak-anak, apakah kamu mempunyai lauk-pauk?”. Mereka mungkin kesal ditanya begitu, “Siapa sih orang ini? Tanya-tanya!…”. Mereka lalu menjawab, “TIDAK ADA!” “Kalau begitu, coba tebarkan jalamu di sebelah kanan perahu, kamu akan memperoleh ikan.” Yang luar biasa adalah mereka taat! Mereka tidak tahu kalau itu Tuhan Yesus. Mereka taat dan menebarkan jala di sebelah kanan perahu, apa yang terjadi? 153 ekor ikan yang besar-besar mereka tangkap! Mereka juga tidak bisa menghela jalanya sendiri, mereka meminta bantuan teman-temannya untuk menghela jala itu. Luar biasa!
Saudara yang dikasihi Tuhan, ternyata Tuhan Yesus setelah Dia bangkit masih mengadakan mujizat yang tidak lazim! Saudara mau mengalami mujizat yang tidak lazim? Itu adalah mujizat yang belum pernah kita lihat dengan mata, belum pernah didengar oleh telinga, belum pernah timbul dalam hati, tetapi Tuhan sediakan bagi mereka yang mengasihi Dia. Amin!
Ada beberapa hal yang Tuhan Yesus lakukan saat mengadakan mujizat yang tidak lazim, yaitu:
1. Dia menyuruh murid-murid-Nya menangkap ikan di siang hari, padahal mencari ikan di Danau Galilea itu selalu malam hari.
2. Tempatnya hanya 200 hasta atau 90 meter dari pantai. Kalau ke sana sekarang tempat itu sudah dangkal sekali, namun mungkin dulu agak lebih dalam. Dekat pantai itu adalah tempat yang relatif dangkal, jadi ikan yang besar-besar tempatnya bukan di situ, namun di tempat yang relatif dalam! Tetapi Tuhan Yesus sanggup memberikan ikan, suatu mujizat yang tidak lazim.
3. Disuruh melemparkan jala di sebelah kanan. Saya berpikir apa bedanya sebelah kanan dan kiri? Sebab perahunya itu tidak terlalu lebar, jadi pada waktu jala itu ditebar posisi di dalam airnya akan melebar ke kanan dan kiri bawah perahu tersebut. Jadi berarti ada lokasi yang sama yang dilewati jala itu ketika ditebar di kanan atau kiri perahu. Saya percaya kalau mereka tetap menebar jala di sebelah kiri perahu, mereka tetap tidak akan mendapat apa-apa, meskipun sepertinya lokasinya itu sama. Jadi ternyata Tuhan itu mau kita melakukan Tuhan itu ‘pas’ seperti apa yang Dia katakan. Katakan bersama saya, “PAS”! Saudara, harus ‘pas’!
Saya ingat bagaimana Yosua ketika akan memasuki tanah perjanjian. Tuhan berpesan kepada Yosua, “Yosua, kamu harus bertindak hati-hati sesuai dengan hukum yang Aku telah berikan kepada Musa. Kamu jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri (artinya harus ‘PAS’!), supaya engkau beruntung kemana saja engkau pergi.” Saudara yang dikasihi Tuhan, ini yang Tuhan mau di mana kita melakukan segala sesuatu itu harus ‘pas’, jangan direka-reka yang lain. Kalau Saudara baca Wahyu 22:18-19, di situ dikatakan, “Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.” Saudara, kalau orang menambah dari kitab nubuatan yang ada di dalam Kitab Wahyu, maka Allah akan menambahkan malapetaka-malapetaka yang tertulis dalam kitab ini. Saya setiap hari membaca Kitab Wahyu dan saya lihat malapetaka-malapetaka yang ada di dalamnya itu ngerinya luar biasa! Ini ditambahi lagi! Dia tidak akan masuk sorga, tetapi masuk neraka!
Itu yang menambahkan bagaimana dengan yang mengurangi? Wahyu 22:19 berkata, “Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.” Itu artinya tidak masuk sorga! Saudara, orang yang menambahi atau mengurangi itu tidak masuk sorga! Harus ‘PAS’!
C. Tuhan Yesus Memulihkan Petrus Yang Sedang Merasa Bersalah
Beberapa saat sebelum Tuhan Yesus ditangkap, setelah mereka mengadakan perjamuan malam, Tuhan Yesus berkata begini kepada murid-murid-Nya, “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku.” Tetapi Petrus menjawab, “Guru, meskipun semua tergoncang imannya, tetapi aku tidak akan tergoncang!” Apa kata Tuhan Yesus? “Petrus, Petrus….sebelum ayam berkokok, kamu akan menyangkal Aku 3x!” Tetapi Petrus menjawab, “Oh tidak! Aku tidak akan menyangkal Engkau. Meskipun harus mati bersama-sama dengan Engkau, aku tidak akan menyangkal Engkau!”
Setelah Tuhan Yesus ditangkap, Petrus mengikuti Tuhan Yesus dari jauh dan benar apa yang Tuhan Yesus katakan, sebelum ayam berkokok Petrus menyangkal Tuhan Yesus 3x! Setelah itu ayam berkokok, mata Tuhan Yesus bertemu dengan mata Petrus dan Petrus langsung teringat apa yang Tuhan Yesus katakan. Dia menangis dengan sedihnya!… Dia menangis dengan sedihnya! Dan Petrus sejak itu mengalami perasaan bersalah. Dia selalu berkata, “Tuhan, bukan maksud saya…kenapa saya lakukan ini? Kenapa saya lakukan ini? Itu bukan maksud saya…”
Saudara, kasus Petrus itu berbeda dengan kasus Yudas. Kasus Petrus ini dengan tiba-tiba dia seperti itu. Tetapi Yudas itu berbeda, sebab dia sudah merencanakan itu (pre-meditated). Demi 30 keping perak dia rela menjual Tuhan Yesus. Memang setelah dia mendengar Tuhan Yesus dihukum mati, dia menyesal. Tetapi pada saat gelap mata dan hatinya, dia tidak menyadari apa yang diperbuatnya. Tetapi penyesalan Yudas terlambat untuk mencegah apa yang dilakukannya. Dia mati menggantung diri, dia jatuh dan perutnya terbelah di mana isi perutnya keluar semua.
Saudara yang dikasihi Tuhan, Petrus berbeda. Untuk itulah Tuhan Yesus datang khusus menemui Petrus. Tuhan Yesus mengasihi seperti itu, kalau mungkin ada di antara Saudara yang seperti Petrus. Yang sekarang berkata, “Tuhan, ampuni saya. Saya menyesal, saya betul-betul bertobat! Ampuni saya, Tuhan. Ampuni atas kesalahan saya. Apa yang saya perbuat ini, ampuni, Tuhan….ampuni!” Saya mau beritahu Saudara, Tuhan Yesus pasti mengampuni Saudara. Tuhan Yesus akan datang seperti Dia memulihkan Petrus, Dia akan memulihkan kita.
Ketika Tuhan Yesus dan Petrus hanya berdua, Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada segala sesuatu di dalam hidupmu?” Petrus menjawab, “Ya Tuhan, aku mengasihi Engkau, Tuhan. Engkau tahu aku mengasihi Engkau.” Tuhan Yesus menjawab, “Kalau begitu gembalakanlah domba-domba-Ku.” Tiga kali Tuhan Yesus bertanya seperti itu dan Petrus menangis, dia dipulihkan. Saudara, hari ini Tuhan Yesus bertanya kepada kita seperti lagu ini:
“Kau cinta-Ku, kau cinta-Ku? Kau cinta-Ku Simon Petrus (ganti nama Saudara), kau cinta-Ku?”
“Tuhan tahu, jikalau aku cinta pada-Mu”. “Kalau begitu gembalakan domba-domba-Ku”
Saudara, kalau kita mengasihi Tuhan lebih dari apa yang ada dalam hidup ini, kita pasti akan menggembalakan domba-domba-Nya Tuhan dengan benar. Ada berapa banyak di tempat ini domba-domba-Nya Tuhan? Kita akan menggembalakan satu dengan yang lain dengan benar. Saya percaya kita akan mengasihi satu dengan yang lain dengan benar karena kita mengasihi Tuhan Yesus dan itu yang Tuhan mau. Kita diminta untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan kita. Tetapi kita juga harus mengasihi sesama kita seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Amin!
PENTAKOSTA KETIGA
Saudara, dengan disaksikan murid-murid-Nya Tuhan Yesus naik ke sorga. Tanggal 10 Mei kita memperingati kenaikan Tuhan Yesus ke sorga. Tetapi 10 hari setelah itu, pada tanggal 20 Mei kita merayakan Hari Kebangkitan Nasional, kita juga merayakan Hari Pentakosta, Hari Pencurahan Roh Kudus. Kita diingatkan kalau pada waktu itu disebutkan dengan Pentakosta pertama, tetapi sekarang kita sedang memasuki Pentakosta yang ketiga! Tuhan berpesan kepada kita melalui Yesaya 60:1, “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.” Amin!
Ayat ini berlaku untuk Pentakosta pertama yang terjadi di Yerusalem, di kamar loteng. Setelah itu apa yang terjadi? Setelah kemuliaan Tuhan turun, terang Tuhan turun, Roh Kudus dicurahkan, dikatakan bahwa 100 tahun setelah itu 70% dari dunia yang dikenal pada waktu itu menjadi Kristen. Dunia yang dikenal yang dimaksudkan itu adalah daerah yang menjadi jajahan dari Kekaisaran Romawi. Jadi Pentakosta itu dahsyat!
Pentakosta kedua itu terjadi tahun 1906 di Azusa Street – Los Angeles, Amerika Serikat. Apa yang terjadi? Hari-hari ini kekristenan di dunia sekitar 30%. Dari 30% tersebut, 70%-nya dimenangkan sejak awal abad ke-20, yaitu melalui peristiwa Azusa Street tahun 1906. Jadi Pentakosta kedua itu dahsyat!
Saudara, ayat yang tadi itu (Yesaya 60:1) juga berlaku untuk Pentakosta yang sekarang yang disebutkan dengan Pentakosta yang ketiga! William Seymour, seorang yang dipakai Tuhan dalam Pentakosta yang kedua, pada tahun 1909 dia bernubuat, “Lebih kurang 100 tahun ke depan [berarti hari-hari ini], Roh Kudus, kemuliaan Tuhan akan dicurahkan double portion!”, artinya berlipat-lipat kali ganda dibanding dengan Pentakosta kedua. Itu berarti hari-hari ini yang mana kita kenal dengan nama Pentakosta yang ketiga! Pada tahun 2013 saya mendapatkan ini dan sudah saya bawa ke forum-forum internasional untuk mendeklarasikan hal ini dan mereka menerima. Memang hari-hari ini Roh Kudus sedang dicurahkan luar biasa. Ini adalah masa penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua. Amin!
Ada seorang hamba Tuhan yang bernama Ps. Russell Evans dari Gereja Planetshakers – Melbourne, beliau juga bersama-sama di Global Council dari Empowered21. Dia mendapatkan satu penglihatan tentang Indonesia. Apa yang dilihatnya? Dia melihat api Roh Kudus sedang dicurahkan di Indonesia dan apa yang terjadi setelah itu? Dia melihat awan dan itu adalah awan kemuliaan Tuhan yang keluar dari Indonesia ke bangsa-bangsa. Dan dia melihat jutaan orang-orang muda yang bergelimang dalam api Roh Kudus dan mereka mati-matian cinta akan Tuhan Yesus serta melayani bangsa ini seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya! Oleh karena itu Tuhan menyuruh saya, tanggal 17-20 Juli nanti di SICC akan diadakan Empowered21 Asia dan Global. Bangsa-bangsa akan datang untuk menerima api pencurahan Roh Kudus, Pentakosta yang ketiga. Dan mereka akan membawa ke pulang tempat masing-masing. Saya menantang Saudara untuk menabur di tempat ini. Kalau Saudara menabur untuk ini, maka seperti Saudara menabur untuk SICC, Tuhan akan memberkati Saudara berlimpah-limpah! Saudara, hari-hari ini kita sedang memasuki Pentakosta yang ketiga! Haleluya!
Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo JCC, 6 Mei 2018

Other posts in Weekly Message: