“TUHAN YESUS BANGKIT DAN HIDUP”

Home / Weekly Message / “TUHAN YESUS BANGKIT DAN HIDUP”
“TUHAN YESUS BANGKIT DAN HIDUP”

Sambungan minggu lalu,…
1. Hal Berdoa.
2. Kasihilah Musuhmu.

3. Jangan Membela Diri Sebab Pembelaan Datang Dari Tuhan.
Pada waktu di hadapan Pilatus, orang Farisi dan Imam-imam melontarkan tuduhan-tuduhan palsu yang tidak pernah Tuhan Yesus lakukan. Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus? Dia hanya diam. Akhirnya Pilatus berkata, “Eh, kamu dengar tidak apa yang dituduhkan kepada-Mu? Kenapa kamu tidak menjawab?” Tuhan Yesus hanya diam dan ini pelajaran yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita. Bukankah kalau kita punya kebiasaan atau seharusnya kalau kita dituduh macam-macam yang mana merupakan berita bohong atau ‘hoax’ maka kita harus mengklarifikasi? Tetapi kita mendapat pelajaran hari ini bahwa tidak semua harus kita klarifikasi. Saya ‘agak kenyang’ – meskipun bukan yang paling kenyang dari hamba-hamba Tuhan yang sering mendapatkan hal seperti ini. Saya dituduh bermacam-macam sampai masuk internet sejak beberapa puluh tahun yang lalu. Lalu muncul di majalah dan dituduh, “Begini, begitu…”. Pada waktu itu tentunya daging ini mulai bereaksi namun saya bertanya kepada Tuhan, “Ini bagaimana, Tuhan?” dan Tuhan menjawab, “Kamu diam…kamu diam.” Saya tahu, kalau saya bergerak maka Tuhan Yesus tidak akan bergerak. Sebaliknya kalau saya diam maka Tuhan Yesus yang bergerak dan Dia yang akan membela pada waktu-Nya.
Sekarang ini ada ‘trend’ baru yang banyak saya lihat dimana ada orang yang dituduh bermacam-macam; dan sebenarnya dia memang melakukan itu; justru malah melakukan klarifikasi, “Bohong, demi langit dan bumi, saya bersumpah…”. Saya lihat ini satu ‘trend’ dan kemudian di pengadilan ternyata bersalah dan akhirnya masuk penjara. Jadi klarifikasi nya yang dulu itu apa?
4. Tuhan Yesus Menebus Kita dari Dosa dan Akibatnya Tuhan Yesus diberi mahkota duri dan digantung di atas kayu salib. Pertanyaannya;
• Mengapa harus diberi mahkota duri?
• Mengapa harus digantung di atas kayu salib?
Kalau kita baca Kejadian 3:17-19 di situ dikatakan bahwa semak duri itu tumbuh dari tanah akibat manusia berbuat berdosa. Jadi semak duri dan rumput duri tumbuh akibat dosa. Duri akibat dosa itu adalah sesuatu yang membuat kita menderita atau tidak enak. Duri dari suatu bangsa itu adalah kemiskinan, pembunuhan, prostitusi, narkoba, dll itu semua akibat dosa. Jadi Tuhan Yesus diberi mahkota duri karena Dia mau menebus Saudara dan saya dari akibat dosa ini.
Selanjutnya Tuhan Yesus digantung di atas kayu salib. Dalam Galatia 3:13b tertulis, …sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”. Jadi orang yang digantung di atas kayu salib itu dikutuk karena dosa! Tuhan Yesus yang tidak berdosa telah dijadikan dosa oleh karena kita. Dia digantung sebagai orang yang berdosa untuk menebus Saudara dan saya dari dosa itu. Upah dosa adalah maut! Jadi kalau Tuhan Yesus memakai mahkota duri dan digantung di kayu salib itu berarti Tuhan Yesus secara lengkap sempurna menebus kita baik dari dosa maupun akibat dosa.
5. Jangan Sampai Berhutang Darah
Saudara, pada waktu Tuhan Yesus diadili oleh Pilatus, Pilatus berusaha untuk membebaskan Tuhan Yesus. Ketika dia bertanya, “Apa kesalahannya?” Orang banyak itu tidak menjawab; tetapi malah berteriak, “Salibkan Dia! Salibkan Dia!” Lama-kelamaan keadaan menjadi kacau dan kemudian Pilatus berpikir, “Wah, ini tidak enak.” Akhirnya dia meminta baskom berisi air, lalu membasuh tangannya. Dia berkata, “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini, itu menjadi tanggunganmu!” Saudara tahu jawaban dari orang-orang Yahudi waktu itu? Mereka menjawab, “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!” Saudara, mungkin mereka tidak tahu atau lupa bahwa menanggung darah orang lain itu sangat-sangat berbahaya! Kalau kita membaca dari Amsal 28:17 di situ dikatakan, “Orang yang menanggung darah orang lain akan lari sampai ke liang kubur. Janganlah engkau menahannya!”
Saudara ingat ketika Kain membunuh Habel? Kain berhutang darah kepada Habel, tetapi Kain tidak langsung dibunuh melainkan dibiarkan lari, terlunta-lunta dan menjadi pengembara. Tanah tidak memberikan hasil yang maksimal, pokoknya hidupnya sangat susah. Itulah yang terjadi pada orang-orang Yahudi setelah peristiwa penyaliban Tuhan Yesus itu. Terjadi pembunuhan besar-besaran (genocide) terhadap bangsa Yahudi. Mereka dicerai-beraikan! Melalui Perang Salib (Spanish Inquisition) sampai terakhir yang paling dahsyat yaitu peristiwa Holocaust oleh Nazi – Jerman dimana sekitar 6 juta orang Yahudi meninggal!
Tuhan ingatkan jangan sampai kita punya hutang darah atau menanggung darah orang lain. Mungkin ada yang berkata, “Oh saya tidak pernah membunuh!”, tetapi sebenarnya menyuruh orang yang melakukannya. Kadang-kadang bukan untuk membunuh, tetapi, “Sakiti dia! Pokoknya sampai sesakit-sakitnya!” Itu termasuk hutang darah! Kalau sampai ada apa-apa yang terjadi dengan orang itu maka Saudara yang bertanggung-jawab. Dan Saudara jangan sampai seperti itu! Ini suatu pelajaran yang Tuhan berikan kepada kita: Jangan sampai hutang darah sama orang lain!
6. Jangan Tinggal Dalam Dosa, Bertobatlah!
Ketika Tuhan Yesus di atas kayu salib, antara jam 12 siang sampai jam 3 di Golgota kegelapan meliputi tempat itu! Tuhan Yesus mulai gelisah dan kemudian berteriak, “Eli, Eli, lama sabakhtani? Bapa-Ku, Bapa-Ku, kenapa Engkau meninggalkan Aku? Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46)
Saya percaya puncak penderitaan Tuhan Yesus adalah saat itu! Bukan karena Dia dicambuk, dipaku atau diberi mahkota duri, tetapi ini yang paling berat yaitu terpisah dari Bapa. Mengapa Tuhan Yesus harus mengalami itu? Karena Dia menebus orang-orang yang berdosa dan dosa yang memisahkan kita dari Bapa. Dia harus mengalami itu! Saya mau bertanya kepada Saudara, pernahkah Saudara merasa seperti Bapa meninggalkan kita? Saudara meminta pada-Nya, tetapi seperti tidak terjadi apa-apa. Kalau sudah seperti itu, banyak orang yang frustasi. Memang benar, tetapi Tuhan berikan jalan keluar, yaitu koreksi diri sebab ada dosa yang harus ditinggalkan. Kalau Saudara menyelesaikan dosa itu maka Saudara pasti akan merasakan hadirat Tuhan. Dan itu yang saya jaga setiap hari sebab saya mau setiap hari bisa merasakan hadirat Tuhan serta dekat Bapa. Saudara yang dikasihi Tuhan, saya berdoa setiap kita sering menangis di hadapan Tuhan. Menangis bukan karena sakit atau kekurangan uang, tetapi karena merasakan hadirat Tuhan yang luar biasa. Amin!
Alkitab katakan, Kristus mati karena dosa-dosa kita, Dia dikuburkan tetapi pada hari yang ketiga Tuhan Yesus dibangkitkan! (1 Korintus 15:3-4). Tuhan Yesus benar-benar bangkit dan Dia benar-benar hidup!
Saudara, apa yang terjadi kalau sampai Tuhan Yesus tidak bangkit?
1. Kalau sampai Tuhan Yesus tidak bangkit maka sia-sialah pemberitaan Firman Tuhan.
Tetapi puji Tuhan Dia bangkit! Saya tidak sia-sia memberitakan Firman Tuhan, tetapi akan berbuah-buah sesuai kehendak Tuhan. Haleluya!
2. Kalau sampai Tuhan Yesus tidak bangkit maka kepercayaan kita sia-sia dan kita akan tetap mati di dalam dosa-dosa kita. Tetapi puji Tuhan karena Tuhan Yesus bangkit, maka kepercayaan kita terhadap Dia tidak sia-sia. Kita akan hidup bersama-sama dengan Tuhan Yesus selama-lamanya.
3. Kalau Tuhan Yesus tidak bangkit maka orang-orang yang mati di dalam Tuhan akan binasa. Tetapi puji Tuhan, sebab Tuhan Yesus bangkit! Orang-orang yang mati di dalam Tuhan akan dibangkitkan dan akan bersama-sama Tuhan Yesus selama-lamanya.
4. Karena Tuhan Yesus bangkit, kita bukan orang-orang yang paling malang dari segala manusia, tetapi justru orang-orang yang paling beruntung dari segala manusia. (1 Korintus 15:17-19).

Tuhan Yesus yang pegang hari esok Saudara dan saya, Dia hidup! Karena itu tidak ada alasan untuk kita merasa kuatir; apalagi putus-asa. Tuhan Yesus berkata kepada kita, “Jangan kamu kuatir! Jangan kamu kuatir apa yang akan kamu makan, apa yang akan kamu minum, apa yang akan kamu pakai. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, tetapi Bapamu yang di sorga tahu, kamu memerlukan semuanya itu. Karena itu carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya…semuanya…apa yang Saudara butuhkan akan ditambahkan kepadamu!”. Amin!
Karena Tuhan Yesus bangkit, maka kuasa kebangkitan-Nya memampukan Saudara dan saya untuk menjadi pemenang! Karena Tuhan Yesus bangkit, maka mujizat-mujizat yang dilakukan 2000 tahun yang lalu masih terjadi sampai dengan hari ini! Saudara, selama hampir 12 tahun saya telah melayani Healing Movement Crusade; dan minggu depan adalah KKR Healing yang ke-294 dan 295 kali. Saya melihat ribuan orang sakit yang disembuhkan seketika oleh Tuhan di lapangan-lapangan. Belum lagi yang ketika dalam perjalanan pulang tiba-tiba mereka disembuhkan. Ada yang sesampainya di rumah disembuhkan. Ada juga yang ketika mereka menyaksikan tayangannya di TV, mereka disembuhkan. Mengapa? Sebab Tuhan Yesus bangkit, Dia hidup!
Karena Tuhan Yesus bangkit, maka Dia berkata kepada kita Gereja-Nya, “Bangkitlah, menjadi teranglah! Sebab terangmu datang dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu!”
• Ayat ini berlaku untuk Pentakosta yang pertama, di Yerusalem di kamar loteng.
• Ayat ini juga berlaku untuk Pentakosta yang kedua yang terjadi di Los Angeles – Azusa Street.
• Dan ayat ini juga berlaku untuk Pentakosta yang ketiga yang terjadi di Indonesia yang akan dimulai di SICC. Pada tanggal 17-20 Juli 2018 yang akan datang di SICC akan diadakan Empowered21 Asia dan Global. Bangsa-bangsa akan datang dan mereka akan menerima api pencurahan Roh Kudus, Pentakosta yang ketiga. Temanya adalah “Fire and Glory”. Saya percaya penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua itu terjadi. Haleluya!
Khotbah Bapak Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo JCC, 8 April 2018

Other posts in Weekly Message: