MEMASUKI TAHUN BARU DENGAN IMAN

Home / Weekly Message / MEMASUKI TAHUN BARU DENGAN IMAN
MEMASUKI TAHUN BARU DENGAN IMAN

24 September 2017

Apa yang dinubuatkan oleh para nabi di perjanjian lama dan yang Tuhan Yesus sendiri sampaikan kepada para muridNya tentang akhir zaman (ditulis dalam Matius 24) sedang digenapi. Begitu banyak kita melihat nabi palsu dan pengajar sesat, kabar tentang perang, bangsa bangkit melawan bangsa, bom, teror dan tindakan kekerasan karena suku – ras – agama, kelaparan, gempa bumi, angin topan, banjir yang melanda berbagai wilayah. Bangsa Israel dimusuhi oleh bangsa-bangsa.
Hal lain yang terjadi ialah di satu sisi banyak orang menjadi percaya sekalipun mengalami penganiayaan karena mempertahankan imannya kepada Yesus Kristus, tetapi di sisi lain banyak pula orang yang tadinya percaya malah menjadi murtad. Kedurhakaan yang makin bertambah menyebabkan kasih kebanyakan orang menjadi dingin. Mereka tidak lagi hidup karena iman dan telah meninggalkan kasih yang semula. Hal-hal seperti ini akan bertambah banyak jumlahnya dalam skala yang lebih besar. Tetapi Tuhan Yesus mengatakan bahwa :
… semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru (Matius 24:8).
Dari bahan renungan minggu lalu kita sudah belajar bahwa tahun penanggalan Yahudi 5777 sudah berakhir tanggal 22 September 2017 kemarin. Masa kasih karunia Tuhan sudah sampai pada tahap completion (selesai/sempurna) dan tidak akan terjadi lagi. Oleh sebab itu tahun baru 5778 disebut sebagai Permulaan yang baru. Tahun 5778 menandakan dimulainya masa pemurnian, penampian, pemisahan, kebangkitan Gereja Tuhan dan mukjizat penuaian. Semua goncangan yang Tuhan ijinkan terjadi di dalam kehidupan kita baik secara pribadi dan keluarga, gereja maupun dunia adalah untuk menguduskan Gereja-Nya yaitu memurnikan iman orang percaya, memisahkan domba dari kambing, memisahkan gandum dari lalang, membuat perbedaan antara orang yang beribadah dan orang fasik. Goncangan juga mendatangkan lawatan dan hujan pertobatan bagi jiwa-jiwa yang belum percaya serta penghakiman terhadap bangsa-bangsa dan para pemimpin dunia dengan tujuan agar semua manusia di muka bumi diberi kesempatan untuk bertobat.
…”Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan (Ibrani 12:26-27).
Pada hari-hari terakhir ini sangatlah penting untuk menyelaraskan cara pandang kita untuk seturut dengan kebenaran firman dan kehendak Tuhan. Cara pandang kita yang lama, yang tidak percaya dan membatasi kuasa Tuhan harus ditanggalkan dan ganti dengan yang baru yaitu percaya dengan memikirkan perkara yang di atas, bukan yang di bumi. (Kolose 3:2)
Segala sesuatu harus diresponi dengan iman percaya kepada Kristus Yesus : baik dalam mengambil keputusan atau melangkah, dalam mempersiapkan diri dan berjaga-jaga, dalam menghadapi tantangan dan pergumulan, tidak berkompromi dengan cara dunia, begitu juga dalam menyikapi teguran, proses dan didikan Tuhan. Tujuan dan rancangan Tuhan tidak akan pernah membawa kepada kebinasaan melainkan kepada pertobatan karena kasihNya yang luar biasa akan kita orang percaya.
Ayin Chet 5778, Chet merupakan huruf ke 8 dalam alphabet Ibrani, yakni terdiri huruf Vav (6) di sisi kanan dan huruf Zayin (7) di sisi kiri; keduanya disatukan oleh sebuah penghubung sehingga kesatuan dari tiga bagian tersebut membentuk sebuah gerbang atau tiang/ambang pintu. Pintu gerbang di dalam Alkitab menggambarkan tentang hikmat dan siapa yang menguasai / memerintah di wilayah tersebut.
dan haruslah engkau menuliskannya (maksudnya hukum Tuhan) pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu (Ulangan 6:9).
Ketika orang memilih allah baru, maka terjadilah perang di pintu gerbang (Hakim-Hakim 5:8).
Kerajaan dunia ini akan segera berakhir, Tuhan Yesus Kristus, Raja di atas segala raja akan menegakkan Kerajaan-Nya di seluruh muka bumi ini (sesuai dengan mimpi raja Nebukadnezar dalam kitab Daniel 2:44).
Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! “Siapakah itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!” (Mazmur 24:7-8).
Semua cara hidup manusia lama kita harus ditanggalkan karena ujungnya adalah kebinasaan; kenakan manusia baru senantiasa melalui pembaharuan dalam roh dan pikiran agar kita hidup di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Merenungkan firman akan menghasilkan pembaharuan budi, lalu akan menentukan ukuran iman, selanjutnya menentukan respon, keputusan dan langkah dan akhirnya menentukan tujuan akhir/destiny. Segala bentuk hikmat dunia (yang berasal dari si jahat dan nafsu manusia) harus segera berakhir dan digantikan dengan kebenaran dan hikmat Tuhan. Di mata Allah, hikmat dunia ini adalah suatu kebodohan dan merupakan suatu dosa pemberontakan.
…”Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.”. Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?” (1 Korintus 1:91-20).
Tiang/ambang pintu juga mengingatkan kita akan perintah Tuhan Allah kepada bangsa Israel melalui Musa, agar darah anak domba Paskah harus dibubuhkan pada ke dua tiang pintu dan ambang atas rumah mereka; di mana darah itu menjadi tanda bagi mereka untuk luput dari tulah kemusnahan seperti yang terjadi di Mesir (Keluaran 12:7 dan 13). Untuk dapat luput dari semua malapetaka dan berkemenangan di tengah goncangan, seseorang harus memakai tanda Darah Anak Domba di dalam kehidupannya yaitu dengan mengalami kelahiran kembali, menjadi ciptaan yang baru sehingga ada dalam naungan Darah Yesus, serta harus membangun keintiman dengan Tuhan.
Tetapi ternyata tidak cukup hanya itu. Untuk mengalahkan iblis, diperlukan 2 kesaksian karena Alkitab mengatakan bahwa kesaksian dua orang adalah sah (Yohanes 8:17b). Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut (Wahyu 12:11).
Ternyata, orang percaya juga harus terus hidup dalam iman agar dapat mencapai garis akhir sebagai saksi Kristus yang setia. Saksi yang setia maksudnya : pertama, konsisten dalam menundukkan keinginan daging (jiwa)nya kepada pimpinan dan kehendak Roh Kudus agar hidupnya berbuah; kedua, dia tidak menyayangkan nyawanya bahkan sampai ke dalam maut demi mempertahankan iman. “Tunduklah kepada Allah dan lawanlah iblis, maka ia akan lari daripadamu. (Yakobus 4:7) Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Matius 24:13)
Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya (Matius 10:39).
Mintalah agar Tuhan memeriksa seluruh hati dan hidup kita, jujur dengan Tuhan dan rendahkan diri untuk dapat rela menerima teguran dan didikanNya. Belajar mengikis segala sesuatu yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, sangkal diri dan pikul salib. Latih diri kita beribadah dengan cara sungguh-sungguh untuk tunduk pada pimpinan Roh Kudus.
Put our house in order ! Apa saja yang harus kita bereskan dan benahi memasuki tahun yang baru dan mempersiapkan kedatangan Tuhan ?
Bangun keintiman dengan Tuhan, miliki sikap hati yang benar, hidup dalam pertobatan serta ketaatan, luruskan motivasi mengikut Tuhan. Benahi pelayanan, pekerjaan, usaha, sekolah, hubungan dengan orang lain, keluarga /rumah tangga, keuangan, kembangkan karunia dan talenta. Sebagai orang benar kita juga bertanggung jawab akan keselamatan kota dan bangsa di mana kita tinggal (Yehezkiel 22:30).
Ikuti dan lakukan tuntunan Tuhan melalui gembala tertanam dalam gereja lokal untuk dapat masuk dalam kegerakan Roh Kudus di akhir jaman ini, demi keselamatan pribadi, keluarga, kota dan bangsa. Doakan pemimpin gereja yang telah ditunjuk Tuhan untuk memimpin umatNya, agar mereka selalu melekat kepada Tuhan, mengikuti tuntunan Tuhan, semakin peka dan kita semua bersatu hati menopang melalui doa dan tindakan agar melalui gereja dan kehidupan pribadi kita rencana dan janji Tuhan digenapi.
Tuhan Yesus Memberkati! Shanah Tovah.

Other posts in Weekly Message: