“MENJADI SEPERTI ANAK KECIL!”

Home / Weekly Message / “MENJADI SEPERTI ANAK KECIL!”
“MENJADI SEPERTI ANAK KECIL!”

11 Maret 2018

Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa kita sudah masuk dalam bulan ketiga di tahun 2018 dan Tuhan memberikan tema, “Tahun 2018 adalah Tahun Permulaan Yang Baru!”.
Saudara, kalender Orang Ibrani hari-hari ini memasuki tahun 5778. Arti dari tahun 5778 adalah:
– Angka 5 berbicara tentang anugerah atau kasih karunia Tuhan
– Angka 7 berbicara tentang angka sempurna, angka tertinggi, angka kepenuhan
– Angka 8 berbicara tentang angka permulaan yang baru.
Jadi berdasarkan ini Tuhan berkata, “Sampaikan kepada umat-Ku bahwa memasuki tahun 2018 oleh karena kasih karunia, anugerah Tuhan, Saudara dan saya akan diberi berkat yang sempurna ketika kita memasuki permulaan yang baru atau hal-hal yang baru!”.

Memasuki tahun 2018 ini apakah Saudara mau diberikan berkat yang sempurna? Ingat, itu semua karena kasih karunia! Itu karena anugerah Tuhan, bukan karena kehebatan kita, bukan karena kita kuat, bukan karena gagah kita, tetapi karena anugerah Tuhan, kemurahan Tuhan. Amin!
Kalau Saudara membaca dari Mazmur 33:18 dan Mazmur 32:8 maka di situ dikatakan begini, “Sesungguhnya mata Tuhan itu tertuju kepada mereka yang takut akan Dia dan yang berharap akan kasih setia-Nya.” Ada berapa banyak di antara Saudara yang takut akan Tuhan dan yang hanya berharap akan kasih setia Tuhan? Jika ‘YA’, berarti mata Tuhan tertuju kepada kita semua untuk mengajar, menasehati, menunjukkan jalan apa yang harus kita tempuh supaya janji Tuhan seperti yang dikatakan tadi itu terjadi buat Saudara. Amin!
Saudara, kita bisa menangkap itu hanya jika mata kita tertuju kepada Dia. Jika mata kita tidak tertuju kepada Dia, maka kita akan salah. Tuhan akan pakai orang lain untuk menegur kita, dan tidak selalu lembut, kadang-kadang keras atau ada yang ‘nyelekit’, tetapi kalau kita tidak tahu bahwa itu Tuhan maka Saudara bisa sakit hati terhadap orang itu. Tetapi kalau mata kita tertuju kepada Dia, meskipun kadang sakit; namun Roh Kudus akan berbicara, “Itu AKU! Itu AKU!…”. Dan ketika kita mau mengikuti maka kita akan diberkati berlimpah, limpah, limpah, limpah!

Saudara, Tuhan mau mengajar, menasehati, dan menuntun kita melalui pengertian tentang angka 8 yang disebut dengan ‘Chet’. Tanggal 20 Februari yang lalu saya baru genap berusia 69 tahun.
Saya percaya ini bukan kebetulan. Buat saya pribadi ini adalah tahun permulaan yang baru, tetapi tidak mungkin saya bilang secara pribadi, sebab kalau “saya” itu berarti kita semua! Kita sedang memasuki permulaan yang baru!
Saudara, permulaan yang baru berbicara tentang Tuhan Yesus. Kalau Saudara membaca Yoh 1:1 dan 14a, maka di situ dikatakan, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita,…..(Nama-Nya siapa? YESUS!)…dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”
Saudara, Tuhan Yesus itu adalah Anak Allah, tetapi jangan lupa bahwa Tuhan Yesus adalah Allah itu sendiri yang menjadi manusia. Ini penting! Dia adalah Anak Allah, tetapi Dia juga adalah Allah yang menjadi manusia.
Memasuki tahun 2018 Tuhan minta agar mata kita lebih tertuju kepada Tuhan Yesus dan mengingat apa yang Dia perbuat dalam hidup ini supaya kita lebih lagi mengasihi-Nya.

Pada tanggal 30 Maret ini kita akan memperingati Jumat Agung, yaitu kematian Tuhan Yesus. Bagi saya ini adalah sesuatu yang sangat penting. Kita akan mengingat kebaikan Tuhan, sebab tanpa itu kita tidak selamat. Saya selalu mengingat, “Tuhan, siapa saya ini sebelum mengenal Engkau. Saya ini orang berdosa. Upah dosa adalah maut, mati! Tetapi Engkau yang tidak berdosa telah dijadikan dosa oleh karena saya. Engkau harus turun dari Sorga mulia menjadi manusia untuk mati ganti saya dengan penderitaan yang luar biasa.” Itu Tuhan Yesus! Kalau Tuhan Yesus tidak mengalami itu dan dibangkitkan, maka kita tidak akan selamat! Kita akan masuk neraka semua! Tetapi karena Tuhan Yesus melakukan itu, maka kita anak-anak-Nya akan masuk Sorga.

Saudara, selama bertahun-tahun kalau saya bertemu dengan Saudara saya, beliau selalu mengingatkan bahwa kedatangan Tuhan Yesus untuk kali yang kedua sudah sangat dekat. Hari-hari ini kita diperingatkan untuk lebih dekat lagi kepada-Nya. Pada tanggal 21 Februari yang lalu, yaitu satu hari setelah ulang tahun saya, orang yang saya hormati selama ini, Ps. Billy Graham dipanggil Tuhan. Beliau adalah orang yang luar biasa. 29 tahun yang lalu, yaitu tahun 1989 para nabi di Amerika mengatakan, “Selama ini Gereja itu ada di dalam gua seperti Elia di dalam gua…(Waktu Elia diancam oleh Izebel, dia takut, lari dan bersembunyi. Keadaan Gereja adalah seperti ini 29 tahun yang lalu)…Tetapi ini tidak akan terus-menerus seperti itu. Ini akan berubah! Gereja akan bangkit dan itu akan ditandai dengan akselerasi penuaian jiwa besar-besaran!” Yang mana selalu kita sebutkan akhir-akhir ini dengan penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua. Pada waktu itu Ps. Benny Hinn sedang dipakai Tuhan secara luar biasa dan dia mendapatkan sesuatu. Dia katakan, kalau Oral Roberts dan Billy Graham telah dipanggil Tuhan, maka akan terjadi seperti yang dikatakan tadi, yaitu Gereja akan bangkit! Gereja akan dipakai Tuhan secara luar biasa! Oral Roberts sudah dipanggil Tuhan pada tahun 2009, tetapi Billy Graham baru dipanggil umur 99 tahun pada tanggal 21 Februari yang lalu. Saya percaya bahwa apa yang dikatakan oleh para nabi itu akan terjadi!
Waktu Elia lari dan bersembunyi karena dapat ancaman dari Izebel, dia ditanya oleh Tuhan, “Hei Elia, apa yang kamu lakukan di sini?”. Dan Elia menjawab, “Ya Tuhan, saya sudah bekerja mati-matian untuk Tuhan, tetapi umat-Mu mengingkari perjanjiannya! Mezbah-mezbah-Mu diruntuhkan, nabi-nabi-Mu dibunuh, tinggal aku seorang diri dan mereka juga mau membunuh aku!”. Langsung Tuhan berkata, “Sekarang kamu keluar!…Keluar! Berdiri di gunung ini di hadapan Tuhan”. Saudara, perintah yang seperti ini hari-hari ini ditujukan kepada Gereja-Nya. Gereja Tuhan yang selama ini ‘adem-ayem’, bersembunyi, di comfort zone, dan sebagainya sekarang Tuhan berkata, “Ayo keluar!” Yang saya dapatkan adalah Yesaya 60:1, “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu!”. Ayat ini juga berlaku untuk Pentakosta pertama dan kedua. Tetap ayat ini juga berlaku untuk Pentakosta yang ketiga!

Saudara yang dikasihi Tuhan, terang Tuhan, kemuliaan Tuhan itu berbicara tentang Api Kemuliaan Tuhan seperti yang dikonfirmasikan oleh hamba Tuhan yang bernama Russell Evans dari Planetshakers, Melbourne. Hari-hari ini api pencurahan Roh Kudus sedang turun di Indonesia dengan luar biasa. Karena itu Tuhan menyuruh saya nanti tanggal 17 – 20 Juli di SICC menyelenggarakan Empowered 21 Asia. Saya percaya yang ‘Global’ juga akan datang, bangsa-bangsa akan datang untuk menerima api pencurahan Roh Kudus, Pentakosta yang ketiga! Temanya adalah “FIRE and GLORY” dan saya percaya tahun ini adalah tahun permulaan di mana api Roh Kudus yang sedang dicurahkan di Indonesia itu akan bergerak ke bangsa-bangsa lain!
Saudara, kira-kira selama setahun ini, setiap kali saya ada di Sentul, saya pasti ada di lantai 12, di Menara Doa. Di situ ada bola dunia yang besar dan saya selalu tutup dengan menumpangkan tangan di atas bola dunia tersebut. Pertama saya arahkan tangan saya ke Indonesia, “Engkau sedang mencurahkan Roh-Mu di Indonesia, Tuhan. Dan ini akan bergerak ke bangsa-bangsa. Ke Asia, Tuhan! (lalu saya tumpang tangan atas negara-negara di Asia)…ke Eropa! (saya tumpang tangan atas Eropa)…ke Afrika! (saya tumpang tangan atas Afrika)…ke Amerika, Tuhan. Amerika Utara, Amerika Serikat, Amerika Selatan! (saya juga tumpang tangan di sana)…ke Australia!”. Kemudian Tuhan suruh saya mendeklarasikan ini: “Kalau Pentakosta pertama itu terjadi di Yerusalem, di kamar loteng. Pentakosta kedua terjadi di Los Angeles, di Azusa Street, tapi Pentakosta ketiga itu terjadi di Indonesia, dimulai di SICC!”. Dan ini sudah ditangkap oleh bangsa-bangsa! Mereka menerima dan nanti mereka akan datang. Ini sesuatu yang dahsyat! Anak perempuan Ps. Billy Graham menyampaikan bahwa dengan kematian ayahnya ini, dia mendapatkan bahwa penghukuman itu akan segera turun. Namun sebelum penghukuman yang sangat dahsyat itu turun, Gereja Tuhan akan diangkat. Itu yang dia dapatkan, karena itu saya tahu dan Tuhan mengingatkan saya terus, “Jangan kamu bosan-bosan katakan bahwa kedatangan-Ku sudah sangat, sangat, sangat dekat!”. Amin!

YESUS MEMBERI MAKAN LIMA RIBU ORANG
Pada waktu Tuhan Yesus masih berada di bumi ini, pelayanan-Nya itu sungguh luar biasa. Pelayanan-Nya disertai dengan tanda dan mujizat yang terjadi luar biasa! Bahkan Tuhan Yesus membuat apa yang kita istilahkan hari-hari ini mujizat yang tidak lazim, yaitu pada waktu Tuhan Yesus memberi makan 5.000 orang laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak hanya dengan 5 roti dan 2 ikan. Itu adalah satu mujizat yang tidak lazim!
Jadi pada waktu itu Tuhan Yesus sedang melayani, luar biasa banyaknya orang yang datang hingga ribuan. Bayangkan 2000 tahun yang lalu saja ribuan orang yang datang! Kalau sekarang, itu sama dengan jutaan orang. Pada waktu Tuhan Yesus sedang melayani, menyembuhkan orang sakit dan sebagainya, tidak terasa hari mulai malam. Murid-murid-Nya berkata, “Guru, ini sudah mulai malam dan mereka belum makan. Apakah tidak sebaiknya Guru menyuruh mereka mencari makan ke kampung-kampung sekitar sini?” Tetapi apa jawab Tuhan Yesus? “Kamu yang harus memberi makan mereka!”. “Kami?! Uang 200 Dinar saja tidak cukup (200 Dinar jumlah uang yang besar) untuk memberi mereka semua makan meskipun hanya sepotong kecil saja, itu tidak akan cukup. Apalagi kami pun tidak punya uang sebanyak itu!”. Kemudian Tuhan Yesus bertanya, “Apa yang kamu punya? Coba cari!”. Kemudian mereka mencari, tiba-tiba mereka membawa seorang anak yang mempunyai 5 roti dan 2 ikan. Sungguh luar biasa, sebenarnya roti dan ikan ini untuk dia makan, tetapi ketika semuanya diminta oleh Tuhan Yesus, dia mau berikan!

Setelah di tangan Tuhan Yesus, Dia berkata, “Coba orang-orang itu kamu suruh duduk berkelompok, ada yang 50 dan 100 orang.” Kemudian Tuhan Yesus memegang 5 roti dan 2 ikan itu, Ia menengadah ke atas dan mengucap syukur, Dia memecah-mecahkan roti dan ikan tadi lalu memanggil murid-murid-Nya, “5 roti dan 2 ikan ini sudah Aku pecah-pecahkan, sekarang kamu bagikan kepada mereka.” Saya mau bertanya, kalau Saudara jadi murid Tuhan Yesus pada waktu itu, bagaimana? Tentu sama dengan saya, bingung juga, “Ini hanya berapa potong? Sedangkan orang-orang itu ada ribuan jumlahnya! Ini bagaimana? Kita akan jadi bahan tertawaan paling tidak, atau kita bisa dimaki-maki orang banyak. Atau mungkin akan dikeroyok orang!”. Saya percaya mereka butuh waktu namun akhirnya mereka taat. Saya tidak tahu dengan pasti prosesnya bagaimana. Mungkin itu tiba-tiba jadi banyak atau setiap kali mereka ambil jumlahnya tetap sama atau tidak berkurang seperti janda Sarfat dengan tepung dan minyaknya. Tetapi yang pasti dan jelas, 5 roti dan 2 ikan yang dipecah-pecahkan itu membuat 5000 laki-laki, perempuan dan anak-anak makan sampai kenyang dan sisanya12 bakul!
Ini mujizat yang tidak lazim! Saudara mau mengalaminya? Yang membuat mujizat yang tidak lazim itu adalah Tuhan Yesus. Orang lain tidak bisa dan tidak ada yang bisa, hanya Tuhan Yesus saja! Tetapi Tuhan Yesus memerlukan kerjasama dengan kita. Seperti kisah tadi, Tuhan Yesus bekerja sama dengan anak itu. Yang luar biasa, anak itu memberikan 5 roti dan 2 ekor ikan yang merupakan jumlah yang relatif sangat kecil untuk memberi makan 5000 orang laki-laki, belum termasuk yang wanita dan anak-anak. Itu jumlah yang kecil, tetapi ketika diserahkan kepada Tuhan Yesus karena Dia minta, ini berubah menjadi banyak! Demikian juga dengan Saudara dan saya, Tuhan meminta kita setiap tahun untuk memberikan Buah Sulung. Saya mau bertanya, meskipun Buah Sulung itu adalah penghasilan selama bulan Januari, kalau dihitung selama 1 tahun apakah termasuk kecil? YA! Sebab itu hanya penghasilan selama 1 bulan, sedangkan 1 tahun itu ada 12 bulan. Mungkin ada yang berkata, “Iya, tetapi 1/12 buat saya itu besar…penghasilan saya kan 100, 100, 100, 100…”. Itu kan katanya kita. Kalau Tuhan menyuruh kita untuk memberikan 100, yaitu semua penghasilan di bulan Januari, maka di bulan Februari, Maret – Desember itu bisa berubah menjadi 1.000!
Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, JCC – 4 Maret 2018
Bersambung minggu depan…

Other posts in Weekly Message: