PENJAGA KEBUN ANGGUR BUKAN PEMILIK

Home / Weekly Message / PENJAGA KEBUN ANGGUR BUKAN PEMILIK
PENJAGA KEBUN ANGGUR BUKAN PEMILIK

Wahyu 21:4-8, “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”
Kita sudah belajar di dalam Wahyu 21 tentang sorga dan neraka, keadaan di sorga tidak ada ratap tangis dan dukacita, yang ada hanyalah sukacita dan damai sejahtera, dan keadaan di neraka ada api dan belerang yang membakar sampai selamanya.
Siapa orang-orang yang dapat masuk ke sorga? Orang-orang yang mempunyai 3K, yaitu: Ketaatan, Kesetiaan dan Ketekunan. Dan orang-orang yang tidak taat, tidak setia dan tidak tekun sampai garis akhir akan masuk ke neraka.
Bagaimana caranya agar kita jangan sampai masuk neraka? “Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar” (Filipi 2:12) Memang keselamatan itu diberikan cuma-cuma kepada kita, seperti masuk melalui pintu ke surga tetapi selama masih hidup di dunia ada pilihan untuk tetap tinggal di surga atau menjadi murtad (tidak taat, tidak setia, atau tidak tekun) meninggalkan Yesus. Untuk pastikan kita selamat harus terus setia sampai garis akhir, kebanyakan orang tidak tahan sampai garis akhir.
Suatu organisasi Kristen melakukan sebuah survey di gereja-gereja di Amerika yang mengatakan bahwa 10 orang yang datang ke gereja hari ini dan setelah 10 tahun kemudian ada berapa orang yang masih beribadah? Hanya 1 dari 10 orang yang datang ke gereja dari 10 tahun yang lalu, berarti hanya 10% setia selama 10 tahun dan yang 90% sudah kembali ke dunia atau pindah gereja, dsbnya. Ternyata banyak meninggalkan gereja karena tidak berakar di dalam pengajaran dan kebenaran firman Tuhan.
Kita semua yang menang akan memperoleh semua janji keselamatan itu. Berarti ada pertandingan/perjuangan yang harus kita lalui untuk keluar sebagai pemenang dan kita harus mempersiapkan diri. Kita diajar kebenaran Firman dan dilatih melakukannya supaya keluar sebagai pemenang. Jika orang Kristen mau taat melalui perjuangan ini pasti keluar sebagai pemenang karena kemenangan kita sudah dijamin. Karena Yesus telah menang atas maut dan Dia adalah pemilik hidup kita dan kita adalah hambaNya seperti penjaga kebun anggur yang dipercayakan oleh tuannya.
Mari kita lihat Matius 21 tentang tugas seorang hamba selagi tuannya berpergian sampai tuannya datang kembali.
1. Yesus dielu-elukan di Yerusalem.
Menjelang perayaan Paskah, Tuhan Yesus masuk ke kota Yerusalem (hari itu diingat sebagai hari Minggu Palm or ‘Palm Sunday’) dan dielu-elukan dengan daun-daun palem, dan Yesus menunggang seekor keledai betina, orang-orang berseru: “Hosanna, hosanna.”
Mengapa dikatakan menunggang keledai betina dan mengapa bukan kuda atau binatang lainnya? Keledai itu adalah binatang yang taat dan mudah dikendalikan penunggangnya. Gereja adalah seperti keledai betina yang membawa Yesus kemana saja,, karena bukan lagi kita yang hidup tetapi Kristus yang hidup di dalam kita.
Roh Kudus dicurahkan di Yerusalem, di Yudea dan di Samaria, dan sampai ke ujung bumi, itu berbicara di Yerusalem secara fisik dan juga ‘Yerusalem’ adalah diri kita, ‘Yudea’ berbicara tentang keluarga kita dan ‘Samaria’ adalah komunitas yang lebih luas dan sampai ke ujung bumi.
Roh Kudus dicurahkan dalam kehidupan kita dan kita bertobat menerima Yesus sehingga kita menjadi ciptaan baru, setelah kita menerima Yesus, hidup kita selalu mengelu-elukan Yesus, penuh dengan doa, pujian dan penyembahan dan berkata: Hosanna, hosanna bagi Yesus di tempat yang Mahatinggi. Maka Yesus bertahta atas hati, jiwa dan tubuh, roh dan pikiran kita memuliakan Tuhan senantiasa.
2. Yesus Menyucikan Bait Suci.
Matius 21:13, “dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” Kata ‘rumah-Ku’ di sini adalah Bait Suci di Yerusalem pada waktu itu, tetapi Yesus juga berkata Bait Suci ini akan dihancurkan dan dalam 3 hari Aku akan membangunnya kembali, yang dimaksud di sini adalah pada waktu Yesus mati di kayu salib tubuh-Nya dihancurkan dan pada hari yang ketiga Ia dibangkitkan.
1 Korintus 3:16-17, “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.”
“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?”
1 Korintus 6:19
Tubuh ini adalah bait Allah dan siapa yang merusaknya maka ia akan berurusan dengan Allah. Tubuh kita adalah bait Suci dan berharga di mata Tuhan dan kita harus bertanggung jawab kepada Tuhan bagaimana kita harus memelihara tubuh ini. Orang dunia tidak mengerti ini sehingga ia memakai tubuhnya untuk mengikuti hawa nafsu dan kejahatan.
Orang-orang yang masuk neraka dan binasa itu karena mereka tidak tahu dan tidak mau tahu bahwa tubuhnya itu bait Allah. Dan kita yang sudah tahupun ada pilihan apakah kita mau taat atau tidak. Pilihan ada ditangan kita apakah kita mau masuk sorga atau tidak? Kita juga yang menentukan pilihan bagaimana menguduskan diri. Apakah kita mau memakai tubuh kita untuk hal-hal yang jahat atau untuk memuliakan Tuhan. Itu semua adalah keputusan masing-masing kita sendiri.
3. Yesus Mengutuk Pohon Ara.
Mengapa pohon itu dikutuk? Karena pohon itu tidak berbuah. Pohon tumbuh dari benih. Didalam setiap benih ada potensi untuk berbuah. Namun bila sebuah pohon tidak berbuah berarti pohon tsb. tidak melakukan kehendak Allah. Karena kehendak Tuhan menciptakan benih menjadi pohon yang berbuah.
Sama seperti manusia diciptakan untuk berbuah. Kalau kita tidak berbuah, berarti kita tidak melakukan kehendak Allah. Dalam setiap orang percaya harus ada buah pertobatan, ada buah Roh dan buah jiwa-jiwa. Kalau tidak berbuah berarti kita tidak melakukan kehendak Tuhan.
Untuk berbuah, benih harus tumbuh seperti pohon baru kemudian berbuah. Demikian juga setiap orang Kristen harus dimuridkan sehingga menjadi dewasa dan berbuah. Kehendak Tuhan agar pohon itu berbuah dan kehendak Tuhan agar kita menjadi murid dan berbuah.
Mengapa dalam survey 10 orang yang ke gereja itu hanya 1 orang yang tetap beribadah setelah 10 tahun? Karena 9 orang tersebut tidak berbuah. Sama seperti pohon yang tidak berbuah percuma jika tidak ada buahnya. Kalau kita mau taat, setia dan bertekun pasti berbuah, dan kita akan dibersihkan supaya berbuah lebih banyak lagi. Kita tinggal pilih mau lakukan atau tidak.
Kesimpulan: Kehendak Tuhan bagi kita semua adalah Jika nama Yesus ditinggikan, hidup kita disucikan, setiap hidup yang disucikan dan memuliakan Tuhan akan berbuah banyak.
Tuhan mengajarkan sebuah perumpamaan lagi agar kita dapat belajar bagaimana kita harus hidup sampai kedatangan Tuhan kembali.
Matius 21:33-43, Perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur.
“Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula,
tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?” Kata mereka kepada-Nya: “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.” Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
Yesus lahir ditengah bangsa Yahudi. Namun karena mereka keras kepala dan tidak mau menerima Tuhan Yesus, maka keselamatan ini diberikan kepada bangsa-bangsa lain termasuk kita, tetapi ini hanya untuk satu masa, dan setelah cukup jumlahnya dari bangsa-bangsa lain yang bertobat maka bangsa Yahudi juga akan diberi kesempatan untuk bertobat lalu kita sama-sama akan masuk sorga.
Kita adalah penggarap-penggarap kebun anggur. Penggarap kebun anggur seperti apakah kita? Apakah kita melakukannya dengan setia dan bertekun sehingga memberikan uang sewa tepat waktu dan pada waktunya nanti pemilik kebun anggur kembali dan kita mengembalikan hasil kebun anggur tersebut kepada tuan pemilik kebun anggur tsb. Ataukah kita berpikir karena pemilik kebun anggur tidak datang-datang, maka kita merasa bahwa hidup ini adalah milik kita.
Tuhan percayakan hidup kita kepada kita, apakah kita menjadi hamba yang baik dan setia atau menjadi hamba yang jahat? Hidup kita hanya dititipkan untuk dipelihara, hidup ini pinjaman bukan milik kita. Semua hasil milik, talenta, kehebatan dan pekerjaan kita bukan punya kita, dan kita diberi tugas untuk ‘menggarap’ hidup kita. Tapi ada orang yang lupa kalau hidup ini hanya titipan dan mempermasalahkan persepuluhan. Karena merasa ini hidupku, pekerjaanku, hasil karyaku dan tidak mau mengembalikannya kepada Tuhan, pemilik hidup.
“Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Matius 10:39
Sesuai dengan ayat tsb. kita tahu sekarang kalau kita mempertahankan hidup seakan-akan milik kita maka akan kehilangan. Tetapi jika kita menyerahkan free-will kita (menyangkal diri, tidak menuruti hawa nafsu) dengan melakukan kehendak Tuhan maka kita akan mendapatkannya. Kita ini hanya penggarap dan pengerja kebun anggur Tuhan untuk Kerajaan Allah dan untuk kehendak Allah. Kalau kita bisa dipercaya maka Tuhan akan mempercayakan lebih banyak lagi. Jika kita sadar bahwa hidup kita adalah milik Tuhan maka kita akan taat, setia dan bertekun, maka kita akan keluar sebagai pemenang. Kita persembahkan talenta, finansial, keberhasilan dan segala sesuatu milik kita hanya kepada Tuhan yang layak menerima hormat dan kemuliaan.
Ringkasan kotbah Ps. Juliana L April 1, 2018