“MENYIAPKAN BAGI TUHAN SUATU UMAT YANG LAYAK BAGI-NYA!” PERMULAAN YANG BARU (sambungan minggu lalu)

Home / Weekly Message / “MENYIAPKAN BAGI TUHAN SUATU UMAT YANG LAYAK BAGI-NYA!” PERMULAAN YANG BARU (sambungan minggu lalu)
“MENYIAPKAN BAGI TUHAN SUATU UMAT YANG LAYAK BAGI-NYA!” PERMULAAN YANG BARU (sambungan minggu lalu)

15 Oktober 2017

Kita sedang memasuki permulaan yang baru. Mari kita lihat pesan Tuhan buat kita semua dari Kolose 3:1-4, “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.”

Tuhan meminta kepada kita semua untuk mencari, memikirkan perkara-perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Kalau kita melakukan itu, maka di sini dikatakan, “Pada waktu Tuhan Yesus menyatakan diri kelak, kita akan melihat Dia dan kemudian hidup bersama-sama dengan Dia selama-lamanya!”. Dari ayat ini saya sangat yakin dan percaya, Orang yang diangkat adalah orang yang hanya memikirkan dan mencari perkara-perkara yang di atas. Amin!

Saya berdoa hari-hari ini agar ketika mendengar ini kita mulai koreksi diri. “Tuhan, saya mau…saya mau, Tuhan. Kita sedang memasuki permulaan yang baru, masa, era permulaan yang baru. Saya mau mencari, memikirkan perkara-perkara yang di atas”.
Apa yang dimaksudkan dengan mencari dan memikirkan perkara-perkara yang di atas?
1. Banyak memikirkan perkara-perkara yang rohani.
2. Meresponi persoalan atau apa saja, semua harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Sesuai dengan perkara-perkara yang di atas tadi.

Daud adalah orang yang berkenan di hati Tuhan, sebab dia melakukan segala perintah Tuhan pada zamannya. Kalau kita lihat Daud, dia meresponi masalah yang terjadi, enak maupun tidak enak dalam hidupnya, itu selalu sesuai dengan perkara-perkara yang di atas. Di saat dia jatuh dalam dosa, Daud meresponi ketika dia ditegor dan dihukum, apa yang dia lakukan itu sesuai dengan perkara-perkara yang di atas. Pada waktu ditegor, dia tidak mencari kambing hitam, dia tidak mencari alasan untuk membenarkan dirinya. Dia hanya bilang, “Tuhan, itu saya…itu saya. Ampuni saya, Tuhan!…ampuni saya! Jangan ambil Roh-Mu daripadaku. Ampuni saya…”. Pada waktu dia dihukum, dia berkata, “Biar Tuhan yang menghukum saya…biar Tuhan yang menghukum saya”. Itu Daud! Saudara yang dikasihi Tuhan, kita disuruh Tuhan untuk mencari dan memikirkan perkara-perkara yang di atas. Amin!

Kalau Saudara membaca dari Wahyu 2 dan 3, itu adalah pesan Tuhan kepada 7 sidang jemaat atau 7 gereja. Tujuh gereja atau 7 sidang jemaat itu bukan hanya pada waktu itu saja, tetapi sebenarnya ini berbicara tentang gereja sepanjang masa, termasuk gereja masa kini, yaitu Saudara dan saya. Jadi itu pesan buat kita semua. Tuhan memberikan pesan apa yang Dia sukai dan apa yang Dia tidak sukai. Kalau kita melakukan apa yang Dia sukai, artinya melakukan sesuai dengan perkara-perkara yang di atas, dan kita akan dapat upah, akan mendapat berkat yang luar biasa. Tetapi sebaliknya kalau kita tidak melakukan itu, maka kita akan mendapatkan hukuman. Karena itu setiap kali Tuhan memberikan pesan kepada gereja-Nya selalu diakhiri dengan kata-kata, “Siapa bertelinga, hendaklah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Roh kepada jemaat-jemaat”. Dan setelah itu dikatakan, “Barangsiapa menang, Tuhan akan kasih pahala…” Tuhan mau kita keluar sebagai pemenang. Kalau kita melakukan perkara-perkara yang di atas maka kita akan keluar sebagai pemenang.

JEMAAT DI SARDIS DAN LAODIKIA
Saya diingatkan oleh Tuhan, melalui pesan Tuhan kepada jemaat di Sardis dan Laodikia. Perhatikan hal-hal yang Tuhan Yesus tidak suka!
Pertama, kepada jemaat di Sardis yang mati secara rohani dan jemaat di Laodikia yang suam-suam kuku atau tidur secara rohani. Dikatakan oleh Tuhan, “Kalau kamu lakukan itu, kamu akan hilang keselamatan….”, tetapi kalau keluar sebagai pemenang, ini pahalanya:
Kepada Jemaat di Sardis
1. Akan dikenakan pakaian putih.
2. Namanya tidak akan dihapus dari Kitab Kehidupan.
Saudara perhatikan baik-baik, namanya tidak dihapus dari Kitab Kehidupan, artinya orang yang namanya sudah ada di Kitab Kehidupan, tetapi kalau dia tidak keluar sebagai pemenang, akan dihapus namanya. Jadi tidak ada istilah, “Sekali selamat, tetap selamat!”.
3. Tuhan akan mengaku namanya di hadapan Bapa dan malaikat-Nya.

Kepada Jemaat di Laodikia
Akan didudukkan bersama-sama dengan Tuhan Yesus di atas takhta-Nya, sebagaimana Tuhan yang menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Nya di atas takhta-Nya. Semua ini berbicara tentang masuk sorga! Sekali lagi, hanya orang yang keluar sebagai pemenang, dia yang akan masuk sorga. Amin!
Ada berapa banyak di antara Saudara yang mau menjadi umat yang layak bagi Tuhan? Mari kita cek, apa yang dikatakan Tuhan Yesus tentang mati secara rohani tadi. Perhatikan: Mati rohani itu secara lahiriah tampaknya mereka hidup dan aktif serta memiliki keberhasilan dan kerohanian yang baik. Bisa jadi memiliki penyembahan yang menarik tetapi bukan dari kuasa dan kebenaran Roh Kudus. Mungkin dengan kebenarannya sendiri.

Saudara yang dikasihi Tuhan, mungkin kita kelihatannya baik-baik tetapi tidak tahu-nya mati rohani. Yang suam-suam kuku dikatakan adalah orang yang berkompromi dengan dunia dan sama dengan orang dunia. Kristen tetapi kerohaniannya payah. Tuhan tidak suka hal itu! Sekarang kita cek, termasuk saya pun telah mengecek diri saya, “Tuhan, saya tidak mau jadi orang yang mati rohani dan suam-suam kuku”.
Ada sesuatu yang menarik yang dilakukan oleh Barna Research Group Ltd 40 tahun yang lalu yaitu di tahun 1977 dan presidennya yaitu George Barna berkata begini, “Tahun 1977 kita mengadakan penelitian untuk membandingkan keyakinan, sikap, nilai-nilai dan tingkah laku orang percaya dan yang tidak percaya”. Jadi ini dibandingkan keyakinannya, sikapnya, nilai-nilainya dan tingkah lakunya. Hasilnya “Sangat sulit bagi orang yang belum percaya untuk memahami kekristenan, karena hanya ada sedikit orang-orang Kristen lahir baru yang meneladani iman yang Alkitabiah”. Saudara, ini bisa dipastikan banyak orang yang suam-suam kuku dan mati rohani. Dan dikatakan begini, “Pengetahuan Alkitab orang-orang Kristen lahir baru (pada waktu itu) adalah kombinasi dari unsur-unsur Alkitab dan hikmat dunia yang dicampur menjadi bubur teologi yang meracuni/menjijikan!”
Saya tidak tahu apakah sekarang sudah berubah dan saya tidak yakin kalau berubah. Tetapi saya percaya kita yang ada di tempat ini, tidak seperti ini. Orang-orang yang seperti itu adalah orang-orang yang suam-suam kuku dan mati rohani, tetapi saya percaya tidak ada seorang pun di tempat ini yang suam-suam kuku dan mati rohani. Amin!

Bangunlah, Hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati!
Saudara, jangan sampai kita menjadi orang-orang yang mati rohani dan suam-suam kuku! Untuk itu Alkitab mengajar kepada kita sekarang melalui Efesus 5:14-17, “Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.”
Dikatakan begini, “Bangunlah, hai kamu yang tidur… (yang tidur rohani atau suam-suami kuku)…dan bangkitlah dari antara orang mati (orang yang mati rohani) dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”. Supaya kita yang mungkin suam-suam kuku dan mati rohani, bangun dan bangkit!

Apa yang harus kita lakukan supaya kita bangun dari tidur dan bangkit dari antara orang mati?
1. Perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup, jangan seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif. Berlaku cemar adalah kegemaran orang-orang bebal. (Amsal 10:23)
2. Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat!
Saya mau ingatkan Saudara bahwa umur kita tidak ada seorang pun yang tahu sampai kapan atau sampai berapa. Ada seorang baru berumur 20 tahun tetapi sudah dipanggil Tuhan, ada yang pada usia 90 tahun baru dipanggil Tuhan, tidak ada seorang pun yang tahu. Tetapi yang paling penting kalau kita mau supaya kita tidak mati rohani dan tidak suam-suam kuku, kita harus mempergunakan waktu yang ada ini sebaik-baiknya. Amin!
Bagaimana supaya kita bisa memperhatikan dengan seksama bagaimana kita hidup? Bagaimana kita bisa mempergunakan waktu yang ada sebaik-baiknya? Ayat 17 itulah jawabannya dan mari kita membaca bersama-sama, ”Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.”

Apa kehendak Tuhan dalam hidup ini? Kalau kita mengerti ini, kita akan memperhatikan dengan seksama bagaimana kita hidup dan kita akan mempergunakan waktu-waktu kita yang ada sebaik-baiknya. Ini yang penting, apa kehendak Tuhan dalam hidup ini? Yaitu, supaya kita diselamatkan. Amin!
Allah berinisiatif menyediakan keselamatan bagi semua orang. Ini sudah di-lakukan sejak sebelum dunia dijadikan. Allah memanggil kita kepada keselamatan melalui Injil dan menerima kasih karunia-Nya secara gratis melalui respon iman kita. Gratis, bukan karena perbuatan baik kita maka kita selamat! Tetapi responnya adalah iman! Kemudian kita hidup dalam pertobatan dan beriman kepada Kristus. Ini penting!

Saudara, sekarang di dalam hidup ini yang penting dilakukan adalah 2 hal tadi, yaitu beriman kepada Tuhan Yesus, percaya kepada Dia, percaya akan Firman-Nya, melakukan Firman-Nya dan hidup dalam pertobatan. Seperti kita tahu beberapa waktu yang lalu saya selalu katakan bahwa kelompok Hyper-grace berkata, “Tidak perlu bertobat, sekali cukup! Pada waktu lahir baru bertobat tetapi setelah itu tidak perlu!” NO! Tiap hari kalau perlu kita bertobat. Saya percaya kalau Saudara tahu ini, “Saya harus diselamatkan!”, Saudara tidak akan main-main. Sekali lagi, orang yang tidak selamat, tempatnya di mana? NERAKA! Saya akan ulangi kepada Saudara apa yang Alkitab katakan tentang NERAKA:
– Neraka adalah tempat di mana terdapat kegelapan yang paling gelap, di sana terdapat ratap dan kertak gigi.
– Neraka adalah tempat di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak pernah padam.
– Neraka adalah tempat penyiksaan bagi manusia yang masuk neraka, siang dan malam oleh api dan belerang. Sampai kapan? SELAMA-LAMANYA!

Jangan sampai masuk neraka! Tuhan sudah menyediakan keselamatan bagi kita, karena itu hari ini Tuhan berkata kepada kita, “Perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup dan pergunakanlah waktu yang ada sebaik-baiknya karena waktu-waktu ini adalah jahat!”. Kalau kita lakukan 2 hal ini, kita tidak akan mati rohani dan tidak akan suam-suam kuku, tetapi kita berapi-api, roh kita menyala-nyala di hadapan Tuhan! Dan pada saat Dia datang untuk kali yang kedua, pada waktu Dia memanggil kita, kita mendengar dan kita diangkat dan selanjutnya kita akan bersama-sama dengan Tuhan Yesus selama-lamanya. Haleluya!
Saudara, Tuhan memberikan tugas kepada saya, “Kamu harus menyiapkan bagi-Ku suatu umat yang layak untuk menyambut kedatangan-Ku!”. Karena itu hari-hari ini saya betul-betul akan menekankan ini, supaya kita semua selamat dan kita akan bersama-sama nanti di Sorga. Amin!
Khotbah Bpk. Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo JCC, 1 Oktober 2017

Other posts in Weekly Message: