MERAWAT DAN MEMBERI PUPUK SECARA ROHANI

Home / Weekly Message / MERAWAT DAN MEMBERI PUPUK SECARA ROHANI
MERAWAT DAN MEMBERI PUPUK SECARA ROHANI

14 Mei 2017

Tugas sebagai seorang petani setelah menabur benih adalah merawati tunas dan memberi pupuk. Kata “pupuk” dalam Kamus Bahasa Indonesia adalah penyubur tanaman yang ditambahkan ke tanah untuk menyediakan zat/unsur yang diperlukan oleh tanaman. Sementara tujuan dari memupuk adalah menyuburkan tanah atau tanaman. Pupuk merupakan suatu hal yang sangat penting. Tanpa pemberian pupuk, suatu tunas yang baru muncul dari benih bisa mengalami defisiensi (kekurangan) berbagai unsur nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tanaman untuk bertumbuh.

Dalam kehidupan rohani seseorang yang diibaratkan sebagai tanaman, maka secara rohani kita juga sangat memerlukan pupuk. Selain untuk memenuhi unsur nutrisi rohani yang dibutuhkan, juga untuk membuat kondisi tanah hati kita subur agar benih ilahi yang ada di dalam kita dapat berakar, mengalami pertumbuhan dan hidup kita berbuah.

Ada tiga hal penting untuk diperhatikan dalam hal memberi pupuk secara rohani :
1. Sikap hati yang Mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kita.
Mulai belajar memiliki sikap hati yang selalu bersyukur dalam segala hal dengan terus mengingat perkerjaan-pekerjaan dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita dimulai dari hal-hal yang tampaknya kecil atau sederhana. Hati yang selalu bersyukur akan mendatangkan sukacita ilahi karena mengenal siapa dan bagaimana sifat Tuhan yang kita sembah, Allah yang hidup dan penuh kasih, luar biasa dan memegang kendali atas segalanya; mengenal siapa diri kita di dalam Dia yaitu orang yang telah dibenarkan dan diangkat sebagai anak melalui karya penebusan Tuhan Yesus.

Mengucap syukurlah untuk nafas hidup, kesehatan, kekuatan, air, makanan, rumah tempat tinggal, pekerjaan, berkat finansial dan materi, kesempatan, usaha yang diberkati dan mendatangkan hasil, promosi, persekutuan dengan saudara seiman, Gembala, gereja lokal, pertolongan Tuhan, perlindungan dan pemeliharaan Tuhan, jawaban doa. Bersyukur untuk kota dan negara kita tinggal, pemerintahan, alam dan seluruh hasilnya; bersyukur untuk keselamatan, kasih, damai sejahtera, sukacita, kuasa otoritas, kesembuhan, kelepasan, pemulihan, kelimpahan, kemenangan, masa depan yang cerah, dan masih sangat banyak hal yang patut kita syukuri. Bersyukurlah untuk segala hal yang ada pada kita dan jangan membanding-bandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Renungkanlah Mazmur 103 berikut ini :

“Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali. TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas. Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel. TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.

Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.”

Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.
Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.

TUHAN sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu.

Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya.

Pujilah TUHAN, hai segala tentara-Nya, hai pejabat-pejabat-Nya yang melakukan kehendak-Nya.

Pujilah TUHAN, hai segala buatan-Nya, di segala tempat kekuasaan-Nya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku!

2. Kembali kepada kasih yang mula-mula.
Dengan keadaan hati yang selalu bersyukur, maka kita akan selalu ingat semua kebaikan Tuhan pada saat kita diselamatkan. Kalau kita dikaruniai roh pertobatan dan iman untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi adalah suatu kasih karunia yang luar biasa. Karena kasih karunia kita diselamatkan oleh iman; itu bukanlah hasil usaha kita, tetapi pemberian Allah. Itu bukan hasil pekerjaan kita, jangan ada orang yang memegahkan diri. Mintalah kepada Tuhan agar kasih mula-mula memperbaharui roh dan jiwa kita senantiasa. Kasih yang semula menjadi seperti bahan bakar bagi kita untuk berakar dan bertumbuh dalam kasih dan pengenalan yang benar akan Kristus, sehingga kita selalu memiliki iman yang hidup yang dapat dilihat dari perbuatan iman di dalam segala perkara dan keadaan. Kita akan bergairah dalam mengiring Tuhan, kerajinan tidak kendor dan roh yang selalu menyala-nyala dan tidak pernah mundur dalam melayani Tuhan.
3. Menerima segala kebenaran dengan hati yang merendah dan lemah lembut.
..dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu (Yakobus 1:21b).
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati (Mazmur 25:9).

Orang yang selalu mengucap syukur mengerti bahwa dia adalah orang yang sangat lemah dan tidak sanggup hidup tanpa Tuhan dan tidak akan berani keluar dari kasih setia-Nya. Sadar bahwa semua yang dilakukan akan sia-sia jika dilakukan di luar Tuhan dan hidupnya akan sangat bergantung kepada kasih setia dan kemurahan Tuhan semata. Mereka akan memiliki roh yang rela untuk menerima kebenaran walaupun sakit untuk kedagingan, mereka akan bersukacita ketika diproses dan dibentuk Tuhan karena tujuan Tuhan adalah untuk menjadikan mereka semakin indah serupa dengan gambaran-Nya. Orang yang rendah hati dan lemah lembut tentu akan selalu mau belajar, mencintai teguran dan didikan. Orang yang rendah hati pasti akan selalu ingat pekerjaan dahsyat dan kebaikan Tuhan, ingat untuk melakukan hukum-Nya dan selalu takut akan Nama-Nya.
Ulangan 8 :3: “Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.
5)Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya.
6)Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia.
11)Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
17)Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.
18)Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.”

PENUTUP
Bersyukur yang sejati adalah bukan hanya sebatas ucapan saja tetapi dengan segenap hati dan jiwa serta akan terpancar dari cara kita hidup serta akan terlihat dari buahnya.

Minggu ini kita merayakan kehebatan kasih Tuhan dengan bersyukur untuk ibu yang melahirkan dan telah berjerih lelah merawat kita dengan kasih Kristus.

Happy Mother’s Day for all great Moms Tuhan Yesus Memberkati!

Other posts in Weekly Message: