“SEBAB BAGI ALLAH TIDAK ADA YANG MUSTAHIL!”

Home / Weekly Message / “SEBAB BAGI ALLAH TIDAK ADA YANG MUSTAHIL!”
“SEBAB BAGI ALLAH TIDAK ADA YANG MUSTAHIL!”

10 Desember 2017

Tidak terasa sekarang sudah bulan Desember dan sebentar lagi kita akan memasuki tahun yang baru, yaitu tahun 2018. Kalau kita diperkenankan oleh Tuhan masuk tahun 2018, semua karena kasih karunia Tuhan.
Bulan Desember kita merayakan Natal, jadi tidak ada salahnya kalau hari ini saya mengucapkan, “Selamat Natal tahun 2017, Tuhan Yesus memberkati Saudara berlimpah-limpah-limpah!”.

Proses kelahiran Tuhan Yesus ke dalam dunia ini merupakan satu mujizat. Pada sebagian orang dikatakan tidak masuk akal, apalagi ketika Tuhan Yesus dikatakan sebagai Anak Allah. Mereka berkata, “Bagaimana Allah bisa punya anak?”
Pada waktu malaikat Gabriel mendatangi Maria, Maria terkejut dan malaikat Gabriel berkata kepada Maria, “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Mendengar itu Maria kaget, heran dan tidak mengerti, “Bagaimana itu bisa terjadi, karena aku belum bersuami?”. Malaikat Gabriel berkata lagi, ”Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”
Mengandunglah Maria karena Allah Roh Kudus dan kuasa Allah Yang Mahatinggi turun ke atasnya. Karena itulah Tuhan Yesus disebut Anak Allah. Tuhan Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia.

Bagi orang yang tidak memiliki Roh Kudus, hal ini merupakan sesuatu yang tidak masuk akal. Tetapi bagi kita yang memiliki Roh Kudus, kita semua tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Allah, Dia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia!
Bagaimana mujizat kelahiran Tuhan Yesus bisa terjadi? Jawabnya, karena MARIA PERCAYA! Ketika malaikat Gabriel berkata kepadanya, dia percaya! Meskipun tidak masuk akal, meskipun tidak bisa dimengerti. Maria berkata, ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

TAHUN 2017 TAHUN MUJIZAT PENUAIAN

Memasuki tahun 2017, Tuhan memberikan tema, “Tahun Mujizat Penuaian!” Tahun 2017 akan segera berakhir, ada berapa banyak diantara Saudara yang mengalami mujizat penuaian? Pada waktu memasuki tahun 2017, diingatkan bahwa kalau mau mengalami mujizat penuaian, maka harus memperhatikan 4 hal, yaitu:
1. Kita Harus Percaya Bahwa Mujizat Itu Ada
Dalam kesempatan ini saya ingin merenungkan bersama Saudara tentang imam Zakharia, ayah dari Yohanes Pembaptis. Zakharia dan Elisabet sejak masa mudanya minta anak, “Tuhan, berikan anak!”. Meskipun Elisabet mandul, mereka terus berdoa minta anak, “Kami minta anak, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan!”. Pada masa tuanya malaikat Gabriel juga datang kepada imam Zakharia dan berkata, “Zakharia, doamu yang selama ini minta anak, dikabulkan oleh Tuhan. Isterimu akan mengandung dan engkau akan punya anak, dan haruslah engkau menamai dia, Yohanes.”
Apa jawab Zakharia? “Punya anak? Mana mungkin, saya sudah tua. Isteri saya mandul lagi! Mana mungkin?!” Malaikat berkata kepada imam Zakharia, “Selama ini yang kamu minta itu apa? Begitu dikabulkan, kamu malah tidak percaya! Karena kamu tidak percaya, kamu akan menjadi bisu!”.
Maria percaya mujizat itu ada, karena itu dia berkata, ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Saya percaya kita semua di tempat ini tidak mau menjadi bisu, karena itu kita harus percaya mujizat. Amin!

2. Kita Harus Bertindak Meskipun Tidak Masuk Akal / Tidak Mengerti
Gereja ini ada karena saya percaya meskipun saya tidak mengerti, meskipun tidak masuk akal, saya tetap jalan dan berjalan sehingga gereja itu ada sampai dengan hari ini.
Pada saat Allah berbicara melalui malaikat Gabriel kepadanya, Maria percaya dan bertindak meskipun tidak masuk akal, meskipun dia tidak mengerti. Apa yang dia lakukan? Dia memberitahu tunangannya, Yusuf.

3. Ada Harga Yang Harus Dibayar Untuk Terjadinya Mujizat
Maria sudah mengetahui bahwa akan ada 2 reaksi daripada Yusuf. Pertama Yusuf percaya, tetapi yang kedua Yusuf tidak percaya. Kalau sampai Yusuf tidak percaya, ini akan menjadi masalah besar! Sebab pada waktu itu orang yang mengandung tanpa suami bisa dihukum rajam! Ini harga yang harus dibayar oleh Maria, tetapi dia siap membayar harga ini. Apa yang terjadi ketika diberitahu kepada Yusuf? Ternyata Yusuf tidak percaya. Yusuf adalah seorang yang tulus dan baik, dia mau diam-diam menceraikan Maria supaya tidak malu di muka umum. Tetapi ketika dia mempertimbangkan mau menceraikan Maria, pada waktu dia tidur di malam hari, malaikat Tuhan menampakkan diri dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Yusuf menjadi percaya! Begitu dia bangun tidur, dia langsung mengambil Maria sebagai isterinya.

4. Kesombongan Akan Membuat Mujizat Tidak Terjadi
Kelahiran Tuhan Yesus ke dalam dunia ini terjadi karena Maria dan Yusuf percaya, meskipun tidak masuk akal dan tidak mengerti, mereka lakukan itu. Percaya dan terjadilah mujizat!
Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2017, bukan berarti penuaian mujizat segera berakhir, tetapi justru di tahun 2018 Saudara akan mengalami penuaian mujizat lebih lagi, asal Saudara percaya!
Saudara akan mengalami apa yang disebutkan dalam 1 Korintus 2:9, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Kalau Saudara mengasihi Tuhan Yesus, Saudara akan percaya kepada Dia. Percaya apa yang dikatakan-Nya, meskipun tidak masuk akal dan tidak mengerti. Ketika Saudara mendengar itu dan berkata, “Saya percaya, Tuhan!”. Cukup dengan percaya dan bertindak, Saudara akan melihat mujizat terjadi dalam hidup Saudara. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Amin!
Pada waktu Tuhan Yesus lahir ke dalam dunia ini, Allah sanggup membuat para gembala dan orang-orang Majus datang menyembah Tuhan Yesus, sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Gembala itu mewakili orang-orang yang miskin dan yang kurang dalam pendidikan. Tetapi orang Majus mewakili orang-orang yang kaya dan punya pendidikan yang tinggi. Saudara lihat di sini bahwa Tuhan Yesus memanggil semua orang, tidak perduli dia miskin, kurang pendidikan atau kaya dan pendidikan tinggi, Tuhan panggil supaya percaya kepada Dia. Amin!

Bagaimana cara Tuhan memanggil gembala-gembala itu datang menyembah Tuhan Yesus? Dengan cara malaikat datang kepada mereka untuk memberitahu bahwa telah lahir Tuhan Yesus. Mereka harus melihat dan harus datang menyembah Dia. Pada waktu itu mereka melihat puji-pujian, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara orang-orang yang berkenan kepada-Nya.” Bala tentara sorgawi dan malaikat Tuhan menyanyi puji-pujian dan itu yang membuat gembala-gembala datang menyembah Tuhan Yesus. Saudara, berapa banyak saya dengar orang bertobat karena mendengar pujian? Adakah diantara Saudara yang mempunyai pengalaman seperti itu? Cukup banyak saya dengar di luar, begitu mendengar puji-pujian dia bertobat. Lain halnya dengan orang Majus, Tuhan mempunyai cara lain untuk memanggil mereka agar percaya kepada Tuhan Yesus dan menyembah, yaitu dengan cara membaca kitab nabi. Banyak saya dengar juga ketika orang menyelidiki Alkitab yang awalnya tidak percaya, pada waktu mereka menyelidiki justru diungkapkan bahwa Tuhan Yesus adalah Juruselamat dan mereka percaya kepada Tuhan Yesus serta menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka.
Saya percaya; setiap kita mempunyai pengalaman sendiri-sendiri ketika Tuhan Yesus memanggil kita untuk percaya kepada-Nya. Pengalaman Saudara tidak sama dengan pengalaman saya, tetapi mari pada kesempatan yang indah ini saya ajak Saudara bernostalgia. Mungkin 30 tahun yang lalu, 20 tahun yang lalu atau 1 bulan yang lalu Saudara datang kepada Tuhan Yesus karena Tuhan panggil Saudara dan Saudara menjawab, “Ya…ya…ya…”. Itu pengalaman Saudara 20 – 30 tahun yang lalu, tetapi hari ini Tuhan sedang bertanya kepada Saudara, “Maukah engkau menjadi umat yang layak bagi-Ku untuk menyambut kedatangan-Ku yang kedua?”. Apakah Saudara mau menjawab, “Ya…ya…ya…”. Amin!

Selama 3,5 tahun pelayanan Tuhan Yesus di muka bumi ini, itu diwarnai dengan mujizat-mujizat yang luar biasa yang Dia lakukan, sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Ketika Yohanes Pembaptis ada di dalam penjara, dia menyuruh 2 muridnya datang kepada Tuhan Yesus dengan satu pertanyaan, “Apakah Engkau Mesias yang selama ini kami tunggu atau kami harus menunggu orang lain lagi?”. Tuhan Yesus pada waktu ditanya tidak menjawab. Dia sibuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, Dia hanya berkata begini kepada murid-muridnya, “Apa yang kamu lihat, apa yang kamu dengar, sampaikan kepada Yohanes. Orang buta melihat, lumpuh berjalan, tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, orang kusta menjadi tahir dan kepada orang-orang miskin diberitakan kabar baik.” Itu pelayanan Tuhan Yesus dan itu harus menjadi pelayanan kita, gereja-Nya. Tuhan menyertai dengan tanda dan mujizat, jangan kuatir! Begitu Saudara mulai menginjil untuk memenangkan jiwa-jiwa, maka tanda dan mujizat (signs and wonders) itu akan mengikuti Saudara. Dan jangan lupa, Tuhan Yesus memberitakan kabar baik kepada orang-orang miskin. Hati Tuhan Yesus itu ada di orang-orang miskin. Amin!

Tuhan memanggil semua orang, tidak peduli dia miskin, kaya, pandai atau kurang pandai, semua dipanggil! Dan puji Tuhan; di gereja kita semuanya itu ada. Sekali lagi, hati Tuhan Yesus ada pada orang-orang miskin dan hati itu diberikan kepada kita. Saya ingat 11 tahun yang lalu bagaimana Tuhan berkata kepada saya, “Niko, kamu pergi ke kota-kota ke mana Aku tunjuk, kalau kamu tiba di satu kota, kamu kumpulkan gereja-gereja di kota itu. Dan ajak gereja-gereja itu untuk membawa orang-orang miskin, orang sakit, orang yang tidak punya uang untuk ke dokter, orang yang tidak punya pengharapan, sebab Aku akan menyembuhkan mereka.”
Selama 11 tahun ini, saya sudah diperkenankan oleh Tuhan mengakhiri tahun 2017 ini dengan melakukan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan Kesembuhan Ilahi ini sebanyak 291 kali. Dan saya diperkenankan oleh Tuhan untuk melihat orang sakit disembuhkan seketika di lapangan-lapangan, ada yang disembuhkan dalam perjalanan pulang, ada yang di rumah-rumah disembuhkan, ada juga yang melihat siaran TV disembuhkan, sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Dan Saudara, pada waktu itu masih diteruskan, “Niko, biayanya kamu bawa sendiri.” Kalau Saudara mendengar ini, Saudara harus bertepuk-tangan dengan keras, mengapa? Sebab sebetulnya Tuhan berkata, “Berilah, maka kamu akan diberi!”, jangan dibalik! Jadi kalau disuruh, “Biayanya kamu bawa sendiri…” atau “Ini saatnya memberi…”, wah saya bersukacita, mengapa? Karena kita pasti diberi! Dan diberinya itu tidak sama, bisa 10x lipat, 100x lipat, 1.000x lipat bahkan 1.000.000x lipat! Amin!
Saudara, saya ingat mengapa saya bersukacita kalau disuruh memberi. Karena saya diingatkan dari Matius 10:8 di mana Tuhan Yesus berkata, “Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma….” Saudara, sampai dengan hari ini saya pertahankan tentang hal itu. Saya ingat bagaimana waktu memulai pelayanan ini, pada waktu di Tanah Perjanjian Tuhan berkata kepada saya, “Perhatikan 2 hal ini, Niko. Yang pertama, kamu jangan mencuri kemuliaan-Ku. Dan yang kedua, kamu jangan mengambil keuntungan pribadi dari pelayanan ini.” Saya jaga baik-baik pesan Tuhan ini, karena itu pelayanan ini masih ada sampai dengan hari ini dan akan Tuhan teruskan. Melalui pelayanan ini, bukan rahasia lagi, banyak orang-orang yang diselamatkan, banyak orang-orang yang disembuhkan, sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil!
Bersambung… .Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, 3 Desember 2017

Other posts in Weekly Message: