NEW BEGINNING

Home / Weekly Message / NEW BEGINNING
NEW BEGINNING

10 September 2017

“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada ke-datangan Yesus Kristus, Tuhan kita.” 1 Tesalonika 5:23

Kita akan memasuki tahun yang baru yaitu tahun 5778, tepatnya pada tanggal 22 September 2017 nanti, sesuai dengan perhitungan kalender bangsa Yahudi.
Angka 8 = Chet, New Beginning, menurut angka Yahudi itu adalah angka yang sempurna dan berbicara tentang New Beginning. Tuhan katakan kita adalah new creation/ciptaan baru di dalam Kristus.
Kalau kita lihat kembali gereja kita (BIC NY) flashback pada tahun 1997-98, kita memasuki New Beginning yang pertama, yaitu masa perintisan gereja cabang-cabang, dimana gereja ini melalui masa penanaman (berakar). Tahun 2007-2008 memasuki New Beginning yang kedua, yaitu masa pertumbuhan. Dimana untuk pertama kalinya gereja kita membeli tanah untuk membangun gereja. New beginning kali ini kita akan memasuki New Beginning yang ketiga, yaitu masa berbuah, dimana kita akan membangun gereja dan outreach semakin memberi dampak, buah yang bisa dinikmati banyak orang dan nama Tuhan dipermuliakan.

Untuk tahun 5777 (dimulai dari tanggal 3 Oktober 2016), angka 7 ada 3x, berbicara tentang Tritunggal. Tiga adalah angka yang luar biasa di dalam Tuhan, dan angka 7 adalah angka sempurna, jadi kalau angka 7 keluar sampai 3x, berarti ini luar biasa dan tidak akan terjadi lagi. Tuhan sedang mempersiapkan gerejanya sebagai mempelai yang tidak bercacat cela. Bahkan ada yang memprediksi pengangkatan gereja akan terjadi sebelum memasuki tahun 5778 (Agustus 22, 2017)

Kebanyakan dari kita sudah menjadi orang Kristen cukup lama dan menerima keselamatan, tetapi jiwanya masih belum sepenuhnya diselamatkan sehingga jiwanya masih berorientasi pada dunia. Kita mau perangi keduniawian yang ada dalam jiwa kita, sehingga jiwa kita sejalan dengan roh. Karena daging lemah, oleh sebab itu daging harus dikendalikan, jika roh tidak dapat me-nguasai daging, suatu hari nanti pasti akan jatuh. Kalau kita mempunyai gaya hidup seperti waktu kita belum bertobat maka kita tidak akan berjalan dalam kemenangan.

Karena itu di dalam 2 Petrus 1:5-7 dikatakan, hendaklah kamu menambahkan pada imanmu kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, kesalehan dan kasih. kalau kita tidak lakukan hal ini maka akibatnya kita tidak bisa menjadi orang Kristen yang berkemenangan.
Kalau kita tidak mengembangkan manusia rohani kita, maka kita akan menjadi orang Kristen yang hanya ikut tradisi agamawi dan tidak lahir baru. Yang Tuhan kehendaki adalah kita harus lahir. You must be born again! Become a spiritual man/woman.
Orang yang sudah bertobat itu maksudnya sudah berhenti melakukan kebiasaan-kebiasaan duniawi yang berasal dari hawa nafsu kedagingan dan keduniawian (selain makan, minum dan tidur tentunya), sebaliknya mempunyai kerinduan untuk memuji dan menyembah Tuhan; jadikan doa, pujian dan penyembahan menjadi gaya hidup (lifestyle).

Dalam Matius 13, Tuhan Yesus menjelaskan tentang seorang penabur, kalau kita menerima taburan benih firman Tuhan di dalam ibadah, apa yang terjadi dengan benih yang kita dengar itu? Apakah itu kita dengar dan lupakan atau itu tertanam dalam hati kita?
Mat 13:9-17, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?” Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

Apakah kita termasuk orang yang mendengar tetapi tidak mendengar dan tidak mengerti? Apa yang membuat kita lupa dan tidak bisa melihat dengan cara pandang ilahi, seperti ada selaput yang menutupi mata kita:
a. Kesombongan (Pride); membuat kita lupa dan merasa tidak perlu melakukan apa-apa. Tuhan membenci orang sombong.
b. Tidak mengampuni, kepahitan.
Sangat menyedihkan kalau ada orang mengaku orang Kristen tetapi belum me-ngalami kelahiran baru, mungkin orang ini senang kalau disuruh doa jam sekian dan berapa kali sehari tetapi tidak mengerti tentang lahir baru, semua peraturan diikuti tetapi di dalam hatinya tidak ada kasih dan ketaatan, itu adalah roh agamawi. Kita adalah anak-anak Allah dan sudah dimerdekakan dari segala bentuk perbudakan, termasuk roh agamawi.

Kita adalah gereja yang dipimpin Roh Kudus, kita harus lahir baru. Kalau kita sudah dimerdekakan dari roh agamawi tersebut, kita akan peka dengan suara Roh Kudus dan berdoa serta meruntuhkan benteng-benteng yang dibangun oleh keangkuhan manusia. Tetapi kalau roh dan jiwa kita tidak bertumbuh maka kita tidak mampu melakukan itu.
Tuhan mau kita bertobat dan menerima Tuhan Yesus serta hidup di dalam Roh, tetapi untuk menuju ke sana ada ujian yang harus dilalui. Bila tidak lulus ujian hanya akan menjadi gereja yang kedagingan.

Ada 4 hal yang akan kita pelajari untuk memasuki tahun yang baru berkemenangan:
• Perspective (Cara pandang)
• Preparation (Persiapan)
• Purpose (Tujuan)
• Promise (Janji)

I. Perspective (Cara Pandang).
Setiap manusia mempunyai cara pandang yang berbeda, mengapa? Karena itu dipengaruhi oleh pengalaman di masa lalu dan pengetahuan yang dimilikinya. Kalau cara pandang tidak dipengaruhi oleh firman Tuhan maka kita akan melihat dengan cara pandang dunia.
Dalam Bilangan 13, Musa melihat Tanah Perjanjian didepan mata dan mengirim 12 orang pengintai.
Bil 13:17-20, “Maka Musa menyuruh mereka untuk mengintai tanah Kanaan, katanya kepada mereka: “Pergilah dari sini ke Tanah Negeb dan naiklah ke pegunungan, dan amat-amatilah bagaimana keadaan negeri itu, apakah bangsa yang mendiaminya kuat atau lemah, apakah mereka sedikit atau banyak; dan bagaimana negeri yang didiaminya, apakah baik atau buruk, bagaimana kota-kota yang didiaminya, apakah mereka diam di tempat-tempat terbuka atau di tempat-tempat berkubu, dan bagaimana tanah itu, apakah gemuk atau kurus, apakah ada di sana pohon-pohonan atau tidak. Tabahkanlah hatimu dan bawalah sedikit dari hasil negeri itu.” Waktu itu ialah musim hulu hasil anggur.”

ayat 25-33, “Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dari pengintaian negeri itu, dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka membawa pulang kabar kepada keduanya dan kepada segenap umat itu dan memperlihatkan kepada sekaliannya hasil negeri itu. Mereka menceritakan kepadanya: “Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan.” Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan me-ngalahkannya!” Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.” Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa dan kami lihat diri kamu seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”
Orang Israel telah melihat mujizat demi mujizat dari Tuhan selamat 40 tahun di padang gurun termasuk 12 orang pengintai yang dikirim bersama-sama. Tetapi 10 orang mengatakan tidak bisa mengalahkan bangsa itu karena banyak raksasa, akibatnya mereka tidak memasuki tanah perjanjian. Mengapa hanya Yosua dan Kaleb yang mengatakan bahwa mereka pasti bisa mengalahkan bangsa itu? Karena mereka mempunyai cara pandang yang berbeda dan sudah melihat mujizat yang Tuhan kerjakan di hadapan mereka dan percaya akan janji Tuhan.

II. Preparation (Persiapan); Tinggal di dalam payung perlindungan (Shadow of the Almighty God).
Kita harus senantiasa hidup dengan persiapan, seperti kata pepatah: Sedia payung sebelum hujan. Orang yang memiliki sudut pandang beriman tidak akan buang waktu dengan hal-hal yang sia-sia, tetapi ia hidup mempersiapkan diri.
Perbedaan orang yang mempersiapkan dan tidak melakukan persiapan itu besar. Contoh: Dua orang yang mau pergi beribadah dan di depan hujan, yang satu bawa payung dan yang lainnya tidak, sehingga pada waktu keduanya sampai di depan gereja, yang membawa payung akan tetap rapi tidak kehujanan tetapi yang tidak membawa payung akan basah kuyup karena kehujanan.
Hal-hal apa yang harus kita lakukan di masa persiapan tersebut. Banyak orang hidup lalai dan tidak bisa membedakan apa yang harus dipertahankan. Isi hari-hari kita ini bukan menunggu masalah datang tetapi persiapkan diri untuk menghadapi masalah yang akan datang.
Bersambung minggu depan…

Other posts in Weekly Message: