KEMBALI PADA KASIH YANG SEMULA

Home / Weekly Message / KEMBALI PADA KASIH YANG SEMULA
KEMBALI PADA KASIH YANG SEMULA

25 Februari 2018

“Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” Wahyu 2:4-5,

Bulan ini kita sudah belajar bahwa Tuhan mencela jemaat di Efesus karena mereka sudah kehilangan kasih yang semula dan jika mereka tidak bertobat maka kaki dian akan diambil dari tempatnya. Ada 2 hal yang harus diwaspadai: 1) dari dunia 2) didalam kekristenan.
1)Dunia akan menawarkan banyak hal yang membuat kita meninggalkan Tuhan, seperti kesibukan atau gaya hidup kita sepertinya Kristen tetapi sebenarnya Tuhan sudah tidak di tempat yang utama dalam hidup kita lagi, dan yang menjadi utama dalam hati kita mungkin hal-hal yang kita suka, pekerjaan atau uang. Seharusnya kesukaan orang percaya adalah merenungkan firman Tuhan siang dan malam dan memikirkan perkara-perkara di atas di mana Tuhan Yesus ada.
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Amsal 4:23. Kerja keras saja kalau hati kita sarat dengan dosa dan kejahatan maka harta/uang menjadi tidak baik tetapi berkat Tuhanlah yang mendatangkan kelimpahan dan kebahagiaan kalau kita bekerja disertai dengan berkat dan perkenanan Tuhan itu luar biasa.
Meski dunia menawarkan banyak hal tetapi kita mempunyai kuasa untuk me-milih yang terbaik dari Tuhan. Seperti Maria juga mempunyai pilihan dan ia memilih agar kehendak Tuhanlah yang jadi atas dirinya. Kasih itu bukan perasaan tetapi pilihan dan Tuhan mau kita memilih dengan benar; pilihan kita itu ternyata menentukan masa depan dan keberhasilan kita.
Kalau kita memilih mengasihi Tuhan maka janji Tuhan dalam 1 Korintus 2:9, “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan yang tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”
Ini adalah yang Tuhan sediakan untuk orang-orang yang mengasihi Tuhan, jadi tugas kita sebagai orang percaya adalah terus menerungkan firman Tuhan dan bertindak hati-hati sesuai dengan firman Tuhan maka Tuhan menyediakan berkat bagi kita.

Dalam kisah Maria dan Marta, di mana Marta menyibukkan dirinya dan Maria memilih untuk duduk diam di kaki Yesus, dan Tuhan berkata kepada Marta: “Mengapa engkau menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi Maria telah memilih bagian yang terbaik.”
Saudara memilih untuk datang ibadah dan mendengar firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, itu adalah pilihan. Setiap hari kita harus memilih. Bagaimana agar pilihan kita tidak membawa kita kepada kebinasaan tetapi pilihan kita membawa kepada kehidupan yang kekal? Caranya ada di dalam firman Tuhan yang akan menolong kita untuk memilih. Tuhan sudah berikan pilihan hidup atau mati, berkat atau kutuk, dan pilihlah kehidupan, pilihlah berkat!
Tuhan berikan kita hati, dengan hati kita pakai untuk membaca firman maka hati kita bisa dituntun oleh firman Tuhan. Karena itu jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancarlah kehidupan.
Hati manusia itu penuh dengan dosa dan ketakutan serta keraguan tetapi firman Tuhan itu yang akan memulihkan hati manusia tersebut sehingga yang buruk dan jahat itu dikupas sehingga memiliki suatu hati yang kuat dan hati kita yang terhubung dengan Tuhan yang akan menuntun jalan hidup kita.

Orang yang hatinya selalu memikirkan perkara-perkara di atas maka ia tidak akan terpengaruh dengan dunia dan tetap jalan di jalurnya Tuhan, karena yang mengontrol hidupnya adalah Bapanya yang di sorga. Sehingga pada saat sangkakala berbunyi maka hanya orang yang hatinya terikat dan terpaut pada Tuhan yang akan terangkat ke sorga, karena itu jangan tinggalkan kasihmu yang semula.
Kalau kita meninggalkan kasih yang semula maka kita akan tersesat, karena tidak tahu mau mengambil keputusan yang mana ibarat seperti benang kusut. Kalau kita mengikatkan diri dengan Tuhan senantiasa kaki dian yang ada dalam hidup kita menyala, kita adalah terang dunia sehingga orang-orang yang hidup dalam kegelapan itu akan mencari terang yang akan membantu menuntun hidup mereka. Matius 5:13-16, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Kamulah terang dunia, dan kasih Tuhan itu seperti minyak yang membuat pelita itu menyala. Dikatakan dalam 1 Korintus 13, sekalipun kamu berkata-kata dengan bahasa malaikat dan memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung tetapi kalau tidak memiliki kasih maka semuanya itu tidak berguna, karena kasih itu adalah minyak yang ada di dalam kaki dian yang membuatnya menyala. Dengan kasih itu kita bisa mengasihi Tuhan dan orang lain.
Dalam Galatia 6 dikatakan untuk jangan jemu-jemu berbuat baik karena apabila sudah datang waktunya maka kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah. Tetapi mengasihipun harus berjalan dalam konteks kebenaran, dan kalau hati dan jalan kita benar maka seperti yang dikatakan dalam firman Tuhan, apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga itu yang disediakan Tuhan bagi orang yang mengasihi Dia.

2) Didalam wadah kekristenan ada yang ber kedok pengajaran Firman yang juga harus diwaspadai seperti yang tertulis dalam Wahyu 2:14-15, dua nama yang disebut sebagai orang yang mengajarkan kesesatan yaitu Bileam dan Nikolaus yang dikenal dengan ajaran memakan persembahan berhala dan perbuatan zinah (percabulan). Jadi yang dimaksud dengan orang-orang jahat adalah mereka yang mengaku dirinya rasul, pengajar atau hamba Tuhan tetapi ternyata berdusta dan membawa pengajaran sesat atau pengajaran palsu ke dalam kumpulan jemaat. Beberapa sikap jemaat di Efesus terhadap pengajaran palsu/sesat yang Tuhan puji adalah:
1. Jemaat Efesus Tidak Dapat Sabar Terhadap Orang-orang Jahat
Tuhan Yesus memuji sikap jemaat Efesus yang tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat yang membawa pengajaran palsu yang menyesatkan. Ini sama dengan peringatan yang diberikan oleh Paulus kepada jemaat di Korintus dalam 2 Korintus 11:4 “Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.”
Jemaat Efesus berhasil membuktikan kepalsuan dari ajaran-ajaran yang dibawa oleh rasul-rasul palsu dan menjaga kemurnian doktrin mereka. Gereja harus mengajar jemaatnya tentang doktrin yang benar dan Alkitabiah untuk membuat jemaat mengerti kebenaran Firman Tuhan dan teguh berpegang kepada kebenaran itu sehingga iman mereka tidak mudah digoyahkan.

2. Jemaat Efesus Telah Mencobai Mereka Yang Menyebut Dirinya Rasul
Seorang rasul dianggap sebagai pemimpin jemaat yang dipilih oleh Tuhan dan sa-ngat dihormati oleh jemaat. Rasul biasanya membawa pemberitaan Injil atau pengajaran kebenaran Firman Tuhan yang disertai dengan kuasa dan mujizat. Kata mencobai berasal dari bahasa Yunani πειράζω (peirazō) yang mengandung pengertian menguji seseorang untuk memastikan kualitas, jalan pikiran dan sikapnya. Juga menguji integritas, kebaikan, karakter dan keteguhan iman seseorang terhadap godaan dosa.
1 Yohanes 4:1 “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” Ketika mereka telah mengetahui kebenarannya, bahwa orang-orang yang menyebut dirinya rasul ternyata adalah seorang pendusta maka mereka akan berkonfrontasi dengan orang tersebut dan menolak kehadiran dan pengajaran orang tersebut agar jemaat terhindar dari kesesatan.

3. Jemaat Efesus Tetap Sabar Dan Rela Menderita karena Nama Tuhan Dan Tidak Mengenal Lelah
Jemaat Efesus melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh dan berani menderita karena nama Tuhan dan karena pelayanan itu sendiri. Banyak tantangan dan serangan dari si jahat yang harus dihadapi yang mungkin melelahkan baik secara fisik maupun secara batin, tetapi tidak demikian dengan jemaat Efesus.
Ketekunan ini juga ditunjukkan terhadap serangan-serangan rasul-rasul palsu yang membawa penyesatan. Mereka tidak pernah menyerah dan berani menderita untuk tetap menegakkan kebenaran Firman Tuhan dalam kehidupan jemaat. Hal ini menjadi salah satu hal yang dipuji oleh Tuhan Yesus.

4. Jemaat Efesus Membenci Segala Perbuatan Pengikut Nikolaus yang Juga Dibenci oleh Tuhan
Pengikut Nikolaus seringkali disebutkan memiliki pemahaman bahwa percabulan tidak akan mempengaruhi keselamatan seseorang, padahal 1 Korintus 6:9-10 mencatat “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”
Jelas sekali rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bahwa orang cabul tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah; artinya orang yang hidup dalam percabulan terus menerus dan tidak pernah bertobat dengan sungguh-sungguh akan kehilangan keselamatannya.
Jelas bahwa kita harus bersikap tegas untuk mengajarkan dan terus hidup dalam pengajaran Firman Tuhan yang benar dan juga tegas menolak pengajaran yang terbukti menyesatkan dan membahayakan keselamatan kita dengan terus menerus tanpa mengenal lelah sebagai pola hidup dalam mengerjakan keselamatan kita.

Kita harus melakukan apa yang disukai oleh Tuhan dan membenci apa yang dibenci oleh Tuhan ketika hal itu berhubungan langsung dengan keselamatan kita. Demikianlah juga ketegasan sikap kita terhadap pengajaran palsu yang membawa kepada kebinasaan harus dilakukan untuk menjaga kawanan domba Allah dari serangan serigala-serigala. Amin.
Wahyu 22:11, “Barangsiapa berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!”

Di akhir zmaan ini dunia akan semakin jahat dan cemar tetapi orang benar jangan takut, hati manusia yang tidak mengenal Tuhan itu dipenuhi dengan ketakutan, tetapi orang benar itu tidak dipengaruhi oleh ketakutan. Hati kita tetap dijaga dalam kebenaran maka kita akan dituntun di dalam kebenaran.
Setiap pagi bangun sediakan waktu berdiam diri di hadapan Tuhan, mengikuti teladan Tuhan Yesus, supaya hati kita lurus dan hari yang kita jalani itu benar, karena hati kita jernih diterangi terang Tuhan yang ajaib, karena itu carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Amin.

Other posts in Weekly Message: