PERMULAAN YANG BARU

Home / Weekly Message / PERMULAAN YANG BARU
PERMULAAN YANG BARU

17 September 2017

Kita akan memasuki tahun yang baru yaitu tahun 5778, tepatnya pada tanggal 22 September 2017 nanti, sesuai dengan perhitungan kalender bangsa Yahudi.
Angka 8 = Chet, New Beginning, menurut angka Yahudi itu adalah angka yang sempurna dan berbicara tentang permulaan yang baru. Tuhan katakan kita adalah new creation/ciptaan baru di dalam Kristus.

Untuk tahun 5777 (dimulai dari tanggal 3 Oktober 2016), angka 5 artinya kasih karunia. Tiga adalah angka yang luar biasa di dalam Tuhan melambangkan kebenaran, dan angka 7 artinya completion (selesai/sempurna), jadi kalau angka 7 keluar sampai 3x, berarti ini benar-benar sudah selesai dan tidak akan terjadi lagi. Tuhan sedang mempersiapkan gerejanya sebagai mempelai yang tidak bercacat cela di masa kasih karunia ini.

Bahkan ada yang memprediksi pengangkatan gereja akan terjadi sebelum memasuki tahun 5778 (September 22, 2017) Di tambah lagi NASA meresponi situs Internet yang mengatakan adanya planet X yang akan menabrak bumi pada tanggal 23 September 2017.
Memasuki masa yang baru ini (tahun 5778) akan adanya Pemisahan/Separation. Kebanyakan dari kita sudah menjadi orang Kristen cukup lama dan menerima keselamatan, tetapi jiwanya masih belum sepenuhnya diselamatkan sehingga jiwanya masih berorientasi pada dunia. Kita mau perangi keduniawian yang ada dalam jiwa kita, sehingga jiwa kita sejalan dengan roh. Karena daging lemah, oleh sebab itu daging harus dikendalikan, jika roh tidak dapat menguasai daging, suatu hari nanti pasti daging akan menguasai roh. Jika kita mempunyai gaya hidup seperti waktu kita belum bertobat (dimana daging berkuasa) maka kita tidak akan berjalan dalam kemenangan dalam roh.

Kalau kita tidak mengembangkan manusia rohani kita, maka kita akan menjadi orang Kristen yang hanya ikut tradisi agamawi atau kedagingan/keduniawian karena belum lahir baru. Yang Tuhan kehendaki adalah kita harus lahir baru. (Baca Yohanes 3:3-5) You must be born again! To Become a spiritual man/woman.

Orang yang sudah bertobat itu maksudnya sudah berhenti melakukan kebiasaan-kebiasaan duniawi yang berasal dari hawa nafsu kedagingan dan keduniawian (Galatia 5:16-21), sebaliknya mempunyai kerinduan untuk memuji dan menyembah Tuhan; dengan menjadikan doa, pujian dan penyembahan menjadi gaya hidup (lifestyle).
Sangat menyedihkan kalau ada orang mengaku orang Kristen tetapi belum me-ngalami kelahiran baru. Orang ini senang kalau disuruh doa jam sekian, menghadap ke arah tertentu dan berapa kali sehari tetapi tidak mengerti tentang lahir baru. Semua peraturan manusia diikuti tetapi di dalam hatinya tidak ada kasih dan ketaatan kepada Tuhan, itu adalah roh agamawi. Kita adalah anak-anak Allah dan sudah dimerdekakan dari segala bentuk perbudakan, termasuk roh agamawi.

Kita adalah gereja yang dipimpin Roh Kudus, kita harus lahir baru. Kalau kita sudah dimerdekakan dari roh agamawi tersebut, kita akan peka dengan suara Roh Kudus dan berdoa serta meruntuhkan benteng-benteng yang dibangun oleh keangkuhan manusia. Tetapi kalau roh dan jiwa kita tidak bertumbuh maka kita tidak mampu melakukan itu.

Tuhan mau kita bertobat dan menerima Tuhan Yesus serta hidup di dalam Roh, tetapi untuk menuju ke sana ada ujian yang harus dilalui. Bila tidak lulus ujian hanya akan menjadi gereja yang kedagingan dan keduniawian.
Ada 4 hal yang akan kita pelajari untuk memasuki tahun baru yang berkemenangan:
• Perspective (Cara pandang)
• Preparation (Persiapan)
• Purpose (Tujuan)
• Promise (Janji)

I. Perspective (Cara Pandang).
Setiap manusia mempunyai cara pandang yang berbeda, mengapa? Karena perspective dipengaruhi oleh pengalaman di masa lalu dan pengetahuan yang dimilikinya. Kalau cara pandang tidak dipengaruhi oleh firman Tuhan maka kita akan melihat dengan cara pandang dunia. Cara pandang yang Tuhan inginkan adalah percaya akan janji Tuhan. Cara pandang dunia adalah pengecut dan penakut karena tidak percaya kalau Tuhan berjanji pasti akan ditepati.

Bilangan 13 mencatat kisah bangsa Israel sebelum memasuki Tanah Perjanjian dan Musa mengirim 12 orang pengintai. Bil 13:17-20, “Maka Musa menyuruh mereka untuk mengintai tanah Kanaan.” ayat 25-33, “Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dari pengintaian negeri itu, dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka membawa pulang kabar kepada keduanya dan kepada segenap umat itu dan memperlihatkan kepada sekaliannya hasil negeri itu. Mereka menceritakan kepadanya: “Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana…” Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.” Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa dan kami lihat diri kamu seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”

Ke 12 orang pengintai mengalami mujizat yang sama selama 40 tahun di padang gurun. Tetapi 10 orang mengatakan tidak bisa mengalahkan bangsa itu karena ba-nyak raksasa, akibatnya mereka tidak memasuki tanah perjanjian dan mati di padang gurun. Mengapa hanya Yosua dan Kaleb yang mengatakan bahwa mereka pasti bisa mengalahkan bangsa itu? Karena mereka ber 2 mempunyai cara pandang yang beriman dan percaya akan janji Tuhan sekalipun resikonya mau di lempar batu oleh segenap bangsa yang percaya berita dari 10 pengintai lain.

II. Preparation (Persiapan); Tinggal di dalam payung perlindungan (Shadow of the Almighty God dalam Mazmur 91).
Kita harus senantiasa hidup dengan persiapan, seperti kata pepatah: Sedia payung sebelum hujan. Orang yang memiliki sudut pandang beriman tidak akan buang waktu dengan hal-hal yang sia-sia, tetapi ia hidup mempersiapkan diri.
Perbedaan orang yang mempersiapkan dan tidak melakukan persiapan itu besar. Contoh: Dua orang yang mau pergi beribadah pada saat hujan, yang satu bawa payung dan yang lainnya tidak, sehingga pada waktu keduanya sampai di depan gereja, yang membawa payung akan tetap rapi tidak kehujanan tetapi yang tidak membawa payung akan basah kuyup karena kehujanan. Demikian juga menghadapi akhir jaman, orang yang tetap tinggal dalam perlindungan Tuhan yang maha kuasa tidak akan melihat malapetaka.

Cara kita mempersiapkan diri adalah perbaharui roh dan pikiranmu (Efesus 4:23). Misal Roh kita sudah baca Alkitab sebagai makanan rohani tetapi jiwa kita (yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak) penuh dengan dendam, amarah, luka atau iri hati yang tidak mau taat pada Firman, itu harus dipulihkan. Di dalam 2 Petrus 1:5-7 dikatakan, hendaklah kamu menambahkan pada imanmu kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, kesalehan dan kasih. Dengan rajin dan tekun merenungkan Firman tiap hari dan mau taat melakukannya, lambat laun jiwa (pikiran, perasaan dan kehendak) di perbaharui dan dipulihkan sesuai dengan Firman (Baca Matius 7:24-27 dan Lukas 6:47-49). Pada saat hujan, badai, dan banjir datang rumah orang yang mempersiapkan diri tetap berdiri.

III. Purpose (Tujuan).
Setiap orang mempunyai karunia/talenta dan panggilan yang unik. Setiap orang mempunyai jalan dan tujuan hidup masing-masing. Rasa percaya akan tujuan Tuhan ciptakan kita pada jaman ini dengan apa yang ada pada kita membuat kita semakin kuat bertumbuh di dalam Tuhan dan berkemenangan. Jangan merasa tidak diperlukan atau iri hati, mungkin orang bisa lupa tetapi Tuhan tidak akan lupakan kita.

Tanya kepada dirimu: Mengapa engkau berada di sini? Kita harus tahu tujuan hidup kita dan mengapa kita berada di sini. Tuhan menempatkan setiap kita di tempat ini dengan tujuan ilahi. Untuk taat melakukan tujuan ilahi, motivasi pribadi dan kepentingan diri sendiri harus di kesampingkan. Iblis suka menipu kita dengan keinginan-keinginan duniawi atau kedagingan yang senantiasa berjuang didalam jiwa kita. Kalau kita mengikuti dorongan keinginan tsb. maka kita tidak bisa melakukan tujuan ilahi yang Tuhan sudah sediakan. Kalau kita masih tinggal dalam kedagingan dan keduniawian, itu sama dengan menyakiti hati Tuhan, seperti yang dikatakan dalam Bilangan 14:11-12, “Berapa lama lagi bangsa ini mau menista Aku? dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di te-ngah-tengah mereka! Aku akan memukul mereka dengan penyakit sampar dan melenyapkan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka.” Baca pemberontakan bangsa Israel dalam Bilangan 14:1-9.

IV. Promise (Janji).
Tuhan mau mengajarkan kita bahwa Ia sangat mengasihi kita tetapi mengapa kita sering tidak percaya kepada-Nya. Kita mengerti kasih Tuhan melalui janji-Nya, kita ini adalah anak perjanjian, Israel itu adalah bangsa perjanjian, Alkitab itu adalah perjanjian Allah dengan manusia.
Kalau kita sudah dipimpin oleh Roh Kudus dan percaya akan janjiNya maka tidak usah takut lagi karena kita bersandar kepada Tuhan yang hidup. Ibrani 11:33 “Karena Iman mereka telah memperoleh apa yang di janjikan”. Ibrani 6:12 “tetapi menjadi pengikut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.”
Orang yang penuh iman harus disertai dengan pertobatan dari segala hal yang tidak benar agar kita semakin kuat dan kokoh, jangan ada ilah-ilah lain dalam jiwa kita dan hanya Tuhan yang kita sembah. Tuhan mau jiwa kita baik/prosper, kita semua harus hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Tuhan tidak bisa bekerja dengan orang yang tidak beriman kepada-Nya, dan iman kita kepada Allah yang hidup yang baik dan mengasihi kita.

Mungkin kita sering dikecewakan oleh orang yang sudah berjanji tetapi ingkar janji sehingga kita menganggap Tuhan itu seperti manusia. Segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita itu atas seijin Tuhan agar kita menjadi dewasa. Miliki cara pandang ilahi yang akan membuat kita masuk ke tanah perjanjian, dengan iman kita akui Tuhan, bahwa kita adalah anak Allah. Persiapkan diri untuk melakukan kehendak dan tujuan Ilahi. Janji-Nya ada di dalam firman Tuhan dan percaya bahwa Allah sanggup menepati janji-Nya! Amin.

Other posts in Weekly Message: