JADILAH ORANG YANG RENDAH HATI

Home / Weekly Message / JADILAH ORANG YANG RENDAH HATI
JADILAH ORANG YANG RENDAH HATI

12 November 2017

“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,” Filipi 2:8-9

Setiap bulan pesan Tuhan yang disampaikan ini untuk mengingatkan kita dan bulan lalu kita telah menerima pesan Tuhan untuk setia. Untuk bulan November ini pesan Tuhan adalah Jadilah Orang Yang Rendah Hati.
Fil 2:1-11, “Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!”
Sebagai orang beriman kepada Tuhan, kita harus penuh dengan Roh Kudus dan mempunyai roh seperti Elia yang harus berperang melawan nabi-nabi Baal (roh-roh jahat di udara).

Di Eropa kekristenan sudah agak menurun, Gereja-gereja banyak dijual dan orang-orang yang datang ke gereja pun hanya orang-orang yang sudah tua sedangkan anak mudanya tidak suka beribadah ke gereja. Hidup mereka penuh dengan tekanan dan stress karena ekonomi juga pajak yang sangat tinggi. Itu semua membuat mereka egois dan kurang memperhatikan orang lain. Seperti yang dikatakan dalam firman Tuhan menjelang hari-hari terakhir, kasih kebanyakan orang menjadi dingin.
Pesan Tuhan yang diberikan setiap bulan itu adalah tuntunan bagi kita seperti tiang awan dan tiang api yang menuntun kehidupan kita, karena pada akhir zaman akan datang masa yang sukar.
2 Tim 3:1-5, “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”

Tuhan katakan kepada kita agar rendah hati. Rendah hati mempunyai pengertian sebagai berikut:
1. Rendah hati dalam bahasa Yunaninya itu adalah “Praios” (terjemahan bahasa Inggris: Meek) yang berarti juga lemah lembut. Orang yang rendah hati adalah seseorang yang menyerah kepada Allah atau bergantung total kepada Allah. Tuhan mau kita untuk rendah hati. Dalam Filipi dikatakan bahwa Tuhan Yesus mengosongkan diri dari keilahian-Nya dan mengambil rupa sebagai manusia dan Ia taat sampai mati. Rendah hati di sini artinya menyerah total kepada Tuhan, tanpa Tuhan kita tidak bisa melakukan apa-apa.

2. Orang yang rendah hati adalah orang yang mengandalkan pribadi Roh Kudus (Yoh 14:15-27) dan hidup yang mau dipimpin Roh Kudus (Rom 8:1-17).
Kita yang berada di dalam Kristus, kita sudah dimerdekakan dan tidak lagi berada di bawah kutuk, kita sudah menjadi milik Kristus, yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang.
Roma 8:1-5, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. ”

Kita harus hidup dipimpin oleh Roh. Mengapa? Karena Roh Kudus membantu kita dalam kelemahan kita. Roma 8:26, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”
Roh Kudus yang tinggal di dalam kita akan memampukan dan menolong kita untuk berdoa, untuk berjalan dalam kekudusan dan mengerti kehendak Tuhan serta berharap kepada Tuhan.

Mengapa kita harus mengandalkan Roh Kudus, karena Ia yang akan mengajarkan dan mengingatkan kita untuk berdoa, baca Alkitab dan hidup dalam kekudusan.
Yoh 14:15-16&25-26, “15Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. 16Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. 25Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; 26tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”

Kalau kita tidak hidup dipimpin oleh Roh Kudus maka kita akan terus hidup di dalam daging.
Gal 5:17-26, “Sebab keingingan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu seperti yang telah kubuat dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.”
Banyak orang tidak tahu bagaimana harus mengambil keputusan dalam hidupnya dan hidup dalam kebingungan. Karena itu kita perlu Roh Kudus untuk menuntun hidup kita, dimulai dari pagi hari meminta pertolongan dari Roh Kudus.

3. Orang yang rendah hati adalah orang yang hidup dalam kejujuran (Ams 11:11; 16:17) dan dapat dipercaya (2 Tim 2:1-2).
Orang yang jujur akan diangkat oleh Tuhan, jujur kepada Tuhan, jujur kepada diri sendiri dan jujur kepada keluarga dan orang lain. Jujur artinya apa adanya dan tidak berbohong. Untuk kita melayani Tuhan, kita harus jujur, jujur juga dalam perkataan dan tingkah laku artinya tidak menipu diri sendiri. “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” (Yakobus 1:22)

4. Orang yang rendah hati tidak melupakan Tuhan. (Ul 8:11; 17-18).
Ulangan 8:11&17-18, 11“Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;” 17Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. 18Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.”
Kita diberkati karena kekuatan Tuhan, kita ditolong karena kekuatan Tuhan, jadi hati-hatilah dalam hidupmu, jangan melupakan Tuhan, kita harus memiliki pikiran yang sudah diperbaharui. “Tuhan menentang orang yang congkak tetapi mengasihi orang yang rendah hati.” (Yakobus 4:6) Tidak ada yang hebat, yang hebat cuma Tuhan Yesus! Amin.

By Ps. Nehemia Lolowang.

Other posts in Weekly Message: