MERAWAT DAN MEMELIHARA HUKUM TUHAN

Home / Weekly Message / MERAWAT DAN MEMELIHARA HUKUM TUHAN
MERAWAT   DAN  MEMELIHARA  HUKUM  TUHAN

7 Mei 2017

Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Alah yang memberi pertumbuhan (1 Korintus 3:6).

Bulan lalu kita sudah belajar tentang tugas seorang petani sebagai penabur yang menanam benih di tanah, di mana tanah tersebut harus terlebih dahulu dibajak atau dicangkul sebagai wadah yang siap bagi benih tersebut untuk dapat tumbuh. Demikian juga dengan hidup kita, agar dapat menabur benih ilahi atau kebenaran firman, maka tanah hati kita terlebih dahulu harus dibajak supaya mempunyai kualitas tanah hati yang subur sehingga benih firman dalam iman yang hidup dapat bertumbuh.

Bagaimana caranya membajak tanah hati kita? Salah satunya dengan mengingat segala perbuatan serta kasih setia dan anugerah Tuhan yang begitu besar dalam hidup kita agar hati ini selalu dipenuhi ucapan syukur. Hati yang selalu mengucap syukur akan mudah untuk ditaburi benih kebenaran. Hati yang selalu me-ngucap syukur akan mudah untuk dibentuk. Ada kuasa dalam setiap ucapan syukur karena Tuhan bertahta di atas pujian dan penyembahan umat-Nya.

Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah Nama-Nya! Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun (Mazmur 100:4-5).

Sekarang kita lanjutkan pelajaran kita tentang tugas petani sebagai seorang perawat yang memelihara tanaman tersebut agar dapat sampai kepada tahap memanen atau menuai. Petani tersebut akan melakukan hal berikut ini :
• memberi pupuk agar tanamannya subur dan dapat tumbuh dengan maksimal,
• menyiram atau mengairi tanaman yang ditanamnya,
• membersihkan tanaman dengan memotong ranting atau cabang yang kering
• menjaganya dari berbagai gangguan hama yang dapat mengganggu bahkan mematikan pertumbuhan tanaman tersebut.

Dalam Yohanes 15, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang hidup yang berbuah dari pelajaran tentang pohon anggur karena di Israel semua orang dipastikan sangat mengerti segala sesuatu tentang tanaman anggur. Dan Tuhan memakai perumpamaan tentang sesuatu yang mereka dapat mengerti.
Kristus sebagai pokok anggur yang benar dan setiap ranting pada-Nya yang tidak berbuah akan dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah akan dibersihkan supaya ia lebih banyak berbuah.

Kalau kita tidak tinggal di dalam Dia, maka kita tidak akan dapat berbuah bahkan dibuang keluar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Dia mengatakan bahwa kita harus tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita agar dapat berbuah banyak sebab di luar Kristus kita tidak dapat berbuat apa-apa.

Hal-hal yang perlu kita perhatikan dan lakukan bersama Tuhan untuk merawat dan memelihara benih agar hidup kita dapat bertumbuh dan berbuah adalah :

1. MEMBERI PUPUK dengan selalu memiliki hati yang bersyukur karena mengingat kebaikan dan kasih setia Tuhan yang telah Dia buktikan begitu nyata dalam hidup kita sehingga kita memiliki pula roh yang selalu takut dan hormat didasari kasih akan Tuhan. Dari hati yang besyukur akan mengalir pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Hati yang bersyukur menjadi tanah hati yang subur karena siap ditaburi firman dan mudah dibentuk oleh Tuhan.
2. MENYIRAM atau MENGAIRI dengan membangun dan memelihara keintiman dengan sumber Air Kehidupan yaitu Roh Kudus lewat doa, pujian, penyembahan. Ini juga termasuk menjadikan firman Tuhan sebagai satu-satunya pedoman hidup sehingga kita memeliharanya dalam hati serta pikiran kita. Kalau kita terhubung dengan Sumber Air Kehidupan maka mustahil kalau hidup kita tetap sama dan tidak diubahkan. Kita pasti diubahkan dan tidak dapat terus menerus berbuat dosa lagi karena benih ilahi sudah ada di dalam kita. Roh Kudus akan memperbaharui roh kita senantiasa sehingga kita dimampukan untuk bertekun dan tinggal dalam kasih-Nya.
3. MEMOTONG segala sesuatu dalam hidup kita yang tidak berguna karena tidak mempunyai nilai kekekalan (perkara yang sia-sia). Hal ini perlu dilakukan agar hidup kita berada pada kemaksimalan; seluruh talenta digunakan secara tepat, efektif dan efisien. Kita harus memeriksa hidup kita bersama Roh Kudus untuk mengetahui apakah ada kesia-siaan yang terus menerus kita lakukan tanpa disadari. Untuk itu pikirkanlah perkara-perkara yang di atas di mana Kristus ada. Segala bentuk cara pikir dan cara hidup duniawi harus dipotong karena selain sia-sia hal itu dapat membawa kita kepada kebinasaan.
4. MEMBERSIHKAN segala sesuatu dalam hidup kita dari kecemaran, ketidakmurnian dan dari segala bentuk yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Tuhan memakai segala perkara untuk mengerat dan membersihkan hidup kita dengan didikan dan pendisiplinan agar kita lebih banyak berbuah. Lihat segala perkara dari perspektif Tuhan yang kekal dan bukan dari cara pandang dunia yang sementara dan akan segera berlalu ini. Untuk apa seseorang memiliki segala sesuatu di dunia ini kalau dia kehilangan nyawanya yang sesungguhnya. Tuhan akan melakukan apapun dalam hidup kita yang walaupun sakit untuk kedagingan tapi mempunyai nilai kekekalan, supaya kita dapat turut masuk dalam hidup yang kekal bersama Dia.
5. MENJAGA DARI SEGALA BENTUK GANGGUAN HAMA. Hama dapat menimbulkan kerusakan, menghambat pertumbuhan bahkan dapat menyebabkan kematian tanaman dan mengakibatkan kerugian yang besar. Hanya dengan kuasa firman dan Roh Kudus kita dapat menjaga dan memelihara kekudusan. Hanya dengan kuasa firman dan Roh Kudus kita menolak dan mematahkan setiap tipu muslihat iblis lewat kedagingan, kita meraih kemenangan dalam setiap pergumulan apapun serta dimampukan menjaga hati dengan segala kewaspadaan agar kehidupan yang dari Tuhan senantiasa terpancar.

PENUTUP

Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan (Mazmur 145:13).

Tuhan berkuasa atas segala ciptaan-Nya dari awal sampai akhir; Dia adalah Alpha dan Omega. Dialah Tuhan atas generasi ke generasi. Tuhan memerintahkan kita untuk mengajarkan dan meneruskannya kepada anak cucu untuk selalu punya roh yang takut akan Tuhan supaya baik keadaan kita serta anak cucu kita agar hidup kita menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa dan nama Tuhan dipermuliakan.

Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,
yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan TUHAN, Allahmu, di Horeb, waktu TUHAN berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka (Ulangan 4:9-10).

Tuhan Yesus memberkati.

Other posts in Weekly Message: